English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Penataran Imam II-Senin Sore, 05 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Ibadah Paskah II, 14 Mei 2014 (Rabu Sore))
Tayang: 08 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Malam, 23 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Malam, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 25 Agustus 2010)
Tayang: 03 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 25 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Ibadah Paskah II, 15 Mei 2014 (Kamis Pagi))
Tayang: 08 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 16 November 2011)
Tayang: 09 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 25 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 15 November 2011)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 12 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 19 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Jumat Sore, 20 April 2012
Tempat: Ciawi-Bogor
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 17 Juni 2012

Kita kembali kepada tema kita yang terdapat di dalam ktb Wahyu 21: 5, Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Tepat dan benar = tidak boleh diragukan.

Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru, tema ini menunjuk pada pembaharuan. Pembaharuan hidup merupakan mujizat yang terbesar dan yang tidak dapat ditiru oleh setan; kalau sakit menjadi sembuh, setan dapat melakukan, dukun-dukun juga dapat melakukan, miskin menjadi kaya, setan juga dapat melakukan. Tetapi kalau keubahan hidup/manusia berdosa dapat bertobat dan menjadi sempurna, setan tidak dapat melakukan, hanya TUHAN YESUS/Firman Yang dapat melakukan.

Inilah pembaharuan/mujizat yang terbesar dan mutlak kita alami. Kita harus mengalami pembaharuan demi pembaharuan setiap hari sampai dapat masuk ke Yerusalem Baru/langit dan bumi yang baru/kerajaan surga yang kekal.

Di dalam ktb Wahyu 21, ada empat macam pembaharuan yaitu:
  1. langit dan bumi yang baru --> Wahyu 21: 1,
  2. manusia baru --> Wahyu 21: 2, 3,
  3. suasana baru --> Wahyu 21: 4-8,
  4. Yerusalem Baru --> Wahyu 21: 9-27.
Kita masih tetap membahas bagian yang pertama yaitu LANGIT DAN BUMI YANG BARU --> Wahyu 21: 1, Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.

Jadi, jika TUHAN menciptakan langit dan bumi yang baru, maka langit dan bumi yang sekarang/yang lama, akan hancur dan musnah/binasa. Oleh sebab itu, mari, kita yang tinggal di bumi dan langit yang lama harus mengalami pembaharuan agar dapat beralih/berpindah dari langit dan bumi yang lama ke langit dan bumi yang baru itulah Yerusalem Baru. Kita akan mengalami kebahagiaan kekal bersama dengan TUHAN dan kita tidak akan musnah/binasa bersama dunia.

Sekarang, bagi kita apa yang dibaharui? 1 Korintus 7: 29-32,
29. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
30. dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
31. pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
32. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

Ay 29, waktu telah singkat! = harus segera beralih dari dunia yang lama ke dunia yang baru itulah Yerusalem Baru.
Seolah-olah tidak beristeri = tidak terikat

Ay 30, Seolah-olah tidak menangis = tidak berputus asa.
Seolah- olah tidak bergembira = jangan bangga akan sesuatu.

Ay 31, Mempergunakan barang-barang duniawi, seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya = tidak terikat pada dunia yang lama yang akan hancur.

Ay 32, tanpa kekuatiran = perasaan dibaharui
Memusatkan perhatian kepada perkara TUHAN = PEMBAHARUAN PERHATIAN/PANDANGAN. Kita harus memiliki pandangan/perhatian terutama kepada perkara-perkara TUHAN, jangan pada dunia ini = memiliki pandangan yang rohani di hari-hari ini. Pandangan kita jangan tertuju pada dunia, sebab kalau pandangan kita kepada dunia, maka kita akan ikut binasa bersama dengan dunia.

Pandangan yang rohani = pandangan yang hanya tertuju kepada YESUS = hanya memandang kepada Pribadi YESUS. Tadi pagi, kita harus memperhatikan Firman dan juga harus memperhatikan kemurahan TUHAN, dan malam ini kita harus memperhatikan Pribadi TUHAN.

Kita jangan menoleh/memandang kebelakang seperti istri Lot yang menjadi tiang garam sehingga ia musnah bersama dunia. Dan juga jangan seperti Musa yang menoleh ke kanan dan ke kiri di saat ia melayani dua orang yaitu ketika orang Mesir bertengkar dengan orang Israel dan ketika tidak ada yang melihat, Musa membunuh orang Mesir itu dan menguburkan mayatnya di pasir sehingga berbau busuk. Itu sebabnya kita jangan menoleh ke kiri dan ke kanan/jangan memandang manusia siapa-pun dia, sebab pasti ada sesuatu yang tersembunyi.

Jika kita memandang kepada manusia siapa-pun dia, sehebat apa-pun dia = seperti menyembunyikan mayat di dalam pasir = banyak kemunafikan-kemunafikan/banyak kebusukan yang tersembunyi. Dan tentunya jika ada banyak kemunafikan-kemunafikan dan kebusukan-kebusukan yang tersembunyi, maka tidak akan dapat sampai ke Yerusalem Baru = binasa bersama dunia.

Mari! malam ini perhatian/pandangan kita kepada perkara-perkara TUHAN/pandangan yang rohani yaitu hanya memandang/tertuju kepada Pribadi YESUS. Jangan menoleh kebelakang, sebab pasti akan menjadi tiang garam dan juga jangan menoleh ke kanan dan ke kiri/menoleh kepada manusia siapa-pun dia (di atas tadi, dikatakan yang sudah beristri, berbuat seolah-olah tidak beristri, apalagi kepada orang lain) tentunya akan ada banyak kemunafikan dan kebusukan yang disembunyikan sehingga tidak dapat menuju ke Yerusalem Baru.

Markus 12: 35-37,
35. Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?
36. Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
37. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

Saya tidak menerangkan hubungannya, tetapi yang akan saya terangkan adalah pandangannya.

Di dalam injil Markus ini ada tiga tingkatan pandangan rohani yaitu:
  1. ay 35 --> memandang YESUS sebagai Anak Daud, berarti memandang YESUS sebagai Manusia, sebab Daud itu manusia. YESUS adalah Manusia Yang tidak berdosa dan inilah bedanya dengan kita. YESUS sebagai Anak Daud/sebagai Manusia Yang tidak berdosa hanya untuk dikorbankan di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Inilah YESUS sebagai Anak Daud, Ia adalah ALLAH Yang lahir menjadi Manusia satu-satunya yang tidak berdosa dari keturunan Daud sehingga Ia disebut Anak Daud. Karena YESUS adalah Satu-satunya Manusia Yang tidak berdosa, maka Ia dapat menebus manusia dari dosa-dosa mereka = menolong dan menyelamatkan manusia berdosa.

    Apa-pun yang berasal dari dunia ini seperti kekayaan, kepandaian, kedudukan tidak dapat menyelamatkan manusia berdosa bahkan ada kehidupan yang dulunya ia seorang yang baik karena tidak memiliki apa-apa/miskin, berubah menjadi sombong dan juga berbuat dosa sehingga tidak dapat menyelamatkan. Mulai dari istana sampai dibawah kolong jembatan, tidak ada yang dapat menghentikan dosa di dunia ini; bahkan manusia di dunia termasuk para rohaniawan/kami semua berdosa seperti yang tertulis di dalam alkitab. Hanya YESUS Satu-satunya Manusia Yang tidak berdosa --> di dunia, tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa, hanya dari surga yaitu ALLAH lahir menjadi Manusia Yang tidak berdosa dari keturunan Daud.

    Dulu, saya mencari keselamatan dikuburan-kuburan dan juga dimana-mana tempat sebab saya bukan keturunan dari orang Kristen; tetapi setelah saya menjadi orang Kristen, maka hanya YESUS Satu-satunya Manusia Yang tidak berdosa Yang dapat menyelamatkan manusia berdosa. Semoga kita dapat mengerti.
    Jadi, memandang YESUS sebagai Anak Daud = memandang YESUS sebagai Manusia = memandang YESUS sebagai Anak Domba ALLAH, Dia Yang menyelamatkan manusia berdosa. Yohanes 1: 29, Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

    Jadi malam ini, tingkat pertama pandangan rohani kita kepada YESUS adalah:

    • Kita harus dapat memandang YESUS sebagai Manusia/anak Daud,
    • sebagai Anak Domba ALLAH Yang menghapus dosa dunia/menyelamatkan manusia berdosa.

      Ini harus, kalau kita mau berpandangan rohani/kalau kita mau berpindah dari dunia lama ke dunia yang baru itulah Yerusalem Baru/kerajaan surga. Semoga kita dapat mengerti.

      Yohanes 19: 31-34,
      31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
      32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
      33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
      34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

      Jadi, YESUS mati di kayu salib dengan empat luka utama = luka penebusan/luka penyelamatan yang terdapat dua di Tangan dan dua di Kaki untuk menyelamatkan bangsa Israel (saya tidak berbicara politik), tetapi mereka adalah umat pilihan TUHAN. Sedangkan luka di kepala, memiliki arti yang lain demikian juga dengan bilir-bilur juga memiliki arti yang lain. Kita bukan umat pilihan TUHAN tetapi kita semua termasuk bangsa kafir.

      Di dunia ini hanya ada dua bangsa yaitu bangsa Israel/umat pilihan TUHAN keturunan dari Abraham, Isak dan Yakub, di luar ini adalah bangsa kafir. Keempat luka utama itu bagi bangsa Israel, sedangkan bangsa kafir tidak mendapatkan bagian di dalamnya. Tetapi beruntung, seorang prajurit dari bangsa kafir membuat luka yang kelima/luka yang terdalam dan terbesar sebab mengeluarkan Darah dan Air untuk menyelamatkan bangsa kafir yang berdosa itulah kita semua.

      Jadi, memandang YESUS sebagai Manusia = memandang YESUS sebagai Anak Domba ALLAH, maka kita/bangsa kafir harus dapat memandang Lambung Yang terluka yang mengeluarkan Darah dan Air.

    Apa yang menjadi praktek dari bangsa kafir jika dapat memandang YESUS Anak Daud/Manusia = YESUS sebagai Anak Domba ALLAH = memandang Lambung YESUS Yang mengeluarkan Darah dan Air?
    Prakteknya:

    • Darah = bertobat. Jika di dalam tabernakel, maka darah ini menunujuk pada mezbah korban bakaran. Dulu binatang yang dikorbankan --> dulu bangsa Israel jika berbuat dosa, maka mereka harus membawa binatang lembu, kambing, domba dan bagi orang yang miskin, mereka harus membawa burung tekukur. Binatang ini disembelih dan darahnya dicurahkan dan dagingnya dibakar untuk menghapus dosa --> ini dulu. Sekarang bagi orang Kristen tidak perlu membawa binatang lagi, sebab semua korban sudah digenapkan oleh Korban Anak ALLAH itulah YESUS Yang mati di kayu salib. Semoga kita dapat mengerti.

      Di ktb perj.lama harus membawa binatang, tetapi bagi kita sekarang tidak perlu lagi sebab sudah ada Darah YESUS dan arti darah untuk sekarang adalah bertobat = berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN.
      Bertobat terutama dari delapan dosa yang membawa manusia ke neraka/tidak dapat masuk kota Yerusalem Baru, itu sebabnya kita harus berhati-hati.

      Wahyu 21: 8, Tetapi (1)orang-orang penakut, (2)orang-orang yang tidak percaya, (3)orang-orang keji, (4)orang-orang pembunuh, (5)orang-orang sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan semua (8)pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Orang-orang penakut = termasuk takut untuk berkorban bagi TUHAN.
      Orang-orang tidak percaya, termasuk bimbang.
      Orang-orang keji = jahat.
      Orang-orang pembunuh = kebencian.

      Kita harus berhati-hati dengan sihir, termasuk ramalan-ramalan.
      Pendusta ini disebut paling akhir = paling dekat dengan neraka.

      Jadi, jika kita mau masuk Yerusalem Baru, maka pandangan kita pertama-tama kepada:

      1. YESUS sebagai Anak Manusia/Anak Daud.
      2. YESUS sebagai Anak Domba ALLAH --> kita memandang Lambung-Nya, artinya Darah = bertobat yang di mulai dari delapan dosa; penutup dosa adalah dusta/pendusta. Selama kita berdusta, maka akan ada banyak dosa yang lain dan langsung ke neraka --> delapan dosa yang langsung membawa ke neraka/kematian ke dua = tidak dapat masuk Yerusalem Baru. Itu sebabnya harus bertobat dari delapan dosa.

    • Air, dalam tabernakel menunjuk pada kolam pembasuhan = baptisan air. Tadi di bagian atas sudah diterangkan tentang bertobat yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN = mati terhadap delapan dosa. Sesudah mati terhadap dosa, harus dikubur di dalam baptisan air --> Roma 6: 2, 4,
      2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Orang mati harus dikubur dari ujung rambut sampai ke ujung kaki; kalau dikubur di dalam tanah = masuk ke dalam tanah. Kalau dikubur di dalam air, maka seluruh tubuh harus masuk ke dalam air/dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, jangan ada sisanya.

      Jadi, orang yang bertobat adalah orang yang dikuburkan bersama dengan YESUS di dalam baptisan air sehingga mendapatkan hidup yang baru = hidup di dalam kebenaran. Hidup baru itu adalah jenis kehidupan surga. Dulu kita dilahirkan oleh ibu yang terhormat, yang tersayang dari kita masing-masing, baik ibu itu pandai/yang bodoh/yang buta huruf, yang memiliki kedudukan tinggi/atau tidak --> semuanya sama! Yaitu menghasilkan manusia darah daging yang tidak dapat masuk surga sebab jenisnya tidak cocok. Itu sebabnya kita harus mengalami kelahiran baru dari TUHAN/dari baptisan air supaya mendapatkan jenis kehidupan surga.

    Kalau, kita dilahirkan oleh ibu kita, maka itu merupakan jenis kehidupan dunia berapa-pun usia kita dan ini cocok untuk hidup di dunia, tetapi tidak cocok untuk kehidupan di surga. Itu sebabnya kita harus masuk dalam baptisan air/lahir baru secara rohani dari TUHAN.
    Jenis kehidupan baru adalah hidup di dalam kebenaran seperti delapan orang yang naik ke dalam bahtera Nuh. Di bagian atas disebutkan ada delapan dosa, ditenggelamkan ke dalam neraka; kita buang kedelapan dosa ini dengan hidup benar seperti delapan orang yang naik ke dalam bahtera Nuh. Dari semua manusia yang ada di dunia ini, hanya sedikit yaitu delapan orang yang hidup dalam kebenaran; semua harus benar --> nikah harus benar, kerja harus benar, studi harus benar, pelayanan harus benar, k.t.p/s.i.m harus benar = naik ke bahtera Nuh dan kita aman. Kalau kita hidup tidak benar = berada di luar bahtera Nuh.

    Kita jangan coba-coba untuk hidup tidak benar semisal naik sepeda motor tidak membawa s.i.m dan kita menganggap itu tidaklah mengapa = berada di luar bahtera Nuh dan jika sewaktu-waktu air bah datang, maka kehidupan itu akan terlambat. Memang tidak mengapa kalau air bah belum datang, tetapi kalau air bah datang, maka ia tidak dapat tertolong. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dan yang paling aman adalah kita berada di dalam bahtera Nuh, mau ada air bah atau tidak, kita selalu berada di dalam bahtera Nuh = selalu benar. Jangan berspekulasi dengan mengatakan kali ini saya hidup tidak benar, tidak mengapa --> jangan!! Sebab kalau tidak benar dan air bah datang --> habis!! Sia-sia pengikutan kita. Semoga kita dapat mengerti.
    Mari, kita hidup benar = berada di dalam bahtera Nuh. Sekali-pun ada yang mengatakan bahwa hidupnya seperti air bah dan sangat berat; sekali-pun kehidupan itu jago berenang sebab mendapatkan medali emas pada kejuaraan olimpiade. Tetapi kalau ia menghadapi air bah (menghadapi tsunami saja sudah susah) gunung saja hilang. Kalau tsunami, manusia lari ke gunung/bukit-pun dapat selamat, tetapi jika air bah, sekali-pun kita naik ke gunung-pun, kita tetap mati.

    Mau berenang di air bah, hidup ini terasa berat --> kalau hidup tidak benar, terasa berat, tetapi kalau hidup benar, terasa damai. Ada kebenaran, maka akan ada kedamaian --> Yesaya 32: 17, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Kalau kita hidup benar, seperti kita naik ke dalam bahtera, sekali-pun ada air bah, kita tetap tenang-tenang saja di atas bahtera. Di mana ada kebenaran, maka di situ kedamaian akan bertumbuh dan akibat dari kebenaran adalah ketenangan/ketentraman dan jika damai dan tenang, maka semua akan menjadi enak dan ringan. Tidak perlu berenang sebab TUHAN Yang mendorong dan mengendalikan bahtera itu.

    Inilah hidup kita/pandangan hidup rohani kita, jika kita hendak masuk ke Yerusalem Baru, mari! naik ke dalam bahtera terlebih dahulu dengan:

    • Memandang YESUS sebagai Manusia/Anak Daud,
    • Memandang YESUS sebagai Anak Domba ALLAH Yang menghapus dosa dunia/menyelamatkan,
    • Terutama kita bangsa kafir harus memandang Lambung-Nya yaitu bertobat, lahir baru/hidup baru sehingga dapat hidup benar dan kita mengalami ketenangan dan damai. Tidak perduli kita miskin/kaya --> ‘Aku akan memberikan kelegaan kepadamu, pikul-lah kuk yang Ku pasang.’ Kalau sudah tenang, pikullah kuk yang Ku pasang, sebab kuk yang Ku pasang itu enak dan bebanmu-pun ringan = semuanya menjadi enak dan ringan. Jika ada yang tidak benar, akan menjadi berat bagaikan berenang di air bah dan pasti mati/binasa/hanya menuju kebinasaan bersama dunia. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius.

    Mari! kita mohon dan bersyukur kepada TUHAN sebab ALLAH kita bukanlah ALLAH Yang abstrak; banyak orang yang berseru Allah, Allah sampai pohon-pun mereka anggap sebagai Allah, mengapa? Sebab Allah mereka abstrak. Kalau ALLAH kita ada di dalam Pribadi YESUS Yang tidak abstrak --> inilah YESUS menjadi Manusia.

  2. Markus 12: 36, Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

    Memandang YESUS Yang duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa. Dia mati di kayu salib, tetapi Dia bangkit dan naik ke surga dan duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa. Memandang YESUS Yang duduk di sebelah kanan ALLAH Bapa = memandang YESUS sebagai Imam Besar.

    Apa yang menjadi praktek dari memandang YESUS sebagai Imam Besar? Prakteknya adalah kita harus menjadi imam-imam.

    Tadi dibagian awal, memandang YESUS sebagai Anak Daud/Anak Manusia dengan praktek bertobat dan lahir baru sedangkan memandang YESUS sebagai Imam Besar, prakteknya adalah kita harus menjadi imam-imam, sebab Imam Besar adalah Kepala dari imam-imam/pelayan-pelayan.

    Apa arti dari imam yang di dalam bahasa asli disebut dengan kohen? ia adalah seorang yang suci --> bukan seorang yang pandai, seorang yang hebat, seorang yang kaya/miskin --> bukan!!. Jika seorang imam harus seorang yang kaya, kasihan orang yang miskin sebab mereka tidak dapat melayani TUHAN. Dan jika seorang imam harus orang yang miskin, maka yang kaya tidak dapat melayani. Jika harus seorang yang pandai dapat menjadi imam, maka yang bodoh, tidak dapat melayani dan itu berarti TUHAN tidak adil. Imam itu seorang yang suci. Orang kaya/miskin dapat suci, orang pandai/bodoh dapat suci dan ini tergantung, kita mau atau tidak. Inilah keadilan dari TUHAN.

    Imam/kohen adalah:

    • seorang yang suci,
    • seorang yang memangku jabatan pelayanan = memiliki jabatan pelayanan sehingga dapat melayani TUHAN. Termasuk kita sebagai hamba-hamba TUHAN sepenuh, baik penginjil, gembala-gembala, guru-guru atau mungkin sekarang ini sudah ada nabi, rasul --> terserahlah! Sebab ini merupakan jabatan dari TUHAN. Ditambah dengan jabatan musik dllnya. Inilah kohen/imam.

    Yohanes 4: 35, Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

    Pandangan seorang imam kepada YESUS sebagai Imam Besar harus kepada ladang TUHAN/pekerjaan TUHAN. Mari saudaraku, terutama kita sebagai hamba TUHAN sepenuh, apa yang hendak kita pandang? Tentunya memandang ladang TUHAN.

    Arti dari harus memandang ladang TUHAN adalah: kita harus mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua --> namanya kita melayani TUHAN, jadi ini merupakan tugas utama. Ada yang mengatakan bahwa saya masih kuliah --> ini merupakan tugas tambahan. Jangan dibalik dengan melayani TUHAN tetapi pelayanan itu dianggap sebagai tugas tambahan. Kira-kira apa jadinya?

    Pelayanan utama kita adalah seorang imam, mari layani TUHAN di dalam ladang TUHAN. Kita harus mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semuanya = kita harus setia dan berkobar-kobar dalam melayani TUHAN.

    Jadi, suci dan setia berkobar-kobar melayani TUHAN --> hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang suci setia dan berkobar- kobar = pelayan TUHAN bagaikan nyala api.

    Ibrani 1: 7, Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Wahyu 1: 14, Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Pelayan TUHAN yang suci setia dan berkobar-kobar = nyala api.
    Mata TUHAN = nyala api
    Nyala api = nyala api --> berarti, pelayan TUHAN yang suci, setia dan berkobar-kobar = Mata TUHAN = Biji Mata TUHAN. Dan ini tidak dapat diganggu gugat oleh apa-pun juga. Siapa yang menjamah pelayan yang suci = menjamah Biji Mata TUHAN = berhadapan dengan TUHAN. Itu sebabnya kita jangan takut sebab kita dibela oleh TUHAN sehingga tidak dapat diganggu gugat oleh apa-pun juga sampai maut-pun tidak dapat mengganggu gugat kita.

    Mazmur 17: 8, Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Sebagai Biji Mata TUHAN kita dibela, Dia sebagai Imam Besar Yang duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa menjadi Pembela kita tetapi Dia juga memelihara kita. Maafkan sekali lagi bagi sidang jemaat, kami sebagai hamba TUHAN sepenuh, tidak hidup dari sidang jemaat, tetapi kami hidup dari TUHAN. Demikian juga dengan sidang jemaat, saudara memiliki gaji, toko dan juga memiliki kekayaan --> silahkan! Tetapi saudara tidak hidup dari itu, tetapi semuanya hidup dari TUHAN. Dipelihara secara langsung oleh TUHAN di padang gurun dunia yang sulit.

    Dan juga ada naungan sayap sampai nanti kita memiliki dua sayap burung nazar yang besar untuk menyingkirkan kita ke padang belantara selama tiga setengah tahun jauh dari mata antikrist. Inilah Biji Mata TUHAN.

    Mari! pandangan kita tadi kepada:

    • YESUS Anak Daud dengan praktek Darah dan Air = bertobat, hidup baru = hidup benar, kita bagaikan naik ke bahtera Nuh, sekali-pun ada tsunami, bahtera Nuh itu terus berjalan sebab dilindungi dan dikendalikan oleh TUHAN. Kita harus mengatakan bahtera Nuh, sebab kalau bahtera yang lain, dikendalikan oleh kepandaian sehingga semuanya mati. Kita hidup benar sehingga semuanya menjadi enak dan ringan. Setelah YESUS sebagai Manusia mati, Ia bangkit dan naik ke surga.

    • Memandang YESUS di surga Yang duduk disebelah Kanan ALLAH Bapa, apa artinya? YESUS sebagai Imam Besar dan kita sebagai imam-imam --> mari hidup suci, setia dan berkobar-kobar = kita bagaikan Biji Mata TUHAN. Kita dibela oleh TUHAN sehingga tidak dapat diganggu gugat, kita dipelihara secara langsung oleh TUHAN dan diberi dua sayap burung nazar yang besar untuk disingkirkan ke padang gurun selama tiga setengah tahun jauh dari mata antikrist.

    Inilah Biji Mata TUHAN, sekarang penting, sebab kita dibela dan dipelihara, tetapi nanti jika dunia ini dikuasai oleh antikrist, maka semuanya tidak berlaku lagi. Itu sebabnya tadi saya sudah katakan, sekali-pun kita memiliki kekayaan, kita tetap hidup dari TUHAN, jangan dari kekayaan sebab satu waktu semuanya tidak berarti lagi sebab dunia ini akan dikuasai oleh antikrist selama tiga setengah tahun. Siapa yang mau hidup, harus menyembah antikrist dan diberi cap 6.6.6. Sampai di sini Biji Mata TUHAN yaitu sampai pada pandangan yang jauh.

    Jangan hanya sampai sekarang dan berkata --> buktinya saya tidak melayani, tetapi hidup saya enak --> jangan!! Sekarang mungkin dapat hidup enak, tetapi satu waktu akan mengakui bahwa saya tidak dapat berbuat apa-apa tanpa TUHAN terutama saat antikrist berkuasa sebanyak seratus persen. Kalau antikrist berkuasa sebanyak tigapuluh persen, kita masih dapat tujuhpuluh persen, antikrist berkuasa sebanyak enampuluh persen, kita masih dapat empatpuluh persen. Tetapi kalau antikrist berkuasa seratus persen, maka kita nol/0 persen/tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

    Wahyu 12: 14, Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Tiga setengah tahun, dunia dikuasai oleh antikrist, tetapi kita sudah disingkirkan ke padang belantara/disembunyikan/dinaungi oleh TUHAN, sehingga tidak dapat dijamah oleh antikrist.

    Sekali lagi saya mengulang-ulang yaitu:

    • Pandangan rohani kita kepada YESUS Anak Daud/Manusia, Dia menebus dosa manusia.
    • Terutama sebagai bangsa kafir, pandang Lambung-Nya.
    • Kita memandang YESUS sebagai Anak Domba ALLAH dengan bertobat, lahir baru = kita hidup benar sehingga semuanya damai dan menjadi enak dan ringan.
    • YESUS bangkit, naik ke surga dan duduk di sebelah Kanan ALLAH Bapa = kita memandang Dia sebagai Imam Besar; kita hidup suci menjadi imam-imam/pelayan-pelayan TUHAN yang memiliki jabatan pelayanan, kita melayani TUHAN dengan setia dan berkobar-kobar sehingga kita menjadi Biji Mata TUHAN. Kita tidak perlu takut sebab kita bergantung pada belas kasihan TUHAN.

  3. Markus 12: 37, Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

    YESUS sebagai Tuan diatas segala tuan = Raja diatas segala raja = memandang YESUS sebagai Mempelai Pria Surga. Daud sebagai raja, sebagai tuan mengakui bahwa YESUS adalah Tuan-nya dan Daud sebagai raja, juga mengakui bahwa YESUS adalah Raja-nya. Raja segala raja, Tuan diatas segala tuan, Mempelai Pria Surga Yang akan datang kembali kedua kalinya.

    Wahyu 19: 16, 6, 7,
    16. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
    6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Dia Raja, tetapi juga ada perkawinan Anak Domba berarti Dia juga Mempelai Pria Surga; kalau ada perkawinan berarti ada Mempelai Pria dan juga ada Mempelai Wanita.

    Inilah pandangan Daud dan juga pandangan rohani kita yaitu:

    • YESUS sebagai Anak Daud/Manusia --> Darah dan Air = bertobat dan hidup benar = kita naik ke bahtera Nuh sehingga hidup ini menjadi enak dan ringan = hidup damai.

    • memandang YESUS Yang sudah bangkit dan naik ke surga sebagai Imam Besar --> kita melayani TUHAN dengan sungguh-sungguh suci, setia dan berkobar-kobar, kita menjadi Biji Mata TUHAN dan kita benar-benar dipelihara, dinaungi, dibela dan disingkirkan saat antikrist berkuasa.

    • memandang YESUS sebagai Tuan di atas segala tuan, Raja di atas segala raja, Mempelai Pria Surga.

    Suami = Kepala, sedangkan istri = tubuh. Hubungan Kepala dengan tubuh adalah leher/doa penyembahan. Memandang YESUS sebagai Tuan di atas segala tuan, Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga dengan praktek kita menyembah Dia.
Malam ini ibadah doa penyembahan, kita menggunakan waktu untuk menyembah Dia. Saya merindu, selain bapak ibu berdoa untuk kebutuhan masing-masing = kita memandang TUHAN, tetapi doakan saya juga untuk menghadapi tugas-tugas yang akan datang. Mari, saling mendukung dalam doa dan juga menyembah Dia = memandang YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.

Yohanes 9: 35-38,
34. Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
35. Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
36. Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
37. Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
38. Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

Ay 34, orang buta itu diusir keluar = dia sengsara karena YESUS. Seandainya orang buta ini sikapnya seperti bapaknya yang bersikap pasif yang menyuruh orang-orang untuk bertanya sendiri kepadanya karena ia sudah dewasa = bapaknya itu cuci tangan/tidak mau tahu. Orang buta itu juga dapat bersikap seperti bapaknya yang juga mengatakan bahwa ia tidak tahu siapa YESUS/Dia bukan siapa-siapa, kebetulan saja,
yang penting aku sembuh, maka ia selamat dari orang-orang itu. Tetapi ia tidak melakukan itu bahkan ia mengaku bahwa YESUS adalah Nabi, YESUS Mesias sehingga ia diusir keluar.

Memang saudaraku, jika kita mengaku YESUS Mempelai/Kabar Mempelai, kita akan dikucilkan. Pengajaran yang benar dapat dikucilkan; rasul Paulus sampai berkata --> ‘dulu, kamu menerima aku sampai memberikan apa saja, tetapi sekarang ketika aku berbicara tentang kebenaran, aku menjadi musuh’. Jadi, jika kita berbicara kebenaran, kita akan dikucilkan/diusir keluar/sengsara bersama YESUS.

Ay 35, justru di saat orang buta itu diusir keluar, ia bertemu dengan YESUS. Seandainya ia tidak diusir keluar, ia tidak akan bertemu dengan YESUS.

Ay 36, luar biasa! Saat-saat dikucilkan/saat-saat mengalami percikan darah/sengsara tanpa dosa = sengsara bersama YESUS = kesempatan terbesar untuk kita dapat menyembah YESUS Sang Raja dan Sang Mempelai Pria Surga. Ini merupakan benar-benar kekuatan yang besar.

Mari, bagi rekan-rekan hamba TUHAN, saya tidak menggurui sebab tentunya saya kalah dalam pengalaman dengan bapak ibu sekalian; tetapi marilah! Di saat-saat kita mengalami sengsara tanpa dosa/sengsara bersama YESUS:
  • karena kita melayani
  • karena pengajaran yang benar dlsbnya, ini merupakan kesempatan yang terbuka dan luas untuk kita menyembah YESUS Sang Raja/menyembah YESUS Sang Mempelai Pria Surga.
Pertanyaannya, bagaimana kalau kita sengsara karena kita berbuat dosa? masih dapat ditolong dengan cara kita harus mengakui dosa itu dan meninggalkan dosa itu, maka sengsara karena dosa akan menjadi sengsara tanpa dosa dan kita dapat menyembah TUHAN. Kita masih diberi kesempatan.

Menyembah Sang Raja/menyembah TUHAN= Memandang YESUS= Menyembah Mempelai Pria Surga

Menyembah YESUS:
  • memandang YESUS ,
  • berkata-kata dengan YESUS,
  • percayakan diri hanya kepada YESUS = mengulurkan/mengangkat dua tangan kepada YESUS.
Berkata-kata:
  • mencurahkan isi hati,
  • mengaku segalanya,
  • menyeru Nama YESUS/menyeru haleluyah.
Mari, di saat-saat kita mengalami percikan darah/sengsara tanpa dosa/sengsara karena YESUS, mungkin karena kita tidak berbuat salah tetapi gereja ditutup, mungkin di phk, mungkin toko bangkrut tetapi setelah diperiksa kita tidak berbuat salah, ini merupakan kesempatan untuk dapat menyembah TUHAN = kesempatan hanya untuk memandang Dia/tidak mau memandang yang lain. Dan juga percaya serta mempercayakan diri sepenuh = mengulurkan dua tangan kepada YESUS.

Kita terus menyembah YESUS sampai Ia berbelas kasihan kepada kita. Seperti kata Daud di dalam ktb Mazmur 123: 1, 2,
1. Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.
2. Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Kita jangan berhenti menyembah sekali-pun belum terjadi apa-apa, tetapi terus menyembah, siapa tahu malam ini Dia berbelas kasihan. Mari, satukan hati, mungkin sudah bertahun-tahun saudara berdoa untuk pelayanan, untuk ekonomi/untuk rumah tangga, untuk sakit penyakit dan belum dijawab, siapa tahu malam ini TUHAN berbelas kasihan/mengulurka Dua Tangan belas kasihannya di tengah kita.

Hasilnya:
  1. Matius 8: 14, 15,
    14. Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
    15. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.

    Ada kuasa kesembuhan. Kuasa kesembuhan dari penyakit secara jasmani dan juga penyakit secara rohani yaitu

    • demam/tidak panas tidak dingin/suam-suam = tidak berkobar-kobar lagi dalam pelayanan/dalam Kabar Mempelai.
      Mak mertua Petrus --> tugas mak mertua adalah mempersiapkan anak perempuannya untuk menjadi mempelai. Istri Petrus ini dipersiapkan mulai dari bayi sampai dewasa dan diberikan kepada Petrus.

      Mak mertua ini gambaran dari hamba TUHAN Kabar Mempelai/pengajaran yang benar dan sekarang ini sudah banyak yang menjadi suam sebab berkata --> seandainya saya tahu, maka dari sejak dahulu saya tidak mengikuti Firman pengajaran sebab sidang jemaat hanya sedikit, sedangkan tanpa Firman pengajaran, hamba TUHAN itu memiliki sidang jemaat yang banyak.

    • demam = ada infeksi/ada sesuatu yang tidak beres. Mari! apa yang tidak beres, TUHAN tolong semuanya. Inilah kuasa kesembuhan dengan membereskan semuanya.

  2. Lukas 7: 12, 13,
    12. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
    13. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"

    Anak yang sudah mati, kemudian bangkit. Ada kuasa kebangkitan. Uluran Tangan TUHAN mengandung kuasa kebangkitan untuk membangkitkan/memulihkan nikah dan buah nikah yang sudah hancur, pahit getir sehingga ada banyak tangisan sebab anaknya mati.

    Mari! pahit getir yang mungkin tidak diketahui oleh suami/istri, para suami mungkin memikirkan pekerjaan dan juga kami sebagai hamba TUHAN yang memikirkan pelayanan/yang melihat gereja bertambah kosong sehingga ada air mata. TUHAN akan pulihkan semuanya. Kuasa kebangkitan memulihkan nikah kita dan juga pelayanan kita dipulihkan oleh TUHAN.

    Dan juga kuasa kebangkitan menghapus kemustahilan --> mati jadi bangkit. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah uluran Tangan TUHAN:

    • ada kuasa kesembuhan --> penyakit apa-pun secara jasmani malam ini demikian juga penyakit secara rohani --> yang sudah tidak berkobar-kobar lagi, pulang dari tempat ini kembali bersemangat dengan memandang YESUS. Waktu YESUS mati, murid-murid pergi ke kubur dengan loyo, tetapi begitu mereka memandang YESUS, semuanya menjadi bersemangat/berkobar-kobar kembali.

    • ada kuasa kebangkitan --> mari, bagi yang nikah dan pelayanannya sudah hancur, TUHAN tolong.

  3. Matius 14: 29-31,
    29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

    Petrus diangkat = ada kuasa pengangkatan dari kemerosotan/ketenggelaman-ketenggelaman. Secara jasmani, TUHAN ijinkan kita mengalami kemerosotan/tenggelam supaya kita dapat mengulurkan tangan; seringkali kalau kita/sidang jemaat berada di atas, untuk mengulurkan tangan sidang jemaat merasa enggan, sekali-pun pendeta sudah memohon untuk mengangkat kedua tangan, tetapi jemaat merasa tidak perlu sebab hidupnya sudah merasa enak sebab semuanya lancar, jadi untuk apa mengulurkan tangan? Tetapi TUHAN ijinkan untuk tenggelam, orang yang tenggelam tidak perlu diajar untuk mengangkat tangan sebab secara otomatis orang itu akan mengangkat tangannya.

    Mari, kalau ada kemerosotan, otomatis malam ini kita akan mengangkat kedua tangan dan memandang Dia dan berseru kepada TUHAN dengan sungguh-sungguh. Kemerosotan secara jasmani/mengalami kegagalan-kegagalan dllnya, dapat menjadi berhasil sehingga masa depan juga menjadi indah.
    Juga kemerosotan secara rohani, mungkin di hari-hari ini, kita jatuh dalam dosa sampai pada puncaknya dosa dan juga dosa bimbang/dalam kebimbangan. Sebab kalau kita bimbang, maka kita akan merosot/tenggelam. Bimbang dalam hal pengajaran, ulurkan tangan kepada TUHAN, maka TUHAN akan mengangkat kita semua sampai kita diangkat diawan-awan jika YESUS datang kedua kali. Kita diangkat bersama-sama dengan Dia sampai di Yerusalem Baru dan selama-lamanya bersama dengan Dia.
TUHAN memberkati kita sekalian.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top