English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 12 Agustus 2007)
Tayang: 28 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Februari 2007)
Tayang: 01 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 Juni 2014)
Tayang: 17 April 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 13 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Juni 2014)
Tayang: 21 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Maret 2008)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 30 September 2007)
Tayang: 11 Februari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 30 Juni 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 25 Agustus 2013

Saya rindu untuk membagikan berkat tema di Mangkutana yang terdapat di dalam injil Matius 4 : 19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Ya inilah temanya yaitu kamu akan Kujadikan penjala manusia,

Yang umum/yang lazim didengar di dunia ini adalah penjala ikan, tetapi penjala manusia hanya ada di alkitab. Penjala ikan merupakan suatu profesi atau pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia didunia, termasuk menjadi pedagang, menjadi pegawai, memiliki perkebunan, mempunyai sawah dan lain-lain, semua itu profesi, pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia di dunia ini. Jadi ikan ditangkap untuk dimakan, sebagian juga dijual, dan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, itu penjala ikan.

Tetapi penjala manusia, ini bukan profesi, melainkan merupakan pekerjaan TUHAN/pekerjaan surga, bukan profesi untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi tahbisan kepada TUHAN. Umpama (maafkan) kepada siswa/i Lempin-El Kristus Ajaib, yang berkata daripada aku tidak bisa sekolah, tidak bisa bekerja, maka aku masuk sekolah alkitab --> saudara jangan berbuat itu, sebab nanti akan menjadi profesi, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jadi bukan profesi untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi tahbisan kepada TUHAN. Kita harus berhati-hati.

Jika kita melayani TUHAN hanya untuk mencari kepentingan daging, hanya untuk memenuhi kepentingan daging, seumpama melayani TUHAN untuk mendapatkan uang seperti saya yang berkhotbah, berapa yang saya dapatkan. Ada juga mungkin juga mencari jodoh, mungkin mencari kedudukan dan lain-lain --> ini seperti memakan manusia. Sebenarnya manusia ditangkap bukan untuk dimakan, tetapi untuk dimasukkan ke dalam kerajaan surga.

Tetapi kalau kita melayani TUHAN sebagai gembala, sebagai pemain musik, sebagai penyanyi, sebagai apa saja hanya untuk mencari kepentingan daging, kebutuhan sehari-hari, uang, jodoh, mencari kedudukan dan lain-lain, maka akan berbahaya sebab menjadi profesi. Jadi makan bukan makan ikan sebab kalau makan ikan itu benar, tetapi makan manusia dan ini begitu kejam = menjadi pemangsa manusia.

Ini yang harus dikoreksi, terutama pelayanan saya dan pelayanan kita semua, kalau hanya mencari sesuatu yang di dunia = pemakan manusia yang begitu kejam. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau menjadi profesi, maka kebutuhan utama untuk berhasil adalah kepandaian, ada keahlian, ada pengalaman dan lain-lainnya. Tetapi kebutuhan
utama untuk berhasil sebagai penjala manusia adalah tahbisan kepada TUHAN.

Bukan kepandaian/keahlian, bukan pengalaman tetapi panggilan TUHAN dan ini yang penting. kita dipanggil oleh TUHAN seperti ke empat murid-murid tadi. Inilah bedanya, kalau di dunia ini memang dibutuhkan nomor satu kepandaian, keahlian, pengalaman, itu pekerjaan di dunia, tetapi pekerjaan di ladang TUHAN/tahbisan kepada TUHAN adalah panggilan TUHAN sebab ini yang menentukan. Semoga kita mengerti.

Matius 4 : 18 22,
18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu (1)Simon yang disebut Petrus, dan (2)Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
19. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
20. Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
21. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu (3)Yakobus anak Zebedeus dan (4)Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, (5)Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22. dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Jadi TUHAN memanggil bukan orang yang menganggur tetapi TUHAN memanggil orang-orang yang sibuk dalam pekerjaan, dan ini menunjukkan kewibawaan TUHAN sebagai Imam Besar yang mampu melepaskan kita dari segala kesibukan-kesibukan di dunia untuk dapat melayani TUHAN.

Jadi karena TUHAN memanggil bukan orang yang menganggur, maka kita jangan sampai mau menjadi seorang hamba TUHAN kalau sudah pensiun, sebab TUHAN memanggil bukan orang yang menganggur di dunia, tetapi orang yang sedang sibuk dalam aktivitas di dunia ini, dan ini menunjuk kewibawaan TUHAN sebagai Imam Besar yang bisa melepaskan kita dari ikatan-ikatan di dunia ini sehingga kita dapat melayani TUHAN. Semoga kita mengerti.

Dan tadi ada lima orang : Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus dan Zebedeus ayahnya, jadi ada lima orang disitu, tetapi YESUS hanya memanggil empat orang, mengapa terjadi demikian? ada lima orang disana tapi Yesus hanya memanggil empat orang, memanggil empat orang, yang satu ditinggal, Ayahnya yang ditinggal, ya Ayahnya yang ditinggal, kenapa begitu ? jawabannya ada di dalam kitab Wahyu.

Wahyu 4 : 6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

Sebab disurga ada empat makhluk yang mengelilingi Tahta ALLAH, di bumi ada empat murid yang mengelilingi YESUS. Jadi pelayanan YESUS di bumi sesuai dengan pola Kerajaan Surga/pola Tabernakel yang kita pelajari. Surga = tabernakel. Musa melihat surga di gunung Sinai, kemudian TUHAN perintahkan Musa untuk membuat tabernakel di bumi/miniatur tabernakel. Miniatur surga di bumi itulah tabernakel/kemah suci. Begitu juga dengan pelayanan kita di bumi juga harus sesuai dengan pola Kerajaan Surga atau pola tabernakel, bukan maunya sendiri --> kasihan ayah sebab ia orang tua harus dihormati; kalau ditinggal = tidak menghormati orang tua. Tetapi kalau tidak sesuai dengan pola Surga, tidak bisa. Pelayanan kita harus sesuai surga. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi pelayanan kita di bumi ini harus sesuai dengan pola Kerajaan surga atau pola Tabernakel, artinya:

  • tidak boleh dipengaruhi oleh daging dengan segala keinginan/segala hawa nafsunya,
  • segala ambisinya,
  • segala perasaannya. Jadi ada lima orang, tetapi yang dipanggil hanya empat orang. Satu/ayahnya yang ditinggal, tetapi YESUS tidak peduli, (sekali-pun mungkin ada yang mengatakan bahwa tidak menghormati orang tua) sebab harus sesuai surga, artinya pelayanan kita tidak boleh dipengaruhi oleh daging dengan segala keinginannya, dengan segala hawa nafsunya, dengan segala ambisinya dan dengan perasaannya yaitu sungkan, sekali-pun tidak cocok dengan surga, kita ikuti karena sungkan. Sudah tahu melanggar karena tidak cocok dengan surga, tetapi karena sungkan karena itu adalah paman saya, adik saya, kakak saya, orang tua saya padahal dia jauh dari surga --> kita ikuti, dia keluar dari surga --> kita ikuti, sehingga kita rugi.


  • ada juga perasaan takut,
  • ada perasaan kasihan --> kasihan dia, tetapi salah, merasa kasihan tetapi tidak sesuai Firman.

Dan terjadi pemisahan, artinya:
pemisahan orang tua dengan anak, kakak dengan adik, mertua dengan menantu, sampai pemisahan dua orang di tampat tidur, satu diangkat, satu ketinggalan. Itu pelayanan Kerajaan Surga, tidak bisa bergantung pada yang lain, tidak bisa ikut-ikutan tetapi masing-masing sendiri. Jadi tidak boleh dipengaruhi daging tetapi harus sesuai surga; kalau diluar surga jangan ikut-ikutan, tetapi kita kita mendoakan mereka agar dapat masuk ke surga, untuk masuk pola yang benar.

Ayo kita berjuang, bukan bertengkar, tidak perlu berdebat, tetapi kita berdoa untuk mereka bisa juga masuk pola surga, kalau tidak bisa, karena mereka tetap keras, maka itu merupakan urusan dari TUHAN dan pasti terjadi pemisahan, kalau tidak bisa, tetap keras, ya terjadi pemisahan. Antara orang tua dengan anak, antara kakak dan adik, mertua dengan menantu, sampai yang paling ngeri adalah dua orang di tempat tidur tetapi terpisah, satu terangkat satu ketinggalan.

Ini tidak bisa main-main, pelayanan kita bukan profesi yang hanya untuk mencari pujian, mencari uang, mencari kedudukan, tetapi pelayanan kita adalah tahbisan kepada TUHAN. Semoga kita bisa mengerti.

Sekarang empat murid yang dipanggil oleh TUHAN memiliki karunia-karunia khusus yaitu:
Yakobus, Yakobus ini menulis srt Yakobus yang memuat/yang intinya/yang pokoknya adalah tentang iman dan perbuatan iman. Kalau masuk surga harus ada iman dan perbuatan iman.

Yakobus 2 : 14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Ini jelas, harus punya iman dan perbuatan iman sebab iman tanpa perbuatan iman = iman yang mati, tidak bisa menyelamatkan kita sehingga kita tidak bisa masuk surga. Semoga kita bisa mengerti.

Jadi percaya/iman tetapi perbuatannya bukan perbuatan iman, bahkan berbuat dosa = juga tidak akan selamat harus ada perbuatan iman. Inilah iman yang benar.

Sesudah imannya benar baru ada prakteknya --> Roma 10 : 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Jadi iman yang benar berasal dari mendengar, bukan melihat, iman yang benar berasal dari mendengar Firman Kristus/Firman yang diurapi Roh Kudus/dalam urapan Roh Kudus. Ini tekanannya, biarlah saudara mendoakan saya sebagai gembala agar menyampaikan Firman dalam urapan Roh.Kudus bukan karena kekuatan, pengalaman, kepandaian --> jangan!! sebab itu profesi, tetapi dalam urapan Roh Kudus.

Saudara-saudara mendengar Firman bukan karena saya yang sudah berpengalaman dalam pengajaran sebab sudah sekian tahun ?bukan!! tetapi kita mendengarkan Firman dalam urapan Roh Kudus. Dan kalau gembala memberitakan Firman dalam urapan Roh. Kudus, jemaat mendengarkan Firman dalam urapan Roh Kudus, maka kita akan dapat mendengarkan Firman dengan baik, bisa mengerti, percaya yakin kepada Firman, sehingga Firman menjadi iman didalam hati = menjadi iman yang benar didalam hati.

Sesudah itu, kalau Firman sudah menjadi iman sehingga ada iman yang benar di hati, kemudian dilanjutkan dengan praktek Firman itu = perbuatan iman. Perbuatan iman yaitu kebenaran = hidup dalam kebenaran = iman itu kebenaran.

Inilah Yakobus yang dipanggil dan dipakai oleh TUHAN untuk menanamkan iman dan perbuatan iman supaya membawa kita ke tahta surga. Yakobus ini nanti mewakili empat makhluk, sebab empat murid yang dipanggil mula-mula memiliki kaitan dengan empat makhluk ditahta, dipakai untuk membawa kita ke tahta lewat iman dan perbuatan … hidup dalam kebenaran. Itu perbuatan iman, hidup dalam kebenaran.

Praktek hidup dalam kebenaran --> 1 Yohanes 3 : 7, 9,
7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
9. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

  1. tidak berbuat dosa lagi, sekalipun ada kesempatan, ada keuntungan, ada ancaman, ada risiko apapun yang harus dihadapi. Itu hidup dalam kebenaran, itu perbuatan iman sama dengan hidup dalam kebenaran.

    Tidak dapat berbuat dosa, sampai tidak dapat berbuat dosa. Ini benar seperti YESUS Benar.

    TUHAN YESUS:


    • tidak dapat berbuat dosa, jangankan berbuat, mengenal dosa-pun tidak, dan juga
    • tidak dapat disesatkan, baik itu oleh ahli taurat.


  2. tidak ada kebimbangan, inilah iman dan perbuatan iman yang akan membawa kita sampai benar seperti YESUS Benar, sehingga dapat mewarisi surga dan dapat sampai ke Tahta. Inilah Yakobus yang berbicara tentang iman.

Mari malam ini, iman dari mendengar Firman dalam urapan Roh. Kudus, itu sebabnya mohon berdoa dengan sungguh-sungguh, supaya saya dapat menyampaikan Firman dalam urapan Roh.Kudus dan saudara juga dapat mendengarkan Firman dengan baik, mengerti, percaya sehingga menjadi iman dan dapat mempraktekan Firman/perbuatan iman dalam kebenaran, sebab perbuatan iman sama dengan kebenaran. Prakteknya yaitu tidak berbuat dosa lagi apapun risikonya, sampai tidak dapat berbuat dosa dan juga tidak dapat disesatkan = benar seperti YESUS Benar. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian Simon Petrus yang menulis srt 1,2 Petrus yang memuat tentang pengharapan dan kesucian --> 1 Petrus 1 : 15, 16,
15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus

Jadi ini saudaraku, kita harus mengalami penyucian seluruh hidup sampai kita suci seperti YESUS Suci. Seluruh hidup itu meliputi tubuh, jiwa, roh kita oleh kekuatan Firman pengajaran benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Dosa itu mengikat tubuh, jiwa dan roh kita supaya tidak suci/tidak menjadi suci seperti YESUS Suci. Tetapi kekuatan pedang menyucikan kita dari dosa-dosa yang mengikat tubuh, jiwa dan roh kita --> 1 Korintus 5 : 11, Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang (1)cabul, (2)kikir, (3)penyembah berhala, (4)pemfitnah, (5)pemabuk atau (6)penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Inilah enam dosa yang mendarah daging/yang mengikat tubuh, jiwa, roh kita, dan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:

  • Dosa yang mengikat tubuh itulah mabuk dan cabul. Mabuk ini termasuk dosa makan minum, merokok, narkoba, termasuk judi.
    Cabul ini adalah dosa kawin mengawinkan, dosa sex dengan berbagai ragamnya, dan juga termasuk nikah yang salah, sampai sex pada diri sendiri. “jangan kamu berhubungan dengan perempuan cabul itu” sebab akan menjadi satu tubuh dengan perempuan Babel. Semoga kita bisa mengerti.


  • Kemudian dosa yang mengikat jiwa, sehingga menjadi tabiat, adalah kikir, pemfitnah dan penipu, ini yang harus disucikan. Kalau kita menerima panggilan TUHAN untuk melayani TUHAN dalam pelayanan dengan pola surga, empat makhluk itu sampai ke Tahta Surga, maka nomor satu harus ada iman dan perbuatan iman --> benar, jangan tidak benar, yang kedua pengharapan dan kesucian, kita harus hidup suci/kita harus disucikan, dilepaskan dari dosa-dosa yang mengikat.

    Kikir ini tidak dapat memberi untuk pekerjaan TUHAN dan juga untuk sesama yang membutuhkan.

    Kemudian pemfitnah, pemfitnah ini yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar.

    Kemudian penipu/dusta = tidak jujur.

    Mari, kita disucikan dari semua dosa seperti kikir yang disucikan, maka kita dapat memberi. Kemudian pemfitnah, kita harus adil/kita menjadi orang yang adil dan penipu, kita menjadi jujur terutama soal pengajaran/soal TUHAN kita harus jujur dan juga harus jujur dalam segala hal, harus jujur. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah tiga dosa yang menguasai jiwa.


  • Kemudian dosa yang menguasai roh itulah penyembahan berhala --> Efesus 5 : 5, Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

    Penyembahan berhala:


    • serakah --> merampas hak orang lain dan juga hak TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Hak orang lain seperti kita berhutang, tetapi kita tidak membayar, korupsi dan lain-lainnya dan orang semacam itu tidak mendapat bagian dalam Kerajaan ALLAH = tidak bisa sampai ketempat dari empat makhluk. Pelayanannya tidak sampai disana, hanya profesi saja didunia ini; sekali-pun melayani TUHAN dan menjadi pendeta, menjadi gembala, tetapi profesi, hanya sampai di dunia = mencari perkara dunia, sehingga tidak sampai di empat makhluk di Tahta. Kalau mau sampai ke Tahta, maka kita harus benar dan suci seperti YESUS Benar dan Suci melalui penyucian tubuh, jiwa, roh itulah penyembahan berhala dan serakah.


    • segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi TUHAN,
    • segala sesuatu yang menghalangi kita beribadah melayani TUHAN. Nanti kita akan diperhadapkan pada sesuatu, dan kita harus memilih, termasuk saya, kita semua, kita akan diperhadapkan untuk menentukan pilihan, memilih sesuatu atau memilih TUHAN? dan ini pasti, semua akan diuji, apakah roh kita ini sudah bebas dari penyembahan berhala? apakah kita mengasihi TUHAN lebih dari semua. Kalau kita cenderung memilih sesuatu maka itu adalah penyembahan berhala, dan pelayanan kita tidak akan sampai kepada tempatnya empat makhluk itu berada. Ini merupakan hal yang serius --> dari perkara perkara kecil, kita memilih TUHAN atau sesuatu.

Sesuatu ini bisa ngeri seperti Abraham yang harus memilih TUHAN atau memilih anak. Sesuatu ini ngeri, sebab justru apa yang kita banggakan seperti anak harus dipilih. Tetapi sesungguhnya ini hanya ujian untuk melepaskan kita dari pemberhalaan, tinggal kita berani atau tidak. Abraham berani dan Abraham terlepas dari penyembahan berhala. Berhala itu dapat anak, dapat keluarga, dapat uang, pekerjaan,study, bisa semua diperhadapkan kepada kita dan kalau kita sudah berani memilih TUHAN lebih dari semua, maka itu berarti kita sudah disucikan sampai roh.Kalau tubuh, jiwa, roh kita disucikan dari enam dosa ini, maka kita dapat menjadi suci seperti YESUS Suci, dan akan masuk sampai ke Tahta Surga/pola Kerajaan Surga.Semoga kita mengerti.

Memang berat, sebab dihari-hari ini kita diperhadapkan pada sesuatu yang lebih hari lebih berat, oleh sebab itu dari perkara ringan/perkara kecil kita sudah harus berani bertindak. Sebab TUHAN tidak pernah memaksa, tetapi kita harus memilih sesuatu atau memilih TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian Yohanes dipanggil oleh TUHAN. Yohanes ini yang menulis srt 1, 2, 3 yang memuat atau intinya adalah kasih dan perbuatan kasih. Kalau sudah benar dan suci, baru ada kasih yang sesungguhnya. Kalau tidak benar dan tidak suci, maka tidak akan ada kasih --> salah!!

Maafkan, saya seringkali memberi contoh kepada kaum muda yang berkata kepada pacarnya bahwa saya mengasihi, lalu ia meminta yang najis --> ini gombal!! Sebab kalau kasih dari TUHAN itu benar dan suci, baru ada kasih.

1 Petrus 1 : 22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Inilah saudaraku, jadi kalau kehidupan kita disucikan oleh pedang Firman, itulah kebenaran, maka akan timbul kasih yang tulus ikhlas, sehingga

  • kita bisa mengasihi saudara kita,
  • mengasihi sesama seperti diri sendiri dengan kasih yang tulus ikhlas. Lebih dari itu sampai mengasihi musuh, dan ini berarti kita sudah sempurna seperti Bapa sempurna.

Matius 5 : 43,44, 48,
43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
48. Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Bukan hanya mengasihi sesama seperti diri sendiri, tetapi sampai bisa mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiaya, merugikan kita. Tetapi harus mendoakan yang baik, bukan doakan semoga cepat celaka --> bukan!! doakan yang baik --> ampunilah dia TUHAN, berkatilah dia, tolong dia. Ini kita dapat sempurna seperti YESUS sempurna = empat makhluk, benar, suci, sempurna.

Inilah pelayanan kita yaitu kita dipanggil untuk melayani TUHAN dan yang menjadi kebutuhan utama bukan pandai, bodoh, bukan sudah memiliki pengalaman atau tidak berpengalaman, junior, senior tetapi yang benar adalah panggilan TUHAN sehingga kita dapat melayani sesuai dengan pola yang jelas yaitu pola tabernakel/pola kerajaan surga yaitu benar, iman dan perbuatan iman. Suci dan juga kasih, sebab panggilan TUHAN inilah yang menentukan keberhasilan. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang yang keempat yaitu Andreas --> Yohanes 1 : 35 40,
35. Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
36. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
37. Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
38. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
39. Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
40. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Ay 35 --> yang dimaksud Yohanes disini adalah Yohanes pembaptis.

Ay 38 --> "Apakah yang kamu cari?" --> penjala ikan atau penjala manusia? kalau yang dicari kepentingan dunia, uang, jodoh = penjala ikan tetapi kalau yang dicari surga = penjala manusia.

di manakah Engkau tinggal?" --> yang dicari tempat tinggal YESUS.

Inilah Andreas. Seseorang yang memiliki kerinduan untuk mengenal YESUS dari dekat, sebab ia ingin mengetahui rumah YESUS. Kalau kita baru mengenal seseorang, tidak mungkin langsung bertanya apakah saya boleh mampir kerumahnya --> tidak bisa begitu sebab kita dapat curiga dan gawat, sebab kita dapat dirampok. Tetapi sampai kita sudah mengenal dekat, barulah kita boleh main ke rumahnya. ha begitu, kalau baru kenal, ayo saya kerumahnya, waah gawat gawat, bisa perampok, bisa ini, ini saudaraku ya, bisa curiga,

Inilah Andreas. Seorang yang memiliki kerinduan untuk mengenal YESUS lebih dekat, lewat rumah Nya, dulu rumah secara jasmani, sekarang rumah Nya itulah tabernakel/rumah TUHAN itulah tabernakel. Dulu tabernakel secara jasmani, sekarang lewat kesetiaan dalam pengajaran tabernakel = lebih dekat dengan TUHAN.

Sekarang ini banyak dari kita, mau dekat dengan TUHAN, tetapi kita mempelajari neraka, ini bukannya dekat dengan TUHAN, tetapi kita bertambah jauh. Kalau mempelajari neraka, maka dikatakan bahwa neraka itu hebat, tetapi kalau tabernakel --> itu pelajaran porno. Ini salah besar. Mau mengenal TUHAN dari dekat harus melewati rumah-Nya itulah tabernakel, dan untuk sekarang lewat kesetiaan dalam pengajaran tabernakel.

Pengajaran tabernakel ini akan memuncak pada pengajaran Mempelai; alat-alat di dalam tabernakel akan memuncak sampai kepada tabut perjanjian = pengajaran tabernakel akan memuncak pada pengajaran Mempelai = hubungan Kristus/Mempelai Laki-laki Surga dengan jemaat/Mempelai Wanita, sehingga disebut Kabar Mempelai dalam terang tabernakel.

Sekarang ini semua mengatakan bahwa:

  • Dia Bapa Yang Baik, kita anak --> baik! tetapi hubungan anak dengan Bapa dapat terpisah sebab ada anak yang terhilang,
  • Dia Tabib yang luar biasa --> baik! pasien dengan Tabib/dengan Dokter, tetapi kalau pasien sudah sembuh, akan terpisah,
  • Dia Gembala, baik, tetapi ada domba yang terhilang
  • Tetapi harus sampai hubungan tertinggi yaitu hubungan Mempelai, sebab kalau Mempelai tidak dapat terpisah. Dia Mempelai Pria/Kepala, kita Mempelai Wanita/tubuh. Kepala dengan tubuh tidak boleh terpisah. Jadi sampai disitu kalau kita mau dekat dengan YESUS lewat Kabar Mempelai ini dalam terang tabernakel, bukan lewat belajar yang lain-lain. Tabernakel ini memiliki kamar-kamarnya dan akan kita selidiki semuanya sampai mendetail. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah Andreas, orang yang dipanggil oleh TUHAN yang memiliki kerinduan untuk selalu lebih dekat dengan TUHAN lewat pengajaran yang benar/Kabar Mempelai dalam terang tabernakel, sampai mau jadi Mempelai. Tetapi ia masih memiliki kelemahan.

Yohanes 6 : 8, 9,
8. Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
9. "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

Inilah kelemahan Andreas yang masih memakai logika. Sekarang ini banyak orang yang mendengar pengajaran tabernakel, tetapi mereka masih menggunakan logika --> lima roti dua ikan, untuk lima ribu, apa gunanya? Logika, logika yang dipakai. Jadi disini Andreas menerima panggilan TUHAN tetapi masih dalam kelemahan itulah logika, masih sering menggunakan logika sehingga dia ragu-ragu, bimbang, bukan iman lagi. Semoga kita dapat mengerti.

Mari, bersyukur sebab pengajaran tabernakel/Kabar Mempelai dalam terang tabernakel menyucikan logika, sehingga kita dapat menyerah sepenuhnya kepada TUHAN. Kalau memakai logika, maka lima roti dan dua ikan untuk lima ribu --> dijilat saja tidak cukup. Itu sebabnya pengajaran tabernakel masih kurang ini, kurang itu, jadi harus ditambah dengan sedikit theologi. Ini seperti Hawa di taman Eden,TUHAN sudah memberikan pengajaran yang benar, sudah enak, tetapi Hawa mengurangi kata bebas, dan menambah kata raba sehingga habis. Semoga kita mengerti.

Tetapi Andreas menyerah sepenuh, sehingga dia menunjukkan anak kecil yang membawa lima roti dan dua ikan kepada TUHAN. Sekalipun menghadapi lima ribu orang yang lapar, kita tinggal menyerah saja. Jadi kebaktian kunjungan kita ini seperti anak kecil, saya tidak dapat berbuat apa-apa, sebab hanya memiliki lima roti dan dua ikan, menghadapi lima ribu orang.

Itu sebabnya harus ditopang dengan doa puasa dan doa rantai selama satu jam, dan juga doa semalam suntuk. Ini bukan show tetapi ketidak mampuan sebab kita hanya seperti anak kecil yang hanya memiliki lima roti dan dua ikan menghadapi lima ribu orang. Kalau saudara menopang dalam doa, saya sangat sangat berterima kasih dan TUHAN akan membalaskan berkat berlipat kali ganda. Semoga kita bisa mengerti.

Setelah ada panggilan dan penyerahan lima roti dan dua ikan kepada TUHAN, barulah TUHAN bekerja dengan sistem penggembalaan --> Yohanes 6 : 10 Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.

Ayat 10= “Adapun di tempat itu banyak rumput” --> duduk diatas rumput = penggembalaan

Jadi Kabar Mempelai dalam terang tabernakel ini membawa kita masuk dalam penggembalaan yang benar/masuk dalam sistem penggembalaan yang benar sebab ada gembala pandir dan lain-lain.

Sistem penggembalaan yang benar ini seperti carang melekat kepada Pokok Anggur Yang Benar. Pengajaran yang benar itu yang penting, seandainya ternak-ternak itu diberi obat sudah setiap hari, sekali-pun obat itu di dapat dari dinas kesehatan, tetapi kalau makanannya mengandung racun terus -menerus, pasti ternak-ternak itu akan mati. Tetapi kalau makanannya sehat, sekali-pun belum mendapatkan obat, maka ternak itu akan terus bertumbuh.

Lima ribu laki-laki yang disuruh duduk = laki-laki harus tanggung jawab untuk tergembala dengan benar, laki-laki = gembala, laki-laki itu suami. Mari! laki-laki/suami/gembala harus tanggung jawab untuk masuk dalam penggembalaan yang benar untuk duduk/mantap dalam penggembalaan yang benar. Duduk itu mantap tidak bisa jatuh, setelah laki-laki/suami mantap barulah istri dan anak-anak akan ikut serta, itulah sistim keteladanan; dalam penggembalaan tidak ada sistim paksaan, tetapi sistim keteladanan.

Syarat mantap dalam penggembalaan adalah:

  1. ketekunan dalam kandang, di dalam ruangan suci ada tiga macam alat = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok = duduk diatas rumput. Ketiga macam alat itu adalah:


    • pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya.
    • meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan disertai dengan perjamuan suci.
    • Dan mezbah dupa = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


  2. memenuhi ukuran tabernakel, lima ribu itu 100 x 50, tabernakel/surga yang dibuat oleh Musa memiliki ukuran panjang 100 hasta, lebar 50 hasta.
    Panjang 100 = 10 x 10.
    10 pertama itu 10 hukum = Firman, 10 pertama = mendengarkan Firman.
    10 kedua = dengar-dengaran/taat kepada Firman.

    Jadi 100 itu taat dengar-dengaran = nilai 100. Kalau tidak taat, mendengar Firman, tetapi tidak taat 10 x 0 = nol/kosong. Kalau melawan --> mendengar Firman lalu melawan --> 10 x -1, turun, menjadi -10, melawan dua kali = -20, melawan tiga kali = -30, sampai dijurang yang dalam, itu sebabnya kita jangan main-main. Kalau tergembala, mantap dikandang, kemudian memenuhi ukuran penggembalaan, ukuran tabernakel surga, 100 x 50 --> 100 = taat.

    Lebar dari tabernakel 50 --> Pentakosta = Roh Kudus, setia, Roh Kudus membuat kita setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah. Semoga kita dapat mengerti.

Seperti jemaat Filadelfia yang kecil kekuatannya, tetapi mereka taat dan setia = ada kunci Daud --> Wahyu 3 : 7, 8,
7. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak
seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Ayat 8= “Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa” --> kekuatanmu lima roti dan dua ikan menghadapi lima ribu orang, tidak ada kekuatan, “namun engkau menuruti firman-Ku” --> taat = 100.
dan engkau tidak menyangkal nama-Ku” --> Tidak menyangkal, setia, tetap setia = 50.

Yang penting, kita memiliki ukuran = duduk dirumput = mantap dalam kandang, ini sudah cukup, dia mendapatkan kunci Daud yaitu kemurahan dan kebajikan TUHAN. Mari saudaraku, sekarang ini sekalipun kekuatan kita tidak seberapa, hanya lima roti dan dua ikan menghadapi lima ribu orang, tetapi kalau kita mantap dalam penggembalaan, tekun dalam kandang, taat dan setia, memenuhi ukuran surga/ukuran tabernakel maka kita memiliki kunci Daud, itulah kemurahan dan kebajikan TUHAN.

Hasilnya:

  • kunci Daud menutup pintu yang tidak bisa dibuka artinya: melindungi/menutup pintu,


    • dari celaka dan mara bahaya,
    • dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa,
    • dari antikrist yang akan datang
    • sampai dilindungi dari hukuman ALLAH. Dunia ini akan dihukum tiga kali tujuh hukuman sampai neraka tetapi kita dilindungi, ada kunci Daud yang menutup pintu yang tidak bisa dibuka.


    Selalu saya katakan kemurahan kebaikan itu seharga denyut nadi/sehasta, tabernakel itu ukurannya tidak memakai ukuran meter, centi, tetapi hasta/ tangan, sedangkan kaki/satu langkah = satu denyut. Selalu saya katakan hirup nafas, kemudian hembuskan = kemurahan kebaikan/kebajikan TUHAN = masih ada perlidungan TUHAN sampai hukuman TUHAN tiga kali tujuh hukuman di dunia, tetapi neraka tidak bisa menjamah sebab dikunci/ditutup.


  • Wahyu 3 : 10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Kemudian membuka pintu, kunci Daud/kemurahan kebajikan TUHAN membuka pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga.

    Artinya:


    • ada jalan keluar dari masalah yang mustahil, penyelesaian/jalan keluar dari masalah yang mustahil --> lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang bahkan ada sisa = bekelimpahan. Kalau kita tergembala dengan baik, akan ada jalan keluar dari segala masalah = pintu selalu terbuka bagi kita.


    • menuntun kita ke masa depan yang indah dan bahagia = kita berhasil, seperti yang dialami oleh Daud,
    • ada pengangkatan dan juga ada pemulihan. Pengangkatan dari kejatuhan-kejatuhan, kegagalan-kegagalan, dipulihkan oleh TUHAN.


  • Ibrani 10 : 19 21,
    19. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
    20. karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
    21. dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

    membuka jalan yang baru dan hidup = pembaharuan; pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Kita dibaharui terus menerus sampai pintu Yerusalem Baru terbuka bagi kita.

    Wahyu 3 : 12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

    Pintu pembaharuan sampai pintu Yerusalem Baru terbuka bagi kita. Kita jangan berputus asa sekali-pun masih ada kekurangan dan kelemahan, TUHAN dapat pulihkan, TUHAN dapat memperbaharui. Bagi yang sudah berhasil jangan sombong, tetap ingat untuk selalu menghirup nafas; kalau mau sombong, hirup nafas --> ini hanya karena kemurahan kebaikan TUHAN, kita tetap mengucap syukur, tetap berpegang pada TUHAN dalam kemurahan kebaikan-Nya.

    Kalau gagal, sudah mulai berputus asa sampai sudah malas untuk beribadah --> hirup nafas --> masih ada kekuatan dan kemurahan kebajikan TUHAN Yang masih dapat menolong saya = membuka pintu, TUHAN akan menolong kita sampai pintu Yerusalam Baru terbuka bagi kita semua. Itulah empat makhluk yang mengelilingi tahta, kita juga akan sampai disana melayani TUHAN. Kita jangan menjadi penjala ikan, tetapi menjadi penjala manusia.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top