English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 23 Juli 201420140723)
Tayang: 08 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Juni 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 04 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 Maret 2014)
Tayang: 14 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 23 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 20 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 04 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Senin, 26 Mei 2014)
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu Sore, 23 Oktober 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 02 Maret 2014

Kita masih membaca dalam kitab Wahyu 1: 4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,

Kemarin di dalam kitab Wahyu ayat 4 dan 5 kita sudah mempelajari tentang salam, supaya kita sungguh-sungguh dalam memberi salam.

Sekarang kita akan mempelajari angka tujuh.
Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil”, “dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya”.

Jadi Kitab Wahyu ini banyak mengandung angka tujuh, antara lain:

  1. Wahyu 1: 4, Wahyu 3: 1, Wahyu 4: 5 = tujuh Roh ALLAH.
  2. Wahyu 1: 4, Wahyu 1: 11 = tujuh sidang jemaat.
  3. Wahyu 1: 16, Wahyu 1: 20 = tujuh bintang.
  4. Wahyu 1: 12 = tujuh kaki dian emas.
  5. Wahyu 5: 6 = tujuh mata.
  6. Wahyu 5: 6 = tujuh tanduk.
  7. Wahyu 8: 6 = tujuh malaikat.
  8. Wahyu 8: 6 = tujuh sangkakala.

Sebenarnya masih ada lagi seperti tujuh penghukuman dan lain-lain. Kitab Wahyu ini banyak mengandung angka tujuh dan sudah beberapa kali kita pelajari. Angka tujuh = angka kesempurnaan. Semoga kita dapat mengerti.

Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil”, jadi tujuh jemaat di Asia Kecil menunjuk/mewakili gereja TUHAN yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN yang sempurna.

Ada tiga hal yang dapat membentuk gereja TUHAN menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang sempurna yaitu:

  1. Markus 8: 5-8,
    5. Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."
    6. Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.
    7. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.
    8. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.

    Yang pertama adalah pemecahan roti yang kedua = tujuh roti.

    Ada dua kali pemecahan roti:


    • Lima roti = Firman penginjilan.
    • Tujuh roti = Firman pengajaran.


    Jadi tujuh roti adalah Firman ALLAH yang sempurna/angka tujuh = Firman ALLAH/Roti Yang membawa kepada kesempurnaan = pembukaan rahasia Firman ALLAH = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Kalau lima roti itu tentang keselamatan, angka lima menunjuk lima luka YESUS.

    Jadi pedang itu menusuk hati, artinya menyucikan kita mulai dari hati. Jika hati suci, maka perbuatan suci dan perkataan suci, bahkan sampai menjadi sempurna.

    Matius 15: 19,
    Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

    Isinya hati adalah


    • Pikiran jahat = prasangka buruk --> cuma sangka-sangka saja “dia begini, dia begitu” padahal ini tidak benar.
    • Pembunuhan = kebencian tanpa alasan.
    • Perzinahan.
    • Percabulan.
    • Pencurian.
    • Sumpah palsu (termasuk juga dusta).
    • Hujat = menjelekkan orang lain, memfitnah (yang benar jadi salah, yang salah jadi benar), sampai menghujat/menolak pengajaran yang benar.


    Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (tujuh roti) menyucikan hati kita dari tujuh keinginan jahat dan najis, menyucikan perbuatan kita, menyucikan perkataan kita, bahkan sampai kita menjadi sempurna.

    Bagaimana sempurna itu? Yakobus 3: 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Jadi sempurna adalah tidak salah dalam perkataan, hanya bisa berkata “Haleluyah” = banyak menyembah TUHAN, seperti pada malam hari ini adalah kebaktian doa penyembahan yang akan dilanjutkan dengan doa malam.


  2. Wahyu 4: 5, Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

    Yang kedua adalah tujuh Roh ALLAH. Jika disebutkan tujuh Roh ALLAH, ini bukan berarti Roh-Nya TUHAN ada tujuh, bukan!! tetapi tujuh Roh ALLAH adalah pekerjaan Roh Kudus = Roh ALLAH di dalam kesempurnaan.

    Yesaya 11: 1-3,
    1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    2. (1)Roh TUHAN akan ada padanya, (2)roh hikmat dan (3)roh pengertian, (4)roh nasihat , (5)roh keperkasaan, (6)roh pengenalan (7)dan takut akan TUHAN;
    3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    Ay 1 --> “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai” --> itulah YESUS.
    Ay 3 --> “ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN” --> bernafas dengan takut akan TUHAN (alkitab terjemahan lama).

    Tujuh Roh ALLAH, berarti Roh ALLAH dalam tujuh pekerjaan-Nya yang sempurna, untuk menyempurnakan gereja TUHAN menjadi Mempelai Wanita yang sempurna.

    Tujuh Roh ALLAH antara lain:


    • Roh TUHAN = bukan roh daging/roh dunia/roh setan, oleh sebab itu anak-anak TUHAN tidak boleh datang ke dukun.
    • Roh hikmat.
    • Roh pengertian.
    • Roh nasihat.
    • Roh keperkasaan.
    • Roh pengenalan.
    • Roh takut akan Tuhan. Jadi puncak dari pekerjaan Roh TUHAN adalah takut akan TUHAN (membuat kita takut akan TUHAN).


    Ayub 28: 28, tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."

    Jika ada Roh Kudus dengan tujuh pekerjaan-Nya bekerja dalam hidup kita (menguasai hidup kita), buktinya adalah kita menjadi takut akan TUHAN. Takut akan TUHAN yaitu takut untuk berbuat dosa dan ini merupakan hikmat dari TUHAN.

    Udara ini sudah dikuasai oleh setan. Dimana ada udara (di gunung dll) disitu ada roh setan dan dimana ada setan disitu ada dosa, untuk itu kita ‘harus bernafas dengan takut akan TUHAN’. Jika kita bernafas dengan Roh takut akan TUHAN (dikuasai oleh Roh takut akan TUHAN), maka kita tidak akan berbuat dosa. Inilah yang disebut hikmat dari TUHAN.

    Yakobus 3: 16,17,
    16. Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
    17. Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

    Ay 16 --> hikmat dari dunia.

    Tujuh hikmat dari surga adalah:


    • Yang pertama adalah murni. Murni adalah suci sampai dari dalam hati, bukan cuma diluar --> kelihatan baik, tetapi dalamnya busuk, bukan!
    • Yang kedua adalah pendamai, bukan pengacau.
    • Yang ketiga adalah peramah, bukan pemarah.
    • Yang keempat adalah penurut, bukan pemberontak.
    • Yang kelima adalah penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik.
    • Yang keenam adalah tidak memihak. Contohnya: waktu Musa naik ke atas gunung dan bangsa Israel menyembah berhala, setelah Musa turun dari gunung, Musa berkata --> “siapa memihak TUHAN (bukan siapa memihak Musa)”, lalu orang-orang Lewi menyandang pedang, memihak TUHAN dan membunuh semuanya yang menyembah berhala (mungkin tetangganya, saudaranya). Tidak memihak artinya hanya memihak TUHAN /memihak pengajaran yang benar, tidak melihat orang (keluarga dll), tidak memihak hamba TUHAN. Jika kita memihak hamba TUHAN, maka bisa menimbulkan perpecahan.


    • Yang ketujuh adalah tidak munafik, tidak ada kepura-puraan, apa yang diluar dan didalam sama, didalam gereja dan diluar gereja sama. Kalau munafik itu --> didalam hati mengamuk, tetapi diluar baik-baik, inilah munafik! didalam hati dan diluar tidak sama, didalam gereja dan diluar gereja tidak sama.


    Tujuh hikmat dari surga menyempurnakan sidang jemaat menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Jika kita takut akan TUHAN/takut berbuat dosa, maka kita mendapatkan tujuh hikmat dari surga.


  3. 2 Korintus 4: 16, 17,
    16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Yang ketiga adalah tujuh percikan darah (lewat penderitaan/salib). Percikan darah yaitu sengsara/penyaliban daging bersama YESUS supaya mengalami pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani/manusia sempurna seperti YESUS.

    Manusia tanah liat ini banyak dosa, apa yang merubah kita sampai bisa sempurna? (1)tujuh roti --> di Gereja jangan mencari lawakan-lawakan, jangan! tetapi cari firman yang tajam. (2)Tujuh Roh Allah. Jika ada firman pasti ada Roh Allah, sebab firman dan Roh Allah tidak bisa dipisahkan. (3)Tujuh perikan darah.

    Kolose 3: 10 -14,
    10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
    11. dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
    12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
    13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
    14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Tanda manusia baru/manusia rohani adalah:


    • Kenakanlah belas kasihan = tidak menghakimi orang berdosa, tidak setuju terhadap orang yang berbuat dosa, tetapi membawa orang berdosa kepada TUHAN. Jika ada orang yang berdosa, kita harus doakan, diajak kebaktian.


    • Kemurahan = dermawan (suka memberi).
    • Kerendahan hati = kemampuan untuk mengaku dosa --> jika kita yang salah, kita harus mengaku dosa dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Jika kita BERsalah, tidak mengaku dosa, bahkan menyalahkan orang lain, itu manusia daging = setan (pendakwa) --> setan itu berdosa tetapi mendakwa orang.


    • Kelemah lembutan = kemampuan untuk menerima Firman TUHAN sekeras apapun. Contohnya: saat kita datang beribadah, lalu ada Firman tentang anjing babi, jangan merokok. Jika lemah lembut --> kita akan berterima kasih kepada TUHAN, saya masih berbuat dosa tapi belum mampu, TUHAN tolong lepaskan, biarlah Firman-Mu yang menolong saya, itulah lemah lembut! tetapi kalau mengamuk saat ada Firman yang keras, itu berarti keras/manusia daging.


    • Kesabaran = sabar dalam menderita (jangan bersungut, mengomel), sabar menunggu waktu TUHAN, jangan mengambil jalan diluar Firman.


    • Saling mengampuni (ayat 13) = kita harus saling mengampuni dan menyelesaikan dosa. Kita jangan berkata --> sampai mati tidak akan ku ampuni dan tidak akan lupa, jangan! terlebih lagi jika suami istri.


    • Kasih (ayat 14), sehingga kita dapat menjadi sempurna.


    Inilah manusia baru (ada tujuh). Jadi kalau kita mau dibaharui itu sengsara atau kalau mau meninggalkan dosa, kita mengalami sengsara daging, tetapi kita belajar kepada TUHAN agar dapat dibaharui sampai dengan kasih.

Kita membahas yang ke tujuh yaitu kasih.
Kasih Allah/kasih agape membuat kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan bisa mengasihi musuh.

Contohnya mengasihi TUHAN dari semua:

  • Kita jauh-jauh dari Malang, Tuban bisa datang beribadah melayani ditempat ini.
  • Ada yang dari kuliah, kantor, belum sempat mandi, langsung datang beribadah ke gereja.

Contohnya mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh: Jika ada orang yang memusuhi, kita doakan yang baik-baik, supaya diampuni dan diberkati TUHAN.

Mengasihi TUHAN = loh batu I dan mengasihi sesama = loh batu II. Jika kita mengasihi TUHAN dan sesama itu seperti kita memiliki dua loh batu. Saat Musa turun gunung dia membawa dua loh batu. Sekarang ini TUHAN mau memberikan dua loh batu kepada kita.

Hasil/kegunaan dua loh batu yaitu:

  1. Keluaran 32 (perjanjian lama).
    Waktu Musa turun dengan membawa dua loh batu, mereka menari-nari dan membuat lembu emas, lalu Musa menghancurkan dua loh batu dan menghancurkan lembu emas.

    Kegunaan pertama adalah kasih ALLAH menghancurkan dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Dosa apa saja sekarang ini, jika ada kasih ALLAH maka dosa apapun bisa dihancurkan semuanya, bahkan sampai digiling. Lembu emas itu bukan cuma hancur, tetapi digiling sampai halus, lalu dibuat kopi (diminum), sehingga hilang semuanya.

    Puncaknya dosa yaitu


    • Dosa makan minum = merokok, mabuk, narkoba.
    • Dosa kawin mengawinkan = dosa sex dengan berbagai ragamnya (maaf), penyimpangan sex (homosex, lesbian, sex pada diri sendiri), nikah yang salah.


    Semua dosa ini bisa diselesaikan oleh kasih ALLAH (dua loh batu). Biarpun kita bilang --> dosa ini sudah keturunan dari nenek moyang, tetapi kalau ada kasih ALLAH, maka dosa-dosa itu dapat dihancurkan, kita harus yakin sekarang ini.


  2. Markus 12: 30-34,
    30. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
    31. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
    32. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
    33. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
    34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Ayat 30 --> loh batu I.
    Ayat 32 dan 33 --> ahli taurat itu keras hati/lembu emas, tetapi keras hati (ada dosa makan minum, kawin mengawinkan) bisa dihancurkan, sehingga ahli taurat bisa mengakui --> benar TUHAN!
    Ini ditulis lagi dalam perjanjian baru (Markus 12: 30-31 --> hukum yang terutama).

    Kegunaan kedua adalah kasih Allah membuat kita menjadi bijaksana.
    Bijaksana adalah:


    • Orang yang mendengar dan dengar-dengaran kepada Firman ALLAH.
    • Orang yang tahan uji. Dalam Matius 7 --> kalau kamu mendengar Firman dan melakukannya itu seperti orang yang membangun rumah di atas batu karang. Sekalipun ada angin, banjir, hujan lebat rumahnya tidak roboh (tahan uji). Kita menjadi tahan uji dalam menghadapi krisis jasmani dan rohani di dunia ini, pencobaan/goncangan jasmani dan rohani oleh setan tritunggal.


    Tahan uji adalah


    • Tidak meninggalkan TUHAN.
    • Tidak menyangkal TUHAN.
    • Tetap percaya dan berharap kepada TUHAN.
    • Tetap setia dan berkobar-kobar beribadah melayani TUHAN.


    Bijaksana = berhasil.
    Pengkhotbah 10: 10 Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

    Jika besi menjadi tumpul” = pisau menjadi tumpul = krisis, sebab pisau tidak dapat dipakai untuk memotong. Kalau krisis biasanya (orang dunia) akan lebih mengerahkan tenaga, modal dll.
    Jadi kebijaksanaan surga itu tidak hanya membuat tahan uji, tetapi juga membuat berhasil ditengah krisis dunia.

    Ada orang yang datang kepada saya, waktu itu dia sedang menghadapi krisis (rumahnya disita), saya hanya mengatakan ini adalah maksud TUHAN memanggil kamu, sebab kalau TUHAN tidak mengingat jiwamu, maka TUHAN tidak mengijinkan terjadi seperti ini, buat apa senang tetapi kamu binasa, jadi yang nomor satu adalah jiwamu terlebih dahulu.

    Kita harus membuktikan kepada TUHAN, sekalipun dalam penderitaan kita tetap setia beribadah, sebab itulah yang TUHAN mau lihat dari kita. Dalam keadaan tidak memiliki apa-apa, kita harus tetap setia berkobar-kobar untuk beribadah. Apalagi saat kita diberkati, jadi tidak ada alasan untuk tidak setia kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Markus 12: 34, Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Ay 34 --> "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" --> dekat surga = bahagia.
    Kegunaan ketiga adalah kasih Allah membuat kita bahagia sekalipun ditengah penderitaan. Kita mengalami kebahagiaan surga yang tidak bisa dipengaruhi situasi/kondisi dunia.
    Contohnya: suami istri jangan seperti dunia ini (kebahagiaan yang bergantung pada uang) --> kalau sehat disayang, tetapi kalau sakit sudah mulai lihat yang lain, jangan! biarlah kasih membuat kita tetap berbahagia didalam penderitaan. Sekarang ini mungkin banyak air mata, banyak penderitaan, biarlah TUHAN yang memberikan kebahagiaan.


  4. Markus 12: 34,Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Ayat 34 --> “Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus” --> tidak ada pertanyaan.

    Kegunaan yang keempat adalah kasih ALLAH membuat tidak ada pertanyaan lagi = tidak ada masalah lagi sebab semuanya sudah selesai, tidak ada air mata lagi sebab semua sudah dihapus oleh TUHAN.

    Kolose 3: 14, Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Sampai jika YESUS datang, kasih TUHAN menyatukan dan menyempurnakan kita, sehingga kita menjadi Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan yang permai dan kita bersama dengan Dia selama-lamanya. Kasih ALLAH ini lebih dari uang dan lebih dari apapun.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top