English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 25 Maret 2007)
Tayang: 02 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 September 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Maret 2007)
Tayang: 11 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 26 Agustus 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 30 September 2007)
Tayang: 11 Februari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 24 Februari 2008)
Tayang: 13 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 September 2013)
Tayang: 22 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 April 2014)
Tayang: 13 Agustuas 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 27 Oktober 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 06 Arpil 2014

Kita masih mempelajari Kitab Wahyu 1, dengan membaca ayat 5a. Ini masih termasuk dalam Wahyu 1: 4 - 8 yaitu tentang salam kepada ketujuh sidang jemaat.

Wahyu 1: 5a, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.

Ayat 5 = “yang pertama bangkit dari antara orang mati” = yang sulung bangkit dari antara orang mati.

Wahyu 1: 5a ini tentang nama YESUS.

Dalam pembacaan Wahyu 1: 5a terdapat Tiga Nama yang diberikan kepada YESUS yaitu:

  1. YESUS adalah saksi yang setia. Ini berkaitan/menunjuk tentang kematian YESUS. Jadi YESUS adalah Hamba Yang taat dan setia sampai mati di kayu salib (didalam kata saat itu sudah mengandung arti setia). Ini merupakan teladan kesetiaan kepada kita semuanya.

    Untuk apa YESUS setia sampai mati di kayu salib?


    • Untuk menyelamatkan manusia berdosa.
    • Untuk mengampuni manusia berdosa.
    • Untuk membenarkan manusia berdosa.


    Dari pihak TUHAN sudah terjadi yaitu YESUS Saksi Yang Setia = YESUS Setia sampai mati menjadi Teladan bagi kita.

    Sekarang dari pihak kita. YESUS sudah mati, untuk itu kita juga harus mengalami pengalaman kematian bersama YESUS. Inilah yang penting!
    Jika kita mengalami pengalaman kematian bersama YESUS, maka kita akan dibenarkan dan hidup dalam kebenaran = selamat. Saya selalu mengatakan = benar = selamat, tidak benar = tidak selamat. Orang berdosa itu dalam keadaan rusak, jadi harus dibenarkan dulu, dosa-dosanya dibuang (diampuni dosanya), kemudian baru bisa hidup dalam kebenaran/selamat. Jika yang rusak belum dibenarkan, maka tidak bisa hidup benar. Contohnya: ada mobil mogok, tidak perlu dibenarkan, lalu kita pakai sebab nanti pasti menjadi benar, itu tidak bisa seperti itu.

    1 Yohanes 1: 7, 9
    7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Ayat 9 = “Jika kita mengaku dosa kita” = hidup dalam terang = jangan sembunyikan dosa (“terang-terangan”).
    maka Ia adalah setia dan adil” = Ia Yang Setia sampai mati.

    Prosesnya supaya kita bisa dibenarkan, hidup benar dan selamat adalah kita harus mengaku dosa secara terang-terangan/jujur/tidak boleh sembunyi-sembunyi kepada TUHAN /vertikal dan kepada sesama/horisontal (vertikal dan horisontal membantuk salib), maka Darah YESUS aktif untuk:


    • Mengampuni segala dosa kita = menutupi segala dosa sampai tidak ada bekasnya atau seperti kita tidak pernah berbuat dosa = kita dibenarkan oleh Darah YESUS (tidak kelihatan salahnya lagi). Itulah kekuatan Darah YESUS. Misalnya: kita sudah berbuat dosa mencuri, tetapi kita sudah mengaku kepada TUHAN dan sesama dengan terang-terangan/sejujur-jujurnya, maka saat itu Darah YESUS aktif mengampuni segala dosa kita, bahkan sampai seperti kita tidak berbuat dosa itu.

      Sayangnya, setelah kita mengaku dosa, kita seringkali berbuat dosa lagi.


    • Selain darah YESUS untuk mengampuni/menutupi dosa, Darah YESUS juga mencabut akar-akar dosa, sehingga dosa tidak dapat tumbuh lagi = kita tidak berbuat dosa lagi = hidup dalam kebenaran dan menjadi hamba kebenaran. Semoga kita dapat mengerti.
      Setelah dibebaskan/dimerdekakan dari dosa, hidup dalam kebenaran, maka harus ditambah menjadi hamba kebenaran, supaya tidak kembali lagi berbuat dosa.

      Roma 6: 18, Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

      Hamba kebenaran adalah pelayan TUHAN yang setia. Jika sudah menjadi hamba kebenaran/hamba TUHAN, maka harus melayani TUHAN dengan setia dan benar.


    Jika digabung = Jika kita mengalami kematian bersama YESUS, maka kita akan menjadi hamba TUHAN yang setia dan benar. Tadi nama YESUS adalah “Dia Saksi Yang Setia” = YESUS Setia sampai mati. Kalau kita mengalami kematian bersama YESUS, maka kita juga mempunyai nama yaitu hamba TUHAN /pelayan TUHAN yang setia dan benar. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Wahyu 1: 5a dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.

    Jadi YESUS adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati = Yang Sulung bangkit dari antara orang mati. Ini menunjuk tentang kebangkitan YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

    1 Korintus 15: 20,Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

    Ayat 20 = “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati” = sebab ada ajaran lain yang mengajarkan bahwa YESUS tidak mati dan tidak bangkit, yang disalib itu bukan YESUS, tetapi diganti oleh Yudas dll.

    Dalam 1 Korintus 15: 20 disini ditegaskan lagi bahwa “YESUS dibangkitkan sebagai Yang Sulung/yang pertama dari antara orang mati”. Untuk apa YESUS dibangkitkan sebagai yang sulung dari antara orang mati? untuk menjadikan kita anak-anak sulung (itulah yang nantinya akan menjadi mempelai). Dalam Ibrani disebut dengan jemaat anak sulung. Semoga kita dapat mengerti.

    Keluaran 13: 1, 2,
    1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
    2. "Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka."

    Ayat 2 = “Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung”? jadi anak sulung ini kehidupan yang suci.
    baik pada manusia maupun pada hewan;” = anak sulung manusia disucikan dan anak sulung hewan disucikan.
    Akulah yang empunya mereka."= supaya dimiliki oleh YESUS.

    Kalau dikaitkan dengan sistem tabernakel:


    • YESUS Yang Setia itu menunjuk halaman.
    • YESUS yang bangkit (kebangkitan) itu menunjuk ruangan suci (kesucian).


    YESUS menjadi yang Pertama/Sulung bangkit dari antara orang mati, untuk menjadikan kita anak-anak sulung-Nya, supaya kita menjadi milik-Nya selama-lamanya. Anak sulung itu adalah milik TUHAN selama-lamanya. Semoga kita bisa mengerti.

    Yang menjadi milik TUHAN adalah


    • Anak sulung hewan itu menunjuk jasmani/tubuh/luar. Hewan itu hanya memiliki tubuh, jiwa (daging dan darah), tetapi tidak memiliki roh.
    • Anak sulung manusia itu menunjuk batin/rohani/dalam. Manusia ini memiliki tubuh, jiwa (darah dan daging), tetapi juga memiliki roh (inilah kelebihannya dari hewan). Roh inilah nantinya yang akan kembali kepada TUHAN.


    Dulu memang benar-benar anak sulung dalam pengertian jasmani, jika ada anak pertama manusia atau hewan yang lahir itu berarti menjadi milik TUHAN.

    Yang dimaksud anak sulung adalah:


    • anak yang pertama lahir, baik laki-laki ataupun perempuan. Jika digabung, maka pengertian rohani dari anak sulung adalah kehidupan yang mengalami penyucian jasmani dan rohani = penyucian luar dan dalam = penyucian lahir dan batin. Anak sulung ini bisa diartikan lebih tegas lagi yaitu


    • hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang mengalami penyucian secara lahir dan batin. Semoga kita dapat mengerti.


    Keluaran 3: 1- 3, 5
    1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
    2. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?
    5. Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

    Ayat 1 = “ke gunung Allah, yakni gunung Horeb” = gunung Sinai. Ini gunung kesucian.
    Ayat 2 = “semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api” = ada semak duri (sudah ada di daerah Sinai/dari dunia) dan ada apinya, tetapi tidak terbakar. Ini berarti apinya berasal dari surga/dari TUHAN. Kalau apinya berasal dari korek api, pasti sudah terbakar di lereng gunung Sinai.
    Ayat 3 = “Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?" = ini merupakan penglihatan hebat.

    Seringkali orang mengajak saya = mari oom, luar biasa, dia dipakai menyembuhkan orang lumpuh. Saya bilang = terima kasih dan saya percaya. Kalau dulu sebelum saya percaya YESUS, saya akan datang untuk melihat orang lumpuh disembuhkan dan itu luar biasa, supaya saya percaya YESUS. Saya membaca di alkitab, jangankan orang lumpuh, orang mati pun dapat dibangkitkan. Jadi bukannya saya tidak mau/anti, tidak. Jangan salah!! sebab itu ada bagiannya sendiri (penginjil). Orang-orang berdosa yang belum percaya YESUS, silahkan melihat pemandangan hebat, mungkin bagi mereka melihat orang lumpuh disembuhkan ini hebat, tetapi bagi kita sudah lain. Pemandangan hebat bagi yang sudah dibenarkan/yang sudah menjadi hamba TUHAN itu bukan lagi orang lumpuh jasmani disembuhkan, bukan! tetapi sekarang yang rohani yaitu kayu dibakar api, tetapi tidak terbakar.

    Jika orang yang sudah percaya YESUS, tetapi masih baru mencari tanda-tanda, itu berarti percayanya masih setengah. Orang yang sudah menjadi hamba TUHAN /pelayan TUHAN tetapi masih sibuk mencari yang jasmani, maka akan ketinggalan saat TUHAN YESUS datang. Oleh sebab itu harus ditingkatkan.

    Ayat 5 = “kasutmu” = kasut ini dalam bahasa Inggris adalah “sandals” ini berarti jamak (dua) yaitu kiri dan kanan = lahir dan batin (luar dan dalam).
    Jadi penyucian lahir dan batin inilah yang kita kejar sekarang ini! Yang kita kejar bukan lagi sakit jadi sembuh (miskin jadi kaya), yang seperti ini kita sudah harus percaya sekalipun mata ini belum melihat, bahkan bila TUHAN berkehendak mati pun dapat dibangkitkan.

    Pada tahun 1995 ini terjadi = ada orang yang membantu memasang listrik dan ia tersengat listrik dibawa ke rumah sakit dan dokter mengatakan bahwa orang itu sudah mati. Lalu dia menelepon = bagaimana oom, dia mati, urusannya bagaimana? lalu saya mengatakan untuk berdoa. Mungkin dia agak kecewa sebab saya menyuruhnya untuk berdoa. Tetapi dia masuk lagi ke rumah sakit dan berdoa dan akhirnya orang yang sudah mati itu bangkit. Semoga kita dapat mengerti.

    Dimana kita bisa mengalami penyucian lahir batin? didalam sistim penggembalaan = kandang penggembalaan.
    Kandang penggembalaan secara jasmani adalah organisasi gereja = kalau kita GPT, bahkan ada Gereja lainnya (GPPS), ini boleh berbeda-beda. Tetapi kandang penggembalaan (kandang kerajaan surga) secara rohani ini harus sama. Waktu Musa naik ke gunung Sinai untuk melihat kerajaan surga, lalu TUHAN memerintahkan Musa untuk membuat surga di bumi itulah tabernakel/kemah suci:


    • Tadi kebenaran itu menunjuk halaman tabernakel = awalnya kehidupan itu rusak, tetapi kemudian percaya kepada YESUS Saksi Yang Setia, kita menerima YESUS yang setia sampai mati, kita dibenarkan sehingga menjadi hamba kebenaran.


    • Sekarang kita meningkat kepada ruangan suci (kandang penggembalaan).
    • Nanti yang terakhir adalah ruangan maha suci, yang di dalamnya terdapat tabut perjanjian.


    Itu sebabnya kita harus meningkat. Dulu waktu di halaman, kita percaya YESUS karena diajak teman = disini ada kesembuhan dll, tetapi sekarang iman kita ditingkatkan. Ada tiga macam alat dalam ruangan suci, dulu zaman Musa alat ini dibuat semua, sekarang ini menunjuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum). Ini merupakan persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya, ada nyanyian-nyanyian, kesaksian dll. Jika kita bersekutu dengan ALLAH Roh Kudus, bagaikan ada mahkota 12 bintang. Karunia-karunia = bintang.


    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini merupakan persekutuan dengan anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan Korban Kristus. Persekutuan dengan anak ALLAH didalam pengajaran dan korban Krsitus itu menunjuk penebusan, jadi bagaikan ada bulan.


    • Medzbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini merupakan persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih-Nya, sehingga kita merasakan sinar matahari. Kasih itu dilambangkan dengan matahari.


    Persekutuan dengan:


    • ALLAH Roh Kudus. Roh Kudus bagaikan api.
    • Persekutuan dengan Firman. Firman bagaikan api (Yeremia 23).
    • Persekutuan dengan kasih/doa. Kasih bagaikan api. Jadi semuanya adalah api dari surga.


    Tadi yang dilihat oleh Musa = “semak duri menyala oleh api, tetapi tidak terbakar”. Semak duri = kayu = manusia daging yang kelihatan baik kalau tidak ada apa-apa, tetapi kalau ada angin pencobaan (pencobaan ekonomi, pencobaan penyakit, godaan ajaran palsu, masalah, dosa-dosa), maka mulai saling bergerak (saling menusuk), itulah manusia. Jadi manusia ini hanya luarnya yang baik, itu sebabnya perlu diberikan api.
    Manusia yang bertabiat daging yang sering menusuk satu dengan yang lain ini perlu digembalakan (harus masuk kandang penggembalaan/ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok), supaya mengalami pekerjaan api Firman, api Roh Kudus dan api kasih ALLAH sampai menanggalkan kasut (kasut itu dua) = penyucian luar dalam/penyucian lahir batin = penyucian sampai menjadi bayi. Istilah tanggalkan kasut atau lepaskan sandals itu seperti bayi yang baru lahir, sebab bayi yang baru lahir itu tidak memiliki sandals.

    Jadi yang dimaksud pemandangan hebat yaitu bagaimana manusia darah daging yang saling menusuk, hidup dalam kepedihan hati, duri-duri, kutukan, dapat masuk dalam penggembalaan dan mengalami penyucian sampai menjadi seperti bayi. Inilah sekarang yang harus kita tingkatkan. Kalau sakit/lumpuh menjadi sembuh, miskin menjadi kaya, itu tidak salah! tetapi itu porsinya bagi orang-orang berdosa, yang belum percaya YESUS, yang masih bimbang = seperti saya dulu bimbang, bahkan sampai masuk rumah ibadah lain. Kita yang sudah menjadi hamba TUHAN /pelayan TUHAN masih membutuhkan hal semacam ini, itu berarti imannya masih bimbang. Jadi kita sebagai pelayan TUHAN /hamba TUHAN harus sudah yakin bahwa YESUS dapat melakukan segala sesuatu, sekalipun kita tidak melihat.

    Jika manusia daging yang berdosa (berduri, saling menusuk, saling menyakiti, dalam kutukan dan kepedihan) bisa masuk dalam kandang penggembalaan/ dalam tiga macam ibadah), ini berarti sudah luar biasa. Coba orang yang kuliah bisa masuk dalam tiga macam ibadah = pulang kuliah tidak mandi dan langsung beribadah, ini luar biasa! tidak semua gereja ada seperti ini. Jadi inilah penglihatan luar biasa. Semoga kita dapat mengerti.

    Saya mempunyai pengalaman, dulu ada doktor Oktavianus yang adalah rektor sekolah theologia di Batu dan beliau di undang oleh mertua saya bapak pendeta Pong untuk berkhotbah pada hari Jumat yaitu kebaktian pendalaman alkitab. Beliau bersaksi = mau memakai jas atau tidak? Sebab beliau sudah berkeliling ke enampuluh empat negara, yang pada saat masuk kebaktian hari Minggu banyak jemaatnya, tetapi kalau ibadah bible study tidak ada orang. Jadi kalau memakai jas sayang kalau tidak ada orangnya. Tetapi akhirnya beliau tetap memakai jas dan begitu melihat jemaatnya penuh = beliau menjadi terheran-heran.

    Satu waktu saya kedatangan tamu setelah kebaktian, dia baru masuk dan kami berbincang-bincang (gereja kami di Malang terdiri dari tiga lantai), lalu dia bertanya = Pak kalau kebaktian tadi (waktu hari Kamis kebaktian pendalaman Alkitab) lantai dua dan tiga dipakai atau tidak? lalu saya menjawab = semua lantai dipakai untuk jemaat. Akhirnya tamu yang bertanya menjadi bingung.
    Jadi jangan sampai di halaman saja, tetapi harus masuk ke ruangan suci, sebab pemandangannya sudah lain. Kita harus mendoakan bagi para penginjil, agar supaya banyak jiwa yang diselamatkan. Sudah benar menjadi hamba TUHAN dan kita harus kita doakan, supaya mengerti pengajaran dan masuk penggembalaan, sehingga mengalami penyucian lahir batin sampai menjadi bayi yang baru lahir.

    Tanda-tanda kehidupan yang mengalami penyucian lahir batin dalam penggembalaan sampai menjadi bayi adalah:


    • 1 Petrus 2: 1,Karena itu buanglah segala (1)kejahatan, segala (2)tipu muslihat dan segala macam (3)kemunafikan, (4)kedengkian dan (5)fitnah.

      Ayat 1 = tidak boleh ada lagi lima dosa. Itulah penyucian lahir batin dalam kandang penggembalaan. Saya berdoa selalu bagi yang belum tekun dalam tiga macam ibadah = semoga TUHAN memanggil, TUHAN menggiring supaya lewat Firman dapat menjadi tekun. Dan bagi yang sudah tekun, saya doakan = supaya berhati-hati! jangan sombong, sebab dapat menjadi seperti Yudas yang tidak taat (Yudas tekun selalu bersama YESUS, tetapi dia pergi). Semoga TUHAN memberikan ketaatan, jangan sembunyi-sembunyi. Inilah tanggung jawab saya sebagai gembala. Saudara-saudara juga harus membantu dengan berdoa = mungkin ada suami yang sudah tekun tetapi istri belum tekun (atau sebaliknya), ada orang tua yang sudah tekun tetapi anak belum tekun (dan sebaliknya). Ini nanti akan menjadi penglihatan yang hebat (kesaksian yang hebat).

      Jadi tanda pertama adalah tidak boleh ada lima dosa, antara lain:


      1. Tidak boleh ada kejahatan. Akar kejahatan adalah cinta akan uang (terikat akan uang). Jadi jangan mencuri milik TUHAN. Kejahatan dan kenajisan ini menjadi satu (akar jahat dan najis ini satu). Contohnya seperti Yudas terikat akan uang sehingga:


        • Mencuri milik TUHAN = persepuluhan dan persembahan khusus.
        • Mencuri milik sesama = korupsi, hutang tidak bayar. Jika saudara dalam perdagangan dll dan sempat ada hutang sampai tidak dapat membayar, harus ada itikad baik, kita datang dan jangan lari = Pak, saya sungguh-sungguh tidak memiliki uang, boleh diperiksa, doakan saya dan saya berjanji, jika saya sudah bekerja lagi maka saya akan membayar. Jika ditelpon, jangan lari dan mengamuk, ini salah!


      2. Tidak boleh ada lagi tipu muslihat = dusta tidak boleh ada lagi.
      3. Tidak boleh ada kemunafikan. Munafik = pura-pura. Seperti bayi tidak ada yang pura-pura = ibu kemana ya? pura-pura saja lapar dan menangis, supaya ibu datang, tidak ada bayi seperti itu.


      4. Tidak boleh ada kedengkian = tidak ada iri hati, benci.
      5. Tidak boleh ada fitnah.


      Jadi inilah manusia yang berdosa disucikan sampai menjadi seperti bayi yang tidak dapat berbuat apa-apa dan juga tidak dapat berbuat dosa.


    • 1 Petrus 2: 2, Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

      Tanda kedua adalah hanya ingin/hanya rindu/hanya butuh air susu yang murni dan rohani. Air susu yang murni dan jasmani adalah asi (maafkan saya tidak porno, tetapi ini untuk menerangkan), asi ini lebih dari susu apapun. Kalau Air susu yang murni dan rohani itulah Firman penggembalaan.

      Kalau masih beredar-edar seperti Yudas, padahal sudah menerima Firman dari YESUS, tetapi masih mau pergi ke imam-imam yang nota bene ajarannya berbeda dengan YESUS = Yudas ini sembunyi-sembunyi datang. Ini bukan lah menjadi bayi, sebab bayi tidak seperti ini. Jadi hanya ingin air susu yang murni dan rohani = rindu/butuh dan bisa menikmati Firman penggembalaan yang benar. Menikmati Firman penggembalaan yang benar itu mendengar dan dengar-dengaran pada Firman penggembalaan. Misalnya: jika ada bayi sakit, kepanasan, sampai teriak-teriak (kondisi panik, dunia goncang, gempa), tetapi kalau bayi masih bisa menyusu kepada Ibunya, maka itu berarti ia sudah tenang, kenyang bahkan sampai tertidur.

      Mohon maaf saudara saya tidak membesar-besarkan tetapi inilah kenyaataan.
      Ini saya baru alami dan luar biasa, kalau dulu zaman oom Pong dan oom Yu setiap hari Jumat ibadah pendalaman alkitab (kalau saya dari Malang setiap hari jumat), tetapi sedikit sekali saya tidak datang (kalau ada keperluan saja), tetapi juga banyak hamba TUHAN dari mana saja sebulan sekali pada hari Jumat datang beribadah. Itu sudah merupakan penglihatan hebat. Sekarang ini hari Minggu, Senin, Rabu di Surabaya 2 jam 30 menit dari Malang ke Surabaya = ini menambah keyakinan pada saya, bahwa Firman ini (pemandangan hebat ini) segera digenapi. Saya tidak menduga sampai sejauh itu, sebenarnya saya tidak ada pikiran sedikitpun untuk membuka ibadah di Surabaya (sebenarnya saya ada keinginan membuka ibadah di Malang kotanya), tetapi harus dilakukan karena TUHAN dan saya jalani. Mari, sampai kita menjadi bayi yang hanya menikmati air susu ibu yang rohani (Firman penggembalaan), sehingga tenang dan kenyang.

      Didalam air susu ibu yang rohani selain membuat kita tenang dan kenyang, itu sudah terkandung semua kebutuhan yang lain. Jadi didalam Firman penggembalaan sudah terkandung semua kebutuhan yang lain = mau pertolongan dll semuanya sudah ada. Kalau ibu sudah menyusui, saat bayinya digigit nyamuk, mau buang kotoran dll, semuanya sudah terpenuhi. Sudah terkandung semua kebutuhan yang lain didalam Firman penggembalaan istilah saya yaitu “komplit” = tidak mencari dimana-mana lagi.


    • Tanda ketiga adalah bayi itu hanya menangis kepada ibunya = kita disucikan = hanya menangis kepada TUHAN, artinya kita hanya bergantung kepada kemurahan dan kebaikan TUHAN. Bayi ini mau apa = jangankan diberikan susu kaleng (mau buka dan dibuat susu), diberikan susu cair yang sudah ada gelas, tekonya, sudah semuanya, tetap tidak dapat berbuat apa-apa.


    Inilah nama YESUS yang kedua: YESUS yang sulung dibangkitkan dari antara orang mati, supaya kita menjadi anak sulung dan mengalami penyucian lahir batin didalam kandang penggembalaan sampai menjadi bayi. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau saya lihat di hari-hari ini dari jauh-jauh datang, seperti tadi saya menerima telepon dari Manokwari dan orang yang hebat-hebat berkata = ‘pak saya ibadah lewat internet saja, karena dimana-mana tidak cocok, sudah masuk gereja GPT juga tidak cocok, pakai rumah saya untuk kebaktian. Jawaban saya hanya = berdoa-berdoa.

    Ada lagi yang berkata dari SMA kelas satu saya digembalakan sampai mau pensiun sekarang ini, tetapi mendengar Firman satu kali saja = saya k.o. saya dan tidak cocok dengan yang lain. Padahal saya tidak pernah mengajak-ngajak orang, saya juga tidak tahu orangnya. Jadi inilah pemandangan hebat, semakin jauh-semakin jauh, bukan hanya sampai disitu saja, tetapi sampai Wahyu 12: 1.

    Bayi jika terus disucikan akan sampai Wahyu 12: 1. Sekarang kita didalam penggembalaan, kayu dibakar api dan sampai satu waktu menjadi perempuan dengan matahari, bulan dan bintang, sampai sempurna. Inilah pemandangan hebat.
    Jika sakit menjadi sembuh, itu boleh dan disini juga masih ada. Ada kesaksian dari Jerman, semestinya operasi karena dia terkena sakit di rahimnya, saya bilang = berdoa dan berserah. Akhirnya dokternya kaget dan bilang = penyakitnya sudah tidak ada. Kesaksian-kesaksian yang seperti ini hanya tambahan saja, yang nomor satu adalah kayu yang sering menusuk TUHAN ? sudah menjadi hamba TUHAN /pelayan TUHAN, tetapi menusuk Hati TUHAN dengan berbuat dosa dll, inilah yang harus disucikan sampai menjadi bayi, bahkan sampai menjadi Mempelai. Wahyu 12: 1 = puncak penglihatan yang hebat (kita menjadi Mempelai yang sempurna).

    Wahyu 12: 1, Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Tadi pada 3 macam Ibadah:


    • Kebaktian Minggu = bintang. Roh Kudus itu bintang. Jika terus ditekuni sampai ada mahkota 12 bintang.
    • Bible Study = bulan. Penebusan itu bulan.
    • Doa penyembahan = sinar matahari.


    Kita terus disucikan menjadi bayi dan pertahankan sifat bayi ini, sampai akhirnya tercapai Wahyu 12: 1 = kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN = jemaat anak sulung yang menjadi milik-Nya TUHAN. Ini nanti akan menjadi penglihatan yang dahsyat, orang yang melihat nanti banyak yang tergetar dan orang yang ketinggalan akan meratap, menangis selama-lamanya, tetapi kita nanti akan memandang TUHAN untuk selamanya. Jadi halaman harus meningkat ke ruangan suci. Semoga kita dapat mengerti.

    TUHAN akan tolong kita. Mujizat jasmani tidak tertutup kemungkinan dan sudah banyak terjadi. Ada seorang ibu usianya enam puluh tahun lebih, sakit kanker stadium 4b kalau tidak salah, semua sudah diatur oleh TUHAN dan sampai hari ini sudah sembuh. Ini semua hanya tambahan, yang penting adalah penglihatan yang rohani. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Wahyu 1: 5a, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.

    Nama YESUS yang ketiga adalah YESUS adalah Raja diatas segala raja (penghulu dari raja-raja). Ini menunjuk kemuliaan YESUS = ruangan maha suci. Mari, dalam kitab Wahyu ini kita mau menerima tiga nama YESUS.

    Matius 24: 30 33,
    30. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
    31. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
    32. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
    33. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

    Ayat 30 = “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit” = dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Surga.
    Jika kita mengalami kemuliaan bersama YESUS sebagai Raja segala raja, maka kita harus melembut. Kita harus belajar pada pohon ara. Pohon ara mulai di taman Eden itu hanya berdaun saja, tidak ada buahnya, bahkan daunnya sampai di buat cawat = saat Adam dan Hawa tidak taat yaitu makan buah yang dilarang oleh TUHAN, sehingga akibatnya telanjang, akhirnya daun ara yang dipakai sebagai cawat.

    Waktu YESUS datang pertama kali di bumi, YESUS lapar, lalu saat melihat pohon ara YESUS mau makan tetapi pohon ara ini tidak ada buahnya. Jadi pohon ara ini keras sejak di taman Eden. Kita harus hati-hati terhadap kekerasan hati. Saat diberkati seperti di taman Eden, manusia dapat menjadi keras hati, bahkan saat menderita juga masih keras hati (tidak berbuah = tidak berubah). Malam ini kita harus melembut, baik kita yang diberkati ataupun yang dalam penderitaan.

    Mari kita terima YESUS sebagai Raja, artinya kita melembut/berubah dari manusia daging menjadi manusia rohani. Berubah itu dimulai dari hati (hati melembut).

    Hati yang lembut yaitu


    • Taat dengar-dengaran. Dulu kejatuhan Adam dan Hawa dikarenakan tidak taat = ‘semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya, kecuali satu’. Bagian daging yang paling keras adalah hati. Hati-hati wanita! wanita ini bejana yang lemah, tetapi kalau sudah keras hati, bisa menjadi luar biasa kerasnya. Pria sudah memang bawaannya keras. Semuanya harus berubah menjadi hati yang lembut.


    • Berani mengakui dosa-dosa/kegagalan. Pohon ara sudah berapa ribu tahun gagal? Mulai dari zaman taman Eden dua ribu tahun, sampai TUHAN datang dua ribu tahun, bahkan sampai sekarang hampir enam ribu tahun. Ini merupakan kesempatan terakhir. Kegagalan apa yang saudara alami? = ekonomi gagal, kuliah gagal, rumah tangga gagal berapa tahun? pohon ara gagal enam ribu tahun, tetapi masih diberi kesempatan oleh TUHAN, kalau kita hanya gagal sepuluh sampai dua puluh tahun, masih ada kesempatan! Asal hati melembut yaitu berani mengakui dosa-dosa, dan kembali taat dengar-dengaran.


    Semua dosa-dosa/kegagalan akibat dari tidak taat. Hawa tidak taat karena satu hal saja, begitu Hawa memakan satu buah yang dilarang oleh TUHAN, maka sudah berbuat dosa, gagal, hancur, terkutuk.

    Mari sekarang ini kita melembut, mulai dari saya nomor satu (pelayanan berapa tahun dll). Kita tarik kegagalan, seperti Ayub = “aku menarik perkataanku”, kita menjadi taat dengar-dengaran, sehingga kita kembali ke suasana firdaus dan mujizat akan terjadi. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah ketiga nama YESUS yaitukematian, kebangkitan dan kemuliaan.

Jika kita mengalami:

  1. kematian bersama YESUS (setia dan benar),
  2. kebangkitan bersama YESUS (menjadi bayi) dan
  3. kemuliaan bersama YESUS (taat dengar-dengaran), maka kita mengalami kuasa nama YESUS. Saat kita menyerukan nama YESUS, maka ada kuasa.

Taat dengar-dengaran itu bagaikan mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN juga mengulurkan Tangan-Nya dengan kuasa nama YESUS.

Hasilnya jika kita menerima kuasa nama YESUS adalah

  1. Filipi 2: 8 10,
    8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    Ayat 9 = “nama di atas segala nama” = itulah nama YESUS.
    Ayat 10 = “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut” = musuh dikalahkan (kita mengalami kuasa kemenangan).

    Hasil pertama adalah dalam nama YESUS, kita mengalami kuasa kemenangan.

    Kita menang atas setan tritunggal sumbernya pencobaan, masalah yang mustahil.

    Menang ini artinya:


    • Tahan uji (tidak goyah, tidak putus asa, tidak kecewa). Biar ada badai, ada apapun kita tahan uji, kita tetap mengikuti dan melayani TUHAN dengan setia dan berkobar sampai selama-lamanya. Tahan uji itu seperti rumah yang didirikan diatas batu.


    • Semua masalah diselesaikan oleh nama YESUS, sampai masalah yang mustahil diselesaikan oleh TUHAN tepat pada waktu-Nya.
    • Semua menjadi baik (yang buruk menjadi baik), berhasil dan indah pada waktu-Nya. Setan itu cuma menjadi sumber yang buruk.


  2. Filipi 2: 9, Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Ayat 9 = YESUS ditinggikan sampai di surga.
    Hasil kedua adalah dalam nama YESUS ada kuasa pengangkatan/ditinggikan sampai di surga. Artinya: kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Jika kita dipakai itu berarti sedang diangkat, bukan sedang dipersulit/disengsarakan!

    Pembangunan Tubuh Kristus dimulai dari:


    • Rumah tangga. Kita harus saksikan kepada siapa saja yang berada didalam rumah tangga. Jika ada yang belum percaya YESUS, kita saksikan kabar baik. Jika sudah percaya YESUS, maka harus menyaksikan Kabar Mempelai = kamu harus meningkat kepada Kabar Mempelai, harus tergembala, harus melayani TUHAN. Penginjilan/kabar baik itu jumlah, sedangkan Kabar Mempelai itu kualitas, jadi keduanya ini harus sejalan.


    • Dalam penggembalaan kita harus bersaksi. Kita dipakai sebagai apa saja dalam penggembalaan = bersaksi, dipakai dalam keuangan, dipakai apa saja.
    • Antar penggembalaan. Kita dipakai dalam kujungan-kunjungan. Mari didoakan untuk kunjungan di Medan, ada emapt puluh dua hamba TUHAN dari luar negeri yang akan datang. Biarlah juga hamba-hamba TUHAN disekitar Medan juga tetap bisa datang = jumlahnya biar semakin bertambah dan semakin besar kegerakan ini. Saudara-saudara bisa dipakai baik dalam doa, dalam dana = tadi sudah dikumpulkan, itu untuk panitia di Medan (menampung), bukan untuk saya. Mari kita dipakai dan saling bahu membahu, sampai nanti terbentuk Tubuh yang sempurna.


    Yang terakhir diangkat = diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sempurna seperti YESUS. Kita diubahkan mulai dari tidak berdusta/jujur = jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak. Jika TUHAN datang, kita akan diubahkan menjadi sama dengan Dia, kita benar-benar diangkat diawan-awan permai sampai bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika kita menerima Tiga Nama YESUS, maka kita menerima kuasa Nama YESUS. Doa orang yang jujur dijawab oleh TUHAN. Gembala saya dulu bapak pendeta Pong Dongalemba mengatakan = jika sudah tidak kuat, sebut nama YESUS. Jika kita menyeru nama YESUS, saat kita setia dan benar, saat kita tergembala dengan baik seperti bayi, saat kita taat dengar-dengaran, maka kuasa nama YESUS akan bekerja dan mujizat akan terjadi.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top