English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 Oktober 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 Maret 2014)
Tayang: 17 Mei 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 November 2013)
Tayang: 20 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 13 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 19 Januari 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 September 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 19 Januari 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 23 November 2014

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 1: 10-12.
Wahyu 1: 10-12,
10. Pada hari TUHAN aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
11. katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
12. Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

Rasul Yohanes mengalami sengsara daging di pulau Patmos, sehingga dapat mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring, yang menjadi dua wujud yang nyata yaitu

  1. Wujud tujuh kaki dian emas = gereja TUHAN yang sempurna dan
  2. Wujud Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja dan Mempelai Laki-laki Surga (Wahyu 1: 13-32).

Dalam Wahyu 1: 9, rasul Yohanes mengalami sengsara daging sehingga, rasul Yohanes masuk dalam persekutuan yang benar. Nanti di Wahyu 1: 17, karena rasul Yohanes mengalami sengsara daging, maka rasul Yohanes dapat tersungkur menyembah TUHAN. Jadi sengsara yang diijinkan oleh TUHAN, bukan untuk menghancurkan kita, tetapi supaya terjadi peningkatan-peningkatan rohani. Dalam sengsara daging rasul Yohanes mengalami peningkatan rohani yaitu, ia mulai dapat masuk persekutuan yang benar, dapat mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring, dan nanti dapat tersungkur dihadapan TUHAN.

Demikian juga kita, jika kita beribadah dan melayani TUHAN dengan tanda salib /sengsara daging/tanda darah (bukan yang hura-hura, enak-enak), maka kita dapat mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring. Suara sangkakala yang nyaring yaitu Firman penggembalaan yang mengandung bobot Firman pengajaran yang benar, yang keras, yang tajam (bukan yang ‘guyonan’ dll) yang diulang-ulang, sehingga sanggup untuk menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita, sampai menjadi wujud tujuh kaki dian dari emas/gereja TUHAN yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN yang siap menyambut kedatangan YESUS ke dua kali di awan-awan permai.

Kaki dian emas itu harus bercahaya. Jadi tugas dari Mempelai Wanita Surga/ gereja TUHAN yang sempurna adalah bersaksi dan mengundang (bercahaya).

Wahyu 22: 17, Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

Ay 17 => “Roh“ => Pengantin Laki-laki = YESUS sebagai Kepala.
pengantin perempuan” => istri = kita sebagai tubuh.
"Marilah!" => mengundang.

Tugas terakhir dari gereja TUHAN yang merupakan kepercayaan TUHAN yaitu mengundang umat TUHAN untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba. Jadi kepercayaan TUHAN itu bukan semau kita sendiri. Perjamuan kawin Anak Domba adalah pertemuan antara YESUS sebagai Mempelai Pria dengan kita sebagai Mempelai Wanita di awan-awan permai. Dalam ibadah sebelumnya sudah dipelajari, dengan apa kita mengundang? dengan Kabar Mempelai (Firman pengajaran). Siapa yang diundang? orang yang letih lesu, berbeban berat dan orang yang haus = jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan) seperti perempuan Samaria. Sekarang kita masih belajar tentang sikap terhadap undangan.

Matius 22: 1-3,
1. Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
2. "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
3.Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

Dalam Matius 22: 1-2, ini tentang perjamuan kawin anak raja yang menubuatkan tentang perjamuan kawin anak domba/pesta nikah anak domba (Wahyu 19: 9).

Bagaimanakah sikap terhadap undangan:

  1. Sikap yang pertama: ‘tidak mau datang’ (Matius 22: 3) = menolak undangan = menolak Kabar Mempelai = menolak Firman pengajaran yang benar (menolak Firman yang menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna, sehingga layak untuk masuk perjamuan kawin). Ini sudah dipelajari dalam ibadah sebelumnya.


  2. Matius 22: 4-8,
    4. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
    5. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
    6. dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
    7. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
    8. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

    Sikap kedua adalah ‘tidak layak untuk datang’. Kita ingat! lembu, kambing, domba (ternak) itu dulu untuk korban pendamaian (korban menghapus dosa-dosa). Pada zaman Israel, orang yang berdosa datang dengan membawa lembu, kambing, domba, lalu disembelih, kemudian dagingnya dibakar di medzbah bakaran untuk mendapatkan pengampunan dosa. Sekarang kita tidak perlu lagi membawa lembu, kambing, domba, sebab semua korban pendamaian sudah digenapkan oleh Korban Kristus. Lembu yang disembelih menunjukkan gambaran dari Korban Kristus. Jadi sikap tidak layak untuk datang (menolak hidangannya) artinya tidak mengindahkan Korban Kristus = menolak Korban Kristus = menolak salib Kristus.

    Kita harus berhati-hati dan jangan berkata => ‘kasihan orang diluar TUHAN’, justru sekarang yang banyak menolak Korban Kristus adalah hamba TUHAN sendiri => ‘jangan salib-salib nanti orang tidak mau masuk gereja, yang senang-senang saja di gereja’.

    Matius 16: 21-23,
    21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "TUHAN, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    Ay 21 => “menanggung banyak penderitaan” => menderita inilah salib.
    lalu dibunuh” => disalibkan.
    Ay 22 => “Tetapi Petrus menarik YESUS ke samping dan menegor Dia” => begitu YESUS memberitakan tentang salib, Petrus hamba TUHAN yang hebat menolak salib. Ini maksudnya bukan untuk membela YESUS, kalau YESUS disalibkan, maka dia sebagai muridnya jangan-jangan nanti akan di salibkan juga.

    Ay 23 => “sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." => ini pikiran daging, semuanya mau yang enak-enak saja.

    Contoh pikiran daging:


    • Kerja mau yang enak, akhirnya korupsi.
    • Berdagang mau yang enak, akhirnya jual barang palsu dibilang asli. Pikiran daging ini anti salib.


    Dalam Matius 16: 21-23, Petrus ini sebagai hamba TUHAN yang senior (paling tua), hamba TUHAN yang hebat karena bisa berjalan diatas air yang bergelombang sekalipun hanya beberapa saat (mengalami mujizat-mujizat), tetapi Petrus menolak Korban Kristus/salib Kritus, karena menggunakan pikiran daging. Ada beberapa kesaksian: disini atau di Malang dan juga kesaksian malam tahun baru dari seorang mahasiswa kedokteran di Medan => ‘besok ada ujian, tetapi malam ini saya harus ke gereja, waktu untuk belajar akan tersita, sedangkan teman-teman semuanya sudah belajar’. Inilah pikiran salib, untungnya dia => ‘saya harus mendahulukan ibadah, sambil berdoa kepada TUHAN dan belajar’. Besok paginya justru nilainya masuk lima besar. Pikiran daging ini hanya untuk menakut-nakuti saja => ‘kalau kamu bekerja jujur, jual barang asli sungguhan, sedangkan sainganmu itu jual barang palsu semuanya, nanti kalah kamu’ ‘kalau tidak menyontek, sedangkan semuanya menyontek, nanti kamu habis’. Semoga kita dapat mengerti.

    Cerita tentang Petrus ini memberikan awasan dan kewaspadaan kepada kita: Petrus yang senior, hebat dapat menolak salib, karena pikiran daging, apalagi saya? Oleh sebab itu kita harus ekstra hati-hati.

    Filipi 3: 17-19,
    17. Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
    18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, TUHAN mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    Ay 18 => “yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis” => rasul Paulus menyatakan sambil menangis. Rasul Paulus menangis bukan karena tidak memiliki beras, tidak punya jemaat dll, bukan! tetapi karena banyak orang yang menjadi seteru salib Kristus.
    Ay 19 => “pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi” => pikiran daging yang tertuju kepada dunia terus.

    Saya tidak menggunakan istilah ‘orang’, supaya kita lebih berwaspada. Banyak hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN yang menjadi seteru salib Kristus (menolak salib Kristus) artinya


    • Tidak mau sengsara daging bersama YESUS. Contohnya: ibadah mencari yang enak-enak bagi daging, ibadah seperti masuk toko, mencari yang jamnya enak, akhirnya tidak mau tergembala.


    • Mengikut dan melayani YESUS hanya untuk mencari perkara jasmani saja = menjadikan YESUS sebagai raja dunia. Inilah yang berbahaya, sekarang di gereja yang diajarkan hanya berkat yang jasmani => kita mengikut YESUS, nanti diberkati. Kalau mengikut dan melayani YESUS untuk mencari berkat yang jasmani, orang yang kaya tidak akan mau. Dulu mertua saya mengatakan: ada orang yang kaya, bahkan sampai hari ini keturunannya tetap kaya, tidak ada hutangnya dan saya tahu sendiri, justru bank yang berhutang kepada orang ini. Kalau diblokir saja tidak apa-apa selama bertahun-tahun, uangnya tidak diambil-ambil, inilah bank yang berhutang kepada orang ini. Orang tua ini mengatakan => kalau saya ke gereja mencari berkat, duit, saya nomor satu yang tidak mau, uang saya sudah banyak, untuk apa?
      Kita mendapatkan berkat secara jasmani memang baik, tetapi dalam arti yang lebih mendalam, kalau kita ke gereja hanya mencari berkat yang jasmani, ini berarti menjadikan YESUS Raja dunia, bukan Raja segala raja. Inilah taktiknya setan. Sebenarnya YESUS itu Raja segala raja yang akan datang di awan-awan permai dan kita harus menjunjung tinggi YESUS sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga di awan-awan (kita harus menyambut YESUS diawan-awan). Jadi setan merubah arah dengan menjadikan YESUS sebagai Raja dunia => datang kesana nanti diberkati dll.

      Yohanes 6: 15, Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

      Ay 15 => “hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja” => ini cerita tentang, lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang, sisanya dua belas bakul. Lalu ada pikiran daging yang keluar => kalau rajanya seperti ini, maka negaranya akan makmur dan betapa enaknya. Orang Kristen seperti ini juga, mau menjadikan YESUS Raja dunia.

      Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri” => YESUS tidak mau dijadikan raja dunia dengan paksa.

      Kalau YESUS dijadikan raja dunia, bukan Raja segala raja, berarti kita tidak akan pernah menjadi sempurna dan tidak akan terangkat diawan-awan permai. Yang terangkat di awan-awan permai adalah orang yang sudah sempurna. Kalau yang dipikirkan perkara jasmani saja, sedangkan dosa-dosa dibiarkan saja, maka kita tidak akan pernah menjadi sempurna. Semoga kita dapat mengerti.


    Inilah yang sangat berbahaya, sebab sudah diberikan contoh Petrus yang senior (berpengalaman), yang hebat dapat terkena pikiran/logika daging, sehingga menolak salib. Contoh lainnya: tidak mau berpuasa => nasi masih enak di rumah, tidak mau doa semalam suntuk => kasur masih empuk, doa puasa diubah => boleh minum, jamnya diperpendek dll. Inilah tidak mau salib. Semoga kita dapat mengerti.

    Akibat menolak salib adalah


    • Menjadi batu sandungan (‘Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku), artinya


      • Menjadi sandungan bagi orang lain, sehingga orang lain tidak mau datang kepada TUHAN (terutama kepada Firman pengajaran) => percuma saja, dia sebagai orang Kristen, hamba TUHAN, pelayan TUHAN juga sama, mengapa saya harus datang ke gereja?


      • Gampang tersandung dan gampang tersinggung => sedikit-sedikit, aku berhenti melayani, tidak enak disini. Jika gampang tersandung dan tersinggung, maka akan meninggalkan pelayanan (meninggalkan TUHAN). Semoga kita dapat mengerti.


      Kalau sudah menjadi batu sandungan (dosa batu sandungan), ini seperti leher diikatkan batu kilangan. Inilah akibat yang berakibat. Matius 18: 6 ini judulnya adalah ‘menyesatkan’ = menjadi batu sandungan.

      Matius 18: 6, "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

      Kalau kita jatuh dalam dosa sandungan, maka leher diikat dengan batu kilangan dan ditenggelamkan kedalam laut. Leher ini menunjuk doa penyembahan. Hubungan kepala dengan tubuh yang paling dekat adalah leher. Kepala = YESUS, tubuh = kita.

      Leher diikat dengan batu kilangan dan ditenggelamkan kedalam laut artinya


      • Tidak dapat menyembah TUHAN = kerohaniannya menjadi kering = tidak ada kepuasan, sehingga banyak bersungut, mengomel, mengggosip dll. Inilah gejala dosa sandungan (menjadi batu sandungan bagi orang lain). Kita harus berhati-hati, kita sering berkata-kata, tahu-tahu ada orang yang tidak mau masuk gereja. Dosa sandungan ini dapat lewat perkataan dan lewat perbuatan. Terlebih lagi jika ada jiwa-jiwa yang baru, kita harus tetap berhati-hati, supaya jangan menjadi dosa sandungan.


      • Tidak indah hidupnya. Sekalipun ada orang yang cantik, kalau kalungnya terbuat dari batu kilangan, maka tidak indah lagi.
      • Tenggelam kedalam lautan = binasa untuk selamanya.


      • TUHAN mengatakan kepada Petrus "Enyahlah Iblis = menjadi sama dengan setan/iblis. Ini termasuk orang yang menjadikan YESUS sebagai raja dunia, akan menjadi sama dengan setan. Kalau kita di gereja hanya diajarkan tentang berkat yang jasmani, (maaf) ini akan menjadikan kita seperti setan. Kalau kita diajarkan tentang penyucian (harus disucikan), itu akan menjadikan kita menjadi sama seperti TUHAN. Kalau kita sebagai orang Kristen, mengikut YESUS hanya mencari berkat jasmani = menjadikan YESUS sebagai raja dunia = setan/iblis seperti Petrus.

        Matius 4: 8, 9,
        8. Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
        9. dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

        Ay 9 => Kalau Engkau mau menjadi raja dunia, sujudlah menyembah setan.

        Jadi setan itu mau menjadikan YESUS sebagai raja dunia, bukan Raja segala raja. YESUS dinaikkan ke gunung untuk melihat dunia, bukan melihat keatas => ‘itu lihat yang dibawah , bagus kan, kalau Kamu mau menjadi raja dunia sembahlah aku’ Yang benar, kita harus melihat keatas (nanti YESUS menjadi Raja segala raja). Kita bukannya tidak boleh menerima berkat yang jasmani, tetapi itu hanya sebagai tambahan saja. Yang benar adalah kita ke gereja untuk mencari keselamatan sampai dengan kesempurnaan, memang dalam ibadah ada kemurahan TUHAN untuk memberkati kita. Jadi fokusnya bukanlah berkat jasmani, tetapi kesempurnaan. Itulah menjadikan YESUS sebagai Raja segala raja. Semoga kita dapat mengerti.

Sikap yang benar terhadap undangan adalah menerima salib Kristus = menerima korban Kristus. Sekarang ini kita tidak boleh ragu-ragu terhadap salib Kristus. Kalau dalam ibadah kita merasa berat dan mengalami sesuatu dalam ibadah (mengalami sengsara daging), itu sudah benar. Dibalik salib itu ada Roh Kemuliaan (Roh Kudus dicurahkan ditengah kita).

Yohanes 16: 7, Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Ay 7 => “jika Aku pergi” => jika YESUS pergi..
Penghibur” => Roh Kudus.

Dalam Yohanes 16: 7, “YESUS pergiartinya YESUS mati di kayu salib, bangkit dan naik ke surga untuk mencurahkan Roh Kudus atas kehidupan kita. Roh Kudus itu penting bagi kita! Sebab tanpa Roh Kudus, sehebat apapun manusia daging itu hanya seperti:

  • Yatim piatu (“Aku tidak akan meninggalkan kamu seperti yatim piatu”). Yatim piatu artinya tidak ada sandaran, tidak ada kekuatan, tidak berdaya apa-apa.


  • Tongkat yang mati. Tongkat itu tidak ada akarnya, kayu kecil yang sudah mati dan tidak dapat bertunas lagi. Dulu waktu umat Israel bersungut-sungut, Korah minta jabatan (kenaikan pangkat), lalu TUHAN ber-Firman ?”kumpulkanlah tongkat, 12 suku, masing-masing satu tongkat dan berikan nama”. Tongkat dari suku Lewi diberi nama Harun, lalu tongkat itu diletakkan dihadapan tabut perjanjian selama satu malam. Sesudah itu tongkat Harun bertunas, berbunga dan berbuah-buah badam. Itulah kekuatan Roh Kudus, tongkat yang mati dapat bertunas, berbunga dan berbuah. Jika tanpa Roh Kudus, sehebat apapun manusia daging hanya seperti tongkat mati yang tidak ada artinya, lama-lama akan lapuk, rapuh, hancur dan binasa.

Itulah yang terjadi jika tanpa salib. Tanpa salib = tanpa Roh Kudus. Jika YESUS tidak disalibkan, maka tidak akan ada Roh Kudus. Jika kita menerima salib Kristus, maka kita akan menerima pencurahan Roh Kudus yang menjadi kekuatan ekstra bagi kita dan menjadi segala-galanya untuk menolong manusia daging. Semoga kita dapat mengerti.

Dalam ibadah yang lalu, kita menerima undangan harus lewat Kabar Mempelai (pengajaran), diluar pengajaran kita tidak akan bisa. Kita menerima undangan terlebih dahulu, baru setelah itu kita dapat mengundang yang lainnya. Sekarang kita menerima undangan perjamuan kawin Anak Domba, harus lewat salib. Jika tidak ada salib, kita tidak akan sampai di awan-awan. Kalau YESUS tidak disalibkan, YESUS tidak dapat sampai diawan-awan (YESUS harus disalibkan dulu sampai mati, setelah itu baru sampai di awan-awan). Banyak orang yang takut kalau dagingnya disalib! Jika dagingnya mau disalibkan, maka Roh Kudus memberikan kekuatan yang besar bagi kita. Semoga kita dapat mengerti.

Bagaimana praktek menerima salib Kristus:

  1. Keluaran 15: 23-25,
    23. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
    24. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
    25. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

    Ay 23 => mereka berjalan di padang gurun yang tidak ada airnya, setelah tiba di Mara mereka mendapatkan air, begitu diminum, airnya terasa pahit. Inilah keadaan manusia daging yang memiliki banyak kepahitan-kepahitan, sehingga memerlukan Roh Kudus (memerlukan salib). Kalau bicara tentang Roh Kudus, itu berarti bicara tentang salib juga. Sebab tidak ada Roh Kudus tanpa salib. Jika tanpa salib, itu berarti roh daging, bukanlah Roh Kudus!

    Ay 25 => “sepotong kayu” => kayu/tongkat itulah salib. TUHAN menunjukkan sepotong kayu/tongkat. Kayu yang mati dan tidak ada akarnya ini disebut juga tongkat. TUHAN menunjukkan sepotong tongkat (TUHAN menunjukkan salib) untuk dilihat. Oleh sebab itu kita harus melihat salib.

    Praktek pertama dari menerima salib adalah memandang salib.

    Buktinya memandang salib (tidak memandang daging) adalah


    • Tidak bersungut-sungut saat menghadapi kepahitan. Tadi dari tidak ada air mereka bersungut-sungut, setelah mendapatkan air tetapi rasanya pahit, mereka masih bersungut-sungut/mengomel, bahkan hendak melempari Musa dengan batu.

      Contohnya:


      1. Mungkin dulu suami mendapatkan banyak uang dan kita menjadi senang, tetapi sekarang diijinkan TUHAN di phk dan tidak dapat uang (mengalami kepahitan), dalam keadaan seperti ini kita jangan bersungut-sungut. Kalau bersungut-sungut akan terjadi pertengkaran-pertengkaran. Mari kita pandang salib TUHAN saja!


      2. Saat kita diijinkan sakit kita jangan bersungut-sungut dan jangan saling menyalahkan.


    • Tidak saling menyalahkan/tidak salib menuduh/tidak saling menghakimi saat menghadapi kepahitan hidup.
    • Tidak berdusta saat menghadapi kepahitan hidup.


    Saat memandang salib, maka kita selalu mengucap syukur kepada TUHAN. Biarpun ada kepahitan yang sedang kita hadapi, kita akan selalu mengucap syukur kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
    Saat kita menghadapi kepahitan (ditest oleh TUHAN dan dibawa ke Mara) baik dalam bidang ekonomi, rumah tangga dll, tetapi kalau kita dapat memandang salib, maka kita akan selalu mengucap syukur => terima kasih TUHAN ‘Haleluya’, saya bersyukur TUHAN, kuatkan saya TUHAN, tolong saya TUHAN. Hasilnya adalah kita akan menerima Roh Kudus (Roh Penghibur) yang mampu mengubahkan semua yang pahit menjadi manis, semuanya menjadi manis dan indah pada waktu Nya (nikah, ekonomi dan semuanya menjadi manis). Roh Kudus itu tidak terbatas oleh apapun. Semoga kita dapat mengerti.

    Saya sangat kasihan, kalau melihat remaja dan kaum muda yang sudah banyak menangis di dalam hidupnya. Mari kaum muda yang sudah pahit, getir hidupnya, pandanglah salib. Jangan bersungut-sungut, tetapi harus mengucap syukur dan menyembah TUHAN sampai Roh Kudus menjadikan manis.


  2. Keluaran 14: 16, 21
    16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    Ay 16 => “angkatlah tongkatmu” => tongkat menunjuk salib. Mengangkat tongkat = mengangkat salib.
    Ay 21 => “angin timur” => Roh Kudus. Kalau ada salib, maka ada Roh Kudus yang dapat membelah lautan.

    Dalam Keluaran 14: 16, 21, Musa menghadapi laut Kolsom didepan dan dibelakang ada firaun, ke kiri dan kanan juga tidak bisa = terjepit dan mati. Begitu Musa mengangkat tongkat, angin timur datang untuk membelah air laut.

    Praktek kedua: mengangkat salib/meninggikan salib/menghargai salib saat menghadapi jalan buntu atau kemustahilan. Posisi Israel dalam keadaan jalan buntu, ke depan ada laut, ke belakang ada firaun, kiri kanan tidak bisa, ini berarti menghadapi kemustahilan dalam hidup.

    Saat firaun datang:


    • semuanya pasti mati,
    • masuk ke laut juga mati semuanya (tidak mungkin menyeberangi lautan). Kita jangan malah membuang salib! Ini seperti saat Musa melemparkan tongkatnya dan menjadi ular. Kalau kita tidak mau salib, maka menjadi ular (menjadi setan). Semoga kita dapat mengerti.


    Bukti menghargai salib/mengangkat salib adalah mengulurkan tangan kepada TUHAN = menyerah sepenuhnya kepada TUHAN (“angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut”), tidak mengadalkan kepada yang lainnya. Musa mengangkat tangan ini sudah ada resikonya. Bangsa Israel yang berjumlah satu juta orang lebih ini berada dalam ketakutan, ke depan ada laut, sedangkan firaun dibelakang sudah bertambah dekat. Apa yang dilakukan Musa (pemimpinnya)? Kalau Musa menyuruh menebang pohon, mencari sesuatu dll => ini ada usahanya. Tahu-tahu Musa hanya mengangkat tongkat dan mengulurkan tangan, mungkin reaksi dari bangsa Israel waktu itu => hanya begitu saja. Kalau waktu itu reaksi dari bangsa Israel mengamuk dan melempari Musa dengan batu, akhirnya Musa mati, maka seluruh bangsa Israel juga akan mati semuanya. Seringkali kita meremehkan dan mau mengandalkan kekuatan sendiri. Mari kita banyak menyerah sepenuh kepada TUHAN dihari-hari ini. Apalagi sudah jelas-jelas, kita menghadapi jalan buntu, kemustahilan, kita mau bagaimana lagi? Kita harus banyak menyerah kepada TUHAN.

    Kalau kita mengulurkan tangan kepada TUHAN (menyerah sepenuhnya kepada TUHAN), hasilnya adalah angin timur berhembus membelah lautan, artinya Roh Kudus (Roh Penolong) mampu:


    • Menghapus segala kemustahilan.
    • Memberikan jalan keluar dari segala masalah = jalan ditengah lautan. Kalau Musa waktu itu mengatakan => kita buat jembatan penyeberangan, semuanya sudah mati terlebih dahulu, membangun jembatan penyeberangan di lautan bertahun-tahun tidak akan selesai-selesai. Kalau Roh Kudus bekerja, saat itu juga pasti selesai (tepat pada waktu Nya). Semoga kita dapat mengerti.


    • Kalau Israel dapat menyeberangi lautan, maka kegerakan menuju Kanaan tidak akan terhenti, ini artinya Roh Kudus mampu memakai setiap kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sesuai dengan karunia-karunia Roh Kudus. Kalau hanya manusia daging tidak akan mampu melayani kegerakan Roh Kudus hujan akhir (pembangunan tubuh Kristus) => maaf saudaraku, sekarang ini kita mengumpulkan orang sebanyak ini saja, mana bisa? Kalau hanya mengandalkan kekuatan daging saya, mana bisa? Di telepon, malah tidak datang. Yang lupa ditelepon, malah datang. Yang dipastikan supaya datang => ‘saya pasti datang oom’, ini malah tidak datang (tidak ada kepastiannya). Yang tidak dikira-kira, cuma namanya disebut-sebut saja, malah datang. Ini baru mendatangkan orang sekian. Apalagi dalam pembangunan Tubuh Kristus, bagaimana? Jadi ini semua hanya kekuatan Roh Kudus. Kita semuanya dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus. Dalam pembangunan Tubuh Kristus, posisi kita seperti anak kecil yang memiliki lima roti dan dua ikan yang menghadapi lima ribu orang. Contohnya: zangkoor tampil dimanapun juga, menghadapi banyak orang, saya berkhotbah juga menghadapi banyak orang. Roh Kuduslah yang menolong kita semuanya, sesuai dengan karunia Roh Kudus yang diberikan oleh Roh Kudus. Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Roh Kudus.


    Kita mengulurkan tangan kepada TUHAN, ini berarti kita tidak bisa apa-apa, kita tidak mampu apa-apa => ‘terserah Engkau TUHAN’ dan biarlah Roh Kudus yang membelah lautan.


  3. 1 Petrus 4: 12-14,
    12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Praktek ketiga: memikul salib artinya rela sengara daging bersama YESUS = sengsara daging tanpa dosa. Contohnya:


    • Senin sampai dengan Sabtu masuk kerja, badan capek, Minggu hari libur malah datang beribadah ke gereja. Inilah sengsara daging karena YESUS (langsung memikul salib).


    • Kita difitnah, tidak salah tetapi disalahkan. Seperti YESUS yang tidak salah, tetapi malah diludahi dll. Yang penting kita tidak berbuat dosa, kita tidak mengajarkan yang sesat. Kalau hanya dituduh, tidak apa-apa. Dulu YESUS juga dituduh sebagai penyesat.


    • Mungkin dalam bentuk berpuasa. Minggu depan kita berpuasa, hari Selasa di Malang dan hari Rabu di Surabaya. Ini maraton, minggu yang lalu, hari selasa doa semalam di Malang dan hari Rabu doa malam di Surabaya. Nasi masih enak, tetapi kita berpuasa, inilah namanya memikul salib. Saya bekerja, kuliah, tetapi harus berpuasa, kalau digerakkan TUHAN itulah memikul salib. Semoga kita dapat mengerti.


    Jika kita memikul salib, hasilnya adalah Roh Kudus (Roh Kemuliaan) dicurahkan untuk mengadakan:


    • Mujizat terbesar = mujizat secara rohani yaitu terjadi pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Mujizat terbesar ini tidak dapat ditiru oleh setan. Kalau setan dapat bertobat, sudah duluan bertobat, sebab setan tahu bagaimana neraka itu. Karena setan tidak memiliki tubuh, maka setan tidak dapat bertobat. Sedangkan kita yang memiliki tubuh, masih dapat diubahkan. Oleh sebab itu YESUS datang ke dunia dalam bentuk Daging /Tubuh untuk memberikan contoh suatu keubahan, YESUS mati, bangkit dalam Tubuh kemuliaan, setelah itu IA terangkat naik ke surga.

      Kalau bagi kita ada dua yaitu ada yang mati dan ada yang masih hidup sampai TUHAN YESUS datang ke dua kali. Mati dan hidup tidaklah penting. Yang penting adalah selama hidup kita harus selalu diubahkan. Yang sudah mati, nanti akan dibangkitkan seperti YESUS dalam tubuh kemuliaan. Kalau hidup terus sampai TUHAN YESUS datang kembali, akan diubahkan dalam sekejap mata dan menjadi seperti TUHAN. Kalau kita mau berubah, kita harus memikul salib, supaya Roh Kemuliaan dicurahkan untuk mengadakan mujizat rohani.

      Apa saja yang dibaharui?
      1 Petrus 4: 15, Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.

      Yang harus dibaharui adalah


      1. Pembunuh = kebencian, diubahkan menjadi kasih, sehingga dapat saling mengasihi.
      2. Penjahat = perbuatan jahat, diubahkan menjadi perbuatan baik, bahkan bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.
      3. Pencuri. Yudas sebagai rasul, tetapi ia menjadi pencuri. Pencuri diubahkan menjadi pemberi. Yang dulu mencuri milik TUHAN, kembalikanlah milik TUHAN. Yang mencuri milik sesama, kembalikan milik sesama. Milik sesama yang membutuhkan itu juga dituntut oleh TUHAN => “ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan, kapan TUHAN lapar? itu ada orang yang hina, tetapi kamu tidak memberinya”, itulah mencuri milik sesama yang TUHAN percayakan kepada kita. Jadi dalam berkat yang kita terima lewat apapun juga (lewat gaji, orang, perusahaan dll), disitu ada milik TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus), ada milik sesama yang membutuhkan (yang TUHAN titipkan kepada kita), baru yang lainnya untuk kebutuhan kita. Jangan lupa juga untuk kebutuhan ibadah! Mari kita jangan mencuri. Kalau kita bekerja sama dengan orang, jangan mencuri milik orang lain (ada haknya orang). Contohnya: ada saham, tahu-tahu diambil semuanya, jangan! Semoga kita dapat mengerti.


      4. Pengacau, diubahkan menjadi pendamai. Semoga kita dapat mengerti.


      Inilah manusia baru. Kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS sedikit demi sedikit. Kalau kita memikul salib, rela sengsara daging bersama YESUS, rela mengalami ujian (percikan darah), maka ada Roh Kemuliaan (Shekinah Glory) yang mengubahkan kita.


    • Selain mujizat rohani, juga terjadi mujizat jasmani.
      Jadi dimana ada Roh Kemuliaan, maka mujizat secara jasmani juga terjadi:


      1. Keluaran 16: 3, 7, 8,
        3. dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
        7. Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"
        8. Lagi kata Musa: "Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya--apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN."

        Ay 3 => “ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging” => senang makan daging dll di Mesir.
        dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." => Inilah pandangan daging/pikiran daging => sekalipun di Mesir dicambuk, tetapi dapat makan dan enak. Sekarang di padang gurun sudah bebas, tetapi tidak makan (kelaparan).

        Ay 7 => “Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN” => Inilah Roh Kemuliaan (awan kemuliaan).
        Ay 8 => Akhirnya kemuliaan TUHAN bisa menurunkan Manna (roti) dari surga dan tiba-tiba burung puyuh datang, sehingga bangsa Israel dapat makan. Inilah mujizat jasmani.

        Roh Kemuliaan dapat menjadikan yang tidak ada menjadi ada untuk memelihara kehidupan kita secara ajaib = tidak ada roti menjadi ada roti, tidak ada daging menjadi ada daging. Kita jangan ragu-ragu untuk memikul salib, sebab ada Roh Kemuliaan.


      2. Yohanes 11: 39, 40,
        39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "TUHAN, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
        40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

        Ay 39 => "TUHAN, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." => inilah pikiran daging. Jadi musuhnya salib (musuhnya Roh Kudus) yaitu pikiran daging. Kalau memakai logika memang betul => ‘jangan diangkat batunya (jangan dibuka kuburannya) TUHAN’, dia sudah mati empat hari dan menjadi bau semuanya. Kita harus memikul salib dan mengalami pembaharuan sehingga bukan lagi pikiran daging, melainka pikiran kita menjadi sama dengan Pikiran TUHAN (Roh Kudus).

        Ay 40 => “Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" => Roh Kemuliaan (Shekinah Glory).

        Roh Kemuliaan mampu membangkitkan Lazarus yang sudah mati selama empat hari:


        • Yang mustahil menjadi tidak mustahil. Kalau 4 hari sudah mati, mau diapakan lagi?
        • Yang busuk/hancur, semuanya menjadi baik dan indah pada waktu Nya = masa depan menjadi baik dan indah. Sebab orang yang sudah mati empat hari seperti Lazarus ini = tidak ada masa depan lagi.


        Mungkin ada kaum muda yang masa depannya sudah hancur, seperti orang yang mati selama empat hari. Kalau Lazarus yang sudah mati empat hari (hancur), TUHAN dapat menjadi baik, terlebih lagi bagi kita yang masih hidup?
        Kita juga dapat dijadikan baik oleh TUHAN, asalkan kita sekarang ini menerima undangan dari TUHAN (menerima salib) =


        • pandanglah salib, ada Roh Penghibur menjadikan yang pahit menjadi manis,
        • mengangkat salib/meninggikan salib (berserah kepada TUHAN), maka Laut Kolsom akan terbelah (ada jalan keluar dari masalah-masalah) dan ada pemakaian dari TUHAN,
        • pikullah salib, ada Roh Kemuliaan yang mengadakan pembaharuan/ keubahan hidup (mujizat rohani) dan juga terjadi mujizat jasmani.


    • Jika YESUS datang kembali ke dua kali terjadi mujizat yang terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sama mulia, sempurna seperti YESUS, kita terangkat di awan-awan kemuliaan dan kita bersama dengan Dia untuk selamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Pelajaran kita sekarang ini adalah pelajaran tetang salib, memang tidak enak bagi daging, tetapi di dalamnya ada Roh Kudus yang mengadakan:

  • yang pahit menjadi manis,
  • yang buntu menjadi terbuka,
  • yang tidak ada menjadi ada,
  • yang busuk/hancur menjadi baik sehingga semuanya indah pada waktu Nya, bahkan
  • sampai kita menjadi sempurna sama mulia dengan YESUS.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top