English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 18 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 11 Mei 2014)
Tayang: 08 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Februari 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Maret 2007)
Tayang: 11 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 April 2014)
Tayang: 13 Agustuas 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 24 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 13 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Maret 2007)
Tayang: 02 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 13 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 30 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 13 April 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 30 Agustus 2015

Kita berada dalam Kitab Wahyu 1: 16. Rangkaiannya dari Wahyu 1: 13-16, ini tentang empat macam penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan:

  1. Ay 13, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar,
  2. Ay 14, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala raja,
  3. Ay 15, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Hakim Yang Adil,
  4. Ay 16, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga (ini yang sedang kita pelajari) = suami = kepala. Sedangkan kita sebagai Mempelai Wanita = tubuhnya = isteri.

Wahyu 1: 16, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Inilah penampilan pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, yang ditandai dengan:

  1. di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang’ Dia sebagai Mempelai Pria Surga, Tangan Kanan-Nya memegang tujuh bintang. Ini sudah dipelajari.
  2. dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua’ Ini sudah beberapa kali dibahas dan sekarang ini masih dibahas lagi.
  3. wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik

Kita masih mempelajari tanda ke dua yaitu ‘dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua’ Ini mengingatkan kita dengan apa yang keluar dari mulut Allah? Itulah Firman. Dalam Matius 4: 4, TUHAN bicara soal makanan. Waktu YESUS berpuasa 40 hari 40 malam, Ia dicobai oleh setan, salah satu pencobaannya adalah soal makanan ‘jadikanlah batu menjadi roti’. Tetapi TUHAN juga menjawab soal makanan. Jadi Matius 4: 4, ada kaitannya dengan ‘dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua

Matius 4: 4, Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Ay 4 => ‘Manusia hidup bukan dari roti saja’ => roti ini merupakan makanan jasmani (dari rumput-rumputan). Kalau kita makan padi (beras), tetapi mereka makan gandum. Ini juga sejenis rumput-rumputan. Jika manusia hanya makan rumput-rumputan, nanti hidupnya akan seperti rumput yang kering dan binasa.

Tetapi TUHAN juga menunjukkan makanan yang lainnya.
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah’ => tadi tanda ke dua ‘dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua’ Jadi dari mulut TUHAN keluar Firman. Inilah makanan rohani!
Jadi setan hanya menunjukkan manusia tentang makanan jasmani, itulah roti dari rumput-rumputan (padi, gandum), sehingga nasib manusia hanyalah seperti rumput yaitu kering dan dibakar (binasa). Tetapi TUHAN menunjukkan makanan rohani itulah Firman ALLAH yang keluar dari Mulut ALLAH. Jadi makanan rohani adalah Firman ALLAH.

Ada dua macam makanan rohani yaitu:

  1. Susu = Firman penginjilan (Firman ALLAH dalam bentuk penginjilan) = injil keselamatan (Efesus 1: 13) = Kabar Baik. Susu = Firman penginjilan = injil keselamatan = Kabar Baik, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS pertama kali ke dunia, untuk menyelamatkan manusia berdosa.


  2. Makanan keras = cahaya injil kemuliaan Kristus (2 Korintus 4: 3, 4) = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Ibrani 4: 12) = Kabar Mempelai. Inilah ‘sebilah pedang tajam yang keluar dari mulut YESUS’

    Tetapi masih ada makanan keras = cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (bukan lagi YESUS yang lahir menjadi bayi) = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua = Kabar Mempelai, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS ke dua kali dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, Raja, untuk menyucikan dan menyempurnakan kehidupan kita semuanya.

Jadi ada Kabar Baik, tetapi ada juga Kabar Mempelai. Ada susu untuk bayi-bayi, anak kecil, tetapi ada juga makanan keras untuk kehidupan yang kerohaniannya dewasa di dalam TUHAN. Inilah dua macam makanan rohani. Semoga kita dapat mengerti.

Karena ada dua macam makanan rohani, maka pertumbuhan rohani juga ada dua macam:

  1. Pertumbuhan secara kuantitas (jumlah). Contohnya: dari 1 menjadi 2, dari 2 menjadi 3, dari 3 menjadi 4 dan seterusnya. Tubuh Kristus ini ada jumlahnya. Contohnya:


    • seperti jari ini jumlahnya lima. Kalau jari kita jumlahnya hanya tiga (maaf), berarti tidak sempurna. Jadi jumlahnya harus memenuhi juga.
    • telinga jumlahnya ada dua. Kalau hanya satu, berarti tidak sempurna. Jadi jumlah ini penting dan menentukan juga.


    Pertumbuhan secara kuantitas (jumlah) merupakan hasil dari pekerjaan injil keselamatan/susu/Kabar Baik, yaitu memanggil orang-orang berdosa (diluar YESUS) untuk percaya YESUS dan diselamatkan. Misalnya: dipanggil satu orang, dipanggil lagi, tambah dua orang. Dipanggil lagi, tambah tiga orang. Jadi jumlah anggota Tubuh Kristus bertambah sampai genap jumlahnya. Seperti jari tangan jumlahnya lima, harus genap lima. Telinga jumlahnya dua, harus genap dua. Tangan jumlahnya dua, harus genap dua.

    Inilah tugas kita. Sekarang ini kita diingatkan, di dalam rumah tangga kita, kalau ada orang siapapun dia; mungkin keluarga kita, ada yang kos di rumah kita dan dia belum percaya YESUS. Ini bukan suatu kebetulan, TUHAN mau memakai kita untuk menambah jumlah. Mari kita bersaksi tentang injil supaya dia percaya, diselamatkan, sampai jumlah anggota Tubuh Kristus bertambah-tambah sampai genap. Semoga kita dapat mengerti.

    Dalam perjanjian lama, mari kita lihat pertumbuhan gereja/anak-anak TUHAN. Kita belajar pertumbuhan dari bangsa Israel. Inilah pertumbuhan secara kuantitas (jumlah) dalam perjanjian lama.

    Keluaran 1: 1, 2, 5, 7,
    1. Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:
    2. Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda;
    5. Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir.
    7. Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.

    Ay 2 => semua disebutkan sampai dua belas.
    Ay 5 => ‘Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa’ => dari dua belas menjadi tujuh puluh jiwa.

    Pertumbuhan bangsa Israel, dimulai dari Yakub => dua belas anak menjadi tujuh puluh jiwa sampai tak terbilang jumlahnya (tak terhingga). Dalam perjanjian baru, pertumbuhan gereja dimulai dari YESUS => dua belas murid (memanggil dan memilih dua belas murid-murid), kemudian menjadi tujuh puluh murid (mengutus tujuh puluh murid) sampai jumlahnya menjadi tak terhingga sampai dengan sekarang.

    Mulai dari seratus dua puluh orang di loteng Yerusalem. Petrus berkhotbah, lalu bertambah menjadi tiga ribu orang. Kemudian Petrus berkhotbah lagi, bertambah menjadi lima ribu orang, bertambah sampai sekarang sudah tidak terhingga lagi jumlahnya. Jadi pertumbuhan dari bangsa Israel dan pertumbuhan gereja itu sama.

    Tanda orang yang dipanggil (tanda keselamatan) adalah


    • percaya atau iman kepada YESUS sebagai satu-satunya Juruselamat. Seperti gereja ini juga ada pintu gerbangnya. Dalam tabernakel ini menunjuk masuk pintu gerbang. Dulu Musa naik ke gunung Sinai, dia melihat surga. Lalu TUHAN perintahkan Musa untuk membuat surga di bumi, itulah tabernakel = kemah suci (mulai Keluaran 25). Ini merupakan gambaran pengikutan kita kepada TUHAN sekarang ini, di manakah kita sekarang ini? Surga sudah dibuat oleh Musa di dunia ini, itulah tabernakel (kemah suci). Dulu memang dibuat secara jasmani, tetapi sekarang sudah hancur, tetapi sekarang dalam arti rohani; bagaimana posisi kita di surga? Itu sebabnya kita jangan bimbang lagi, sebab hanya satu itulah YESUS. Saya sudah mengatakan => ‘pintu gerbang kalau catnya berbeda, sudah beda masuknya’ Jadi jangan bilang => ‘sama saja, cuma beda sedikit, gemboknya saja yang beda’ Kalau gemboknya beda, maka pintunya sudah berbeda. Iman itu betul-betul hanya satu, jadi jangan main-main, nanti akan salah masuk dan tidak pernah bertemu lagi. Contohnya: tadi kamu masuk pintu yang mana? ‘Gemboknya yang panjang’ Bukan, gembok yang pendek ini. Cuma selisih panjang pendek saja itu sudah berbeda. Soal rohani itu seperti ilmu pasti. Berbeda rumus sedikit saja; C kuadrat, tetapi lupa kuadratnya itu hasilnya sudah jauh. Kalau ilmu pasti, kita percaya, tetapi kalau iman seringkali => ‘tidak apa-apa, sama saja’ Seharusnya kita lebih percaya, sebab ini lebih pasti daripada ilmu pasti.


    • bertobat, dalam tabernakel menunjuk mezbah korban bakaran. Bertobat adalah berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN (mati terhadap dosa).


    • baptisan air, dalam tabernakel menunjuk kolam pembasuhan.
    • baptisan Roh Kudus, dalam tabernakel menunjuk pintu kemah (pintu kedua).


    Inilah tanda keselamatan! Orang yang tadinya berdosa (diluar surga), dipanggil untuk masuk surga. Baptisan air dan baptisan Roh Kudus = lahir baru dari air dan Roh, supaya kita mendapatkan hidup baru (hidup surgawi) yaitu hidup dalam kebenaran. Itulah kita sudah berpindah, tadinya kita manusia berdosa (berbuat dosa, pikiran dosa), sekarang dipanggil oleh Firman penginjilan untuk percaya YESUS, bertobat, baptis air dan baptis Roh Kudus = lahir baru, sehingga menghasilkan hidup baru itulah hidup dalam kebenaran. Itu berarti sudah selamat = sudah masuk halaman kerajaan surga (masuk dalam halaman tabernakel). Hidup benar itu selamat dan diberkati oleh TUHAN. Kalau tidak benar berarti tidak selamat. Orang yang diluar surga, itu tidak benar semuanya. Contohnya: ktp nya saja tidak benar, semuanya tidak benar. Mari, kita sekarang dipanggil, sehingga dapat hidup benar, selamat dan diberkati sampai ke anak cucu.

    Mazmur 37: 25, 26,
    25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
    26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

    Ay 25 => ‘Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua’ => inilah pengalaman raja Daud yang tetap.
    tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan’ => bukan orang yang kaya atau miskin, tetapi orang yang benar tidak pernah ditinggalkan.

    Jadi orang benar, diberkati sampai ke anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain. Inilah kehidupan yang selamat; dari gelap dipanggil oleh TUHAN masuk dalam kerajaan surga yang terang. Tetapi kita harus hati-hati sebab ada ayat mengatakan => ‘banyak dipanggil, sedikit yang dipilih’ Oleh sebab itu masih ada pertumbuhan yang kedua. Karena makanannya dua macam; susu dan makanan keras, maka pertumbuhannya harus dua.


  2. Pertumbuhan secara kualitas. Mohon maaf, saya selalu memberikan contoh yang mudah-mudah: jumlahnya sudah genap ada lima jari, tetapi kualitas dari jari itu hanya setengah, ini tidak sempurna juga! Jumlahnya sudah banyak, dahsyat, luar biasa, tetapi kualitasnya hanya setengah, ini juga tidak sempurna (tidak memenuhi syarat). Jumlahnya harus memenuhi syarat, tetapi kualitasnya juga harus memenuhi syarat.

    Pertumbuhan secara kualitas, ini yang seringkali tidak diajarkan. Yang sering diajarkan di gereja hanya sampai pertumbuhan kuantitas; percaya, bertobat, baptisan, diberkati, itu luar biasa. Sudah sampai disitu saja, padahal ada ayat mengatakan => ‘banyak dipanggil, sedikit dipilih’ Jadi harus masuk pertumbuhan yang ke dua.

    Pertumbuhan secara kualitas merupakan hasil dari pekerjaan Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/sebilah pedang tajam yang keluar dari mulut YESUS sebagai Mempelai Pria Surga/Kabar Mempelai, yaitu memilih orang-orang yang sudah selamat untuk disucikan sampai dengan sempurna, tidak bercacat cela (kualitasnya sama dengan YESUS) dan kita menjadi Mempelai Wanita surga. Kalau dipilih, berarti tidak semua menerimanya. Mungkin karena tidak mau => ‘ini terlalu tajam, terlalu lama’

    YESUS sebagai Mempelai Pria Surga dan kita sebagai Mempelai Wanita Surga. Oleh sebab itu disebut Kabar Mempelai. Tadi disebut Kabar Baik; orang berdosa yang semestinya dihukum dan binasa, tetapi dipanggil oleh TUHAN, diselamatkan dan diberkati. Ini baik sekali! Tetapi belum cukup sebab ‘banyak dipanggil, sedikit dipilih’ Jadi harus ada Kabar Mempelai, supaya kualitas kita menjadi sama dengan YESUS. YESUS sebagai Mempelai Pria Surga, berarti kita sebagai Mempelai Wanita Surga. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi ada panggilan, ada juga pilihan. Ada pertumbuhan kuantitas (jumlah) itulah panggilan dan ada pertumbuhan kualitas (kesempurnaan) itulah pilihan. Jadi hanya orang yang dipilih, sebab ada banyak orang mendengarkan Firman malah mengamuk => ‘baca ayat satu kali, dua kali, tiga kali masih senang. Empat kali, lima kali, alkitabnya ditutup’ Banyak yang seperti ini, tidak mau! Apalagi kalau Firmannya menunjuk dosa-dosanya, akan langsung marah, malah tidak jarang yang langsung keluar. Biarlah sekarang ini, kita memenuhi dua kriteria ini yaitu dipanggil dan dipilih.

Lukas 6: 13, Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

Ay 13 => ‘Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang’ => banyak yang datang karena dipanggil, tetapi yang dipilih hanya dua belas orang saja. Inilah pertumbuhan kuantitas dan kualitas.
yang disebut-Nya rasul’ => diberikan jabatan rasul. Dari murid-murid (setelah dipilih 12 orang), maka mereka menjadi rasul.

Biarlah sekarang ini, kita menerima panggilan (Firman penginjilan), sampai selamat dan diberkati. Tetapi jangan puas dulu sebab masih harus menerima Firman pengajaran untuk dipilih oleh TUHAN. Gereja yang bertumbuh (secara kuantitas dan kualitas) ditandai dengan angka dua belas dan tujuh puluh = gereja yang dipanggil, dipilih dan diberikan jabatan pelayanan = diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja = diutus atau dipakai oleh TUHAN terutama dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Inilah gereja yang bertumbuh baik secara kuantitas dan kualitas. Angka dua belas dan tujuh puluh itu menunjuk angka pengutusan. YESUS mengutus dua belas murid dan tujuh puluh murid.

Gereja yang bertumbuh, dilihat berapa yang menjadi imam dan raja. Itulah ukurannya! Oleh sebab itu jangan menganggur, kalau tidak dipakai oleh TUHAN dalam pembangunan Tubuh Kristus, maka dipakai oleh setan dalam pembangunan Babel. Ini tidak ada pilihan lain! Biarlah kita menerima panggilan TUHAN (hidup benar, selamat, diberkati), tetapi kita juga menerima pilihan dari TUHAN (pedang Firman yang menyucikan), sampai kita diangkat menjadi imam dan raja (mempunyai jabatan pelayanan). Semoga kita dapat mengerti.

Gereja (kehidupan Kristen) yang bertumbuh itu sampai menjadi imam dan raja. Saudara yang belum melayani dengarkanlah Firman TUHAN. Mulai dari dengarkan panggilan TUHAN; kalau belum percaya YESUS dengan sungguh-sungguh => ‘masih ada jalan lain’ Mari percaya Satu Pribadi saja (satu pintu gerbang) itulah YESUS Satu-satunya Juruselamat, tidak ada yang lain. Setelah itu bertobat, membuang dosa. Setelah itu jangan ragu-ragu untuk masuk baptisan air dan baptisan Roh Kudus, sehingga mengalami hidup baru (hidup benar). Inilah mulai menerima panggilan!

Sesudah itu hidup suci, kita menerima pedang Firman, sedikit demi sedikit kita disucikan, satu waktu pasti diberikan jabatan pelayanan. Saya tidak pernah menyuruh untuk melayani, biarkan Firman yang bekerja, sampai benar-benar TUHAN yang memberikan jubah (jabatan pelayanan) kepada kita, sehingga pertumbuhan kita sungguh-sungguh memadai.

Jabatan pelayanan itu bermacam-macam, ada yang tidak kelihatan seperti tim doa, tetapi bersungguh-sungguh. Saya seringkali mengibaratkan, misalnya: kalau ibadahnya mulai jam enam kurang seperempat, zangkoor menyanyinya kira-kira jam setengah tujuh. Tidak mungkin zangkoor menyanyinya jam sembilan, nanti bisa menyanyi sendiri. Demikian juga dengan tim doa, tidak sembarangan dan ada waktunya untuk berdoa kepada TUHAN. Harus disiplin juga sekalipun tidak kelihatan. Mari semuanya tertib dan teratur dalam melayani TUHAN. Kita sungguh-sungguh bertanggung jawab dihadapan TUHAN.

Banyak yang menjadi imam dan raja, itulah gereja yang bertumbuh baik secara kuantitas dan kualitas = diutus atau dipakai oleh TUHAN dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus apapun jabatannya; ada yang mengepel gereja (tidak kelihatan juga), kolekte, dan sebagainya. Semuanya dipakai dan semuanya bertumbuh. Semoga kita dapat mengerti.

Dimana tempat dari imam? Gereja yang bertumbuh itu tempatnya dimana? Kalau bertumbuh, gembala dan jemaat ada dimana? Imamat 21: 12, judulnya adalah ‘kudusnya para imam-imam’

Imamat 21: 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan Dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Ay 12 => ‘ia’ = imam.
tempat kudus’ = menunjuk ruangan suci dari tabernakel. Setelah dari halaman, berpindah untuk masuk ke ruangan suci.

Tempatnya para imam dan raja = tempatnya gereja yang bertumbuh (kehidupan yang bertumbuh rohaninya) yaitu di ruangan suci. Tadi dari halaman, lalu masuk pintu kemah (pintu ke dua) dan berada didalam ruangan suci. Nanti ada juga ruangan maha suci (kesempurnaan). Itulah kerajaan surga, tidak sulit dan praktis (langsung bisa dipraktikkan) => ‘saya masih dimana?’ Kalau hidupnya belum benar, berarti belum di halaman. Biarpun sudah bertahun-tahun menjadi orang Kristen, gembala, kalau tidak benar, berarti berada di luar halaman. Harus benar, itulah masuk ke halaman. Sesudah itu menjadi imam dan raja (punya jabatan pelayanan), tempatnya sudah berpindah naik satu tingkat = berada di ruangan suci.

Ruangan suci = tempat kudus = kandang penggembalaan. Dulu di dalam ruangan suci terdapat tiga macam alat, sekarang alat-alat itu sudah hancur semuanya. Kalau mau membuatnya, mahal sekali. Pelita emas terbuat dari 34 kg emas, ini berapa harganya? Tiga macam alat dalam ruangan suci, sekarang dalam arti rohani menunjuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

  • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (biasanya hari Minggu). Ini persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
  • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ini persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan Kurban Kristus. Ini diulang-ulang, supaya mantap dan tahu dimana posisi kita sekarang. Sebagai pengikut TUHAN, pelayan TUHAN, hamba TUHAN, posisi kita di surga itu dimana? Lewat tabernakel ini sangat jelas.


  • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan dengan ALLAH Bapa didalam kasih-Nya.

Mengapa kita harus bertekun dalam tiga macam ibadah? Karena kita terdiri dari tubuh, jiwa, roh. Jika kita bertekun dalam tiga macam ibadah (kandang penggembalaan), maka tubuh, jiwa, roh kita melekat kepada ALLAH Tritunggal, sehingga setan tidak dapat menjamah atau menjatuhkan. Tetapi kita selalu merasakan jamahan Tangan TUHAN. Dalam kesaksian tadi sangat jelas. Dulu, dijamah setan => ‘ingin ini, ingin ini’ Tetapi setelah tekun dalam tiga macam ibadah dan dijamah TUHAN, keinginannya/kerinduannya hanya satu yaitu untuk beribadah saja dan jangan terhalang. Jabatan lebih tinggi, otomatis gaji juga lebih besar, tetapi masih mendahulukan TUHAN. Itulah bukti bahwa setan tidak dapat menjamah. Seringkali kita ini merasa bahwa semuanya adalah berkat, tidak demikian! Kalau yang kita terima berkat, maka itu akan mendekatkan kita kepada TUHAN. Kalau kita menerima sesuatu (pekerjaan dsb), tetapi nanti malah jauh dari TUHAN, itu bukan berkat melainkan godaan. Oleh sebab itu mari kita masuk dalam kandang penggembalaan.

Jadi setiap imam dan raja (hamba TUHAN, pelayan TUHAN), mulai dari gembala, penyanyi dsb, harus tergembala. Mengapa harus tergembala (tekun dalam tiga macam ibadah pokok)? Ini berkaitan dengan gereja yang bertumbuh. Banyak kali kita bangga-bangga dengan jumlah, kalau ibadah hari Minggu sekian ribu yang datang. Nanti saat pendalaman alkitab tinggal berapa? Ibadah doa penyembahan tinggal berapa? Pertumbuhan gereja bukan hanya dilihat dari berapa ribu yang datang saat ibadah hari Minggu. Jadi ukuran pertumbuhan gereja adalah kuantitas dan kualitas. Kalau dilihat dari berapa ribu yang datang ibadah hari Minggu, itu ukuran kuantitas saja, belum ada kualitas. Tetapi kalau sudah berada didalam kandang penggembalaan, kita bisa ukur pertumbuhan kuantitas dan kualitas. Apakah gereja itu bertumbuh atau tidak? Apakah kehidupan kita bertumbuh atau tidak? Semoga kita dapat mengerti.

Mengapa harus tergembala (tekun dalam tiga macam ibadah pokok)?

  1. Imamat 21: 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Hamba TUHAN (imam-imam) yang berada di ruangan suci yang memang sakit bagi daging, tetapi kita sedang dikhususkan.

    Yang pertama: kita dikhususkan, artinya kita disucikan dan diurapi Roh Kudus (tidak melanggar kesucian dan selalu ada minyak urapan), sehingga:


    • kita menjadi Biji Mata TUHAN sendiri. Bagian tubuh kita dari luar, yang paling khusus adalah mata. Semua organ-organ yang lemah (jantung dsb), ada tulangnya atau pelindungnya, sedangkan biji mata tidak ada tulang yang melindunginya. Inilah kita menjadi Biji Mata TUHAN yang dipelihara dan dilindungi secara khusus oleh TUHAN, sampai sebutir pasirpun tidak boleh masuk. Jika kita masuk dalam ruangan suci (tergembala dengan sungguh-sungguh), maka kehidupan kita menjadi begitu khusus kehidupan.


    • kita diberikan karunia-karunia khusus (kemampuan ajaib dari Roh Kudus), sehingga kita mendapatkan tugas khusus dari TUHAN, terutama untuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Ini luar biasa! Di sekolah, seringkali ada kelas khusus (kelas yang pandai atau yang paling bawah). Mari kita akan dikhususkan untuk menjadi Biji Mata TUHAN. Didalam Kisah rasul 13: 2, rasul Paulus juga pernah dikhususkan. Inilah karunia khusus, pelayanan (tugas) khusus.

      Kisah Para Rasul 13: 2, 5
      2. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada TUHAN dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
      5. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

      Tugasnya adalah memberitakan Firman di rumah ibadah. Ini berarti memberitakan Firman kepada orang Kristen (memberitakan Kabar Mempelai). Yang mendengar Firman ini adalah orang yang sudah selamat, untuk ditingkatkan lagi (membawa orang yang selamat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna).

      Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka’ = ada juga tugas khusus membantu. Yohanes yang dimaksudkan dalam ayat ini, bukan rasul Yohanes yang pernah berada di pulau Patmos, tetapi Yohanes Markus. Markus (injil Markus) namanya adalah Yohanes Markus.

      Yohanes ini menjadi pembantu (hamba), mungkin yang membawa kopernya, mempersiapkan sesuatu. Nanti persekutuan di Surabaya, ada yang mempersiapkan akomodasi, hamba-hamba TUHAN yang datang ditampung, lalu ditempatkan dimana. Ada yang menyetir (mengangkut hamba-hamba TUHAN). Ada juga membantu dibidang konsumsi, bendahara dan sebagainya. Inilah sebagai pembantu atau hamba semuanya.

      Sekalipun Yohanes Markus hanya sebagai pembantu (disebutkan membantu saja), tetapi karena dia tekun (sungguh-sungguh dikhususkan oleh TUHAN), akhirnya ia dipercayakan untuk menuliskan Injil Markus yang menampilkan YESUS sebagai Hamba (sebagai pelayanan). Ini tidak rendah! Mari, ada tempat-tempat khusus yang TUHAN berikan kepada kita. Semuanya sama saja dan akan dipakai oleh TUHAN dalam pembangunan Tubuh Kristus. Kita juga menjadi Biji Mata TUHAN. Semoga dapat mengerti.


  2. Lukas 10: 1, 3
    Kemudian dari pada itu TUHAN menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
    3. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

    Yang kedua: sebab suasana pengutusan seperti anak domba ditengah-tengah serigala. Kalau ada anak domba ditengah serigala, siapa yang dapat menolong? Hanya gembala yang bisa menolong, bukan rumput atau lainnya. Jadi kebutuhan domba itu bukanlah rumput, tetapi gembala. Kalau kebutuhan domba rumput, air, maka dia akan mencari-cari sendiri, tetapi saat musim kemarau akan mati. Apalagi kalau menghadapi serigala, bukan hanya mati, tetapi sampai habis tulang dan bulunya. Tetapi jika sudah mempunyai gembala, mau kemarau atau tidak kemarau, rumput dan air akan tetap ada. Kalau ada serigala, akan diusir oleh gembala.

    Kebutuhan mutlak seekor domba adalah gembala. Suasana pengutusan = suasana penggembalaan. Jika kita sudah mantap dalam penggembalaan, pasti diutus oleh TUHAN. Dari dulu saya tidak berani mau mengadakan kebaktian di Surabaya, tetapi kalau domba-domba sudah mantap dalam penggembalaan, bukan saya yang menentukan, tetapi TUHAN yang menentukan. Mantap dulu dalam penggembalan, jika ada kelimpahan, maka akan dibawa keluar, sehingga menjadi kebaktian antar penggembalaan (kebaktian persekutuan). Semoga kita dapat mengerti.

Jika imam-imam dan raja-raja tidak tergembala, akbatnya adalah

  1. Wahyu 12: 4, Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

    Akibat pertama: sepertiga diseret ekor naga.

    Ekor naga menunjuk:


    • ajaran palsu atau ajaran sesat.
    • dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Maaf, diekor ular terdapat alat reproduksi (kemaluan). Penginjil-penginjil yang dipakai oleh TUHAN, tetapi tidak tergembala, tahu-tahu sudah hilang (jatuhnya pada dosa seks, uang). Dosa makan minum dan kawin mengawinkan ini menjadi satu dengan kikir dan serakah (dosa ikatan akan uang). Dosa makan minum dan kawin mengawinkan (dosa kenajisan) = dosa kejahatan (ikatan akan uang). Banyak yang jatuh disini! Demikian juga kalau gembala-gembala tidak tergembala, akan jatuh juga. Pemain musik, penyanyi yang tidak tergembala akan jatuh juga disini. Siapapun kalau tidak ada gembala, tidak akan bisa bertahan.


  2. 1 Petrus 5: 8
    8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

    Akibat kedua: ditelan oleh mulut singa (setan). Kalau tidak tergembala (beredar-edar), akan ditelan oleh mulut singa. Semoga kita dapat mengerti.

Ada sebilah pedang tajam yang keluar dari mulut YESUS, maksudnya supaya ada makanan rohani yang benar (double) bagi kita; ada penginjilan (susu) supaya kuantitas bertambah dan ada juga pedang tajam (makanan keras) supaya kualitas bertambah (kesucian), sampai kita menjadi imam dan raja. Inilah gereja yang bertumbuh! Tempat bertumbuh di ruangan suci (kandang penggembalaan), disitulah kita dikhususkan menjadi biji mata TUHAN dan diberikan tugas khusus (karunia khusus). Tidak boleh iri hati! Seperti Yusuf setia dalam penggembalaan. Yang lain dicari, tetapi tidak ada; katanya pergi ke Dotan tetapi tidak ada. Pergi ke Sikhem tetapi tidak ada juga. Akhirnya yang mendapatkan jubah hanya Yusuf. Yusuf ini hanya memperhatikan satu pokok saja, tidak kesana kemari.

Ini pelajaran dari dua gembala saya yang terakhir (bpk pdt In Juwono dan bpk pdt Pong) => ‘hanya Satu Pokok saja’, akhirnya diberi pakaian khusus. Memang banyak hamba TUHAN, tetapi yang diberikan pakaian khusus adalah beliau berdua. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita kesana kemari, itu berarti tidak khusus, bahkan bisa hilang (diseret oleh ekor naga atau ditelan mulut singa). Mari, kita mencari yang khusus dan semuanya akan dipakai oleh TUHAN. Ada yang memberitakan Firman, bersaksi, membantu dalam bidang apa saja. Pesan dan doa dari beliau adalah supaya ‘kepercayaan TUHAN jangan sampai dialihkan kepada orang lain’ Kita juga mulai dipercaya oleh TUHAN, mari sungguh-sungguh dan tekuni. Kita semuanya dikhususkan oleh TUHAN (menjadi Biji Mata TUHAN), jangankan ekor naga, mulut singa, satu butir pasirpun tidak boleh mengganggu kita. Ini luar biasa! Semoga kita dapat mengerti.

Jika kita sudah dikhususkan (diangkat menjadi imam dan raja, diutus oleh TUHAN), asalkan kita tergembala sungguh-sungguh, jangan takut menghadapi singa, ekor naga, sebab TUHAN memberikan bekal pengutusan. Setiap kita diutus oleh TUHAN, maka TUHAN memberikan bekal pengutusan. Contohnya: orang di dunia ini saja mengerti, jika kita diutus, maka sudah disediakan ongkosnya.

Demikian juga TUHAN, Dia akan sediakan bekal pengutusan.

Markus 6: 6b-8,
6b. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
7. Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
8. dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,

Ay 8 => ‘jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka’ => ini sudah dijamin oleh TUHAN.

Bekal pengutusan yang diberikan TUHAN adalah tongkat = salib. Tongkat ini sebagai tempat bersandar (sandaran). Jadi bekalnya bukanlah uang, dsb, tetapi tongkat. Semoga kita dapat mengerti.

Mengapa TUHAN memberikan bekal salib? Sebab salib merupakan senjata TUHAN untuk menghentikan dosa. Jangan melayani TUHAN dan melayani dosa, sebab itu harus membawa salib.

Praktik salib adalah:

  1. 1 Petrus 4: 1, 2,
    1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Praktik pertama: sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup menurut kehendak ALLAH (hidup dalam kebenaran). Jadi salib adalah senjata untuk mematikan dosa (menghentikan dosa). Bagaimana kita dapat melayani TUHAN dan melayani dosa? Kalau melayani dua tuan tidak akan bisa. Oleh sebab itu harus membawa tongkat. Kalau dosa anjing mau masuk, tinggal pukul dengan tongkat (tidak mau dengan dosa anjing). Jadi supaya kita fokus untuk melayani TUHAN dan tidak lagi melayani dosa.

    Saya beri perumpamaan, dosa itu beban (seperti menggendong gula). Kalau khotbah, menyanyi sambil menggendong gula satu kwintal, akhirnya tidak bisa. Inilah ibaratnya kalau kita melayani TUHAN dan melayani dosa, sebab itu bawa tongkat, supaya kita berhenti berbuat dosa.


  2. 1 Petrus 4: 12-14,
    12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Praktik kedua: sengsara daging tanpa dosa = sengsara daging karena Firman pengajaran yang benar = sengsara daging karena YESUS = sengsara daging karena pelayanan. Sudah berhenti berbuat dosa, sekarang ditingkatkan lagi. Ini sengsara daging, bukan karena berbuat dosa. Contohnya:


    • semuanya menyontek, tetapi kita tidak menyontek, itulah sengsara daging karena YESUS (pengajaran yang benar).
    • semuanya korupsi, tetapi kita tidak korupsi, itulah sengsara daging karena YESUS (pengajaran yang benar).
    • hari Minggu besok ada Ujian Nasional, yang lain belajar di rumah, tetapi kita masih beribadah di gereja => ‘lama lagi ibadahnya dan belum pulang-pulang’ Inilah sengsara daging karena pelayanan (karena YESUS).


    Jangan ragu-ragu, sebab dibalik salib ada Roh Kemuliaan atau Shekinah Glory (1 Petrus 4: 14). Mungkin kita difitnah, tidak salah tetapi disalahkan, digosipkan yang tidak baik (padahal kita tidak berbuat seperti itu), dsb. Mungkin saudara juga menderita => ‘ini masih pulang lagi, jauh rumahnya, nanti malam masih belajar lagi’ Semakin besar penderitaan yang kita alami, semakin besar Roh Kemuliaan yang kita terima, semakin besar pemakaian TUHAN dan semakin besar berkat TUHAN yang kita terima. Jangan takut, sebab TUHAN tidak pernah menipu kita.

Dulu ada anak SMA yang sekolahnya di depan gereja. Dia nakal sekali, menyontek, melawan orang tua. Kalau orang tuanya datang (dari luar pulau), dia dan orang tuanya bertengkar terus (tidak pernah senang). Tetapi setelah mendengarkan Firman, dia mengamuk, tetapi masuk ibadah lagi, akhirnya setelah lulus dia menulis surat => ‘Betul kata bapak gembala, TUHAN tidak menipu saya’ Dia dapat ranking pararel. Mungkin saat ini, dia juga mendengarkan siaran langsung. Saya mau berangkat ke Surabaya, saya membuka suratnya, saya meneteskan air mata. Dia menuliskan => ‘saya nakal dsb, tetapi setelah mendengarkan Firman saya bisa diubahkan’ Inilah Roh Kemuliaan yang luar biasa.

Sekarang ini, kita jangan takut salib, sebab dibalik salib ada Roh Kemuliaan. Roh Kemuliaan itu menenetukan nasib hidup kita. Ijasah, toko, dsbnya, itu hanya sarana saja, tetapi yang menentukan adalah TUHAN. Salib dengan Roh Kemuliaan itu tidak bisa dipisahkan.

Kegunaan salib (Roh Kemuliaan) adalah:

  1. Keluaran 14: 16, 21
    16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    Ay 16 => ‘angkatlah tongkatmu’ => salib.
    Ay 21 => ‘angin timur’ => Roh Kemuliaan = Roh Kudus = tangan TUHAN yang ajaib.

    Kegunaan pertama: salib dengan Roh Kemuliaan mampu membelah laut Kolsom, sekarang artinya:


    • menentukan mati hidup kita. Kalau laut Kolsom tidak terbelah, firaun datang, maka bangsa Israel bisa mati semuanya. Tetapi begitu Musa mengangkat tongkatnya (mengulurkan tangan), maka angin timur bertiup. Tongkat itu adalah salib. Mari kita rela menderita untuk berhenti berbuat dosa, rela menderita tanpa dosa dan dibalik itu ada Roh Kemuliaan.


    • menyelesaikan segala masalah, sampai masalah yang mustahil (laut bisa terbelah itu mustahil). Mati hidup kita, pemeliharaan kita, semuanya berada di Tangan TUHAN. Jangan takut dan jangan ragu-ragu, asalkan kita pegang salib; sengsara daging untuk hidup benar apapun resikonya, berhenti berbuat dosa dan buang yang salah, ditambah lagi sengsara daging tanpa dosa. Ini sama dengan mengangkat tongkat, sebentar lagi, tinggal menunggu waktu TUHAN dan angin timur akan bertiup, laut akan benar-benar terbelah. Ini menentukan mati hidup kita dan TUHAN akan memelihara kehidupan kita. TUHAN akan menolong kita semuanya.


    • memberikan masa depan yang indah kepada kita. Kalau laut Kolsom terbelah, maka bangsa Israel bisa berangkat lagi.
    • memakai hidup kita dalam kegerakan yang besar. Yang dipilih oleh TUHAN, bukanlah yang pegang uang, ijasah dsb, melainkan yang pegang tongkat. Seandainya waktu itu Musa pegang berapa milyar (uang), laut Kolsom tidak akan bisa terbelah. Jalan tetap buntu dan tidak dipakai oleh TUHAN. Tetapi karena Musa memegang salib yang sering direndahkan oleh orang, ia dipakai oleh TUHAN. Kalau ada berkat semuanya berebut => ‘diberkati’ Coba waktu YESUS disalib, siapa yang mau merebut salibnya, semuanya lari, bahkan murid-murid YESUS juga lari. Waktu YESUS mengadakan mujizat lima roti dua ikan, menyembuhkan orang sakit, semuanya merasa dipakai bersama TUHAN. Saat ada salib (tidak ada yang merebut) hubungan Pribadi kita dengan TUHAN tidak ada yang menghalangi lagi.


  2. Keluaran 15: 23-25,
    23. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
    24. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
    25. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

    Ay 25 => ‘sepotong kayu’ => kayu salib.
    Kegunaan kedua: Roh Kemuliaan sanggup untuk menjadikan:


    • yang pahit menjadi manis,
    • yang gagal menjadi berhasil,
    • yang hancur menjadi baik (dipulihkan oleh TUHAN),
    • yang jatuh diangkat kembali oleh TUHAN.


    Jangan takut untuk memegang tongkat! TUHAN berkata kepada Musa => ‘ulurkan tongkat mu Musa’ (tongkat jangan disimpan), ini berarti berani memegang salib, berani mengakui salib. Tongkat jangan dilepas, jika tongkat dilepas, maka menjadi ular. Mungkin orang berkata => ‘kasihan, sampai begitu’ padahal dia bahagia.


  3. 1 Petrus 4: 14, Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kegunaan ketiga: dibalik salib ada Roh Kemuliaan yang mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Keubahan hidup merupakan mujizat yang terbesar. Bagaimana mungkin orang dicaci maki tetapi bahagia? Kalau orang dipuji pasti bahagia. Keubahan hidup dimulai dengan bahagia ditengah penderitaan karena YESUS. Kalau saudara dan saya menderita karena YESUS, tetapi kita mengamuk-ngamuk, mengomel-ngomel. Ini salah! Seperti bangsa Israel bersungut-sungut => ‘bagaimana ini?’ Ini salah! Tetapi jika kita bahagia, berarti sudah ada Roh Kemuliaan (mujizat sudah terjadi).

Kalau mujizat rohani terjadi (point 3), maka mujizat pertama dan kedua juga akan terjadi; laut akan terbelah, yang pahit diubahkan menjadi manis. Kalau kita menderita bukan karena dosa (karena dicaci maki) dan kita bahagia, itu berarti kita sudah berubah. Kalau kita menderita karena dosa, kita harus berubah juga yaitu mengaku dosa (jujur). Itu juga ada Roh Kemuliaan! Kalau orang yang berbuat dosa bagaimana? Juga ada Roh Kemuliaan, asalkan dia mengaku. Kalau tidak salah, diam. Disitu ada Roh Kemuliaan, kita bahagia ditengah penderitaan. Kalau memang kita salah, harus mengaku (minta ampun) kepada TUHAN dan kepada sesama. Kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi. Saat itulah ada Roh Kemuliaan.

Ini saya ambil dari khotbah bpk pdt Totaijs => ‘kejujuran dalam mengaku dosa adalah jalan yang paling singkat untuk ditolong oleh TUHAN’ = jalan paling singkat, salib dengan Roh Kemuliaan bekerja ditengah kita untuk mengadakan pertolongan bagi kita. Jika YESUS datang kembali ke dua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, kita menjadi Mempelai Wanita yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS ke dua kali di awan-awan yang permai.

Inilah YESUS tampil dengan pedang supaya kita jangan ditipu oleh setan. YESUS pernah dicobai oleh setan. Setan menunjukkan makanan roti (rumput-rumputan), supaya akhirnya kita menjadi rumput seperti hewan (manusia daging yang cepat layu dan binasa). Tetapi TUHAN menunjukkan makanan dari surga, sekalipun makanan itu tajam. Ada makanan penginjilan dan ada makanan pengajaran, supaya kita bertumbuh secara kuantitas dan kualitas, sampai menjadi imam-imam. Kita dapat tergembala dengan baik, dikhususkan oleh TUHAN; diberikan tugas khusus dan diberikan bekal khusus oleh TUHAN (tongkat). Dibalik tongkat ada Roh Kemuliaan, itulah uluran Tangan TUHAN untuk menolong kita semuanya dan mengadakan mujizat ditengah kita.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top