English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 21 Mei 2014)
Tayang: 06 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 19 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Juli 2014)
Tayang: 23 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 Juni 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 30 Juli 2014)
Tayang: 31 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Juli 2014)
Tayang: 07 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 20 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 03 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Februari 2014)
Tayang: 05 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 09 April 2014)
Tayang: 25 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 23 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 21 Mei 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 06 Desember 2015

Kita masih membaca di dalam kitab Wahyu 1: 17-20. Sekarang ini kita masih membaca ayat 17-18.
Wahyu 1: 17, 18,
17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.


Rasul Yohanes tersungkur di Kaki TUHAN (menyembah TUHAN dengan hancur hati), sehingga rasul Yohanes mengalami jamahan Tangan Kanan TUHAN, dan rasul Yohanes menerima:

  1. 'TUHAN berkata: "Jangan takut!' = tidak ada ketakutan lagi (menghapus ketakutan).
  2. 'Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir' = menerima kasih ALLAH.
    'Yang Awal' = kasih mula-mula.
    'Yang Akhir' = kasih Mempelai = kasih yang sempurna = puncak kasih.

Jadi, lewat tersungkur (menyembah TUHAN dengan hancur hati), maka rasul Yohanes (kita) dapat menerima kasih mula-mula sampai dengan kasih yang sempurna. Inilah yang kita mohonkan kepada TUHAN pada hari ini. Mengapa kita membutuhkan kasih yang semakin meningkat?

Matius 24: 12, Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Kita membutuhkan kasih ALLAH yang meningkat, sebab kita menghadapi keadaan akhir zaman dimana kedurhakaan meningkat. Kalau kedurhakaan meningkat, maka kasih menjadi dingin = krisis kasih = musim dingin kasih. Krisis kasih yaitu dimana manusia termasuk anak TUHAN, hamba TUHAN, pelayan TUHAN berbuat dosa sampai dengan puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan) dan akan menerima hukuman dari TUHAN. Inilah yang berbahaya!

Kalau ada krisis kasih atau musim dingin kasih, maka kedurhakaan akan semakin meningkat, kenajisan meningkat, sampai puncaknya dosa, disitulah hukuman TUHAN akan turun. Dulu ini sudah pernah terjadi di dalam kitab Keluaran 9.

Keluaran 9: 24, Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi
di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa.

Ay 24 => tulah ke tujuh yaitu hujan es.

Dalam perjanjian lama pada waktu bangsa Israel hendak keluar dari Mesir, terjadi hukuman atau tulah ke tujuh yaitu hujan es dan api yang menyambar-nyambar menimpa atas Mesir. Dulu ini sudah pernah terjadi. Sekarang dalam perjanjian baru dalam Wahyu 16.

Wahyu 16: 21, Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

Ay21 => 'seberat seratus pon' = lima puluh kilogram.
'sebab malapetaka itu sangat dahsyat' => ini juga malapetaka atau hukuman yang ke tujuh ('malaikat yang ketujuh' ayat 17). Malapetaka ke tujuh yaitu hujan es seberat lima puluh kilogram yang akan menimpa dunia ini.

Tadi, Mesir mengalami hukuman hujan es ditambah dengan api yang menyambar. Demikian juga di dalam kitab perjanjian baru

2 Petrus 3: 10, Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Di dalam perjanjian baru, pada waktu gereja TUHAN hendak keluar dari dunia ini (untuk bertemu YESUS di awan-awan yang permai), maka terjadi hukuman hujan es seberat lima puluh kilogram dan api yang menyambar-nyambar sehingga dunia beserta isinya musnah, hancur dan binasa untuk selama-lamnya. Inilah yang terjadi saat krisis kasih! Tidak ada kasih, maka kedurhakaan meningkat, dosa juga bertambah, sampai dengan puncaknya dosa:

  • dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba,
  • dosa kawin mengawinkan: dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, nikah yang salah (hancur), sampai kawin mengawinkan.

Jika ini sudah terjadi, maka hukuman TUHAN akan turun. Dulu ini sudah pernah terjadi, waktu Israel hendak keluar dari Mesir. Nanti akan terjadi lagi, saat kita hendak keluar dari dunia untuk bertemu dengan YESUS di awan-awan permai, maka dunia akan dihukum dengan hujan es seberat 50 kilogram ditambah dengan api menyambar.

Waktu yang lalu kita sudah mempelajari, proses untuk meningkat dalam kasih; mulai kasih mula-mula sampai dengan kasih yang sempurna. Sekarang ini kita akan mempelajari bagaimana kita dapat memelihara kasih? Dulu sebelum TUHAN menghukum Mesir, maka TUHAN memberikan tempat yang aman (yang mau berada di tempat yang aman tidak terkena hukuman TUHAN).
Sekarang, sebelum TUHAN menghukum dunia ini, maka TUHAN lebih dahulu menyediakan tempat pemeliharaan kasih ALLAH (supaya kasih tidak menjadi dingin), sehingga kita bebas dari hukuman TUHAN. Begitulah TUHAN, sebelum menghukum, Dia terlebih dahulu memberi tahu (Dia memberikan tempat yang aman), setelah itu baru turun hukuman. Kalau ada yang tidak percaya (tidak mau pergi ke tempat yang aman), akan terkena hukuman. Bagi yang percaya (mau pergi ke tempat yang aman), akan selamat.

TUHAN itu begitu baik. Dosa-dosa manusia sudah memuncak dan TUHAN hendak menghukum manusia, tetapi TUHAN terlebih dahulu memberi tahu (memberikan tempat yang aman).

Ada tiga tempat pemeliharaan kasih ALLAH:

  1. Keluaran 9: 18, 19,
    18. Sesungguhnya besok kira-kira waktu ini Aku akan menurunkan hujan es yang sangat dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di Mesir sejak Mesir dijadikan sampai sekarang ini.
    19. Oleh sebab itu, ternakmu dan segala yang kaupunyai di padang, suruhlah dibawa ke tempat yang aman; semua orang dan segala hewan, yang ada di padang dan tidak pulang berkumpul ke rumah, akan ditimpa oleh hujan es itu, sehingga mati."

    Ay 18 => TUHAN memberi tahu terlebih dahulu 'besok hujan es akan turun' dan TUHAN memberi tampat yang aman dulu. Sebenarnya kalau manusia, apalagi hamba TUHAN, pelayan TUHAN sampai masuk penghukuman, itu salahnya sendiri, sebab hati manusia sudah terlalu keras. Firman TUHAN sudah memberi tahu terlebih dahuli => 'mau ada hukuman, disini tempat yang aman' Kita tinggal mau atau tidak, percaya atau tidak! Kalau keras (tidak percaya) akan terkena penghukuman.

    'Sesungguhnya besok kira-kira waktu ini Aku akan menurunkan hujan es' => ini belum terjadi, tetapi TUHAN sudah memberi tahu terlebih dahulu.

    Ay 19 => harus kembali ke rumah, jangan di padang, supaya tidak terkena hujan es.

    Tempat pertama: rumah tangga atau nikah, artinya kita semuanya harus kembali kepada kewajiban masing-masing di dalam rumah tangga:


    • isteri tunduk kepada suami dalam segala sesuatu, itulah kasih.
    • suami mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar kepada isteri, itulah kasih. Mungkin suami tidak dapat memberikan uang yang banyak kepada isteri, tetapi kalau mengasihi isteri dan tidak berlaku kasar, itulah kasih ALLAH. Tidak ada isteri yang meminta uang yang banyak, tetapi mau dipukuli terus.


    • anak taat dengar-dengaran kepada orang tua.


    Di situlah kasih ALLAH dicurahkan! Tidak terjadi musim dingin atau krisis kasih, tetap ada kasih ALLAH yang menghangatkan nikah rumah tangga. Sekarang ini sudah menjelang kedatangan YESUS ke dua kali, sudah dekat krisis kasih, mari semuanya kembali ke rumah tangga; kembali kepada kewajiban masing-masing dalam nikah rumah tangga (kewajiban sebagai isteri, suami, anak), sehingga terjadi pemeliharaan kasih ALLAH, kasih tidak dingin dan kita merasakan kehangatan kasih ALLAH.


  2. Keluaran 9: 25, 26,
    25. Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, dari manusia sampai binatang; juga segala tumbuh-tumbuhan di padang ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala pohon di padang ditumbangkannya.
    26. Hanya di tanah Gosyen, tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es.

    Ay 25-26 => semuanya hancur; bidang ekonomi hancur, pohon-pohonan, sumber makanan hancur semuanya terkena hujan es. Hanya di Gosyen, tempatnya orang Israel yang tidak terjadi hujan es.

    Tempat kedua: di tanah Gosyen, ini menunjuk penggembalaan. Jadi, kita harus menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik, artinya


    • Selalu berada didalam kandang penggembalaan = tekun dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya,
      2. meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci,
      3. mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


      Di situlah (kandang penggembalaan) tempat pemeliharaan kasih ALLAH. Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami pekerjaan Firman ALLAH, Roh Kudus dan kasih ALLAH untuk membendung daging dengan segala hawa nafsunya, keinginan daging, emosi-ambisi daging, sehingga kita mengalami ketenangan (damai sejahtera). Kalau daging masih penuh dengan emosi, hawa nafsu, ambisi, maka hidup tidak akan tenang. Contohnya: kita mempunyai uang sekian, karena ada keinginan daging (ingin uang) => 'aku harusnya dapat sekian, harus ini dan itu' Akhirnya tidak tenang. Padahal dengan kita memiliki gaji sekian saja, itu sudah cukup. Oleh sebab itu daging perlu dibendung dalam penggembalaan. Semoga kita dapat mengerti.


    • Selalu mendengar dan taat dengar-dengaran kepada suara gembala (Firman pengajaran yang benar), maka disitulah kasih ALLAH dicurahkan dalam kehidupan kita. Jika daging dapat dibendung, maka kita dapat hidup tenang dan taat. Jika daging tidak dibendung, tidak akan dapat taat. Jika kita taat, itu berarti kita mengasihi TUHAN.

      Yohanes 14: 15, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

      Memang kita sekarang ini hidup di padang gurun dunia yang sulit dan mustahil. Di dalam alkitab, dunia ini digambarkan sebagai padang gurun, itu berarti sulit dan mustahil. Di padang gurun, mau menanam apa? Kalau ada yang sudah pernah ke Israel, lihat saja padang gurun, tumbuh satu pohon saja sulit. Tetapi kalau kita berada di dalam kandang penggembalaan (daging dibendung), kita tenang (jiwa ini sudah terpelihara) dan dapat dengar-dengaran kepada suara Gembala (mengasihi TUHAN), maka kasih TUHAN dicurahkan atas kehidupan kita.


    Jika kasih TUHAN sudah dicurahkan, maka semuanya ada yaitu untuk:


    • memelihara kehidupan kita secara ajaib,
    • melindungi kehidupan kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa, binatang buas, ajaran palsu, pencobaan, mara bahaya.
    • membahagiakan kita semuanya. Kita tidak terpengaruh oleh suasana padang gurun yang kering (tidak terkena imbasnya padang gurun) = tidak panas dan tidak kering, tetapi kita tetap berbahagia, sebab ada kasih ALLAH bagaikan hujan yang selalu dicurahkan kepada kita. Semoga kita dapat mengerti.


    Semuanya sudah ada di dalam penggembalaan dan tidak terjadi krisis kasih (kasih TUHAN dicurahkan). Semakin taat, berarti semakin mengasihi TUHAN, artinya kasih TUHAN semakin dicurahkan.


  3. Roma 5: 5, Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Tempat ketiga: hati kita masing-masing (pribadi). Jadi, tempat pemeliharaan kasih ALLAH, dimulai dari pribadi, lalu nikah, membesar lagi menuju penggembalaan. Hati yang menyimpan kasih ALLAH yaitu rendah hati dan lemah lembut.

    Matius 11: 28-30,
    28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Ay 28 => 'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat' => kalau tidak ada kasih itu seperti di padang gurun, sehingga letih lesu dan berbeban berat.

    Tempat menyimpan kasih ALLAH itulah hati kita masing-masing, yaitu hati yang rendah hati dan lemah lembut. Dalam keadaan apapun (diberkati dll), terutama dalam penderitaan, kita harus belajar kepada YESUS di kayu salib tentang rendah hati dan lemah lembut (menanggung segala dosa kita).

    Bagaimana kerendahan hati YESUS? YESUS rendah hati yaitu mengakui segala dosa-dosa manusia. Dia tidak berbuat dosa, bahkan tidak mengenal dosa, tetapi di kayu salib Dia mengakui segala dosa kita. Itulah kerendahan hati YESUS. Jika kita sudah belajar kepada YESUS, maka kita dapat rendah hati, yaitu memiliki kemampuan untuk mengakui dosa-dosa kita kepada TUHAN dan sesama (vertikal dan horisontal membentuk salib). Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau memang benar, benar. Tetapi jika kita bersalah, mari mengaku.

    Inilah belajar rendah hati kepada YESUS di kayu salib, terutama saat menderita. Waktu diberkati seringkali kita juga keras hati, biarpun salah tetapi => 'buktinya, buktinya aku diberkati' Inilah tidak mau mengaku dosa. Apalagi saat dalam penderitaan, jangan sentuh sedikit, nanti mengamuk. Mari kita belajar kepada YESUS di kayu salib tentang rendah hati dalam keadaan apapun, terutama dalam penderitaan.

    Lemah lembut dari YESUS => 'Bapa ampunilah mereka semuanya' Padahal mereka sudah mencaci maki, memfitnah, mencambuk, menyalibkan, membunuh YESUS. Inilah lemah lembutnya YESUS. Sekarang bagi kita, lemah lembut yaitu kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika kita rendah hati dan lemah lembut, maka segala dosa-dosa (dosa sendiri dan dosa orang lain) diselesaikan oleh Darah YESUS dan kasih ALLAH dicurahkan kepada kita semuanya. Kita tinggal memilih dosa atau kasih? Kalau dosa dipertahankan, maka kasih tidak ada (kering). Tetapi jika dosa diselesaikan, maka kasih dicurahkan.

    Jika dosa diselesaikan oleh Darah YESUS dan kasih ALLAH dicurahkan dalam hati kita, maka:


    • kita tidak akan pernah kecewa, putus asa, meninggalkan TUHAN apapun yang kita hadapi,
    • kita justru mengasihi TUHAN lebih dari semuanya. Saat dalam penderitaan-pun kita tetap dapat mengasihi TUHAN lebih dari semuanya.Jika dosa diselesaikan, kasih ALLAH dicurahkan, sehingga kita tidak kecewa, putus asa, bahkan kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semuanya,

Hasilnya adalah

  1. Matius 11: 29, 30,
    29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Hasil pertama: kita dipakai oleh TUHAN dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (kegerakan pembangunan Tubuh Kristus), sehingga pelayanan kita menjadi enak dan ringan, hidup kita menjadi enak dan ringan.

    Jadi, kita melayani itu bukanlah diperberat. Yang membuat kita letih lesu, beban berat (sampai putus asa) adalah beban dosa. Kalau dosa sudah disingkirkan, maka TUHAN berikan 'kuk' yang enak dan ringan (seperti menanggung beban, tetapi itu beban pelayanan dari TUHAN), sehingga hidup kita menjadi enak dan ringan. Jika TUHAN mempercayakan pelayanan kepada kita bukanlah untuk diperberat, tetapi kita dijadikan enak dan ringan. Buktikan saja! Bpk pdt Pong Dongalemba selalu mengatakan => 'lebih baik capek dipakai TUHAN daripada capek istirahat' Setelah saya mengalami sendiri, ternyata itu benar. Bukan berarti kita tidak boleh istirahat, tetapi ucapan beliau itu benar. Kalau saya istirahat kemana (tidak melayani), saat pulang merasakan lebih capek lagi => 'lebih baik saya melayani saja. Istirahat itulah melayani' Ini sungguh-sungguh enak dan ringan.

    Sekarang, saudara buktikan saja. Kalau saudara, bapak, ibu dan saya dipercaya atau dipakai oleh TUHAN dalam pembangunan Tubuh, maka hidup itu tidak diperberat. Jika pelayanan kita enak dan ringan (tanpa dosa dan dosa sudah diselesaikan), maka hidup kita juga enak dan ringan. Tidak akan berat, justru diperingan oleh TUHAN. TUHAN tahu, kalau kita masih bekerja, lalu melayani, orang mungkin bilang berat, tetapi yang melaksanakan merasa enak dan ringan. Orang lain mungkin sampai tidak dapat berpikir => 'aduh, jauh dari situ, bagaimana itu?' Tetapi kita yang melakukan justru enak dan ringan. Asalkan dengan rendah hati dan lemah lembut, maka kasih ALLAH dicurahkan. Jika ada kasih ALLAH, maka semuanya enak dan ringan (hidup dan nikah kita menjadi enak dan ringan), sampai tidak ada yang mau meninggalkan semuanya. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Ini seperti yang dialami oleh Petrus, begitu TUHAN bertanya sebanyak tiga kali tentang kasih, sampai Petrus dapat tergembala (dapat mengasihi TUHAN), maka dia dapat mengulurkan tangan kepada TUHAN. Dulu Petrus tidak dapat melakukan demikian, ia ingin melakukan kemauannya sendiri. Tetapi setelah Petrus mengalami kasih ALLAH, maka 'terserah Engkau TUHAN' Inilah mengulurkan tangan kepada TUHAN. Saudara dapat membaca di rumah, Yohanes 21, mulai ayat 15 'tentang tiga kali pertanyaan' = tentang kasih dan penggembalaan.

    Yohanes 21: 18, 19,
    18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Ay 18 => 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki' => inilah yang berat, karena tanpa kasih ALLAH => 'kita mengikat pinggang, lalu mau kesana, mau kesana. Tidak mau melayani, karena sibuk kesana' Inilah yang berat (banyak alasan).

    Hasil kedua: jika kasih ALLAH dicurahkan, maka kita mengulurkan tangan kepada TUHAN ('terserah Engkau TUHAN') dan TUHAN, Gembala Agung mengulurkan Tangan-Nya kepada kita, sehingga kita hidup di dalam Tangan Gembala Agung. Kalau dulu => 'saya tidak dapat karena tidak ada waktu, saya begini, harus begini' (terus mengikuti kehendak sendiri ). Tetapi kalau kasih ALLAH dicurahkan (punya hati yang rendah hati dan lemah lembut), kita hanya dapat mengulurkan tangan kepada TUHAN 'terserah Engkau TUHAN' dan TUHAN, Gembala Agung mengulurkan Tangan kepada kita, sehingga kita hidup di dalam Tangan Gembala Agung.

Biarlah sekarang ini, TUHAN sungguh-sungguh menumpangkan Tangan-Nya kepada kita. Lewat doa penyembahan, TUHAN akan mencurahkan kasih-Nya kepada kita dan TUHAN memegang kita semuanya.

Yesaya 40: 11, Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Ay 11 => 'menghimpunkannya dengan tangan-Nya' => memeluk.

Hidup di dalam Tangan kasih Gembala Agung, artinya:

  1. 'menghimpunkannya dengan tangan-Nya' = Tangan kasih Gembala Agung memeluk kita semuanya:


    1. memelihara kehidupan kita semuanya,
    2. menyatukan kita semuanya. Mari, yang masih tercerai berai dapat disatukan.Mari kita berdoa, supaya pelan-pelan bisa disatukan semuanya, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai terjadi kesatuan dalam satu tubuh Kristus yang sempurna.


  2. 'anak-anak domba dipangku-Nya':


    1. segala letih lesu, beban berat sudah ditanggung oleh TUHAN, sehingga kita merasa damai sejahtera,
    2. Gembala Agung menyelesaikan semua masalah kita, sampai dengan masalah yang mustahil (yang tidak dapat dipikirkan) tepat pada waktu-Nya. Semoga kita dapat mengerti.


  3. 'induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati' = Tangan Gembala Agung menuntun kita ke mata air kehidupan (menuntun ke tempat penggembalaan yang terakhir, Yerusalem Baru).

    Wahyu 7: 17, Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Tangan Gembala Agung menuntun kita kepada masa depan yang berhasil, indah dan bahagia (air mata dihapuskan), sampai kepada tempat penggembalaan terakhir, itulah Yerusalem Baru, artinya kita terus menerus disucikan dan dibaharui sampai menjadi sempurna, sama mulia dengan Dia. Kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Sekarang ini, biarlah kita dapat tersungkur seperti rasul Yohanes (justru dalam penderitaan di pulau Patmos, rasul Yohanes tersungkur), artinya:

  • kita dapat menyembah dengan hancur hati, sampai TUHAN meletakkan Tangan-Nya,
  • dan kita akan menerima kasih ALLAH. Mari, kita kembali ke rumah tangga, ke penggembalaan yang benar, sampai hati kita dipenuhi dengan kasih (bukan dosa dll), sehingga:


    • kita dapat dipakai untuk melayani TUHAN,
    • kita dapat mengulurkan tangan berserah sepenuhnya kepada Dia dan TUHAN juga mengulurkan Tangan-Nya kepada kita.

Kemudian, kita hidup di dalam Tangan Gembala Agung:

  • dipeluk (dipelihara dan disatukan),
  • dipangku (semua letih lesu, beban berat ditanggung sampai damai sejahtera, masalah juga diselesaikan),
  • dan di tuntun ke masa depan yang berhasil, indah dan bahagia. Kita dituntun perlahan-lahan, satu waktu kita akan menemukan jalannya. Mungkin sekarang kita menghadapi jalan buntu, jalan sulit, tetapi kalau dituntun, maka lebih hari akan menjadi lebih terang => 'sudah lumayan, jalan sudah terbuka' Dituntun sampai menuju tempat penggembalaan terakhir, itulah Yerusalem Baru.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top