English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 02 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 04 Juni 2007)
Tayang: 07 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 April 2007)
Tayang: 22 Desember 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 17 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 13 Januari 2014)
Tayang: 21 September 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 November 2007)
Tayang: 12 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 04 Februari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 Oktober 2007)
Tayang: 10 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 23 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 30 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Mei 2007)
Tayang: 07 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 31 Maret 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 16 Juni 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 01 Mei 2016

Kita berada pada kitab Wahyu 1: 17-20. Kita baca ayat 17-18.

Wahyu 1: 17-18
17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Rasul Yohanes tersungkur di depan Kaki YESUS = menyembah dengan hancur hati (mengakui hanya tanah liat yang banyak kekurangan, ketidakberdayaan, tidak bisa apa-apa, banyak kesalahan) = menyembah sampai daging tidak bersuara ('sama seperti orang yang mati', menyerah sepenuh kepada TUHAN), sehingga mengalami jamahan tangan kanan TUHAN (penyembahan kita tidak kering) dan rasul Yohanes menerima tiga hal:

  1. 'TUHAN berkata: "Jangan takut" = melenyapkan ketakutan = tidak ada ketakutan lagi. Hati-hati! Di dunia ini nanti pembunuh utamanya adalah ketakutan (banyak orang yang stress, takut). Tetapi kalau kita banyak menyembah dan dijamah oleh Tangan Kanan TUHAN, maka tidak ada ketakutan lagi.


  2. 'Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir' = menerima kasih ALLAH = menerima kasih mula-mula. Yang akhir = puncak kasih sampai kasih Mempelai (puncaknya kasih).


  3. 'Aku Yang Hidup' (ay 18 'Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup') = menerima kuasa kemenangan atas maut. YESUS sudah mati, tetapi Dia bangkit atau hidup (menang atas maut).

YESUS mati dan bangkit untuk mengalahkan maut (menang atas maut), sehingga Dia memegang kunci kerajaan maut, artinya menutup pintu kerajaan maut bagi kita yang sudah ditebus oleh darah-Nya (yang sudah dipanggil dan dipilih), sehingga kita tidak binasa selamanya (kita juga menang atas maut bersama dengan YESUS).

Kalau kita sudah menang atas maut, maka TUHAN memberikan kunci yang lainnya, itulah kunci kerajaan surga.
Matius 16: 18, 19,
18. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Ay 18 => 'alam maut tidak akan menguasainya' => inilah menang atas maut.

Kalau kita menang atas maut, maka kuncinya lain.

YESUS memberikan kunci kerajaan surga kepada kita yang sudah menang atas maut bersama dengan Dia. Apa itu kunci kerajaan surga? Kita sudah mempelajari, kunci kerajaan surga adalah salib. Dalam Kisah rasul 14:22 'bahwa untuk masuk kerajaan surga, kamu harus banyak mengalami sengsara' Kalau tidak mau salib, tidak masuk kerajaan surga. Malam ini maju satu langkah, apa itu kunci kerajaan surga?

2 Petrus 1: 10, 11,
10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Ay 11 => 'hak penuh' => kunci.

Jadi, disini kunci kerajaan surga adalah panggilan dan pilihan TUHAN = menjadi imam-imam dan raja-raja yang memiliki jabatan pelayanan (melayani TUHAN). Yang pertama, adalah salib. Kita sudah menerima salib (mengalami sengsara), setelah itu melayani TUHAN. Contoh jabatan pelayanan: saya sebagai gembala, ada penyanyi, pemain musik.

Ay 10 => 'berusahalah sungguh-sungguh' => isilah 'berusaha sungguh-sungguh' itu sudah luar biasa. Setelah kita menerima panggilan pilihan TUHAN (jabatan pelayanan), kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk setia beribadah melayani TUHAN sesuai jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita sampai garis akhir, maka kita menerima kunci kerajaan surga (hak penuh untuk masuk kerajaan surga yang kekal). Setelah terima jabatan pelayanan (kunci), mari berusaha pertahankan. Melayani TUHAN sampai garis akhir artinya sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali ke dua kali. Itulah melayani penuh atau 'full' (tidak berhenti ditengan jalan). Kalau melayani penuh, maka haknya juga penuh. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang kita belajar, bagaimana prosesnya. Proses untuk menjadi imam-imam dan raja-raja = proses untuk menerima jabatan pelayanan:
2 Petrus 1: 10, Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

  1. Proses pertama: kita harus menerima panggilan TUHAN = dipanggil. Mengapa harus dipanggil? Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, maka semua manusia sudah berbuat dosa (rusak) dan tidak ada kemampuan untuk kembali kepada TUHAN. Salah satu buktinya saat di taman Eden. Waktu Adam dan Hawa berbuat dosa (telanjang), TUHAN berinisiatif untuk datang menemui mereka justru lari (sembunyi). Jadi, manusia berdosa tidak ada kemampuan untuk kembali kepada TUHAN, sehingga TUHAN memanggil => 'dimana engkau Adam?' Inilah panggilan TUHAN.

    Semua manusia sudah berbuat dosa (rusak) dan tidak ada kemampuan untuk kembali kepada TUHAN. Kalau dibiarkan saja, manusia akan binasa untuk selamanya. Oleh sebab itu TUHAN memanggil kita untuk membenarkan kita. Kalau tidak benar atau rusak, tidak bisa dipakai. Orang berdosa (rusak), tidak boleh dan tidak dapat melayani TUHAN. Misalnya: ada mobil rusak didepan, lalu ada yang minta diantar ke Malang. Kalau rusak, sampai kapanpun tidak akan sampai di Malang. Kalau rusak, harus dipanggil atau dibenarkan dahulu (mobil yang rusak dibenarkan dulu, baru bisa dipakai). Semoga kita dapat bisa mengerti.TUHAN memanggil untuk membenarkan kita = menyelamatkan kita.

    Tanda-tanda kebenaran atau keselamatan, ini menunjuk halaman tabernakel:


    • Masuk pintu gerbang tabernakel = percaya atau iman kepada YESUS, lewat mendengar Firman Kristus (Firman yang diurapi oleh Roh Kudus). Selamat itu masuk kerajaan surga, terlebih dulu masuk pintu gerbang. Manusia daging itu tidak dapat percaya. Saya dulu juga ragu-ragu, teman-teman saya mengatakan => 'mana ada ALLAH beranak, nanti bercucu' Setelah itu saya sudah ragu. Kalau tidak ada Roh Kudus, lalu kita mendengarkan Firman (biarpun pandai bodoh), nanti bisa menghujat. Roh Kudus lah yang membuat kita bisa percaya (dapat mendengar Firman dengan sungguh-sungguh, sampai percaya).


    • Sesudah masuk pintu gerbang, ada alat namanya mezbah korban bakaran. Dulu bangsa Israel membawa lembu dll, untuk dikorbankan sebagai penghapus dosa. Sekarang tidak usah lagi, sebab ada YESUS sebagai Anak Domba ALLAH yang sudah dikorbankan. Jadi, mezbah korban bakaran menunjuk bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

      Jadi, kalau kita percaya YESUS, kita mendapatkan pengampunan dosa (mengaku dosa dan diampuni). Setelah diampuni, bertobat (dosanya dibakar). Kalau dibakar, sudah habis, berarti jangan kembali berbuat dosa lagi = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN = mati terhadap dosa.


    • Kolam pembasuhan menunjuk baptisan air yang benar. Saya selalu sebutkan baptisan air yang benar, sebab memang ada baptisan air yang benar dan ada baptisan air yang tidak benar. Sama halnya disebutkan pengajaran yang benar, ibadah yang benar. Jangan marah! Sebab dalam alkitab ada yang palsu. Justru lebih banyak yang palsu, daripada yang benar. Kita harus berwaspada, jangan bilang => 'ini kebenaran sendiri, merasa hebat sendiri' Tidak! Semuanya berdasarkan alkitab.

      Roma 6: 2, 4
      2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Ay 2 => 'Bukankah kita telah mati bagi dosa' => bertobat dahulu, lalu ayat ke-4.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat (mati terhadap dosa) dikuburkan didalam air bersama YESUS (dikuburkan itu masuk dalam air dari ujung rambut sampai ujung kaki), kemudian keluar dari air (bangkit) bersama YESUS, untuk mendapatkan hidup baru (langit terbuka) = hidup surgawi. Setelah YESUS keluar dari air, maka langit terbuka. Semoga kita dapat mengerti.

      Apa arti dari hidup surgawi itu? cocok untuk masuk kerajaan surga. Dulu, kita dilahirkan oleh ibu, hanya untuk hidup jasmani (cocok untuk hidup di dunia). Tetapi tidak cocok untuk di surga. Sekarang lewat baptisan air, kita menerima hidup baru atau hidup surgawi, yaitu mengalami kelepasan dari dosa (membenci dosa). Kelepasan dari dosa (membenci dosa), artinya tidak mau berbuat dosa lagi apapun resikonya sekalipun ada ancaman, keuntungan dll.

      Contohnya adalah Yusuf. Yusuf tidak mau berbuat dosa, sekalipun digoda oleh isteri Potifar. Mungkin kalau Yusuf mau, dia mendapatkan kedudukan dll. Akhirnya Yusuf tetap tidak mau dan ia dipenjarakan. Yusuf dipenjarakan tetapi bersama TUHAN. Kalau mendapatkan sesuatu dari isteri Potifar, maka bersama dengan setan, hancur dan binasa. Mungkin kelihatannya berhasil, tetapi sebenarnya hancur dan binasa. Kalau dipenjarakan bersama dengan TUHAN (karena kebenaran, tidak mau berbuat dosa), kelihatannya memang hancur, tetapi sebenarnya dia sedang dipermuliakan oleh TUHAN. Harus berani, tidak berbuat dosa apapun keuntungannya, ancamannya, resikonya. Inilah orang yang baru dari baptisan air. Semoga kita dapat mengerti.

      Ada dua kesalahan yang sering terjadi:


      1. Orang yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), tetapi tidak mau dikubur (tidak mau dibaptis dengan air). Ini kesalahan pertama, yang sering terjadi => 'yang penting saya sudah baik, tidak mencuri, tidak berbuat jahat, tidak usah baptisan' Orang yang sudah mati tetapi tidak dikubur, lama-lama bertambah busuk.


      2. Orang belum mati terhadap dosa, dipaksa-paksa dikubur, supaya menjadi anggota gereja. Kesalahan kedua, ini seringkali karena kesalahan hamba TUHAN. Rekan hamba TUHAN perhatikan! Jadi, membaptiskan dengan air, bukan untuk menjadi anggota gereja, tetapi untuk menjadi anggota Tubuh Kristus. Biasanya supaya menjadi anggota gereja, maka cepat-cepat dibaptiskan. Kalau orang yang belum mati, dipaksakan dikuburkan, akibatnya adalah pikirnya kehidupan itu menjadi pendukung di gereja, apalagi orangnya kaya dll, tetapi sebenarnya menjadi pemberontak. Coba saja, orang yang belum mati, lalu digotong ke kuburan, dia pasti memberontak (menanduk).


      Inilah dua kesalahan! Biarlah kita mati terhadap dosa, kemudian dikuburkan, sehingga mendapatkan hidup baru = lepas dari dosa, membenci dosa, tidak mau berbuat dosa apapun resikonya dan tetap bertahan didalam TUHAN.


    • Pintu kemah (pintu kedua, dari pintu gerbang lalu masuk ke pintu kemah) menunjuk baptisan Roh Kudus. Roh Kudus = Roh kebenaran. Jika kita dipenuhi oleh Roh Kudus (diurapi Roh Kudus), maka kita mengalami kehidupan yang baru (hidup surgawi), yaitu hidup di dalam kebenaran. Dulu sudah berbuat dosa => 'oom, saya dulu berbuat dosa, apa saya dapat melayani' Yang sudah berbuat dosa, bertobat dulu (percaya YESUS, bertobat, membuang dosa dibelakang). Sekarang, masuk baptisan air, ada dosa-dosa di depan, sudah tidak mau lagi berbuat dosa (seperti Yusuf tidak mau berbuat dosa). Dosa dibelakang sudah tidak ada, dosa di depan sudah tidak mau lagi, berarti hanya satu saja, itulah hidup dalam kebenaran. Kalau mobil rusak sudah dibenarkan, siap untuk dipakai. Hidup dalam kebenaran itulah keselamatan. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Menerima pilihan TUHAN ('banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih').
    Keluaran 28: 1, "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku -- Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.

    Ay 1 => 'Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel' => dari sekian banyak orang Israel, hanya Harun dan anak-anaknya yang dipilih.
    'untuk memegang jabatan imam bagi-Ku' => untuk diangkat menjadi imam bagi TUHAN.

    Untuk apa dipilih menjadi imam? Bagaimana selanjutnya?
    Keluaran 29: 1
    1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Hati-hati, banyak yang dipanggil sedikit dipilih. Jadi, kalau dua ayat ini digabungkan: TUHAN memilih kita untuk menyucikan kita. Tadi, TUHAN memanggil kita untuk membenarkan terlebih dahulu (yang rusak dibenarkan terlebih dahulu). Sesudah itu, ditingkatkan lagi, TUHAN memilih untuk menyucikan kita.

    Mari, kita lihat pilihan TUHAN kepada Harun. Dalam perjanjian lama, TUHAN memilih Harun dan anak-anaknya.

    Proses dari pilihan Harun:


    • dari sekian banyak bangsa di dunia dipilih satu bangsa saja, itulah bangsa Israel. Ini sudah luar biasa. Kemudian,
    • dari satu bangsa Israel yang terdiri dari dua belas suku, dipilih satu suku, yaitu suku Lewi. Dari suku Lewi,
    • dipilih lagi satu kaum (satu bani), yaitu kaum atau bani Kehat. Kaum Kehat ini masih banyak keturunannya, lalu dari kaum Kehat.
    • dipilih satu, itulah keluarga Amram. Amram mempunyai anak yaitu Musa, Miryam, Harun. Dari keluarga Amram.
    • dipilih satu anak yaitu Harun. Dari sini dapat dibayangkan, kalau kita dapat menjadi imam dan raja melewati seleksi yang ketat, ditambah dengan kemurahan serta kepercayaan TUHAN bagi bangsa kafir. Apalagi bagi bangsa kafir, ini merupakan kemurahan TUHAN.


    Menurut jalur keturunan, bangsa kafir tidak boleh menjadi imam dan raja. Tetapi lewat jalur kemurahan (Kurban Kristus), bangsa kafir boleh menjadi imam dan raja. Jadi, kalau bangsa kafir boleh menjadi imam dan raja, melewati seleksi yang ketat dan hanya merupakan kemurahan-kepercayaan TUHAN kepada kita (bangsa kafir). Semoga kita dapat mengerti

    Kita dipilih untuk disucikan dan diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja. Syarat menjadi imam dan raja bukanlah pandai, bodoh, kaya, miskin, bukan! Melainkan suci. Tadi, ada halaman tabernakel menunjuk panggilan (keselamatan). Dalam tabernakel, sesudah pintu kedua (pintu kemah), lalu masuk kedalam ruangan suci. Dimana kita dapat disucikan? Jawabannya adalah di ruangan suci. Setelah masuk halaman, masuk pintu kemah, mari lanjutkan ke ruangan suci. Dulu, di ruangan suci terdapat tiga macam alat. Ruangan suci, sekarang menunjuk kandang penggembalaan.

    Tiga macam alat dalam ruangan suci, sekarang menunjuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum). Ini persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus didalam urapan dan karunia-karunia-Nya.
    • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci (seperti pada malam hari ini). Ini persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih-Nya.


    Semuanya ini 'ketekunan-ketekunan' Tekun artinya berada di kandang dan 'jangan keluar' Lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (kandang penggembalaan), maka tubuh, jiwa, roh kita disucikan oleh ALLAH Tritunggal (ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus). Oleh sebab itu penting sekali untuk masuk dalam ruangan suci, sebab TUHAN memilih kita. Pada kebaktian hari Minggu, yang datang banyak (berapa ribu). Coba, kebaktian pendalaman alkitab, tinggal berapa? Coba kebaktian doa, tinggal berapa lagi? Inilah banyak yang dipanggil / diselamatkan (masih berada di halaman), tetapi sedikit yang dipilih. Kita harus dipanggil dan dipilih untuk mendapatkan kunci kerajaan surga = harus menerima panggilan pilihan TUHAN. Jadi, menerima jabatan imam, itulah kunci kerajaan surga.

    'Banyak yang dipanggil, sedikit dipilih' Mari, kita berdoa. Kalau ibadah hari Minggu, disini sudah penuh. Sekarang, sudah berkurang. Saya sebagai gembala berdoa. Kalau jiwa baru bertambah, saya senang (kita bahagia, sebab banyak orang yang diselamatkan). Tetapi tugasnya juga bertambah lagi, supaya masuk di kandang. Tugas seorang gembala bukanlah beranak domba. Kalau gembala beranak domba akan heboh. Hebohnya apa? Dombanya orang lain bisa diambil (di adopsi), jangan! Tugas pokok gembala adalah membawa domba-domba untuk masuk ke kandang.

    Yang beranak domba, itu domba. Contohnya: saudara menikah, lalu lahirlah anak, lalu anaknya masuk sekolah Minggu. Inilah beranak domba. Atau, yang masih lajang bersaksi/mengajak temannya yang belum percaya YESUS. Sebab hanya yang berada di kandang lah yang dihitung (dipanggil, dipilih dan diberikan kunci kerajaan surga). Semoga kita dapat mengerti.

    Mari disucikan! Dipanggil = diselamatkan = dibenarkan (yang rusak dibenarkan). Orang berdosa boleh melayani, asalkan mengikuti prosesnya. Proses panggilan terlebih dahulu, dibenarkan dahulu. Kalau belum dibenarkan, lalu dipaksa, dapat rusak. Orang rusak, disuruh melayani dapat rusak semuanya. Tidak bisa! Sesudah itu dipilih = disucikan. Setelah itu masih ada proses yang ke tiga, itulah ditetapkan. Jadi, dipanggil, dipilih dan ditetapkan. Bukan berarti dilarang untuk melayani disini, bukan! Tetapi harus sesuai dengan ketentuan TUHAN supaya kita mendapatkan kunci kerajaan surga. Kalau hanya melayani, tetapi tidak mendapatkan kunci kerajaan surga, untuk apa? Kita sudah berkorban waktu dll, tetapi besok, TUHAN mengatakan => 'enyahlah engkau' Jangan! Saya juga menipu kalau mengatakan => 'yang penting melayani' Jangan! Jangan menipu, tetapi harus sampai mendapatkan kunci kerajaan surga.


  3. Ditetapkan.
    Markus 3: 13, 14,
    13. Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
    14. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

    Ay 14 => 'Ia menetapkan dua belas orang' => memanggil, memilih dan menetapkan dua belas orang. Banyak murid-murid yang datang, lalu dipanggil, dipilih dan ditetapkan dua belas orang.

    Kalau sudah benar, suci, baru ditetapkan. Ditetapkan = diperlengkapi (diberikan) jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Tidak usah takut! Lempin-El yang sedang mendengarkan di Malang perhatikan!! Kita melayani tidak bergantung kepada ijasah dll, sebab ditetapkan itu diberikan jabatan pelayanan, ditambah dengan karunia Roh Kudus. Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Roh Kudus, sehingga dapat melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan. Kemampuan ajaib dari Roh Kudus, ini lebih dari ijasah, pengalaman, dan lebih dari apapun. Semoga kita dapat mengerti.

    Efesus 4: 11, 12,
    11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ay 12 => 'untuk memperlengkapi orang-orang kudus' => suci.

    Jika kita sudah hidup benar dan suci, maka TUHAN memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wanita TUHAN). Begitulah proses-prosesnya. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah prosesnya, kalau kita mau menerima kunci kerajaan surga. Rasul Yohanes menerima kunci kerajaan surga (pelayanan). Kemudian, ia sampai dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Dalam Wahyu 1: 19, contohnya adalah rasul Yohanes dipakai dalam pelayanan (diperitahkan untuk menulis oleh TUHAN). Pelayanan rasul Yohanes adalah menulis ('tuliskan semua apa yang akan terjadi'). Sampai sekarang ini ada Kitab Wahyu yang sedang kita baca. Inilah dipakai oleh TUHAN dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

    Wahyu 1: 19, Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini

    Rasul Yohanes dipakai oleh TUHAN untuk menuliskan wahyu dari TUHAN, sehingga kita dapat mengerti apa yang belum terjadi, tetapi pasti terjadi di akhir zaman, terutama tentang kedatangan YESUS ke dua kali dan tentang pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Kita juga dipakai oleh TUHAN sebagai apa saja. Saya sebagai gembala, ada juga sebagai penyanyi, pemain musik, guru sekolah Minggu. Mari, dipakai semuanya. Kita harus banyak tersungkur didepan kaki TUHAN (menyembah TUHAN dengan sungguh-sungguh), sampai


    • kita dijamah oleh TUHAN, sampai
    • kita menerima panggilan TUHAN, pilihan TUHAN dan
    • kita ditetapkan menjadi imam dan raja = melayani pembangunan Tubuh Kristus dan mendapatkan kunci kerajaan surga. Jangan ragu-ragu!


    Saya percaya, kalau kita memiliki kunci kerajaan surga, maka pintu surga dapat dibuka, apalagi hanya pintu-pintu di dunia. Pintu-pintu di dunia pasti terbuka, pintu masa depan dll, akan terbuka semuanya. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah proses dari manusia berdosa yang tidak layak, tidak boleh, tidak dapat melayani TUHAN, tetapi dapat dipakai oleh TUHAN dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus seperti rasul Yohanes.

Sekarang, bagaimana kita melayani dalam pembangunan Tubuh Kristus?
Kisah Para Rasul 20: 22-27
22. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
23. selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
25. Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.
26. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa.
27. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.

Ay 23 => rasul Paulus hanya mengikuti kehendak TUHAN saja, sekalipun ada penjara, sengsara. Misalnya: kehendak TUHAN ke kota A, lalu kamu di penjara. Kalau tidak taat, dapat menjadi seperti Yunus (diperintahkan ke Niniwe, tetapi berangkat ke Tarsis). Tetapi rasul Paulus tidak demikian (menjadi tawanan Roh). Kalau kita diutus, lalu disana sudah ada gereja dan jemaat, pasti senang. Kalau diutus, lalu disana ada penjara, bagaimana? Kalau tidak menjadi tawanan Roh, tidak akan bisa. Dulu saya pernah bersaksi, gembala saya diserang jam satu malam, dikata-katai. Saya dipanggil dan saya yang membela. Setelah itu saya langsung doa kepada TUHAN => 'TUHAN kalau Engkau panggil, saya menyerah, saya mau menjadi hamba TUHAN sepenuh, tetapi jangan menjadi gembala' Gembala saya sudah baik, tetapi diserang, dikata-katai => 'ajarannya seperti taman kanak-kanak dll' Waktu itu saya masih kecil dan marah juga. Setelah itu, saya tidak mau menjadi gembala, apalagi ini menghadapi penjara. Kalau bukan tawanan Roh, tidak akan mau. Hanya menjadi tawanan Roh, yang mau. Kita melayani pembangunan Tubuh Kristus sebagai tawanan Roh, jangan menjadi tawanan daging. Kalau menjadi tawanan daging akan pilih-pilih. Mari, kita belajar dari rasul Paulus.

Ay 24 => 'asal saja aku dapat mencapai garis akhir' => pelayanan sampaui garis akhir. Inilah yang harus digaris bawahi.

Ay 25 => 'kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah' => disini ada istilah kunjungan-kunjungan. Kalau bukan karena kehendak TUHAN, saya tidak akan melakukan kunjungan-kunjungan (sudah bayar pesawat, capek). Surabaya dan Malang sudah cukup, saya sudah diberkati. Tetapi kalau Roh Kudus yang menyuruh harus dilakukan. Ini karena kehendak TUHAN, dan tidak boleh egois.

Dalam pembangunan Tubuh Kristus, kita sebagai imam-imam dan raja-raja harus menjadi tawanan Roh Kudus, artinya

  1. Ay 22-23 'aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ .... selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku' = mengikuti kehendak TUHAN saja, terserah TUHAN => 'kamu kesana dapat gereja besar ... Ya TUHAN', 'kamu kesana dapat penjara ... Ya TUHAN' Itulah menjadi tawanan Roh, bukan kehendaknya sendiri.

    Arti pertama: melayani TUHAN hanya untuk melakukan kehendak TUHAN (kehendak Roh Kudus) = taat dengar-dengaran kepada kehendak TUHAN (Firman TUHAN) apapun resikonya, terutama dalam Kabar Mempelai. Hati-hati, sebab Kabar Mempelai merupakan wahyu dari TUHAN (semuanya benar-benar alkitab). Kabar Mempelai ini dalam tabernakel dilambangkan dengan tabut perjanjian. Inilah pelayanan yang dahsyat.

    Waktu bangsa Israel membawa tabut perjanjian, semua musuh-musuh menjadi gentar semuanya. Inilah pelayanan Kabar Mempelai/tabut perjanjian/Firman pengajaran. Kita tidak boleh main-main, nomor satu Wijaya tidak boleh main-main. Begitu main-main, akan menjadi seperti Hofni dan Pinehas, maka tidak ada kemuliaan (Ikabot) sampai isteri dan anaknya. Ini mengerikan! Kita yang berada dalam Kabar Mempelai, mari sungguh-sungguh mengikuti kehendak TUHAN lewat Firman pengajaran yang benar.

    2 Samuel 6: 1-7
    1.Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya.
    2. Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim.
    3. Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu.
    4. Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu.
    5. Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
    6. Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.
    7. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.

    Ay 2 => 'Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah' => terutama tentang Kabar Mempelai (tabut perjanjian), tidak boleh sembarangan. Kita dipercaya Firman pengajaran, tidak boleh sembarangan, harus mengikuti kehendak TUHAN. Kalau mengikuti kehendak daging, nanti akan hancur.

    Ay 3 => 'Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru' => seharusnya tabut perjanjian itu dipikul, tetapi mereka tidak mau => 'daripada dipikul lebih enak dinaikkan kereta, santai saja' Ini sudah melawan!

    Ay7 => 'lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu' => tidak boleh teledor. Pelayanan kita dalam Firman pengajaran yang benar (Kabar Mempelai) tidak boleh teledor.

    Jadi, harus taat dengar-dengaran kepada kehendak TUHAN apapun resikonya. Dalam 2 Samuel 6, taat dengar-dengaran terutama dalam pemberitaan Kabar Mempelai (tabut perjanjian). Maaf, jika tidak taat hanya ada satu kata, yaitu 'mati' Kalau dulu memang mati secara jasmani, sekarang mati secara rohani = kering, sampai binasa selamanya. Ini serius, nomor satu untuk saya. Ini merupakan berkat TUHAN kepada kita, mari kita bersunguh-sungguh taat. Kalau tidak taat, berarti mengikuti daging. Kita mengikuti Roh (kehendak TUHAN) atau daging.

    Tanda-tanda pelayanan daging (tidak taat), yaitu tidak mau memikul tabut perjanjian. TUHAN memerintahkan untuk memikul tabut perjanjian di bahu, tetapi mereka tidak mau => 'santai saja, dinaikkan kereta saja' Tidak mau memikul tabut perjanjian artinya


    • memilih yang enak bagi daging. Pelayanan dimana-mana selalu memilih yang enak bagi daging. Terutama kami sebagai gembala-gembala, nomor satu tidak mau berkhotbah (enak bagi daging) dan hanya mengatur-mengatur orang. Coba kalau saudara sekolah, lalu gurunya terus tidak mau mengajar, bagaimana?


    • tidak mau berkorban, tidak mau bertanggung jawab (tidak mau menggunakan bahu, tetapi memakai kereta). Ini untuk semuanya, nomor satu saya sebagai gembala, pemain musik, penyanyi, tim transportasi, tim apapun dalam pelayanan. Jangan mau enak sendiri! Kalau mau enak sendiri, tidak mau berkorban dan tidak mau bertanggung jawab, ini seperti menaikkan tabut perjanjian ke kereta => 'lebih enak naikkan kereta saja, tidak susah-susah'Jika demikian, hanya ada satu kata, yaitu 'mati' (bertambah kering).


    • dinaikkan pedati karena mencontoh Filistin = mencontoh cara-cara dunia yang tidak sesuai dengan Firman. Dulu, tabut perjanjian pernah dirampas oleh Filistin, tetapi Filistin hancur. Dimana ada tabut, hancur-hancur, sampai kuil Dagon atau dewa-dewanya jatuh pecah. Akhirnya mereka takut, lalu mengembalikan tabut perjanjian dengan dinaikkan pedati (dinaikkan kereta). Lalu bangsa Israel melihat => 'daripada dipikul, lebih enak seperti Filistin dinaikkan pedati' Inilah tidak mau bertanggung jawab.


    Hati-hati dalam ibadah; bagaimana cara bermain musik, cara menyanyi dll, jangan mencontoh dunia. Justru dunia harus belajar kepada kita. Jangan kita belajar kepada dunia. Bpk pdt Totaijs terakhir datang ke Indonesia (saya gandeng beliau waktu jalan di Batu), kemudian beliau mengatakan => 'Widjaja ingat ya, orang dunia sudah tahu bahwa akan terjadi sesuatu yang dahsyat di dunia dan mereka tahu jawabannya ada pada orang Kristen' Kita sebagai orang Kristen menyanyinya saja mau memakai cara dunia (cara menyanyi, cara main musik, cara berkhotbah seperti orang dunia), jangan ikuti! Itu sepeti tabut perjanjian dinaikkan pedati. Gawat!

    Waktu lembunya tergelincir, mungkin tabutnya bergerak, lalu ditangkap oleh Uza (menunjuk campur tangan). Padahal tutup dengan tabutnya (petinya) tidak bisa lepas (jangankan lepas, bergeser saja tidak bisa), tetapi Uza coba-coba memegang. Jadi, tanda pelayanan daging adalah campur tangan manusia, artinya Kabar Mempelai (Firman pengajaran yang benar) ditambah dengan:


    • lawakan,
    • suara daging. Yang tidak boleh => 'begini, memang Firman bilang tidak boleh, tetapi kita harus bijaksana' Akhirnya diperbolehkan. Karena pendetanya begini-begitu, akhirnya jadi boleh => 'semuanya setuju?' Dijawab => 'setuju' Padahal ini tidak sesuai dengan Firman.


    • pengetahuan. Seperti yang dulu saya katakan, tentang Firman 'Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang menuju Bapa, kecuali melalui Aku (YESUS)' Saya dipanggil oleh dua guru agama, waktu itu saya di Petra dan sekarang gurunya sering bertemu dengan saya (beliau menjadi pendeta). Padahal saya bukan guru agama, lalu saya dipanggil => 'bagaimana menurut pak Widjaja?' Saya jawab => 'ini yang benar' Mereka mengamuk => 'bapak tidak membaca di sosiologi, antropologi (yang saya ingat akhiran 'logi' cuma dua ini saja)' Saya langsung lari. Maksudnya dia, kalau dibaca dari pengetahuan, bukan hanya lewat satu (YESUS). Saya langsung lari.


    Inilah jika ditambah dengan pengetahuan, lawakan, suara daging. Hati-hati! Kalau ditambah sesuatu dari dunia ini, akhirnya tergelincir. Contohnya tergelincir: jalan kesana, kena kulit pisang, lalu tergelincir, maka arahnya bisa kesana (arahnya berbeda jauh). Lain halnya dengan terpeleset (arahnya tidak jauh). Tergelincir artinya salah arah, tidak lagi mengarah ke Yerusalem Baru (Kanaan), tetapi tersesat dan binasa selamanya. Dalam pelayanan harus menjadi tawanan Roh (harus taat). Kalau tidak taat, akan tergelincir (habis, mati). Tidak boleh ditambahi atau dikurangi!

    Akhirnya Uza mati (tergelincir atau salah arah = mati rohani, kering rohani, menuju kematian kedua itulah neraka lautan api belerang). Mereka tidak berani maju lagi, tabut perjanjian diletakkan di rumah Obed Edom. Obed Edom diberkati. Mereka mengatakan ke Daud => 'karena ada tabut perjanjian, Obed Edom diberkati' Lalu tabut perjanjian mau dipindah lagi. Daud mengikutinya, jangan dinaikkan pedati lagi tetapi memakai bahu. Inilah sudah mulai taat.

    2 Samuel 6: 12-17, 23
    12. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
    13. Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.
    14. Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
    15. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
    16. Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.
    17. Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
    23. Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.

    Ay 16 => 'maka Mikhal, anak perempuan Saul' => Mikhal ini isteri Daud.
    'Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya' => Mikhal menjadi mandul.

    Ay 17 => tabut perjanjian diletakkan di kemah, tetapi tidak ada kemuliaan. Kalau saudara baca, di kemah Daud tidak ada kemuliaan. Inilah bedanya!

    Kemudian Daud sadar. Dia tidak memakai kereta lagi untuk mengangkut tabut perjanjian, tetapi memikul di bahu (ini sudah benar sesuai Firman) dan Daud menari-nari, artinya daging masih bersuara atau berkuasa (daging masih bebas). Tabut perjanjian dipikul di bahu, ini sudah benar mengikuti Firman, tetapi sayang dagingnya belum mati. Tadi, rasul Yohanes menyembah sampai serasa mati (jangankan menari, bergerakpun tidak bisa), inilah bertemu dengan YESUS dan mendapat jamahan Tangan TUHAN. Kalau daging masih bersuara atau berkuasa, akibatnya adalah tidak ada kemuliaan (kalau dibaca, di kemah Daud tidak ada Shekinah Glory, bahkan menjadi sandungan bagi isterinya). Jangankan pelayanannya menjadi berkat bagi orang lain, isterinya saja tersandung.

    Mikhal tersandung, sehingga dia menjadi mandul. Maaf, mandul secara rohani artinya tidak bisa mencapai Wahyu 12: 1 ('perempuan mengandung dengan matahari, bulan, bintang' = Mempelai Wanita) = tidak dapat mencapai kesempurnaan = tidak dapat menjadi Mempelai Wanita. Daud sudah mengikuti Kabar Mempelai (memikul tabut, bertanggung jawab), tetapi sayang dagingnya masih berkuasa (Daud menari-nari), sehingga tidak ada kemuliaan, bahkan isterinya menjadi mandul. Semoga kita dapat mengerti.

    Dilanjutkan pada zaman Salomo, baru ada kemuliaan. Pada zaman Daud tidak ada kemuliaan di kemah. Kita harus berhati-hati! Kita semuanya dipakai; dipanggil, dipilih, ditetapkan dalam jabatan, dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, harus menjadi tawanan Roh (tidak ada kompromi). Ini berarti kita melayani sesuai dengan kehendak TUHAN = taat dengar-dengaran apapun resikonya, terutama tentang Kabar Mempelai (tabut perjanjian). Harus taat, tidak boleh ditambah dikurangi. Saya juga tidak mau menambah mengurangi, biar apapun kata orang. Yang sudah saya pelajari dari gembala saya (bpk pdt In Juwono dan bpk pdt Pong), saya tidak mau merubahnya sedikitpun. Terserah, silahkan masing-masing, saya tidak mau campur-campur. Saya tegaskan ini, sekalipun babak belur secara jasmani, tetapi TUHAN selalu menolong. Harus tegas dan jangan dicampur sedikitpun.

    1 Raja-raja 8: 1-7, 10, 11,
    1. Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.
    2. Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel.
    3. Setelah semua tua-tua Israel datang, maka imam-imam mengangkat tabut itu.
    4. Mereka mengangkut tabut TUHAN dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.
    5. Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya.
    6. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub;
    7. sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas.
    10. Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
    11. sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

    Ay 4 => 'semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi' => ini sudah memenuhi syarat (sesuai dengan Firman) = taat kepada Firman.
    Ay 5 => 'Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu' => berdiri, tidak menari-nari lagi (dagingnya sudah berkurang). Tadi, Daud menari-nari. Sekarang, Salomo berdiri saja, ini dagingnya sudah berkurang. Tetapi dagingnya masih ada (daging masih berkuasa).
    Ay 10 => 'datanglah awan memenuhi rumah TUHAN' => datanglah awan kemuliaan. Inilah perbedaannya.
    Ay 11 => 'sehingga imam-imam tidak tahan berdiri' => Tadi, Daud menari-nari (daging berkuasa penuh). Salomo cuma berdiri, tidak menari lagi (daging masih bersuara) => '(kadang-kadang) berkata mengapa begitu ya, masa begitu' Tetapi setelah awan kemuliaan datang, tidak bisa berdiri lagi (tersungkur seperti rasul Yohanes). Semoga kita dapat mengerti.

    Salomo mengangkat tabut perjanjian dengan dipikul (sesuai dengan kehendak TUHAN) dan Salomo berdiri, artinya daging tidak berkuasa lagi (sekalipun masih bersuara). Kalau daging tidak berkuasa lagi, berarti Roh Kudus yang berkuasa, sehingga ibadah Salomo dalam urapan Roh Kudus, yaitu


    • penuh penghormatan (berdiri = hormat) kepada YESUS Sang Raja, Mempelai Pria Surga,
    • tertib dan teratur (tidak menari sana-sini),
    • ada suka cita surga (awan kemuliaan). Semoga kita dapat mengerti.


    Salomo sampai tidak dapat berdiri lagi = tersungkur menyembah TUHAN = daging tidak bersuara lagi (tirai terobek). Di dalam ruangan suci ada 3 macam alat. Di ruangan maha suci dimana terdapat tabut perjanjian, disana ada pintunya. Alat mezbah dupa emas paling dekat dengan pintu di ruangan maha suci (pintu tirai). Salomo dari berdiri, begitu awan kemuliaan turun, lalu tidak kuat dan tidak bisa berdiri lagi (jangankan mau loncat-loncat berdiri saja tidak kuat) = tersungkur menyembah TUHAN sampai memuncak yaitu daging tidak bersuara lagi (tirai terobek). Begitu tirai terobek, yang kelihatan adalah tabut perjanjian, itulah mempelai wanita.

    Wahyu 11: 19, Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

    Ay 19 => tabut perjanjian sudah berada di surga.

    Ini sama dengan Wahyu 12: 1, Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Tabut perjanjian = Mempelai Wanita.
    Tirai terobek, maka tabut perjanjian kelihatan = terwujud Mempelai Wanita (kehidupan yang sempurna sebagai Mempelai Wanita TUHAN). Pelayanan kita harus sesuai dengan Firman, jangan ikuti cara dunia, jangan! Seperti Daud masih menggunakan cara-cara dunia dll, akibatnya mati. Sesudah itu diperbaiki, taat kepada Firman, tetapi sayang daging masih bersuara atau berkuasa (menari-nari dll), sehingga Roh tidak berkuasa lagi. Akibatnya adalah tidak ada kemuliaan (ikabot), bahkan mandul (tidak dapat menjadi Mempelai/tidak dapat menjadi sempurna).

    Kemudian diperbaiki oleh Salomo, tabut dipikul dan Salomo berdiri, inilah daging sudah tidak berkuasa lagi sekalipun masih bersuara. Awan kemuliaan datang, Salomo menghormati hadirat TUHAN (ibadahnya tertib teratur). Sampai satu waktu titik puncaknya, Salomo berdiripun tidak kuat = tersungkur menyembah TUHAN seperti rasul Yohanes = tirai terobek = daging tak bersuara lagi? 'terserah Engkau TUHAN' (rasul Yohanes seperti orang mati => 'terserah Engkau TUHAN, tidak dapat berbuat apa-apa lagi'). Tirai terobek, maka tabut perjanjian kelihatan dan terwujudlah Mempelai Wanita TUHAN. Awan kemuliaan (Roh Kudus) bekerja terus menerus sampai kita sempurna seperti Dia. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Kisah Para Rasul 20: 24, Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Arti kedua: melayani TUHAN sampai garis akhir, dengan setia dan bertanggung jawab (tabut tetap dipikul) dihadapan TUHAN. Tadi, pertama melayani TUHAN dengan taat dengar-dengaran, sampai daging tak bersuara lagi. Jangan ada suara daging sedikitpun => 'mengapa begini' Tidak perlu!! Baca di alkitab dan cocokkan di alkitab. Melayani sampai garis akhir yaitu sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN YESUS datang kembali ke dua kali (kalau masih hidup terus berarti sampai TUHAN datang kembali).

    Melayani harus sampai garis akhir. Inilah keistimewaan pelayan TUHAN. Maaf, kalau pegawai negeri dll biar hebat (menjadi presiden) masih ada pensiunnya. Tetapi kalau pelayan TUHAN, tidak ada pensiunnya. Dalam surat Korintus, pelayanan = perlombaan, sebab itu harus mencapai garis finish (garis akhir). Contohnya: lomba lari seratus meter, larinya paling cepat, tetapi kurang empat puluh meter pelari itu berhenti. Sudah di diskualifikasi. Dulu saya pernah ikut lomba lari acara 17 Agustus (lari beberapa kilometer di desa). Sudah sampai beberapa kilometer saya nomor satu, lalu saya melihat, ada yang ikut menggonceng sepeda mendahului saya, akhirnya saya berhenti saja. Begitu juga dalam pelayanan.

    Jika tidak sampai garis akhir = gugur, namanya dicoret dari kitab kehidupan. Ini mengerikan! Ada daftar namanya (seperti peserta pelari), kalau dipanggil namanya tidak ada, maka dicoret. Yang tidak sampai garis akhir, dicoret namanya. Tidak ada alasan untuk pensiun. Ini pikiran manusia dan jangan ikut-ikut. Contohnya adalah Yudas. Karena keinginan akan uang, dia menjual YESUS (berhenti melayani). Jabatan Yudas digantikan orang lain (Matias) dan ia binasa.

    Kisah Para Rasul 1: 16-18, 20
    16. "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
    17. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
    18. -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
    20. "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

    Ay 17 => 'Dahulu ia termasuk bilangan kami' => dahulu dia dihitung.

    Yudas ini tidak setia dan tidak bertanggung jawab. Yudas meninggalkan pelayanan karena uang = karena sesuatu di dunia, mungkin jodoh. Nama Yudas dicoret, digantikan dengan Matias, berarti binasa selamanya (tidak dihitung lagi). Hati-hati dengan istilah 'dahulu' (banyak orang yang bangga). Saya pernah bertemu dengan orang beberapa kali, setelah berkhotbah. Saya berkotbah tidak menyinggung nama bpk pdt Van Gessel, tetapi orang lama langsung mengetahui. Saat pulang, kemudian kami berjabatan tangan => 'oh Van Gessel ya, dulu saya ikut Van Gessel kemana saja, ke desa, saya mengantar (orangnya sudah tua)' Saya puji karena bersemangat, tetapi dalam hati kecil saya berkata => 'sekarang bagaimana?'

    Ingat ayat ini 'Dahulu..' Sekarang, bagaimana? Jangan sampai nama kita dicoret. Pelayan yang setia dan bertanggung jawab sampai garis akhir, tetap dihitung oleh TUHAN (sehelai rambutpun dihitung), berarti namanya tertulis dalam kitab kehidupan. Kalau kita setia dan bertanggung jawab, sekalipun kita hanya seperti sehelai rambut dalam tubuh (tidak ada artinya, tidak ada yang lihat), tetapi tetap akan dihitung oleh TUHAN, artinya nama tertulis dalam kitab kehidupan:


    • selalu dipelihara oleh TUHAN sekalipun tak berdaya.
    • selalu diingat oleh TUHAN. Orang lain tidak ingat. Sehelai rambut, siapa yang mau mengingat? Tetapi TUHAN yang mengingat.
    • selalu ditolong oleh TUHAN sekalipun tak berdaya.
    • sampai dimiliki oleh TUHAN (sampai menjadi milik TUHAN).


  3. Kisah Para Rasul 20: 28-30
    28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    29. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
    30. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

    Ay 28 => 'Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan' => inilah penggembalaan.
    'menjadi penilik' => gembala.

    Ay 29 => 'serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu' => hati-hati!
    Ay 30 => dari dalam/dari antara kamu sendiri => ini yang berbahaya.

    Arti ketiga: melayani TUHAN harus dalam sistem penggembalaan.

    Yang harus diperhatikan:


    • Kandang penggembalaan (ketekunan dalam tiga macam ibadah). Ini tidak dapat ditawar lagi! Siapapun kita, termasuk nabi, rasul, guru, penginjil, gembala, penyanyi, pemain musik, semuanya harus masuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

      Kalau kita bertekun dalam tiga macam ibadah, seperti pohon ditanam di tepi air, akan berbuah. Buahnya ini yang akan dikirimkan, kepada siapa? kemana? Ke Poso bahkan sampai ke luar negeri (eksport). Buahnya yang dikirim, jangan pohonnya (pohonnya tetap tertanam). Maaf, banyak penginjil hebat, semestinya bertambah tua, bertambah hebat. Tetapi setelah hebat, lalu habis. Ini karena tidak tergembala, pohonnya yang dicabut (jalan) kemana-mana, akhirnya kering. Pohonnya tetap tertanam, buahnya yang dikirim. Semoga kita mengerti.


    • Firman kasih karunia.
      Kisah Para Rasul 20: 32, Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

      Firman penggembalaan = Firman kasih karunia, yang hanya didapatkan langsung dari TUHAN. Murid-murid Lempin-El Kristus Ajaib perhatikan (angkatan 35). Saudara-saudara ada di Lempin-El dibentuk menjadi hamba TUHAN (belajar hanya beberapa kitab). Sesudah itu belajarnya dibawah Kaki TUHAN selama dua puluh empat jam penuh, untuk mendapatkan Firman kasih karunia. Firman kasih karunia tidak dapat dipelajari di dunia ini. Saya belajar alkitab selama tujuh bulan, sekarang sudah menjadi gembala dua puluh tahun tahun. Kalau hanya bergantung kepada sekolah, apa yang akan dimakan oleh jemaat? Tidak bisa! Firman kasih karunia (Firman penggembalaan) langsung dari langit (dari TUHAN). Semoga kita dapat mengerti.

      Mari doakan. Bpk pdt Pong Dongalemba almarhum selalu mengatakan => 'kalau kami, hamba TUHAN siap (banyak doa, banyak puasa untuk membaca Firman, untuk mendapatkan makanan), tetapi kalau jemaat tidak merindu, tidak akan ada. Kalau jemaat merindu, pasti selalu dibukakan Firman' Jadi, datang ke gereja berdoa terlebih dahulu => 'tolong TUHAN, berikan saya Firman' Ini sama dengan fellowship. Kalau yang datang fellowship sungguh-sungguh mau mendengarkan Firman, maka rahasia Firman akan dibukakan oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

      Kegunaan Firman kasih karunia (Firman penggembalaan) adalah


      1. untuk membangun kehidupan rohani kita,
      2. dari kebenaran, kesucian sampai
      3. kepada kesempurnaan (tabernakel). Firman penggembalaan itu teratur, seperti halnya membangun rumah. Kalau masih bangun dasar, lalu besok datang orang lain untuk meletakkan gentengnya, tidak akan bisa! Sebab itu gembala diberikan karunia oleh TUHAN untuk menyampaikan Firman secara berkesinambungan. Kemarin Wahyu 1: 17, sekarang masih membahas Wahyu 1: 17, ini terus menerus dan diselesaikan secara tertib-teratur (berkesinambungan). Kalau istilah 'membangun' tidak bisa comot sini, comot sana. Misalnya sekarang membangun dasar, besok membangun lantai, tidak akan bisa! Sekarang masih membangun dasar, mari dasar digali lagi (kurang dalam), digali lagi, sampai selesai dasarnya. Lalu tambahi tiang satu, kuatkan dulu, baru beralih. Jadi istilah membangun itu teratur.

        Membangun = menyucikan kita sampai dengan sempurna. Firman penggembalaan (Firman kasih karunia) menyucikan kita terus-menerus sampai kita menuju kesempurnaan.

        Apa yang disucikan?
        Kisah Para Rasul 20: 33-35
        33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
        34. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
        35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

        Yang disucikan adalah keinginan jahat (ayat 33), yaitu


        1. keinginan akan uang = terikat akan uang = melekat kepada uang (tidak bisa melekat kepada pokok anggur), yang membuat:


          • kikir: tidak dapat memberi,
          • serakah: merampas hak orang lain, terutama Hak TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus). Inilah yang harus disucikan, setelah itu baru jemaat dapat terbangun dan kerohanian hamba TUHAN juga terbangun. Maaf, ini ajaran guru saya, bagaimana kita mau KKR (Kebangunan Rohani)? Kita sendiri bingung dengan ongkosnya kesana, hotelnya berapa? Jangan-jangan berhutang, lalu bagaimana kita mau membangun? Sebab itu tidak boleh ada keinginan akan uang (kikir dan serakah). Ini harus disucikan. Mungkin saudara berkata => 'jemaat sudah lumayan banyak' Tidak, ini sejak saya masih pengerja. Saya bersaksi, kalau bpk pdt Pong menyuruh saya ke Malang (karena gembala di sana meninggal), tidak pernah diberikan ongkos dan tidak boleh mengambil kolekte. Kemana saja, ke Kalimantan juga => 'kamu melayani kaum muda ya (bpk pdt Pong yang ibadah umum 5 kali, saya yang kaum muda)' Tetapi tidak pernah diberikan ongkos atau untuk hotel. Sampai satu waktu bpk pdt Pong bingung (sudah beberapa kali saya disuruh dan bpk pdt Pong bingung) dan memanggil saya => 'kamu kemana-mana darimana uangnya' Bpk pdt Pong sampai bertanya seperti itu. Saya belum menjawab, bpk pdt Pong sudah menjawab terlebih dahulu => 'dari iman ya' Saya hanya pengerja, beliau benar-benar kaget. Baru setelah itu saya diberi (waktu itu bertepatan saya membutuhkan uang untuk wisuda adik saya ke Denpasar). Keinginan jahat (keinginan uang) dahulu yang harus dibersihkan. Jangan seperti Yudas yang serakah (sehingga ia mencuri milik TUHAN), akhirnya habis.


        2. mau mendengarkan ajaran-ajaran lain ('ada serigala-serigala'). Sudah tahu kalau ajarannya itu berbeda, tetapi mengatakan => 'tidak apa-apa' Kalau ajarannya sama silahkan saja. Kalau berbeda, hati-hati. Contohnya: Hawa mendengarkan suara TUHAN lalu mendengarkan suara ular (ajarannya berbeda). Akhirnya Hawa memilih yang berbeda dan yang benar malah dibuang (dimusuhi). Jangan coba-coba mendengarkan ajaran lain, sebab itu termasuk keinginan jahat. Karena merasa kuat (mau mendengarkan ajaran lain), sebentar lagi dapat dimakan oleh serigal-serigala. Semoga kita dapat mengerti.


        3. Keinginan jahat ini berpasangan dengan keinginan najis (ini juga harus disucikan), yaitu


          • dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba,
          • dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya, nikah yang salah. Nikah yang salah harus diperbaiki terlebih dahulu. Semuanya ada jalan dari Firman TUHAN. Kalau nikahnya salah, tidak akan dapat melayani. Semoga kita dapat mengerti.


        Terakhir-terakhir bpk pdt Totaijs ke Indonesia menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari hamba TUHAN yang sudah dulu bercerai. Dia tidak tahu, sekarang menikah lagi, lalu bertanya => 'bagaimana oom, saya terkena Firman? Jawabannya => 'semua ada jalannya' Perbaiki nikah, baru kita melayani TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
        Kalau daging, 'lebih merasa berbahagia menerima daripada memberi' Jika keinginan jahat sudah disucikan, hasilnya adalah 'lebih bahagia memberi daripada menerima' Inilah tawanan Roh. Ini bukan berarti tidak boleh menerima. Saya juga banyak menerima, orang memberikan saya mobil dll, saya terima, tetapi lebih bahagia mana, memberi atau menerima? Ini dites dulu dengan yang kecil, lewat keuangan dll, sampai lebih bahagia memberi daripada menerima. Kalau sudah merasa lebih berbahagia memberi daripada menerima, maka daging sudah tidak bersuara lagi (tawanan Roh sepenuhnya), sehingga kita dapat menyerahkan (memberikan) seluruh hidup kita kepada TUHAN = mengasihi TUHAN lebih dari semuanya = taat kepada TUHAN apapun resikonya sampai daging tak bersuara lagi. Ini seperti rasul Yohanes bersandar di Dada TUHAN.

Inilah hubungan Mempelai (memberikan seluruh hidup). Mempelai wanita memberikan seluruh hidup kepada Mempelai Pria. Semuanya diberikan kepada Mempelai Pria (tempatnya diberikan). Dahulu isteri saya, saya ambil dari jalan Johor harus ikut ke Malang. Di Johor banyak orang, dia senang. Tetapi di Malang hanya berdua, sepi, tidak ada orang, dia menangis. Harus menyerah kepada suami. Demikian juga kita, harus menyerahkan semuanya, sampai seperti rasul Yohanes bersandar di Dada TUHAN (dalam pelukan Tangan kasih TUHAN). Lewat perjamuan suci, Dia sebagai Mempelai Pria sudah memberikan semuanya untuk kita, Dia lebih bahagia memberi daripada menerima. Kita juga harus berikan seluruh hidup kita kepada Dia. Kalau masih ada ikatan-ikatan (ikatan waktu dll) => 'saya masih begini' Lewat perjamuan suci, mari terobos semuanya => 'saya berikan hidup untuk Mu TUHAN, sampai bersandar di Dada TUHAN'

Yohanes 13: 23, Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Ay 23 => 'bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya' => bersandar di Dada-Nya (dalam terjemahan lama).

Ini sama dengan (dua kali diulangi) Yohanes 21: 20 - 22,
20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

Ay 20 => 'duduk dekat Yesus' => bersandar di Dada TUHAN.

Ay 22 => 'Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu' => hidup mati didalam tangan TUHAN. Itulah orang bersandar (lebih bahagia memberi daripada menerima).

Sekarang, apa yang TUHAN minta? Waktu, tenaga, uang, berikanlah, sampai lebih bahagia memberi daripada menerima, nanti sampai dapat menyerahkan seluruh hidup kepada TUHAN/bersandar di Dada TUHAN/dalam pelukan Tangan TUHAN. Saat-saat perjamuan suci, waktu yang paling tepat. Waktu itu mereka duduk makan (perjamuan suci), inilah saat yang paling tepat. Mungkin ada halangan => ' Ingat, bagiamana Dia sudah berkorban semuanya. Itulah yang bisa menerobos semuanya. Mungkin perasaan => Ingat perasaan-Nya, bagaimana Dia sudah dihina, diludahi, tidak salah harus disalibkan? Serahkanlah semuanya kepada TUHAN. Lewat perjamuan suci, kita dipeluk oleh TUHAN dan hidup mati berada di dalam Tangan TUHAN.

Hidup mati berada di dalam Tangan TUHAN, artinya kita boleh berusaha, tetapi TUHAN yang menentukan semuanya artinya:

  • TUHAN yang menentukan mati hidup kita,
  • TUHAN yang menentukan pemeliharaan kita. Mungkin orang lain mengatakan => 'tidak bisa tokomu, kalau hanya seperti ini ..' Mungkin kita berusaha sudah tidak dapat lagi, tetapi TUHAN yang menentukan.


  • TUHAN menentukan masa depan kita. Mungkin ijasah tidak punya dll, kalau TUHAN mengatakan 'mungkin', maka dapat terjadi.
  • TUHAN yang menentukan nikah rumah tangga kita,
  • TUHAN yang menentukan pelayanan kita. Lempin-El perhatikan, mungkin saudara nanti dikirim di pedalaman, siapa yang mau datang? Saya pernah melayani ke gunung (bukan di kaki gunung, tetapi agak di tengah gunung), saya bingung juga => 'mana gereja nya. sebab kami tidak menemukan?' Mobil sudah seperti kelinci, semuanya sudah mau kembali, salah satu sopirnya => 'kembali saja pak, dimana gerejanya' Tetapi memang ada gereja disitu. Saya tunggu-tunggu mana orangnya, ternyata banyak yang datang. Ini bisa terjadi, kalau TUHAN yang menghendaki pelayanan kita (pasti ada saja).


  • TUHAN yang menentukan penyelesaian masalah kita. Mungkin sudah mustahil, sudah tidak bisa, TUHAN yang selesaikan sekarang ini. Dia berteriak 'sudah selesai', selesailah semuanya.


  • TUHAN yang menentukan kesempurnaan hidup kita. Jangan putus asa, mungkin masih banyak cacat cela kita. Saya terkadang juga merasa => 'mengapa saya masih begini TUHAN?' Saya belajar untuk tidak mau marah, malah saya marah lagi. Sebab kalau tidak dimarahi, murid-murid Lempin-El tidak akan menjadi hamba TUHAN. Tetapi saya yang rugi => 'TUHAN ampunilah saya, saya tidak layak' Jangan putus asa, sebab TUHAN yang menentukan kesempurnaan kita. Kemurahan TUHAN yang menolong kita semuanya.

Apa yang tidak pernah kita pikirkan, tetapi kalau kita mengasihi Dia (bersandar kepada TUHAN), tinggal menunggu saja. Apa yang tidak pernah kita lihat, kita dengar, kita pikirkan, Dia akan memberikannya kepada kita yang mengasihi Dia. Dia akan memberikan semuanya:

  • secara jasmani, Dia akan berikan. Kita tidak pernah dengar, tidak pernah lihat, tidak pernah bayangkan, dapat Dia berikan.
  • secara rohani juga. Dia akan memberikan kesempurnaan. Kita tidak dapat bayangkan, bagaimana kita nanti di awan-awan yang permai? Mendengar suara desau air bah. Saya ingat waktu di India dengan bpk pdt Pong, kira-kira ada tiga ratus orang penginjil => 'mari kita menyembah dengan 'Haleluya' Sampai bergemuruh di dalam ruangan. Saya bayangkan kalau di awan-awan => 'TUHAN kalau di awan-awan, tetap suaraku ada disana' Waktu itu saya membayangkan, bagaimana kalau di awan-awan? Dahyat, luar biasa! Penginjil-penginjil di India, tadinya berasal dari agama lain, kemudian bisa mengenal YESUS, ini luar biasa! Mari malam ini, lewat perjamuan suci (bukan lewat ijasah, modal, keuangan) apa yang tidak pernah kita dengar, kita lihat, kita pikirkan, TUHAN bisa berikan kepada kita.

1 Korintus 2: 9, Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Ay 9 => 'semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia' => untuk yang bersandar di Dada TUHAN, dalam pelukan Tangan TUHAN.
Saya tidak ada pikiran untuk membuka gereja disini. Waktu itu saya mencari kelas atau ruangan kecil, mau pinjam di gereja GPT untuk tiga keluarga saja. Lalu di tawari di Jl. WR Supratman, ada ac nya, saya hanya tertawa => 'tanyakan dulu ya, berapa sewanya?' Siapa yang mau bayar nanti? Tetapi TUHAN dapat membuka semuanya. Yang jasmani TUHAN dapat, terlebih lagi yang rohani lewat perjamuan suci. Kalau ada hati yang belum percaya, lihat perjamuan suci, rasakan kasih-Nya yang tidak pernah berubah dan tidak pernah menipu kita.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top