English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 16 Juli 2014)
Tayang: 23 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Februari 2014)
Tayang: 05 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Juli 2014)
Tayang: 07 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juni 2014)
Tayang: 10 April 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 09 April 2014)
Tayang: 25 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 14 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (RAbu, 26 Februari 2014)
Tayang: 15 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 04 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Juni 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 21 Agustus 2013)
Tayang: 04 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 06 November 2013)
Tayang: 13 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 25 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 02 Oktober 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Senin, 26 Mei 2014)
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 02 Juli 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 07 Mei 2016

Kita masih membaca dalam kitab Wahyu 1. Saat ini akan dirangkumkan dari ayat ke 9 sampai ayat 20, ini tentang penglihatan rasul Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1 : 9, Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

Rasul Yohanes berada atau dibuang di pulau Patmos = mengalami sengsara daging bukan karena berbuat dosa/berbuat jahat (pulau Patmos merupakan tempat pembuangan untuk orang-orang yang jahat), tetapi karena Firman ALLAH dan kesaksian YESUS, sehingga rasul Yohanes mengalami tiga hal:

  1. Wahyu 1 : 9, Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

    Pertama: masuk dalam persekutuan yang benar, berdasarkan Firman pengajaran yang benar = masuk persekutuan Tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wanita TUHAN). Sebab ada persekutuan yang tidak benar (tidak berdasarkan Firman TUHAN), akhirnya masuk ke Babel.


  2. Wahyu 1 : 10-16,
    10. Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
    11. katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
    12. Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
    13. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
    14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
    15. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
    16. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

    Kedua: dapat mendengar dan melihat bunyi atau suara sangkakala yang keras (Firman penggembalaan) = dapat tergembala dengan benar dan baik. Jika kita mau sengsara daging karena YESUS (karena Firman), maka kita dapat tergembala dengan benar dan baik. Kita jauh-jauh datang ke sini, agar dapat tergembala dengan benar dan baik.

    Jika tergembala dengan benar dan baik, maka bisa melihat dua wujud nyata:


    1. Tujuh kaki dian dari emas = gereja TUHAN yang sempurna.
    2. Pribadi YESUS dalam kemuliaan, sebagai Imam Besar, Raja segala raja, Hakim Yang Adil dan Mempelai Pria Surga.


    Memang perlu sengsara daging, tetapi bukan karena berbuat dosa, melainkan karena Firman ALLAH dan kesaksian YESUS, sehingga dapat masuk persekutuan yang benar, berdasarkan Firman pengajaran yang benar = persekutuan Tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wanita). Sebab ada persekutuan Babel, yang tidak berdasarkan pengajaran yang benar (berdasarkan uang, artis, dan sebagainya).

    Persekutuan itu dimulai dari nikah. Jika menikah berdasarkan karena cantik, ganteng (tidak berdasarkan pengajaran yang benar), akan mengarah kepada Babel. Sama halnya dengan ibadah, kalau tidak berdasarkan Firman pengajaran yang benar, maka mengarah kepada Babel. Kemudian yang kedua, dapat masuk dalam penggembalaan yang benar dan baik = dapat mendengar suara sangkakala yang keras. Dapat mendengarkan suara sangkakala atau Firman yang keras karena mau sengsara daging (dapat tergembala dengan benar dan baik).

    Memang untuk masuk kandang penggembalaan (masuk dalam tiga macam ibadah) berat sekali. Contohnya: pulang kerja langsung beribadah, hari Minggu, Senin, Rabu harus beribadah, apalagi kalau jaraknya jauh, ini berat sekali. Tetapi kalau mau sengsara seperti rasul Yohanes yang mau dibuang ke pulau Patmos (mau sengsara karena Firman dan karena YESUS), tidak ada yang sulit. Saya selalu mengatakan => 'untuk masuk kandang penggembalaan memang berat bagi daging, tetapi enak dan ringan dalam seluruh kehidupan kita' sehingga kita dapat melihat dua wujud (gereja TUHAN yang sempurna dan Pribadi YESUS dalam kemuliaan).


  3. Wahyu 1 : 17-20,
    17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
    18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
    19. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
    20. Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Wahyu 1 : 17-20, inilah yang akan kita pelajari dihari-hari ini.

Ketiga: dapat tersungkur di depan Kaki YESUS (tersungkur sampai seperti orang mati) = menyembah dengan hancur hati dan menyembah sampai daging tidak bersuara lagi. Tadinya, tidak dapat tersungkur. Tetapi sekarang dapat tersungkur di depan Kaki YESUS, karena dia dibuang ke pulau Patmos. Kalau tidak dibuang ke pulau Patmos, tidak akan dapat tersungkur.

Wahyu 1 : 9, Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

Keadaan rohani rasul Yohanes adalah:

  • Ia memiliki Firman ALLAH (dalam tabernakel menunjuk meja roti sajian) dan
  • Ia memiliki kesaksian YESUS atau Roh. Kudus (dalam tabernakel menunjuk pelita emas), tetapi masih kurang satu yaitu
  • ia tidak memiliki mezbah dupa emas. Ini gawat, sebab kalau tidak ada mezbah dupa emas, akan menjadi sasaran dari antikris.

Orang-orang yang mempunyai Firman, kesaksian YESUS (Roh Kudus), tetapi tidak mempunyai penyembahan, akan menjadi sasaran dari antikris.

Wahyu 12 : 17, Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Ay 17 => 'hukum-hukum Allah' => meja roti sajian.
'memiliki kesaksian Yesus' => ada pelita emas.

Inilah tidak ada mezbah dupa emas, dan keadaan rohani semacam ini, akan menjadi sasaran dari antikris, sehingga terjadi dua kemungkinan:

  1. Mengalami aniaya antikris selama tiga setengah tahun, sampai dipancung kepalanya. Tetapi dia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan waktu YESUS datang kembali ke dua kali dan dapat bertemu dengan YESUS. Kehidupan ini ketinggalan pada zaman antikris, tidak mau menyembah antikris (tetap bertahan menyembah YESUS), sehingga mengalami aniaya antikris selama tiga setengah tahun, sampai dipancung kepalanya.


  2. Menyembah antikris. Dalam aniaya antikris dia tidak tahan (mau membeli nasi dll, harus dianiaya, tidak boleh menjual dan membeli), sehingga menyembah antikris. Secara fisik tidak apa-apa, tetapi dia menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya.

Bersyukur, sebab rasul Yohanes diijinkan dibuang ke pulau Patmos. Mengapa rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos? Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos = mengalami sengsara daging, supaya mengalami peningkatan rohani sampai ia dapat tersungkur di depan Kaki YESUS (menyembah TUHAN). Dibuang ke pulau Patmos, bukan supaya hancur, tetapi supaya jangan sampai menjadi sasaran dari antikris!

Demikian juga kita semuanya. Jika TUHAN mengijinkan kita mengalami sengsara daging karena YESUS (termasuk doa puasa seperti saat ini, menghadapi pencobaan, ujian, dicela, dll), bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk meningkatkan kerohanian kita sampai kita dapat tersungkur di depan Kaki YESUS. Apakah kita harus dibuang ke pulau Patmos supaya menjadi seperti rasul Yohanes? Tidak perlu! Bisa lewat berpuasa. Jadi, seperti rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos, bagi kita sekarang adalah dengan berpuasa. Ada beras, nasi, lauk pauk, tetapi hari ini kita berpuasa.

Tersungkur di depan Kaki YESUS = menyembah dengan hancur hati. Menyembah dengan berpuasa ini berbeda dengan kalau menyembah dengan tidak berpuasa. Coba saudara rasakan, kalau menyembah dengan berpuasa (dalam keadaan lemah, dalam doa semalam suntuk), lebih cepat hancur hati. Ini karena sengsara daging. Memang TUHAN ijinkan kita menghadapi pencobaan, ujian-ujian. Kalau semuanya normal (ekonomi normal, semuanya enak), yang dulunya mendengar Firman dengan serius/senang, sudah mulai biasa saja. Berdoa juga biasa saja. Coba kalau ada ujian (ekonomi merosot) => 'Haleluya (cepat hancur hati).

Daripada menjadi sasaran dari antikris, maka TUHAN ijinkan sesuatu terjadi (sengsara daging karena YESUS). Bentuk sengsara daging karena YESUS: berpuasa, doa semalam suntuk (ini bentuk yang dapat kita mohon kepada TUHAN), bentuknya lainnya seperti menghadapi pencobaan, ujian. Tidak apa-apa, semuanya harus kita jalani, ini bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk meningkatkan kerohanian kita sampai kita dapat tersungkur di depan Kaki YESUS (menyembah dengan hancur hati). Doa puasa malam ini merupakan kesempatan kita untuk menyembah YESUS. Yang tidak puasa juga boleh berdoa. Yang berpuasa harus berdoa. Kita bersama-sama berdoa dan menyembah TUHAN. Sekarang ini mungkin kita membawa suatu masalah, maksudnya TUHAN adalah supaya kita dapat tersungkur di depan Kaki TUHAN (menyembah dengan hancur hati).

Pengertian hancur hati, yaitu

  1. Mazmur 119 : 20, Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.

    Ay 20 => 'hukum-hukum-Mu' => Firman-Mu.

    Pergertian pertama: selalu merindukan Firman ALLAH (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua) lebih dari semuanya dan selalu mengalami pekerjaan Firman ALLAH (pedang Firman ALLAH) yang menunjuk, menyucikan, dan mengungkapkan dosa-dosa kita. Kita mencari Firman yang menunjuk dosa-dosa. Kita sudah selamat (percaya YESUS, diberkati), mari mencari Firman yang lebih meningkat lagi, itulah pedang yang selalu menusuk => 'datang di gereja jauh-jauh, ditusuk-tusuk seperti anjing-babi, tidak ada yang dipuji' Inilah yang benar! Kalau kita hancur hati, maka kita dapat menerima Firman.

    Dari situlah kita terdorong untuk dapat mengaku dosa dengan hancur hati. Seperti raja Daud, begitu nabi Natan menunjuk dengan keras => 'kamu itu Daud, kamu melakukan dengan sembunyi-sembunyi, tidak dengan terang-terangan ...' Daud menyesal dan mengaku bahwa dia sudah jatuh dengan Betsyeba, membunuh suami Betsyeba dengan sengaja. Inilah pentingnya Firman pengajaran yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menusuk hati-hati kita (dosa-dosa) = disucikan sampai kita dapat mengaku dosa.

    Mazmur 51 : 1-3, 18, 19,
    1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
    2. ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
    3. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
    18. Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
    19. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

    Ay 2 => Nabi Natan menegor Daud dengan keras. Biasanya raja kalau ditegor akan mengamuk. Seperti raja Asa sudah ditolong oleh TUHAN, kemudian dia salah dalam pelayanan dan ditegor, dia mengamuk. Tetapi raja Daud dapat hancur hati, artinya dia selalu merindukan Firman untuk menusuk/menunjuk dosa-dosanya. Ketika Firman menunjuk dosanya, dia tidak ragu-ragu untuk mengakui dosa-dosanya.

    Ay 3 => raja Daud mengakui dosanya.
    Nabi menunjuk Firman nubuat = Firman pengajaran atau pedang.

    Raja Daud hancur hati oleh pekerjaan pedang Firman yang disampaikan oleh nabi Natan, sehingga raja Daud mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama (raja Daud mengaku dosa kepada nabi Natan). Raja Daud mengalami pengampunan dosa dan tidak berbuat dosa lagi. Itulah hancur hati! Kalau setelah mengaku dosa lalu berbuat lagi, itu tidak hancur hati, tetapi dibuat-dibuat. Kalau hancur hati lewat pekerjaan Firman, dia sungguh-sungguh tahu => 'saya salah besar, berdosa' Semoga kita dapat mengerti.

    Orang yang berani mengaku dosa dan meninggalkan dosa adalah berharga dihadapan TUHAN sehingga boleh menghampiri takhta TUHAN ('hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah'). Orang yang menyimpan dosa, itu hina. Remuk hati itu dapat menghampiri takhta TUHAN. Demikian juga kita pada saat ini, jika kita hancur hati oleh pekerjaan Firman; kita dapat mengaku dosa-dosa sehingga kita dapat menghampiri takhta TUHAN.

    Yesaya 57 : 15, Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

    Ay 15 => 'Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus' => di takhta.

    Kalau kita hancur hati, maka kita boleh menghampiri atau menghadap takhta TUHAN. Jadi, pengertian hancur hati yang pertama adalah kita merindukan pedang Firman untuk mengoreksi diri kita (menunjukkan dosa-dosa), sampai kita dapat mengaku dosa. Mari, dalam doa penyembahan sekarang ini, biarlah kita mengakui dosa-dosa (saat ditusuk oleh Firman, akui dosa kita).


  2. Lukas 20 : 17, 18,
    17. Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?
    18. Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."

    Ini perumpamaan tentang kebun anggur (penggarap-penggarap kebun anggur). Batu penjuru menunjuk Kurban Kristus. Batu Penjuru (batu yang dibuang oleh tukang bangunan) = batu yang indah. Ini kehidupan yang tidak berdosa, tetapi disalibkan (dibuang oleh tukang bangunan).

    Pengertian kedua: menghargai atau meninggikan Kurban Kristus. Pengertian pertama tadi, meninggikan Firman atau selalu rindu akan Firman pengajaran yang benar (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

    Praktik menghargai/meninggikan Kurban Kristus adalah


    1. Rela sengsara tanpa dosa. YESUS bukan hanya tidak berbuat dosa, Dia bahkan tidak mengenal dosa, tetapi Dia harus rela sengsara sampai mati di kayu salib (mati terkutuk di kayu salib). Banyak diterangkan tentang menghargai Kurban Kristus, yaitu perjamuan suci. Ini boleh, tetapi tidak dapat menghargai sampai dua puluh empat jam. Jadi, praktik sehari-hari menghargai Kurban Kristus yaitu rela sengsara daging tanpa dosa (bukan karena berbuat dosa).

      Tentang pekerjaan di kebun anggur, kebun anggur menunjuk kebun Mempelai. Pekerjaan TUHAN (penggembalaan) yang dibina oleh Kabar Mempelai harus ada sengsara daging tanpa dosa, tidak bisa seenaknya. Kalau ada yang mengatakan => 'oom disana, tidak datang kebaktian, tetapi boleh melayani' Terserah! Yang penting kita adalah kebun anggur. Kalau kebun anggur, berarti harus ada anggur yang diperas (sengsara daging). Saya banyak diprotes juga di Malang => 'percuma, di gereja itu susah kalau mau melayani, harus datang tiga macam ibadah' Terserah! Harus rela sengsara tanpa dosa. Semoga kita dapat mengerti.

      Kita rela sengsara tanpa dosa, supaya kita mengalami keubahan hidup.
      2 Korintus 4 : 16, 17,
      16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
      17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

      Kalau kita rela sengsara daging tanpa dosa, hasilnya adalah kita mengalami keubahan hidup. Keubahan hidup (berubah) = berbuah (berbuah anggur). Inilah kalau kita berada di ladang Mempelai/ladang anggur/berada dalam penggembalaan yang dibina oleh Kabar Mempelai (pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua). Keubahan hidup atau berbuah anggur yang manis dimulai dengan tidak ada dusta (membuang dusta) = perkataan benar dan baik = hidup dalam kebenaran (semuanya benar). Kalau perkataannya tidak benar, maka semuanya tidak benar. Semoga kita dapat mengerti.

      Perkataan baik = menjadi berkat bagi orang lain. Perkataan yang benar dan baik, itu berkenan kepada TUHAN dan kepada sesama.

      Hakim-Hakim 9 : 12, 13,
      12. Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!
      13. Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?

      Kalau sudah dapat menghasilkan air anggur (jika diperas ada air anggur yang manis), maka menyukakan hati TUHAN dan sesama = berkenan kepada TUHAN dan sesama = menyenangkan hati TUHAN dan sesama.


    2. Penyerahan sepenuhnya kepada Kurban Kristus ('jatuh ke atas batu') = mengalaskan seluruh hidup kita diatas Kurban Kristus. Ini seperti orang yang jatuh dan sudah tidak dapat diatur lagi. Ini sama seperti dalam Yesaya 57 : 15 'dapat menghampiri takhta TUHAN' Kalau kita hancur hati, kita dapat menghampiri takhta TUHAN. Mari, saat ini, kita menghadap atau menghampiri takhta TUHAN dengan hancur hati.

Tadi, hancur hati artinya

  1. rindu kepada Firman (Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua) untuk mengoreksi/menusuk/mengungkapkan dosa-dosa/ menyucikan kita, sampai kita dapat mengakui dosa dan meninggalkan dosa-dosa. Itu menjadi berharga dihadapan TUHAN dan dapat menghampiri takhta TUHAN. Daud sudah terpuruk; sudah berzinah dan membunuh. Seharusnya Daud mati dirajam batu, tetapi karena dia mau hancur hati, ia masih ditolong oleh TUHAN dan diberikan kesempatan untuk menghampiri takhta TUHAN. Kedua,


  2. menghargai Kurban Kristus. Kita yang berada dalam ladang Mempelai (ladang anggur) mempunyai kesempatan. Menghargai atau meninggikan Kurban Kristus yaitu rela sengsara daging karena YESUS. Mari, rela sengsara daging dalam ibadah, tidak berbuat dosa dalam bekerja, kuliah. Contohnya:


    • yang lain ( dalam satu kelas) menyontek, tetapi kita tidak mau. Memang sakit bagi daging, tetapi itulah ladang Mempelai.
    • dalam bekerja, yang lain menjual barang palsu tetapi mengatakan asli, hanya toko kita saja yang menjual barang asli => 'harganya berbeda jauh, nanti siapa yang mau beli' Itulah ladang Mempelai; menghargai Kurban Kristus. Menghargai Kurban Kristus tidak hanya terbatas pada saat perjamuan suci, tetapi kita dapat menghargai Kurban Kristus selama dua puluh empat jam dengan sengsara daging tanpa dosa. Ini merupakan buah anggur yang manis atau air anggur yang manis, sehingga dapat menyenangkan TUHAN dan sesama.


  3. Selanjutnya, penyerahan sepenuhnya kepada Kurban Kristus. Serahkanlah semuanya kepada Kurban Kristus (kepada belas kasihan TUHAN). Kita tidak dapat berbuat apa-apa. Tadi saya mengajar Lempin-EL => 'untuk apa kita memikirkan yang lainnya? Saya memikirkan Firman untuk dua jemaat (di Surabaya dan Malang), untuk mengajar Lempin-El, untuk kunjungan, belum lagi yang lainnya (macam-macam). Lalu kita berpikir ini itu' Ini maksudnya bukan bodoh-bodoh saja, tidak! Menyerah saja kepada TUHAN. Penyerahan sepenuhnya, mau berbuat apa lagi kita? Mau berpikir dll, sama saja, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Menyerah saja, seperti jatuh keatas batu => 'terserah Engkau TUHAN' Hanya berharap belas kasih TUHAN. Kurban Kristus merupakan belas kasih kemurahan TUHAN. Mari, kita menghampiri takhta TUHAN.

Kalau kita dapat menghampiri takhta TUHAN, maka dari sana kita akan merasakan aliran sungai air kehidupan.
Wahyu 22 : 1, Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Kalau sekarang ini kita dapat hancur hati dan dapat menghampiri takhta TUHAN, maka kita akan merasakan aliran sungai air kehidupan dari takhta TUHAN. Aliran sungai air kehidupan = kuasa Roh Kudus. Roh Kudus ini merupakan penolong kita (Roh Penolong). Biarlah kita datang dengan hancur hati; selalu merindukan Firman. Kita datang beribadah, dengan hancur hati itulah selalu merindukan Firman yang mengoreksi, bukan yang tertawa-tawa, yang senang-senang, yang memuji kita => 'luar biasa' Bahaya! Sebab orang yang dipuji dapat jatuh, tetapi kalau ditusuk dia akan selamat. Bahkan Daud yang sudah jatuh dapat terangkat. Kedua, rindu akan Kurban Kristus. Serahkanlah semuanya kepada Kurban Kristus. Mari rela sengsara bersama Dia, menyerah kepada Dia (hanya berharap belas kasih-Nya), maka kita akan berada di takhta dan mengalami aliran sungai air kehidupan.

Jika ada aliran sungai air kehidupan, hasilnya adalah (kegunaan air sungai kehidupan atau kuasa Roh Kudus):

  1. Yehezkiel 47 : 8, 9,
    8. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
    9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

    Ay 8 => 'bermuara di Laut Asin' => di Laut Asin tidak ada kehidupan.

    Hasil pertama: air sungai kehidupan (Roh Kudus) sanggup memelihara kehidupan kita secara jasmani ditengah kemustahilan, kesulitan di dunia.

    Apa yang menurut manusia mati, Roh Kudus dapat menghidupkannya. Mungkin pekerjaan mati, semuanya mati, dapat dihidupkan. Di laut Asin atau laut Mati, tidak ada kehidupan,semuanya mati (bakteripun tidak dapat hidup). Tetapi kalau sungai air kehidupan mengalir kesitu, maka airnya menjadi tawar, sehingga semuanya dapat hidup. Yang penting kita dapat hancur hati, dapat mendekati (menghampiri) takhta TUHAN, maka sungai air kehidupan akan mengalir dalam kehidupan kita. Kesulitan apapun yang kita hadapi, tidak ada yang mustahil bagi TUHAN.


  2. Selanjutnya, untuk memberi kepuasan kepada kita, supaya kita tidak menjadi seperti perempuan Samaria. Kalau dalam hidup ini tidak puas (tidak mengalami kepuasan secara rohani, tidak mengalami pemeliharaan rohani), gawat, sebab menjadi seperti perempuan Samaria = perempuan Babel (pelacur).

    Yohanes 4 : 13, 14,
    13. Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
    14. tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

    Hasil kedua: sungai air kehidupan (Roh Kudus) memberikan kepuasan rohani (kebahagiaan surga) kepada kita, sampai mengarah kepada kebahagiaan kekal untuk selamanya.

    Roh Kudus memberikan kebahagiaan surga ditengah dunia yang tandus, kering, terkutuk, jahat-najis, sampai kita mencapai hidup kekal (kepuasan atau kebahagiaan yang kekal selamanya). Kalau di dunia ini kita haus, kita akan menjadi perempuan Samaria yang hancur nikahnya (lima kali kawin cerai, sampai kumpul kebo) dan binasa selamanya. Tetapi jika ada Roh Kudus, maka ada kepuasan surga. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita ini sebagai bangsa kafir. Perempuan Samaria merupakan bangsa kafir (peranakan antara orang Yahudi dan bangsa kafir, tetapi tidak diakui dan dianggap bangsa kafir). Kalau bangsa kafir tidak puas, pasti arahnya kepada perempuan Babel. (entah lewat tontonan, bacaan, perbuatan kawin cerai dan kawin mengawinkan). Arahnya pasti kesana, tidak mungkin tidak! Sebab itu kita perlu Roh Kudus, supaya kita mengalami kepuasan yang sejati dari surga.


  3. Wahyu 22 : 1, Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Ay 1 => 'yang jernih bagaikan kristal' => jernih bagaikan Kristal = keubahan hidup.

    Hasil ketiga: sungai air kehidupan (Roh Kudus) memandikan kita/mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani yang jernih seperti kristal.

    Jernih seperti Kristal (transparan) artinya:


    • Jujur = ya katakan ya, tidak katakan tidak (benar katakan benar, tidak benar katakan tidak benar). Jujur terutama soal pengajaran (soal TUHAN) terlebih dahulu. Jika jujur soal TUHAN, maka ada aliran air kehidupan (dekat takhta TUHAN). Kalau tidak jujur, jauh dari takhta TUHAN dan dekat ekor ular.


    • Iman atau percaya yang tulus ikhlas.


    Dimulai dari jujur terlebih dahulu, kemudian percaya. Inilah keubahan hidup (dimandikan oleh sungai air kehidupan). Keubahan hidup merupakan mujizat rohani dan mujizat terbesar. Setan tidak dapat melakukannya. Kalau setan dapat berubah, sudah dari dulu dia berubah. Setan tahu bagaimana itu neraka dan surga (ada ayat-ayatnya)? Setan pasti akan memilih surga. Tetapi dia tidak mampu (tidak bisa). Selama kita masih ada daging, selama kita masih dapat dimandikan oleh air kehidupan, maka kita masih dapat berubah. Sampaipun seperti Daud yang sudah jahat dan najis, dapat diubahkan. Tidak ada alasan, tinggal mau atau tidak mau!

    Harus berubah terlebih dahulu (jernih seperti kristal) =


    • menjadi jujur. Jujur juga berarti mengakui semuanya (kesalahan, kegagalan, akui semuanya). Selanjutnya,
    • percaya atau iman yang tulus ikhlas. Inilah keubahan hidup (mujizat rohani, mujizat terbesar). Saya percaya, kalau mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi. Roh Kudus (air kehidupan) juga mampu mengadakan mujizat jasmani. Salah satu contohnya Lazarus yang sudah mati selama empat hari. YESUS berkata => 'angkat batu itu' Marta berkata 'jangan'! Ini mau ditutup-tutupi, tidak mau jujur. Memang logis, sebab 'kalau dibuka, keluarga akan malu sebab baunya sudah busuk' Tetapi kalau tidak dibuka, akan terjadi lebih dahsyat lagi, yaitu tidak akan pernah bangkit-bangkit dan binasa.


    Lebih baik jujur ('buka-bukaan') => 'saya yang salah, saya mengaku, saya busuk' Seperti Daud mengakui kesalahannya. Lalu, percaya. YESUS berkata => 'Marta, kalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan' Jika sudah jujur dan percaya, maka mujizat jasmani akan terjadi, yaitu yang sudah mati (busuk), dapat dibangkitkan kembali (bisa hidup kembali) = yang mustahil menjadi tidak mustahil. Harus jujur soal TUHAN (pengajaran) => 'ini benar atau ini salah' Jangan ini salah, tetapi ... atau benar, namun ...' Itu berada di ekor ular (hanya dipermainkan ular terus). Tetapi kalau kita tegas => 'ini benar, aku pegang atau ini salah, aku tidak mau' Maka akan berada di takhta TUHAN (berada di Kaki TUHAN) dan mengalami air kehidupan. Semoga kita dapat mengerti.

    Saat ini saya yakin dan percaya, jika jujur dan percaya, maka mujizat jasmani akan terjadi:


    • Yang mustahil dan hancur, TUHAN akan menyelesaikan semuanya. Roh Kudus sanggup menyelesaikan semuanya. Yang hancur menjadi baik.
    • Yang gagal menjadi berhasil. Semuanya akan selesai pada waktu-Nya.


    Nanti jika YESUS datang kembali ke dua kali, terjadi mujizat terakhir, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, yaitu mulut tidak salah lagi dalam perkataan = hanya menyeru 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan YESUS Yang ke dua kali di awan-awan yang permai.

Mari kita datang kepada TUHAN. Apapun keadaan kita, masalah kita, yang penting kita dapat hancur hati dihadapan TUHAN. Saat ada pekerjaan Firman (menunjuk dosa), akui, hancur hati (rela sengsara dan menyerah sepenuhnya), sampai sungai air kehidupan memandikan kita saat ini. Roh Kudus dicurahkan ditengah-tengah kita semuanya.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top