English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu Sore, 02 Oktober 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 06 November 2013)
Tayang: 13 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 15 Januari 2014)
Tayang: 12 Oktober 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juni 2014)
Tayang: 10 April 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Februari 2014)
Tayang: 05 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Maret 2014)
Tayang: 26 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 25 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 11 Juli 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 05 Februari 2014)
Tayang: 28 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 21 Agustus 2013)
Tayang: 04 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 16 Juli 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 23 Juni 2016

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3 dalam susunan tabernakel (kerajaan idin) menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan tabut perjanjian. Kepada kita artinya penyucian terakhir dari gereja TUHAN, sehingga gereja TUHAN menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti YESUS dan siap menyambut kedatangan YESUS ke dua kali di awan-awan permai. Jadi, gereja TUHAN harus mengalami penyucian demi penyucian sampai nanti penyucian yang terakhir yaitu sampai gereja TUHAN menjadi sempurna tidak bercacat cela seperti YESUS dan siap menyambut kedatangan YESUS ke dua kali di awan-awan permai = pesta nikah Anak Domba ALLAH) = nikah yang rohani = nikah yang sempurna (dalam Wahyu 19: 9).

Alkitab dibuka dengan kitab Kejadian yang memuat nikah yang jasmani antara Adam dan Hawa. Tetapi nikah itu dihancurkan/ditelanjangi oleh setan, sehingga manusia hidup dalam kutukan, penderitaan dan air mata. Tetapi syukur, lewat penyucian demi penyucian sampai dengan yang terakhir, itulah tujuh kali percikan darah (sengsara daging bersama YESUS), maka nikah ditolong oleh TUHAN, sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba (nikah yang rohani antara Kristus dan jemaat). Ini dituliskan dalam kitab Wahyu yaitu kitab terakhir dari alkitab yang memuat nikah yang rohani/nikah yang sempurna antara Kristus dengan iding jemaat dan kita berbahagia selama-lamanya. Oleh sebab itu kita harus menjaga nikah dengan sungguh-sungguh. Kaum muda, jika mau masuk dalam nikah harus sungguh-sungguh, sebab nikah merupakan pemberian TUHAN yang mulia. Nikah hanya diberikan kepada manusia, malaikat tidak menikah, apalagi hewan (hewan tidak ada nikah). Itu sebabnya nikah itu harus dijaga dengan baik.

Tetapi bagi yang sudah menikah (termasuk saya) harus menjaga nikah, supaya nikah dapat disucikan terus (jangan sampai ditelanjangi oleh setan), sampai mencapai nikah yang sempurna saat YESUS datang kembali ke dua kali. Semoga kita dapat mengerti.

Dulu Musa membuat tabernakel (kemah suci) dalam Keluaran 25 sampai 40. Dalam perjanjian lama (zaman Taurat), imam besar adalah Harun. Harun satu tahun satu kali masuk ke ruangan maha suci membawa darah binatang untuk dipercikan (dua kali tujuh percikan) dan membawa dupa, untuk mengadakan pelayanan pendamaian, sehingga seluruh dosa orang Israel diampuni oleh TUHAN. Dulu, memakai darah binatang. Orang Israel datang kepada TUHAN membawa lembu, kambing, domba, burung tekukur untuk pengampunan dosa.

Di dalam kitab perjanjian baru, sudah berbeda. Imam Besar adalah YESUS. YESUS membawa Darah-Nya Sendiri (bukan darah binatang lagi) untuk dipercikan dan doa syafaat bagaikan dupa (sampai detik ini, Dia di sebelah Kanan ALLAH Bapa selalu berdoa), untuk mengadakan pelayanan pendamaian = untuk mengampuni atau menghapus dosa seluruh umat manusia di dunia, baik itu bangsa Israel ataupun bangsa kafir. Kita tidak perlu membawa binatang lagi ke gereja, sebab sudah digenapkan oleh Darah YESUS. Dulu Harun, korban binatang hanya untuk bangsa Israel, bangsa kafir tidak bisa. Sekarang Darah YESUS untuk mengampuni seluruh dosa umat manusia. Inilah pelayanan pendamaian.

Jadi adanya percikan darah dengan dupa (doa), maka pelayanan pendamaian terjadi dan Imam Besar berada ditengah-tengah kita. Kita akan mengalami pelayanan pendamaian. Kalau bapak, ibu, saudara bersama saya datang dengan percikan darah (sengsara daging bersama YESUS) dan ada doa penyembahan bersama YESUS, disitulah kita mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar. Beribadah ini sengsara (ada yang dari kuliah, kerja lalu datang beribadah). Biarlah sekarang ini kita mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar.

Kalau YESUS hadir ditengah kita; ada percikan darah (salib, sengsara) dan ada dupa (penyembahan), maka ada hasil yang dapat kita terima.

Hasil dari pelayanan pendamaian oleh YESUS sebagai Imam Besar:

  1. Ibrani 2: 17, 18,
    17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    Ay 17 => 'Ia' => YESUS.

    Hasil pertama: semua dosa diampuni/diperdamaikan/diselesaikan oleh Darah YESUS (ayat 17). Dosa apa saja, mungkin dosa hitam, dosa zinah, dan sebagainya, semuanya dapat diampuni oleh Darah YESUS. Orang yang bersalah, lalu dapat diampuni, tentu ada prosesnya.

    Prosesnya adalah:


    • Kita mengaku dosa kepada TUHAN (vertikal) dan kepada sesama (horizontal). Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    • Kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.


    Jika sudah saling mengaku dan mengampuni, maka Darah YESUS mengampuni/ menyelesaikan/menghapus segala dosa kita. Itulah prosesnya. Yang salah mengaku, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Yang benar mengampuni dosa orang lain dan melupakannya. Berapa kali harus mengampuni? TUHAN mengajarkan => 'tujuh puluh kali tujuh kali' Bukan hanya tujuh puluh kali tujuh. Saya menikah tahun 1996, berarti sudah delapan belas tahun. Kalau mengampuni hanya sebanyak empat ratus sembilan puluh kali (tujuh puluh kali tujuh), sudah habis. Dalam sehari berapa kali saya membuat kesalahan, lalu minta ampun. Kalau selama menikah sudah delapan belas tahun dikalikan tiga ratus enam puluh hari, berapa ribu hari? Kalau pengampunan hanya empat ratus esamel puluh kali, sudah habis. Kalau TUHAN hanya mengampuni saya sebanyak empat ratus esamel puluh kali (usia saya sekarang lima puluh dua tahun), saya sudah tidak dipakai menjadi hamba TUHAN dan binasa.

    Jadi 'tujuh puluh kali tujuh kali' (pangkat tujuh) ini berarti tidak terbatas. Harus bisa! Kalau tidak bisa, TUHAN akan batasi juga => 'ya sudah saya ampuni kamu, sebanyak empat ratus Sembilan puluh kali' Sudah mati, sebab terlalu banyak dosa-dosa kita. Semoga kita mengerti.

    Mungkin kita bertanya: enak sekali oom, orang sudah berzinah, membunuh, mengapa bisa diampuni? Apa buktinya?' Kalau sudah mengaku dosa, diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Yang mengampuni, jangan mengungkit-ungkit lagi (harus melupakan).

    Bukti bahwa dosa kita sudah diampuni yaitu:


    • Kita tidak berbuat dosa lagi = bertobat.
    • Kita tidak tertuduh (tenang). Kalau masih ada dosa, setan akan menuduh terus. Hati nurani juga menuduh. Biarpun suami, isteri, anak, orang tua, jemaat, pendeta tidak tahu, tetapi setan akan menuduh dan hati nurani juga menuduh terus. Kalau kita sudah tidak tertuduh, dosa sudah selesai. Kalau sudah tidak tertuduh, isteri mau bertemu dengan suami akan tenang (tidak ada salah). Kalau masih tertuduh, isteri mau bertemu suami, hatinya 'dag dig dug' terus.


    • Kita tidak akan menuduh orang lain => 'sebab saya sendiri masih melakukan seperti itu.


    Inilah bukti bahwa dosa sudah diselesaikan/diperdamaikan oleh Darah YESUS (mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar). Pelayanan pendamaian ini penting! Dosa harus diselesaikan semuanya, baik di dalam nikah, penggembalaan. Dosa merupakan pemisah antara kita dengan TUHAN (esamel) dan kita dengan esame (horizontal). Jadi kalau ada dosa yang dipertahankan (dosa apa saja seperti dosa zinah, iri, benci, dusta), maka menjadi pemisah antara kita dengan TUHAN dan kita dengan esame.

    Yesaya 59: 1, 2,
    1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
    2. tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

    Ay 2 => 'sehingga Ia tidak mendengar' => tidak mendengar doa kita.

    Di dalam kitab Yesaya 59: 1-2, jika ada dosa yang dipertahankan, maka kita terpisah dari TUHAN dan TUHAN tidak akan menjawab doa kita, sehingga masalah tidak akan selesai. Tetapi, jika dosa sudah diselesaikan oleh Darah YESUS, maka semua masalah diselesaikan oleh TUHAN. Saya selalu mengatakan => 'banyak beban manusia di dunia, kurang duit itu beban, sakit juga menjadi beban, tetapi beban terberat adalah dosa'. Seumpama, kita diijinkan kekurangan uang, kemudian kita sakit, tidak bisa berobat, lalu mati. Sesudah itu (setelah mati), kekurangan uang dan juga penyakit, tidak membebani lagi. Tetapi kalau ada dosa, di dunia ini menangis terus, bahkan sampai mati pun akan terbebani (di neraka selama-lamanya). Kalau ada dosa, biarpun kaya kita akan susah, tidak bahagia. Apalagi yang miskin, dua kali susah jika masih ada dosa. Oleh sebab itu yakinlah, kalau dosa sebagai beban terberat bisa diselesaikan oleh Darah YESUS (saling mengaku dan saling mengampuni), maka semua masalah pasti diselesaikan oleh TUHAN. Masalah ekonomi, rumah tangga dsb akan diselesaikan oleh TUHAN. Yang penting selesaikan dosa!

    Sebab dosa itu juga menjadi pemisah antara kita dengan sesama. Mulai yang sesama yang terdekat, yaitu di dalam rumah tangga. Suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik terpisah karena dosa. Sebutkan dosa apa saja, itulah yang akan memisahkan kita. Rumah tangga dapat tercerai berai karena dosa, sehingga tidak ada kesatuan dalam nikah dan menderita. Seumpama suami-isteri kurang uang, tetapi suami-isteri menjadi satu, maka masih dapat berbahagia => 'mari kita saling berdoa, saling bekerja' Tetapi, mau kaya atau miskin, kalau suami-isteri sudah tidak menjadi satu lagi (mungkin kamar atau rumahnya masih menjadi satu, tetapi hatinya sudah terpisah karena dosa), tidak akan bahagia, menderita dan penuh dengan air mata.

    Kalau dosa diselesaikan (saling mengaku dan saling mengampuni), maka terjadi kesatuan dalam nikah. Nanti lebih membesar lagi, terjadi kesatuan dalam penggembalaan (dalam gereja). Lebih membesar lagi, terjadi kesatuan dalam antar gereja (antar penggembalaan). Lebih membesar lagi, terjadi kesatuan antara Israel dengan kafir, itulah Satu Tubuh Kristus yang sempurna untuk menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali. Dimana ada kesatuan, disitu kita akan berbahagia. Dimana ada perpisahan, disitulah ada penderitaan dan air mata. Sekarang ini biarlah ada percikan darah (ada sengsara), tetapi ada doa dinaikkan (ada dupa), maka YESUS sebagai Imam Besar datang ditengah-tengah kita untuk mengadakan pelayanan pendamaian. Apa itu? Untuk mendamaikan/ menyelesaikan dosa. Dosa merupakan beban terberat yang harus diselesaikan dengan saling mengaku dan saling mengampuni. Jika diselesaikan, maka kita tidak akan terpisah lagi dengan TUHAN (masalah selesai) dan tidak terpisah dengan esame (menjadi satu dalam rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai menjadi Satu Tubuh Kristus yang sempurna).

    Kesatuan = kebahagiaan. Kekayaan belum tentu menimbulkan kebahagiaan, kemiskinan belum tentu menimbulkan penderitaan, tetapi kalau menjadi satu (mau kaya atau miskin) akan bahagia. Caranya; yang salah mengaku dan yang benar mengampuni. Kalau anak berbuat tidak baik, orang tua mengampuni, suami berbuat tidak baik maka isteri mengampuni (dan sebaliknya). Kuasa Darah YESUS akan menolong kita semuanya; menyelesaikan semua masalah, menyatukan nikah kita sampai mencapai nikah yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.


  2. 2 Korintus 5: 17-21,
    17. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
    18. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
    19. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
    20. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
    21. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

    Hasil kedua: YESUS sudah menanggung segala dosa (kerusakan) kita, sehingga kita dibenarkan oleh Darah YESUS dan kita dapat hidup di dalam kebenaran, bahkan menjadi senjata kebenaran.

    Manusia berdosa itu rusak. Dibenarkan = barang yang rusak/berdosa, sudah ditanggung oleh YESUS. Seperti mobil yang menabrak (orang berdosa seperti mobil yang menabrak), rusak sana sini, lalu TUHAN lah yang menanggung => 'perbaiki, Aku yang bayar semuanya' Inilah hasil pendamaian oleh YESUS sebagai Imam Besar.

    Tadi pertama, dosa diselesaikan semuanya (kita saling mengaku dan saling mengampuni). Kalau dosa selesai, maka masalah selesai, nikah menjadi satu sampai masuk dalam kesatuan Tubuh Kristus. Tidak ada perpecahan, tidak ada perceraian, tetapi kita semuanya menjadi satu. Kedua, YESUS menanggung segala dosa kita di kayu salib (YESUS sudah membayar semuanya), sehingga kita dibenarkan dan hidup dalam kebenaran, bahkan menjadi senjata kebenaran.

    Menjadi senjata kebenaran artinya:


    • Dipakai/dipercaya dalam pelayanan pendamaian (2 Korintus 5: 18 'yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami'). Mobil rusak tidak akan dapat dipakai, harus dibenarkan terlebih dahulu, baru dapat dipakai (semua TUHAN yang membayar). Inilah pelayanan pendamaian (YESUS Yang harus menanggung segala dosa atau kerusakan kita di kayu salib)!


    • Istilah kita sama dengan diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja = pelayan TUHAN yang melayani dengan setia dan benar, melayani dengan damai sejahatera (pelayanan pendamaian). YESUS sebagai Imam Besar dan kita sebagai imam-imam (pelayan-pelayan TUHAN). Tubuh Kristus itu dimulai dari di rumah tangga (melayani dalam rumah tangga), penggembalaan (di gereja masing-masing), antar gereja/antar penggembalaan (ibadah kunjungan, nanti di Australia, di Malang).


    Harus melayani dengan setia dan benar. Di rumah tangga suami-isteri, anak-anak melayani dengan setia dan benar. Dalam penggembalaan, saya sebagai gembala, pemain musik, semuanya melayani dengan setia dan benar. Juga melayani dengan damai sejahtera, yaitu tidak ada pertengkaran, tidak ada iri hati, tidak ada kepahitan dan sebagainya. Melayani itu harus dengan tenang (damai sejahtera). Kalau sudah setia dan benar, pasti akan ada damai sejahtera. Kalau tidak setia dan tidak benar, akan ketakutan (hidupnya tidak tenang). Jika dalam rumah tangga suami-isteri tidak setia dan tidak benar, maka hidupnya tidak akan damai dan juga ada ketakutan => 'takut ketahuan, bagaimana ini?'

    Kalau kita melayani dengan setia dan benar, maka kita juga melayani dengan damai sejahtera dan semua menjadi enak dan ringan; pelayanan menjadi enak dan ringan, rumah tangga menjadi enak dan ringan, penggembalaan menjadi enak dan ringan, ibadah kunjungan menjadi enak dan ringan, semuanya enak dan ringan. Hidup itu menjadi enak dan ringan. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah mengapa harus ada percikan darah dan dupa (TUHAN harus melayani pelayanan pendamaian). Manusia yang berdosa itu berat. Tadi manusia berdosa itu terpisah dari TUHAN sehingga banyak masalah. TUHAN tidak dapat menolong, karena ada dosa yang menjadi pemisah. Terpisah dengan sesama, tidak dapat menjadi satu, sehingga menderita, air mata. Jika dosa diselesaikan, maka masalah diselesaikan oleh TUHAN dan kita menjadi satu dengan ember (mulai dari nikah, di gereja menjadi satu) sampai kita berbahagia. Kemudian, kita yang sudah rusak diperbaiki atau dibenarkan, sehingga kita dapat hidup dalam kebenaran dan menjadi senjata kebenaran. Kita dipakai oleh TUHAN menjadi imam-imam. Mari, layanilah dengan setia dan benar, layani dengan damai sejahtera. Jangan sampai terpengaruh oleh orang! Kalau orang lain melayani tidak setia dan tidak benar, sampaipun gembalanya tidak setia dan tidak benar, biarkan saja, yang penting kita melayani TUHAN dengan setia dan benar. Mungkin di rumah tangga, suami tidak setia, lalu kita mau membalasnya? Jangan!!! Terus setia dan benar, itulah pelayanan kita kepada TUHAN. Semuanya melayani TUHAN.

    Melayani dengan setia dan benar, dengan damai sejahtera, dan biarlah TUHAN akan menolong kita semuanya. Kita tetap setia dan benar, supaya menjadi enak dan ringan. Pelayanan enak dan ringan, sampai semuanya enak dan ringan. TUHAN mengajukan penawaran kepada kita => 'apakah kita mau enak dan ringan atau tidak?'

    Matius 11: 28-30,
    28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan ember kelegaan kepadamu.
    29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Ay 28 => 'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat' => inilah tawaran TUHAN, undangan TUHAN kepada yang letih lesu dan berbeban berat.
    Ay 29 => 'jiwamu akan mendapat ketenangan' => damai sejahtera.

    Mengapa manusia mengalami letih lesu dan berbeban berat di dunia ini? Itu bukan karena penyakit, kekurangan uang, bukan! Letih lesu, berbeban berat itu karena dosa. Kalau tidak percaya coba tanyakan kepada orang yang kaya, tetapi menyimpan dosa. Tidak akan senang sekalipun dia kaya! Kepada orang yang miskin, tetapi ada dosa, juga tidak akan senang. Tetapi kalau tidak ada dosa sekalipun miskin, kita dapat berbahagia dan hidup tidak akan terasa berat. Dosa itulah beban yang berat.

    'Marilah kepada-Ku' = merupakan undangan TUHAN kepada orang yang letih lesu dan berbeban berat karena dosa-dosa. Kalau mau menerima tawaran TUHAN, buanglah dosa dengan saling mengaku dan mengampuni, kita akan dibenarkan = hidup dalam kebenaran, kita bisa melayani TUHAN, sehingga semuanya enak dan ringan. 'Pikullah kuk yang Kupasang' = melayani TUHAN.

    'Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan' = Jangan salah paham kalau kita diangkat oleh TUHAN menjadi pelayan TUHAN (melayani TUHAN) => 'dari kuliah, dari kerja belum mandi, langsung masuk ke gereja, berat? Tidak! Sebab kalau TUHAN mempercayakan pelayanan kepada kita, maksud TUHAN adalah supaya hidup kita menjadi enak dan ringan. Pelayanan TUHAN itu enak dan ringan, asal dilakukan dengan setia dan benar, dan juga dengan damai sejahtera.

    Sebaliknya, kalau kita tidak melayani TUHAN (menolak untuk melayani TUHAN), maka pasti melayani dosa dan benar-benar letih lesu, berbeban berat sampai binasa selamanya. Ini tidak ada jalan lain!

    Mari, semuanya. Setelah dosa kita ditanggung, dibenarkan (mobil sudah siap), hidup benar, lanjutkan untuk melayani TUHAN (menjadi senjata kebenaran). Kalau tidak melayani, buat apa? Seperti mobil yang bagus tetapi di parkir di halaman saja, tidak pernah dipakai, lama-lama terkena hujan dan sebagainya,tahu-tahu sudah keropos. Tetapi kalau dipakai, maka akan memuliakan TUHAN.

    Yang belum benar, mari saling mengaku dan mengampuni, selesaikan dosa-dosa. Kita akan dibenarkan, hidup dalam kebenaran, dan menjadi senjata kebenaran. Kita melayani TUHAN dengan setia dan benar (mulai di rumah tangga dan dimanapun juga), dengan damai sejahtera. Tidak boleh lagi ada kepahitan hati, iri hati, benci, kekuatiran, kenajisan, serahkanlah semuanya kepada TUHAN sampai semuanya damai sejahtera. Lalu, kita menjadi enak dan ringan. Melayani TUHAN itu enak dan ringan. Tetapi kalau tidak melayani TUHAN (menolak melayani TUHAN), pasti melayani dosa, entah dosa apa saja. Hanya ada dua, kita melayani TUHAN atau melayani setan. Tidak ada lainnya lagi, kita tidak dapat berkata => 'saya netral, saya ditengah' Tidak ada! Sama halnya ada siang atau malam, panas atau dingin, surga atau neraka. Jadi, kita tinggal memilih mau melayani siapa? Kalau tidak melayani TUHAN, maka akan melayani setan, dosa, dan mengalami letih lesu, beban berat sampai binasa untuk selama-lamanya.

    Mari sekarang ini pelayanan YESUS ada ditengah-tengah kita. Dimana ada percikan darah (sengsara bersama YESUS) dan ada dupa (doa dinaikkan), maka YESUS ada disana untuk melayani. Nomor satu selesaikan dosa, maka masalah (air mata) diselesaikan oleh TUHAN dan kita tidak terpisah lagi dengan sesama (kita menjadi satu kesatuan Tubuh Kristus). Ke dua, YESUS menanggung semua dosa kita, supaya kita benar (dibenarkan), hidup benar, melayani dengan setia dan benar dan juga dengan damai sejahtera, maka hidup kita menjadi enak dan ringan.

    Tidak ada lagi letih lesu dan beban berat.
    Kita berdoa, supaya YESUS sebagai Imam Besar ada ditengah kita pada saat ini; dimana ada sengsara (darah) dan dupa (doa), disitu ada YESUS. Jangan ragu-ragu, mungkin kita sudah mengalami sengsara, contohnya: yang darimana-mana tempat dapat datang beribadah, semestinya jam makan, istirahat, tidur, tetapi kita datang beribadah. Inilah darah! Nanti kita juga menaikkan doa (dupa), maka ada pelayanan Imam Besar. Kalau ada pelayanan Imam Besar, semuanya selesai, semuanya menjadi satu, semuanya enak dan ringan.


  3. 2 Korintus 5: 17, Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

    Hasil ketiga: kita mengalami pembaharuan atau keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS = kita mengalami mujizat yang terbesar (sinar kemuliaan TUHAN).

    Kalau sakit menjadi sembuh, miskin menjadi kaya, setan dapat melakukannya. Sekarang sudah banyak bermunculan dukun-dukun yang dapat menyembuhkan penyakit, membuat kaya dan lain-lain. Tetapi kalau jahat menjadi baik, setan tidak dapat melakukan, hanya YESUS yang dapat melakukannya.

    Dulu gembala saya bersaksi. Ada orang di Sumatera diberkati oleh TUHAN (hotelnya banyak dll, tidak ada hutang sedikitpun), dia berkata => 'kalau saya ke gereja hanya untuk menjadi kaya (kalau hanya untuk berkat jasmani), buat apa ke gereja? Saya sudah kaya. Saya tidak mau ke gereja' Ke gereja itu untuk mengalami keubahan hidup dari manusia yang jahat menjadi baik. Itulah namanya ibadah! Kalau miskin menjadi kaya, bisa ke gunung, ke gua dll. Kalau jahat menjadi baik, itulah ibadah yang benar. Biarlah sekarang ini kita mohon kepada TUHAN, supaya mengalami kuasa pembaharuan. Inilah hasil dari pelayanan pendamaian YESUS sebagai Imam Besar; kita dibaharui. Dimana ada darah dan dupa, maka disitu ada sinar kemuliaan atau shekinah glory (begitu darah dipercikkan, disitu ada shekinah glory), sehingga kita diubahkan.

    Manusia baru, manusia rohani, manusia surgawi seperti YESUS itu bagaimana?
    Efesus 4: 24, 25,
    24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah esame anggota.

    Manusia baru ditandai dengan tidak berdusta. Bapa pendusta itu setan. Biarpun sudah menjadi pendeta (gerejanya besar, luar biasa), tetapi kalau berdusta, itu seperti setan (bukan manusia baru).

    Tidak ada dusta artinya:


    • Perkataannya benar dan baik. Perkataan benar yaitu sesuai dengan alkitab. Perkataan baik yaitu menjadi berkat bagi orang lain (jangan malah menyakiti sesama).


    • Jujur: ya katakan ya, tidak katakan tidak atau benar katakan benar, tidak benar katakan tidak benar. Di alkitab, jujur dimulai dari tiga hal yaitu:


      • Harus jujur soal Firman pengajaran yang benar (soal TUHAN),
      • Harus jujur soal nikah rumah tangga (tempat tidur),
      • Harus jujur soal keuangan.


      Kalau hamba TUHAN, pelayan TUHAN sudah jujur dalam ketiga hal ini, maka dia dapat jujur dalam segala sesuatu (bisa dipercaya dalam segala hal). Tetapi kalau soal pengajaran (soal TUHAN) tidak jujur => 'ini salah, tetapi ..., ini benar, tetapi ...' Ini berat, nikahnya pasti tidak jujur, keuangan pasti tidak jujur. Kalau ada pengusaha mencari pegawai harus yang jujur. Sekalipun pandai, tetapi tidak jujur, maka lebih cepat bangkrutnya. Mungkin kurang pandai, tetapi jujur, pasti TUHAN beserta dia (masih dapat ditolong). Kejujuran dimulai dari soal TUHAN terlebih dahulu; pengajaran benar, ibadah benar. Soal nikah dan keuangan juga harus jujur. Setelah itu baru dapat jujur dalam segala hal. Semoga kita dapat mengerti.

      Kalau sudah jujur, maka akan menjadi rumah doa. Inilah pelayanan Imam Besar; Imam Besar berada ditengah-tengah kita, supaya kita mengalami mujizat pembaharuan sampai menjadi jujur, menjadi rumah doa. Jangan menjadi sarang penyamun!

      Amsal 15: 8, Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

      Mungkin cita-cita kita banyak (menjadi dokter, pengusaha yang berhasil, menjadi apa saja, silahkan!!), tetapi biarlah sekarang ini kita mempunyai cita-cita menjadi orang yang jujur (menjadi rumah doa). Sebab doa orang jujur dikenan oleh TUHAN (menjadi rumah doa). Semoga kita dapat mengerti.

      Jika kita menjadi rumah doa, maka kita dapat menyeru Nama YESUS. Apapun keadaan kita, mari menyeru Nama YESUS:


      • Nama YESUS itu ajaib, apa yang mustahil menjadi tidak mustahil. Seperti orang yang lumpuh di depan pintu gerbang bait ALLAH (pintu gerbang indah), lalu Petrus lewat disitu. Orang lumpuh itu berpikir mau diberi emas dan perak, tetapi Petrus mengatakan => 'emas dan perak tidak ada padaku, tetapi 'dalam Nama YESUS' bangkit berdirilah' Inilah yang mustahil menjadi tidak mustahil. Orang ini lumpuh sejak lahir (tidak dapat disembuhkan), tetapi ia mengalami kuasa Nama YESUS (Nama Yang ajaib). Saya sering mengatakan => 'bagi manusia sudah mustahil, tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi bagi TUHAN lebih mudah dari membalik telapak tangan' Mungkin saat ini ada masalah yang mustahil, masalah ekonomi, nikah yang sudah mustahil, mari menjadi rumah doa. Kita jangan berusaha sendiri, apalagi sampai berusaha yang tidak baik, jangan! Harus menjadi rumah doa, doakan, serukan Nama YESUS => 'YESUS saya tidak mampu menghadapi ekonomi, menghadapi nikah rumah tangga, menghadapi ini dan itu. YESUS tolong saya' Sampai mujizat terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil.


      • Nama YESUS juga Nama Yang indah.
        Ibrani 1: 3, 4,
        3. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
        4. jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

        Ay 4 => 'jauh lebih indah dari pada nama mereka' => jauh lebih indah dari pada nama malaikat. Nama YESUS adalah Nama yang indah.

Saat kita bersungguh-sungguh menyeru Nama YESUS (menjadi rumah doa), maka semuanya akan menjadi indah pada waktu-Nya. Tadi, menyebut Nama YESUS Yang ajaib, maka yang mustahil menjadi tidak mustahil. Menyebut Nama YESUS Yang indah, yakinlah, semuanya akan menjadi indah pada waktu-Nya. Sabar dalam menunggu waktu TUHAN dan yakin. Mungkin kita berkata => 'oom, sudah lama saya berdoa, tetapi doa saya belum dijawab' Ini merupakan ujian kesabaran, ujian iman kepada kita => 'apakah benar, kita percaya kepada YESUS? Apakah benar, kita ini sabar?' Sabar dalam menunggu waktu-Nya TUHAN dan satu waktu semuanya akan indah pada waktu-Nya.

Saat YESUS datang kembali ke dua kali, bukan hanya semua menjadi indah, tetapi semuanya menjadi sempurna. Terjadi mujizat yang terakhir, kita diubahkan menjadi sempurna seperti YESUS dan kita layak menyambut kedatangan-Nya ke dua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama dengan Dia untuk selamanya. Kita bersanding dengan Dia untuk selamanya.

Alkitab dibuka dengan kitab Kejadian, nikah yang telanjang dan hancur, tetapi nanti di kitab Wahyu terjadi nikah yang sempurna (nikah yang rohani), yaitu antara kita dengan Kristus. Kita bersama dengan Dia selama-lamanya.

Apapun keadaan kita, kita mohon pelayanan Imam Besar. Ada sengsara dan ada darah (ada darah dan dupa), maka ada pelayanan pendamaian. Selesaikanlah dosa, maka semua masalah akan selesai, kita menjadi satu (nikah menjadi satu, semuanya satu) dan kita bahagia. Kemudian, yang rusak dibenarkan (dosa sudah ditanggung oleh YESUS), kita hidup benar dan menjadi senjata kebenaran. Layanilah TUHAN dengan setia dan benar, dengan damai, sehingga kita menjadi enak dan ringan. Kemudian, kita mengalami pembaharuan, itulah jujur. Harus jujur, jangan berdusta. Sampai kita menjadi rumah doa.

Sebutlah Nama YESUS yaitu:

  • Nama YESUS Nama yang ajaib, maka yang mustahil menjadi tidak mustahil.
  • Nama YESUS Nama yang indah, maka semuanya akan menjadi indah pada waktu-Nya dan air mata dihapuskan.

Jika YESUS datang kembali ke dua kali, terjadi mujizat yang terakhir, yaitu kita diubahkan menjadi sama dengan Dia (sempurna seperti Dia) dan layak untuk menyambut kedatangan-Nya yang ke dua kali di awan-awan permai. Kita tidak selamanya tinggal di dunia ini. Yang sudah diberkati dll, jangan sampai terikat. Yang masih dalam kekurangan dan kesulitan, jangan berputus asa dan jangan kecewa, sebab kita tidak selamanya disini, satu waktu kita akan bertemu dengan YESUS di awan-awan yang permai. Serahkanlah semuanya kepada Dia. Saat ini sebutlah Nama YESUS dan TUHAN akan menolong kita semuanya.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top