English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 30 April 2007)
Tayang: 20 Januari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Februari 2014)
Tayang: 15 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 Februari 2014)
Tayang: 05 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 18 Februari 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Agustus 2007)
Tayang: 09 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 13 Januari 2014)
Tayang: 21 September 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 Agustus 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 30 Juli 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 17 November 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 07 Januari 2019

Kita kembali ke kitab Wahyu 2 : 12 - 17 yang ditujukan kepada sidang jemaat di Pergamus. Jadi Wahyu 2 dan Wahyu 3 ini menunjuk pada tujuh kali percikkan darah di depan tabut perjanjian = penyucian terakhir yang TUHAN lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang untuk sekarang adalah sidang jemaat akhir jaman supaya tidak bercacat cela = sempurna seperti YESUS/menjadi Mempelai Wanita

Tujuh sidang jemaat adalah:

  1. Sidang jemaat di Efesus => Wahyu 2 : 1 - 7
  2. Sidang jemaat di Smyrna => Wahyu 2 : 8 - 11
  3. Sidang jemaat di Pergamus => Wahyu 2 : 12 - 17

Wahyu 2 : 12, 13,
12. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:
13.Aku tahu di mana engkau diam yaitu di sana, di tempat takhta iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu di mana iblis diam.

Jadi, di ay 12, di jemaat Pergamus, YESUS tampil dengan pedang yang tajam dan bermata dua, ini juga ditulis di dalam Ibrani 4 : 12 - 14,
12. Sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana-pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
13. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
14.Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

Ini yang ditulis di dalam Wahyu 2 : 12, YESUS tampil dengan pedang yang tajam dan bermata dua. Sedangkan di dalam Ibrani 4 : 12, 13, disebut Firman ALLAH Yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran yang benar.

Kemudian ay 14, tentang Imam Besar Agung/YESUS sebagai Imam Besar Agung; kalau digabung = dimana ada pemberitaan Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka di situ ada penampilan dari YESUS sebagai Imam Besar Agung Yang memimpin ibadah dan pelayanan kita. Ini buktinya. Jadi kita tidak dapat mengatakan: oh, ada hadirat Imam Besar, oh, ada hadirat TUHAN => luar biasa!! Sebab buktinya, ada pemberitaan Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan ini berarti, ada penampilan dari YESUS sebagai Imam Besar Agung Yang memimpin/mengimami ibadah dan pelayanan kita sehingga ibadah dan pelayanan kita tidak kering tetapi kita merasakan suasana Takhta Surga; sebab nanti ada takhta iblis. Takhta TUHAN/Takhta surga atau tahta iblis? Ini yang harus kita perhatikan.

Buktinya apa, jika di mana ada pedang, maka di situ ada Imam Besar? Jika tidak ada pedang, maka tidak akan ada Imam Besar. Kalau ada pedang, maka disitu ada Imam Besar sehingga kita merasakan takhta surga, sebab ada juga takhta iblis dan ini yang harus kita perhatikan.

Buktinya: (di dalam perj. Baru).

  1. Wahyu 1 : 16, dan di Tangan Kanan-Nya, Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Dan Wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

    Jadi, bukti pertama di dalam perjanjian baru yaitu dari Mulut YESUS sebagai Imam Besar, keluar sebilah pedang tajam bermata dua. Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi, Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran yang benar adalah Firman yang keluar dari Mulut YESUS = Perkataan YESUS Sendiri = Firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab = Wahyu/ilham dari TUHAN.

    Saya selalu mengatakan, ayat di dalam alkitab itu perkataan YESUS, kalau Firman berdasarkan ayat = perkataan YESUS yang diterangkan dengan ayat/perkataan YESUS diterangkan dengan ayat/perkataan YESUS, jadi seluruh Firman adalah perkataan YESUS.

    Di mana letak kelebihannya jika Firman itu ilham/wahyu/pembukaan Firman/perkataan YESUS? Dapat menyucikan kita => Yohanes 15 : 3, Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Inilah kelebihannya. Kalau Firman yang kita dengar/pengajaran yang benar adalah ayat yang satu menerangkan ayat yang lain/wahyu dari TUHAN = perkataan YESUS sanggup menyucikan kita sampai sempurna = membersihkan kita sampai kesempurnaan/sampai tidak bercacat cela.

    Lain halnya (mohon maaf) kalau Firman itu diterangkan dengan lawakan-lawakan, maka ini merupakan kebalikan dan banyak orang yang merasa senang karena lebih menarik, tetapi justru membuat kita tidak menjadi sempurna dan kerohanian kita menjadi mati. Mari, kita membaca di dalam kitab Hakim-hakim supaya kita tidak salah di saat kita mendengarkan Firman yang mana? Kita sudah datang untuk beribadah dan ini baik, dihalangi oleh setan, tetapi kita mampu datang dan ini juga baik. Tetapi mendengarkan Firman yang bagaimana? Ini penting sebab Firman itu dapat menyucikan atau tidak?

    Hakim-hakim 16 : 23, 25, 27.
    23.Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: "Telah diserahkan oleh allah kita kedalam tangan kita Simson musuh kita."
    25. Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
    27. Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.

    ay 23. Mereka beribadah tidak di dalam bait ALLAH tetapi di kuil Dagon. Inilah orang Filistin/bangsa kafir.
    ay 25. Riang gembira = bersuka ria = suasana dunia. Simson ini merupakan gambaran dari Roh.Kudus yang dipaksa untuk melawak dan yang untuk sekarang, YESUS juga dipaksa untuk melawak. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

    ay 27. Akhirnya gedung itu roboh, sehingga matilah semua orang itu. Tiga ribu orang Filistin/kafir = kehidupan dari orang berdosa/kafir yang tidak mengalami penyucian. Jadi kalau pemberitaan Firman itu bukan pembukaan Firman tetapi lawakan dllnya, ini justru mematikan kehidupan rohani/tidak menyucikan sehingga tidak dapat menjadi sempurna

    Tiga ribu orang mati yang kalau di dalam tabernakel, maka tiga ribu itu menunjuk pada ruangan suci ruangan maha suci. Panjang dari ruangan suci itu dua puluh dan lebar sepuluh dan tinggi sepuluh; jadi volumenya itu 20 10 10 = 2000. Jadi dua ribu orang mati = tidak dapat menjadi suci. Ruangan maha suci, panjang sepuluh, lebar sepuluh dan tinggi sepuluh = seribu = tidak dapat menjadi sempurna. Jadi tiga ribu = tidak dapat menjadi suci dan juga tidak dapat menjadi sempurna bahkan mengalami kematian secara rohani = menuju kematian yang kedua/kebinasaan untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika pemberitaan Firman itu bukan:


    • perkataan YESUS
    • ayat menerangkan ayat. Tetapi ayat diterangkan dengan lawakan, dengan pengetahuan, dengan ilustrasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dllnya tetapi seenaknya sendiri, maka Firman itu tidak dapat menyucikan,


    Ada lagi ayat yang menguatkan yang terdapat di dalam surat Efesus 5 : 3 , 4, ini tentang pemberitaan Firman yang tidak boleh ada kata-kata jenaka dllnya, apalagi kata-kata dusta. Biasanya orang yang melawak itu berdusta, seperti, ini bahasa Perancisnya, tetapi yang keluar bahasa Jawa sehingga semua orang tertawa. Padahal, kita dibawa kepada kematian rohani = tidak dapat suci dan juga tidak dapat sempurna dan ini merupakan bahaya yang besar karena = berzinah.

    Efesus 5 : 3, 4,
    3. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus
    4. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono - karena hal- hal ini tidak pantas- tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

    Terj. Lama:
    3.Tetapi zinah dan segala perbuatan yang cemar atau tamak, jangan sampai disebut namanya pun diantara kamu, sebagaimana yang patut bagi orang suci.
    4.Demikian juga barang yang keji dan percakapan yang sia-sia dan jenaka yaitu perkara yang tiada berlayak; melainkan lebih baik mengucap syukur.

    Kedua ayat di atas ini, semoga memberi kekuatan kepada kita. Jadi, kita datang untuk beribadah, apakah ada kehadiran dari Imam Besar atau tidak? Kalau ada Imam Besar, berarti ada pedang/pembukaan Firman/ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dan kelebihannya adalah dapat menyucikan kita sampai sempurna. Bukti pertama yaitu dari mulut YESUS keluar pedang (perj.baru).


  2. (di dalam perj. Lama)
    Keluaran 28: 30, Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.

    Pakaian dari Harun itu terdapat tutup dada,dan juga dada tutup bahu dan di atas tutup dada ini terdapat Urim dan Tumim. Bukti kalau ada Imam Besar, maka ada Firman pengajaran yang benar, dan juga ada pedang, kedua ini tidak dapat dipisahkan. Jadi tidaklah dapat seorang hamba TUHAN mengatakan 'luar biasa, sebab ada hadirat TUHAN' tetapi tidak ada pedang Firman dan juga tidak ada pedang, maka ia berdusta. Dan juga 'ada Roh Kudus' tetapi kalau tidak ada pedang Firman, maka tidak akan ada Roh.Kudus dan juga tidak ada kasih sebab kasih berasal dari pedang Firman yang dipraktekkan. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, di dalam perjanjian lama, pada tutup dada imam besar terdapat Urim dan Tumim. Urim dan Tumim ini tidak dijelaskan di dalam alkitab (mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu), tidak dijelaskan bagaimana macam dan bentuknya, tetapi dapat dipelajari dari arti katanya.

Jadi, tekanannya pada arti kata yaitu:
Tumim = pedang/kesempurnaan dan ini berbicara tentang Firman pengajaran yang benar = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua => Ibrani 4 : 12,
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Urim = terang dan ini menunjuk Roh. Kudus => Ibrani 4 : 13, Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Tidak ada yang tersembunyi = terang. Inilah Roh Kudus yang menerangi seperti pelita. Jadi urim dan tumim adalah Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus yang berada di dada/di atas jantung imam besar. Jantung hati = kasih TUHAN.

Jadi, kalau kita dapat menerima Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua = Urim dan Tumim yang adalah kasih TUHAN kepada kita.

Mari kita bersungguh-sungguh dengan memohon pedang, sebab jika tidak ada pedang, maka ibadahnya (maaf) di kuil Dagon/takhta iblis. Hanya lawak-lawak = ibadahnya di kuil Dagon, bukan di bait ALLAH. Hal ini harus diberitakan dan ini bukan berarti bahwa di tempat ini yang paling benar/paling hebat => bukan!!

Kita kembali ke Wahyu 2 : 12, untuk apa YESUS tampil sebagai Imam Besar dengan pedang? Untuk menghadapi takhta iblis.

Wahyu 2 : 13, Aku tahu di mana engkau diam yaitu di sana, di tempat takhta
iblis; engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu di mana iblis diam.

Sidang jemaat Pergamus, berada di takhta iblis dan ini yang perlu ditolong dan cara menolong dengan memakai pedang; tidak ada cara yang lain. Jadi YESUS tampil sebagai Imam Besar dengan pedang Firman/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua atau Urim dan Tumim:

  • untuk menolong sidang jemaat Pergamus yang berada di dalam suasana takhta iblis, atau
  • untuk memindahkan sidang jemaat Pergamus dari suasana takhta iblis kepada suasana Takhta surga/Takhta TUHAN/Takhta Yerusalem.

Tadi di bagian atas sudah jelas dikatakan, kalau ada pedang, maka akan ada:

  • Takhta TUHAN
  • hadirat dari Imam Besar Yang duduk di Takhta, di sebelah kanan dari Takhta ALLAH Bapa/Takhta surga. Semoga kita dapat mengerti.

Apa yang dimaksud dengan suasana Takhta surga? Wahyu 4 : 6, 8,
6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; ditengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Jadi, suasana Takhta surga/Takhta TUHAN = kekudusan/kesucian. Itu sebabnya harus memakai pedang, sebab suasana Takhta surga adalah kesucian, sebab kalau tidak ada pedang, bagaimana kita dapat bersih/dapat suci? Kalau tidak ada perkataan YESUS/pedang, maka tidak dapat suci. Harus memakai pedang untuk memindahkan suasana takhta iblis kepada suasana Takhta surga.

Jadi, Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Urim dan Tumim, menyucikan sidang jemaat Pergamus yang untuk sekarang menyucikan kita semua agar supaya kita bersuasana Takhta surga bahkan satu waktu kita akan masuk Takhta surga bersanding dengan YESUS.

Proses pekerjaan dari Urim dan Tumim/pedang Firman untuk menyucikan kita:

  1. 1 Samuel 14 : 40 - 45,
    40. Kemudian berkatalah ia kepada seluruh orang Israel: "Kamu berdiri di sebelah yang satu dan aku serta anakku Yonatan akan berdiri di sebelah yang lain." Lalu jawab rakyat kepada Saul: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik."
    41. Lalu berkatalah Saul: "Ya TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim. Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.
    42. Kata Saul: "Buanglah undi antara aku dan anakku Yonatan." Lalu didapati Yonatan.
    43. Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: "Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
    44. Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
    45.Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambut pun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.

    ay 41, antara Saul atau Yonatan = secara pribadi.
    ay 43, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Padahal mulai ay 24, mereka sudah berjanji 'tidak akan makan apa-apa saat berperang sebelum menang'. Tetapi di tengah peperangan, Yonatan mencicipi sedikit madu dengan ujung tongkatnya.

    Jadi Urim dan Tumim sanggup untuk menyatakan dosa-dosa sampai dosa yang terkecil/yang dianggap tidak berarti di dalam pribadi kita, di dalam nikah rumah tangga kita, semuanya itu dianggap biasa. Misalnya minum kopi berdua dengan teman se kantor dan hal itu di anggap biasa; inilah dosa-dosa terkecil dan dianggap tidak berarti. Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Untungnya bagi kita sebab kita memiliki Urim dan Tumim/ada pedang Firman yang sanggup mengungkapkan dari dosa-dosa yang terkecil yang dianggap tak berarti.

    Contohnya, Yonatan hanya mencicipi madu dengan ujung tongkatnya/sedikit/kecil. Kalau Urim dan Tumim bekerja, maka Yonatan mengaku. Inilah kekuatan Urim dan Tumim/kekuatan pedang Firman yang menunjuk dosa sampai dosa yang terkecil dan mendorong kita untuk mengaku.

    1 Yohanes 1 : 7, 9,
    7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus , Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Jadi, jika Urim dan Tumim/pedang Firman bekerja di tengah sidang jemaat, maka akan mendorong sidang jemaat secara pribadi untuk mengaku dosa => kepada TUHAN dan kepada sesama = 'salib' dengan sungguh-sungguh dan tanggung jawab => (jangan menyalah-nyalahkan orang), maka Darah YESUS akan aktif di dalam dua hal (ay 9):


    • akan mengampuni/menutupi segala dosa kita sampai tidak berbekas lagi = seperti kita tidak pernah berbuat dosa
    • menyucikan = mencabut akar-akar dosa sehingga kita tidak berbuat dosa lagi dan kita dapat hidup di dalam kebenaran/kesucian = tidak mengulang dosa lagi = berbuat dosa lagi


    Inilah Urim dan Tumim bekerja di antara sidang jemaat sampai pada masing-masing pribadi kita ditunjuk sampai pada dosa yang terkecil yang tidak dianggap/yang seringkali diremehkan ; dosa kecil-kecil itu merupakan sandungan-sandungan sehingga kita dapat tergelincir. Ini yang dibersihkan oleh TUHAN lewat pedang Firman; itu sebabnya setelah kita sadar, kita harus mengaku sehingga semua dosa itu ditutupi/diampuni seperti kita tidak pernah berbuat dosa dan juga akar-akar dosa dicabut sehingga kita tidak melakukan dosa lagi/hidup benar/hidup suci.

    Hasilnya: sehelai rambut-pun tidak akan jatuh. Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambut pun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! (1 Samuel 14 : 45 bagian akhir).

    Sehelai rambut dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, artinya (dulu untuk Yonatan, tetapi sekarang untuk kita semua) kita mengalami:


    • kuasa pemeliharaan dan perlindungan TUHAN di tengah kemustahilan. Seharusnya Yonatan itu sudah harus mati karena ia sudah berbuat dosa sebab upah dosa adalah maut; tetapi kalau masih ada pengakuan/pekerjaan dari Urim dan Tumim/masih ada pedang Firman, inilah merupakan keuntungan kita.


    • kuasa pembebasan dari hukuman = kita dibebaskan dari hukuman TUHAN = kita selamat bahkan kita mendapatkan hidup yang kekal. Semoga kita dapat mengerti. Ini yang pertama dari proses pekerjaan Urim dan Tumim/pedang Firman.


  2. Nehemia 7 : 64, 65,
    64. Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam
    65. Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.

    ay 64, jabatan imam = untuk ibadah pelayanan/tahbisan. Tidak tahir = ada dosa cacat cela.

    Jadi, Urim dan Tumim menyucikan tahbisan imam-imam/ibadah pelayanan dari imam-imam sehingga ibadah pelayanannya berkenan kepada TUHAN. Tidak semua pelayanan diterima oleh TUHAN dan ini dimulai dari kitab Kejadian yaitu Kain dan Habel melayani tetapi lima puluh persen; pelayanan Kain ditolak dan pelayanan Habel diterima. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

    Bagi yang belum melayani, berdoa, sehingga dapat beribadah dan melayani TUHAN dan bagi yang sudah melayani harus waspada dan mohon supaya Urim dan Tumim bekerja sehingga ibadah dan pelayanan kita berkenan kepada TUHAN. Di dalam injil Matius 7 : 21 - 23 merupakan penyakit "merasa" dipakai => kami sudah bernubuat, kami sudah mengusir setan, kami sudah mengadakan mukjizat. Orang lain setuju dengan mengatakan luar biasa, tetapi TUHAN mengatakan 'enyahlah' sebab tidak berkenan/tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar dan tidak ada Urim dan Tumim. Ini bagaikan berada di takhta iblis. Iblis juga dapat membuat mukjizat atau membuat apa-pun. Itu sebabnya kita harus waspada.

    2 Timotius 2 : 20 - 24, (surat Timotius ini, merupakan pasal tentang tahbisan)
    20. Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
    21. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
    22. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
    23. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
    24. sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua . Ia harus cakap mengajar, sabar

    ay 20, emas dan perak, kalau di dalam surat Korintus disebut permata; sedangkan kayu dan tanah disebut rumput.
    ay 21, ada dua macam pelayan TUHAN yaitu:


    • seperti kayu, tanah (dalam Korintus disebut dengan rumput) = hamba TUHAN yang hanya menonjolkan/menggembar-gemborkan perkara-perkara yang jasmani = beribadah melayani TUHAN, tetapi hanya mengejar perkara-perkara yang jasmani. Kayu, tanah dan rumput sangat banyak, tetapi tidak tahan uji dan pasti akan terbakar oleh api pencobaan-pencobaan dan oleh panah api dari si jahat sampai terbakar oleh api dari antikrist. Kalau saat ini kita hanya mengejar hal-hal yang jasmani, pasti kita akan menyembah antikrist


    • seperti emas, perak + permata = hamba TUHAN yang mengutamakan penyucian/mengutamakan Firman pengajaran yang benar/pedang Firman = mengutamakan hal-hal yang rohani dan berani mengorbankan perkara-perkara yang jasmani. Kelihatannya kecil, contoh: Kita memiliki uang lima ratus ribu rupiah, kemudian kita membeli rumput dan membeli emas; kalau kita membeli rumput, akan mendapatkan banyak sekali, mungkin kita mendapatkan satu kandang => banyak sekali oom, luar biasa. Tetapi kalau kita membeli emas, kita mendapatkan belum sampai satu gram => mau dipakai di mana? Untuk dibuatkan satu cincin saja tidak bisa = tidak kelihatan. Nanti akan terjadi seperti itu. Hebat!!!! Padahal itu rumput dan satu waktu akan terbakar; tetapi wah kecil, kasihan ya, padahal itu adalah emas yang jika dibakar, akan bertambah murni. Ini nanti pelayan TUHAN yang akan dibedakan sebab Urim dan Tumim bekerja di dalam tahbisan.


    Jika seorang hamba TUHAN yang selalu menggembar gemborkan perkara- perkara yang jasmani/mengejar perkara-perkara yang jasmani => ia mendapatkan dan kelihatan hebat, tetapi tidak tahan uji sehingga akan terbakar oleh:


    • api pencobaan
    • panah api sijahat/oleh dosa-dosa dan
    • antikris. Sehingga akan menuju kepada kebinasaan.


    Tetapi kalau emas, kelihatan kecil/sedikit, tetapi ia tahan uji. Jadi, Urim dan Tumim, akan menampilkan kita menjadi seperti emas dan perak. Semoga kita dapat mengerti.

    arti dari emas dan perak itu?
    2 Timotius 2 : 22 - 25.
    22 . Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
    23. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
    24. sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua . Ia harus cakap mengajar, sabar
    25. dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

    Jadi, sekali lagi, Urim dan Tumim, menampilkan hamba TUHAN/pelayan TUHAN seperti emas dan perak yaitu menampilkan hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang *mengalami penyucian dari nafsu orang muda.

    Apa yang dimaksud dengan nafsu orang muda? Yaitu daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya yang menjurus kepada kenajisan yaitu:


    • dosa makan minum => merokok, mabuk, narkoba dan juga
    • dosa kawin mengawinkan => dosa sex dllnya. Ini semuanya tidak dapat dibendung, kecuali dengan pedang Firman


    Mari kita mohon sekarang ini, agar supaya Urim dan Tumim memeriksa kita terlebih memeriksa saya sebagai seorang gembala dalam pelayanan agar supaya jangan menjadi seperti rumput yang terbakar tetapi menjadi emas dan perak/disucikan dari nafsu orang muda.

    Kemudian tidak boleh **bertengkar yang menunjuk pada kebenaran diri sendiri. Pertengkaran itu terjadi karena kebenaran diri sendiri; mari, kita juga di dalam rumah tangga atau sesama hamba TUHAN jika kita bertengkar, maka penyebabnya adalah kebenaran diri sendiri.

    Kebenaran diri sendiri adalah:


    • kebenaran di luar Firman pengajaran yang benar/di luar alkitab, ini yang menjadi sumber pertengkaran/perselisihan. Jika perselisihan itu mau diselesaikan, maka harus kembali ke alkitab, sebab jika tidak kembali ke alkitab, maka perselisihan itu tidak akan pernah selesai.


    • menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain bahkan sampai menyalahkan TUHAN/menyalahkan pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

      Lewat pekerjaan Urim dan Tumim/pedang Firman, kita disucikan dari kebenaran diri sendiri ini sehingga kita dapat:


      1. saling mengaku => yang salah, mengaku
      2. saling mengampuni => yang benar, mengampuni
      3. saling membantu satu dengan yang lain


      Di dalam rumah tangga, antara suami dan istri jika Urim dan Tumim bekerja, maka antara suami dan istri harus saling mengaku, saling mengampuni dan juga saling membantu, maka rumah tangga itu akan senang dan berbahagia. Dulu waktu kita hendak menikah, maka dasar dari nikah itu adalah kasih. Manusia daging, tidak memiliki kasih, yang ada hanyalah hawa nafsu, emosi, ambisi => inilah manusia daging, siapa-pun dia, sampai seorang pendeta-pun, tidak memiliki kasih.

      Darimana kasih itu? dari kayu salib => kita menerima kasih ALLAH itu dari kayu salib.
      Apa buktinya kalau ada kasih ALLAH? YESUS disalib hanya untuk mengakui dosa-dosa kita, Dia Yang menanggung dan juga mengampuni => inilah kasih.


    • ada juga yang menutupi dosa dengan cara berpura-pura berbuat baik dengan mengasih-ngasih/menberi-beri = pura-pura berbuat baik. Seperti yang saya katakan => ada orang yang mencuri tikar sepuluh buah, ia hanya mengambil dua buah yang delapan ia berikan kepada rumah ibadah. Baik tetapi salah = kebenaran sendiri, sehingga tidak berkenan di hadapan TUHAN; yang berkenan kepada TUHAN adalah perbuatan benar dan baik. Biarlah kita disucikan dengan sungguh-sungguh oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    Hasilnya: 1 Timotius 2 : 22, Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

    Kita melayani dengan: Keadilan = kejujuran/kebenaran =


    • tidak memihak kepada sesuatu tetapi memihak TUHAN/memihak pengajaran yang benar. Kita baru dapat adil jika kita memihak TUHAN. Jika kita mendapatkan masalah, cocokan dengan pengajaran yang benar, jika cocok dengan pengajaran yang benar = memihak TUHAN dan ini yang benar sebab kita dapat berbuat adil. Kalau menuruti pertimbangan kita, maka kita dapat menjadi tidak adil. Contoh: di pihak sini adalah adik kita, sedangkan di pihak lain musuh kita, paling sedikit perasaan kita sudah dipengaruhi dan kita dapat menjadi tidak adil. Seperti waktu bangsa Israel menyembah berhala, Musa mengatakan 'siapa yang memihak TUHAN' (bukan memihak Musa) dan Lewi yang menyandang pedang diperintahkan untuk membunuh, tidak pandang siapa orangnya sekali-pun itu orang tua kita atau adik kita. Kalau tidak memihak manusia, maka pasti kita akan adil dan juga jujur di dalam segala hal. Semoga kita dapat mengerti.


    • kemudian keadilan/kejujuran =kesetiaan. Kita melayani dengan kesetiaan, sebab kalau tidak setia = kalah sehingga binasa;
    • kemudian dengan kasih dan
    • damai. Inilah pelayanan emas dan perak, mari!! Pelayanan kita dengan keadilan/kebenaran/kejujuran terutama dalam pelajaran yang benar. Jika kita melayani seperti emas dan perak, maka kita betul-betul dapat tahan dan tidak akan gugur di tengah jalan sampai menyambut TUHAN YESUS datang kembali.


    Maleakhi 3 : 1 - 3,
    1.Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firmn TUHAN semesta alam.
    2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

    Inilah hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang tampil seperti emas dan perak = melayani dengan:


    • kesucian
    • keadilan
    • kejujuran
    • kesetiaan
    • kasih dan
    • damai


    Mereka ini yang tahan dan dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali di awan-awan yang permai. Tetapi kalau:


    • rumput
    • tanah
    • kayu


    Semua ini hanya menunjuk pada hawa nafsu daging/perkara-perkara jasmani, maka tidak akan tahan menghadapi:


    • pencobaan sebab dapat menyangkal TUHAN
    • panah api sijahat berupa dosa-dosa
    • ankrist sehingga akan menyembah antikrist dan akan binasa. Semoga kita dapat mengerti.


    Inilah penyucian:


    • sidang jemaat disucikan dari dosa-dosa sampai dosa yang sekecil-kecilnya oleh Urim dan Tumim. Seperti Yonatan yang hanya mencicipi madu dengan ujung tongkatnya, akhirnya ketahuan; itu sebabnya biarlah kita disucikan sampai sehelai rambut-pun tidak akan jatuh. Sekali-pun hidup kita ini kecil seperti sehelai rambut yang tidak berarti apa-apa, tetapi kalau kita mau disucikan sampai dengan dosa yang kecil-kecil, maka TUHAN Yang akan membela kita => sehelai rambut tidak akan jatuh.


    • tahbisan disucikan oleh Urim dan Tumim supaya tahbisan kita berkenan. Kain dan Habel => lima puluh persen. Seperti di dalam injil Matius 7, 'Aku akan berterus terang, banyak orang yang berkata => aku bernubuat, aku mengusir setan tetapi itu adalah tahta iblis sehingga TUHAN berkata =>'enyahlah'!!!


  3. Kisah rasul 5 : 1 - 3, 7 - 9,
    1. Ada seorang lain yang bernama Ananias, ia beserta istrinya Safira menjual sebidang tanah.
    2. Dengan setahu istrinya, ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
    3. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Ibils, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
    7. Kira-kira tiga jam kemudian masuklah istri Anannias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
    8. Kata Petrus kepadanya:"Katakanlah kepadaku , dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
    9. Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga keluar."

    ay 3, Mendustai Roh. Kudus = mendustai Urim dan Tumim
    ay 9, sepakat = sehati. Hati-hati, sebagai suami dan istri/dua orang sehati yang benar, maka doa mereka dijawab oleh TUHAN (di dalam injil Matius 18) sehingga menjadi rumah doa. Tetapi kalau sehatinya tidak benar, maka akan menjadi sarang penyamun sehingga betul-betul hancur. Jadi, Urim dan Tumim menyucikan hati kita terutama dari ikatan akan uang/ikatan terakhir.

    1 Timotius 6 : 9, 10,
    9. Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam reruntuhan dan kebinasaan.
    10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    Karena cinta akan uang, sehingga tidak ada lagi cinta akan TUHAN. Urim dan Tumim menyucikan hati kita terutama terhadap ikatan akan uang/cinta akan uang sehingga membuat kita tidak mengasihi TUHAN = tidak ada lagi kasih TUHAN di dalam hati. Semoga kita dapat mengerti.

    Praktek dari ikatan akan uang/cinta akan uang adalah:


    • meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang atau sebaliknya
    • beribadah hanya untuk mencari uang/mencari berkat jasmani, seringkali kita banyak yang salah dan saya selalu katakan => sayang sekali kalau rumah TUHAN dijadikan gua, dijadikan gunung tempat untuk mencari kekayaan.


    • memburu uang = mencari uang dengan cara yang tidak halal sampai menyimpang dari iman/sampai tidak benar. Mencari uang dengan cara yang tidak halal = menghalalkan segala cara = memburu uang. Menyimpang dari iman = menyimpang dari kebenaran. Ini sama dengan Anannias dan Safira. Itu sebabnya, mari!! saling menasihati kalau sudah ada gejala-gejala tentang keuangan yang tidak baik, supaya menjadi benar, dan


    • kikir dan serakah = menyembah uang. Kikir = tidak dapat memberi dan serakah = merampas hak orang lain yaitu


      1. Hak dari TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, kita harus berhati-hati dan ini dimulai dari saya.
      2. hak orang lain yang mungkin berhutang, tetapi tidak membayar kembali dlsbnya, bagi rekan bisnis, kita jangan menipu/korupsi. Kalau kita masih kesulitan untuk membayar, maka harus ada itikad baik dengan mendatangi serta memohon maaf karena belum dapat membayar. Jangan saat kita ditagih, kita mengamuk => ini tidak benar!!


      3. dan juga hak orang lain yang membutuhkan =>


        1. 'ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan'. Ini berarti mencuri/merampas. TUHAN memberkati kita, ada hak orang lain yang membutuhkan, tetapi kita tidak memberi


        2. 'ketika Aku dipenjara, kamu tidak mengunjungi.


    Inilah penyucian hati terhadap ikatan akan uang/cinta akan uang dengan praktek-prakteknya yang akan menenggelamkan kita seperti Babel/menenggelamkan kita pada dosa Babel sampai menenggelamkan kita pada lautan api dan belerang. Tenggelam ke dalam dosa Babel, sebab Babel itu seperti satu batu yang dilempar ke dalam laut/tenggelam dan tidak muncul-muncul lagi. Itu sebabnya, biarlah Urim dan Tumim menyucikan hati kita dari keinginan akan uang = keinginan jahat/cinta akan uang.

    Kisah rasul 20 : 33 - 35,
    33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga
    34. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku
    35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia ember dari pada menerima.

    Inilah bukti kalau kita mengalami pekerjaan Urim dan Tumim/pedang Firman sehingga kita terlepas dari keinginan akan uang = terlepas dari cinta akan uang = lebih berbahagia memberi daripada menerima. Tidak mengapa kita menerima pemberian dari orang, tetapi kalau kita sudah terlepas dari keinginan akan uang maka kita akan merasa lebih berbahagia ember daripada menerima terutama jika kita memberi dengan tanda darah seperti YESUS Yang memberikan seluruh hidupNya dengan tanda Darah di atas kayu salib.

    Apa artinya memberi dengan tanda darah? Artinya: sekali-pun kita membutuhkan, tetapi kita harus memberi kepada sesama yang membutuhkan => inilah pemberian dengan tanda darah. Ini lebih berbahagia memberi daripada menerima. Jika kita terus disucikan, maka kita dapat memberikan/menyerahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN = penyerahan mempelai. Semoga kita dapat mengerti.

Urim dan Tumim itu berada di atas jantung Harun imam besar; jadi, posisi dari seorang hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang mau disucikan oleh Urim dan Tumim adalah bersandar di Dada YESUS sebagai Imam Besar, seperti yang dialami oleh rasul Yohanes yang bersandar di Dada YESUS terutama di saat-saat pemberitaan Firman dan perjamuan suci = penyucian secara dobel merupakan kesempatan untuk bersandar di Dada TUHAN.

Yohanes 13 : 23, 26, 27,
23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
26. Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
27. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

Di dalam ibadah pendalaman alkitab yang disertai dengan perjamuan suci = ada Firman pengajaran yang benar dan Korban Kristus/penyucian oleh Urim dan Tumim ada dua kemungkinan yaitu

  1. kemungkinan yang negatif terdapat di dalam ay 26 dan 27. Yaitu seperti Yudas yang tetap mempertahankan dosa keinginan akan uang = berada di takhta iblis. Di atas disebutkan ada tiga penyucian dari:


    • dosa kecil-kecil
    • dosa hawa nafsu orang muda
    • dosa dalam tahbisan dan
    • dosa di dalam hati


    jika di dalam hati yaitu keinginan akan uang dipertahankan, maka dosa nomor satu dan dua, pasti ada. Yudas mempertahankan dosa keinginan akan uang/cinta akan uang sehingga ia betul-betul kerasukkan setan = berada di takhta setan untuk dibinasakan selama-lamanya.


  2. Yohanes yang mau disucikan oleh Urim dan Tumim sampai di kedalaman hatinya, maka Yohanes mengasihi TUHAN = bersandar di Dada TUHAN = berada di dalam pelukan/gendongan Tangan kasih TUHAN sehingga ia mengasihi TUHAN lebih dari semuanya. Taat dengar-dengaran kepada TUHAN apapun risikonya = sampai daging tidak bersuara. Bersandar ke Dada TUHAN = terserah Engkau TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Ini memang berat, tetapi biarlah kita mohon kepada TUHAN sampai kita dapat bersandar dan dipeluk oleh TUHAN = tidak terpisahkan lagi. Banyak yang akan merebut kita dari Tangan KASIH TUHAN seperti Yudas yang ingin akan uang, dosa-dosa kecil mau merebut kita supaya berada di takhta iblis. Kalau berada di Dada TUHAN = berada di Takhta TUHAN.

Di dalam tabernakel, dada/jantung hati adalah tabut perjanjian = Takhta TUHAN; dan ini yang mau direbut seperti Yudas yang direbut sehingga ia kerasukkan setan = ia berada di takhta setan dan binasa untuk selama-lamanya. Sekarang ini terjadi tarik menarik seperti mayat Musa yang diperebutkan. Kita dapat membayangkan, mayat saja diperebutkan, apalagi semasa hidup?

Itu sebabnya kita semua termasuk saya juga harus waspada, kita saling mendoakan supaya Urim dan Tumim betul-betul bekerja di dalam kita sekarang ini, yang mungkin sudah berada di takhta iblis seperti Yudas, selesaikan sekarang ini biar kita memiliki keyakinan bahwa kita berada di Dada TUHAN, berada di Takhta TUHAN bukan berada di takhta iblis.

TUHAN Yang tampil dan IA tidak rela jika sidang jemaat/bangsa kafir ini berada di takhta iblis dan binasa. Itu sebabnya IA tampil dengan pedang Urim dan Tumim.

Yesaya 46 : 3, 4,
3. " Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku
menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Sampai masa putih rambutmu, Aku menggendong kamu = berada di dalam pelukan Tangan kasih TUHAN = berada di Takhta TUHAN. Puji TUHAN, syukur kepada TUHAN, kita berada di dalam gendongan Tangan TUHAN = bersandar di Dada TUHAN.

Hasilnya:

  1. Aku mau menanggung kamu terus = TUHAN bertanggung jawab untuk memelihara kita =


    1. Tangan kasih TUHAN sanggup memelihara kita di tengah kesulitan/ditengah ketidak berdayaan kita. Yang penting kita dipeluk oleh TUHAN seperti bayi yang berada di dalam pelukanNya. Mana yang kita mau pilih? Mau dicopot oleh setan dari sandaran? Kita yang bekerja, jika kita tidak mau bersandar, maka kita tidak akan kuat, apalagi hanya seperti bayi yang hanya dapat menangis. Itu sebabnya, biarlah kita yang bersandar dan Tangan kasih TUHAN Yang bekerja.


    2. Tangan kasih TUHAN juga sanggup memelihara kita untuk masa depan kita yang berhasil dan indah pada waktu-Nya. Seperti bayi yang dipelihara sampai menjadi besar. Inilah TUHAN Yang bertanggung jawab atas hidup kita.


  2. Aku mau memikul kamu =


    1. Tangan kasih TUHAN menanggung segala letih lesu/beban berat sehingga kita betul-betul merasa damai sejahtera = enak dan ringan. Kita merasa tenang sebab bersandar di Dada TUHAN; kalau sudah merasa tenang dan damai, maka kita akan merasakan enak dan ringan.


    2. Dan kasih TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil tepat pada waktu-Nya.Itu sebabnya kita jangan memikul masalah sendiri sebab kita dapat menjadi stress; serahkan semuanya kepada TUHAN sebab sudah IA pikul semuanya di atas kayu salib dan duri-duri sudah tertancap di atas KepalaNya sehingga kita tidak perlu merasa stress lagi. Sekali lagi, pertolongan TUHAN itu tidak pernah terlambat seperti Lazarus yang sudah mati selama empat hari dan bagi manusia itu berarti sudah sangat terlambat, tetapi bagi TUHAN tidak ada yang terlambat asal kita bersandar.


  3. Menjunjung (ay 3) supaya kita tidak jatuh. Tangan kasih TUHAN memegang kita supaya kita tidak jatuh. Inilah penggembalaan yang dobel sebab ada Tangan dari Gembala Agung/Imam Besar = kita bersandar di Dada Imam Besar/ada Tangan dari atas yang menarik kita dan gembala manusia dari bawah sehingga kita betul-betul aman dan tidak akan jatuh.


  4. Menyelamatkan = menyucikan dan mengubahkan sampai kita menjadi sempurna seperti Dia. Inilah berada di dalam gendongan TUHAN dan kita mendapatkan semuanya.

Mari! Sekali-pun sekarang ini kita bagaikan berada di takhta iblis sebab berada:

  • dalam dosa
  • dalam kegagalan

Mari!!! Ada pedang/ada Urim dan Tumim = Imam Besar ada di tengah kita Yang mau menyucikan kita dari

  • dosa kecil-kecil, sehelai rambut berharga di hadapan TUHAN
  • tahbisan, mari disucikan, kemudian
  • hati disucikan sehingga kita hanya mengasihi TUHAN lebih dari semuanya
  • taat dengar-dengaran = menyerah sepenuhnya
  • kita berada di Dada TUHAN/kita digendong oleh TUHAN
  • kita disucikan dan diubahkan sampai kita menjadi sempurna.

Jika YESUS datang kembali kedua kalinya,

  • kita menjadi sempurna dan
  • terangkat di awan-awan yang permai dan kita
  • masuk perjamuan kawin Anak Domba sesudah itu masuk
  • kerajaan seribu tahun/Firdaus, sesudah itu kita masuk
  • takhta kerajaan surga

Di atas tadi ada istilah 'sampai masa putih rambutmu' secara jasmani berarti sampai menjadi tua di dunia, tetapi istilah rohaninya adalah 'sampai bertemu dengan Yang putih rambutNya di Takhta surga'.

Daniel 7 : 9, Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

Sekarang kita bersuasanakan Takhta surga/jangan takhta setan sampai satu waktu kita akan bertemu dengan Yang Lanjut Usia dan Yang putih rambut-Nya. Kita duduk bersanding dengan Dia di Takhta surga selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 22-24 Januari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Manokwari)

  • Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top