Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat sore, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, kasih karunia dan rahmat dari Tuhan Yesus Kristus yang senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita, akan terus melimpah sampai kita sempurna. Sehingga suatu kelak jika Yesus datang kembali kedua kali, maka kitapun juga boleh berbahagia bersama-sama dengan Tuhan dan kita semua selamat untuk mendengarkan Firman Tuhan.Puji nama Tuhan.

Firman Tuhan malam ini kita membaca dari
Matius 10: 38
10: 38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku,
ia tidak layak bagi-Ku.

Siapa yang layak untuk Tuhan?
Layak untuk Tuhan yaitu:

  • layak mengikut Yesus sampai Yesus sampai kemana Yesus pergi.
  • layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
  • Sampai layak untuk masuk Kerajaan Surga/Yerusalem Baru untuk selama-lamanya.

Jadi, kehidupan yang layak adalah kehidupan yang mau memikul salib.
Salibadalah menanggung penderitaan daging karena kehendak Tuhan.
Jadi, kehidupan yang mau menanggung penderitaan daging karena kehendak Tuhanlah yang layak untuk mengikut Yesus sampai layak untuk masuk ke kota Yerusalem baru/kerajaan Surga yang kekal untuk selama-lamanya.
Salah satu wujudbahwa kita mau memikul salib Yesus:

2 Timotius 1: 11-13
1: 11 Untuk injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.
1: 12 Itulah sebabnya
aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dieprcayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
1: 13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.


= Rasul Paulus mendapat kemurahan Tuhan untuk mendapat injil dari Tuhan terutama injil tentang kemuliaan Kristus = Firman Pengajaran yang benar, sehingga ia banyak mengalami/menanggung penderitaan daging karena kehendak Tuhan.
Jadi salah satu wujud kita mau memikul salib adalah kita mau menerima Firman Pengajaran yang benar.

Mungkin dulu kehidupan kita sebelumnya, belum menerima Firman pengajaran, tetapi setelah menerima Firman pengajaran baru bisa merasakan penderitaan-penderitaan daging, karena harus menerima Firman pengajaran yang benar.

Dalam Ibrani 4: 12, Firman Pengajaran yang benar adalah Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Jadi, Firman pengajaran benar bagaikan pedang tajam bermata dua.
Kalau manusia daging terkena pedang, otomatis akan terasa sakit/menderita.
Memang harus begitu untuk menerima Firman Pengajaran yang benar, kita seperti terkena pedang yang tajam yang sakit bagi daging. Kita banyak mengalami penderitaan daging.

Proses untuk menerima Firman pengajaran yang benar:

  1. MendengarFirman dalam urapan Roh Kudus (bukan dengan kepandaian dan lain-lain), sehingga kita bisa menerima Firman dengan sungguh-sungguh dan suatu kebutuhan sampai kita bisa mengerti akan Firman = Firman ada di akal budi.

  2. Percaya dan yakinpada Firman Pengajaran yang benar.
    Kita tidak ragu dan tidak bimbang, kita percaya dan yakin bahwa ini Firman pengajaran benar yang harus kita ikuti, pegang dan terapkan dalam kehidupan kita, dalam nikah kita, dalam kita bekerja, dalam kita mengikut Tuhan, dalam bersekolah/kuliah.
    Kalau kita masih bimbang/belum yakin, maka akan sulit.

  3. Taat dengar-dengaranpada Firman Pengajaran yang benar = praktik Firman.

Banyak kehidupan yang baru menerima Firman dan sudah menolak Firman karena sakit bagi dagingnya (terlalu lama, terlalu keras dan sebagainya).
Padahal sebenarnya sekalipun Firman itu keras/tajam menunjuk dosa kita, tapi bukan untuk menyakitiatau untuk menghancurkankita, tapi untuk menyucikansampai menyempurnakan kehidupan kita sehingga bisa sama mulia seperti Yesus.

Ibrani 4: 12
4: 12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata duamanapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Penyucian ini terutama untuk menyucikan hati dan pikirankita, sebab hati adalah gudangnya dosa (banyak dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati).

Kalau dikelompokkan, ada dua macam dosayaitu:

  • dosa kejahatan,
  • dosa kenajisan.

Ini yang perlu disucikan, yaitu kejahatan dan kenajisan yang banyak tersembunyi dalam hati. Ini harus disucikan lewat Firman pengajaran yang benar.
Oleh sebab itu jika kita mau disucikan, perhatikan Firman/perhatikan saat-saat mendengar Firman.Kita harus mendengar Firman dengan sungguh-sungguh, sampai mengerti Firman, kemudian praktik Firman, maka hati dan pikiran kita disucikan.

Markus 7: 21-23
7: 21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
7: 22
perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati (9(9)ujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
7: 23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Dosa-dosa di dalam hati:

  1. Percabulan: dosa percabulan,
  2. Pencurian: keinginan jahat yaitu mencuri milik Tuhan.
  3. Pembunuhan: kebencian-kebencian yang tak terselesaikan dengan sesama, dalam nikah rumah tangga (anak dengan orang tua, menantu dengan mertua) dan penggembalaan (antar jemaat, gembala dengan jemaat, atau sesama hamba Tuhan). Sampai pada kebencian tanpa alasan.
    Membenci = dosa membunuh.

  4. Perzinahan: keinginan najis didalam hati.
  5. Keserakahan: sama dengan mencuri,
  6. Kejahatan,
  7. Kelicikan: tidak ada ketulusan, pikiran-pikiran yang licik.
  8. Hawa nafsu,
  9. Iri hati: iri hati terhadap sesama.
  10. Hujat,
  11. Kesombongan,
  12. Kebebalan.

Tanda
kalau hati disucikan oleh Firman Pengajaran yang benar:

  1. Ibrani 8: 10-11
    8: 10 “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budimereka dan menuliskannya dalam hatimereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
    8: 11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan
    mengenal Aku.

    Yang pertama, kita bisa mengenal Tuhan Yesus dengan jelas, sehingga tidak akan pernah ragu/bimbanglagi untuk:

    • Tetap percayadan berharap kepada Tuhansaat menghadapi apapun juga.
      Saat menghadapi persoalan, tidak ragu/tidak bimbang, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan.

    • Tetap mengikut Yesussampai garis akhir.
      Jangan sampai karena jodoh, kita tidak mengikut Yesus lagi. Banyak yang karena jodoh, gagal di tengah jalan sehingga tidak mengikut Yesus lagi.

      Mengikut Yesus, juga artinya mengikut pengajaran yang benar. Karena ingin mencari kemakmuran secara jasmani, ingin dipuji, dihormati, ingin disanjung, maka tidak mau mengikut Yesus lagi, tetapi mengikut Yesus yang lain.

    • Tetap tekun dan setiadalam beribadah dan melayani Tuhan dalam sistem penggembalaan yang benar.

    • Tetap menyembah Tuhan= tidak mau menyembah yang lain.
      Contoh: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang tetap menyembah Tuhan saat menghadapi pencobaan (kalau Tuhan yang kami sembah sanggup melepaskan kami,seandainya tidak, kami tetap menyembah Tuhan) karena mengenal siapa Tuhan yang dia ikuti.

    Kalau masih banyak ragu saat menghadapi pencobaan ('kok Tuhan tidak menolong? Padahal saya sudah tekun, setia dan berdoa.'). Mengapa? Sebab hatinya belum mengalami penyucian, sekalipun sudah beribadah dan mendengar Firman, tetapi masih tetap mempertahankan dosa, tidak mau menerima penyucian. Akibatnya, membuat kita banyak ragu/bimbang, tidak percaya dan tidak berharap Tuhan, tidak setia dalam ibadah pelayanan (kalau bisa datang, kalau tidak bisa tidak datang = tidak ada perjuangan/pengorbanan), dan tidak mau menyembah Tuhan.

  2. Tanda kedua: bisamengenal diri sendiri.
    Dimulai dari:

    • Bahwa kita masih ada kekurangan dan kelemahan, sehingga kita tidak menjadi sombong dan tinggi hati.

      Prakteknya:

      1. rendah hati: kemampuan untuk mengaku dosa.
      2. lemah lembut: kemampuan untuk mengampuni kesalahan orang laindan melupakannya.

      Kalau ada orang lain yang berdosa datang mengaku pada kita dan kita tidak mau mengampuni atau kita berbuat dosa tetapi tidak mau mengaku, ini sama dengan orang sombong/tinggi hati, merasa diri hebat, merasa mampu, merasa paling benar = tidak mengenal diri sendiri. Tetapi kalau bisa mengenal diri sendiri, maka kita bisa mengenal diri sendiri yang masih banyak kekurangan dan kelemahan, bisa rendah hati, jika ada kesalahan cepat mengaku dan minta ampun, kalau ada orang datang minta ampun pada kita, maka kita maafkan/kita ampuni.
      Barangsiapa tidak mau mengampuni dosa sesamanya, maka dosanya juga tidak akan diampuni oleh Tuhan


    • Bahwa kita adalah debu tanah, sehingga kita terus berusaha dan berjuang supaya debu tanah tidak kembali menjadi debu.
      Kita bisa mengenal diri sendiri yang adalah debu tanah, bukan emas. Dalam kitab Mazmur, Tuhan mengingat siapa kita. “Kamu adalah tanah liat” = manusia tanah liat. Mengapa kita yang debu tanah seringkali tidak tahu diri?

      Kami kalau sudah menjadi hamba Tuhan, seringkali merasa hebat, merasa super. Kalau salah tidak mau mengaku dosa, apalagi kalau benar.

      Kalau debu kembali menjadi debu = tetap manusia daging, tidak mengalami keubahan.
      Debu tanah tidak kembali menjadi debu artinya debu tanah bisa menjadi sama mulia dengan Yesus.
      Debu kembali menjadi debu = kutukan.

      Tadinya, manusia itu sama mulia seperti Yesus, tapi karena jatuh ke dalam dosa sehingga hilang semua kemuliaan dan mengalami kutukan (debu kembali menjadi debu).

    Mari, sekarang kita disucikan lewat Firman Pengajaran yang benar supaya kita bisa mengenal diri sendiri, debu kembali pada ciptaan yang semula yaitu sama mulia seperti Yesus.

    Prakteknya
    :

    • Praktek pertama: Taat dengar-dengaranpada Firman Pengajaran yang benar dalam segala hal.
      Taat dimulai dari:

      1. Taat soal nikah.
        Nikah harus sesuai dengan Firman. Kalau tidak sesuai dengan Firman, JANGAN!Jangan dijalankan/diterobos/jangan dipaksa = debu kembali menjadi debu. Nikah atau tidak menikah itu semua panggilan/karunia dari Tuhan, jangan kita paksakan! Yang penting debu menjadi sama mulia dengan Tuhan Yesus.

      2. Taat soal beribadah. Kita melayani dengan taat pada Firman.
        Jangan melayani semau gue/terserah kita, ini debu kembali menjadi debu!
        Dalam kehidupan sebagai warga negara Indonesia, kita harus taat pada Firman. Jangan melangkahi Firman, ikuti Firman dan kita melangkah pada jalur Tuhan/jalur Firman, apapun resiko yang harus kita tanggung.

      Untuk taat dengar-dengar memang berat bagi daging.

      Kesaksian:
      Dulu saya waktu masih pengerja, kalau bapak Gembala menyampaikan tentang ketaatan, saya belum terlalu mendalam tentang taat dalam penggembalaan, karena belum menjadi gembala. Tapi begitu saya ditahbiskan menjadi gembala, mulai menjadi gembala, belajar taat sebagai gembala itu tidak mudah. Banyak tawaran-tawaran dan godaan-godaan. Untuk mempertahankan tahbisan yang benar, untuk mempertahankan pengajaran yang benar, untuk mempertahankan tata cara ibadah yang benar, itu tidak mudah. Daging ini banyak bersuara, 'kok gini'. Ayo taat, tidak apa-apa jemaat banyak/tidak banyak tidak apa-apa, terserah mau berapapun yang penting tidak debu kembali menjadi debu.

      Kalau debu kembali menjadi debu, semuanya sia-sia/tidak berguna.


    • Praktek kedua: Menyembah Tuhan.


    Taat dan menyembah= mengulurkan kedua tangan kepada Tuhandan otomatis Tuhan akan mengulurkan dua tangan kemurahan dan kebaikanNya kepada kita, untuk:

    • Yang pertama: (secara rohani) menciptakan kita sedikit demi sedikit/mengubahkan kita manusia daging menjadi manusia mulia sampai nanti yang termulia, kita menjadi sama mulia seperti Yesus.
      Kalau kuasa penciptaan secara rohani terjadi, maka kuasa penciptaan secara jasmani juga pasti akan terjadi.

    • Yang kedua: (secara jasmani) menjadikan yang tidak ada menjadi ada secara ajaib (tidak ada makan-minum, tidak ada masa depan, Tuhan jadikan ada secara ajaib, seperti dari tidak ada ikan menjadi ada ikan), untuk menciptakan apa yang sudah mati,berulat dan busuk seperti Lazarus, bisa hidup kembali, menjadi baik, indah dan bahagia.

    Yang pertama bisa mengenal Tuhan, jangan bimbang dan tidak ragu pada Tuhan (Ini Tuhanku, tetap Tuhan, jangan yang lain). Jangan tukar Tuhan dengan jodoh, kedudukan, dengan apapun juga.

    Kesaksian:
    Di Ngawi, tempat saya terjadi, tukar dengan kedudukan. Tapi bukan jemaat kami, ini di tempat lain. Tukar dengan kedudukan untuk mencapai kedudukan ketua. KTP nya diganti, karena bimbang dan ragu bahwa Tuhannya tidak mampu pelihara, tidak mampu menjadikan baik).

    Dan yang kedua, banyak mengenal diri sendiri, yaitu banyak kekurangan dan kelemahan, kalau ada dosa mengaku dan kalau ada orang lain salah kita ampuni = berdamai dan mengaku bahwa kita ini debu yang mau menjadi sama mulia seperti Yesus, lewat taat dan menyembah Tuhan.

  3. Yang ketiga: bisa mengenal setan dengan segala siasat dan tipu dayanya,sehingga kita tidak gampang kalahdalam bidang apapun, kita bisa mengetahui sesuatu yang bukan dari Tuhan dan kita tidak bisa disesatkanoleh ajaran-ajaran palsu dengan berbagai macam bentuk dan cara, tetapi kita selalu berkemenangandan tetap pada jalan Tuhan.

    Kesaksian:
    Pernah saya didatangi dari saksi-saksi, datang kerumah tidak tahu kalau saya pendeta. Dibajunya ada tulisan/plakatnya dan saya pelototi. Kemudian dia bertanya 'bapak sakit ya?'. Saya katakan 'tidak'. Bukan sombong karena saya pendeta, bukan. Tapi dari cara ngomong pertama sudah tidak benar. Dia katakan ' lho bapak ibadahnya dimana?' maksudnya apa ibadah ditempat lain, saya katakan ' saya digereja'.' oh, bapak kristen?', saya katakan ' saya pendeta'. Dia katakan ' oh ya, saya permisi', akhirnya mereka pergi.

    Jangan beri kesempatan mendengar ajaran lain, seperti Hawa yang memberi kesempatan untuk mendengar suara ular.

Kalau Firman betul-betul kita mengerti, yaitu Firman ada di dahi kita, kita percaya dan yakin = Firman ada di hati kita, dan kita lakukan = Firman ada di tangan kita, sehingga kita bisa mengenal Tuhan dan diri sendiri,sampai mengenal setan.

Hasilnya:
Ulangan 30: 14-16
30: 14 tetapi Firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
30: 15 Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,
30: 16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.

Kita mendapat kehidupan dan keberuntungan dari Tuhan. Lawan katanya kematian dan kecelakaan.
'aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan'= Jadi setiap hari, kita selalu diperhadapkan pada kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan.

Tapi kalau kita mau terima pengajaran yang benar, kita mau mendengar, mengerti, percaya dan yakin, praktik Firman, maka kita akan mengalami penyucian, kita hanya mendapatkan kehidupan dan keberuntungan.

Sebaliknya, kalau tidak mau mengalami penyucian maka akan diperhadapkan pada kematian dan kecelakaan, sehingga yang ada hanya suasana kematian, duka cita, air mata, ratapan, tangisan, dan kegagalan-kegagalan/tidak pernah ada keberhasilan dan kesuksesan. Nikah gagal, buah nikah juga gagal, anak jatuh dalam dosa dan sebagainya.

Kalau yang ada hanya suasana kematian dan kecelakaan, koreksi diri bagaimana sikap kita terhadap Firman.

Tetapi yang positif, kita akan mendapatkan kehidupan dan keberuntungan.

Kehidupan, artinya:

  • secara jasmani: panjang umur, kesehatan, keselamatan, kebahagiaan.
    Kebahagiaan Surga bukan diukur dari banyaknya uang,dan lain-lain. Tapi bisa diukur dari apabila rumah tangga kita bisa rukun,harmonis, bisa sama-sama melayani Tuhan, sama-sama masuk pesta nikah Anak Domba sampai masuk Yerusalem Baru.

    Jadi kalau dalam nikah rumah tangga masih belum sama-sama melayani, kita harus banyak bergumul kepada Tuhan! Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan.

  • Secara rohani: dosa-dosa kita diampuni oleh Tuhan, semua sudah dibayar lunas oleh Tuhan di atas kayu salib. Kita disucikan dan ubahkan oleh Tuhan.

Keberuntungan
, artinya: kita diberkati, disertai, dan dilindungi oleh Tuhan.
Seperti waktu Musa hendak berangkat ke Kanaan, Musa tidak mau jika Tuhan tidak menyertai. Apa artinya biarpun berjalan maju menuju Kanaan tetapi jika tanpa penyertaan Tuhan? Bisa hancur di tengah jalan.
Di tangan kiri dan tangan kanan Tuhan ada kehidupan dan keberuntungan = dua tangan Tuhan memeluk kehidupan kita, menggendong kehidupan kita. Kita menjadi milik Tuhan sampai kita menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna, bahagia untuk selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 06 Juni 2021 (Minggu Pagi)
    ... seluruh tanah Kush. Nama sungai yang ketiga ialah Tigris yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. Ada sungai di Taman Eden menunjuk aliran sungai kehidupan menuju kehidupan kekal. Angka menunjuk injil yang membawa pada kepuasan dan kebahagiaan kekal. Selama kita hidup dalam kepuasan mulut tidak ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Oktober 2009 (Sabtu Sore)
    ... - Wahyu . Lukas - antikris sedang memberikan tanda justru di dalam rumah Tuhan kepada orang-orang yang beribadah kepada Tuhan. Mengapa sudah beribadah tetapi dicap antikris Sebab menolak firman pengajaran yang keras yang lebih tajam dari pedang bermata dua sehingga tidak mengalami penyucian tetap manusia daging dengan sifat tabiat daging ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 23 November 2014 (Minggu Sore)
    ... belajar yang pertama TAKHTA KEGELAPAN. Kenajisan dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum merokok mabuk dan narkoba. Kalau kita ikut ambil bagian di dalamnya itulah takhta iblis. Kita harus waspda. dosa kawin mengawinkan dosa sex denga berbagai ragamnya penyimpangan sex homosex lesbian dan lain-lain nikah yang salah kawin campur kawin ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Agustus 2013 (Selasa Sore)
    ... penyembahan yang benar. Dua hal ini pengajaran dan penyembahan tidak bisa dipisahkan. Pengajaran tanpa doa penyembahan sama dengan ahli Taurat yang hanya menjadi pengetahuan untuk diperdebatkan. Sebaliknya penyembahan tanpa pengajaran yang benar sama dengan suatu kekejian. Amsal Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum juga doanya adalah kekejian. Penyembahan yang benar harus ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 22 Mei 2013 (Rabu Sore)
    ... lewat doa penyembahan dan terutama doa puasa maka daging diperas supaya Roh Kudus dicurahkan dalam kehidupan kita air kehidupan surga dicurahkan dalam kehidupan kita. MALAM INI kita belajar dalam Kitab Yehezkiel . Judul perikopnya adalah sungai yang keluar dari Bait Suci sungai air kehidupan yang mengalir dari surga. Proses untuk menerima air ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Maret 2010 (Sabtu Sore)
    ... pengajaran yang benar adalah tertulis dalam alkitab ayat menerangkan ayat dipraktikkan. Ada korban Kristus perjamuan suci. Perjamuan suci yang pertama adalah ketika pesta paskah terakhir Yesus. Paskah perjanjian lama kelepasan dari Firaun Raja Mesir. Paskah perjanjian baru kelepasan dari segala ikatan yang membinasakan anak-anak Tuhan. Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci sanggup melepaskan ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Desember 2015 (Sabtu Sore)
    ... adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. Hati yang keras berisi hal Air tawar. Ini menunjuk hati yang tawar yaitu putus asa kecewa putus pengharapan. Akibatnya adalah wajahnya muram. Air pahit. Ini menunjuk hati ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Mei 2021 (Selasa Sore)
    ... itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak Heran terhadap kematian kebangkitan dan kemuliaan Yesus Kristus heran terhadap pengajaran Yesus firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang berkuasa untuk menyucikan dan membaharui sampai sempurna seperti Yesus untuk layak ...
  • Ibadah Natal Persekutuan di Square Ballroom Surabaya, 23 Desember 2016 (Jumat Sore)
    ... pasti menceraikan Maria. Lalu apa akibatnya Berarti Maria mengandung tanpa suami. Ini yang gawat. Artinya Maria berzinah dan diancam hukuman dirajam batu sampai mati. Berarti bayi Yesus juga mati dan tidak ada keselamatan. Ini kalau pakai logika. Klaau tidak cocok dengan firman jangan tidak selamat--membunuh bayi Yesus. Jangan pakai logika tetapi iman Kalau ...
  • Ibadah Doa Malang, 28 April 2015 (Selasa Sore)
    ... TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman Coba lihat ke langit hitunglah bintang-bintang jika engkau dapat menghitungnya. Maka firman-Nya kepadanya Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. Keturunan Abraham secara rohani sama dengan bangsa kafir yang hidup dari iman hidup dalam kebenaran. Galatia Jadi kamu lihat bahwa mereka yang hidup dari iman mereka ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.