English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 08 Januari 2016 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat di Laodikia, sekarang menunjuk jemaat akhir...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Maret 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Agustus 2019 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Juni 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Matius 7: 1-2
7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2. Karena dengan penghakiman...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Februari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Doa Surabaya, 06 April 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Februari 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:13
8:13 Lalu aku melihat: aku...

Ibadah Raya Malang, 08 April 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 14 Januari 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita mempelajari Keluaran pasal 3. Ada...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Februari 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua kali...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 September 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 10 Desember 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:38-42 tentang Maria dan Marta
Lukas 10:38-40,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Oktober 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Januari 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Jakarta.

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Wahyu 21:5: "Aku menjadikan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 11 Juli 2012 (Rabu Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III dan disertai dengan puasa
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami oleh Tuhan Yesus sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan, menyucikan bahkan menyempurnakan kita semua.

Dalam Matius 27 ada 7 cerita tentang 7 percikan darah yang dialami oleh Yesus.
  1. Percikan darah yang pertama Matius 27 : 1-10 Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot.

  2. Percikan darah yang kedua Matius 27 : 11-26 Yesus di hadapan Pilatus untuk menghadapi tuduhan-tuduhan sampai ketidak adilan.

  3. Percikan darah yang ketiga Matius 27 : 27-31 Yesus diolok-olok.

  4. Percikan darah yang ke empat Matius 27 : 32-50 Yesus disalibkan sampai mati.

  5. Percikan darah yang ke lima Matius 27 : 51-56 MUJIZAT-MUJIZAT PADA SAAT KEMATIAN YESUS.
Malam ini kita masih mempelajari percikan darah yang ke lima.

Matius 27 : 51
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

Kita masih berada pada mujizat yang pertama yaitu "tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah" artinya tabut perjanjian kelihatan.

Karena tabir Bait Suci terobek/terbelah dari atas ke bawah maka Ruangan Maha Suci terbuka dan kelihatan tabut perjanjian.
Tabut perjanjian terdiri dari dua bagian yaitu
  1. Pada bagian atas yaitu tutup pendamaian dengan 2 kerub dari emas murni.

    1. Kerub pertama adalah Allah Bapa.
    2. Tutup pendamaian adalah Anak Allah.
    3. Kerub kedua adalah Allah Roh Kudus.

    Jadi tutup pendamaian dengan 2 kerub dari emas murni ini menunjuk pribadi Allah tritunggal (Allah Bapa, Anak Allah dan Roh Kudus) dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus, dalam kemuliaan Mempelai Laki-Laki Surga.

  2. Bagian kedua adalah tabut (peti) yang terbuat dari kayu.
    Tabut ini menunjuk Gereja Tuhan yang sempurna menjadi mempelai wanita surga, itulah kita semua.
KESIMPULANNYA : dengan adanya kematian Tuhan Yesus maka terjadi mujizat dimana manusia darah daging yang berdosa bisa menjadi sempurna seperti Yesus dan bisa menjadi mempelai wanita Tuhan.

Keluaran 25 : 10-11
25:10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
25:11 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

Keluaran 25 : 10-11 ini tentang petinya (tabutnya).

Tabut perjanjian atau peti perjanjian ini terbuat dari kayu penaga. Ini berbeda dengan tutupnya, kalau tutupnya terbuat dari emas murni (menunjuk keIllahian).

Kayu itu sesuatu yang rapuh, ini menunjuk manusia daging.
Kayu penaga berwarna hitam, itu menunjuk dosa.
Kayu penaga juga bergetah, getah yang keluar ini menunjuk tabiat dosa.
Kayu penaga ini bila dilukai maka getahnya keluar. Contohnya : mungkin kelihatan sabar, baik tetapi satu waktu bila dilukai maka bisa langsung keluar tabiat dosa seperti emosi.

Jadi kayu penaga adalah manusia darah daging yang berdosa, bahkan bertabiat dosa. Ini yang dibentuk menjadi tabut perjanjian (menjadi mempelai wanita Tuhan).

Kayu penaga supaya bisa menjadi tabut perjanjian harus disalut emas murni luar dan dalam supaya kayunya atau getahnya tidak kelihatan. Demikian juga manusia berdosa supaya bisa menjadi mempelai wanita Tuhan (tabut perjanjian) juga harus disalut dengan emas murni (zat keIllahian).

Proses penyalutan manusia berdosa menjadi mempelai wanita Tuhan adalah
  1. Galatia 3 : 27
    3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.

    "emas" = Kristus.
    "mengenakan" = bersalut (Alkitab terjemahan lama).

    Yang pertama adalah kita bersalut Kristus (emas) lewat babtisan air.

    Mengapa dalam Keluaran 30 babtisan air (kolam basuhan) satu pasal dengan doa penyembahan (medzbah pembakaran ukupan)? Karena prosesnya sama yaitu keduanya bicara tentang proses penghancuran (perobekan) daging.
    Kolam basuhan ini terbuat dari cerminnya para wanita zaman dahulu yang terbuat dari tembaga yang digosok dan digunakan untuk mengaca. Cermin ini dihancurkan dulu baru dibangun menjadi kolam pembasuhan.

    Demikian juga medzbah bakaran, ini merupakan proses penghancuran daging yaitu dupanya dibakar.

    Jadi kita disalut Kristus lewat babtisan air, lewat doa penyembahan juga ditambah lewat DOA PUASA SEPERTI PADA HARI INI.

    Doa puasa adalah proses untuk mempercepat penghancuran daging.

    Babtisan air dan doa penyembahan adalah proses penyaliban/perobekan daging (bagaikan tirai terobek) sehingga kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus (bagaikan emas).

    "Manusia rohani seperti Yesus" = manusia emas.

    1 Petrus 3 : 3-6
    3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    3:4 tetapi perhiasanmu ialah
    manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu
    berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
    3:6 sama seperti
    Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

    Kayu penaga harus disalut emas luar dan dalam.

    • Bagian dalam disalut dengan emas.
      Ayat 3-4 "perhiasan yang tersembunyi" = "manusia batiniah tersembunyi" ini menunjuk penyalutan bagian dalam dengan emas yaitu lemah lembut dan tenteram (pendiam).

      Lemah lembut adalah kemampuan untuk menerima firman Tuhan sekeras apapun (firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

      Kalau tidak bisa menerima pengajaran yang keras maka tidak mungkin menjadi mempelai.

      Tenteram /pendiam adalah banyak berdiam diri, mengoreksi diri, tidak menuduh orang, tidak bergosip, tidak banyak komentar (apalagi untuk perkara rohani yaitu pembangunan tubuh Kristus).

      Contohnya banyak komentar adalah Yudas.
      Yudas berkomentar saat ada wanita yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu yang mahal (mengurapi tubuh Kristus = pembangunan tubuh Kristus)

      Yudas mengatakan ini adalah pemborosan dan lebih baik uangnya untuk orang miskin. Padahal Yudas sendiri adalah seorang pencuri. Akhirnya Yudas binasa selamanya.

    • Bagian luar disalut dengan emas.
      Ayat 5 "berdandan" ini menunjuk disalut dengan emas sebelah luar yaitu tunduk (taat dengar-dengaran), jangan memberontak (melawan) firman.

      Contohnya adalah Sarah.
      Sarah tunduk kepada suaminya seperti tunduk kepada Tuhan. Sarah ini mempunyai kelemahan permanen yang tidak bisa ditolong yaitu dia mandul dan mati haid (pintu rahimnya tertutup), ini berarti suatu kemustahilan. Tetapi lewat penundukan (taat dengar-dengaran) maka Tuhan membuka pintu rahim Sarah.

      Tuhan membuka pintu rahim artinya

      1. Tuhan mampu menghapus kemustahilan/menutupi kelemahan-kelemahan.
      2. Tuhan mampu membuat kita berhasil pada waktunya.
      3. Bahkan Tuhan mampu membuka pintu surga bagi kita. Ini merupakan keberhasilan tertinggi (puncak keberhasilan dalam melayani Tuhan).

      Kalau pintu surga terbuka maka pintu-pintu di dunia ini juga dibuka oleh Tuhan.

    Matius 7 : 21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
    Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    Bila melayani Tuhan tanpa ketaatan (melayani Tuhan tidak sesuai pengajaran yang benar) = pembuat kejahatan yang akan diusir ke dalam neraka.

  2. Roma 13 : 12-14
    13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
    13:14 Tetapi
    kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

    "Mengenakan" = bersalut (Alkitab terjemahan lama).

    Yang kedua adalah bersalut Tuhan Yesus Kristus = bersalut terang, sebab kita hidup di akhir zaman yang penuh dengan kegelapan.

    Hidup dalam kegelapan kita tidak bisa mengandalkan uang dll, tetapi kita harus mengandalkan terang.

    Dimana kita bisa bersalut Tuhan Yesus Kristus (terang) yaitu dalam ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok (penggembalaan), antara lain:

    • Medzbah dupa emas : ketekunan dalam ibadah doa penyembahan seperti malam hari ini. Ini bersalut dengan Allah Bapa = Tuhan.
      Disini kita bersalut dengan kasih Allah = terang matahari. Kalau bertekun terus maka sedikit demi sedikit kita semakin terang sampai 100 % terang matahari (tidak ada kebencian lagi).

    • Meja roti sajian : ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Ini bersalut dengan Anak Allah = Yesus.
      Disini kita bersalut dengan terang bulan (terang penebusan), sedikit demi sedikit disinari sampai 100 %, sehingga tidak ada dosa lagi.

    • Pelita emas : ketekunan dalam ibadah raya. Ini bersalut dengan Allah Roh Kudus = Kristus.
      Disini kita bersalut dengan terang bintang yaitu karunia Roh Kudus, sehingga semakin bertambah karunia-karunianya.

    Seorang imam, hamba Tuhan, Gembala harus tergembala, kalau tidak tergembala itu gelap (diluar kandang penggembalaan itu adalah kegelapan).

    Jadi seorang imam, hamba Tuhan harus tergembala untuk mengalami penyalutan dengan terang.

    Roma 13 : 13
    13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

    Apa yang harus disalut dengan terang (lewat sistim penggembalaan)?

    • Pesta pora : ini dosa makan minum seperti merokok, mabuk, narkoba.
    • Percabulan dan hawa nafsu : dosa kawin mengawinkan, dosa seks dengan berbagai ragamnya, homoseks, lesbian, seks terhadap diri sendiri, sampai kepada nikah yang salah.

      Dosa makan minum dan kawin mengawinkan ini dosa kenajisan. Hati-hati masa-masa pacaran, bertunangan dan menikah.

    • Perselisihan dan iri hati : ini dosa kejahatan dan kepahitan (dendam).

    Jika seorang imam, pelayan Tuhan, hamba Tuhan mau disalut dengan terang matahari, bulan dan bintang (disalut dengan Tuhan Yesus Kristus) di dalam penggembalaan, maka akan memancarkan terang untuk kemuliaan Tuhan.

    • Terang mulai dari rumah tangga baik sebagai suami, istri, orang tua, anak. Ini merupakan pelita yang paling kecil.
    • Terang dalam penggembalaan (dalam Gereja).
    • Terang antar penggembalaan (ibadah kunjungan-kunjungan). Ini merupakan terang didepan semua orang.
    • Sampai satu waktu yang tertinggi, kita ditampilkan sebagai terang dunia.

    Wahyu 12 : 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Wahyu 11 : 19
    11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

    Jadi terang dunia = mempelai wanita Tuhan = tabut perjanjian.

    Wahyu 12 : 2
    12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

    Posisi Gereja Tuhan diakhir zaman seperti wanita yang hendak melahirkan dan berhadapan dengan ular naga Wahyu 12 : 3. Ini berarti sungguh-sungguh tidak berdaya dan tidak bisa apa-apa.

    Apa yang bisa kita lakukan ? seperti wanita yang hendak melahirkan, hanya bisa mengeluh dan mengerang kepada Tuhan.

    Roma 8 : 26-28
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Istilah mengeluh dan mengerang kepada Tuhan yaitu

    • Doa penyembahan dalam urapan Roh Kudus.
    • Doa penyembahan dalam bahasa Roh.
    • Doa penyembahan dalam penyerahan sepenuh kepada Tuhan (hanya menyeru nama Yesus saja).

    Ayo kita terapkan malam ini, kita hanya menyeru nama Yesus saja.

    Hasilnya adalah

    • Roma 8 : 28
      8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

      Yang pertama adalah Tuhan menjadikan semua baik pada waktunya.

    • Roma 8 : 22-23
      8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
      8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita
      sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

      Yang kedua adalah kita mengalami pembebasan tubuh (pembebasan manusia daging) yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Keubahan hidup paling sedikit adalah jujur, hanya menangis seperti bayi yang baru lahir. Ini merupakan mujzat rohani dan MUJIZAT TERBESAR.

      Kalau mujizar rohani sudah terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi yaitu segala masalah diselesaikan oleh Tuhan.

      Sampai satu waktu jika Tuhan Yesus datang ke dua kali, terjadi mujizat terakhir kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia yaitu menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut Dia dan kita bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top