English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kunjungan Semarang I, 14 September 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 5:17
5:17 Tetapi Ia berkata kepada...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 03 Agustus 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:24
25:24 Haruslah engkau menyalutnya dengan...

Ibadah Raya Malang, 28 April 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:7-12 tentang belalang dan kalajengking.
Belalang adalah roh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Juni 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 20-25
26:20. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21. Dan ketika mereka...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Maret 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 08 September 2009 (Selasa Pagi)
Saat kita tidak berdaya menghadapi sesuatu, biar lewat doa puasa kita bisa berseru mohon pertolongan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Doa Malang, 19 Maret 2019 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Serui.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yakobus 5:16-18
5:16...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Mei 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Jayapura I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu: ay....

Ibadah Raya Malang, 13 Desember 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Yohanes 10:11
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Yesus ...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Maret 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: 30

Kejadian 41:46
41:46 Yusuf berumur tiga puluh...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 15 Februari 2019 (Jumat Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 1, 5
9:1. Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan
hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

Ayat 1-12 merupakan peniupan SANGKAKALA KELIMA; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas manusia di bumi yang menolak bunyi sangkakala sekarang ini; menolak penyucian; tetap mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa.
Bunyi sangkakala sekarang adalah firman penggembalaan--firman pengajaran yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang diulang-ulang untuk menyucikan kita terus menerus sampai sempurna seperti Yesus.

Tanda sangkakala kelima: sebuah bintang jatuh dari langit ke atas bumi (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019). Ini adalah Lucifer yang jatuh menjadi setan, yang akan diikuti oleh roh jahat dan najis--belalang dan kalajengking yang akan menyiksa manusia di bumi selama lima bulan.
Secara jasmani, siksaan ini dahsyat.

"Tadi membaca berita, kemarin ada pesawat yang keluar kalajengking di bagasinya, heboh. Baru satu kalajengking, sudah heboh sampai ke menteri. Nanti benar-benar heboh sekali, lima bulan akan mengalami siksaan oleh kalajengking."

Mengapa Lucifer bisa jatuh dan menjadi setan?
Yesaya 14: 12-15
14:12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:
Aku hendak naik ke langit(1), aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah(2), dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan(3), jauh di sebelah utara.
14:14.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan(4), hendak menyamai Yang Mahatinggi!(5)
14:15. Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

  1. Yang pertama: Lucifer menjadi setan karena kesombongan--lima kali disebutkan 'aku hendak....', sampai hendak menyamai Tuhan.
    Ini sama dengan melawan lima luka Yesus di kayu salib--kerendahan hati Yesus.


  2. Yang kedua: Lucifer menjadi setan karena tidak taat dengar-dengaran pada Tuhan/firman pengajaran yang benar--kalau sombong pasti tidak taat. Yesus rendah hati, taat.

Kita harus waspada, kesombongan dan ketidaktaatan memang sifatnya setan, tetapi sekarang kesombongan dan ketidaktaatan juga melanda gereja Tuhan (hamba Tuhan, pelayan Tuhan) di akhir zaman.

1 Petrus 5: 5-6
5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

'tunduklah'= taat.
'congkak' = sombong.

1 Petrus 5 bicara tentang penggembalaan. Yesus mati di kayu salib dengan lima luka utama; Dia adalah Gembala yang baik, yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba dan menggembalakan domba-domba-Nya.

Jadi, praktik hamba/pelayan Tuhan yang sombong dan tidak taat adalah tidak mau tergembala; sama dengan tidak mau masuk kandang penggembalaan--ruangan suci--, dan tidak mau bertekun dalam tiga macam ibadah pokok. Termasuk gembala manusia kalau tidak mau tekun dalam tiga macam ibadah pokok, ia juga sombong dan tidak taat (sifatnya setan).

Akibatnya: kering rohani; mati rohaninya--imam-imam harus ada di kandang supaya disucikan dan mengalami urapan.
Imamat 10: 7
10:7. Janganlah kamu pergi dari depan pintu Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati, karena minyak urapan TUHAN ada di atasmu." Mereka melakukan sesuai dengan perkataan Musa.

'Janganlah kamu pergi dari depan pintu Kemah Pertemuan'=> pintu Kemah Pertemuan adalah pintu masuk ke ruangan suci; imam harus berada di dalam kandang penggembalaan.
Kalau tidak mau tergembala (di luar ruangan suci), akan kering dan mati rohani--tanpa kesucian dan urapan--sehingga mempersembahkan api asing seperti Nadab dan Abihu.

Imamat 10: 1
10:1. Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka.

Ayat 1 = Nadab dan Abihu tidak taat. Kalau sudah tidak tergembala--sombong--, pasti tidak taat.

Api asing= ibadah pelayanan yang tidak berkenan pada Tuhan; hanya mengandalkan kekuatan, kepandaian, kekayaan, bahkan hawa nafsu dan keinginan daging yang bertentangan dengan firman.
Akhirnya Nadab dan Abihu benar-benar mati. Bagi kita sekarang adalah mati rohani yang mengarah pada kematian kedua di neraka selamanya.

Mari, melayani Tuhan bukan asal-asalan, tetapi harus sesuai dengan kehendak Tuhan yaitu rendah hati dan taat. Jangan sombong dan tidak taat (tidak tergembala; melayani Tuhan dengan seenaknya), yang mengakibatkan kekeringan dan kematian rohani, sehingga mempersembahkan api asing kepada Tuhan.

Jadi, seorang imam harus masuk penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah; mendengar suara gembala atau bunyi sangkakala--, supaya dibentuk dalam tabiat Yesus Gembala yang baik, yaitu rendah hati dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--Filipi 2: 8: 'Yesus merendahkan diri dan taat sampai mati di kayu salib'.

Ada dua macam merendahkan diri:

  1. 1 Petrus 5: 5
    5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

    Yang pertama: 'rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain'= merendahkan diri terhadap orang lain terutama kepada orang yang lebih 'rendah'. Kalau merendahkan diri kepada orang yang lebih 'tinggi', masih bisa. Kalau tidak bisa, berarti sudah sama dengan Lucifer--Lucifer tidak bisa merendahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Tinggi.

    Filipi 2: 3
    2:3. dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

    Praktik merendahkan diri terhadap yang lain--terutama terhadap orang yang lebih 'rendah'--:


    1. Menganggap orang lain lebih utama dari kita. Jangan menonjol dalam pelayanan Tuhan!
      Kalau sudah menganggap orang lain lebih utama, berarti tidak ada iri hati, dendam, kebencian.

      Mengapa banyak terjadi iri hati, kemudian benci, dendam dan lain-lain? Karena menganggap diri lebih utama dari pada orang lain. Salah! Ingat, memikul tabut perjanjian butuh empat orang, kalau ada yang lebih tinggi badannya, yang tinggi harus merendahkan diri (menganggap orang lain lebih utama).

      Kalau melayani dengan iri hati dan kebencian, kita bukan melayani pembangunan tubuh Kristus, tetapi mengakibatkan kebusukan.
      Amsal 14: 30
      14:30. Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

      Kalau ada iri hati (akar kepahitan), akan ada akar kejahatan dan kenajisan, sehingga semua menjadi busuk (bau), tidak indah, sampai hancur dan binasa. Begitu dahsyat!


    2. Filipi 2: 4
      2:4. dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

      Yang kedua: memperhatikan orang lain yang dalam kepentingan/kebutuhan.

      Mulai dari rumah tangga (suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik), jangan egois. Suami memperhatikan kebutuhan isteri dan sebaliknya, anak-anak memperhatikan kebutuhan orang tua, orang tua juga ingat kepentingan anak.
      Ini sama dengan memberi dan mengunjungi.

      Matius 25: 44-46
      25:44. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
      25:45. Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu,
      sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
      25:46. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

      'yang paling hina' = orang yang lebih rendah.
      Kambing tidak memperhatikan orang lain dalam kebutuhan--egois; tidak memberi dan mengunjungi--, sehingga masuk dalam kutukan dan siksaan yang kekal.
      Tetapi yang mau memberi dan mengunjungi akan memperoleh hidup kekal selamanya.


  2. 1 Petrus 5: 6
    5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Yang kedua: 'rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat'= merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat.

    Dalam Kidung Agung: 'cinta kuat seperti maut '; kasih Tuhan sekuat maut.
    Jadi kita merendahkan diri di bawah tangan kasih Tuhan yang sekuat maut--yang sudah mengalahkan maut--lewat doa penyembahan.

    Doa penyembahan sama dengan kita mengaku segala kekurangan, ketidakberdayaan, dan kelemahan kita secara jasmani dan rohani, sehingga kita hanya bergantung pada tangan kasih Tuhan yang sekuat maut; kita hanya mengulurkan tangan kepada Dia. Usaha secara manusia, silakan, tetapi terbatas, harus ditambah dengan menyerah kepada tangan kasih Tuhan yang sekuat maut. Dan Dia akan mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita--kita ada di bawah tangan kasih Tuhan.

    Hasilnya:


    1. Ulangan 7: 7-8
      7:7. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --
      7:8. tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah
      membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

      Hasil pertama: tangan kasih Tuhan yang sekuat maut--sama dengan tangan Sang Penebus--sanggup melepaskan kita dari perbudakan Firaun.
      Artinya:


      • Kita terlepas dari perbudakan dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.
      • Kita mengalami kelepasan dari dunia (Mesir) dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesukaan, kesulitan, aniaya dan sebagainya.
        Buktinya: setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

        Yakobus 4: 4
        4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

        Tidak setia sama dengan menjadi sahabat dunia. Contoh tidak setia: karena kesukaan dunia (dapat gaji dan sebagainya), lupa ibadah--diperbudak oleh dunia--, karena kesusahan dunia (pencobaan), tidak bisa datang ibadah.


      Jadi, tangan kasih Tuhan yang kuat; tangan Sang Penebus melepaskan kita dari dosa dan pengaruh dunia sehingga kita menjadi imam-imam--hamba/pelayan Tuhan--yang setia dan benar. Ini yang dicari oleh Tuhan, dan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      Wahyu 19: 11
      19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

      Penunggang kuda putih adalah Yesus; Yang Setia dan Yang Benar. Jika kita menjadi imam-imam yang setia dan benar, kita akan dipakai dalam kegerakan kuda putih; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Mulai dari dalam nikah kita melayani dengan setia dan benar, kemudian dalam penggembalaan.

      Yesaya 11: 5
      11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

      Setia dan benar sama dengan memakai ikat pinggang. Ini yang berkenan pada Tuhan; bagaikan memberi Yesus makan dan minum.

      Lukas 17: 8
      17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

      Memakai ikat pinggang= selalu siap sedia, tidak mau dihalangi apapun, sampai tidak bisa dihalangi oleh apapun sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Kita berusaha keras hari-hari ini.

      Memakai ikat pinggang sama dengan memberi makan minum Yesus; memuaskan/menyenangkan hati Tuhan.
      Hasilnya:


      • Tuhan juga memuaskan kita, memberikan kebahagiaan sorga sehingga kita selalu mengucap syukur. Dia memuaskan kita dengan anggur yang manis. Dalam nikah kita puas karena ada anggur manis. Dalam penggembalaan kita puas, dan kita tidak perlu mencari kepuasan di dunia, sehingga tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.

        Kalau masih mencari kepuasan dunia, mari, tingkatkan pelayanan kepada Tuhan.


      • Urusan makan minum adalah urusan Tuhan, Dia yang memelihara kita.
      • Ikat pinggang juga merapikan, artinya Tuhan membuat semua rapi dan indah pada waktunya.


    2. Zefanya 3: 16-17
      3:16. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
      3:17. TUHAN Allahmu ada di antaramu
      sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

      'Janganlah takut, hai Sion!' = kuat teguh hati.
      'Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu' = kuat teguh hati.

      Hasil kedua: tangan kasih Tuhan yang sekuat maut--sama dengan tangan Pahlawan--sanggup membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari kuat teguh hati.
      Artinya:


      • Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi.
        Tangan yang sudah lemah, angkat kembali pada Tuhan!


      • Tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir.
      • Tetap percaya dan berharap Tuhan.


      Tangan Pahlawan akan memberikan kemenangan kita semua.
      Artinya: menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
      Ingat, tahun ini adalah tahun pembebasan. Kalau mau dibebaskan tekanan memang semakin berat. Harus kita hadapi.

      Jangan putus asa tetapi kuat teguh hati; tetap angkat tangan pada Tuhan; bergantung pada tangan Tuhan. Tangan Pahlawan akan memberikan kemenangan kepada kita. Dia menyelesaikan semua masalah kita sampai yang mustahil.

      Kalau tangan kita lemah, tidak akan bisa diangkat kepada Tuhan; saat Tuhan mengulurkan tangan kita tidak mau mengulurkan tangan. Jangan! Angkat tangan terus biarpun mata melihat yang tidak baik (bertambah susah, mustahil). Kalau kita sudah sepenuhnya percaya dan berharap Dia, tangan-Nya akan memberikan kemenangan kepada kita.

      Kita menyembah malam ini hanya mengulurkan tangan, bergantung pada tangan kasih sekuat maut.

      Tadi tangan Sang Penebus melepaskan kita sehingga kita jadi setia dan benar. Sekarang tangan Pahlawan mengubahkan kita menjadi kuat teguh hati, dan semua selesai tepat pada waktunya. Tuhan tidak pernah menipu.


    3. 1 Petrus 5: 6
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Hasil ketiga: tangan kasih Tuhan yang sekuat maut--sama dengan tangan Gembala yang baik--sanggup meninggikan; mengangkat kita pada waktunya.
      Istilah 'pada waktunya', artinya:


      • Tuhan yang bekerja dan kita menunggu dalam kesabaran.
      • Kita menyerah pada Tuhan.


      Urusan kita adalah melayani dengan setia dan benar, kuat teguh hati, ditambah percaya dan berharap Tuhan sampai semua selesai, kemudian tergembala dengan benar.

      Tuhan meninggikan kita artinya:


      • Dari lembah kegagalan ditinggikan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
      • Dari lembah air mata (kesedihan, kepedihan hati) dihapuskan menjadi kebahagiaan sorga.
      • Dari lembah kejatuhan dalam dosa, masih Tuhan beri kesempatan. Pohon ara di pinggir jalan begitu tidak berbuah (kalau tidak berbuah berarti ada kesalahan atau jatuh dalam dosa), langsung dikutuk, tetapi kalau ada di kebun anggur--penggembalaan--, masih ada penjaganya.

        Kalau malam ini dalam lembah kegagalan, air mata, kejatuhan dalam dosa sampai puncaknya dosa (seperti Daud jatuh dengan Batsyeba), tetapi ada dalam penggembalaan, masih ada kesempatan. Bukan saya setuju orang jatuh, tetapi kalau sudah terlanjur jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa (najis, kotor), masih ada kesempatan.


      • Sampai terakhir kalau Tuhan datang kembali, benar-benar kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk diangkat/ditinggikan di awan-awan yang permai, tidak ada setetespun air mata. Kita diangkat di awan-awan permai dengan sorak sorai: Haleluya. Kita bersama Dia selamanya.

Mari, bawa kekurangan dan kelemahan kita di bawah tangan Tuhan yang kuat. Merendahkan diri terhadap yang lain--jangan sombong; tetapi menghargai yang lain dan menganggap orang lain lebih utama; ingat pada yang lain, mulai dari rumah tangga--, kemudian merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat. Serahkan apapun kelemahan kita kepada Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top