English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Maret 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 10-13 => menyembuhkan orang sakit pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 April 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali. Kita masih baca ayat 29.
ay....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Kartika Graha V, 18 Juli 2013 (Kamis Sore)
Tema:
Matius 25:6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Satu-satunya kabar...

Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 25 Desember 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat natal 2017 dan menyongsong tahun...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 September 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 30 Januari 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 2:10-14
2:10 Lalu...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 21 Mei 2020 (Kamis Pagi)

Ibadah Doa Surabaya, 31 Januari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Juni 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi...

Ibadah Raya Malang, 09 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Matius 19:1-30 adalah pekerjaan maut yang mengintai sepanjang umur hidup manusia.
Penyerahan anak...

Ibadah Raya Malang, 13 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang penyucian terakhir...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan Ambon IV, 17 November 2011 (Kamis Pagi)

Tema: Yohanes 10: 10b
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. "

= "Aku datang supaya mereka hidup dalam segala kelimpahan."

"Aku"= penampilan Pribadi Yesus.

Dalam Yohanes 10, ada 3 kali penampilan Yesus untuk memberikan hidup dalam segala kelimpahan:
  1. Yohanes 10: 9= Akulah pintu.
  2. Yohanes 10: 11= Akulah Gembala yang baik.
  3. Yohanes 10: 36= Akulah Anak Allah.
Pagi ini, kita masih pelajari yang pertama: AKULAH PINTU.
Kita sudah mendengar 3 macam pintu yang ada dalam Tabernakel (diterangkan pada Ibadah Persekutuan Ambon II).

Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, pintu Firdaus sudah tertutup. Artinya: manusia hanya hidup dalam kutukan, bahkan kebinasaan (tidak ada kehidupan).

Matius 27: 50-51
27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
27:51. Dan lihatlah,
tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

Saat Yesus taat dengar-dengaran sampai mati dikayu salib, maka tabir bait suci terbelah dua. Yesus SATU-SATUNYA yang membuka pintu Firdaus (pintu gerbang, pintu kemah dan pintu tirai terbuka).
Jika tabir/pintu tirai terbuka, ada 2 hasil yang bisa kita terima:
  1. terbuka jalan baru dan hidup, sehingga manusia bisa mendapatkan hidup dalam kelimpahan, bahkan hidup kekal (diterangkan pada Ibadah Persekutuan Ambon III).

  2. Tabut perjanjian akan terlihat.
Pagi ini, kita membahas yang kedua: Tabut Perjanjian akan terlihat.
Tabut perjanjian terdiri dari 2 bagian:
  1. Keluaran 25: 17-18
    25:17. Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
    25:18. Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.


    Yang pertama: tutup pendamaian dari EMAS MURNI, tanpa campuran apapun.
    Emas murni= zat Ilahi.

    Pada tutup pendamaian, ada tutupnya dengan percikan darah dan 2 kerub.
    Kerub I= Allah Bapa.
    Tutup dengan 7 percikan darah= Anak Allah.
    Kerub II= Allah Roh Kudus.

    Jadi, tutup pendamaian dengan emas murni, menunjuk Pribadi Allah Tritunggal dalam kemuliaan sebagai MEMPELAI PRIA SURGA.

  2. Keluaran 25: 10-11
    25:10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
    25:11. Haruslah engkau
    menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

    Yang kedua: tabut/peti yang terbuat dari KAYU PENAGA, tetapi disalut emas luar dalam, sehingga tidak terlihat kayunya.

    Kayu penaga yang disalut emas luar dalam= manusia daging yang berdosa yang disalut dengan zat Ilahi, sehingga sempurna seperti Yesus (tidak terlihat lagi kayunya)= MEMPELAI WANITA SURGA.
Kalau digabungkan, tutup dan peti adalah hubungan antara Yesus sebagai Mempelai Pria Surga dengan sidang jemaat yang sempurna sebagai mempelai wanita yang TIDAK TERPISAHKAN lagi, untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai (terjadi pada saat kedatangan Yesus kedua kali).

Yesus sebagai tutup sudah siap. Sebab itu, sebagai peti, kita juga harus bersiap-siap!

Tutup dan peti ini tidak terpisahkan, buktinya: saat Uza memegang tabut perjanjian, yang mati adalah Uza, sedangkan tabut perjanjiannya tidak terpisah.

Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Sesudah pertemuan di udara, kita masuk kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang). Sesudah itu, kita masuk langit dan bumi baru (Yerusalem Baru). Kita masuk Surga yang kekal (HIDUP DALAM KELIMPAHAN).

Jadi, dengan terbukanya pintu tirai, terbuka kesempatan bagi kita untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba sampai masuk kerajaan Surga yang kekal.
Kalau pintu tidak terbuka, yang ada hanyalah kutukan dan kebinasaan.

Yang penting disini adalah HUBUNGAN KITA DENGAN TUHAN TIDAK BOLEH TERPISAH SEDIKITPUN.
Supaya hubungan tutup pendamaian dengan peti tidak terpisah, maka pada PETI HARUS ada BINGKAI EMAS.

Keluaran 25: 11
25:11. Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

Pada tutupnya, tidak perlu ada bingkai, sebab Yesus sudah setia.
Artinya sekarang: supaya tidak terpisah dari Tuhan, kita harus punya bingkai emas secara rohani.

BINGKAI EMAS
Pengertian rohaninya:
  1. Mazmur 25: 14
    25:14. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

    'bergaul karib'= tidak terpisahkan.
    Pengertian bingkai emas yang pertama: takut akan Tuhan.

    Seringkali, kita takut pada sesuatu, sampai tidak takut akan Tuhan= membuat peti dengan tutupnya terpisah jauh.

    Amsal 8: 13
    8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    = takut akan Tuhan adalah membenci dosa kejahatan sampai membenci dusta.
    Berbuat dosa dan berdusta= MENANTANG TUHAN.

    Membenci dosa kejahatan dan membenci dusta= HIDUP DALAM KEBENARAN.
    Kita hidup benar mulai dari pribadi kita sendiri, nikah rumah tangga sampai tahbisan kita.

    'perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka'= kalau kita sudah hidup dalam kebenaran, maka perjanjianNya diberitahukan kepada kita= Tuhan memberikan pembukaan rahasia Firman.

    Mazmur 37: 25-26
    37:25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
    37:26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.


    = orang benar, tidak akan pernah ditinggalkan Tuhan (tidak terpisah dari Tuhan), bahkan diberkati sampai anak cucu dan menjadi berkat.
    Yang penting adalah kita HIDUP BENAR PLUS FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR. Ini tidak akan pernah habis sampai Tuhan datang kembali dan sampai selama-lamanya.

  2. Amsal 3: 32
    3:32. karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.

    'bergaul erat'= tidak terpisahkan.
    Pengertian bingkai emas yang kedua: kejujuran/kemurnian hati.
    Kalau hatinya murni, pasti polos dan jujur.

    Kejujuran ini dimulai dari jujur soal Tuhan (jujur dalam pengajaran yang benar).
    Umat Israel tidak jujur soal Tuhan. Waktu Musa naik ke gunung, mereka membuat lembu emas dan menyebut itu sebagai allahnya, sehingga mereka benar-benar mendapatkan pedang hukuman.

    Titus 2: 7
    2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

    Jujur dalam pengajaran yang benar, artinya:
    • ada ketegasan untuk menerima dan berpegang teguh pada ajaran yang benar,
    • ada ketegasan untuk menolak ajaran lain yang tidak benar.

    Orang yang tidak jujur/tidak murni= orang yang mendua hati/bimbang, bagaikan laut yang dipermainkan oleh angin.
    Oran semacam ini, tidak akan tenang hidupnya dan tidak mendapat apa-apa dari Tuhan, terutama pembukaan Firman, sampai tenggelam.

    Kalau sudah jujur soal pengajaran, kita bisa jujur soal nikah dan keuangan, bahkan jujur dalam segala hal.

    Ibrani 13: 4-5
    13:4. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
    13:5.
    Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

    'penuh hormat terhadap perkawinan'= jujur soal nikah.
    'Janganlah kamu menjadi hamba uang'= jujur soal keuangan.
    'Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau'= tidak terpisah.

    Jujur soal keuangan= mengembalikan milik Tuhan dan sesama yang membutuhkan, terutama sesama anggota tubuh Kristus.

    Orang jujur atau tidak, diketahui dari ucapannya, "ya katakan ya, tidak katakan tidak". Selebihnya, itu adalah ular. Jadi, kalau tidak jujur, kepalanya adalah ular.

    Waktu Musa menyuruh 12 pengintai, mereka mengakui Firman Tuhan. Tetapi, 10 pengintai menambah kata "hanya ada bangsa Enak", dsb. = belum jujur.

    Kalau jujur, hasilnya:
    • Tuhan akan menjadi penolong kita tepat pada waktunya.
    • Maleakhi 2: 6-7
      2:6. Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.
      2:7. Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam.


      Hasil kedua: ada ketenangan dan damai sejahtera, bahkan banyak jiwa-jiwa dimenangkan.

  3. Roma 8: 35-36
    8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari,
    kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

    Pengertian bingkai emas yang ketiga: kasih dan kemurahan Tuhan.

    Siapapun kita, posisi kita diakhir jaman, hanya seperti domba sembelihan, artinya:
    • tidak berdaya menghadapi kesulitan-kesulitan di segala bidang,
    • hanya satu langkah jaraknya dengan maut,.
      1 langkah= 1 denyut jantung.

    Karena kenyataan ini, banyak anak Tuhan yang putus asa, kecewa dan tinggalkan Tuhan.
    Sebab itu, kita semua membutuhkan KASIH KEMURAHAN TUHAN.

    Yohanes 10: 11
    10:11. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

    Yesus sebagai Gembala yang baik, memberikan nyawa bagi domba-domba (memberikan kasih dan anugerah kepada domba-domba).
    Dari kayu salib inilah, kita menerima kasih dan anugerah Tuhan. Kalau manusia darah daging, tidak ada kasih dan hanya ada hawa nafsu.

    Lewat perjamuan suci, kita juga menerima kasih dan anugerah Tuhan.

    Bukti domba sembelihan memiliki kasih kemurahan Tuhan: kita menjadi domba-domba yang tergembala dengan baik, seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar (tergembala pada SATU Firman pengajaran yang benar).

    HARI-HARI INI, KITA HARUS MENEMUKAN POKOK.
    Kalau ranting sudah melekat pada pokok, maka yang bekerja adalah pokoknya, BUKAN KITA.
    Artinya: kalau kita sudah menemukan Pokok (Pribadi Yesus= pengajaran yang benar), kita pasti berbuah.

    Hubungan carang dengan Pokok:
    • hubungan kesetiaan/ketekunan, terutama ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok,
    • hubungan kebenaran dan kesucian, sebab Pokok itu benar dan suci.

    Kalau hubungan ini kita jaga, cepat atau lambat, kita akan hidup, bahkan berbuah manis.

    HIDUP KITA HANYA BERGANTUNG PADA KASIH SETIA TUHAN!
Jadi, bingkai emas adalah KEBENARAN, KEJUJURAN DAN KESETIAAN/KESUCIAN.

Bingkai emas inilah yang harus kita mohonkan supaya kita tidak terpisah dari Tuhan.
Bingkai emas ini ada di petinya, artinya: kerinduan untuk selalu berskutu dan tidak terpisah dari Tuhan.

Praktiknya adalah seperti Yohanes bersandar di dada Tuhan saat perjamuan suci.
SAAT PERJAMUAN SUCI, JANGAN MAIN-MAIN! Kalau tidak mengerti, akan seperti Yudas dan meluncur jauh dari tutupnya (terpisah dari Tuhan untuk selama-lamanya).

Kalau mengerti, kita akan seperti Yohanes yang bersandar di dada Tuhan.
Perjamuan suci HARUS disertai dengan pengajaran yang benar.

Yohanes 13: 23, 26-27
13:23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
13:26. Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
13:27. Dan sesudah Yudas menerima roti itu,
ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

Saat makan perjamuan suci, biarlah kita hanya merindu supaya kita tidak terpisah dari Tuhan.
Bersandar di dada Tuhan= merasakan kasih anugerah Tuhan yang tidak pernah berhenti.
JANGAN RAGUKAN KASIH DAN KEMURAHAN TUHAN!

Kalau kita merindu bersandar di dada Tuhan, Tuhan juga rindu supaya kita berada dimana Dia berada.

Yohanes 12: 26
12:26. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

'di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada'= mempelai wanita Tuhan. Ini juga kerinduan Tuhan supaya tidak terpisah dengan kita.
Kalau seperti ini, mati hidup kita urusan Tuhan.

Yohanes 21: 20-23
21:21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
21:22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,
itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
21:23. Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

(terjemahan lama)
21:20. Maka berpalinglah Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka ialah yang tatkala perjamuan malam
bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"

Posisi orang yang bersandar di dada Tuhan= seperti bayi dalam gendongan tangan ibu (gendongan Tangan Tuhan).
Bayi artinya:
  • tidak mengerti apa-apa,
  • tidak bisa apa-apa,
  • bergumul= hanya menangis kepada Tuhan.
Hasilnya:
  • Yesaya 46: 3-4
    46:3. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
    46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan
    mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

    Hasil pertama: 'Aku mau menanggung kamu'= Tangan kasih anugerah Tuhan bertanggung jawab untuk memelihara hidup kita secara jasmani, didalam ketidak berdayaan kita dan ditengah dunia yang sulit.

    Kasih anugerah Tuhan juga memberikan masa depan yang indah kepada kita.

  • 'Aku memikul kamu'= Tangan kasih dan anugerah Tuhan memikul segala beban kita, sehingga kita merasa enak dan ringan.
    Tangan kasih anguerah Tuhan juga sanggup menyelesaikan semuanya tepat pada waktunya.

  • 'Aku mau menyelamatkanmu'= Tangan kasih dan anugerah Tuhan menyucikan dan menyempurnakan kita.

    Mungkin dari ujung kaki sampai ujung rambut, kita kotor, ada Tangan Ibu yang menyucikan kita sampai satu waktu kita sempurna. Yang penting, kita tetap bersandar di dada Tuhan.

    Sampai satu waktu, kita bertemu Dia di awan-awan yang permai. TUTUP DAN PETI TIDAK TERPISAH SELAMA-LAMANYA.
Kalau bayi bersandar, Tuhanlah yang mengerti dan memperhatikan kita. Tuhan juga bergumul untuk menyelesaikan semuanya.


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top