English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Jumat Agung Malang, 06 April 2012 (Jumat Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Raya Malang, 15 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Salah satu arti dari "Abigail" adalah kegembiraan atau kebahagiaan Sorga.

Mazmur 32:1
32:1 Dari...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 Desember 2016 (Rabu Malam)
Keluaran 6: 13-26=> berkaitan dengan panggilan dan pilihan TUHAN kepada kita.
6:13. Inilah para kepala kaum keluarga mereka: Anak-anak...

Ibadah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 30 Mei 2018 (Rabu Pagi)
Bersamaan dengan pembukaan Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XL

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi...

Ibadah Doa Malang, 22 Juli 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Juni 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran.
Manusia berdosa ...

Ibadah Persekutuan Jakarta II, 10 Agustus 2016 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 27 November 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Kita harus menjadi saksi Tuhan. Kalau tidak, kita akan menyangkal Tuhan, bahkan menghujat Tuhan.

Kita sudah...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 02 Februari 2016 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:2
2:2 lalu mengandunglah ia dan...

Ibadah Doa Malang, 26 Juli 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Februari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 4-5
12:4. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Maret 2012 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitab dialihkan pada hari Rabu.
Pembicara: Pdp. Youpri
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara daging...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 November 2008 (Kamis Sore)
Matius 24: 29 -> 'Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x'.
Yaitu terjadi...

Ibadah Persekutuan Ciawi IV, 28 Februari 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Natal Persekutuan di Square Ballroom Surabaya, 23 Desember 2016 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1-3
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
5:2. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
5:3. Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

'gulungan kitab yang ada di dalam tangan kanan TUHAN yang duduk di atas takhta, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', menunjuk pada firman Allah yang tertulis di dalam alkitab (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2016).

Gulungan kitab dalam keadaan termeterai dengan tujuh meterai, artinya firman Allah tidak dibukakan rahasianya; firman Allah tidak diwahyukan/diilhamkan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2016).

Ayat 3= tidak ada seorangpun yang bisa membuka meterai pada gulungan kitab:

  1. 'Di sorga': malaikat yang gagah.
  2. 'Di bumi': manusia yang banyak kelemahan dan kekurangan.
  3. 'Di bawah bumi': setan yang berkuasa atas alam maut.

Betul-betul termeterai. Di sinilah tugas seorang hamba TUHAN, yaitu menangis dengan amat sedihnya.
Wahyu 5: 4
5:4. Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

Rasul Yohanes dibuang di pulau Patmos, tidak ada siapa-siapa, tidak ada makanan dan lain-lain. Tetapi ia menangis bukan karena tidak ada makanan.
Ini adalah tangisan seorang hamba TUHAN. Rasul Yohanes menangis dengan amat sedihnya--kalau alkitab menulis: amat sedih, berarti sedih sekali--, karena ia sangat merindukan dan membutuhkan pembukaan rahasia firman Allah/wahyu dari TUHAN/ilham dari TUHAN.

Mengapa pembukaan rahasia firman Allah sangat dibutuhkan?

  1. Amsal 29: 18
    29:18. Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

    Yang pertama: kalau tidak ada pembukaan rahasia firman Allah/wahyu, sidang jemaat akan menjadi liar atau telanjang--seperti Israel, sampai menyembah lembu emas.

    Waktu keluar dari Mesir, orang Israel yang berumur 20 tahun ke atas berjumlah 603.550--laki-laki saja--, belum termasuk wanita dan anak-anak. Ini jemaat yang sangat besar. Ini yang penitng, bukan besar kecilnya jemaat, tetapi ada tidaknya wahyu. Kalau tidak ada wahyu, akan menjadi telanjang/liar.
    Artinya: berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu:


    • Dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba). Sudah dianggap biasa.
      Jangan-jangan pemain musik dianggap biasa kalau mabuk. Kalau tidak ada wahyu/pembukaan firman, hal itu dianggap biasa.


    • Dosa kawin-mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya: penyimpangan seks--laki-laki dengna laki-laki, perempuan dengan perempuan--, sampai nikah yang salah--perselingkuhan, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan). Sudah dianggap biasa kalau tidak ada wahyu. Jangan-jangan yang berkhotbah juga. Semakin banyak, semakin liar.

      Di dalam dunia sudah biasa. Di dalam sidang jemaat yang tidak ada wahyu, juga dianggap hal yang biasa, termasuk kami hamba TUHAN/pelayan TUHAN.


    Biar hebat, banyak, luar biasa, biar hamba TUHAN, akan liar/telanjang kalau tidak ada wahyu. Tidak ada remnya.

    Akibatnya: hidup dalam suasana kutukan; penderitaan dan air mata, letih lesu dan beban berat, sehingga tidak lagi melayani TUHAN. Banyak hamba/pelayan TUHAN yang tidak setia, bahkan meninggalkan pelayanan karena letih lesu dan berbeban berat.


  2. Matius 1: 19-20
    1:19. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
    1:20. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

    Ayat 20: 'mempertimbangkan', menunjuk pada logika. Logikanya benar; punya tunangan, belum menikah kok sudah mengandung. Tetapi karena tulus, Yusuf mau menceraikannya dengan diam-diam. Menurut logika benar, tetapi tidak sesuai dengan wahyu. Untung, saat Yusuf mempertimbangkan itu, nampak malaikat TUHAN dalam mimpi. 'Mimpi' = wahyu/pembukaan firman.
    'dari Roh Kudus'= bukan dari laki-laki lain.
    Ini gunanya wahyu/pembukaan firman.

    Yang kedua: kalau tidak ada wahyu/mimpi/pembukaan firman, Yusuf pasti menceraikan Maria.

    Lalu apa akibatnya? Berarti Maria mengandung tanpa suami. Ini yang gawat.
    Artinya: Maria berzinah dan diancam hukuman dirajam batu sampai mati. Berarti bayi Yesus juga mati dan tidak ada keselamatan.

    Ini kalau pakai logika. Klaau tidak cocok dengan firman, jangan; tidak selamat--membunuh bayi Yesus. Jangan pakai logika, tetapi iman!

    Kalau Yesus mati, berarti Yusuf MENOLAK YESUS YANG DATANG PERTAMA KALI KE DUNIA; menolak keselamatan sehingga binasa selamanya. Ini akibatnya kalau Yusuf hanya menggunakan logika, tidak ada mimpi/wahyu.
    Mungkin hebat, kaya, dan pintar, tetapi kalau tidak ada wahyu, tidak bisa selamat. Harus ada wahyu!

    Bagi kita sekarang, kalau tidak ada pembukaan firman Allah--mimpi dari TUHAN--, sidang jemaat akan menolak Yesus yang datang pertama kali ke dunia--tidak percaya Yesus--; menolak keselamatan; menolak Injil keselamatan/firman penginjilankabar baik/susu.

    Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Orang berdosa, itu seperti orang haus di padang pasir, tidak bisa dikasih uang atau kepandaian dan sebagainya, tetapi butuh air dari sorga; seteguk air, itulah Injil keselamatan; kabar baik.

    Injil keselamatan adalah firman Allah yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai manusia yang tidak berdosa untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa. Ini ditolak kalau pakai logika.

    "Saya dulu juga begitu. Hidup di desa, belum percaya Yesus. Masih mencari keselamatan di kuburan, di mana-mana. Setelah percaya Yesus, digoyang oleh teman: 'Mana ada Allah beranak, nanti Allahmu bercucu'. Saya menjadi ragu, bimbang. Akhirnya sore-sore ikut masuk ibadah di tempat lain."

    Kalau pakai logika, ragu, kalau pakai mimpi, harus diterima dengan iman. Yusuf percaya, tidak perlu tes DNA.

    "Saya sangat menyayangkan kalau alkitab masih didiskusikan. Alkitab ini sudah benar, tinggal diterima atau tidak. Keselamatan itu iman, bukan logika."

    Lebih lanjut kalau tidak ada wahyu, sidang jemaat akan MENOLAK YESUS YANG AKAN DATANG KEMBALI KEDUA KALI di awan-awan yang permai; menolak kesempurnaan/cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah wujud Allah.

    2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Wahyu TUHAN adalah Injil keselamatan--dimimpikan kepada Yusuf; diwahyukan kepada kita, bahwa ada Juruselamat yaitu Allah lahir menjadi manusia dalam pribadi Yesus.
    Tetapi dilanjutkan dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
    Menolak cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus= menolak kesempurnaan; menolak kabar mempelai.

    Matius 25: 6
    25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus= firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua= kabar mempelai; makanan keras, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai kepala--Raja segala raja dan suami/Mempelai Pria sorga--yang menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Dia; menjadi tubuh Kristus yang sempurna yang siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.
    Tubuh= isteri; mempelai wanita sorga.
    Kepala dan tubuh--suami dan isteri--tidak terpisah lagi sampai duduk bersanding di takhta sorga selamanya.

    Kalau tidak ada wahyu, akan menolak Yesus yang datang pertama kali--tidak percaya--dan yang datang kedua kali--terus berbuat dosa sampai binasa selamanya.

Inilah mengapa rasul Yohanes menangis dengan amat sedihnya. Karena kalau tidak ada wahyu, tidak ada gunanya, hebat jasmani dan rohani, tetapi semua hanya berbuat dosa, memakai logika, menolak Yesus, menolak keselamatan, dan menolak kesempurnaan; pedang firman.

Akibat kalau menolak kabar baik dan kabar mempelai: ketinggalan saat Yesus datang kedua kali; binasa selamanya.

Ini alasan mengapa rasul Yohanes menangis untuk pembukaan firman.
Banyak kita menangis karena pencobaan, anak-anak, sekolah, masalah dan lain-lain, tetapi tangisan itu tidak menyelesaikan masalah. Menangis A, nanti muncul B dan seterusnya.

Oleh sebab itu, mari kita ubah tangisan kita hari-hari ini, terutama MENANGIS UNTUK MENDAPATKAN PEMBUKAAN FIRMAN ALLAH--mimpi Yusuf; wahyu/ilham dari TUHAN.
Untuk apa? Untuk terjadinya pembukaan pintu-pintu di dunia--ada jalan keluar dari segala masalah--bahkan sampai pintu sorga terbuka.

Tadi, kitab dimeterai oleh TUHAN yang duduk di takhta. Kalau diwahyukan, akan diberikan kepada kita--dari sorga ke dunia--, berarti pintu sorga terbuka. Kalau pintu sorga terbuka, pintu di dunia sangat terbuka. Itulah pembukaan firman.
Ini pentingnya wahyu!

Mari ubahkan tangisan kita, terutama kita hamba TUHAN dan sidang jemaat untuk menangis supaya bisa sungguh-sungguh mengerti firman/menerima wahyu sehingga pintu sorga terbuka bagi kita, juga pintu-pintu di dunia.

Kita belajar wahyu TUHAN dari mimpi Yusuf.
Empat kali Yusuf mendapatkan mimpi--wahyu dari TUHAN--:

  1. Matius 1: 19-20
    1:19. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
    1:20. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

    Mimpi Yusuf yang pertama: Yusuf mendapat mimpi supaya tidak takut menerima Yesus.

    Artinya sekarang bagi kita: kalau malam ini ada pembukaan firman di tengah kita:


    • Jangan takut untuk menerima Yesus dan jangan lepaskan Yesus--keselamatan--apapun yang kita hadapi di dunia--sekalipun kita menghadapi penderitaan, ancaman, pengorbanan-pengorbanan.
      Tadi Yusuf menderita: Anak siapa ini? Sebagai laki-laki ia menderita. Tetapi Yusuf mau meneriam Yesus, apapun penderitaannya.

      Malam natal ini, jangan lepaskan keselamatan di dalam Yesus!


    • Jangan menukar/memperjualbelikan Yesus/keselamatan dengan apapun di dunia ini--kepandaian, kekayaan, kedudukan, pekerjaan, sekolah, atau pernikahan dan sebagainya.
      Bukan tidak boleh sekolah atau kerja, silahkan, tetapi tetap dalam keselamatan.

      Satu waktu kita akan diperhadapkan untuk memilih Yesus atau pekerjaan, jodoh dan lainnya, karena itu kita perlu wahyu.

      "Sungguh-sungguh akan kita hadapi: Kamu pilih Yesus, kamu diPHK. Satu waktu akan diperhadapkan, juga soal jodoh. Kaum muda, siap! Kalau kamu tetap pilih Yesus, aku pecat, kalau kamu ikut aku, kita menikah. Ini akan diperhadapkan. Ini sudah didahului oleh firman."

      Jangan lepaskan keselamatan itu! Jangan ragu! Terima Yesus!


    Kisah Rasul 4: 11-12
    4:11. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru.
    4:12.
    Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

    Mengapa harus menerima Yesus? Sebab tidak ada nama lain yang bisa menyelamatkan selain Yesus.
    Yesus adalah batu yang indah--tidak berdosa--, tetapi disalibkan supaya dalam nama Yesus kita diselamatkan.

    Keselamatan hanya ada dalam nama Yesus. Hanya Yesus satu-satunya Juruselamat. Pegang! Seperti Yusuf, ia rela berkorban apa saja untuk menerima Yesus, tidak mau ditukar dengan apapun. Kita juga menerima Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.

    Roma 10: 10, 13
    10:10. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
    10:13. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

    Lewat dorongan pembukaan firman Allah/wahyu dari TUHAN, KITA BISA MENJAGA ATAU MEMPERJUANGKAN IMAN DAN PENGAKUAN KITA KEPADA YESUS DENGAN HATI TULUS SAMPAI GARIS AKHIR KITA--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali.
    Karena mimpi, Yusuf berani menerima kandungan Yesus.

    Mau digoyang apapun--ekonomi, kesehatan, penyakit--, tetap perjuangkan iman dan pengakuan kita kepada Yesus dengan hati tulus--seperti Yusuf menerima Yesus dengan hati tulus--sampai garis akhir.
    Yang sudah loyo, mungkin kena penyakit dan lain-lain, mari kuatkan lagi lewat mimpi malam ini. Kenapa?

    Waspada! Rasul Petrus, hamba TUHAN yang hebat, yang bisa berjalan di atas air yang bergelora--mujizat--, sekalipun tidak lama, sudah luar biasa, tetapi satu waktu ia menyangkal TUHAN. Siapa kita? Kalau tidak ada pembukaan firman, tidak akan terjadi Imanuel. Satu waktu digoyang jodoh, pekerjaan dan lain-lain, kita akan meninggalkan kebenaran dan keselamatan--menyangkal Yesus. Petrus saja yang hebat bisa menyangkal, apalagi kita.

    Mari, kita perlu menghargai wahyu dari TUHAN. Saat-saat ibadah, kita harus mencari dan menangisi pembukaan firman, supaya kita bisa tetap bertahan dalam iman dan pengakuan kepada nama Yesus sampai garis akhir.

    Inilah mimpi pertama: tentang IMAN DAN PENGAKUAN KEPADA NAMA YESUS.


  2. Matius 2: 13-14
    2:13. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
    2:14. Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu
    menyingkir ke Mesir,

    Mimpi Yusuf yang kedua: Yusuf mendapat mimpi untuk lari dari Kanaan ke Mesir karena di Kanaan ada Herodes yang mau membunuh Yesus.

    Dari Kanaan lari ke Mesir, ini peristiwa besar yang terjadi. Di perjanjian lama sudah terjadi, yaitu Yakub dari Kanaan diizinkan TUHAN turun ke Mesir saat di Kanaan terjadi kelaparan. Di perjanjian baru, Yusuf, suami Maria juga diizinkan TUHAN dari Kanaan ke Mesir. Kanaan adalah negeri perjanjian, penuh susu madu. Mesir adalah gambaran dunia.

    Mengapa TUHAN izinkan dari negeri perjanjian ke Mesir lagi?


    • Karena seirama dengan jalannya Yesus, yaitu dari sorga harus turun ke dunia. Ini namanya JALAN SALIB--pengalaman kematian bersama Yesus.
    • Supaya menyingkir dari Herodes.


    Jadi, kalau ada di jalan salib, Herodes--setan--tidak bisa menangkap kita.
    Ini yang tidak disukai sekarang. Di dunia kerja, kuliah sudah susah, di gereja susah lagi--puasa, harus tiga macam ibadah. Pendetanya pakai logika, supaya jemaat banyak, tidak ada jalan salib. Di situ justru ada Herodes untuk menangkap kita.
    Kalau ada jalan salib, setan tidak berdaya. Kita sungguh-sungguh.

    Praktik jalan salib dan menyingkir dari Herodes:
    1 Petrus 4: 1
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,

    'mempersenjatai'= Salib adalah senjata. Kalau tidak ada salib, berarti tidak punya senjata untuk melawan setan. Setan tertawa kalau kita cari ibadah yang senang-senang. Yang paling menderita/tidak senang dalam ibadah adalah saat mendengar wahyu/pembaukaan firman. menyanyi tiga jam boleh, tetapi untuk dengar firman sedikit saja. Ini berarti tidak mau jalan salib. Ini bahaya!

    Tadi Yusuf rela meninggalkan Kanaan menuju ke Meisr. Kalau ikuti logika, dia lebih enak di Kanaan, tetapi karena menerima wahyu, ia rela meninggalkan Kanaan dan pergi ke Mesir.
    Praktiknya sekarang adalah lewat dorongan pembukaan firman/wahyu dari TUHAN, KITA AKAN TERDORONG UNTUK RELA MENGALAMI JALAN SALIB--pengalaman kematian bersama Yesus; sengsara daging bersama Yesus untuk berhenti berbuat dosa.
    Kalau manusia, akan marah kalau disuruh berhenti berbuat dosa, tetapi dorongan firman, lain. Kita akan rela mengikuti jalan salib untuk berhenti berbuat dosa--mati terhadap dosa; bertobat. Bertobat malam ini!

    Kalau hati sudah percaya dan mulut mengaku Yesus, selanjutnya harus bertobat. Itulah wahyu dari TUHAN. Menggiring, menuntun kita. Percaya dulu pada Yesus, sesudah itu bertobat.

    Kalau ada firman, kita bertobat. Terutama menyingkir dari Herodes--setan. Setan adalah bapa pendusta. Jangan ada dusta! Kalau masih sering berdusta, dicabut dan diakui. Kalau diampuni, jangan berbuat lagi. Kalau tidak, akan tetap jadi anaknya iblis; dicengkeram Herodes, tidak bisa menyingkir. Jadi, bertobat dimulai dari tidak berdusta. Kalau dusta, akan menutupi dosa dengan dosa. Tidak bisa mengaku, berarti dosa tidak bisa selesai.

    Herodes--setan--itu juga bapa pembunuh--kebencian. Sekarang banyak kebencian tanpa alasan. Hati-hati!

    Yusuf punya jubah indah tetapi ia dibenci saudaranya. Habel persembahannya diterima oleh TUHAN, Kain marah. Kain berasal dari si jahat--benihnya ular (setan/Herodes). Kalau dalam perjanjian lama dalam bentuk ular; di perjanjian baru dalam bentuk Herodes; nanti di kitab Wahyu dalam wujud naga--membesar.

    Mari berhenti paling sedikit mulai dari tidak berdusta dan tidak membenci--saling mengasihi. Ini orang bertobat. Bagaimana kalau kita dengan orang tua saling membenci lalu berkhotbah? Bahaya! Itu dicengkeram oleh Herodes. Tetapi kalau kita tidak berdusta dan kita saling mengasihi, kita benar-benar menyingkir dari Herodes.

    "Hati-hati hari-hari ini! Harus ada wahyu, supaya mengerti bahwa kita melayani TUHAN, bukan Herodes. Termasuk saya, jangan menipu! Sungguh-sungguh diperiksa oleh TUHAN."


  3. Matius 2: 19-21
    2:19. Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:
    2:20. "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."
    2:21. Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.

    Tadinya disuruh ke Mesir, sekarang disuruh kembali lagi ke Kanaan. Seperti mainan, tetapi itulah firman. Tidak bisa diterima dengan logika. Harus diterima dengan iman. Iman lebih tinggi dari logika/pengetahuan. Kalau iman bisa menerima, logika akan menerima.

    Mimpi Yusuf yang ketiga: Yusuf disuruh kembali dari Mesir ke Kanaan karena Herodes sudah mati.

    Ini namanya JALAN KEBANGKITAN. Tidak selamanya kita mati. Yesus hanya mati tiga hari, kemudian bangkit empat puluh hari sampai dipermuliakan selamanya.
    Mari, kalau masih pengalaman salib--penderitaan apapun--, maksud TUHAN adalah supaya kita bertobat--berhenti berbuat dosa. Karena, kalau dosa dipertahankan--dusta, benci--, kita akan binasa bersama Herodes; dicengkeram Herodes.
    Setelah bertobat, kita kembali pada jalan kebangkitan.

    1 Petrus 4: 2-3
    4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
    4:3. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.

    Ayat 1= jalan kematian.
    Ayat 2= jalan kebangkitan.
    'waktu yang sisa'= diukur dari kedatangan Yesus kedua kali. Kalau kita merayakan natal--kedatangan Yesus yang pertama--, berarti waktu kedatangan yang kedua sudah berkurang satu tahun; kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi.

    Jadi, lewat pembukaan firman/wahyu dari TUHAN, KITA AKAN RELA MENGALAMI PENGALAMAN KEBANGKITAN BERSAMA YESUS yaitu 'menggunakan waktu yang sisa' untuk hidup menurut kehendak Allah. Jangan ikuti hawa nafsu lagi!

    Herodes ingin isterinya orang. Yohanes Pembaptis menegor dia--wahyu dari TUHAN--: 'Tidak halal! Tidak boleh!' Tetapi Herodes tidak peduli. Jangan lagi!

    Pengalaman kebangkitan= hidup menurut kehendak TUHAN; hidup sorgawi.

    Pengalaman kematian--bertobat--dan kebangkitan--hidup menurut kehendak Allah--sekarang kita dapatkan dalam baptisan air.

    Oleh dorongan pembukaan fiman Allah, KITA RELA MENGALAMI PENGALAMAN KEMATIAN DAN KEBANGKITAN BERSAMA YESUS SEHINGGA KITA BISA MASUK DALAM BAPTISAN AIR YANG BENAR--bahtera Nuh. Banyak macam baptisan, tetapi hanya satu baptisan yang menyelamatkan. Baptisan yang benar bukan menurut gereja atau pendeta, tetapi menurut kehendak TUHAN dan seperti Yesus dibaptis, kita harus dibaptis. Dia kepala dan kita tubuh-Nya.

    Yesus manusia tidak berdosa, sebenarnya tidak perlu masuk baptisan air--baptisan air adalah kelahiran baru untuk manusia berdosa--, tetapi Ia mau dibaptis untuk memberikan teladan kepada kita, supaya jangan mencontoh pada pendeta A atau gereja A, tetapi mencontoh Yesus.

    Matius 3: 16
    3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    'segera keluar dari air'= dari mana ini?

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Bertobat= kematian.
    'hidup yang baru'= hidup menurut kehendak Allah.
    Baptisan air yang benar adalah kita yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehingga kita bangkit dari air bersama Yesus--keluar dari air--untuk mendapatkan hidup baru--langit terbuka--; Roh Allah seperti burung merpati turun.

    Hidup baru= hidup surgawi; hidup yang diurapi oleh Roh Kudus--mengalami baptisan Roh Kudus; dipenuhi dan diurapi Roh Kudus.

    Dulu dilahirkan oleh ibu kita menjadi manusia duniawi, hidup dari daging, yang diperhatikan adalah perkara duniawi. Tetapi setelah baptisan air--langit terbuka--menjadi hidup sorga--hidup yang diurapi.

    Praktik hidup sorgawi:


    • Mengutamakan perkara sorga lebih dari semua.
      Hamba TUHAN 100% mau apa lagi? Yang masih kerja di dunia harus mengutamakan perkara sorga--ibadah pelayanan--lebih dari semua. Kerja keras, kuliah keras, tetapi lebih utamakan ibadah, apalagi yang sudah 100% menyerah pada TUHAN, mau apa lagi? Harus perhatian pada ibadah.


    • 1 Petrus 4: 2-4
      4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
      4:3. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
      4:4. Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

      Praktik hidup sorgawi yang kedua: hidup menurut kehendak Allah.

      Ayat 4: 'mereka heran'= kalau orang masuk baptisan air--berpindah dari hidup duniawi ke hidup sorgawi--, pasti ada orang yang heran: Kok bisa dia ini? Berpindah dari gelap pada terang-Nya yang ajaib. Itu heran yang positif.

      Mari, malam ini oleh dorongan firman kita mau percaya Yesus, pertahankan iman sampai garis akhir. Jangan dikalahkan setan!
      Kemudian mau mengalami pengalaman kematian--bertobat--dan kebangkitan, yaitu masuk baptisan air, supaya hidup melakukan kehendak Allah, yaitu hidup dalam kebenaran--terang kebenaran; terang-Nya yang ajaib. Ini bisa membuat orang heran. Kalau hidup dalam kebenaran, berarti kita menjadi saksi yang benar.

      Hati-hati! Apalagi yang khotbah, kalau keuangan, hidup, nikah, dan ibadah tidak benar, lalu khotbah, itu adalah saksi palsu. Menyanyi, padahal isterinya tiga, hidupnya tidak benar, itu saksi palsu.

      Saksi benar bukan soal gereja besar atau kecil, tetapi hidup benar--berpindah dari kegelapan pada terang-Nya yang ajaib.

      Kalau kita berkhotbah dalam terang kebenaran, cepat atau lambat orang yang hidup dalam gelap akan menerima terang, bertobat, dan masuk baptisan air. Tetapi kalau tidak benar--hidup dalam gelap--, sekalipun banyak yang dibaptis, belum tentu bertobat. Orang belum mati tapi dikubur, justru jadi pemberontak--paling memberontak. Hanya memenuhi kuantitas, tapi tidak ada kualitasnya.


    Mari, sungguh-sungguh malam ini, utamakan firman!
    Hidup dalam kebenaran= saksi yang benar= terlepas dari Herodes--dosa--; Herodes mati. Kita betul-betul mengalami kelepasan dari dosa. Sekalipun ada keuntungan, ktia tidak mau. Yusuf digoda isteri Potifar untuk berbuat dosa dan bisa dapat semua, tetapi ia tidak mau. Diancam penjara, juga tidak mau. Ini namanya Herodes mati--hasil dari baptisan air.

    Benar-benar hidup benar, lepas dari dosa, menjadi saksi yang benar. Herodes tidak bisa mengganggu kita lagi sekalipun dosa datang dengan ancaman, keuntungan, atau kesempatan.

    Mari, malam natal ini, kita diangkat dari bawah. Iman, bertobat, baptisan dan hidup benar.
    Mazmur 5: 13
    5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Kalau sudah hidup benar--saksi yang benar--, TUHAN akan memagari kita dengan berkat dan anugerah TUHAN. Kutukan, Herodes tidak bisa masuk; tidak bisa mengganggu kita. Kita hidup dalam suasana Firdaus. Dulu manusia di Firdaus, tetapi karena berbuat dosa dibuang ke dunia.
    Sekarang lewat mimpi/pembukaan firman, kita mau dibawa lagi ke Firdaus. Lewat apa?


    • Terima Yesus, percaya Yesus--iman--sekalipun harus berkorban, tidak apa-apa, yang penting kita selamat.
    • Sesudah itu, pergi ke Mesir--pengalaman kematian: bertobat.
    • Lalu ke Kanaan--pengalaman kebangkitan: masuk baptisan air; hidup benar dan menjadi saksi yang benar. Kita akan dipagari; suasana Firdaus kita rasakan kembali.


  4. Matius 2: 21-23
    2:21. Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.
    2:22. Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.
    2:23. Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

    Mimpi Yusuf yang keempat: Yusuf mendapat mimpi untuk pergi ke Galilea, di kota Nazaret. Di sinilah Yesus terkenal sebagai orang Nazaret, karena di sanalah Ia dibesarkan sampai dewasa.

    Jadi Nazaret adalah tempat bayi Yesus bertumbuh sampai menjadi dewasa sehingga Ia disebut sebagai orang Nazaret. Pengikuti-pengikut-Nya disebut Nasrani.

    Sekarang Nazaret artinya kandang penggembalaan. Kalau manusia, dari bayi dilahirkan dan dibesarkan di rumah. Tetapi domba-domba dibesarkan di kandang.
    Ini adalah JALAN KEMULIAAN.

    Setelah percaya Yesus, mati dan bangkit bersama Yesus, ada jalan kemuliaan, itulah kandang penggembalaan.
    Tergembala itu menuju kemuliaan--kedewasaan rohani; kesempurnaan. Harus lewat penggembalaan! Itu sebabnya Yesus lahir di kandang. Bukan untuk mengentas kemiskinan, tetapi menunjuk pada sistem penggembalaan. Sistem sorga adalah penggembalaan, kalau sistemnya setan beredar-edar.

    Biarlah lewat dorongan pembukaan firman--wahyu dari TUHAN--sesudah kita percaya, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus, hidup benar, diberkati, dan dipagari, KITA MENJADI HAMBA TUHAN/PELAYAN TUHAN/DOMBA-DOMBA YANG TERGEMBALA DENGAN BENAR DAN BAIK.

    Mulai dari gembalanya yang tergembala dengan benar dan baik, setelah itu domba-domba akan mengikuti.
    Tergembala dengan benar dan baik, artinya:


    • Pertama: selalu berada di kandang penggembalaan.
      Kandang penggembalaan adalah tempat pertumbuhan rohani mulai dari selamat--bayi--sampai sempurna--dewasa rohani; sempurna, sama mulia seperti Yesus.

      Bayi tidak lihat apa-apa, ada susu dia minum, tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi kita yang sudah diberkati, mari bertumbuh di dalam kandang penggembalaan sampai dewasa rohani.


    • Kedua: selalu makan firman penggembalaan.
      1 Timotius 5: 17
      5:17. Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

      'Penatua-penatua'= gembala.
      'dihormati dua kali lipat'= tugasnya dobel, penghormatannya dobel. Jadi gembala tidak perlu mencari hormat. Lakukan saja tugas sebagai gembala yang baik, yaitu memberikan makanan dobel bagi domba-domba:


      1. Berkhotbah= memberikan Injil keselamatan--kabar baik; susu--bagi bayi-bayi. Di dalam sidang jemaat ada bayi-bayi, perlu susu.
      2. Mengajar= menyampaikan cahaya Injil kemuliaan--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai; makanan keras--untuk mendewasakan rohani sidang jemaat.


      Jadi, mari gunakan waktu! Kalau susu terus, akan abnormal. Harus ada makanan keras.


    Kalau sudah tergembala dengan benar dan baik--selalu berada di kandang penggembalaan dan selalu makan firman penggembalaan yang dobel yang disampaikan oleh gembala--, kita seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar; keledai tertambat pada pokok anggur yang benar.

    Kejadian 49: 11
    49:11. Ia akan
    menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

    Keledai= bangsa kafir. Simson berkata: Aku akan menghajar bangsa Filistin--bangsa keledai--dengan rahang keledai.

    Di dunia ini hanya ada dua bangsa: Israel--umat pilihan TUHAN--dan bangsa kafir. Jadi jangan marah kalau kita dikatakan: kafir. Tetapi kita bukan keledai liar/jalang/telanjang, melainkan tertambat pada pokok anggur yang benar--tergembala dengan benar dan baik; ada pemiliknya, itulah pribadi Yesus.

    Kalau sudah tergembala dengan benar dan baik, kita akan disucikan oleh pedang firman secara terus menerus. Pohon anggur ini lain dari pohon yang lain. Setiap hari dilihat daunnya yang kering--perlu perhatian khusus dari TUHAN. Kita disucikan dengan pedang firman--kabar mempelai.

    Apa yang disucikan? Bangsa kafir selain keledai juga disebut anjing dan babi:


    • Anjing menjilat muntah= perkataan harus disucikan--tidak ada dusta, gosip, fitnah, hujat. Banyak menghujat TUHAN. TUHAN datang dibilang: hantu--murid-murid menghujat--, nanti hantu datang dibilang: TUHAN. Artinya, pengajaran benar dibilang: salah, yang salah dibilang: tidak apa-apa. Hati-hati! TUHAN tolong kita semua.

      Mari, menjadi anjing yang menjilat roti. Perempuan Kanaan dirasuk setan karena menjilat muntah. Ibu-ibu tanggung jawab. Kalau anak-anak sampai kerasukan setan, tidak terkendali--liar--, periksa bagaimana menggunakan lidah. Kalau menjilat muntah, sebentar lagi kena.
      Apalagi gembala, kena semua. Mari, malam ini menjilat remah-remah roti--firman dan perjamuan suci--supaya kita berkata benar--sesuai firman--, baik, dan menjadi berkat bagi orang lain.
      Batasi perkataan kita!


    • Babi dimandikan, berkubang lagi di air yang kotor= perbuatan dosa sampai puncaknya dosa disucikan.
      Mari, kalau mau suci, harus digembalakan. Kita terus disucikan.


    • Dan satu lagi, tabiat kekuatiran. Bangsa kafir ini kuatir terus--apa yang dimakan, dipakai--sampai akhirnya tidak bisa setia dan benar. Kuatir terus, mau tutup toko sebentar kuatir langganan diambil orang. Hamba TUHAN kuatir kalau khotbah terus nanti tidak ada bahan. Toko sebelah jual barang palsu bilang asli, kuatir kalau jual barang asli tidak laku, lalu ikut yang tidak benar.

      Ini harus disucikan!
      Kalau kuatir, kita tidak bisa memberi--kikir--dan serakah--merampas milik orang lain terutama milik TUHAN: persepuluhan dan persembahan khusus.

      Terutama hamba TUHAN. Biarpun ia hebat, kalau mencuri milik TUHAN, bagaimana yang mendengar? Serius! Uang ini perkara kecil, tetapi berapa banyak hamba TUHAN berkelahi gara-gara uang karena kuatir, sebab merasa hidupnya dari uang, bukan TUHAN.

      "Satu waktu kami dalam perjalanan ke Israel ada orang yang bertahun-tahun tidak mau dibaptis. Kami layani, sampaikan firman, tahu-tahu ia minta uang kepada ibunya untuk dibaptis. Ibunya yang mendengar sampai mau pingsan karena senang sekali. Setelah satu tahun, dia kecewa, tidak mau masuk lagi dalam ibadah karena berbisnis dan ditipu sesama anak TUHAN. Kalau orang dunia, dia tidak akan kecewa. Inilah kekuatiran. TUHAN tolong."

      Karena kuatir, jadi tidak percaya TUHAN, tidak berharap TUHAN.


    Kalau sudah disucikan, hasilnya: keledai dipakai TUHAN--ditunggangi Yesus menuju ke Yerusalem. Dulu perjalanan terakhir ke Yerusalem, sekarang keledai ditunggangi Yesus menuju ke Yerusalem baru.
    Artinya: dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, lalu penggembalaan, antar penggembalaan, sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna; Yesus segera datang kembali kedua kali dan kita menyambut kedatangan-Nya.

    Kalau keledai liar/jalang/kuatir, akan dipakai dunia--ajaran palsu--, tetapi keledai yang tertambat--digembalakan--, akan dipakai oleh Yesus. Kalau ditunggangi Yesus, kita akan menjadi takhtanya TUHAN.

    Tadi, di Wahyu 5: 1, Dia duduk di takhta dan memegang gulungan kitab. Sekarang, gulungan kitab diwahyukan kepada kita di dunia--keledai-keledai/bangsa kafir--sehingga kita bisa percaya Yesus, bertobat, masuk baptisan air, hidup benar, digembalakan, disucikan. Di dunia kita bisa ditunggangi dan diduduki Yesus--menjadi takhtanya Yesus; kita dipakai oleh TUHAN.

    Hubungan antara yang menunggangi dan yang ditunggangi adalah hubungan kepala dengan tubuh. Ini adalah hubungan yang paling erat--leher--, itulah doa penyembahan. Kita menjadi rumah doa. Hanya mengulurkan tangan kepada TUHAN. Mata memandang TUHAN--terserah TUHAN--, mengulurkan tangan pada TUHAN--bergantung sepenuh--, berserah dan berseru pada TUHAN apapun yang dihadapi. Dan Dia akan mengulurkan tangan kasih-Nya pada kita.

    Yesaya 40: 11
    40:11. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

    'menghimpunkannya'= memeluk dengan tangan-Nya.
    Kalau kita berdoa dan menyembah--berseru dan berserah pada TUHAN--, Dia akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar untuk:


    • 'menghimpunkan'= memeluk kita yang seperti bayi-bayi yang tidak berdaya.
      Artinya:


      1. Tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup memelihara kita di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi.

        Kalau antikris berkuasa, semua diblokir. Karena itu yang punya ijazah, gaji dan lain-lain, tetaplah berusaha untuk hidup dalam tangan TUHAN. Jangan bergantung pada itu semua!


      2. Menyatukan. Tangan anugerah TUHAN yang besar menyatukan kita dalam rumah tangga, penggembalaan sampai satu tubuh yang sempurna.


      3. Menghangatkan= membahagiakan; setia berkobar, tidak pernah dingin. Kalau sudah dingin, tidak setia berarti sudah di luar tangan TUHAN.
        Kalau dipleuk, akan hangat terus--tetap setia berkobar-kobar.

        "Kami punya motto: lebih punya pengerja yang setia dari pada hamba TUHAN yang tidak setia."


    • 'dipangku-Nya'= tangan anugerah TUHAN yang besar menanggung segala letih lesu dan beban berat kita sampai damai sejahtera, semua enak dan ringan, semua selesai tepat pada waktunya.
      Mari, pulang dari tempat ini, serahkan semua pada TUHAN.

      Kita hanya bayi-bayi yang tidak bisa apa-apa. Serahkan pada TUHAN!


    • 'dituntun-Nya'= dituntun ke Yerusalem baru; tempat penggembalaan terakhir.
      Wahyu 7: 17
      7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

      Dituntu ke Yerusalem baru artinya: dibaharui.
      Firman Allah itu lebih tajam dari pedang bermata dua. Tajam firman yang pertama untuk memotong--misalnya dosa mencuri dipotong--dan tajam kedua untuk membaharui--menjadi tangan yang bisa memberi. Kalau hanya memotong, akan cacat, tidak sempurna.

      Kita dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu jujur/terang; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.

      Semakin diubahkan, air mata semakin dihapus, sampai kalau Yesus datang kembali kita diubahkan jadi sama mulia dengan Dia. Kita menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, sampai duduk di takhta bersama dengan Dia selamanya.

      Dari takhta, kitab diberikan ke bumi, nanti dari bumi kita duduk di takhta selamanya.

Baik bapak/ibu, anak muda atau anak kecil, kita seperti bayi-bayi yang tidak berdaya.
TUHAN mau menolong, memeluk, memangku, menuntun, dan mendewasakan kita sampai satu waktu kita bisa menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali di awan-awan. Tangisan apa malam ini? Serahkan semua kepada Dia! Kita tidak mampu.

Berseru kepada TUHAN! Bayi-bayi menangis kepada TUHAN. Sebut nama Yesus di malam natal ini! Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. TUHAN tolong kita semua, kita sembah Dia dengan keyakinan.
Satu langkah jaraknya kita dengan maut. Dosa-dosa, kesulitan, kehancuran nikah dan lain-lain, TUHAN akan tolong kita semua. Dia Gembala yang baik, menyerahkan nyawa bagi kita untuk bisa mengulurkan tangan anugerah yang besar kepada kita yang mau ditunggangi/dipakai oleh Dia, yang mau menjadi rumah doa--hanya berdoa menyembah TUHAN; hanya mengulurkan tangan kepada TUHAN.

Biarlah TUHAN yang memeluk, memangku, dan menuntun langkah kita dalam langkah-langkah ajaib--langkah kejujuran--bersama dengan Dia sampai di Yerusalem baru; kembali ke kandang penggembalaan terakhir, tidak ada lagi air mata dan kita bersama Dia selamanya. Mujizat terjadi malam ini.
Kta pulang dengan damai sejahtera, semua enak dan ringan, kita bahagia dan air mata dihapuskan.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top