English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Maret 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pembukaan Lempinel Angkatan XXXII, 15 Oktober 2009 (Kamis Sore)
Lukas 6:12-16, tema fellowship kali ini adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Februari 2013 (Kamis Sore)
Dari Siaran Tunda Ibadah Persekutuan di Ciawi I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 11 November 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 01 Juni 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 25:2-4
25:2 Lima...

Ibadah Raya Malang, 25 Agustus 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 .... Dan ketahuilah,...

Ibadah Raya Surabaya, 07 April 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 06 September 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15b-17
7:15 ...Dan Ia yang...

Ibadah Doa Surabaya, 24 September 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam dan selamat mendengarkan Firman Tuhan, biarlah kasih karunia dan damai sejahtera dari...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Januari 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib, ada kebangkitan dan kemuliaan Tuhan....

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 22 April 2011 (Jumat Pagi)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15....

Ibadah Raya Surabaya, 14 Februari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus berjaga-jaga sebab...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Juni 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 17 Agustus 2016 (Rabu Sore)

Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8b-11 => aktifitas/kegiatan di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016).
Ada dua aktifitas/kegiatan utama di takhta sorga:

  1. Wahyu 4: 8
    4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

    Yang pertama: ayat 8b= aktifitas penyucian (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2016).


  2. Wahyu 4: 9-11
    4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan
    mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11. "Ya TUHAN dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

    Yang kedua: ayat 9-11: aktifitas penyembahan--berdoa menyembah TUHAN.

AD. 2. AKTIFITAS PENYEMBAHAN
Wahyu 4: 9-11
4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan
mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
4:11. "Ya TUHAN dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

Kegiatan kedua di takhta sorga adalah kegiatan penyembahan.
Di ayat 9: 'mengucap syukur' dan ayat 10: 'menyembah Dia'; berarti ada tingkatan penyembahan; ucapan syukur yang memuncak, akan menjadi doa penyembahan.

1 Timotius 2: 1-2
2:1. Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang
2:2. untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

Ada empat macam tingkatan doa:

  1. Ayat 1= doa permohonan. Sebelum sampai pada penyembahan, ada permohonan lebih dulu.
    Sentral doa permohonan adalah kebutuhan kita--kita butuh apa, kita mohon pada TUHAN. Ini tingkat paling rendah.

    Yohanes 15: 7
    15:7. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

    Syarat supaya doa permohonan dijawab TUHAN: firman TUHAN/kehendak TUHAN harus ada di dalam hati kita.
    Bagaimana caranya? Lewat mendengar firman dengan sungguh-sungguh, sampai mengerti firman, dan percaya/yakin pada firman--firman TUHAN menjadi iman di dalam hati; firman ada di dalam hati. Kalau firman/kehendak TUHAN ada di dalam hati, maka apa yang kita minta sesuai dengan kehendak TUHAN; doa sesuai dengan kehendak TUHAN/firman TUHAN/iman, sehingga pasti dijawab oleh TUHAN.

    Ini syaratnya, yaitu firman dulu yang ditaruh di dalam hati, sehingga kehendak kita sama dengan kehendak TUHAN. Maka, kita menerima berkat dari TUHAN sesuai dengan kebutuhan kita yang semakin mendekatkan kita kepada TUHAN. Ini bukti kalau doa benar-benar dijawab oleh TUHAN.

    Banyak kali, orang salah, berdoa dapat sesuatu, tetapi semakin menjauhkan dari TUHAN. Ini adalah ajaran baru, yaitu berdoa sesuai dengan keinginan sendiri, bukan firman. Keinginan yang ditaruh dalam hati. Kalau doa sesuai dengan keinginan sendiri, bisa mendapat, tetapi dari setan dan akan semakin menjauhkan kita dari TUHAN. Itu bukan berkat, tetapi godaan. Hati-hati dengan ajaran doa permohonan ini! Sudah ada ajaran ini, karena menggunakan logika manusia.

    Hati-hati! Jangan karena keinginan, tetapi biar hanya kehendak TUHAN yang jadi.


  2. 1 Timotius 2: 1
    2:1. Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

    Yang kedua: doa syafaat.
    Sentralnya adalah kebutuhan orang lain--pekerjaan TUHAN, bangsa negara, keluarga dan lain-lain, bukan diri sendiri.


  3. 1 Timotius 2: 1
    2:1. Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

    Yang ketiga: doa ucapan syukur. Ini sama seperti di Wahyu 4.

    Wahyu 4: 9
    4:9. Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,

    Sentralnya: berkat yang sudah kita terima. Tetapi masih belum puncaknya. Seringkali kalau sudah diberkati, kita mengucap syukur, tetapi waspada, kalau belum diberkati malah menderita, seringkali bersungut-sungut, mengomel.
    Karena itu masih perlu ditingkatkan lagi.


  4. Wahyu 4: 10
    4:10. maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

    Yang keempat: doa penyembahan.
    Setelah mengucap syukur, kita menyembah Dia.

    1 Timotius 2: 8
    2:8. Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

    Menadahkan tangan kepada TUHAN= mengangkat tangan kepada TUHAN.
    Kalau dilihat di Mazmur 141, ini adalah mezbah dupa emas.

    Mazmur 141: 2
    141:2. Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

    'persembahan ukupan'= kita ingat pada mezbah pembakaran ukupan/mezbah dupa emas.
    Tadi, menadahkan tangan, di sini dijelaskan 'tanganku yang terangkat'.

    Kalau dua ayat ini digabung, doa dengan menadahkan tangan adalah doa penyembahan--persembahan ukupan.
    Sentralnya: pribadi TUHAN sendiri. Ini bedanya. Kalau doa permohonan, sentralnya: kebutuhan kita, doa syafaat: kebutuhan orang lain--pekerjaan TUHAN, keluarga--, sudah lebih tinggi dan tidak egois, kemudian doa ucapan syukur, sentralnya: berkat yang sudah kita terima.

    1 Timotius 2: 8
    2:8. Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

    Pribadi TUHAN ada di mana-mana, berarti kita dapat menyembah TUHAN di mana saja, kapan saja, situasi kondisi apa saja.

    Ini adalah tingkat tertinggi dari doa.

Inilah kegiatan di takhta sorga, yaitu penyucian lalu dilanjutkan pada penyembahan.
Kalau doa permohonan terus--minta terus--, bisa dapat tapi menjadi seperti Bartimeus--buta, dan tidak tahu arah ke Yerusalem baru. Harus ditingkatkan. Mulai melek, lihat kebutuhan orang lain--doakan keluarga dan lain-lain--, kemudian doa ucapan syukur, sampai doa penyembahan, kita melihat pribadi TUHAN, tidak buta lagi, sehingga di mana saja, kapan saja dan situasi apa saja, kita bisa menyembah TUHAN.

1 Timotius 2: 8
2:8. Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan

'orang laki-laki berdoa'= istilah 'laki-laki' di sini berarti doa yang kuat--laki-laki itu kuat.
Syaratnya: 'menadahkan tangan yang suci'= kesucian lahir dan batin.

Batin= hati yang murni--tidak ada marah, jengkel, perselisihan, iri, benci, dendam.
Kalau kita sedang marah, kita tidak bisa menyembah, karena hati belum murni. Harus disucikan.

Tangan yang suci= perbuatan-perbuatan suci, tetapi masih ditambah satu lagi dengan mulut yang suci. Ini namanya ayat menerangkan ayat, supaya menjadi pengajaran yang benar.

Mazmur 24: 3-4
24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4. "Orang yang
bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

'gunung TUHAN'= gunung penyembahan.
'bersih tangannya'= perbuatannya suci.
'murni hatinya'= hatinya suci.
'tidak bersumpah palsu'= mulut/perkataannya suci.

Inilah yang bisa menyembah TUHAN hari-hari ini.
Tadi, kegiatan di sorga nanti adalah mengucap syukur dan menyembah. Kita mulai membiasakan dari bumi ini. Boleh menaikkan doa permohonan, tetapi jangan berhenti di situ, nanti seperti Bartimeus--egois, tidak pernah lihat orang lain, tidak pernah lihat Yesus, dan tidak tahu arah ke Yerusalem baru. Harus ditingkatkan sampai doa penyembahan.

Yang diukur adalah doa penyembahan. Jadi jangan puas sampai penyakit sembuh, berkatnya banyak. Itu belum diukur oleh TUHAN.

Wahyu 8: 1-5
8:1. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
8:2. Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
8:3. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan
doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
8:4. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah
bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

'sunyi senyap' = tidak ada pertengkaran.
Salah satu ukuran doa penyembahan adalah sampai daging tidak bersuara lagi yaitu bisa 'sunyi senyap', artinya tenang; mengalami perhentian--tidak letih lesu, beban berat--dan damai sejahtera oleh Roh Kudus. Memang dunia semakin sulit, goncang, dan hancur, tetapi kalau kita bisa menyembah TUHAN sampai ukuran daging tidak bersuara, kita akan mengalami ketenangan, perhentian, dan damai sejahtera oleh Roh Kudus.
Artinya: tidak ada lagi kejahatan, kenajisan, kepahitan, ketakutan, kekuatiran, kebimbangan, letih lesu, beban berat, tetapi kita hanya merasakan kasih dan kemurahan TUHAN. Ini yang dimaksud dengan 'sunyi senyap'.

Kepahitan, kejahatan dan lain-lain harus ditekan. Rugi sekali kalau kita merasakan itu--apalagi kalau orang lain yang melakukan, kita yang pahit hati. Kalau tidak bisa, kita menyembah TUHAN; perobekan daging sampai daging tidak bersuara lagi. Tidak ada jalan lain.

"Ada jemaat yang najis, ingat yang dulu dia pernah baca, padahal anaknya sudah besar-besar. Sudah doa, tidak bisa, akhirnya tambah puasa sampai empat hari, baru selesai. Ini sudah sampai ukuran daging tidak bersuara."

Menghadapi apapun--penyakit, masa depan--, banyak menyembah sampai 'sunyi senyap'. Kalau sudah sampai di situ, kita tinggal memetik hasilnya. Ini yang kita perjuangkan mulai malam ini. Lewat doa penyembahan malam ini--kalau kita menyerah--,sudah cukup.

"Dulu saya pertama dikirim ke Malang, begitu dengar suara orang, saya marah dan dendam, dan tidak bisa menyembah TUHAN. Saya marah sekali karena saya dituduh macam-macam padahal sudah berbuat baik. Tetapi rugi, karena pelayanan tidak maju. Mari, berusaha semua supaya 'sunyi senyap' malam ini; kita hanya merasakan kasih TUHAN. Kalau kita masih mengalami yang tidak baik, masih sengsara, itu adalah kasih kemurahan TUHAN. Percaya bahwa TUHAN bisa menolong sampai kita tenang."

Hasilnya:

  1. Wahyu 8: 5
    8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

    Ayat 5= keadaan dunia.
    Hasil pertama: kita dilindungi dan dipelihara dari bumi yang semakin bergoncang, baik secara jasmani--krisis total: ekonomi, kesehatan, dan lain-lain--maupun rohani--dosa-dosa sampai puncaknya dosa: dosa makan minum dan kawin mengawinkan, ajaran-ajaran palsu, gosip-gosip, fitnahan, hujatan. Ini semua akan bertambah hebat.

    Tetapi ingat! Saat-saat kita bergosip, memfitnah, menghujat firman pengajaran yang benar dengan mendukung yang salah, kita sedang menghadapi halilintar, guruh dan gempa bumi sampai kiamat--hancur dan binasa. Hati-hati! Tidak main-main! Di rumah tangga, hindari pertengkaran! Ini mendatangkan halilintar. Kalau bertengkar di rumah tangga, enak sekali, tetapi yang datang halilintar, guruh dan gempa bumi. Bagaimana bisa enak tinggal di rumah?

    "Satu orang kaya, sampai kamarnya seringkali digantikan saya karena takut kena gempa. Semakin tinggi, hebat, tetapi semakin takut. Tidak ada artinya."

    Tetapi kalau kita menyembah TUHAN--tidak bergosip, tetapi menggunakan mulut untuk mengucap syukur dan menyembah TUHAN--, kita akan semakin tenang di tengah goncangan, sampai puncak ketenangan yaitu ketenangan di sorga selama setengah jam. Sementara di bumi, hancur sampai musnah dan kiamat. Jangan ikut arus yang tidak benar, tetapi ikuti arus penyembahan!

    Kalau sudah tenang, maka semua menjadi enak dan ringan, bahagia. Di dalam nikah tenang, maka enak, ringan dan bahagia. Ada masalah, tetapi tetap enak, ringan dan bahagia; masalah ditanggung bersama-sama. Di dalam penggembalaan, fellowship juga. Kalau bergosip, susah, halilintar datang dan semua disapu sampai kiamat.


  2. Roma 16: 20
    16:20. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

    Hasil kedua: kalau hati damai, Allah datang dan ada kuasa TUHAN untuk menghancurkan setan tritunggal:


    1. Setan adala sumber masalah; kalau menang, semua masalah sampai yang mustahil selesai.
    2. Setan adalah sumber kegagalan; kalau menang, semua berhasil dan indah pada waktunya.
    3. Setan adalah sumber dosa; kalau menang, semua hidup benar dan suci.


  3. 1 Tesalonika 5: 23-24
    5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
    5:24. Ia yang memanggil kamu adalah
    setia, Ia juga akan menggenapinya.

    Hasil ketiga: kuasa TUHAN sanggup menyucikan dan mengubahkan sampai tubuh, jiwa dan roh kita, sampai sempurna.
    Mulai dari jujur--menjadi rumah doa; tempat menyembah TUHAN. Ada apa-apa, hanya menyembah TUHAN.

    Sampai saat TUHAN datang kembali, tubuh, jiwa dan roh kita menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya dan kita layak duduk bersanding di takhta sorga bersama Dia seperti empat makhluk dan dua puluh empat tua-tua.

    'Dia setia dan menggenapi janji-Nya'= Dia tidak pernah ingkar janji; Dia tidak pernah menipu kita.

Ukuran doa penyembahan adalah hati menjadi tenang dan di situlah kita mendapatkan hasilnya: semua menjadi enak dan ringan, iblis dihancurkan, semua masalah selesai, gagal jadi berhasil dan indah, dari berdosa jadi benar dan suci, dan terakhir, Dia sanggup menyucikan dan mengubahkan kita semua, mulai dengan jujur sampai sempura. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali dan duduk di takhta sorga.

Yang penting, hari-hari ini jaga supaya hati tenang.
Malam ini, mungkin kita ada kebutuhan, tetapi semua ada di dalam hati yang tenang. Cari hati damai malam ini!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top