English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 30 Juni 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 2-4
25:2. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa...

Ibadah Doa Surabaya, 14 September 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 26: 36-46
26:36. Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 adalah tentang Hari Raya/Pesta/Perjamuan Paskah, terbagi menjadi 2 bagian:
Ayat 17-19: Persiapan Perjamuan Paskah.
Ayat 20-25: Makan Perjamuan Paskah.
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari...

Ibadah Raya Malang, 22 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Doa Surabaya, 11 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 30 Maret 2018 (Jumat Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Januari 2009 (Kamis Sore)
Oleh : Pdt. Mikha Sandatoding

Matius 5-7 adalah tentang 10 Hukum...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul "Petrus menyangkal Yesus".

Jika Gereja Tuhan tidak mau menjadi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 April 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar jumlah...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 29 Agustus 2012 (Rabu Dini Hari)
Tema: Tersungkur di bawah kaki Tuhan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 11:3-5
11:3...

Ibadah Doa Surabaya, 17 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 November 2012 (Kamis Sore)
Dari siaran langsung Ibadah Persekutuan di Tanjung Morawa

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Ucapan Syukur Malang, 27 Desember 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Tesalonika 5: 18
5:18. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang...

Ibadah Doa Malang, 19 Januari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-47
Berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya, yakni...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 16 Desember 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Keluaran 1:14
1:14 dan memahitkan hidup mereka dengan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 15b-16
7:15b. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
7:16. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.


Kita belajar tentang aktivitas Tuhan di takhta sorga yaitu membentangkan kemah-Nya; sama dengan mengembangkan sayap-Nya atas hidup kita; naungan sayap Tuhan atas kehidupan kita (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018).

Malam ini kita masih belajar dari perjanjian lama, siapa yang berhak mendapatkan naungan sayap Tuhan? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juni 2018)
Mazmur 68: 6-7
68:6. Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
68:7. Allah memberi tempat tinggal kepada
orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

Yang berhak menerima naungan sayap Tuhan adalah:

  1. Orang sebatang kara= orang asing--putus hubungan dengan dunia; tidak terikat dengan dunia--(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juni 2018). Orang asing sama seperti Abraham, Ishak, dan Yakub yang tinggal di kemah.

  2. Anak yatim.
  3. Para janda.

AD. 2. ANAK YATIM

Anak yatim tidak punya bapa, artinya kehidupan yang terlepas dari bapa yang lama. Bapa yang lama adalah setan.

Yohanes 8: 44
8:44. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Pembunuh= kebencian.

Tanda putus hubungan dengan iblis: tidak boleh ada lagi dusta dan kebencian, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran dan saling mengasihi. Kalau ada dusta, tidak mungkin benar.

Hidup benar dan saling mengasihi, itulah yang disebut dengan anak-anak Allah.
1 Yohanes 3: 10
3:10. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

'setiap orang yang tidak berbuat kebenaran' = masih ada dusta.
'demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya' = masih ada benci.
'tidak berasal dari Allah'= iblis tetap menjadi bapanya.

Roma 8: 14-15
8:14. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "
ya Abba, ya Bapa!"

Anak-anak Allah adalah kehidupan yang dikuasai, diurapi sampai dipenuhi Roh Kudus--tidak ada lagi roh dusta, kepahitan, kebencian--, dan bisa berseru: 'ya Abba, ya Bapa!', sekarang artinya bisa menyeru nama Yesus, kita menjadi rumah doa dan doa kita dijawab oleh Tuhan.

Kalau masih ada dusta dan benci, berarti masih anak setan. Mau berseru bagaimanapun tidak akan diterima Tuhan.
Matius 6: 9-13 => tentang doa (doa Bapa kami)
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

'Bapa kami yang di sorga'= doa anak kepada Bapa; menyeru nama Bapa--'Ya Abba, Ya Bapa'--; menyeru nama Yesus.

Doa kepada Bapa di sorga dibagi menjadi dua bagian:

  1. Ayat 9-10= kebutuhan utama anak-anak Tuhan selama di bumi, yaitu mencari lebih dahulu kerajaan sorga lebih dari perkara yang lain--'datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga'. Ini sama dengan mengutamakan kerajaan sorga lebih dari perkara lain.

    Roma 14: 17-18 => isi kerajaan sorga
    14:17. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
    14:18. Karena barangsiapa
    melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

    'Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman'= kerajaan sorga tidak ada kaitan dengan perkara jasmani; tidak ada kaitan dengan perkara di bumi.
    Makan dan minum merupakan kebutuhan pokok (lebih dari mobil, rumah dan sebagainya).

    Kerajaan sorga di bumi sama dengan ibadah pelayanan kepada Tuhan dalam suasana kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus:


    • Kebenaran= meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Di sini kita hidup dalam suasana kebenaran dan kesucian.
    • Sukacita oleh Roh Kudus= pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya. Kalau pelita menyala terang, maka ada suka cita.
    • Damai sejahtera= mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Mungkin dalam kekuatiran, ketakutan kita berdoa. Ini adalah penyerahan hidup sepenuh kepada Tuhan sampai mengalami damai sejahtera. Kalau belum damai, berarti kita menanggung sendiri--suasana dunia; letih lesu, beban berat. Serahkan sampai kita mengalami damai sejahtera!


    Jadi kerajaan sorga adalah IBADAH PELAYANAN DALAM SISTEM PENGGEMBALAAN; kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, yang memerlukan banyak pengorbanan. Ini adalah kebutuhan utama kita di bumi. Untuk bertekun dalam tiga macam ibadah memang memerlukan pengorbanan-pengorbanan. Tetapi ingat, Gembala yang baik sudah berkorban nyawa bagi kita (Yohanes 10:11), sehingga kita bisa menjadi domba yang tergembala dengan benar dan baik, dan Ia sanggup menjadikan semua baik pada waktunya; yang hancur dan buruk sudah ditanggung oleh Yesus, kita tidak perlu berpikir yang lainnya.

    Itulah suasana sorga.
    Sorga itu baik, seperti saat bumi diciptakan Tuhan berkata: 'Semua baik.'
    Dunia ini sudah dirusak oleh setan--sudah hancur lebur bagaikan padang gurun--, tetapi biarlah lewat sistem penggembalaan kita bisa hidup dalam suasana sorga--kebutuhan utama kita adalah kerajaan sorga.


  2. Ayat 11-13= kebutuhan yang ditambahkan oleh Tuhan. Ini sama dengan naungan dari Tuhan.
    Matius 6: 11-13
    6:11. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
    6:12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
    6:13. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

    Matius 6: 31-34
    6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
    6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
    6:33. Tetapi
    carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
    6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

    'carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya'= kebutuhan utama yaitu kita tergembala, maka semua menjadi baik.
    Ayat 34 = kebutuhan masa depan; hari besok.

    Kebutuhan sehari-hari dan masa depan hanya bonus dari Tuhan. Kalau kita tahu dan berdoa untuk kebutuhan utama kita--rindu sorga, mau cari sorga lebih dari semua yaitu ibadah pelayanan dalam sistem penggembalaan--, maka semua yang kita butuhkan akan ditambahkan oleh Tuhan (makan, minum, pakaian, masa depan).

    Kita seringkali salah, yang kita cari adalah tambahannya, sedangkan kerajaan sorganya--kebutuhan pokok--ditinggal. Ini pancingan dari setan.
    Sama seperti halnya anak ayam di antara beras dan induk ayam. Mau pilih mana? Kalau pilih beras, ia akan mati. Tetapi kalau pilih induk ayam, ia akan selamat.
    Hamba Tuhan juga terpancing oleh setan, berkhotbah: Mari datang pada Tuhan, supaya diberkati. Kerajaan sorganya ditinggalkan.

    Mari, tergembala hari-hari ini. Semua akan jadi baik, dan semua akan ditambahkan oleh Tuhan. Kita menerima naungan Tuhan. Kandang penggembalaan--ruangan suci--dinaungi empat lapis tudung. Inilah naungan Tuhan.

    Jadi kebutuhan yang ditambahkan sama dengan NAUNGAN TUHAN.

    Untuk apa naungan Tuhan?


    • Matius 6: 11-13
      6:11. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

      Yang pertama: memberi makanan secukupnya bahkan berlimpah di tengah dunia yang krisis (minus). Bagaimana bisa? Karena semua berasal dari salib Tuhan; kurban Kristus (plus), tidak pernah minus.

      Amsal 30: 8-9
      30:8. Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
      30:9. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

      Istilah 'secukupnya' artinya: bisa menikmati berkat Tuhan, bukan dihambur-hamburkan dan bukan kikir juga, dan kita tidak sombong dan mengandalkan berkat, tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan.


    • Matius 6: 12
      6:12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

      Yang kedua: saling mengaku dan mengampuni dosa--menyelesaikan dosa sehingga darah Yesus membasuh dosa kita dan kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan--, karena dosa yang membuat kita binasa selamanya.

      Damai sejahtera adalah bukti bahwa nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.
      Waktu bangsa Israel menyembah lembu emas--dosa besar--, Musa berkata: 'Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu.' Dalam Kitab Keluaran 32, Musa berkata kepada Tuhan: 'Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.' Ini tanggung jawab gembala. Tetapi Tuhan berkata: 'Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku,' tetapi kalau diampuni, nama akan tertulis dalam kitab kehidupan. Maut tidak berkuasa atas hidup kita.

      Kalau sudah damai sejahtera, semua akan menjadi enak dan ringan.

      Inilah kebutuhan yang ditambahkan oleh Tuhan: yang pertama makanan, yang kedua selesaikan dosa, darah Yesus membasuh dosa, kita mengalami damai sejahtera; maut tidak berkuasa atas hidup kita-- nama tertulis dalam kitab kehidupan. Jangan menambah dosa!

      Kalau sudah enak dan ringan, kita akan diutus oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Yohanes 20: 21
      20:21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

      Pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah. Kalau hati damai sejahtera, baru bisa melayani dalam nikah. Kemudian dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--pendamaian yang terakhir--untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.

      "Di satu daerah, panitia gabungan, belum berpikir khotbah, sudah berpikir tarik-tarikan. Tidak bisa maju. Susah sekali. Harus damai, kalau tidak, tidak akan diutus. Dalam fellowship, panitia harus damai. Kalau ada salah, saling mengaku-mengampuni, hati damai, maka kita akan diutus oleh Tuhan."

      Kalau tidak damai--benci--, susah untuk melayani.

      Jangan salah! Utamakan kebutuhan pokok yaitu penggembalaan. Di sana ada Gembala yang baik, yang menyerahkan nyawa bagi domba-domba-Nya--kurban Kristus--, setelah itu baru ada naungan--kebutuhan yang ditambahkan: makanan, dosa selesai, hidup enak dan ringan, dan kita diutus oleh Tuhan.


    • Matius 6: 13
      6:13. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

      Yang ketiga: melepaskan kita dari si jahat.

      Ini doa kita. Jangan ragu-ragu menyeru nama Yesus. Yang pertama menyeru untuk kebutuhan utama kita: bisa tergembala sungguh-sungguh; ada kebenaran, sukacita, dan damai--ketekunan dalam tiga macam ibadah. Tuhan akan menjadikan semua baik. Dan yang kedua, otomatis: semuanya akan ditambahkan, tidak perlu kita cari. Mau tidak mau Tuhan harus tambahkan.

      Karena itulah setan menghantam sistem penggembalaan. Gembala dibunuh rohaninya--tidak setia lagi--, sehingga domba tercerai-berai, tidak ada naungan lagi.

      Tetapi kalau sudah tergembala, semuanya akan ditambahkan. Bukan tidak boleh kerja, silakan, tetapi Tuhan yang menentukan, kita tidak bergantung pada sesuatu di dunia. Semuanya dari kurban Kristus: makanan, dosa selesai, hidup kita enak-ringan, kita diutus oleh Tuhan, dan yang terakhir: melepaskan kita dari si jahat--sumber pencobaan, kutukan dosa--air mata, penderitaan, letih lesu, beban berat--, sampai kebinasaan.

      Kita dilepaskan dari si jahat; berarti kita dilepaskan dari kutukan dosa/laknat, dan kita dituntun ke takhta Anak Domba. Tidak ada lagi laknat di takhta.
      Wahyu 22: 3
      22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

      Kita dituntun ke takhta sorga; takhta Yerusalem baru; kita bisa berdiri di hadapan takhta Allah.
      Artinya: kita mengalami mujizat terbesar yaitu pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari taat dan setia--ingat di taman Eden, kutukan terjadi karena manusia tidak taat.

      Taat dan setia, itulah suasana takhta sorga. Kalau tidak setia, akan terkutuk--'Terkutuklah orang yang melakukan pekerjaan Tuhan dengan lalai'.
      Harus setia!

      Begitu tidak taat, Hawa langsung kehilangan suasana Firdaus/takhta, dan ia diusir ke dunia.

      Kembali taat dan setia hari-hari ini!
      Taat dan setia= langkah-langkah mujizat rohani, dan mujizat jasmani juga terjadi: ada masa depan yang berhasil dan indah.

      Sampai langkah terakhir jika Yesus datang kembali ke dua kali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita layak masuk Yerusalem baru; kita berdiri di hadapan takhta Allah, dan melayani Dia siang malam selama-lamanya.

Mari, jadi rumah doa! Yang mendapat naungan adalah anak yatim. Lepas dari bapa--iblis. Tidak boleh ada dusta dan benci. Kita hidup benar dan saling mengasihi. Kita menjadi rumah doa, dan Roh Kudus akan menguasai kita. Kita menjadi rumah doa, dan menyeru nama Yesus.

Kebutuhan utama: kerajaan sorga--tergembala; semua menjadi baik--, dan kebutuhan lain akan ditambahkan--naungan Tuhan--: ada makanan, dosa-dosa dihapuskan, hidup menjadi enak dan ringan, kita dipakai oleh Tuhan, dan ada langkah mujizat.
Kita terlepas dari letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata, dan kita dituntun ke takhta sorga.

Taat dan setia--mujizat rohani--, maka mujizat jasmani akan terjadi. Apa yang tidak bisa kita pikirkan, serahkan kepada Tuhan. Sampai mujizat terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, masuk takhta sorga, dan berdiri di hadapan takhta Allah, melayani Dia siang malam.

Mari menyeru nama Yesus! Apa keadaan kita? Jadi rumah doa! Jangan curhat kepada orang, tetapi kepada Tuhan. Kita serukan nama Yesus malam ini. Tuhan tolong kita semua.
Apa yang tidak bisa dipikirkan, mungkin mustahil dan lain-lain, serahkan kepada Tuhan. Kita menyeru nama Yesus malam ini. Dalam keadaan putus asa, susah dan lain-lain, serukan nama Yesus; kita menyembah Dia. Suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, tetapi Tuhan tahu sedalam-dalamnya. Serahkan kepada Dia! Kaum muda, serahkan hidup kepada Dia!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top