English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Malang, 27 Mei 2010 (Kamis Malam)
Keluaran 29: 8-9
29:8. Kausuruhlah anak-anaknya mendekat dan kaukenakanlah kemeja-kemeja itu kepada mereka.
29:9. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun...

Ibadah Doa Malang, 26 Oktober 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 6:25-34
6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 17 Agustus 2010 (Selasa Siang)
Kita masih belajar tentang HALAMAN/PELATARAN.

Halaman Tabernakel dibatasi dari padang gurun dengan...

Ibadah Raya Malang, 21 Maret 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Maret 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:1-5 adalah BERITA TENTANG PASKAH.
Matius 26:1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan...

Ibadah Doa Malang, 24 Agustus 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 95:6
95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:49-50
9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 September 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:66-72
14:66. Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di...

Ibadah Doa Malang, 09 Agustus 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:20-25
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita membahas ayat. 31 (keadaan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 September 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27
9:22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 26 Oktober 2017 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang kitab Keluaran.
Keluaran berasal dari...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Juli 2012 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh...

Ibadah Raya Malang, 16 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL

Pohon ara yang rantingnya melembut dan mulai berbuah ini menunjuk...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juni 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 15-16
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
7:16. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

Kita belajar tentang aktivitas Tuhan di takhta sorga yaitu membentangkan kemah-Nya di atas mereka; sama dengan mengembangkan sayap-Nya; memberikan naungan kepada kita semua baik bangsa Israel maupun bangsa kafir (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018).

Kita sudah belajar, yang bisa mendapatkan naungan adalah orang yang berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam.

Malam ini kita belajar dari perjanjian lama, siapa yang berhak mendapatkan naungan sayap Tuhan?
Mazmur 68: 6-7
68:6. Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
68:7. Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

Yang berhak menerima naungan sayap Tuhan adalah:

  1. Orang sebatang kara= orang asing.
  2. Anak yatim.
  3. Janda.

Ini semua secara rohani.

AD. 1. ORANG SEBATANG KARA
Orang sebatang kara/orang asing yaitu orang yang putus hubungan dengan dunia; tidak terikat oleh dunia.

Contoh: Abraham.
Ibrani 11: 8-10
11:8. Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
11:9. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu
seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
11:10. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

Abraham tinggal di kemah. Ini adalah tanda orang asing, yaitu hidup dalam sistem kemah.

Ada dua pengertian kemah:

  1. Pengertian kemah yang pertama: kemah sifatnya tidak permanen; bisa dibongkar pasang.
    Artinya: tidak terikat pada dunia akhir zaman yang sama seperti Sodom Gomora. Dulu Lot menghadapi Sodom Gomora, dan Abraham berdoa bagi Lot.

    Sodom Gomora, yang sama dengan ikatan terakhir di dunia adalah:


    • Dosa kenajisan= dosa makan minum dan kawin mengawinkan--sampai pada penyimpangan seks (laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan).


    • Dosa kejahatan= ikatan akan uang; keinginan akan uang.


    Kita harus hati-hati! Kita harus terlepas dari situ sebagai tanda kita hidup dalam sistem kemah.
    Kejadian 14: 17-20
    14:17. Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
    14:18. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
    14:19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
    14:20. dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

    Kehidupan yang diberkati dan menang atas musuh/masalah--waktu itu Abram menang dan diberkati--, harus hati-hati, karena masih diperhadapkan dengan dua pribadi:


    • Melkisedek, imam besar/raja Salem.
    • Raja Sodom.


    Mana yang kita pilih? Hanya ada dua pilihan! Abraham memilih Melkisedek dan ia memberikan persepuluhan kepada Melkisedek.

    Perhatikan baik-baik! Dalam hal persepuluhan--milik Tuhan--kita bertanggung jawab kepada Imam Besar Yesus, bukan manusia. Jadi kita mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan, bukan manusia. Gembala manusia di dunia hanya dipercaya oleh Tuhan untuk menerima persepuluhan yang menjadi milik Tuhan, dan persepuluhan yang diterima itu dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, bukan manusia.

    Persepuluhan adalah:


    • Pengakuan bahwa segala berkat yang kita terima berasal dari Tuhan, bukan lainnya. Yang penting pengakuannya, bukan jumlah uangnya. Tuhan tidak butuh uang.

      Kalau tidak mengaku berkat dari Tuhan, berarti dari Sodom, raja dunia, dan celaka kita.


    • Tanda bahwa kita terlepas dari ikatan dunia--raja Sodom--, yaitu dosa kejahatan--keinginan akan uang--dan dosa kenajisan--dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      Kejadian 14: 21, 23
      14:21. Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
      14:23. Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak,
      supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.


    • Kita terlepas dari hukuman Tuhan--kalau ingat Sodom, kita ingat hukuman Tuhan atas Sodom.


    Persepuluhan ada kaitan dengan makanan rohani di rumah Tuhan. Kalau gembala tidak bisa dipercaya menerima persepuluhan atau tidak bertanggung jawab atas persepuluhan yang dipercayakan Tuhan kepadanya, ia tidak akan menerima pembukaan firman--tidak ada makanan rohani; kering.
    Sebaliknya, kalau gembala tidak dipercaya oleh sidang jemaat untuk menerima persepuluhan dengan berbagai alasan, mungkin kelihatan baik--sistem manajemen; terbuka--tetapi tidak akan ada makanan dalam sidang jemaat. Jemaat akan kering/lapar rohani, jatuh dalam dosa, sampai binasa.

    Kita sama: gembala harus mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan dan menerima kepercayaan dari Tuhan lewat jemaat yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, dan sidang jemaat juga mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan, bertanggung jawab kepada Yesus, Imam Besar.


  2. Pengertian kemah yang kedua: sistem penggembalaan.
    Ibrani 11: 9-10
    11:9. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ
    ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
    11:10. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.


    Kehidupan rohani memiliki dua sistem:


    • Sistem kemah--Abraham, Ishak, dan Yakub. Sebenarnya masih ada satu lagi keturunan Ishak yaitu Esau. Tetapi Esau tidak ditulis di sini.
      'turut menjadi ahli waris'= kalau di dalam kemah, akan menjadi ahli waris.


    • Sistem berburu--Esau.
      Kalau di luar kemah, akan meraung-raung, tidak mendapatkan apa-apa. Hati-hati!

      Esau gambaran dari hamba/pelayan Tuhan yang tidak tergembala, yaitu:


      1. Beredar-edar.
      2. Mencari perkara jasmani--kepandaian, jodoh dan lain-lain--dengan menghalalkan segala cara--tidak sesuai dengan firman--, sampai mengorbankan hak kesulungan, pengajaran yang benar, ibadah pelayanan, keselamatan dan sebagainya--perkara rohani. Yang dicari hanya keinginan mata, daging, dan telinganya.


      Akibatnya: Esau kehilangan segala-galanya; mencucurkan air mata dan binasa selama-lamanya. Esau punya hak kesulungan--hak waris--, berwarna merah--bertobat--, dan berbulu--urapan Roh Kudus--; secara jasmani dan rohani ia hebat, tetapi karena tidak tergembala ia kehilangan segala yang hebat itu, dan ia mencucurkan air mata selamanya, tidak bisa diperbaiki lagi.


    Mulai dari seorang gembala harus tergembala; memberi makan sidang jemaat. Domba-domba juga harus tergembala. Kita sama-sama hidup di kemah. Jangan beredar-edar seperti Esau!
    Beredar-edar= mencari makanan rohani yang sesuai dengan keinginan mata, daging, dan telinganya sendiri. Akhirnya ia akan tersesat dan terhilang. Hati-hati!

    Yang hidup dalam sistem kemah--penggembalaan--adalah Abraham, Ishak, dan Yakub.
    Kita pelajari kegiatan dalam kandang penggembalaan:


    • Belajar dari Abraham.
      Kejadian 18: 1, 6-7
      18:1. Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.
      18:6. Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
      18:7. Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.

      Kegiatan pertama di dalam kandang penggembalaan:


      1. Meremas tiga sukat tepung.
        Tepung menunjuk pada firman.
        Tiga sukat= Allah Tritunggal; Allah Bapa--Tuhan--, Anak Allah--Yesus--, dan Allah Roh Kudus--Kristus--= Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga--di atas gunung Yesus berubah; Ia ditampilkan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga, saat itu ada Musa dan Elia. Musa gambaran Allah Bapa, Elia Allah Roh Kudus, dan Yesus Anak Allah.

        Jadi tepung tiga sukat artinya firman yang menampilkan Yesus sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga, itulah firman pengajaran/kabar mempelai.

        Inilah kegiatan di kandang penggembalaan yaitu harus ada pemberitaan kabar mempelai. Sikap kita adalah meremas, artinya: mendengar dengan sungguh-sungguh dan taat dengar-dengaran pada kabar mempelai.
        Meremas artinya ada di tangan. Bagaimana firman bisa berada di tangan? Kita harus mendengar firman lebih dulu, kemudian mengerti, percaya, sampai praktik firman--taat dengar-dengaran.

        Ada kabar baik--penginjilan/susu--yang membawa kita percaya Yesus dan bertobat. Itu sudah kita alami. Sesudah itu, mari masuk kemah--kandang penggembalaan--, tempat perawatan tubuh, jiwa, dan roh kita. Seringkali kita hanya merawat jasmani kita, yaitu diberi makan, dibawa ke rumah sakit kalau sakit dan sebagainya.

        Kita makan makanan keras--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Kalau tidak makan, mati. Nomor satu: makan.


      2. Ayat 7= ada korban lembu yang disembelih. Sekarang tidak perlu lagi karena segala korban binatang sudah digenapkan oleh kurban Kristus.
        Artinya: persekutuan dengan kurban kristus di dalam perjamuan suci.

        Kejadian 18: 7
        18:7. Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.


      Jadi, ada makanan--roti; menunjuk pada firman pengajaran yang benar--, dan harus ada pasangannya yaitu perjamuan suci (kurban Kristus)--dulu korban lembu.

      Kesimpulan: kegiatan di kemah adalah ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--meja roti sajian--; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman Allah dan kurban Kristus.

      Gembala harus menyediakan makanan, dan sidang jemaat makan.


    • Belajar dari Ishak.
      Kejadian 24: 67
      24:67. Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.

      Abraham memberikan contoh berada di kemah bersama Sarah,isterinya. Sudah mempunyai anak, dibawa ke dalam kemah. Ini adalah contoh bagi kita: ada suami, isteri, dan anak, sampai cucu juga dibawa--Yakub adalah cucu. Kita berdoa. Suami-suami, yang isterinya belum berada di kemah, berdoa; isteri-isteri yang suami atau anaknya belum di kemah, berdoa. Jangan terpisah! Esau tidak ada di kemah, dan akhirnya menangis. Ia memiliki potensi hebat tetapi hanya mencucurkan air mata sampai selama-lamanya.

      Mari kita semua berusaha, bawa semua ke dalam kemah penggembalaan. Kita makan bersama di penggembalaan.
      Kalau satu di kemah, satu di luar kemah, pasti terpisah. Yakinkan! Harus dalam satu kesatuan.

      Dulu pada bahtera Nuh, isteri, anak, dan menantu harus ada. Di luar itu pasti terpisah. Kita harus berdoa. Karena itu, kaum muda cari pasangan harus di dalam satu kemah. Kalau cari dari luar, rumus nikahnya sudah beda; bukan dua menjadi satu, tidak akan bisa menjadi satu kesatuan, tetapi terpecah belah. Berdoa kepada Tuhan! Keluarga Abraham menjadi contoh.

      Apa kegiatan Ishak di kemah?
      Kejadian 25: 21
      25:21. Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.

      'Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya'= di dalam kandang penggembalaan terjadi peningkatan rohani. Kalau dulu, saat Sarah mandul, Abraham diberi gundik (Hagar). Sekarang Ishak meningkat. Ia tidak mau gundik, tetapi berdoa. Itulah kegiatan dalam penggembalaan, rohani kita meningkat.

      Di luar penggembalaan, rohani kita tidak akan bertumbuh, hanya merasa bertumbuh saja. Tetapi di dalam penggembalaan rohani kita benar-benar bertumbuh. Ishak tidak mengikuti yang salah. Dulu Hagar diberikan kepada Abraham, tetapi sekarang Ishak hanya berdoa.

      Kegiatan kedua di kemah: berdoa di kemah--mezbah dupa emas--; ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    • Belajar dari Yakub.
      Kejadian 27: 15
      27:15. Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.

      Esau mempunyai pakaian indah--jabatan pelayanan--; seperti Yusuf memiliki jubah indah. Potensi Esau hebat, tetapi sayang, ia taruh pakaiannya di rumah dan diganti pakaian berburu. Pulang bisa pakai pakaian indah lagi. Kita seringkali seperti itu: Gampang ibadah itu, nanti bisa. Lama-lama dipakai oleh Yakub, tidak bisa lagi dipakai oleh Esau, sampai menangis selamanya--seperti Yudas Iskariot diganti Matias.
      Karena itu kita harus sungguh-sungguh.

      Kegiatan ketiga di kemah: memakai jubah indah--jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Sebenarnya milik Esau, tetapi karena ia lengah--tidak setia dalam ibadah pelayanan dan jabatan pelayanan--, akhirnya jubah indahnya diambil Yakub, dan Esau tidak bisa mengambilnya kembali.

      Gembala juga, kalau tidak setia, lama-lama akan diganti. Hati-hati! Kalau kepercayaan Tuhan sudah dialihkan kepada orang lain, kita tidak akan bisa kembali lagi.

      Yang belum punya jubah indah, berdoa, supaya lewat pemberitaan firman bisa melayani--ada jabatan dan karunia dari Tuhan. Mungkin sebagai tim doa, berkorban--memberi untuk pekerjaan Tuhan--, membersihkan gereja dan lain-lain. Yang sudah melayani, jangan lengah, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Kegiatan ketiga sama dengan ketekunan dalam ibadah raya termasuk ibadah persekutuan--pelita emas--; persekutuan dengan Allah Roh kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.


    Inilah kegiatan di dalam kandang penggembalaan, yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--ruangan suci--; tiga macam ibadah, bukan tiga kali.
    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga


    • Kita tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal.
    • Kita diasingkan dari dunia sehingga kita memiliki kerinduan untuk masuk Yerusalem baru, kerajaan sorga yang kekal.
      Di dalam kandang penggembalaan--ruangan suci--kita sedang diasingkan. Kalau dulu, Tabernakel ada di padang pasir--gambaran dunia--, lalu di ruangan suci diberi papan-papan dan tudung. Kita tidak bisa melihat ke luar. Kalau masih berada di halaman--percaya Yesus, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus; selamat dan diberkati--masih bisa lihat ke luar, bahaya. Banyak yang keluar karena jodoh dan sebagainya Karena itu harus masuk ruangan suci.

      Di dalam ruangan suci sudah tidak bisa melihat ke luar lagi, tetapi hanya melihat Tuhan; kerinduannya hanya kandang penggembalaan terakhir yaitu Yerusalem baru.
      Ibrani 11: 9-10
      11:9. Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
      11:10. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

      'kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah'= Yerusalem baru, kerajaan sorga yang kekal.

      Kita tetap bekerja dan sekolah, harus lebih semangat, tetapi kerinduannya sudah berbeda, yaitu kepada kota yang dibangun oleh Allah, itulah Yerusalem baru.

      'kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah' dilengkapi dalam Kolose 2: 7
      2:7. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

      Berakar sama dengan berdasar.


    Jadi, kehidupan yang digembalakan akan mengaitkan segala aktivitas di dunia dengan kerinduan untuk masuk Yerusalem baru.
    Misalnya ditawari pekerjaan yang uangnya tidak halal, akan berpikir: Apa saya bisa masuk Yerusalem baru? Kalau sistem berburu seperti Esau tidak peduli masuk Yerusalem baru atau tidak; dia korbankan semua.

    Kita datang ibadah juga harus berpikir: Benarkah ibadah ini membawa aku ke Yerusalem baru? Di sini juga harus diperiksa. Pekerjaan jasmani harus dikaji: Bekerja seperti ini bisakah aku masuk sorga? Di sekolah menyontek, bisakah masuk Yerusalem baru? Aku pacaran model begini, apa bisa masuk sorga? Kalau tidak bisa, stop, itulah kehidupan yang tergembala, dagingnya dibendung.
    Kalau sistem Esau tidak peduli, ingin apapun, tidak peduli masuk sorga atau tidak. Beda sistemnya.

    Di dalam penggembalaan, dagingnya yang dibendung, yaitu keinginan mata, keinginan telinganya, dan hawa nafsunya, supaya kita bisa masuk Yerusalem baru. Tuhan tolong kita. Apa saja yang tidak cocok dengan sorga, korbankan semua itu, asal kita bisa masuk Yerusalem baru.

    Jangan seperti Esau! Nanti akan menderita seumur hidup. Hidup di dunia saja dia sudah mencucurkan air mata, berarti sampai di neraka juga mencucurkan air mata selamanya. Jangan pikir tidak apa-apa kalau tidak cocok dengan firman! Itu hanya tipuan setan. Dia akan mencucurkan air mata sampai selamanya.

    Di dalam kandang penggembalaan kita menerima dasar--berakar--, dan kita sedang dibangun sampai melimpahkan ucapan syukur kepada Tuhan (Kolose 2: 7).
    Ibrani 11: 10
    11:10. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

    Dasar= akar.
    Bukti mempunyai dasar yang kuat dan dibangun menjadi bangunan rohani/sempurna yaitu kita bisa melimpahkan ucapan syukur saat menghadapi apapun juga, bukan mengomel atau bergosip--di dalam kandang penggembalaan kerohanian kita sedang dibangun menuju kesempurnaan.
    Kalau mengomel, bertengkar, bergosip, berarti tidak punya dasar. Begitu angin datang, hancur semuanya.

    Mazmur 1: 1-3
    1:1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
    1:2. tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
    1:3. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

    Ayat 1= kehidupan yang digembalakan.
    Kehidupan yang digembalakan--tekun dalam tiga macam ibadah pokok--sama seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Ini yang penting!

    Yeremia 17: 7-8
    17:7. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
    17:8. Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

    'orang yang mengandalkan TUHAN'= orang yang tergembala, harapannya hanya kepada Tuhan; tidak melihat siapa-siapa.
    "Yang banyak pertanyaan adalah murid sekolah: Kok bisa tiga macam ibadah ditambah kaum muda? Kapan belajarnya? Masak bisa? Tetapi di sini banyak yang ranking. Ada juga seorang dokter spesialis, ikut tiga macam ibadah, dan ikut kaum muda juga. Lalu duduk makan dengan satu orang: 'Saya dengar kau tiap minggu, selasa, kamis ibadah, kapan praktiknya?' Ditegor di depan saya. Orang bingung. Inilah orang yang mengandalkan Tuhan. Bukan berarti dia tidak praktik. Dia ambil praktik pagi dan siang, waktunya dokter tidur, dia praktik, dia tidak ada jamnya. Anak-anak juga saya ajari. Kalau besok ujian, bukan berarti tidak ibadah, tetapi tidak tidur siang satu hari. Tidak akan mati. Nanti sore ibadah, pulang ibadah ulangi sedikit, besok pagi ulang lagi, dan Tuhan beserta."

    Tanda kehidupan kita ditanam di tepi aliran air--akar dulu baru ada daun dan buah--:


    • Akarnya menyerap air--'merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air'. Artinya: kita bisa menikmati firman pengajaran yang benar sekalipun keras; kita mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan--firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang oleh seorang gembala, untuk menjadi makanan rohani bagi kita, supaya kerohanian kita bertumbuh ke arah kesempurnaan.

      Namanya makan, harus diulang-ulang, kalau tidak, berarti camilan. Karena itu gembala memiliki karunia menimbang roh, untuk bisa membedakan makanan yang benar dan tidak. Harus yang benar. Gembala tidak boleh mentolerir sekalipun hanya sedikit. Namanya racun hanya sedikit. Kalau jemaat kena racun, jemaat mulai tidak setia datang beribadah.

      Hati-hati! Karena itu tongkat komando tidak bisa diganti-ganti. Mari nikmati firman, supaya kerohanian kita bertumbuh; kita bertambah kuat, sekalipun usia bertambah.

      "Saya baru melayani penguburan seorang jemaat berumur delapan puluh tiga tahun. Senang hatiku. Saya juga berdukacita karena ditinggal jemaat, tetapi ada kepuasan. Hari selasa dia masih melayani perjamuan suci. Dulunya dia anggota TNI, pasukan katak. Kalau di dunia, sudah pensiun, tetapi di dalam Tuhan dia tidak pensiun sampai meninggal dunia. Itulah kepuasan gembala, yaitu bisa mengantarkan jemaat ke arah yang benar. Bukan sembarangan. Gembala harus mengorbankan diri untuk jemaat, bukan mengorbankan jemaat untuk diri sendiri."

      Amsal 12: 3
      12:3. Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang.

      Kalau makanan/pengajarannya benar, akarnya akan kuat.
      Sudah bisa hidup benar saja, itu sudah ada akar. Kalau ada yang tidak benar, berarti tidak ada akar--seperti bangunan yang pondasinya salah hitung. Sekalipun hanya sedikit yang tidak benar, tidak bisa. Pondasi salah hitung, bahaya. Saat belum ada angin kencang, masih kuat, tetapi begitu ada gempa, langsung ketahuan kalau salah hitung.

      Yang tidak benar, buang. Hidup tidak benar, ajaran tidak benar, mulut tidak benar, apapun yang tidak benar, buang!
      'akar orang benar tidak akan goncang'= jangankan rubuh, goncangpun tidak; tidak bisa rubuh selama-lamanya.

      Karena itu Yesus berkata: Gembala dibunuh, dan domba cerai-berai. Kalau gembala mati rohaninya--dibunuh lewat ajaran palsu, gosip, keuangan--jemaat akan tercerai-berai. Ini yang harus dijaga. Saya harus jaga diri, mohon doa juga, supaya kita jangan tercerai-berai. Kalau ada yang tidak benar, apalagi ajarannya, pasti tercerai-berai. Tuhan tolong kita semua.

      Akar yang tidak goncang, artinya:


      1. Tidak goncang oleh pencobaan.
        Banyak yang kecewa dan putus asa dalam pencobaan.


      2. Tidak goncang oleh ajaran palsu.
        Ada yang rubuh oleh ajaran palsu/gosip. Hawa hanya satu kali mendengar suara ular, dan habislah ia karena ia lebih percaya suara ular dari pada Tuhan.


      3. Tidak goncang oleh dosa-dosa sampai puncaknya dosa.
        Raja Daud saja bisa jatuh dengan Batsyeba--goncang oleh dosa--, apalagi kita. Untung nabi Natan datang menegor dengan firman yang keras.


      Akar yang sudah hancurpun bisa dikuatkan kembali oleh pengajaran yang benar. karena itu harus ada firman pengajaran yang benar. yang benar adalah alkitab, kembali ke alkitab. Kalau tidak sama dengan alkitab, sekalipun hanya tanda koma, itu sudah tidak benar--satu iota atau satu titikpun dari firman tidak berubah. Jangan bilang ini itu, komanya berbeda saja, berarti ajarannya sudah beda.


    • Berdaun.
      Mazmur 1: 3
      1:3. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

      Daun menunjuk pada aktivitas, artinya: kegiatan pelayanan kepada Tuhan.
      Kalau sudah berdaun berarti rohaninya sudah dibangun. Punya akar--sudah selamat; tidak goncang oleh apapun--, baik, tetapi harus dibangun, supaya berdaun. Kalau akar saja tetapi tanpa daun, apa gunanya?

      Apa itu dibangun? Penggembalaan itulah yang membangun, artinya: menyucikan. Karena itu perlu firman.
      Kisah Rasul 20: 28, 31-33, 35
      20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
      20:31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
      20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
      20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
      20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

      'diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri'= tidak boleh main-main karena penggembalaan adalah seharga darah Yesus. Kalau gembala main-main terhadap domba, ia berhutang darah Yesus; domba-domba tidak sungguh-sungguh dalam penggembalaan, juga berhutang darah Yesus. Tuhan tahu kita butuh penggembalaan, karena itu Dia sebagai Gembala yang baik rela menyerahkan nyawa untuk domba-domba-Nya. Kita harus sungguh-sungguh dalam penggembalaan--ada tanda darah--! Hargai darah Yesus!

      'Firman kasih karunia'= firman penggembalaan.
      Ayat 33= penyucian--dibangun sama dengan disucikan.
      Ayat 35= 'Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima'= mulai berdaun; mulai dibangun. Akar sudah kuat, dan kita terus dipupuk sampai berdaun. Akar sudah kuat, sesudah itu harus dibangun.

      Firman penggembalaan menyucikan kita terus menerus dari keinginan-keinginan:


      1. Keinginan najis yang memuncak pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Kalau firman tentang dosa kenajisan terus diulang-ulang berarti dosa ini masih ada; masih ada percabulan, nikah yang salah.


      2. Kepahitan yaitu iri hati, benci, dendam dan lain-lain.
      3. Keinginan jahat yaitu keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


      Ini yang disucikan sampai kita terlepas dari keinginan akan uang. Buktinya: lebih bahagia memberi dari pada menerima. Kita disucikan sampai bisa memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Kalau kita sudah hidup kudus dan menyerahkan hidup kepada Tuhan, Dia akan memberikan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, untuk kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ini yang dimaksudkan dengan berdaun yaitu ada kegiatan dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah.
      Layani nikah dengan baik! Ada jubah suami, isteri, anak, layani. Kemudian melayani yang baik dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      Sudah berdaun, setelah itu jaga supaya daun jangan layu karena tidak tahan matahari terik!
      Mazmur 1: 3
      1:3. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

      Banyak terjadi. Penginjil dipakai Tuhan, hebat, tiba-tiba hilang; gembala dipakai, seharusnya lebih hebat, tetapi hilang. Mengapa? Karena tidak tahan terik matahari. Kalau ditanam di tepi aliran air, semakin terik, semakin banyak air yang dihisap, dan akan semakin rindang/sejuk; semakin enak. Tetapi mengapa sudah berdaun lebat tiba-tiba hilang? Karena sudah bergeser dari tepi sungai.

      Banyak kali kita sombong kalau dipakai Tuhan. Tidak mau tergembala lagi. Kaum muda dipakai dalam menyanyi, lalu mulai keliling ke sana ke mari, tidak mau tergembala lagi. Sebentar lagi ia akan kering, kena matahari satu kali, habislah dia.

      "Dulu di Malang ada satu orang berkata kepada saya: 'Om, saya dipakai dalam bidang menyanyi. Saya harus ke sana....ke sana....' Memang dia dipakai. Saya jawab: 'Stop! Tergembala dulu. Kalau kamu bawa pohonnya ke sana ke mari, kamu akan kering. Bawa buahnya, mau dikirim ke Eropa, bisa. Pohonnya tetap di tepi air.'"

      Ini kesalahan kita. Belum berbuah sudah sombong; sudah merasa tidak perlu gembala. Akibatnya: kering. Jangan!
      Kita harus tetap tergembala, sehingga semakin terik matahari kita tidak akan layu tetapi semakin sejuk/damai, semakin enak dan ringan melayani Tuhan; semakin setia berkobar melayani Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
      Yang kena matahari jangan mundur dan layu!

      "Kalau di dunia, mengandalkan daging. Sudah tua, pensiun. Tetapi pelayanan di dalam Tuhan beda. Jemaat yang meninggal tadi, berjalannya sudah pelan sekali, tetapi tetap semangat sekalipun berusia delapan puluh tiga tahun. Jam tiga sore sudah membangunkan cucunya untuk beribadah, supaya jangan terlambat. Luar biasa. Tuhan tolong, tidak ada pensiun. Ini bukti pelayanan kita dalam kesucian dan urapan Roh Kudus."


    • Berbuah= berubah. Kita berbuah pada musimnya.
      Artinya kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Ibrani 13: 15-17
      13:15. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
      13:16. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.
      13:17. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

      Buahnya adalah:


      1. Mulai dari buah bibir yang selalu mengucap syukur kepada Tuhan, menjadi saksi dan berkat bagi sesama. Kita menyaksikan apa yang Tuhan lakukan kepada kita di dalam penggembalaan. Mengunjungi saja sudah termasuk bersaksi.

        "Dulu saya di Gending didatangi kaum muda dua mobil, belum ibadah, saya sudah senang sekali."

        Mungkin sesama dalam kepahitan, mari kita bersaksi, berikan buah yang manis, supaya dia jadi manis.


      2. 'janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan'= buah perbuatan baik= memberi, bukan merugikan orang lain. Kita memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.


      3. 'Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka'= buah ketaatan= buah kasih= buah mempelai. Kita taat kepada Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung--ruangan maha suci--, taat kepada gembala manusia lewat firman penggembalaan--ruangan suci--, dan taat pada orang tua--halaman.

        Orang tua melihat kita beribadah dan semakin taat, sehingga orang tua tidak bisa melarang kita beribadah, malah mendukung. Kalau melarang, sama dengan 'bunuh diri'.
        Banyak aktivis di gereja, tetapi di rumah melawan orang tua. Salah! Jangan melawan orang tua. Kalaupun orang tua salah, tenang dulu, nanti baru dijelaskan saat ada kesempatan. Jangan bertengkar! Tidak baik!

        Ketaatan mulai dari halaman, ruangan suci, baru ruangan maha suci.

        Taat sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan kasih setia-Nya kepada kita. Sekalipun kita lemah tak berdaya, tetapi kalau sudah menghasilkan buah ketaatan, tangan kasih setia Tuhan akan diulurkan.

        Hasilnya:


        1. Keluaran 15: 12-13
          15:12. Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka.
          15:13. Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.

          'bumipun menelan mereka'= tentang Firaun. Firaun hebat tetapi ditelan oleh laut, habis. Sebaliknya, Israel hanya budak, tidak punya apa-apa, tidak bisa apa-apa, tetapi berada di dalam tangan kasih setia Tuhan, luar biasa, Tuhan yang berperang dan Israel menang.

          Hasil pertama: tangan kasih Tuhan menyelesaikan segala masalah yang mustahil sekalipun kita tidak berdaya, dan segala tantangan rintangan dikalahkan; kita tidak tersandung dan terjatuh tetapi tetap mengikut dan melayani Tuhan sampai di Yerusalem baru.

          Ada masalah yang besar, tantangan apa saja, serahkan kepada Tuhan!


        2. Ayub 10: 12
          10:12. Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.

          Ayub mengalami ujian habis-habisan tetapi ia masih berharap tangan kasih setia Tuhan.

          Hasil kedua: tangan kasih setia Tuhan mampu memelihara tubuh, jiwa, dan roh kita di tengah kesulitan dan kehancuran dunia, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, bahkan sampai hidup kekal.

          Mungkin kita sudah habis-habisan, sudah tidak bisa lagi, ulurkan tangan kepada Tuhan; masuk kandang penggembalaan sampai berbuah ketaatan. Kalau sudah ada buah, mau tidak mau Tuhan harus mengulurkan tangan kasih setia-Nya. Buah ini yang ditunggu oleh Tuhan.

          Kita berakar yang kuat, kemudian berdaun--melayani Tuhan--, dan berbuah! Mulai dari buah bibir yang baik, buah perbuatan baik, dan buah ketaatan. Kalau itu ada, Tuhan harus mengulurkan tangan kasih setia-Nya kepada kita.


        3. Kejadian 39: 20-21, 23
          39:20. Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
          39:21. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
          39:23. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya
          dibuat TUHAN berhasil.

          Mazmur 1: 3
          1:3. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

          Yusuf sudah dipenjara, dalam keadaan terbatas. Mungkin kita juga serba terbatas soal modal, pengalaman dan sebagainya, mari tergembala. Itu saja jawabannya.

          Hasil ketiga: tangan kasih setia Tuhan membuat berhasil dan indah sekalipun kita sangat terbatas.

          Tidak dilihat orang, tidak usah marah; keluarga tidak melihat, tidak usah marah. Semua diizinkan Tuhan, tidak apa-apa, ada tangan kasih setia-Nya yang menolong kita bagaikan biji mata-Nya sendiri.
          Kejadian 49: 22
          49:22. Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok.

          Yusuf adalah pohon buah-buahan.
          Bukan hanya berhasil di dunia, tetapi sampai melintasi tembok, itulah tembok Yerusalem baru (Wahyu 21: 12).

          Yang sudah berhasil jangan sombong! Melintasi tembok Yerusalem baru= kita disempurnakan saat Yesus datang kembali, untuk masuk Yerusalem baru selamanya.

Sumber semuanya adalah perjamuan suci. Kemenangan, pemeliharaan, dan keberhasilan kita alami karena Yesus sudah disalibkan. Tangan kasih setia Tuhan berasal dari perjamuan suci. Sekalipun tidak berdaya, tidak bisa apa-apa, ada tangan tangan kasih setia Tuhan yang besar.
Israel hanya budak, Ayub mengalami ujian habis-habisan, Yusuf dipenjara, tidak bisa apa-apa. Tetapi ada tangan kasih setia. Yang sudah berhasil jangan sombong, tetapi tetap dalam tangan kasih setia Tuhan, kalau tidak, akan habis dalam sekejap.

Apapun keadaan kita, masih ada tangan kasih setia yang besar dan ajaib. Kaum muda, jangan takut, apapun keadaan kita, serahkan kepada Dia! Apa yang tidak bisa dipikir dan dikerjakan, serahkan kepada Dia!
Masih ada satu yaitu tangan kasih setia Tuhan. Di saat sudah mustahil, terjepit, habis-habisan, masih ada tangan kasih setia-Nya.

Jangan ragu! Di dalam perjamuan suci ada uluran tangan kasih setia Tuhan, yang mampu melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita semua--melintasi tembok Yerusalem baru. Serahkan semua kepada Dia!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top