Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Dari rekaman Ibadah Doa di Malang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyatdan matahari menjadi hitambagaikan karung rambut dan bulan menjadi merahseluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhanke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
6:14.Maka menyusutlahlangit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
6:15.Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16.Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17.Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017), yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat baik secara jasmani terutama secara rohani yaitu dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesukaan, kesusahan, kejahatan, kenajisan, kebencian dan lain-lain, yang mengakibatkan:

  1. Ayat 12-13: kegelapan(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017) sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 Oktober 2017).
  2. Ayat 14: kegoncangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2017sampai Ibadah Doa Surabaya, 10 November 2017).
  3. Ayat 15-17: ketakutan(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 November 2017sampai Ibadah Raya Surabaya, 19 November 2017).

Apa yang harus kita perbuatsupaya kita tidak masuk dalam KEGELAPAN, KEGONCANGAN, DAN KETAKUTANyang akan datang? Kita harus menguasai diri.
1 Petrus 4: 7
4:7.Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

'segala sesuatu sudah dekat'= akan terjadi kegelapan, kegoncangan, ketakutan, sampai kiamat dan Tuhan datang kembali.

Menguasai diri, artinya:

  • Tidak mengikuti pikiran dan perasaan daging. Pikiran dan perasaan daging ini yang sering diganggu oleh dunia dengan kesusahan atau kesukaannya.
  • Tidak mengikuti keinginan daging dan hawa nafsunya; tidak mengumbar daging. Kalau kesukaan dunia datang, daging akan bergairah sehingga jatuh dalam dosa.
  • Selalu mengikuti kehendak Tuhan/firman pengajaran yang benar.

Praktik menguasai diri:

  1. 1 Petrus 1: 14
    1:14.Hiduplah sebagai anak-anak yang taatdan jangan turuti hawa nafsuyang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

    Praktik pertamamenguasai diri: kita bisa taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar sampai daging tidak bersuara lagi, apapun resikonya--seperti Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya.

    1 Petrus 1: 22
    1:22.Karena kamu telah menyucikandirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihidengan segenap hatimu.

    'ketaatan kepada kebenaran'= taat pada firman pengajaran yang benar.
    Kalau taat pada firman kita bisa hidup suci dan saling mengasihi; kalau suci pasti bisa saling mengasihi--mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.
    Ini sama dengan kita hanya melakukan PERBUATAN KEBAJIKAN. Kalau tidak hidup dalam kesucian, yang ada hanya kebencian.

    Perbuatan kebajikan (perbuatan suci, benar, dan baik) yaitu mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan--memberi untuk pekerjaan Tuhan--, dan bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Inilah yang akan menjadi pakaian putih berkilau-kilauan--PAKAIAN MEMPELAI; TIDAK ADA KEGELAPANsekalipun nanti dunia ini ditimpa kegelapan.

    Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
    segala kebajikanorang-orang suci itu."

    Pakaian mempelai sama dengan pakaian matahari, bulan, dan bintang. Tidak ada kegelapan sekalipun dunia akan menjadi gelap karena gempa bumi.

    Kuasai diri hari-hari ini! Hawa nafsu, pikiran, dan keinginan daging seringkali logis tetapi melawan firman--tidak rohani. Jangan mau! Kuasai diri! Jangan ikuti pikiran dan perasaan daging yang tidak benar! Lebih baik kita dibilang orang: jahat, tetapi kita benar, biar Tuhan yang menilai.
    Kalau kita sudah benar tetapi orang mengatakan: jahat, terserah, dari pada orang berkata: baik sekali, tetapi tidak sesuai dengan firman, justru akan gelap.

  2. 2 Timotius 4: 5
    4:5.Tetapi kuasailah dirimudalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

    Praktik keduamenguasai diri: kita bisa sabar dalam penderitaanyaitu tidak bersungut, kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun goncangan yang kita hadapi--nanti saat gempa bumi terjadi, akan terjadi kegoncangan yang dahsyat secara jasmani, rohani, dan dalam rumah tangga. Jangan terlepas dari Tuhan; jangan melawan Tuhan! Meninggalkan Tuhan sama dengan melawan Tuhan.

    Jangan ikut goncang saat menghadapi goncangan! Kalau ikut goncang lalu meninggalkan Tuhan, rohani kita akan mulai tergeser sampai tenggelam. Jangan! Sabar dalam penderitaan, asal bukan kita yang salah!

    Kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi tetap SETIA BERKOBAR-KOBARdalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kembali; 'tunaikanlah tugas pelayananmu!'.

    Jangan sampai karena goncangan--apalagi goncangan dosa--kita meninggalkan Tuhan! Dosa/goncangannya yang dibuang bukan pelayanannya; ini kehidupan yang merendahkan diri.

    Kalau bertahan pada yang salah, kita akan terus bergeser sampai tenggelam seperti Babel. Hati-hati!
    Betapa sombongnyakalau dosanya dipertahankan, dan pelayanannya dibuang--sama seperti Yudas Iskariot yang mengangkat tumit melawan Tuhan, sekalipun ia sudah diingatkan Tuhan tiga kali; sombong, tetap mempertahankan keinginan akan uang, tidak mau menguasai diri; hanya mengikuti keinginan daging. Akibatnya, ia mengalami kegoncangan, dan akhirnya perutnya pecah dan isi perutnya terburai; tidak ada keindahan sedikitpun.

    Mari, yang belum melayani, berdoa, yang sudah melayani, bertahan sampai garis akhir. Tuhan tolong, dan semua tidak sia-sia. Kita akan menerima MAHKOTA MEMPELAI--tanda KEMENANGAN ATAS GONCANGAN.

    1 Korintus 9: 25
    9:25.Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinyadalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

    'pertandingan'= pelayanan sama dengan pertandingan; harus sampai garis akhir. Yudas dulunya terhitung di antara murd-murid Tuhan, tetapi karena tidak mencapai garis akhir, tidak ada gunanya semua itu.

    "'memperoleh suatu mahkota yang fana'=> banyak yang juara bulutangkis dan lain-lain, pagi-pagi sudah bangun, harus latihan, padahal hanya untuk mahkota yang fana. Tetapi untuk yang rohani, kita bangun pagi-pagi sudah malas. Mau jadi juara harus sungguh-sungguh untuk mendapat mahkota abadi!"

    Mahkota abadi= mahkota mempelai. Kita melayani sampai garis akhir, sampai mendapatkan mahkota abadi. Mahkota gambaran dari kemenangan--di dalam Wahyu 6, Yesus memakai banyak mahkota karena terus berkemenangan. Kita menang atas goncangan sekalipun banyak goncangan hari-hari ini, Tuhan tolong.

    Dalam melayani Tuhan kita banyak menghadapi kegoncangan, supaya bergeser dan tenggelam. Hadapi dengan sabar dalam penderitaan! Mohon pada Tuhan. Kita tidak putus asa, kecewa, dan meninggalkan Tuhan dan pelayanan--tidak melawan Tuhan--apapun goncangan yang kita hadapi, tetapi kita tetap setia dan berkobar-kobar sampai mendapatkan mahkota mempelai--bukti kemenangan atas goncangan; kita tidak tergoncangkan selama-lamanya.

    Tadi, menghadapi kegelapan, ada pakaian. Kita harus taat dengar-dengaran, supaya kita bisa hidup suci dan saling mengasihi. Ada perbuatan kebajikan (perbuatan suci, benar, dan baik). Inilah pakaian putih berkilau-kilauan. Kembalikan persepuluhan, jangan mencuri, malah bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan. Biar dunia gelap, kita berkilau-kilau.

    Kemudian, sabar dalam penderitaan saat menghadapi kegoncangan, kita tetap setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan, sampai menerima mahkota kemenangan; kita tidak kalah menghadapi goncangan tetapi menang.

  3. 1 Petrus 4: 7
    4:7.Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimudan jadilah tenang,supaya kamu dapat berdoa.

    Jangan ikuti pikiran, perasaan, dan keinginan daging dan hawa nafsunya apalagi yang bertentangan dengan firman!

    Praktik ketigamenguasai diri: kita bisa diam dan tenangsaat menghadapi ketakutan, kebimbangan, dan ketenggelaman karena angin ribut dan gelombang atau badai di tengah lautan dunia. Kalau takut, akan bimbang dan tenggelam.

    Diam= berdiam diri; mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jika ditemukan dosa kita harus mengaku pada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat. Jika tidak ditemukan dosa, tetap diam, tidak membela diri dan menyalahkan orang lain, tetapi menyerahkan semua pada Tuhan. Ini juga sama dengan BERTOBAT.

    "Bertobat untuk dosa sendiri, jangan ulangi lagi, dan kalau tidak ada dosa, jangan mengomel, tetapi diam, jangan membela diri dan menyalahkan orang lain! Orang yang bertobat tidak gampang menyalahkan orang lain. Seringkali kita mengikuti pikiran kita sendiri: Oh dia begini. Padahal tidak ada masalah apa-apa, justru dia baik.
    Seringkali kita terkecoh oleh pikiran dan perasaan daging karena kita mempertahankan keinginan dan hawa nafsu daging yang salah. Jangan! Itu sama dengan gelombang. Kalau kita menyalahkan orang lain, gelombang akan datang. Kalau kita membela diri, bukan Tuhan yang datang, tetapi gelombang. Kalau terus mempertahankan dosa, gelombang yang datang. Kalau kita bertobat, gelombang berhenti dan Tuhan yang datang; kalau kita tidak membela diri, Tuhan yang datang. Tuhan bersama dengan kita sekalipun kita menghadapi angin dan gelombang."

    Tenang=

    • TERGEMBALAdengan benar dan baik--seperti Yakub tenang di kemah, tetapi Esau suka berburu.
      Perhatikan kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--! Menghadapi angin dan gelombang apapun kita tetap tenang.

    • Tidak berharap pada yang lain, tetapi HANYA BERHARAP PADA YESUSsebagai Gembala Agung dan Imam Besar yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa.
      Kalau sudah di kandang kita hanya melihat Gembala Agung. Kalau beredar-edar dan bergantung pada yang lain, tidak ada Yesus di sana.

    Kalau berharap Tuhan, kita bisa mengulurkan tangan pada Tuhan, menyeru nama-Nya, berserah dan berseru kepada-Nya. Tidak usah pikirkan yang lain! Itu saja. Boleh bekerja tetapi harapan kita tetap pada Tuhan.
    Kalau berharap pada Tuhan, tidak akan pernah salah. Kalau sudah berharap pada yang lain, pasti gagal dan salah. Hati-hati! Kalau berharap orang lain, seolah-olah berhasil, tetapi sebenarnya gagal selamanya. Kalau berharap Tuhan, seolah-olah gagal, tetapi sebenarnya berhasil selamanya.

    Di dalam penggembalan kita bisa mengulurkan tangan pada Tuhan--berserah dan berseru kepada-Nya--, dan Dia akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besaruntuk:

    • Markus 4: 39
      4:39.Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduhsekali.

      Yang pertama: untuk meneduhkan angin dan gelombang.
      Artinya:

      1. Menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
      2. Kita mengalami damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan. Di dalam penggembalaan, secara daging memang tidak enak--masuk pintu sempit; mengalami salib--, tetapi hidup menjadi enak dan ringan.

      3. Ada masa depan berhasil dan indah.

    • Matius 14: 29-32
      14:29.Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30.Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31. Segera
      Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

      'Tuhan, tolonglah aku!'= berserah dan berseru pada Tuhan.

      Yang kedua: tangan anugerah Tuhan diulurkan untuk mengangkat kita dari ketenggelaman/kejatuhan.
      Daud jatuh, Petrus jatuh--menjadi seperti setan--, tetapi diangkat.

      Ini gunanya penggembalaan. Kalau bukan penggembalaan, habis--pohon ara di tepi jalan begitu tidak berbuah, langsung dikutuk; tetapi kalau berada di kebun anggur (penggembalaan), masih diberi kesempatan oleh Tuhan lewat firman yang diulang-ulang. Mungkin kali ini disampaikan, belum, masih ada kesempatan, tetapi bukan berarti kalau sudah tergembala tidak apa-apa berbuat dosa. Ada batas kesabaran Tuhan sekalipun di penggembalaan. Kalau panjang sabar Tuhan sudah habis, kita tidak ada kesempatan lagi.
      Sebab itu dalam penggembalaan yang seharga darah Yesus, kita semua tidak bisa main-mainkarena penggembalaan adalah cara Tuhan yang ajaib untuk melakukan segala sesuatu bagi kita.

      Kita diangkat, artinya:

      1. Diangkat dari kejatuhan untuk dipulihkan, untuk bisa hidup benar dan suci--tinggalkan dosa. Petrus hebat, Daud hebat, tetapi bisa jatuh, siapa kita? Hati-hati! Kalaupun sudah jatuh, malam ini serahkan pada Tuhan, buang, dan kita hidup benar dan suci. Jangan tunggu besok! Kita tidak tahu waktunya Tuhan.

      2. Kita diangkat dari kegagalan menjadi berhasil dan indah.
        Menghadapi kegelapan, kegoncangan, dan ketakutan kita harus menguasai diri. Diam dan tenang; kita mengulurkan tangan dan berseru pada Tuhan. Dia akan mengulurkan tangan untuk mengangkat kita.

      3. Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

      4. Kita diubahkan--Yesus mati dulu, bangkit dalam tubuh kemuliaan, baru bisa naik ke sorga. Kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari tidak boleh ada dusta. Kalau berdusta, Tuhan sudah tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi setan yang berbuat sesuatu untuk membuat gelap, goncang, dan takut, sampai menghancurkan. Dengarkan baik-baik!

        Kalau tidak berdusta, tangan Tuhan yang bekerja; Dia akan terus mengubahkan kita sampai sempurna saat Dia datang kembali, tidak salah dalam perkataan. Kita terangkat di awan-awan dengan sorak sorai: Haleluya--SUARA MEMPELAI--, TIDAK ADA KETAKUTANuntuk memandang Tuhan. Kita bersama Dia selamanya.

Menghadapi kegelapan, mari kuasai diri sampai bisa taat pada firman, hidup suci; berbuat benar dan baik, yang menghasilkan pakaian putih berkilau-kilauan/pakaian mempelai--perbuatan kebajikan.

Menghadapi kegoncangan, kita sabar dalam penderitaan. Tetap setia dan berkobardalam ibadah pelayanan sampai garis akhir; kita mendapatkan mahkota mempelai.

Terakhir, menghadapi ketakutan--mulai dari ketakutan di lautan dunia sampai menghadap Tuhan di awan-awan--, kita diam dan tenang--bertobat dan tergembala--, kita mengangkat tangan, berseru pada Tuhan apapun yang kita hadapi. Dia mengulurkan tangan kepada kita; semua teduh, damai, enak dan ringan, semua diangkat kalau ada yang jatuh dan gagal, dipakai oleh Tuhan sekalipun sudah pernah jatuh/gagal. Tidak usah takut, asalkan kita mau sungguh-sungguh dalam penggembalaan kita masih bisa dipakai Tuhan, sampai kita sempurna; tidak salah dalam perkataan, bersorak-sorai: Haleluyadengan suara mempelai. Kita tidak takut memandang Dia, tetapi bersama Dia selamanya.

Jangan ragu dan takut! Kita hanya mengangkat tangan dan menyeru nama-Nya, percaya dan berharap dia, apapun keadaan kita.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 10 Februari 2013 (Minggu Pagi)
    ... saat kedatangan Yesus kedua kali. Buta dan timpang rohani ini sebenarnya adalah penyakit keras hati. Keluaran - Berfirmanlah TUHAN kepada Musa Pergilah turunlah sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya. Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka mereka telah membuat anak lembu tuangan ...
  • Ibadah Doa Malang, 06 April 2010 (Selasa Sore)
    ... kali sebagai Mempelai Pria Surga sehingga terjadi pertemuan di udara di awan-awan yang permai antara Yesus Mempelai Pria Surga dan kita mempelai wanitaNya. Bagaimana menyongsong kedatangan Yesus kedua kali Hubungan antara Mempelai Pria dan mempelai wanita sama dengan hubungan kepala suami dengan tubuh istri yaitu dihubungkan oleh leher ini hubungan yang ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 Maret 2017 (Rabu Sore)
    ... pelayanmu. Matius . Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu Yang ketiga ahli Taurat mau menjadi besar tetapi tidak mau mengalami prosesnya. Di sini proses kalau menjadi besar adalah harus menjadi pelayan. Tetapi kenyataan yang ada ahli Taurat ini bukan melayani tetapi 'mengikat ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Mei 2018 (Selasa Sore)
    ... segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Memberi dimulai dengan mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan. Baru kita bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan untuk sesama yang membutuhkan. Maka Tuhan akan melimpahkan kasih karunia Untuk memelihara hidup kita secara berkecukupan bahkan berkelimpahan mulai dari dunia yang sulit sampai ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Januari 2020 (Sabtu Sore)
    ... dalam kebun anggur banyak yang munafik. Kita harus hati-hati karena kemunafikan justru melanda hamba pelayan Tuhan yang dibina oleh kabar mempelai. Contoh imam Eli--gembala tetapi munafik. Imam Eli melayani bersama Hofni dan Pinehas berkaitan dengan tabut perjanjian--kabar mempelai. Tetapi sayang ada kemunafikan Mulai dari imam Eli. Samuel - . Jawab pembawa kabar ...
  • Ibadah Doa Malang, 05 Juli 2016 (Selasa Sore)
    ... engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Tuhan memberi sarana ...
  • Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 20 Juli 2010 (Selasa Pagi)
    ... bisa menjadi hamba Tuhan. Harus lepas dari dosa lebih dahulu. Korban domba jantan I korban penyerahan diri sepenuh. Kalau dosa sudah dilepaskan pasti bisa menyerah. Kalau orang keras hati tidak akan bisa taat. Korban domba jantan II korban tahbisan. Kita bisa dipakai untuk melayani Tuhan. Kalau sudah taat tidak sulit untuk dipakai oleh ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 18 Agustus 2010 (Rabu Sore)
    ... tidak menanam . Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sikap negatif disini adalah pasif jahat dan malas . Yohanes - . Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya yaitu bahwa kita harus saling mengasihi . bukan ...
  • Ibadah Raya Malang, 03 Januari 2010 (Minggu Pagi)
    ... ayat menerangkan ayat. Berani mengungkapkan tentang nikah yang benar. Berpegang teguh juga berarti taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Di dalam kasih Allah. Kasih Allah ini adalah dari penyucian firman. Kasih tanpa penyucian adalah kasih gombal kasih daging. Kasih Allah dipercayakan pada kehidupan yang suci dan kepada nikah yang suci. Anak yang diserahkan ini membutuhkan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 September 2022 (Kamis Sore)
    ... Sebab Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa tapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Roma Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Jadi barangsiapa yang percaya dan berseru nama Yesus pasti diselamatkan tidak mengalami hukuman Tuhan. Contoh penjahat yang disalib di sebelah Yesus bisa diselamatkan. Yesaya Pada waktu itu tujuh ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.