English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 22 Oktober 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 26-31
= Nubuat yang ke-5; yaitu tentang kedatangan Yesus kedua kali.

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan II, 26 Oktober 2010 (Selasa Sore)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Berpuasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang diajarkan dan diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri.

Yesus sebagai Kepala...

Ibadah Raya Malang, 09 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Matius 19:1-30 adalah pekerjaan maut yang mengintai sepanjang umur hidup manusia.
Penyerahan anak...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Januari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:1-20 adalah tentang Yohanes Pembaptis.

Lukas...

Ibadah Raya Malang, 02 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Oktober 2012 (RAbu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan...

Ibadah Kunjungan Jakarta I, 17 November 2015 (Selasa Sore)
Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahatera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan...

Ibadah Raya Malang, 01 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:16-30 berjudul "Yesus ditolak di Nazaret".
Mengapa...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Agustus 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 17 November 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Kita menyerahkan anak secara jasmani kepada Tuhan supaya menjadi anak sulung rohani yang...

Ibadah Doa Malam Malang, 27 Mei 2010 (Kamis Malam)
Keluaran 29: 8-9
29:8. Kausuruhlah anak-anaknya mendekat dan kaukenakanlah kemeja-kemeja itu kepada mereka.
29:9. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 11 Oktober 2011 (Selasa Malam)
Yakobus 5:16-18
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 25 Mei 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 13-15a
7:13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah
orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
7:15a. Karena itu
mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya.

Siapa yang berdiri di hadapan takhta Allah untuk melayani Dia siang malam, dan memakai jubah putih? Orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2018); hamba/pelayan Tuhan yang keluar dari kesusahan yang besar--jubah dicelup dalam darah Anak Domba; artinya mengalami percikan darah/sengsara daging tanpa dosa bersama Yesus.

Percikan darah tidak bisa dipisahkan dari pelayanan Imam Besar.
Imamat 16: 12-14, 16 => pelayanan pendamaian Imam Besar
16:12. Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
16:13. Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
16:14. Lalu
ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
16:16. Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

'Ia'= Harun.
Dalam perjanjian lama, Imam Besar Harun setahun sekali masuk ruangan maha suci dengan membawa dupa dan darah binatang untuk mengadakan pelayanan pendamaian. Percikan darah tidak bisa dipisahkan dengan pelayanan pendamaian Imam Besar.
Harun harus memercikkan dua kali tujuh kali percikan darah: tujuh kali di atas tabut perjanjian (untuk Yesus), dan tujuh kali di depan tabut (untuk gereja Tuhan), sehingga terjadi shekinah glory dan semua dosa diampuni oleh Tuhan.

Dalam perjanjian baru, Yesus sebagai Imam Besar membawa darah-Nya sendiri di kayu salib dan dupa--doa syafaat; Dia berdoa di sebelah kanan takhta Allah Bapa--, untuk mengadakan pelayanan pendamaian bagi kita semua, sehingga kita mengalami shekinah glory/Roh kemuliaan.

Jadi percikan darah dengan dupa tidak bisa dipisahkan. Inilah pelajaran bagi kita. Jika kita mengalami percikan darah--sengsara daging karena Yesus/tanpa dosa dalam bentuk apapun: kekurangan uang, penyakit, berpuasa, tidak salah disalahkan dan sebagainya--, harus disertai dupa. Kalau tidak ada dupa, tidak akan kuat.
Artinya, kita harus banyak menyembah Tuhan supaya kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi justru mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar; sama dengan kita menerima Roh kemuliaan.

Ini pelajaran yang bisa kita tarik.
Siapa yang berdiri di hadapan takhta Allah, melayani Tuhan siang malam, dan memakai jubah putih?
Orang yang mengalami percikan darah, kita ingat pelayanan imam besar Harun, harus ada dupa.
Yesus sebagai Imam Besar membawa darah-Nya sendiri, Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa dan berdoa syafaat untuk kita.
Sekarang kita harus banyak menyembah saat mengalami percikan darah, supaya kita menerima Roh kemuliaan--uluran tangan belas kasih Imam Besar; Roh Kudus menguasai kita.

Mengapa sudah melayani Tuhan tetapi masih sengsara? Supaya mengalami Roh kemuliaan.

Hasilnya:

  1. Lukas 6: 12-13, 16
    6:12. Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
    6:13. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
    6:16. Yudas anak Yakobus, dan
    Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

    'bukit'= gambaran bukit Golgota--ada darah-Nya sendiri.
    'untuk berdoa'= dupa.
    Di mana ada darah dan dupa, di situ ada Roh Kemuliaan; uluran tangan Tuhan.
    Pelayanan Yesus Imam Besar kita alami saat kita menghadapi percikan darah. Jangan putus asa, tetapi banyak berdoa sampai Imam Besar mengulurkan tangan kepada kita.

    Hasil pertama: Roh kemuliaan memberikan kekuatan ekstra kepada kita supaya tidak menjadi pengkhianat seperti Yudas Iskariot.

    Pengkhianat= tersandung dalam panggilan dan pilihan; tidak setia dalam ibadah pelayanan; tinggalkan ibadah pelayanan--Yudas diganti oleh Matias.

    Karena itu Tuhan izinkan kita mengalami sengsara sekalipun sudah hidup benar--tidak berbuat dosa--, yaitu supaya banyak menaikkan doa. Ada darah dan dupa, tidak putus asa dan kecewa, dan kita akan mengalami uluran tangan Roh Kudus. Kita tidak menjadi pengkhianat.

    Kalau jadi pengkhianat, akibatnya: jatuh tertelungkup dan perutnya pecah, artinya: hidup dalam kebusukan dan kutukan sampai kebinasaan selamanya.
    Yudas tidak mau mengalami percikan darah; ia melayani Tuhan hanya untuk mengikuti keinginannya yaitu keinginan akan uang; hiburan.

    Tetapi kita sekarang diajarkan, kalau menghadapi percikan darah (salib), harus menaikkan doa--ada tanda darah dan dupa--, supaya ada Roh Kemuliaan; uluran tangan Tuhan. Kita tidak menjadi pengkhianat.
    2 Petrus 1: 10-11
    1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    Roh kemuliaan membuat kita tidak tersandung dalam panggilan pilihan, tetapi teguh dalam panggilan dan pilihan Tuhan; sama dengan SETIA BERKOBAR-KOBAR dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali ke dua kali--sehingga:


    1. Kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--Tuhan mencari orang yang setia berkobar-kobar dan setia bertanggung jawab.
      Mulai dari nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan. Teguh, setia berkobar, dan setia bertanggung jawab!


    2. Kita mendapatkan hak penuh untuk masuk kerajaan sorga.
      Panggilan dan pilihan adalah tiket masuk sorga. Kalau tidak setia, tiket seperti dirobek, dan hilang haknya.
      Ada juga yang setia sekian tahun, lalu berhenti, haknya juga hilang.

      Kita menerima hak penuh masuk kerajaan sorga, sehingga bisa melayani Tuhan siang dan malam di takhta sorga selamanya. Menerima hak penuh dulu, baru bisa melayani siang dan malam, sampai selamanya.

      Jadi pelayanan kita mulai saat ini sampai terus di kerajaan sorga--sampai kekal selamanya. Ada ajaran palsu, kalau pekerjaan kita di dunia sebagai pemborong, nanti di sorga akan menjadi pemborong yang lebih besar. Ini salah!


    Tuhan izinkan jubah dicelup dalam darah--penderitaan tanpa dosa; penderitaan bersama Yesus--supaya banyak menaikkan doa, bukan mengomel. Di mana ada darah, kita naikkan dupa, maka di sana akan terjadi shekinah glory, ada pelayanan Yesus Imam Besar. Uluran tangan Imam Besar; tangan Roh Kemuliaan bekerja menguatkan kita dalam panggilan dan pilihan--tidak mundur sedikitpun--sampai menerima hak penuh masuk kerajaan sorga.

    Yang belum melayani, berdoa supaya mendapatkan jubah. Yang sudah melayani, jangan seperti Yudas (menjadi pengkhianat). Sekalipun sengsara dalam pelayanan, mari banyak menyembah! Roh kemuliaan memberikan kekuatan ekstra kepada kita. Kita akan dipakai Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai masuk takhta sorga; siang malam melayani Dia untuk selama-lamanya.

    "Kemarin kami berdoa seharian. Mulai dari jam 9 pagi sampai jam 4 pagi. Senang sekali. Biasanya sekalipun sudah tidur siang masih terasa berat saat doa semalam suntuk session yang kedua. Tetapi kemarin enak sekali, selesai kebaktian jam empat lebih sepuluh menit, malah tidak tidur. Inilah kekuatan dari Tuhan. Dalam sengsara daging, banyak berdoa, maka Roh kemuliaan turun. Kaum muda jangan mundur, tetapi berdoa, supaya Roh kemuliaan menolong kita."


  2. Matius 14: 23-25, 29-32
    14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
    14:24. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan
    diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
    14:25. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan
    mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    'Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri' = gambaran pelayanan Imam Besar. Apa yang dilakukan Yesus merupakan gambaran pelayanan Dia di takhta sorga.
    'bukit'= bukit Golgota; ada darah-Nya.

    Mengapa diizinkan menderita padahal sudah melayani Tuhan--sudah dipanggil dan dipilih--? Supaya tidak menjadi pengkhianat. Kedua, kita menghadapi angin gelombang dan ketenggelaman, kita tidak mampu--ada tanda darah--, karena itu naikkan doa--ada dupa--: doa puasa, doa semalam. Di sana ada uluran tangan Roh kemuliaan bagi kita.

    Hasil kedua: Roh Kudus sanggup melakukan dua hal:


    1. Meneduhkan laut yang bergelora. Bidang ekonomi, keamanan bergelora akibat ulah setan.
      Artinya: Roh Kudus mampu menyelesaikan semua masalah yang mustahil, dan memberikan damai sejahtera, semua enak dan ringan. Sekalipun dunia bergoncang, kita merasa damai sejahtera, enak dan ringan.


    2. Mengangkat Petrus yang hampir tenggelam. Petrus hamba Tuhan yang hebat, tetapi hampir tenggelam.
      Mengangkat dari ketenggelaman artinya:


      1. Mengangkat kita dari kejatuhan-kejatuhan dalam dosa sampai puncaknya dosa, mulai dengan dosa kebimbangan.
        Jangan bimbang! Kalau bimbang--mendua hati--, percuma.

        Petrus mendengar suara Tuhan dan sudah jalan di atas air, tetapi mendengar suara angin, langsung tenggelam. Kalau sudah bimbang, akan rapuh, kosong, dan tenggelam.

        Jangan bimbang dalam pengajaran yang benar (suara Tuhan) dan jangan bimbang terhadap kuasa Tuhan.

        Kalau bimbang pada suara Tuhan pasti bimbang pada kuasa-Nya.
        Suara lain bisa berupa gosip-gosip. Tuhan tolong kita semuanya.

        "Seorang hamba Tuhan menelepon saya: 'Ada jemaat menggosipkan: Saya ini hamba Tuhan yang tidak taat. Nantikan jemaat keluar, sebab itu saya melawan.' Saya jawab: 'Pertama, kalau jemaat keluar karena mendengar gosip tentang gembalanya (belum cek kebenarannya), itu kambing--negatif. Negatif keluar, positif masuk.' Itu kata om Pong. 'Kedua: bukan karena gosipnya dia keluar, tetapi karena bapak panas hatinya, nanti khotbahnya juga panas, sehingga mereka tidak makan. Jangan salahkan orang! Bapak terpengaruh oleh gosip lalu hantam di mimbar, jemaat hanya makan gosip, lalu keluar karena tidak bisa makan.' Baru dia sadar. Rumusnya guru dan gembala saya adalah diam saja."

        Kalau diam dan tenang, tidak mungkin tenggelam. Jangan mendua hati! Petrus yang hebat tenggelam. Bertahan hari-hari ini! Kebimbangan adalah dosa. Bersihkan semua, biar Roh kemuliaan mengangkat kita dari kejatuhan dosa; bimbang jadi kuat teguh hati terhadap suara Tuhan dan kuasa Tuhan. Itu saja. Kita dipulihkan untuk hidup benar dan suci.


      2. Tenggelam juga berarti kemerosotan--ekonomi, pelayanan, semua pasti merosot. Roh kemuliaan mengangkat dari ketenggelaman artinya mengangkat dari kemerosotan jasmani dan rohani. Kita dipulihkan.

      3. Roh kemuliaan mengangkat kita dari kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.


    Inilah alasan kenapa Tuhan izinkan kita mengalami percikan darah--jubah dicelup darah; mengalami kesusahan besar--, yaitu supaya kita menaikkan doa. Kita tidak kecewa, tetapi mengalami pelayanan Imam Besar di tengah lautan yang bergelombang, sehingga kita teduh; damai, enak dan ringan. Sekalipun hampir tenggelam, kalau kita menaikkan doa, masih ada uluran tangan Roh Kudus; masih ada pengangkatan. Kemerosotan, kegagalan, dan kejatuhan diangkat semua.


  3. Lukas 9: 28-29
    9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
    9:29. Ketika Ia sedang berdoa,
    rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

    'naik ke atas gunung' = gunung Golgota; darah.
    'untuk berdoa'= dupa.

    Hasil ketiga: Roh Kudus sanggup mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini adalah mujizat rohani terbesar.

    Jangan salah paham kalau Tuhan izinkan kita mengalami kesusahan besar--percikan darah. Kalau mengomel, melawan, kita akan jadi pengkhianat seperti Yudas; putus asa dan tidak melayani. Atau tenggelam seperti Petrus.

    Galatia 5: 22-23
    5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    'buah Roh' = manusia rohani.
    'kasih, sukacita, damai sejahtera'= gambar Allah Bapa; wajah Allah Bapa.
    'kesabaran, kemurahan, kebaikan'= gambar Anak Allah.
    'kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri'= gambar Allah Roh Kudus.

    Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal. Dulu manusia diciptakan segambar dengan Allah Tritunggal (Kejadian 1: 26: 'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita......'). Tetapi manusia:


    1. Tidak taat yaitu memakan satu buah yang dilarang Tuhan. Akhirnya hilang gambar Allah Tritunggal, menjadi gambar setan; telanjang.

    2. Tidak jujur. Masih diberi kesempatan, Tuhan bertanya kepada Adam: Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu? Seharusnya jawabannya; Betul Tuhan, saya khilaf, ampuni. Tetapi manusia tidak jujur: Perempuan yang Kautempatkan di sisiku...... (menyalahkan perempuan dan Tuhan).


    Jadi kembali pada gambar Allah Tritunggal adalah JUJUR DAN TAAT DENGAR-DENGARAN SAMPAI DAGING TIDAK BERSUARA.
    Jujur= ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, mengakui apa kesalahan, keadaan, dan kekurangan kita. Kalau berkata: ya...tetapi, itu gambar ular.
    Selama Adam dan Hawa taat, ada gambar Allah Tritunggal.

    Praktik kembali pada gambar Allah Tritunggal yaitu jujur dan taat. Ini mujizat rohani; mujizat terbesar; gambar ular menjadi gambar Allah Tritunggal; keturunan ular beludak kembali menjadi keturunan Abraham.

    Kalau sudah jujur dan taat, akan terjadi mujizat jasmani:


    1. Petrus gagal menangkap ikan semalam-malaman. Petrus tidak taat, disuruh menjadi penjala manusia, malah menjadi penjala ikan (Yohanes 21).
      Ditanya Tuhan: Adakah lauk pauk? Dijawab: Tidak ada. Ini jujur. Dan Tuhan perintahkan melempar jala saat siang hari, ia taat. Akhirnya bisa menangkap ikan yang besar--seratus lima puluh tiga ekor ikan yang besar.

      Petrus sudah gagal dan telanjang, tetapi jujur dan taat, sehingga bisa berhasil--dari tidak ada menjadi ada.


    2. Janda Sarfat jujur dan taat: Aku hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak. Ini jujur. Tetapi ia juga taat saat disuruh membuat roti dulu untuk Elia (untuk hamba Tuhan; untuk Tuhan). Jujur dan taat saat menghadapi krisis.

      Tetap setia dalam ibadah pelayanan, ditambah dengan jujur dan taat, semua akan selesai (krisis apapun selesai). Kita dipelihara oleh Tuhan. Tangan Tuhan sanggup memelihara kita di tengah krisis dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, bahkan sampai hidup kekal.

      Hadapi semua dengan jujur dan taat! Bahkan anak janda Sarfat yang mati dibangkitkan--yang mustahil jadi tidak mustahil.


    3. Kaum muda--Sadrakh, Mesakh, dan Abednego--diperhadapkan dengan pencobaan jasmani dan rohani. Pencobaan jasmani: kedudukan atau pekerjaannya dicopot. Pencobaan rohani: disuruh menyembah patung (ajaran palsu, penyembahan palsu). Sekarang mungkin lewat orang tua, keluarga atau orang yang pernah menolong kita, kita merasa sungkan. Hati-hati! Bagaimana nanti menghadapi antikris, tidak akan mampu, dia yang nomor satu menyembah antikris.

      Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berutang budi pada raja--mereka orang buangan, tetapi diambil oleh raja secara khusus untuk disekolahkan, dididik, diberi kedudukan, dan diberi gaji. Hutang budi dibalas dengan budi, bukan dengan sesuatu yang salah. Mau dicap apapun, terserah.

      Sadrakh, Mesakh, dan Abednego jujur dan taat, dan mereka bisa keluar dari pencobaan. Tangan Roh Kudus menolong mereka keluar dari pencobaan maut--pencobaan jasmani dan rohani, sampai antikris--, bahkan mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi--dipermuliakan oleh Tuhan--, dan menjadi saksi Tuhan.

      Kaum muda di mana-mana akan ditekan, diarahkan pada kerohanian yang salah. Jangan mau! Ukurannya adalah alkitab, bukan pendeta. Tuhan tolong kita semua.


    Roh kemuliaan mengubahkan kita; jujur dan taat--mujizat rohani. Mujizat jasmani juga terjadi.
    Sampai kalau Tuhan datang kembali kedua kali, Roh kemuliaan mengubahkan kita jadi sempurna sama mulia dengan Yesus--mujizat terakhir--; mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, berdiri di hadapan takhta sorga; kita melayani Dia siang malam, selama-lamanya.

Kita butuh Roh kemuliaan. Karena itu Tuhan izinkan ada percikan darah/salib/kesusahan besar, supaya kita mendapatkan Roh kemuliaan. Banyak berdoa, Roh kemuliaan akan turun di tengah-tengah kita sekalian. Mujizat akan terjadi di tengah-tengah kita.

Yudas Iskariot hebat, tetapi tanpa Roh kemuliaan ia menjadi pengkhianat. Petrus hebat, tanpa Roh kemuliaan, ia telanjang dan gagal. Siapa kita bangsa kafir? Kita mohon Roh kemuliaan. Shekinah glory adalah uluran tangan Imam Besar.
Ada percikan darah, ada dupa, ada Roh kemuliaan, tangan Imam Besar diulurkan.

Biar ribut keras, gelombang pengkhianatan atau ketenggelaman datang, krisis dan lain-lain, serahkan kepada Tuhan. Roh Kudus/Roh kemuliaan adalah dua tangan Tuhan yang diulurkan di tengah-tengah kita. Tangan Roh Kudus cukup menolong kita. Jangan mundur, kecewa, dan putus asa, tetapi serahkan kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top