English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 20 Juli 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 29:1
29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk

Ibadah Persekutuan I Makassar, 04 September 2012 (Selasa Sore)
Disiarkan juga secara langsung untuk Ibadah Doa di Malang Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Juni 2011 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari tentang

Ibadah Raya Surabaya, 07 Juli 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 Juni 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 22-30 => siapa yang diselamatkan.
Jalan ke sorga adalah perobekan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 bicara tentang buli-buli emas...

Ibadah Raya Malang, 13 April 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16 ada 4 penampilan pribadi...

Ibadah Raya Surabaya, 29 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Februari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 adalah Buli-buli emas berisi manna =...

Ibadah Raya Malang, 17 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26 secara keseluruhan menunjuk pada buli-buli emas berisi manna, yakni kehidupan yang diubahkan menjadi sama sempurna seperti Yesus.

Matius 26:6-13 adalah tentang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Oktober 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 12-14 => siapa yang harus diundang
14:12. Dan Yesus...

Ibadah Ciawi II, 03 Desember 2008 (Rabu Pagi)
Wahyu 21: 5
= Tuhan mau menjadikan manusia jadi sama mulia dengan Tuhan...

Ibadah Raya Malang, 22 Desember 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 Salam kepada ketujuh jemaat.

...

Ibadah Raya Malang, 15 Juli 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Artinya sekarang...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 19 Juli 2011 (Selasa Siang)
Keluaran 25:10b menunjuk ukuran Tabut Perjanjian.

Keluaran 25:10
25:10. "Haruslah mereka...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Januari 2020 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 25-27 -> segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus; sama dengan pengikutan kepada Yesus
14:25. Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
14:26. "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:27. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Ayat 25-27= Tuhan memberikan langkah-langkah pengikutan kepada Dia:

  1. Ayat 26= menyangkal diri (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Januari 2020).
    Salah satu arti menyangkal diri adalah tunduk; taat dengar-dengaran.

    1 Petrus 2: 18
    2:18. Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.


  2. Ayat 27= memikul salib.
  3. Ayat 27= mengikut Yesus.

AD. 2: MEMIKUL SALIB
1 Petrus 2: 19
2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Memikul salib artinya menanggung penderitaan yang sebenarnya tidak harus ditanggung atau menanggung penderitaan karena kehendak Tuhan.
Contoh: Yesus.

Salah satu contoh menanggung penderitaan karena kehendak Tuhan: ibadah pelayanan kepada Tuhan, apalagi ditambah dengan doa puasa dan lain-lain, menderita karena kebenaran.
2 Timotius 3: 12
3:12. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

Untuk beribadah kita menanggung sengsara daging bahkan satu waktu menghadapi aniaya. Inilah penderitaan karena kehendak Tuhan.
Tetapi ada upahnya. Jangan takut!

1 Petrus 2: 19
2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Upah memikul salib adalah kasih karunia.
Kasih karunia adalah pemberian Tuhan yang terbesar kepada manusia yang tidak layak untuk menerimanya--manusia berdosa seharusnya menerima hukuman, tetapi bisa menerima kasih karunia.

Titus 2: 11
2:11. Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

Mengapa kasih karunia disebut sebagai pemberian terbesar dari Tuhan? Kasih karunia adalah seharga keselamatan; lebih berharga dari semua harta di dunia.
Hati-hati, kaum muda ada juga yang korupsi, menipu atasannya. Berapa jutapun tidak ada artinya dibandingkan dengan kehilangan kasih karunia.
Mungkin karena nilai, kita menyontek sehingga kehilangan kasih karunia. Sungguh-sungguh!
Banyak tantangan dan rintangan di dunia yang membuat kita tidak sadar kalau kita sudah kehilangan keselamatan karena perkara di dunia, apalagi karena harta.

Jika kita mau memikul salib--penderitaan karena kehendak Tuhan--, kita akan menerima kasih karunia, dan kita berada dalam tangan Tuhan/rencana Tuhan. Jangan takut memikul salib! Kalau ada satu perkara di luar kehendak Tuhan yang dipertahankan, berarti kita di luar tangan Tuhan.
Jangan berada di luar kehendak Tuhan! Pertahankan kehendak Tuhan, sekalipun menderita, kita berada dalam rencana Tuhan!

Yeremia 29: 11
29:11. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Rencana/rancangan Tuhan adalah damai sejahtera, bahagia, hidup enak dan ringan, masa depan yang penuh harapan dan indah, sampai harapan tertinggi yaitu sempurna seperti Dia.
Jangan menyimpang/keluar dari kehendak Tuhan!
Jangan ragu-ragu untuk memikul salib dalam segala hal! Cocokkan dengan kehendak Tuhan, kembali pada kehendak Tuhan sekalipun kita menderita; kembali pada tangan Tuhan; kembali pada rencana Tuhan yang indah dan penuh harapan! Di dalam tangan Tuhan ada kepastian. Kalau kehendak daging, awalnya indah tetapi akhirnya hancur dan binasa.

Sungguh-sungguh dalam melayani dan bekerja, mulai dari yang kecil--mulai memikul salib--, dan nanti tangan Tuhan yang bekerja.

"Om ingat, saat pengerja disuruh apa-apa, tidak bisa. Tuhan ingatkan, saat kita tidak bisa apa-apa dalam ibadah pelayanan, pekerjaan atau sekolah, itu semua supaya kita bisa menyerah dalam kehendak dan rencana Tuhan."

Kita hidup dari kasih karunia--kehendak Tuhan adalah kasih karunia.
Tuhan bekerja dengan kasih karunia dari zaman ke zaman:

  1. Zaman Allah Bapa--zaman permulaan--, dari Adam sampai Abraham, diwakili oleh Nuh.
    Kejadian 6: 5-8
    6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
    6:7. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
    6:8. Tetapi
    Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Nuh bisa hidup karena ada kasih karunia--hidup dalam kehendak Tuhan.
    Banyak kali kita hanya menyanyi tetapi praktiknya tidak begitu. Harus mempraktikkan hidup dalam kasih karunia!

    Praktik hidup dalam kasih karunia:
    Kejadian 6: 9
    6:9. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.


    • Praktik pertama: hidup dalam kebenaran, termasuk keadilan.

      Dari mana kita manusia berdosa mendapatkan kebenaran dan keadilan? Lewat mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama.
      Jika diampuni--dibenarkan--, jangan berbuat dosa lagi. Baru kita bisa hidup dalam kebenaran termasuk keadilan.

      Tidak adil sama dengan tidak mewarisi sorga.
      Kalau tidak benar, pasti tidak adil.


    • Praktik kedua: tulus hati/jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak.
      Jangan sembunyikan sesuatu terutama dosa-dosa!
      Banyak kali kita menyembunyikan sesuatu dengan mengancam/menyalahkan orang lain, sehingga kita kelihatan bagus sedangkan yang lain hancur. Ini sering terjadi di dalam rumah Tuhan.

      "Saya mendapat pengakuan: Suami saya menikah lagi, saya diancam: Kalau kamu buka mulut, kamu tidak dapat uang bulanan lagi! Mengancam itu sama dengan tidak tulus; tidak jujur."


    • Praktik ketiga: hidup bergaul dengan Allah--setia dalam ibadah pelayanan termasuk setia/tekun dalam kandang penggembalaan--tiga macam ibadah; sekarang bahtera Nuh menunjuk pada kandang penggembalaan.


    Inilah praktik hidup dalam kasih karunia Tuhan.

    Hasilnya: tangan kasih karunia Tuhan sanggup menyelamatkan Nuh sekeluarga dari hukuman air bah.
    Karena itu di dalam rumah tangga jangan ikut-ikut yang salah, supaya kita bisa dipakai sebagai perpanjangan tangan seperti Nuh untuk memenangkan keluarga kita.

    Bagi kita sekarang kasih karunia Tuhan yang besar--lebih besar dari air bah--sanggup memelihara dan melindungi kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia yang besar, sampai zaman antikris berkuasa bahkan sampai hidup kekal--bebas dari hukuman yang akan datang, kiamat, dan neraka.

    Tangan kasih karunia Tuhan juga sanggup menyatukan nikah kita sampai mencapai nikah sempurna.


  2. Zaman Anak Allah--zaman pertengahan-, dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali, diwakili oleh Maria.
    Lukas 1: 30
    1:30. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

    Maria hidup dalam kasih karunia Tuhan, praktiknya: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--Maria harus mengandung bayi Yesus sebelum menikah (sesuatu yang berat/mustahil bagi seorang gadis yang benar).
    Lukas 1: 37-38
    1:37. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
    1:38. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;
    jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

    Kaum muda banyak kali disuruh makan, susah, sudah malam disuruh istirahat, susah, apalagi kalau disuruh mengandung tanpa suami. Bagaimana ketaatan kaum muda? Seringkali kita melawan dalam masalah apa saja.

    Kalau taat, hasilnya: tangan kasih karunia Tuhan yang besar sanggup menghapus segala kemustahilan--pintu rahim terbuka tanpa suami--, sekarang pintu-pintu di dunia terbuka sampai pintu sorga terbuka.
    Jangan memakai logika! Awalnya Maria ragu, tetapi akhirnya ia taat.
    Mari, taati firman sekalipun sakit bagi daging, maka Tuhan yang akan membuka pintu di dunia sampai pintu sorga.


  3. Zaman Allah Roh Kudus--zaman permulaan--, dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali, diwakili oleh Saulus yang menjadi Paulus.
    1 Timotius 1: 12-17
    1:12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--
    1:13. aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
    1:14. Malah
    kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
    1:15. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
    1:16. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
    1:17. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

    Saulus menerima kasih karunia Tuhan sehingga berubah menjadi rasul Paulus, artinya kasih karunia mampu mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, sampai satu waktu menjadi sempurna seperti Yesus.
    Itulah kekuatan dari kasih karunia.

    Manusia daging itu keras hati, diubahkan jadi manusia rohani yang lembut hati.

    Hasilnya:


    • Berani mengaku bahwa kita adalah manusia paling berdosa, sehingga:


      1. Tidak ragu-ragu untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat.
        Inilah manusia baru yaitu bertobat; berhenti berbuat dosa.


      2. Tidak menghakimi orang lain, dan tidak menyetujui dosa orang lain--tidak ikut campur dalam dosa orang lain sekalipun itu keluarga kita, bahkan tertawapun jangan.

        Kalau tidak menyetujui dosa, berarti kita orang rohani; lembut hati seperti Yesus--ada di dalam kasih karunia--, dan bisa menyelamatkan satu keluarga. Kalau ikut-ikut dalam dosa, justru ia keluar dari tangan Tuhan, dan tidak ada yang bisa menolong.


    • 1 Timotius 4: 12
      4:12. Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

      Hasil kedua: menjadi teladan dalam perkataan--jujur--, tingkah laku termasuk pergaulan, kasih--mengasihi Tuhan lebih dari semua dan mengasihi sesama sampai mengasihi orang yang memusuhi kita--, kesetiaan, kebenaran, dan kesucian.

      Kesetiaan dimulai dari yang kelihatan--dalam bekerja, sekolah.
      Tidak setia sama dengan pengkhianat--tabiat antikris.


    • 1 Timotius 1: 17
      1:17. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

      Hasil ketiga: bisa menyembah Yesus sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga--penyembahan dengan kata: Haleluya.
      Mata memandang Dia, mulut menyeru kepada Dia, tangan diulurkan berserah kepada Dia, maka Dia mengulurkan tangan kuasa-Nya.

      Hasilnya:


      1. Yesaya 43: 15-17
        43:15. Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
        43:16. Beginilah firman TUHAN, yang telah
        membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
        43:17. yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah--mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu--,

        Di luar kasih karunia, habis--tidak dapat bangkit--, padam sebagai sumbu.

        Hasil pertama: tangan kasih karunia Tuhan mengandung kuasa penciptaan untuk menciptakan dari tidak ada menjadi ada--menciptakan/membuat jalan di laut.

        Saat itu keadaan Israel tidak berdaya, tidak punya apa-apa secara jasmani, tidak bisa apa-apa--seperti buluh terkulai; sumbu berasap. Tidak ada harapan secara jasmani--di depan menghadapi laut, di belakang ada Firaun, ke kanan/kiri tidak bisa.
        Ada kaum muda yang sudah tidak ada harapan secara jasmani? Mari, kembali pada kehendak Tuhan!

        Yang hebat seperti Firaun, jangan sombong, jangan berada di luar kasih karunia, supaya sumbu jangan padam; buluh patah.

        Sekalipun tidak berdaya kalau hidup dalam kasih karunia, Tuhan sanggup membuka jalan di laut, artinya tangan kasih karunia Tuhan sanggup memberikan jalan keluar dari segala masalah, memberikan masa depan yang berhasil dan indah--buluh yang terkulai tegak kembali; sumbu berasap menjadi terang kembali.


      2. Yesaya 6: 5-7
        6:5. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."
        6:6. Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
        6:7. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka
        kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."

        Yesaya najis bibir--tidak ada harapan secara rohani karena kesempurnaan ditentukan dari mulut. Kalau mulut sudah najis, berdusta, habislah sudah, tidak ada harapan.

        Hasil kedua: tangan kasih karunia Tuhan sanggup menyucikan kita sehingga kita dipakai Tuhan, sampai mengubahkan kita menjadi sempurna seperti Dia.

Di mana kita terkulai hari-hari ini? Mungkin sumbu berasap, buluh terkulai, tidak ada harapan secara jasmani dan rohani seperti penjahat di sebelah Yesus. Ada Dia Sang Raja. Yang penting bisa hidup benar, tulus, tergembala yang baik--Nuh--, taat--Maria--, berani mengaku dosa, tidak menghakimi, dan tidak menyetujui dosa, kemudian menjadi teladan dan dapat dipercaya dalam pelayanan, bisa menyembah--Paulus. Sudah cukup, tangan Sang Raja diulurkan untuk menolong. Dia mampu menolong jasmani dan rohani lebih cepat dari sekejap mata.

Hati-hati, Firaun yang hebat, sombong, dalam sekejap bisa habis.
Sebaliknya Israel dan Yesaya bahkan penjahat sudah seperti buluh terkulai, bisa ditolong Tuhan dalam sekejap mata.
Jangan ragu salib dan kasih karunia Tuhan.
Apapun keadaan kita, datang kepada Tuhan, sampai nanti kita sempurna seperti Dia, masuk Firdaus dan Yerusalem baru selamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top