English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2008 (Rabu Malam)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, ada 3 keadaan:

Ibadah Raya Surabaya, 17 Februari 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 29 September 2017 (Jumat Malam)
Mazmur 27: 7-14
27:7. Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
27:8. Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka...

Ibadah Doa Malang, 28 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Wahyu pasal 2-3 terkena pada 7 percikan darah, sama dengan penyucian terakhir pada...

Ibadah Raya Malang, 14 Agustus 2011 (Minggu Pagi)
Bersamaan PENATARAN IMAM & CALON IMAM (I)

Matius...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Februari 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 " KEADAAN PADA WAKTU...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 6-7
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...

Ibadah Raya Malang, 13 Mei 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10:13-16
10:13 Lalu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 September 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15
Dalam susunan Tabernakel, Markus 15 terkena pada 7 percikan darah di atas tutup tabut...

Ibadah Raya Surabaya, 08 April 2018 (MInggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 09 Desember 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:5
8:5 Lalu malaikat itu mengambil...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Desember 2009 (Senin Sore)
Markus 10: 45
Efesus 4: 8

Yesus datang untuk memberi nyawaNya, dimana...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Agustus 2013 (Selasa Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Oktober 2010 (Sabtu Sore)
Dalam susunan tabernakel, Markus 15 terkena pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.

Markus 15:1-20...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Januari 2019 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 4-5=> dosa dan penderitaan.
13:4. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
13:5. Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi
jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Dosa mengakibatkan penderitaan, sengsara terberat di dunia ini seperti delapan belas orang yang mati tertimpa menara di dekat Siloam, sampai sengsara di neraka selamanya.
Oleh sebab itu kita harus bertobat; stop/ berhenti berbuat dosa hari-hari ini. Jangan menambah dosa!

Kita sudah belajar bertobat dikaitkan dengan mezbah.
Malam ini bertobat dikaitkan dengan menara dekat Siloam.

Selain menara, di Siloam juga ada KOLAM.
Yohanes 9: 7
9:7. dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Perikop: orang buta sejak lahir.

Kolam Siloam menunjuk pada baptisan air, artinya: bertobat dikaitkan dengan baptisan air.
Ini adalah cerita orang buta sejak lahir, tetapi ketika ia datang ke kolam Siloam, ia menjadi melek.

Jadi, manusia berdosa adalah sama dengan orang buta sejak lahir.
Orang berdosa ini bukan orang di luar Tuhan, tetapi kehidupan kristen yang tidak pernah bertobat dan lahir baru--buta sejak lahir--sehingga hidupnya membabi buta; dalam kegelapan dosa.

Praktiknya:

  • Berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sesama jenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan). Hati-hati dalam pergaulan, baik dengan yang tua, muda, semua bisa terjadi! Saya berdoa supaya kaum muda tabah menghadapi masalah jodoh. Tuhan tolong semua.


  • Mengemis= menjadi beban bagi orang lain.
    Yohanes 9: 8
    9:8. Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"

    Kaum muda, jangan jadi beban bagi orang tua! Orang tua sudah terlalu berat bebannya, diringankan bebannya. Mungkin kita sudah membantu mencuci dan lain-lain, bagus, tapi seringkali kaum muda jadi beban pikiran bagi orang tua. Orang tua berpikir terus. Ayolah, meringankan beban orang tua.


  • Tanpa masa depan--tidak bisa jalan ke depan.
  • Menghadapi kemustahilan--sudah buta sejak lahir, tidak bisa diapa-apakan.
  • Masuk kegelapan paling gelap; binasa di neraka selamanya.

Bertobat dikaitkan dengan baptisan air--Siloam--berkuasa untuk membuat orang buta sejak lahir menjadi melek.
Prosesnya:

  1. Yohanes 9: 6
    9:6. Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi

    'Ia mengatakan semuanya itu'= berfirman.

    Proses pertama: Yesus meludah ke tanah.
    Tanah menunjuk pada manusia daging yang berdosa; buta.
    Ludah= sesuatu yang keluar dari mulut Tuhan, itulah firman Allah--'manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah'.
    Tanah dicampur dengan ludah= lumpur dosa yang menjijikkan.
    Ditempelkan pada matanya yang buta, artinya: firman Allah sanggup untuk menunjukkan segala dosa kita.

    Jadi, manusia berdosa harus mendengar firman Allah yang menunjukkan dosa-dosa terlebih dulu, sampai dosa-dosa yang menjijikkan--istilahnya: kita kena firman; kena sentuh tangan Tuhan, berarti kita percaya firman. Kalau marah, berarti tidak percaya firman.

    Kita disentuh Tuhan sehingga kita sadar akan dosa-dosa sampai menyesali dan mengakuinya kepada Tuhan dan sesama.
    Hasilnya: kita mengalami pengampunan dosa, dan kita tidak dihukum.

    Inilah langkah pertama: dengar firman yang menunjukkan dosa, bukan sembarang firman.
    Tetapi sayangnya sudah diampuni masih berbuat dosa lagi, karena itu ada proses berikutnya.


  2. Proses kedua: bertobat.
    Kita sudah diampuni--dosa dan sengsaranya diambil--, sudah mulai bahagia, lanjutkan dengan bertobat--berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; tidak mengulangi dosa; kita mati terhadap dosa.
    Kalau mengulangi dosa, akan sengsara lagi.


  3. Yohanes 9: 7
    9:7. dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

    Proses ketiga: 'pergi ke kolam Siloam'= masuk baptisan air yang benar.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu melek--tadi buta, sekarang melek.

Inilah proses bertobat yang dikaitkan dengan kolam Siloam. Orang buta sejak lahir tidak ada masa depan, hancur-hancuran, sampai masuk kegelapan paling gelap.
Tetapi malam ini kalau mau mendengar firman sampai disentuh firman, maka kita bisa sadar akan dosa, menyesali dan mengakuinya. Kita mulai berbahagia. Itu yang penting, setiap kita ibadah, kita mohon pada Tuhan supaya Dia menyentuh kita.
Setelah itu bertobat dan masuk baptisan air yang benar.

Kolose 2: 12
2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Melek artinya:

  1. Terang; sama dengan hidup dalam kebenaran.
    Tidak mungkin melakukan kesalahan lagi. Segala aspek hidup kita harus benar!


  2. Begitu melek, ia ingin tahu dirinya sendiri.
    Artinya: selalu melihat diri sendiri dalam kekurangan dan kelemahan; sama dengan selalu mengoreksi diri--tahu diri. Kalau tidak tahu diri, berarti sombong--buta.

    Hamba Tuhan seringkali juga tidak tahu diri. Baru melayani, sudah mengoreksi orang lain.
    Tidak tahu diri juga artinya selalu merasa hebat, selalu melihat kesalahan orang lain/menghakimi--tidak pernah melihat kesalahan sendiri.
    Kita harus selalu mengoreksi diri, jangan lihat kesalahan orang lain.

    Kita harus tahu diri secara jasmani dan rohani. Jangan sombong! Dibanding orang lain kita terlalu jauh.
    Kalau tahu diri--tahu kelemahan dan kekurangan--, kita akan dihargai orang lain.

Sesudah hidup benar dan tahu diri, barulah kita bisa melihat Tuhan, artinya menyembah Dia.
Malam ini kita banyak menyembah. Kita butuh kekuatan dari Tuhan.
Buta jadi melek; sampai detik ini, mungkin kita sudah hancur-hancuran, banyak melawan orang tua bahkan menuju kebinasaan, jangan putus asa. Yang penting masih bisa mendengar firman dan disentuh Tuhan.

Yohanes 9: 37-38
9:37. Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
9:38. Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

Menyembah Tuhan sama dengan melihat wajah-Nya yang bersinar bagaikan matahari terik, dan kita berkata-kata dengan Dia--berserah dan berseru kepada-Nya. Ini hanya bisa dilakukan oleh kehidupan yang melek: hidup benar dan selalu koreksi diri. Kalau hanya melihat salah orang, kita akan emosi.

"Dulu om begitu, saat pertama di Malang, waktu menyembah sudah ingat: Oh, tadi dia bilang begini, nanti saya jawab begini. Yang orang itu, awas, ya. Bagaimana bisa menyembah? Itu menghakimi orang. Kita sering mendengar kata-kata yang tidak enak bagi kita, kemudian kita tidak bisa menyembah Tuhan. Coba kalau mengoreksi diri, selesai. Itu cara Tuhan untuk mengingatkan kita."

Menyembah Tuhan= melihat wajah Yesus yang bercahaya seperti matahari terik; berkata-kata dengan Dia.
Nanti orang-orang Yahudi bertanya kepada orang tuanya bagaimana bisa orang buta sejak lahir menjadi melek, tetapi orang tuanya menjawab: "...kami tidak tahu..." Mungkin kita juga mengalami sampai dibuang (tidak diingat) oleh orang tua, tetapi Tuhan menerima kita. Kita bisa melihat Dia. Kita berkata-kata dengan Dia, berseru dan berserah kepada-Nya.

Hasilnya:

  1. Bilangan 6: 26
    6:26. TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.;

    Hasil pertama: kita mengalami damai sejahtera--tidak merasakan apa-apalagi yang daging rasakan tetapi hanya merasakan kasih Tuhan. Semua enak dan ringan--wajah berseri.

    Apapun kesalahan dan kegagalan kita, serahkan kepada Tuhan!


  2. Bilangan 6: 25
    6:25. TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

    Hasil kedua: kita mengalami kasih karunia Tuhan--pemberian kepada orang yang tidak layak untuk menerimanya; bangsa kafir.

    Salah satu pemberian kasih karunia Tuhan adalah Roh Kudus.
    Kisah Rasul 10: 44-45
    10:44. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
    10:45. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

    Di loteng Yerusalem (Kisah Rasul 2), pencurahan Roh Kudus hanya untuk bangsa Israel, tetapi di sini (Kisah Rasul 10) terbuka juga kesempatan bagi bangsa kafir untuk menerima kekuatan Roh Kudus.
    Kita pandang wajah Yesus sampai hati damai dan mendapatkan Roh Kudus. Inilah kekuatan ekstra bagi kita.

    Tanpa Roh Kudus kita hanya seperti anjing dan babi--buta, mengulang-ngulang dosa, berbuat dosa sampai puncaknya dosa, tidak ada masa depan, hancur, dan binasa.

    Kegunaan Roh Kudus:


    1. Roma 15: 16
      15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

      Kegunaan pertama: api Roh Kudus menyucikan bangsa kafir; sama dengan membakar anjing dan babi yang bau sehingga menjadi harum di hadapan Tuhan.
      Harum di hadapan Tuhan= hidup dalam kesucian.

      Jaga kesucian pribadi, nikah, pergaulan!
      Sekarang ini tidak berpacaranpun bisa jatuh. Kita mohon Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus kita akan hancur-hancuran, berkata kotor, najis. Biar dibakar semua oleh Roh Kudus dan kita hidup dalam kesucian.


    2. Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Kegunaan kedua: Roh Kudus membuat kita setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Tidak setia sama dengan gelap--"campakkanlah hamba yang malas dan jahat ke dalam kegelapan yang paling gelap." Jangan kendor! Yang sudah kendor minta supaya disentuh api Roh Kudus.

      "Om dulu juga begitu. Sampai lulus SMA masih malas ibadah. Tetapi begitu disentuh Roh Kudus, tidak bisa terhalangi, sampai hari ini. Minta sentuhan Roh Kudus supaya kita bisa setia berkobar."

      Kalau kita beribadah melayani Tuhan dengan suci dan setia berkobar, kita akan menjadi biji mata Tuhan sendiri. Kita dipelihara, dilindungi, dan dibela secara ajaib oleh Tuhan; kita menjadi kesayangan Tuhan, yang tidak bisa dijatuhkan oleh apapun.

      Tidak usah takut akan sekolah dan pekerjaan! Kalau jadi biji mata, Dia yang jamin hidup kita. Sungguh-sungguh!

      "Om juga begitu. Waktu sekolah dan kuliah juga menghadapi tantangan, sampai putus asa karena menghadapi dosen yang susah untuk dihadapi. Saya mengajukan judul skripsi dijawab: "Bodoh!" Ajukan lagi, dikembalikan, disuruh pulang. Sampai saya kejar dosennya, saya tidak melihat lampu merah karena bingung. Ditangkap polisi. Tapi saya belajar lagi. Nah...di situ Tuhan tolong. Hanya bertamu ke teman dan melihat ada buku di situ. Saya baca: 'Oh ini...' Saya pinjam bukunya dan bawa. Sudah setengah tahun mengejar dosennya. Waktu saya tunjukkan bukunya, dijawab: Oh iya. Begitu saja. Sudah, saya ambil yang lain, malah Tuhan tolong. Saya diberi proyek, melakukan penelitian tidak keluar uang sampai selesai, malah dibayar. Itulah cara Tuhan. Saya mengalami banyak tantangan. Yang penting jadi biji mata! Tuhan yang tolong dan bela secara ajaib."


    3. 2 Raja-raja 2: 11
      2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

      Kegunaan ketiga: api Roh Kudus sanggup menaikkan Elia ke sorga, sekarang kita mengalami api kuasa pengangkatan.

      Kesempatan malam ini, di manapun kita berada, ada kuasa-kuasa Tuhan: kuasa Roh Kudus yang menyucikan yang membuat kita setia berkobar--kita dibela dan ditolong Tuhan--, kemudian kuasa pengangkatan--keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus (mujizat rohani), mulai dari jujur dan taat. Kalau jujur pasti taat, begitu juga sebaliknya.

      Kalau rohani terangkat, yang jasmani juga pasti terangkat. Tuhan tidak pernah salah!

      Mujizat jasmani: yang mustahil jadi tidak mustahil--gunung diratakan--, gagal jadi berhasil dan indah pada waktunya.
      Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan, hanya berseru: Haleluya, kita bertemu Tuhan selamanya.

Kita membutuhkan Roh Kudus. Pada malam ini, di manapun kita berada, asal sungguh-sungguh dengar firman, api Roh Kudus akan dicurahkan.
Lihat Tuhan, bicara pada Dia sambil berseru dan berserah! Ada api dari sorga dicurahkan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 27-28 Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Manokwari)

  • Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top