Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Penjala manusia adalah hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang melakukan pekerjaan Tuhan atau pekerjaan Surga, bukan profesi dunia.
Profesi dunia membutuhkan kepandaian, kedudukan, pengalaman, dll. Tetapi untuk penjala manusia, yang utama dibutuhkan adalah panggilan Tuhan.

Matius 4:18-22
4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Yang dipanggil adalah 4 orang, yaitu Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes. Padahal di situ ada 5 orang, yaitu masih ada Zebedeus, ayah dari Yakobus dan Yohanes.

Mengapa Tuhan panggil 4 orang sementara ada 5 orang?
Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
4:7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Di Surga ada 4 makhluk yang mengelilingi takhta Allah, maka di bumi ada 4 murid yang mengelilingi Yesus. Jadi pelayanan Yesus di bumi sesuai dengan pola Kerajaan Surga atau pola Tabernakel. Pelayanan kita di bumi juga harus sesuai dengan pola Kerajaan Surga atau Tabernakel.
Pola Kerajaan Surga ini artinya:
  1. Tidak boleh terikat oleh apa pun di dunia, baik itu orang tua, anak, cucu, menantu, mertua, pekerjaan, kuliah, dll.
  2. Tidak boleh dipengaruhi daging dengan segala keinginannya, hawa nafsu, ambisi, perasaan. 
  3. Terjadi pemisahan orang tua dan anak, dll, sampai yang paling ngeri adalah pemisahan dua orang di tempat tidur, satu terangkat dan satu tertinggal.
Kita harus memiliki ketegasan dalam urapan Roh Kudus untuk memilih pola Kerajaan Surga apa pun resiko yang harus kita hadapi.

Praktek pelayanan dengan pola Kerajaan Surga/ Tabernakel:
  1. Penuh dengan mata.
    Wahyu 4:6
    4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

    Artinya:
    1. Pelayan Tuhan/ hamba Tuhan harus memiliki mata terbuka sehingga hanya melihat pribadi Tuhan lewat pembukaan rahasia firman Allah, sama dengan hanya percaya dan berharap sepenuh kepada Tuhan saja.
      Ini sama dengan kita harus beribadah melayani sesuai dengan firman pengajaran yang benar, tahbisan yang benar.

      Jika pelayan Tuhan/ hamba Tuhan memiliki mata terbuka, maka mata Imam Besar yang penuh belas kasihan juga selalu terbuka untuk memelihara dan menolong kehidupan kita, untuk menghapus segala kemustahilan.

    2. Pelayan Tuhan/ hamba Tuhan harus bisa melihat diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelemahan, introspeksi diri sendiri.
      Jika ada dosa-dosa, harus diakui kepada Tuhan dan sesama (vertikal dan horizontal, menunjuk salib). Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi, sehingga kita bisa melayani Tuhan dengan kebenaran.
      Kalau pelayan Tuhan/ hamba Tuhan menyembunyikan dosa atau hal yang salah, maka hadirat Tuhan akan tersembunyi dan menjadi kering rohani. Apalagi jika menyembunyikan dosa/ kesalahan lewat menyalahkan orang lain, akibatnya bukan hanya kering tetapi akan dihakimi dan dihukum oleh Tuhan.

    3. Pelayan Tuhan/ hamba Tuhan harus bisa melihat orang lain yang membutuhkan, baik secara jasmani maupun rohani, lewat memberi dan mengunjungi.

  2. Tidak berbalik saat berjalan, tidak perlu menoleh saat berjalan.
    Yehezkiel 1:5,12
    1:5 Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia,
    1:12 Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.

    Artinya bekerja sama untuk menciptakan satu kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.
    Kita pelayan Tuhan/ hamba Tuhan melayani dengan karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan masing-masing. Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan dari Tuhan. Ini yang menciptakan satu kesatuan.
    Kalau melayani mengandalkan kepandaian, kedudukan, dll, tanpa karunia Roh Kudus, itu hanya akan merusak.

    1 Korintus 12:11,7-8
    12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
    12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
    12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.


    Karunia Roh Kudus berbeda-beda, tetapi harus bisa bekerja sama untuk kepentingan satu tubuh Kristus yang sempurna, yang dikomando oleh satu Kepala, yaitu Yesus atau firman pengajaran yang benar.
    Yusuf dan saudara-saudaranya saat dekat terjadi iri hati, perselisihan, dll karena tidak ada gandum. Tetapi saat jauh, Yusuf dan saudara-saudaranya bisa menyatu karena ada gandum firman pengajaran yang benar.

  3. Selalu berjalan lurus ke depan, selalu maju, selalu berangkat.
    Yehezkiel 1:12
    1:12 Masing-masing berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan.

    Artinya tidak bisa dihalangi oleh apa pun juga, oleh siapa pun juga, setan pun tidak bisa menghalangi.

    Keluaran 14:15-16
    14:15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
    14:16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmuke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

    Israel diperhadapkan pada Laut Kolsom di depan, tetapi Tuhan mengatakan "berangkat", karena menggunakan sistem Kerajaan Surga, bukan berdasarkan strategi dunia. Tuhan tidak kejam, tetapi tetap berpegang pada pola Tabernakel.

    Mengapa Tuhan tetap mengatakan "berangkat" sekalipun ada laut?
    1. Jika tidak berangkat, maka pasti akan diterkam oleh Firaun dari belakang.
    2. Tuhan sanggup memberi jalan keluar dari halangan dan rintangan sampai yang mustahil bagi kita sekalipun.

    Bagaimana cara Tuhan bekerja lewat pola Tabernakel?
    Yaitu lewat mengangkat tongkat dan mengulurkan tangan [Keluaran 14:16]. Tuhan hanya memerintahkan apa yang ada di tangan, bukan mencari perahu dll. Tuhan bekerja secara sederhana dan apa adanya.
    Mengangkat tongkat dan mengulurkan tangan artinya menyerah sepenuh pada Tuhan. Tongkat menunjuk pada salib dan firman pengajaran yang benar. Ini harus kita pegang. Saat menyerah sepenuh kepada Tuhan, maka kuasa salib, kuasa pengajaran Tabernakel, dan kasih karunia Tuhan sanggup menolong kita.
    Semakin besar halangan yang kita hadapi, semakin besar penyerahan diri kita kepada Tuhan, maka semakin besar kasih karunia yang kita terima, untuk menyelesaikan semua tepat pada waktuNya.

  4. Didorong oleh api Surgawi, yaitu firman Allah, Roh Kudus, dan kasih Allah.
    Yehezkiel 1:13
    1:13 Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.

    Kita harus beribadah melayani Tuhan dengan api Surgawi, jangan dengan api emosi, api dorongan orang tua, dll.

    Kalau melayani dengan api Surgawi, hasilnya adalah:
    1. Selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sesuai jabatan pelayanan dari Tuhan, sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Yesus datang kedua kali.
      Inilah bedanya penjala ikan dengan penjala manusia. Dorongan api dunia hanya akan menjadi penjala ikan, hanya profesi dunia yang ada batas usia pensiun. Tetapi dorongan api Surgawi adalah penjala manusia sampai garis akhir, sampai selama-lamanya, tidak ada batas pensiun.

    2. Secepat kilat, tidak menunda waktu, tidak berlambat-lambat untuk melayani.
      Matius 24:27
      24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

      Kita harus secepat kilat sebab kedatangan Yesus kedua kali juga secepat kilat. Kalau berlambat-lambat, maka pasti akan ketinggalan saat kedatangan Yesus kedua kali. Kegerakan kilat Kabar Mempelai ini adalah dari negara-negara timur ke negara-negara barat, sampai Israel dan Kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, untuk masuk Yerusalem Baru.

  5. Disertai dengan ucapan syukur dan penyembahan.
    Wahyu 4:8-11
    4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”
    4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
    4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
    4:11 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”


    Kalau satu Kepala, maka pasti satu suara penyembahan. Penyembahan yang benar didorong oleh pengajaran yang benar.
    Menyembah Tuhan sama dengan:
    1. Mengaku bahwa hanya Tuhan yang layak menerima semua, dan mengaku bahwa saya tidak layak dan tidak mampu. Saat kita mengaku tidak layak dan tidak mampu, maka Roh Kudus yang akan memberi kemampuan.

    2. Proses perobekan daging, sehingga kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

      Nuh diperintahkan membuat bahtera saat tidak ada hujan, mungkin banyak diolok-olok, tetapi Nuh tetap taat dengar-dengaran pada Tuhan.
      Ibrani 11:7
      11:7 Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

      Karena Nuh taat, maka Nuh menerima kasih karunia Tuhan.

      Kejadian 6:8
      6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

      Kegunaan kasih karunia Tuhan:
      • Untuk menghadapi air bah, menunjuk masalah-masalah, pencobaan yang sudah mustahil. Kasih karunia Tuhan sanggup menolong dan menghapus segala kemustahilan.
        Air bah menunjuk pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan), yang tidak bisa dikalahkan dengan apa pun juga kecuali oleh kasih karunia Tuhan. Kasih karunia Tuhan membuat kita tetap hidup benar dan suci, seperti dalam bahtera Nuh setetes air pun tidak bisa masuk.
        Air bah menunjuk penderitaan-penderitaan sampai penderitaan tertinggi di jaman antikris. Kasih karunia Tuhan sanggup memberikan kita kebahagiaan di tengah penderitaan.
        Air bah menunjuk hukuman di dunia sampai hukuman di neraka. Kasih karunia Tuhan membebaskan kita dari hukuman sampai memberikan hidup kekal selama-lamanya.

      • Kasih karunia membuat kita bisa melihat dengan jelas Tabut Perjanjian.
        2 Samuel 15:25-26
        15:25 Lalu berkatalah raja kepada Zadok: “Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya.
        15:26 Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya.”

        Artinya kita bisa melihat pembukaan rahasia firman pengajaran Tabernakel, kita bisa mengerti dengan jelas dan bisa mempraktekkan. Firman pengajaran Tabernakel menjadi wujud nyata dalam hidup kita. Kita menerima berkat-berkat jasmani, berkat rumah tangga, berkat pelayanan, seperti saat Tabut berada di rumah Obed-Edom.
        Kalau kita bisa melihat Tabut, maka tangan kasih karunia Tuhan sanggup menjadikan semua baik dan indah pada waktuNya.

      • Kasih karunia untuk mempersiapkan kita menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
        Alkitab dimulai dengan kasih karunia di jaman Nuh. Pertengahan Alkitab masih ditandai kasih karunia kepada Daud. Penutup Alkitab juga adalah kasih karunia Tuhan.

        Wahyu 22:20-21
        22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
        22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

        Kasih karunia menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia, dan siap menyambut kedatanganNya kedua kali di awan-awan yang permai.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 22 Februari 2009 (Minggu Sore)
    ... tidak buta. Petrus Mata yang terang itu memperhatikan dan melihat Firman nubuat. Firman nubuat adalah Firman yang akan memberitakan segala sesuatu yang akan terjadi dan pasti akan terjadi. Puncaknya adalah saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Itulah yang disebut dengan Kabar Mempelai. Mata kita hari-hari ini harus tetap menyala untuk bisa ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 10 Agustus 2011 (Rabu Sore)
    ... Tuhan yang akan mengalami kelaparan terutama kelaparan rohani. Sejak jaman Yusuf kelaparan ini sudah dinubuatkan. Dan ini akan terjadi lagi. 'efa' timbangan untuk gandum Firman. 'syikal' timbangan untuk uang perkara jasmani. Jadi penyebab kelaparan rohani adalah karena lebih mengutamakan perkara jasmani syikal daripada perkara rohani efa . Praktiknya sekarang adalah tinggalkan ibadah pelayanan untuk mengejar ...
  • Ibadah Doa Malang, 23 Agustus 2016 (Selasa Sore)
    ... diajarkan oleh Roh Kudus. Maka kita mengalami aktifitas Roh Kudus. Ada macam aktifitas nyala api Roh Kudus Api memberi panas artinya Roh Kudus selalu menghangatkan kerohanian kita sehingga kita selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Ini sama dengan birahi rohani kepada Tuhan tidak bisa dipadamkan dihalangi oleh ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 16 Februari 2011 (Rabu Sore)
    ... TAHUN Yesus datang sebagai Anak Domba Allah yang disembelih untuk menyelamatkan manusia yang sudah berdosa. Dalam keadaan ini manusia masih tetap buli-buli tanah liat. Yohanes . Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu Adalah lebih berguna bagi kamu jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi Penghibur itu tidak akan datang kepadamu ...
  • Ibadah Doa Malang, 06 Oktober 2015 (Selasa Sore)
    ... disalut emas murni menunjuk manusia yang sudah sempurna dan sudah terangkat ke Surga menjadi sokoguru di Surga yaitu Henokh Musa Elia dan Tuhan Yesus. Henokh dan Elia diangkat hidup-hidup ke Surga sedangkan Musa dan Tuhan Yesus mati lebih dulu kemudian bangkit dan diangkat ke Surga. Korintus - Saudara-saudara inilah yang ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Maret 2010 (Senin Sore)
    ... tuan atau sebagai Imam Besar yang setia dan benar. Yesus tampil sebagai Imam Besar untuk mengangkat kita menjadi imam-imam kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan memiliki jabatan pelayanan . Apapun keadaan kita kalau kita bisa menerima penampilan Yesus sebagai Imam Besar maka Dia berkuasa untuk mengangkat kita jadi imam-imam. Proses ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Oktober 2020 (Selasa Sore)
    ... dan berkata Akulah dia dan mereka akan menyesatkan banyak orang. . Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi tetapi itu belum kesudahannya. . Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
    ... angin hari-harinya seperti bayang-bayang uap TL yang lewat. Manusia berdosa hanya seperti angin yang lalu uap yang sia-sia. Mazmur yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu Yohanes Angin bertiup ke mana ia mau dan engkau mendengar bunyinya tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ...
  • Ibadah Raya Malang, 24 Februari 2013 (Minggu Pagi)
    ... percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan maka kita akan dipercaya dalam kegerakan yang besar. nbsp Matius b b . . . tetapi beberapa orang ragu-ragu. Dalam menghadapi kegerakan besar harus dijaga tidak boleh ragu-ragu atau bimbang atau tidak percaya pada kebangkitan Yesus dan pada firman pengajaran yang benar yang sanggup menghapus segala ...
  • Ibadah Persekutuan Kartika Malang III, 01 Juli 2009 (Rabu Sore)
    ... adalah mati terhadap dosa Artinya bertobat. Sekalipun miskin tapi mencuri itu belum bertobat. Praktiknya tidak berbuat dosa. tidak berdusta. Kalau berdusta itu enggan bertobat sampai tidak bisa bertobat seperti setan. Yeremia - Hati-hati sebab dosa dusta ini banyak menimpa hamba-hamba Tuhan. Jangan berikan setan menguasai hidup kita. ay. tidak membalas walau dicaci maki tidak membalas ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.