English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 05 Oktober 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.

Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa beribadah dan...

Ibadah Doa Malang, 09 Juli 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2015 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Mei 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 18-21 => perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi
13:18. Maka kata Yesus:...

Ibadah Doa Malang, 07 Januari 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:5b-6
1:5 ... Bagi Dia, yang mengasihi...

Ibadah Raya Malang, 01 Januari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ada dua macam kegiatan di takhta Sorga:
Kegiatan/...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 29 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:38-41 tentang Yesus menyembuhkan ibu...

Ibadah Doa Malang, 08 September 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan ibadah doa puasa session III
Matius 24: 32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:26
9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan V, 25 April 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...

Ibadah Raya Malang, 17 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26 secara keseluruhan menunjuk pada buli-buli emas berisi manna, yakni kehidupan yang diubahkan menjadi sama sempurna seperti Yesus.

Matius 26:6-13 adalah tentang...

Ibadah Doa Malang, 29 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Wahyu 16:15
16:15 “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 17 Mei 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 11:7
11:7...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 02 Februari 2016 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:2
2:2 lalu mengandunglah ia dan...

Ibadah Doa Surabaya, 26 September 2012 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kunjungan Medan I, 29 Oktober 2013 (Selasa Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Alkitab dibuka dengan nikah yang jasmani antara Adam dan Hawa, yang sudah dihancurkan oleh setan sampai hari ini. Korban perang dunia pertama dan kedua bisa dihitung, tetapi korban nikah yang hancur tidak bisa dihitung oleh siapa pun juga. Tetapi kita bersyukur dengan adanya tema Wahyu 19:9, ini adalah nikah yang rohani, nikah yang sempurna. Tuhan sedang berupaya untuk merestorasi nikah yang sudah hancur di dunia untuk bisa mencapai nikah yang sempurna.

Perjamuan Kawin Anak Domba adalah pertemuan antara Yesus yang datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Laki-laki Surga, dengan sidang jemaat yang sempurna sebagai Mempelai Wanita Surga di awan-awan yang permai. Sesudah itu, kita akan masuk Wahyu 20, yaitu Kerajaan 1000 tahun damai, Firdaus yang akan datang. Sesudah itu, kita akan masuk Wahyu 21-22, yaitu Kerajaan Surga yang akan datang, Yerusalem Baru. Mempelai wanita akan duduk bersanding bersama Mempelai Pria Surga di tahta Surga untuk selamanya. 

Siapa yang boleh masuk Perjamuan Kawin Anak Domba sampai duduk bersanding dengan Yesus di tahta Surga untuk selamanya?
Wahyu 3:21
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Yaitu kehidupan yang menang bersama Yesus, yaitu menang atas suasana suam-suam rohani seperti Laodikia.

Ada 3 macam suasana suam-suam rohani, yaitu:
  1. Suasana tidak dingin dan tidak panas = suasana tanpa kasih Allah.
    Wahyu 3:14-17
    3:14 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
    3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
    3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
    3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,


    Tidak dingin = tidak sejuk = tidak ada damai sejahtera, yang ada hanya iri hati, kebencian tanpa alasan, dendam, gosip-gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya (terutama tentang keuangan).
    Tidak panas = tidak setia dan tidak berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, bahkan sampai meninggalkan ibadah pelayanan.
    Suasana tidak dingin dan tidak panas = suasana tanpa kasih Allah.

    Kita harus berhati-hati supaya gereja Tuhan jangan hanya menggembar-gemborkan kemakmuran jasmani untuk menutupi suasana tanpa kasih Allah. Akibatnya adalah banyak gereja Tuhan yang bangga saat diberkati, juga tinggalkan Tuhan saat tidak diberkati. Akibatnya adalah:
    • Dimuntahkan dari mulut Tuhan, artinya sesuatu yang tidak berguna bagi Tuhan dan sesama.
      Muntah juga menunjuk pada keadaan menjijikkan, yaitu hidup dalam dosa kenajisan. 
    • Keadaan rohaninya melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang, artinya hidup dalam suasana kutukan sampai kebinasaan.


  2. Suasana tidak kalah dan tidak menang = suasana tanpa firman Allah, tanpa firman pengajaran yang benar.
    Keluaran 32:17-19
    32:17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."
    32:18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."
    32:19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.


    Ini terjadi pada bangsa Israel di kaki gunung Sinai. Waktu itu Musa naik ke gunung Sinai dan berpuasa 40 hari 40 malam untuk mendapatkan 2 hal, yaitu:
    • Petunjuk dan perintah untuk membangun Kemah Suci Tabernakel [Keluaran 25].
      Tabernakel jasmani sudah hancur, yang ada sekarang adalah pengajaran Tabernakel yang intinya adalah melakukan kehendak Bapa.
    • Dua loh batu.
      Dua loh batu jasmani sudah hancur, yang ada sekarang adalah pengajaran Mempelai yang intinya adalah kasih Allah. 
    Jika digabungkan, ini menunjuk pada Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel.

    Pemberitaan firman dibagi dua oleh rasul Paulus:
    • Injil keselamatan/ Kabar Baik, yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa, lewat percaya, bertobat, dan babtisan air dan Roh Kudus, sehingga mendapatkan hidup baru dan selamat.
      Efesus 1:13
      1:13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    • Cahaya injil kemuliaan Kristus/ Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel, yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan di awan-awan permai sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan sidang jemaat untuk siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
      2 Korintus 4:3-4
      4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.


    Dulu, bangsa Israel menolak Musa sehingga mereka membangun lembu emas dan menari menyanyi. Sekarang, gereja Tuhan menolak Kabar Mempelai sehingga kering rohaninya, tidak ada kepuasan rohani. Ketidakpuasan ini ditutupi dengan nyanyian dan tarian yang bersuasana dunia. Akibatnya adalah:
    • Terjadi penyembahan berhala, artinya memilih perkara jasmani dengan mengorbankan Tuhan atau firman pengajaran yang benar.
    • Jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks dengan aneka ragamnya).


  3. Suasana tidak mati dan tidak bangkit = suasana tanpa Roh Kudus.
    Wahyu 13:1-3
    13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
    13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
    13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.


    Tidak mati = tidak mati terhadap hidup yang lama.
    Tidak bangkit = tidak bangkit dalam hidup baru.
    Jika digabung, tidak mati dan tidak bangkit artinya tidak mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani. Tetap menjadi manusia daging yang tidak mengalami mujizat terbesar. Mengapa terjadi demikian?
    • Gereja Tuhan hanya mengejar mujizat jasmani, menggembar-gemborkan perkara jasmani.
    • Menolak kuasa dalam ibadah, yaitu kuasa firman pengajaran yang benar.
      2 Timotius 3:1-5
      3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2 Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan menjadi (2)hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
      3:3 (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
      3:4 (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
      3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!


      Akibatnya adalah tetap mempertahankan 18 tabiat daging, dicap 666 oleh antikris. Ini seperti perempuan yang bungkuk 18 tahun di Bait Allah. 

Wahyu 3:18-20
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Jalan keluar supaya tidak suam rohani adalah Tuhan mengetuk pintu hati kita. Mengetuk itu satu langkah jaraknya. Tuhan mau mendekat pada kita, Tuhan mau menjamah hidup kita.
  1. Dengan tegoran.
    Wahyu 3:19
    3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

    2 Timotius 4:2
    4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Firman pengajaran yang benar berisi 3 hal:
    • Menyatakan apa yang salah, menunjuk dosa, supaya kita bisa sadar dan menyesali dosa, mengaku dosa pada Tuhan dan sesama. Kita diampuni dan tidak dihukum oleh Tuhan. 
    • Menegur, sehingga kita bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan. 
    • Menasehati, yaitu tuntunan tangan Tuhan supaya kita hidup benar dan hidup suci.
      Nasehat adalah jalan keluar dari segala masalah.
    Jika teguran firman pengajaran ditolak, maka Tuhan akan melanjutkan dengan hajaran.

  2. Dengan hajaran.
    Wahyu 3:19
    3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

    Hajaran adalah kasih Tuhan supaya kita kembali pada kesucian dan kita ditolong oleh Tuhan.

  3. Lewat Perjamuan Suci.
    1 Korintus 11:28
    11:28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.

    Lewat Perjamuan Suci, kita memeriksa diri sendiri. Kalau ada salah, kita mengaku dosa. Jika tidak ada salah, kita berdiam diri, sebab itu merupakan percikan darah, sengsara bersama Tuhan.

    Kalau kita menerima Perjamuan Suci dengan menguji diri, posisi kita adalah bersandar di dada Tuhan, dalam pelukan Tuhan.
    Yohanes 13:23
    13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Hati-hati, kalau tidak menguji diri dan mempertahankan dosa, maka akan menjadi seperti Yudas yang menyerahkan Yesus.

    Dalam pelukan Tuhan, Tuhan sedang mempedulikan dan memperhatikan kita. Tuhan mengerti segala keadaan kita sampai kedalaman hati.

Kalau Tuhan mau mengetuk kita, sikap kita adalah membuka pintu hati selebar-lebarnya, artinya:
  1. Tergembala dengan benar, seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.
    Kita harus selalu berada dalam kandang penggembalaan, jangan beredar-edar. Dalam Tabernakel, kandang penggembalaan adalah Ruangan Suci. Di dalamnya terdapat 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:
    • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah.
      Ini untuk membeli emas, yaitu iman yang sempurna bagaikan buli-buli emas berisi manna. 
    • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus.
      Ini untuk membeli minyak, yaitu urapan Roh Kudus yang membuat mata kita terbuka untuk melihat pekerjaan Tuhan. Kita bisa setia dan berkobar-kobar untuk melayani Tuhan.
    • Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan, persekutuan dengan Allah Bapa.
      Ini untuk membeli pakaian putih supaya kita tidak telanjang. Kasih Allah menutupi segala ketelanjangan. 
    Wahyu 3:18
    3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

    Jadi, dalam penggembalaan kita membeli kekayaan Surga supaya kita lepas dari suasana kutukan (melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang), lepas dari kepahitan dan kegoncangan dunia. Kita hidup dalam damai sejahtera dalam pelukan tangan Gembala Agung.

  2. Mengoreksi diri, membereskan segala sesuatu yang belum beres dalam hati, terutama dosa-dosa.
    Kalau dosa dibereskan, maka semua pasti akan beres.

  3. Menyerahkan hidup, menyerahkan ketakutan dan kekuatiran kepada Tuhan.
    Matius 6:27
    6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

    Kita bisa percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan dalam pelukan tangan Tuhan. Tuhan mempedulikan, mengerti, dan mau bergumul untuk kehidupan kita.
    Hasilnya:
    • Tangan kasih Tuhan sanggup mengangkat kita masuk Perjamuan Kawin Anak Domba.
      Wahyu 3:20
      3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

      Kita duduk makan bersama Tuhan. Tuhan sanggup memelihara kita, menolong kehidupan kita, dan memberikan masa depan yang indah dan bahagia, sampai masuk Perjamuan Kawin Anak Domba.

    • Tangan kemurahan Tuhan memberi kemenangan atas suam-suam rohani dan atas segala musuh, sehingga kita setia berkobar-kobar melayani Tuhan sampai duduk bersanding dengan Dia di tahta Tuhan selamanya.
      Wahyu 3:21
      3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top