Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Matius 26:36-46 adalah tentangGETSEMANI.

Matius 26:36, 40-41
26:36. Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Getsemani artinya tempat pemerasan.

Di Getsemani, Yesus mengalami pemerasan/sengsara daging tanpa dosa.
Di akhir zaman, Gereja Tuhan/tubuh Kristus juga akan mengalami sengsara daging tanpa dosa, yakni dalam wujud sengsara dalam ibadah-pelayanan, sengsara karena mempertahankan kebenaran, kesulitan-kesulitan di dunia, fitnahan, ketidakadilan, dsb.

Semuanya tidak bisa ditanggulangi dengan segala sesuatu dari dunia (kekayaan, kepandaian, kedudukan, dsb.), namun suasana Getsemani hanya bisa ditanggulangi dengan BERJAGA-JAGA dan BERDOA.

Di malam Natal ini, bagaimana kita berjaga-jaga dan berdoa?

Lukas 2:8-11
2:8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Kita berjaga-jaga dan berdoa seperti gembala-gembala berjaga di malam Natal.

Apa yang dijaga?
  • Gembala berjaga-jaga dan berdoauntuk mendapatkan Firman Penggembalaan, yakni makanan bagi domba-domba, serta menaikkan doa penyahutan demi keselamatan domba-domba.

Firman Penggembalaan= pembukaan rahasia Firman yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan dengan setia, terus-menerus, dan diulang-ulang, menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat, sehingga sidang jemaat bisa bertumbuh ke arah kedewasaan rohani.

Sifat domba memang memamah biak, domba-domba yang benar justru senang saat Firman diulang-ulang.

Lukas 2:15, 20
2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Firman Penggembalaan= Firman yang bisa didengar dan dilihat.
Artinya Firman menjadi wujud kenyataan, bukan sekedar teori.
Gembala-gembala melihat wujud bayi Yesus sebagai Juruselamat.

Bagaimana sikap sidang jemaat?
  • Sidang jemaat berjaga-jagadan berdoauntuk juga bisa mendengar dan melihat Firman Penggembalaan (makan Firman Penggembalaan), seperti yang dialami gembala.

Prosesnya:
  1. Mendengar Firman Penggembalaan dengan sungguh-sungguh dalam urapan Roh Kudus, sampai bisa mengerti (menikmati Firman Penggembalaan).
  2. Percaya/yakin pada Firman Penggembalaan sehingga menjadi iman di dalam hati.
  3. Mempraktekkan/melakukan Firman dalam kehidupan sehari-hari.

Maka, kita akan melihat wujud Yesus dalam 2 bentuk:
  1. Melihat wujud bayi Yesus sebagai Juruselamat.
    Artinya Firman Penggembalaan membawa orang berdosa kepada keselamatan.

    Yesus adalah satu-satunya manusia tidak berdosa yang bisa menyelamatkan manusia berdosa.

    Proses menerima keselamatan:
    • Percaya Yesus.
    • Bertobat.
    • Lahir baru dari air dan Roh (baptisan air dan baptisan Roh Kudus) sehingga kita menerima hidup baru/hidup Sorgawi, yakni hidup dalam kebenaran.
      Kebenaran = keselamatan. Tidak benar = tidak selamat.

  2. Wahyu 1:10, 12-13, 16
    1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
    1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
    1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
    1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

    Melihat wujud Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja atas segala raja, dan Mempelai Pria Sorga yang sempurna.

    Selain melihat wujud Yesus, kita juga bisa melihat wujud kita sendiri (sidang jemaat), yakni tujuh kaki dian dari emas = Gereja/sidang jemaat yang sempurna sama seperti Yesus.

    Sidang jemaat yang sempurna = perempuan dengan terang matahari, bulan, dan bintang = menjadi terang dunia.

    Wahyu 12:1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Ada 2 mujizat terbesar:
  • Natal = Allah lahir menjadi manusia dalam wujud Yesus.
    Mujizat ini dulu sudah terjadi di kandang Betlehem.

  • Natal kedua = kita, manusia berdosa, akan diubahkan menjadi sama mulia/sempurna seperti Allah, yakni menjadi tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita Sorga).
    Mujizat ini sedang terjadi di dalam penggembalaan.
Jadi, kandang penggembalaanadalah tempat untuk kita mengalami mujizat terbesar = tempat untuk menghapus segala kemustahilan.

Kegiatan dalam penggembalaan:
  1. Kegiatan dalam terang.

    Roma 13:11-14
    13:11. Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
    13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapandan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
    13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terangdan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

    Prakteknya:

    1. Menanggalkan perbuatan kegelapan/dosa, yakni:

      • Membuang dosa makan-minum: merokok, mabuk, judi, narkoba, dsb.

      • Membuang dosa percabulan: dosa kawin-mengawinkan, dosa seks dengan berbagai ragamnya, termasuk penyimpangan seks (homoseks dan lesbian), nikah yang salah (kawin-campur, kawin-cerai, kawin-mengawinkan), perselingkuhan, dsb.

      • Membuang segala iri hati dan perselisihan.
        Iri hati = tidak menghargai berkat, pemakaian, dan kemurahan Tuhan kepada kita.
        (Seberapa yang kita terima dari Tuhan, kita harus bersyukur, sebab kita semua menerima dengan sama.)

        Segala perselisihan harus diselesaikan lewat berdamai.
        Kalau ada perselisihan soal pengajaran, jalan keluarnya adalah kembali pada Alkitab.

    2. Mengenakan/bersalut Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.
      Prakteknya adalah ketekunan dalam kandang penggembalaan = 3 macam ibadah pokok (3 macam alat dalam Ruangan Suci Tabernakel).

      • Pelita Emas = ketekunan dalam Ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus (Kristus)dalam karunia-karuniaNya.
        Kita menerima karunia-karunia Roh Kudus sehingga pelita kita tetap menyala.
        Jika kita terus bertekun, maka suatu waktu menjadi mahkota 12 bintang di atas kepala (karunia yang sempurna).

      • Meja Roti Sajian = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Anak Allah (Yesus) dalam Firman dan korbanNya.
        Kita mengalami penebusan dan penyucian terus-menerus, sampai penebusan yang sempurna =bulan berwarna merah di bawah kaki mempelai.

      • Mezbah Dupa Emas = ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa (Tuhan) dalam kasihNya.
        Jika kita bertekun, maka suatu waktu menjadi terang matahari yang menyelubungi mempelai.

      Lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, segala kegelapan dibuang, sementara terang semakin bersinar.

      Bukti ada terang adalah KEJUJURAN, terang-terangan dalam perkara apapun.
      Jika "ya" katakan "ya" dan jika "tidak" katakan "tidak". Jangan ada "tetapi ..."!

      Amsal 15:8
      15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

      Doa orang jujur dikenan/dijawab Tuhan, berarti semua masalah diselesaikan.
      Mujizat Tuhan akan kita alami.

      Demikian kita bertekun dalam 3 macam ibadah pokok sampai menjadi terang dunia, kita menjadi sama sempurna seperti Yesus.


  2. Gereja Tuhan harus mengandung benih Firman Pengajaran yang benar.

    Wahyu 12:2
    12:2 Ia sedang mengandungdan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

    Yohanes 15:3
    15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Firman Pengajaran yang benar = Firman yang adalah perkataan Yesus sendiri = ayat yang satu menerangkan ayat lainnya dalam Alkitab.

    Firman yang adalah perkataan Yesus (ayat menerangkan ayat) memiliki kuasa untuk menyucikan kita.

    Syaratnyaadalah mengandung HANYA SATUbenih Firman Pengajaran benar.
    Kalau ada dua macam benih, kandungan pasti gugur.
    Sebab itu, jalan keluarnya adalah kita harus kembali ke Alkitab.

    Imamat 19:19
    19:19. Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

    Proses mengandung Firman Pengajaran benar:
    • Mendengar Firman.
    • Mengerti Firman.
    • Percaya/yakin pada Firman.
    • Praktek Firman.

    Firman Pengajaran benar akan bekerja menyucikan kita.

    Kisah Para Rasul 20:28, 32-35
    20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
    20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:34 Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
    20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    Tugas gembala dan penatua yang terutamaadalah menjaga agar hanya ada SATU BENIH Firman Pengajaran benar= menjaga agar kandungan jangan gugur.

    Firman Penggembalaan (Firman Pengajaran benar) adalah Firman kasih karunia, yang tidak bisa dipelajari dimanapun juga selain hanya di bawah kaki Yesus.

    Firman Penggembalaan menyucikan mulai dari dalam hati kita, yakni penyucian dari segala keinginan najis (mengarah pada dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan) dan keinginan jahat(terikat akan uang, membuat manusia menjadi kikir dan serakah).

    Kikir = tidak bisa memberi.
    Serakah = mengambil hak/milik orang lain lewat mencuri, korupsi, dsb.

    Hasil penyucianadalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.
    Kita memberi mulai dari memberi untuk pekerjaan Tuhan, memberi kepada sesama yang membutuhkan, sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan (seperti istri menyerahkan seluruh hidupnya kepada suami).

    Penyerahan terakhir adalah saat pesta kawin Anak Domba Allah, kita menyerahkan segenap hidup kita sebagai mempelai Tuhan. Kita akan mengalami kebahagiaan Sorga yang kekal.

  3. Mengeluh dan mengerang = menyembah Tuhan.

    Wahyu 12:2-4
    12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
    12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

    Keadaan Gereja Tuhan di akhir zaman (siapapun, dimanapun) adalah:

    • Seperti perempuan yang mengandung dan hendak melahirkan = lemah dan tak berdaya.

    • Menghadapi naga merah padam yang besar = menghadapi setan dengan berbagai kejahatan dan kenajisan, mau mempersulit dan membinasakan kita.

    • Dalam saat-saat hampir melahirkan = dalam puncak penderitaan.
      Tuhan mengizinkan penderitaan kita semakin berat, sampai memuncak dan tidak bisa lagi kita tanggung. Saat itu adalah "waktu sesaat", waktu terakhir yang sangat menentukan.

    Ada 2 kemungkinan:

    • Bersungut-sungut dan menolak Yesus = gugur = kehilangan segalanya, termasuk kehilangan keselamatan.

    • Tetap mengeluh dan mengerang kepada Tuhan = tetap menyembah Tuhan.
      Saat semua orang tidak bisa lagi menolong kita, di situlah kesempatan kita untuk mengeluh dan mengerang kepada Tuhan = hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan.

      Maka, di situ terjadi kelahiran anak = terjadi mujizat/pertolongan Tuhan secara jasmani, artinya:
      • Ada pemeliharaan dan kehidupan di tengah ketidakberdayaan kita.
      • Semua masalah diselesaikan, sampaipun yang sudah mustahil.
      • Ada sukacita dan kebahagiaan.

      Kelahiran anak = mujizat rohani, artinya terjadi kelahiran baru/keubahan hidup;
      • Ada kesabaran.
      • Kuat dan teguh hati.
      • Sampai kita menjadi seperti bayi Yesus yang tidak berdosa dan tidak bisa berbuat dosa lagi.
      Dosa adalah sumber ketakutan dan kekuatiran.
      Kalau dosa diselesaikan, berarti tidak ada lagi ketakutan ataupun kekuatiran.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 05 Februari 2017 (Minggu Siang)
    ... Juruselamat dan bertobat. Kalau imannya benar--dari dalam hati-- yaitu iman lewat mendengar firman--firman masuk dalam hati menjadi iman-- itu akan menjadi rem dan kita pasti bisa bertobat. Kalau iman hanya di mulut tidak bisa bertobat. Wahyu . Tetapi orang-orang penakut orang-orang yang tidak percaya orang-orang keji orang-orang pembunuh orang-orang sundal tukang-tukang sihir ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Oktober 2021 (Selasa Sore)
    ... baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Malaikat pertama adalah malaikat yang memberitakan Injil yang kekal kepada seluruh bangsa diterangkan pada Ibadah Raya Malang Oktober . Keluaran - . Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa ...
  • Ibadah Raya Malang, 15 Juli 2012 (Minggu Pagi)
    ... atas dosa. Kalau kita masih mempertahankan dosa itu sama dengan mengolok-olok Yesus. Memahkotai Yesus dengan mahkota duri. Sebenarnya mahkota Yesus sebagai Raja segala raja adalah pelangi mahkota kemuliaan. Memahkotai Yesus dengan mahkota duri sama dengan mengolok-olok kemuliaan Yesus sebagai Raja. Prakteknya adalah perbuatan dan perkataan memilukan Tuhan memedihkan hati orang tua ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 21 Desember 2014 (Minggu Sore)
    ... penyucian panca indera penyucian hati dan pikiran penyucian seluruh hidup kita. Makin disucikan makin nyata pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ayat - kegunaan kedua manna untuk hari Sabat hari perhentian damai sejahtera sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya Desember sampai Ibadah Doa Surabaya Desember . Pada hari keenam bangsa ...
  • Ibadah Doa Malang, 26 Maret 2020 (Kamis Sore)
    ... untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan masuk Firdaus dan Yerusalem baru. Mengapa Musa dan Elia yang dipakai oleh Tuhan menjadi saksi-Nya untuk menghadapi penyembahan antikris Karena Musa sudah punya pengalaman menghadapi bangsa Israel yang menyembah anak lembu emas dan Elia sudah mempunyai pengalaman menghadapi orang Israel yang menyembah ...
  • Ibadah Raya Malang, 07 Mei 2017 (Minggu Pagi)
    ... gulungan kitab yang termaterai Yesus sebagai singa dari suku Yehuda yaitu tunas Daud yang telah menang. Yesus sebagai Anak Domba yang telah disembelih sama dengan Yesus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan untuk melepaskan kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Jika Yesus tidak mati di kayu salib ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juli 2015 (Senin Sore)
    ... dahulu membenci Aku dari pada kamu. Isi dunia yang pertama kebencian sampai kebencian tanpa alasan. Kehidupan yang tersesat--disesatkan oleh dunia--ada kebencian baik dengan alasan maupun tanpa alasan. Kebencian yang pertama kali memang ada alasannya tetapi jika dipertahankan terus maka kebencian ini akan meningkat sampai kebencian tanpa alasan. Kalau menyimpan kebencian inilah tanda bahwa ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 21 Oktober 2015 (Rabu Sore)
    ... banyak hanya sarana tapi yang menentukan adalah tangan TUHAN. Bagaimana supaya bisa hidup di dalam tangan TUHAN Seringkali hamba TUHAN seenaknya berkhotbah Kita hidup di dalam tangan TUHAN. Padahal jangan-jangan hidup di dalam tangan setan. Seperti kesaksian saya dulu. Alkitab saya beri stiker di covernya bergambarkan tangan kemudian saya beri foto ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 27 Juni 2009 (Sabtu Sore)
    ... harus memantapkan dan meningkatkan keselamatan sampai mencapai kesempurnaan masuk Yerusalem Baru. Proses untuk mencapai pegunungan Yerusalem Baru Mendaki Gunung Joljuta menghargai korban Kristus. Praktik menghargai korban Kristus adalah merendahkan diri untuk mengaku dosa-dosa kita kepada Tuhan dan sesama karena dorongan firman dan urapan Roh Kudus. Meninggikan diri tidak mau mengaku dosa ...
  • Ibadah Doa Malang, 14 Januari 2014 (Selasa Sore)
    ... perjamuan kawin Anak Domba. Katanya lagi kepadaku Perkataan ini adalah benar perkataan-perkataan dari Allah. Kita akan terangkat di awan-awan yang permai dengan suara Haleluya untuk bertemu Yesus yang datang kedua kali masuk perjamuan kawin Anak Domba. Kita masuk ke dunia lewat nikah yang jasmani nanti kita akan keluar dari bumi ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.