Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Matius 25:1
"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

Ini menunjuk pada penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Laki-laki Sorga yang akan datang kembali kedua kali. Gereja Tuhan harus tampil sebagai gadis-gadis untuk dipersiapkan menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna, untuk menyongsong kedatangan Yesus kedua kali.

Kalau ini terjadi, maka gereja Tuhan akan terlepas dari dunia, untuk bertemu Yesus di awan-awan yang permai dan untuk masuk Kerajaan Sorga yang kekal.

Paskah artinya adalah kelepasan.
Dalam Perjanjian Lama, Paskah adalah kelepasan Israel dari Mesir menuju Kanaan.
Dalam Perjanjian Baru, Paskah adalah kelepasan gereja Tuhan dari dunia untuk bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai, sampai masuk Kerajaan Sorga yang kekal.
Paskah juga adalah memperingati kebangkitan Tuhan.
Jadi, Tuhan bangkit untuk mempersiapkan gereja Tuhan (gadis-gadis) menjadi mempelai wanita yang sempurna, untuk lepas dari dunia dan bertemu Yesus di awan-awan yang permai.
Memperingati Paskah bukan seremonial, tetapi untuk mendapatkan kuasa kebangkitan yang sanggup mempersiapkan kita menjadi mempelai wanita Tuhan yang akan terlepas dari dunia dan menyambut Yesus di awan-awan.

Yohanes 20:18
20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Maria Magdalena mengalami kuasa kebangkitan sehingga dia bisa melihat Yesus dalam tubuh kebangkitan, tubuh kemuliaan. Maria melihat mayat Yesus tidak ada lagi, tetapi dia melihat Yesus dalam tubuh kebangkitan.
Gereja Tuhan yang mengalami kuasa kebangkitan akan menjadi mempelai wanita Tuhan yang bisa memandang Yesus dalam tubuh kemuliaan di awan-awan yang permai, memandang Yesus muka dengan muka.

Untuk bisa menerima kuasa kebangkitan, maka kita harus mengalami pengalaman kebangkitan bersama Tuhan.Seperti Yesus harus mati dulu, baru Dia bisa bangkit. Seperti Maria Magdalena harus ke kubur dulu, baru dia bisa melihat Yesus yang bangkit. Kita tidak perlu datang ke kuburan Tuhan di Israel, tetapi kita harus mengalami pengalaman kematian bersama Yesus.

Praktek mengalami pengalaman kematian bukan tergantung kaya/ miskin, sebab banyak orang di luar Yesus yang tidur di kolong jembatan, tetapi dia tidak mengalami pengalaman kematian.
Praktek mengalami pengalaman kematian:
  1. Mati terhadap dosa, di manapun, dalam kapanpun, dalam situasi kondisi apa saja.

  2. Baptisan air.
    Roma 6:4.
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkanbersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Dalam baptisan air, kita mati bersama Yesus (istilahnya adalah kita 'dikuburkan' bersama Yesus) dan bangkit bersama Yesus untuk menerima hidup yang baru, yaitu jenis kehidupan Sorgawi, hidup dalam kebenaran di mana saja, kapan saja, dalam situasi kondisi apa saja.

  3. Rela sengsara daging bersama Yesus, rela sengsara daging tanpa dosa.
    Contohnya adalah sengsara karena setelah kuliah/ bekerja harus langsung beribadah melayani. Ini seperti Maria yang harus pagi-pagi pergi ke kubur Yesus, padahal lebih enak istirahat.
    Contoh lainnya adalah sengsara dalam pencobaan tanpa dosa, jangan putus asa dan jangan berbuat dosa. Contoh lainnya adalah sengsara karena difitnah.

Sikap terhadap pengalaman kematian:setia dan menikmati pengalaman kematian bersama Yesus.
Yohanes 20:10-12
20:10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.
20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Seringkali kita mau cepat-cepat lari dari pengalaman kematian seperti dua murid ini yang pulang ke rumah. Kita harus setia dan menikmati pengalaman kematian, sampai bisa mengaminkan perkataan Yesus 'berbahagia orang yang lapar', 'berbahagia orang yang dianiaya/ difitnah'. Jangan sampai dalam keadaan kekurangan malah tidak bisa menikmati, tetap membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mampu dibeli, sehingga terbelit hutang.

Kalau sudah bisa menikmati pengalaman kematian, berarti kita sudah bisa mendapatkan pengalaman kebangkitan.

Yohanes 20:10
20:10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.

Hati-hati, terutama Lempinel, jangan mau cepat-cepat keluar dari pengalaman kematian.
Kalau mau cepat keluar dari pengalaman kematian, akibatnya:
  • Mencari jalan sendiri yang di luar firman.
    Bagi kaum muda, kalau saudara menganggap bahwa belum punya pacar itu merupakan pengalaman kematian, jangan cepat-cepat mau keluar dari firman.
    Jalan sendiri yang di luar firman adalah jalan buntu, bahkan jalan kebinasaan.

  • Kecewa dan meninggalkan Tuhan.

Ingat! Pengalaman kematian bersama Tuhan hanya 3 hari, tetapi bangkitnya untuk selama-lamanya.
Memang dalam pengalaman kematian akan banyak tangisan [Yohanes 20:11], tetapi hanya 3 hari, dan setelah itu kita akan bahagia untuk selamanya. Jangan sampai mencari yang enak dulu, sebab nanti akan menangis. Lebih baik kita mencari pengalaman kematian lebih dulu, nanti kita akan berbahagia.

Yohanes 20:11-12
20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Tangisan kita dalam pengalaman kematian harus diarahkan pada tangisan yang benar, yaitu tangisan yang bernilai rohani, yaitu:
  1. Menangis supaya tidak terpisah dari Tuhan.
    Yohanes 20:13
    20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."

    Jangan sampai banyak menangis karena perkara jasmani yang tidak ada hubungan dengan Sorga, contohnya menangis karena tidak punya uang, karena kehilangan pacar.

    Menangis supaya tidak terpisah dari Tuhan = menangis supaya kita bisa setia dalam ibadah pelayanan.Inilah tangisan yang benar.
    Seringkali kita menangis kalau tidak diterima di perguruan tinggi dan berbahagia kalau diterima di perguruan tinggi. Bukan berarti ini tidak boleh, tetapi biar tangisan kita diubahkan sampai menangis supaya tidak terpisah dari Tuhan.

    Terpisah dari Tuhan hanya akan menimbulkan masalah dan kehancuran. Seperti saat Yesus di atas gunung dengan 3 murid, sementara murid yang lain di bawah gunung bertemu dengan orang yang sakit ayan. Ayan ini menunjuk pada masalah yang tidak pernah selesai, selalu kambuh.

    Saat-saat masalah bertambah, jangan sampai dibiarkan, tetapi biar kita tangisi ibadah pelayanan kita yang tidak setia. Maka Tuhan pasti akan membuka jalan.

  2. Menangis untuk mendapatkan pembukaan rahasia firman Allah.
    Wahyu 5:4-5
    5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
    5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

    Saya berusaha untuk bisa menerangkan firman dengan jelas, saya banyak mohon kepada Tuhan supaya diberikan pembukaan firman. Sidang jemaat juga harus banyak menangis untuk bisa mendengar dan mengerti firman.

    Pembukaan firman adalah firman yang mengena/ menunjuk keadaan kita, menunjuk dosa-dosa kita, sehingga kita bisa tertolong.

    Rasul Yohanes di Pulau Patmos tahu bahwa dia membutuhkan makanan. Tetapi dia tahu di atas semuanya dia membutuhkan firman, oleh sebab itu dia menangis untuk pembukaan firman.

    Yohanes 20:16,15
    20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
    20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."

    Firman yang dibukakan rahasianya dan mengenai keadaan kita adalah firman yang merupakan perkataan Yesus, sabda yang dibebankan Tuhan, itulah firman pengajaran yang benar.

    Saat firman yang dibukakan itu menunjuk keadaan kita, maka saat itu Tuhan sedang mengenal kita sedalam-dalamnya secara pribadi dan sedang memanggil kita (Kata Yesus kepadanya: "Maria!") untuk menolong kita.
    Sebaliknya, saat terkena firman kita juga sedang mengenal Tuhan sedalam-dalamnya secara pribadi (Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. ).

    Kalau tidak pernah terkena firman, itu berarti belum pernah dikenal Tuhan dan belum pernah mengenal Tuhan secara pribadi. Kalau tidak pernah terkena firman, itu sangat riskan, sebab berarti ia sedang terpisah dari Tuhan dan kering rohaninya, sampai terpisah selamanya. Kalau tidak pernah terkena firman, maka dosanya akan tertimbun dalam perut hati sampai suatu saat akan meledak, hancur dan binasa untuk selamanya.

    Kalau firman mengenai keadaan kita, bukan berarti Tuhan sedang memukul kita, tetapi Tuhan sedang mengenal keadaan kita sedalam-dalamnya, dan Tuhan akan menolong masalah kita. Kita juga sedang mengenal Tuhan sedalam-dalamnya dan bisa mempercayakan diri kepada Tuhan.

    Pembukaan firman Tuhan akan meningkatkan hubungan kita dengan Tuhan. Ada 3 tingkatan hubungan kita dengan Tuhan:
    1. Hubungan murid dengan Guru.
      Yohanes 20:16
      20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

      Praktek kita mengaku sebagai murid Tuhan dan Dia sebagai Guru kita adalah kita bisa mengerti dan menikmati firman pengajaran yang benar.
      Memang ada 2 macam pemberitaan firman, yaitu firman penginjilan (susu) dan firman pengajaran (makanan keras). Tetapi kalau hanya makan susu terus, maka tidak akan bisa menjadi mempelai.

      Kalau dalam pemberitaan firman pengajaran masih belum bisa menikmati, masih merasa lama, maka itu belum ada hubungan murid dengan Guru.

      Saat kita bisa mengerti dan menikmati firman, berarti kita memiliki telinga yang terbuka. Kalau telinga terbuka, maka mata akan terbuka dan bisa melihat Yesus.
      Mengapa kita sering tidak tertolong? Karena dalam pemberitaan firman seringkali ingin cepat pulang seperti murid-murid cepat pulang dari kubur.

      Amsal 20:12
      20:12. Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.

      Kehidupan yang memiliki telinga dan mata yang terbuka adalah kehidupan yang diciptakan khusus untuk menjadi saksi Tuhan. Orang yang bisa menikmati firman akan dipakai Tuhan untuk bisa bersaksi.

      Yohanes 20:18
      20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

      Kita sedang menghadapi dunia yang gelap, penuh kebencian dan penganiayaan. Ini semua hanya bisa dilawan dengan terang kesaksian. Maka kita akan mengalami naungan Tuhan dari segala kegelapan (kebencian sampai kebencian tanpa alasan, penganiayaan, dll).

      Yohanes 15:25,27
      15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
      15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

    2. Hubungan saudara.
      Yohanes 20:17
      20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."

      Matius 12:48-50
      12:48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"
      12:49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
      12:50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

      Kita akan menjadi saudara sedaging dengan Yesus kalau kita mempraktekkan firman pengajaran yang benar. Kalau kita praktek firman, maka firman akan mendarah daging dalam hidup kita, dan kita berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.

      Firman pengajaran yang dipegang teguh dan dipraktekkan akan menjadi hikmat dalam kehidupan kita. Naungan hikmat ini yang akan melindungi dan memelihara kita di tengah padang gurun dunia yang sulit.

      Pengkhotbah 7:11-12
      7:11. Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.
      7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

      Hanya naungan hikmat ini juga yang bisa melindungi kita di zaman antikris.

      Wahyu 13:18
      13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    3. Hubungan tubuh dan Kepala.
      Yohanes 20:17
      20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."

      1 Korintus 11:2-3
      11:2 Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
      11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

      Mulai dari dalam rumah tangga, kalau bisa menikmati sampai praktek firman pengajaran yang benar, maka akan ada hubungan tubuh (istri) dengan kepala (suami). Jangan sampai dibalik istri menjadi kepala. Ini akan menjadi nikah akrobat, tidak akan kuat lama berjalan.

      Yesus sebagai Kepala dan kita sebagai tubuhNya adalah hubungan mempelai. Hubungan paling erat antara tubuh dengan kepala adalah hubungan leher, yaitu doa penyembahan.
      Kalau penyembahan kering, kita harus melihat sikap kita terhadap firman. Kalau tidur saat firman tetapi menangis saat penyembahan, itu hanyalah emosi. Tetapi kalau kita mendengar firman dengan sungguh-sungguh sampai mempraktekkan, maka kita akan bisa menyembah Tuhan dalam keadaan apapun, susah/ bahagia/ sakit/ sehat.

      Hasil doa penyembahan:
      • Keubahan hidup dari manusia daging sampai menjadi manusia rohani seperti Yesus.
        Matius 17:1-2
        17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
        17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

        Mulai dari wajah diubahkan. Wajah ini adalah gambaran hati. Hati diubahkan menjadi hati yang taat dengar-dengaran, hati yang penuh kasih, maka wajah akan memancarkan kasih matahari.

        Pakaian menunjuk pada perkataan dan perbuatan yang diubahkan menjadi perkataan dan perbuatan baik.

        Kalau hati baik, perbuatan dan perkataan baik, maka Tuhan akan menjadikan semua baik.

      • Untuk menghadapi angin dan gelombang yang datang sekonyong-konyong, dalam waktu yang tidak bisa diduga.
        Matius 8:23-25
        8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
        8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
        8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."

        Menghadapi angin dan gelombang, kita hanya bisa menyembah Tuhan, percaya dan berserah sepenuh kepada Tuhan. Tuhan sudah mati di kayu salib untuk mengalahkan maut, dan Dia bangkit untuk bisa menolong kita.

        Ibrani 2:14,17-18
        2:14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
        2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
        2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapatmenolong mereka yang dicobai.

        Karena Tuhan sudah mati dan mengalahkan maut, maka Dia bisa bangkit dan mengulurkan tangan bagi kita, Dia dapat menolong kita dan akan tepat pada waktuNya.

        Jangankan di tengah gelombang, sampaipun sudah tenggelam seperti Yunus (3 hari), biar kita memeriksa diri sampai bisa menyembah Tuhan.

        Yunus 2:1-2,6-7
        2:1. Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,
        2:2 katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
        2:6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.
        2:7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

        Mungkin kita sudah tenggelam, jiwa sudah letih lesu, tetapi ada kematian dan kebangkitan Tuhan (3 hari). Ada kuasa kebangkitan Tuhan untuk mengangkat kita. Tangan belas kasihan Imam Besar akan diulurkan untuk mengangkat kita dari ketenggelaman sampai waktu Yesus datang kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan, diangkat di awan-awan dan hanya ada satu suara penyembahan 'HALELUYA'. Kita menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 18 Juli 2010 (Minggu Sore)
    ... . Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku Tuhan Tuhan bukankah kami bernubuat demi nama-Mu dan mengusir setan demi nama-Mu dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga . Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata Aku tidak pernah mengenal kamu Enyahlah dari pada-Ku kamu sekalian ...
  • Ibadah Raya Malang, 02 Januari 2011 (Minggu Pagi)
    ... sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan ketika Aku haus kamu tidak memberi Aku minum Lalu merekapun akan menjawab Dia katanya Tuhan bilamanakah kami melihat Engkau lapar atau haus atau sebagai orang asing atau telanjang atau sakit atau dalam penjara dan kami tidak ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Desember 2020 (Selasa Sore)
    ... perempuan itu supaya ia dihanyutkan sungai itu. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu lalu pergi memerangi keturunannya yang lain yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Dan ia tinggal berdiri ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 25 Agustus 2019 (Minggu Siang)
    ... mengatakan Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Artinya kalau hati sudah percaya kepada Yesus mulut kita tidak ragu untuk mengaku Yesus. Mengaku Yesus sama dengan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama sehingga darah Yesus mengampuni segala dosa kita. Inilah iman yang menyelamatkan yaitu sampai pada ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 November 2019 (Rabu Sore)
    ... permai. Ini yang disebut dengan kabar mempelai yang menampilkan Yesus sebagai Mempelai dan mempersiapkan kita untuk menjadi mempelai sama dengan ketujuh guruh yang memperdengarkan suaranya artinya firman pengajaran yang keras yang MENEGOR DAN MENASIHATI sidang jemaat sampai sempurna sama mulia dengan Yesus menjadi mempelai wanita sorga. Timotius . Beritakanlah firman siap ...
  • Ibadah Kunjungan di Palangkaraya I, 28 Juni 2016 (Selasa Sore)
    ... air sejuk bagi jiwa yang dahaga demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh. Injil keselamatan adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Bukti selamat adalah Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat. Bertobat berhenti berbuat dosa dan kembali kepada ...
  • Ibadah Raya Malang, 12 November 2017 (Minggu Pagi)
    ... Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah bagaikan permata yaspis jernih seperti kristal. Tuhan memberkati. IBADAH RAYASalam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Wahyu - Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Mei 2014 (Sabtu Sore)
    ... tidak sakit rohani melainkan sehat rohani sampai sempurna. Lukas - Perbuatan diasuh oleh Tuhan. Lukas - Akal diasuh oleh Tuhan. Lukas - Hati diasuh oleh Tuhan. Lukas - Perjalanan hidup diasuh oleh Tuhan. ad. . Lukas - Hati diasuh oleh Tuhan. Hati manusia yang sudah rusak harus diasuh dibimbing oleh Tuhan. Tuhan mengasuh hati kita ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Januari 2013 (Kamis Sore)
    ... ketakutan. Baik mati secara jasmani juga mati rohani. Contohnya adalah takut praktek firman sehingga lebih memilih melawan Tuhan. Kasih semakin bertambah-tambah sampai mencapai kasih yang sempurna. Malam ini kita pelajari yang kedua. Proses perkembangan kasih sampai menjadi kasih yang sempurna Kita menerima kasih mula-mula dari korban Kristus Halaman Tabernakel . Prosesnya Percaya iman kepada ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Oktober 2020 (Selasa Sore)
    ... dan berkata Akulah dia dan mereka akan menyesatkan banyak orang. . Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi tetapi itu belum kesudahannya. . Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.