Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 11:7-12
11:7.Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.
11:8. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut
Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.
11:9. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.
11:10. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.
11:11. Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.
11:12. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

Ayat 7-10: dua saksi dibunuh.
Ayat 11: dua saksi bangkit.
Ayat 12: dua saksi naik ke Sorga.

Menjelang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan, gereja Tuhan sudah harus menjadi saksi, bukan menyangkal. Menjadi saksi sama dengan bercahaya di tengah-tengah dunia yang gelap.

Mengapa? Karena kesaksian merupakan ciri utama dari gereja Pentakosta, yang diurapi dan dipenuhi Roh Kudus, mulai dari gereja hujan awal bersaksi sampai sekarang gereja hujan akhir lebih giat lagi.

Kisah Rasul 1:8

1:8.Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Kudi Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Oleh sebab itu, Tuhan mencurahkan kuasa Roh Kudus kepada kita, sehingga kita bisa menjadi saksi Tuhan yang benar.
Waspada! Ada saksi yang benar tetapi ada yang palsu, itulah antikris. Jangan terkecoh!

Saksi yang benar adalah seperti dua saksi, yang ditandai dengan tiga hal:
  1. Pengalaman kematian bersama Yesus (dua saksi dibunuh).
    Wahyu 11:7-10
    11:7. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.
    11:8. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.
    11:9. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.
    11:10. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

    Ini adalah pengalaman kematian yang benar, karena ada yang tidak benar, yaitu antikris yang luka parah tetapi sembuh.

  2. Pengalaman kebangkitan bersama Yesus, pengalaman kebangkitan yang benar.
    Wahyu 11:11
    11:11. Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkitdan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.

  3. Pengalaman kemuliaan bersama Yesus, pengalaman kemuliaan yang benar.
    Wahyu 11:12
    11:12. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

Dua saksi adalah saksi yang benar seperti Yesus. Buktinya pengalaman kematiannya benar, dan disaksikan oleh banyak orang.
Jika menolak pengalaman kematian, kebangkitan, dan kemuliaan bersama Yesus, kita akan menjadi saksi palsu, menjadi antikris yang akan dibinasakan selamanya.

Sebagai saksi yang benar bahkan sempurna, pengalaman kematian, kebangkitan, dan kemuliaan-Nya adalah benar.
Kesaksian Yesus diselesaikan dengan sempurna dengan perkataan: "Sudah genap!"

Tiga kali perkataan "Sudah genap"atau "Sudah selesai":
  1. Sudah genap dalam pengalaman kematian.
    Yohanes 19:30
    19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

    Yohanes 19:30 [terjemahan lama]
    19:30. Setelah Yesus mengecap cuka itu, maka kata-Nya, "Sudahlah genap!" Lalu Ia menundukkan kepala-Nya, serta menyerahkan roh-Nya.

    Di sini, kesaksian Yesus sebagai korban pendamaian/ korban penghapus dosa.
    2 Korintus 5:17-18
    5:17. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
    5:18. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah
    mendamaikan kita dengan diri-Nyadan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

    Yesus rela mati di kayu salib sebagai korban pendamaian untuk:
    • Menyelesaikan dosa-dosa dan menyelamatkan manusia berdosa.
    • Mendamaikan manusia berdosa.
    • Membaharui manusia berdosa.

    Jadi, pendamaian dengan pembaharuan adalah satu. Korban pendamaian ada kaitan dengan ciptaan baru .
    Kalau belum diperdamaikan, berarti masih manusia darah daging.

    Bagaimana korban Kristus bisa memperdamaikan dan membaharui manusia berdosa?
    Yohanes 19:31-34
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar
    darah dan air.

    Yesus sudah mati dengan empat luka utama (dua di tangan, dua di kaki) untuk menyelamatkan, memperdamaikan dan membaharui, bangsa Israel dari dosa-dosa, terutama dosa melanggar hukum Taurat. Ini merupakan kasih Tuhan kepada umat Israel.
    Bagaimana dengan bangsa kafir? Setelah Yesus mati, lambung-Nya ditikam dengan tombak sehingga mengeluarkan darah dan air untuk menyelamatkan bangsa kafir yang berdosa, memperdamaikan dan membaharui bangsa kafir. Ini adalah anugerah Tuhan kepada bangsa kafir.

    Luka kelima di lambung Yesus mengeluarkan darah dan air.
    Jadi, permulaan pendamaian dan pembaharuan manusia berdosa terutama bangsa kafir adalah lewat darah dan air yang keluar dari lambung Yesus:
    • Darah (mezbah korban bakaran) = percaya Yesus dan bertobat, berhenti berbuat dosa, dan kembali kepada Tuhan, mati terhadap dosa-dosa kekafiran, yaitu tabiat anjing dan babi.
      1. Anjing = perkataan sia-sia, gosip, fitnah, dusta.

      2. Babi = perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin-mengawinkan (percabulan, nikah yang salah, kawin campur, kawin cerai, sampai kawin-mengawinkan).

      3. Kekuatiran, harus dibaharui menjadi percaya kepada Tuhan.

      Kalau masih ada dosa-dosa ini, berarti belum percaya Yesus dan bertobat.

    • Air (kolam pembasuhan) = baptisan air yang benar, yaitu dibaptis menurut Alkitab dan kita dibaptis seperti Yesus dibaptis.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus, sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam urapan Roh Kudus.

      Roma 6:4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Semua alat ini berada di halaman Tabernakel.
    Matius 3:16
    3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpatiturun ke atas-Nya,

    Hidup baru/ hidup Sorgawi = masuk halaman Tabernakel, masuk halaman kerajaan Sorga, yaitu memiliki hati yang tulus seperti merpati/ bayi.

    Hati yang tulus artinya bisa membedakan dengan tegas antara yang benar dan tidak benar, antara baik dan jahat, terutama bisa membedakan makanan/ firman pengajaran yang benar dan tidak benar.

    Kalau bisa membedakan pengajaran yang benar dan tidak benar, pasti bisa membedakan tahbisan dan penyembahan yang benar dan tidak benar, sampai tegas membedakan semua yang benar dari pada yang tidak benar, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.
    Hidup dalam kebenaran sama dengan hidup dari iman, tidak berbuat dosa kepada Tuhan dan sesama, tidak merugikan sesama.

    Hasilnya:
    • Diberkati sampai ke anak cucu, dan menjadi berkat. Hati tulus adalah landasan yang kuat.

    • Damai sejahtera, bahagia, semua enak dan ringan.
      Bayi berada di dalam gendongan tangan Tuhan.
      Kalau ada kekuatiran, tidak bisa bahagia sekalipun ia kaya. Tetapi kalau hati damai, bisa bahagia baik kaya ataupun miskin.

  2. Sudah genap di Yerusalem baru.
    Wahyu 21:5-6
    21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "
    Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

    Wahyu 21:6[terjemahan lama]
    21:6. Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma.

    Ini adalah pengalaman kebangkitan dan kemuliaan Yesus.

    Yesus bangkit dan naik ke Sorga dalam kemuliaan. Ia dipermuliakan untuk membaharui kita sampai sempurna, sama mulia dengan Dia, sehingga kita layak untuk masuk Yerusalem baru.

    Bagaimana cara Yesus membaharui kita sampai pada kesempurnaan dengan kebangkitan dan kemuliaan-Nya?

    Yohanes 19:36
    19:36. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."

    Yohanes 19:36[terjemahan lama]
    19:36. Karena segala perkara itu telah jadi, supaya sampailah kata Alkitab itu: Sebilah tulang-Nya pun tiada akan dipatahkan.

    Yesus sudah mati di kayu salib, sehingga tidak ada tulang-Nya yang dipatahkan.
    Tidak ada tulang dipatahkan artinya utuh/ sempurna.

    Wahyu 21:5-6
    21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

    Tulang adalah kuasa kebangkitan, menunjuk pada Ruangan Suci.
    2 Raja-raja 13:21
    13:21. Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulangElisa, maka hiduplah iakembali dan bangun berdiri.

    Di mana kita mendapatkan kuasa kebangkitan? Suara Anak Allah, yaitu firman Allah yang dibukakan rahasianya, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab, firman pengajaran yang benar, Kabar Mempelai.

    Yohanes 5:24-25,28-29

    5:24. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
    5:25. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya,
    akan hidup.
    5:28. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
    5:29. dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

    Sekarang, kita yang mati karena dosa, bisa bangkit karena perkataan Yesus/ firman.

    Jadi, satu tulang tidak dipatahkan menunjuk pada kuasa kebangkitan dan kemuliaan oleh Kabar Mempelai yang sanggup untuk membaharui manusia daging yang berdosa (mati rohani) menjadi manusia rohani seperti Yesus, sampai sempurna seperti Dia.

    Apa yang dibaharui?
    • Keinginan daging.
      Galatia 5:16-17
      5:16. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
      5:17. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

      Keinginan daging adalah:
      1. Keinginan jahat = keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      2. Keinginan najis = dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
      3. Kepahitan hati = iri, benci.
      Ini semua yang mengakibatkan lima dosa utama, yang melawan luka Yesus yang kelima, sehingga tidak bisa diperdamaikan lagi.

      1 Petrus 2:1

      2:1. Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2)dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4)dan fitnah(5).

      Oleh karena itu, harus ditusuk dengan firman, sehingga keinginan daging disucikan dan dibaharui menjadi hanya ingin air susu yang murni dan rohani.

      1 Petrus 2:2

      2:2. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu inginakan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

      Air susu yang murni dan rohani = firman penggembalaan yang benar, firman pengajaran yang diulang-ulang.
      Selalu ingin akan air susu yang murni dan rohani = menikmati firman penggembalaan. Artinya mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala.
      Buktinya adalah menuntun kita untuk masuk ruangan suci atau kandang penggembalaan, yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (ibadah raya, ibadah pendalaman alkitab, dan ibadah doa).
      Ini sama dengan berjalan oleh roh.

    • Perbuatan daging.
      Galatia 5:19-21
      5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
      5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
      5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

      Kita disucikan dan dibaharui dari perbuatan daging, sehingga kita dipimpin oleh roh.
    • Tabiat daging.
      Galatia 5:24-26
      5:24. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
      5:25. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
      5:26. dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

      Jangan gila hormat, tetapi saling menghormati kepada orang yang lebih rendah. Ini sama dengan hidup oleh Roh Kudus.
      Jangan saling mendengki, tetapi saling mengasihi.
      Jangan saling menantang, tetapi berbuat baik bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Ayat 24 = kita terus dibaharui sampai pintu tirai terobek. Kita memenuhi ukuran Tuhan, yaitu daging tidak bersuara lagi.
      Ukurannya adalah menghasilkan sembilan buah roh.

      Galatia 5:22-23
      5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      Kasih, sukacita, damai sejahtera = gambar Allah Bapa (matahari).
      Kesabaran, kemurahan, kebaikan = gambar Anak Allah (bulan).
      Kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri = gambar Allah Roh Kudus (bintang).

      Kalau ada sembilan buah roh, pasti ada sembilan karunia Roh Kudus, sembilan jabatan Anak Allah, sembilan perbuatan kasih Allah Bapa. Kita diangkat menjadi imam dan raja yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi saksi Tuhan sampai garis akhir. Kita bersaksi, memuji Tuhan, dan menyembah Dia. Ini adalah mulut bayi. Kita menjadi rumah doa.

      Matius 21:16,15
      21:16. lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusuEngkau telah menyediakan puji-pujian?"
      21:15. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat
      mujizat-mujizatyang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,

      'bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu'= kehidupan yang tergembala.
      Kita menjadi rumah doa, dan Tuhan yang membela kita, dan mujizat jasmani pasti terjadi.

      Kalau ada sembilan buah roh, akan ada matahari, bulan, dan bintang. Kita memenuhi ukuran Tuhan dan kita ditampilkan sebagai mempelai wanita Sorga, perempuan dengan matahari, bulan, dan bintang.
      Wahyu 12:1
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulandi bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintangdi atas kepalanya.

      Wahyu 12:14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Kita disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata ular. Kalau tidak mau disucikan dan dibaharui oleh Kabar Mempelai, tidak mau digembalakan, ia akan ketinggalan pada zaman antikris karena dagingnya masih bersuara. Ia berjuang sampai menjadi bayi, mulutnya hanya menyembah Tuhan.

      1 Korintus 15: 51-52
      15:51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
      15:52. dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

      Yang mati dalam Yesus dan pada masa antikris, dan yang hidup dalam pembaharuan sampai Tuhan datang, akan diubahkan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna. Kita menjadi mempelai wanita Sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba. Semua sudah dibaharui.
      Kemudian masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru.

  1. Sudah genap penghukuman Tuhan di bumi, kiamat, sampai neraka selamanya.
    Wahyu 16:17-18
    16:17. Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
    16:18. Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.

    Siapa yang dihukum? Kehidupan yang menolak kematian, kebangkitan, dan kemuliaan. Kehidupan yang tidak mau diperdamaikan dan dibaharui, menolak Kabar Mempelai, tidak bertobat, menolak penggembalaan, tetap manusia daging yang berdosa.
    Kalau meninggal dunia, ia tidak dibangkitkan saat Tuhan datang kembali. Kalau hidup sampai Tuhan datang, ia akan mati terkena kiamat dan tidak dibangkitkan. Sesudah seribu tahun barulah mereka dibangkitkan untuk dihukum di neraka selamanya.

Zakharia 12:10-12
12:10. "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.
12:11. Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido.
12:12. Negeri itu akan meratap, setiap kaum keluarga tersendiri; kaum keluarga keturunan Daud tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga keturunan Natan tersendiri dan isteri mereka tersendiri;

Perjuangan kita sekarang adalah memandang lambung Yesus yang tertikam, yaitu bertobat, baptisan air. Kita hidup benar, biar semua menjadi enak dan ringan.
Kita berjuang secara pribadi, bersama keluarga supaya menjadi bayi yang tulus. Hidup mulai enak dan bahagia.

Kemudian, lanjutkan dengan tergembala dengan benar dan baik. Kita disucikan dan diubahkan oleh Kabar Mempelai yang diulang-ulang, sampai menghasilkan buah-buah roh, daging tidak bersuara lagi. Kita dipakai menjadi imam-imam, melayani Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita menjadi rumah doa, banyak menyembah Tuhan, sampai kita disingkrikan ke padang gurun, dan diangkat pada waktu Yesus datang kembali. Semua sudah baru, dan tinggal menunggu kerajaan seribu tahun damai, kemudian kita masuk Kerjaan Sorga.

Jangan keras hati dalam dosa, tetapi meratap karena dosa.
Perjuangan kita adalah menjadi bayi. Tuhan akan memperhatikan kita. Tuhan bergumul bagi bayi-bayi.

Yesaya 49:15-16
49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

1 Korintus 2:9
2:9. Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

'Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia' = menjadi bayi.
Semua akan disediakan oleh Tuhan.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juni 2021 (Selasa Sore)
    ... Kemah Allah Tabernakel Sorgawi di takhta Sorga Yerusalem Baru ini tempat kediaman terakhir. Jadi pengajaran Tabernakel membentuk kita menjadi tempat kediaman Tuhan di bumi untuk suatu waktu ditempatkan Tuhan di takhta Yerusalem Baru Kerajaan Sorga kekal selama-lamanya. Jadi pengajaran Tabernakel adalah tangga jalan dari bumi menuju ke Sorga. Antikris menghujat kemah kediaman-Nya ...
  • Ibadah Doa Malang, 07 Juli 2009 (Selasa Sore)
    ... Tuhan tetapi tidak memuaskan Tuhan tidak berkenan kepada Tuhan. Akibatnya adalah kering rohaninya hidup dalam kutukan sampai kebinasaan. Mengapa pohon ara sudah berdaun tetapi tidak berbuah Sebab tertanam di pinggir jalan tidak tergembala artinya beredar-edar tidak tekun dalam penggembalaan tidak taat tidak dengar-dengaran pada suara gembala lebih banyak mendengar suara asing. Seharusnya ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 April 2017 (Sabtu Sore)
    ... Rabi lihatlah pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering. Kehidupan Kristen yang kering bagaikan pohon ara yang kering sampai ke akar-akarnya. Manusia yang kering sampai ke akar-akarnya artinya hatinya kering dan seluruh hidupnya kering. Manusia yang kering sampai ke akar-akarnya bisa dideteksi dari lidahnya yang kering. Yakobus - Demikian juga ...
  • Ibadah Raya Malang, 30 Desember 2012 (Minggu Pagi)
    ... minggu itu pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Sinar kemuliaan menyinari hati yang gelap sehingga terjadi pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi ...
  • Ibadah Raya Malang, 15 Maret 2009 (Minggu Pagi)
    ... jemaat sampai sempurna sampai menjadi Mempelai Wanita. Gereja yang sempurna Pelita Emas yang bercahaya. Tugas dari gereja Tuhan yang bagaikan pelita yang bercahaya Bersaksi. Mengundang. Ad. . Bersaksi. Ada macam kesaksian Kisah Rasul tentang Injil Keselamatan atau firman penginjilan. Efesus . Firman penginjilan adalah firman yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib ...
  • Ibadah Doa Malang, 17 September 2013 (Selasa Sore)
    ... dengan Yesus di tahta Surga Yaitu kehidupan yang mengikut dan melayani Tuhan sampai garis akhir yaitu sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Yesus kedua kali. Atau kehidupan yang ditahbiskan oleh Tuhan. Jadi kehidupan yang melayani Tuhan mengalami penyertaan Tuhan. Tahbisan pelayanan tidak bisa dipisahkan dengan penyertaan Tuhan. Supaya bisa ditahbiskan dipakai ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 30 September 2015 (Rabu Sore)
    ... sikap kita apakah kita mau membuka pintu hati bagi TUHAN firman pengajaran yang benar--pedang firman--atau tidak Kalau mau menerima firman pengajaran benar--yang mampu menyucikan sekalipun sakit bagi daging--maka kita berada satu langkah satu hasta jaraknya dengan TUHAN satu jamahan tangan TUHAN satu denyut nadi jaraknya dengan TUHAN sehingga maut tidak ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Oktober 2017 (Rabu Sore)
    ... kali kita termasuk gembala-gembala biasa untuk tidak beribadah melayani Tuhan tidak setia dan tidak menyesal tidak merasa bersalah tidak merasa berbuat dosa kalau tidak beribadah melayani Tuhan. Ini kehidupan yang buta rohani lupa akan pengampunan dosa. Setelah itu sengaja tidak beribadah dan melayani Tuhan. Artinya Tidak beribadah dan melayani Tuhan dengan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 03 Oktober 2012 (Rabu Sore)
    ... lenan halus yang berkilau-kilauan pakaian mempelai. Ada tingkatan untuk menerima pakaian putih seperti salju yaitu Kita harus menerima pakaian keselamatan dan kebenaran. Proses untuk menerima pakaian keselamatan dan kebenaran adalah Percaya kepada Yesus bertobat baptisan air baptisan Roh Kudus. Percaya kepada Yesus. Seperti firman Tuhan lewat kita percaya kita akan diselamatkan . Bertobat yaitu ...
  • Ibadah Paskah Surabaya, 21 April 2019 (Minggu Siang)
    ... bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda yang sedang lari ke medan peperangan. Yang kelima 'dada mereka sama seperti baju zirah' dosa memiliki kekebalan artinya tidak tahu malu malah bangga. Keluarganya sudah malu tetapi dia tidak tahu malu. Yang keenam 'bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda' dosa memiliki ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.