Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Siaran tunda dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:1-8 terdiri dari 3 bagian:
  1. Wahyu 21:1, langit yang baru dan bumi yang baru.
  2. Wahyu 21:2-3, manusia baru.
  3. Wahyu 21:4-8, suasana baru.
    1. ayat 4, suasana tanpa maut
    2. ayat 5-6, suasana kepuasan Sorga
    3. ayat 7, suasana kemenangan
    4. ayat 8, suasana kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan.

ad. d. Suasana kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan.
Wahyu 21:8
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

Delapan dosa melawan suasana kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan.
Delapan dosa yang membawa manusia ke lautan api dan belerang:
  1. Penakut.
  2. Tidak percaya/ bimbang.
    No 1-2 melawan kebenaran.

  3. Keji.
  4. Pembunuh.
  5. Sundal/ cabul
  6. Tukang sihir
  7. Penyembah berhala.
    No 3-7 melawan kesucian.

  8. Dusta, melawan kesempurnaan.

Kita masih membahas penakut dan bimbang/ tidak percaya.
Penakut artinya takut pada sesuatu di dunia, sampai bimbang terhadap firman pengajaran yang benar, sampai menolak firman pengajaran yang benar.

Yakobus 1:6
1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

Takut dan bimbang = gelombang laut yang terbesar, yang sanggup menenggelamkan kita ke lautan api dan belerang, sampai binasa selamanya.

Yesaya 17:12
17:12 Wahai! Ributnya banyak bangsa-bangsa, mereka ribut seperti ombak laut menderu! Gaduhnya suku-suku bangsa, mereka gaduh seperti gaduhnya air yang hebat!

Gelombang laut = bangsa-bangsa, yaitu bangsa Kafir. Sebab di dunia hanya dikelompokkan dua bangsa, yaitu bangsa Israel dan bangsa Kafir.

Wahyu 17:1,15
17:1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:15 Lalu ia berkata kepadaku: “Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.


Jadi, orang penakut dan bimbang = gelombang laut = bangsa Kafir yang diduduki dan dikuasai oleh Babel pelacur besar.

Praktek sehari-hari bangsa Kafir yang dikuasai oleh Babel:
  1. Tidak setia sampai meninggalkan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan.
    Mazmur 137:1-4
    137:1 Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.
    137:2 Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.
    137:3 Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: “Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!”
    137:4 Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?

    Pohon gandarusa di tepi sungai Babel adalah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan keuntungan jasmani, sehingga selalu mengorbankan yang rohani untuk mendapat yang jasmani. Ini sama dengan diseret oleh Babel, dekat dengan Babel. Sehingga menjadi sangat lemah, kering, tersiksa, tidak pernah puas, terus mengomel, susah payah, sekalipun sudah memiliki kekayaan/ kedudukan/ kepandaian.

    Akibatnya adalah tidak setia sampai meninggalkan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan. Ini sama dengan menggantung kecapi.

    Matius 27:3-5
    27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
    27:4 dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”
    27:5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.


    Sampai menggantung diri seperti Yudas Iskariot.

    Galatia 3:13
    3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

    Menggantung diri artinya tidak menghargai korban Kristus yang sanggup melepaskan kita dari dosa, kutukan dosa, hukuman dosa.
    Yudas Iskariot tetap mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa, sehingga binasa selamanya.

    Saat mulai tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan, maka hidup akan mulai terkatung-katung, sampai binasa selamanya.

    Yesaya 44:3-4
    44:3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.
    44:4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.


    Oleh sebab itu, pohon gandarusa harus disirami oleh air kehidupan Roh Kudus = beribadah melayani dalam urapan Roh Kudus, bukan mencari sesuatu di dunia, bukan mengandalkan kepandaian, kekayaan, kedudukan, dll. Jika diurapi Roh Kudus, maka Roh Kudus akan memberikan karunia-karunia Roh Kudus, yaitu kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa melayani sesuai jabatan pelayanan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kembali kedua kali).

  2. Babel = rawa.
    Yesaya 14:22-23
    14:22 “Aku akan bangkit melawan mereka,” demikianlah firman TUHAN semesta alam, “Aku akan melenyapkan nama Babel dan sisanya, anak cucu dan anak cicitnya,” demikianlah firman TUHAN.
    14:23 “Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan,” demikianlah firman TUHAN semesta alam.


    Rawa hanya menerima air, tetapi tidak bisa mengalirkan. Sehingga hanya menjadi sumber penyakit, sumber bencana.
    Ini menunjuk hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang egois, hanya mementingkan kepentingan diri sendiri.

    Praktek hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang egois bagaikan rawa:
    • Hanya mau menerima berkat, tetapi tidak mau menjadi berkat bagi orang lain.
    • Tidak mau memberi dan tidak mau mengunjungi sesama yang membutuhkan = tidak mau masuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Sehingga aktif dalam pelayanan pembangunan Babel/ gereja palsu yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan.

    Matius 25:45-46
    25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
    25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”


    Segala sesuatu yang tidak kita lakukan, sementara sudah digerakkan oleh Tuhan lewat pemberitaan firman atau lewat melihat kenyataan yang ada, maka harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman.

    2 Timotius 3:1-5
    3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
    3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
    3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
    3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!


    Orang egois menolak kuasa ibadah, yaitu pedang firman pengajaran yang benar dan salib. Mereka tidak mau menyalibkan daging, sehingga terjadi kesukaran-kesukaran.
    Di mana ada pelayan Tuhan yang egois, maka semua akan menjadi sukar. Hidup menjadi sukar, nikah menjadi sukar, pelayanan menjadi sukar, bahkan mustahil. Terutama sukar untuk berubah dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Oleh sebab itu, jangan menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang egois. Biar kita menerima pedang firman dan salib. Keduanya sakit bagi daging, tetapi bisa mengubahkan hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, sampai sempurna seperti Yesus.
    Kalau hidup kita sudah diubahkan, maka tidak sulit untuk hidup di dunia. Tuhan sanggup melakukan mujizat dalam hidup kita.

    Yehezkiel 47:11
    47:11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.

    Babel = rawa = tempat timbunan garam.
    Kehidupan yang egois hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa, sampai binasa bersama Babel selamanya.

  3. Babel dikuasai oleh roh jahat, roh najis, dan roh pahit.
    Wahyu 18:2
    18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Roh jahat menunjuk ikatan akan uang, yang membuat kikir dan serakah.
    Roh najis menunjuk dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (nikah yang salah, percabulan, dll).
    Roh pahit menunjuk kebencian tanpa alasan, kebencian kepada orang benar, bahkan kebencian pada firman pengajaran yang benar.

Lukas 17:26-27
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.


Babel sudah menguasai manusia sejak jaman Nuh, sehingga manusia dimusnahkan dengan air bah.
Hanya Nuh yang mendapat kasih karunia Tuhan sehingga sekeluarganya bisa masuk bahtera Nuh. Satu orang yang mendapat kasih karunia, maka seluruh keluarga bisa mendapat kasih karunia Tuhan.

Kejadian 6:15-16
6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.

Bahtera Nuh terdiri dari 3 tingkat, menurut kehendak Allah [terjemahan lama]

Keluaran 25:10
25:10 “Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.

Tabernakel juga terdiri dari 3 ruangan, menurut kehendak Tuhan [terjemahan lama].

Jadi, bahtera Nuh sama dengan Tabernakel yang rohani.
Bangsa Kafir bisa bebas dari tabiat Babel jika masuk Tabernakel yang rohani.

Tiga ruangan dalam Tabernakel:
  1. Halaman Tabernakel, terdapat alat Kolam Pembasuhan. Sekarang menunjuk baptisan air yang benar.
    1 Petrus 3:20-21
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,


    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus. Sehingga keluar dari air bersama Yesus, dan Sorga terbuka. Kita mendapat hidup baru, yaitu pembaharuan hati nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik, yang diurapi Roh Kudus, yaitu hati yang tulus dan taat.

    Kejadian 6:5-6
    6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.


    Hati yang tulus dan taat adalah hati mempelai. Sehingga kita bisa membedakan apa yang benar dan tidak benar. Kita hanya melakukan kebenaran. Kita bisa bersaksi tentang kebenaran, bebas dari Babel. Kita menjadi senjata kebenaran.

  2. Ruangan Suci = kandang penggembalaan.
    Kisah Rasul 2:41-42
    2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


    Ada 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
    Dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal. Sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah. Kita dikhususkan oleh Tuhan.

    Imamat 21:12
    21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Setelah menjadi senjata kebenaran, imam dan raja, maka harus selalu berada dalam Ruangan Suci, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
    Sehingga kita mengalami penyucian terus-menerus. Kita hidup dalam kesucian dan mengalami urapan Roh Kudus di atas kepala. Artinya:
    • Pikiran kita diurapi Roh Kudus sehingga tidak disesatkan oleh ajaran palsu/ gosip.
    • Memikirkan perkara rohani lebih dari perkara di bumi, mengutamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Makin disucikan, makin diurapi, maka kita makin setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Kehidupan yang suci, diurapi, setia dan berkobar-kobar, sama dengan menjadi biji mata Tuhan sendiri, dikhusukan oleh Tuhan sehingga sebutir pasir tidak bisa mengganggu. Kita tetap hidup dalam damai sejahtera, semua enak dan ringan.

    Wahyu 17:14
    17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

    Wahyu 2:10
    2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

    Kita bisa setia sampai garis akhir, sampai mendapatkan mahkota mempelai.

  3. Ruangan Maha Suci, ada dua kali tujuh percikan darah.
    Inilah sengsara daging karena Yesus, untuk mengubahkan kita semua, untuk memberikan perhiasan rohani kepada kita.
    Perhiasan rohani = perhiasan mempelai.

    1 Petrus 3:3-6
    3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
    3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.


    Lemah lembut = kemampuan untuk menerima firman pengajaran sekeras apapun, untuk menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita. Kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakan.
    Pendiam / tenteram = banyak berdiam diri, koreksi diri oleh ketajaman pedang firman. Kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    Tunduk = taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Ini sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, terserah Tuhan.

    Kejadian 7:16
    7:16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.

    Maka tangan belas kasih Tuhan diulurkan untuk:
    • Menutup bahtera Nuh, artinya kuasa perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara jasmani di tengah kesulitan dunia sampai masa antikris berkuasa. Secara rohani, kita dilindungi dari dosa sampai puncaknya dosa, dari ajaran palsu. Kita tetap hidup benar dan murni. Kita tetap pegang teguh firman pengajaran yang benar.
      Air bah juga menunjuk masalah. Tangan Tuhan menutup pintu bahtera Nuh artinya menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Tangan Tuhan memelihara dan memberikan masa depan yang berhasil dan indah.

    • Memakai hidup kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan tubuh Kristus sampai sempurna.
      1 Tawarikh 28:20
      28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali dengan sorak-sorai "Haleluya".


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 06 April 2013 (Sabtu Sore)
    ... Eli Matius Karena Yusuf suaminya seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Sesudah bangun dari tidurnya Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya Yusuf adalah kehidupan yang beriman dan taat dengar-dengaran sehingga ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Februari 2022 (Selasa Sore)
    ... murni benih ilahi . Perjalanan hidup Tomas disalut dengan emas murni sehingga menjadi perjalanan iman sampai mendapat iman yang permanen dan sempurna buli-buli emas . Pandangan hidup Filipus disalut dengan emas murni sehingga memiliki pengharapan yang permanen tongkat Harun yang bertunas berbunga dan berbuah . Hati Yudas yang bukan Iskariot disalut dengan emas ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 November 2018 (Sabtu Sore)
    ... bekasnya. Oleh sebab itu harus ditebus oleh darah Yesus sampai kesempurnaan. Malam ini kita belajar tentang hujan secara rohani. Ada dua macam hujan rohani--kegerakan kalau orangnya sudah benar kegerakannya juga benar-- Kegerakan Roh Kudus hujan awal yaitu kegerakan di dalam Injil keselamatan kabar baik firman penginjilan. Efesus . Di dalam Dia kamu juga--karena ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 November 2016 (Senin Sore)
    ... dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Borok luka-luka--kekurangan orang lain. Justru bangsa kafir suka membicarakan kekurangan orang lain. Ini bagaikan anjing yang menjilat borok. Anjing menjilat darah Nabot. Nabot adalah kehidupan yang mempertahankan kebun anggur yang mau diganti dengan Ahab dan Izebel menjadi kebun ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 29 Juni 2013 (Sabtu Sore)
    ... akibatnya akan suam-suam juga dalam ibadah pelayanan dan dalam kehidupan rumah tangga seperti jemaat Laodikia yang suam-suam rohani. Wahyu - Aku tahu segala pekerjaanmu engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas Jadi karena engkau suam-suam kuku dan tidak dingin atau panas Aku akan memuntahkan engkau ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 14 April 2014 (Senin Sore)
    ... setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Setan hanya menunjukkan makanan yang jasmani. Roti ini terbuat dari gandum yang berasal dari rumput-rumputan seperti padi juga berasal dari rumput-rumputan . Jadi setan mengarahkan manusia untuk makan rumput supaya hidupnya seperti rumput yang kering dan dibakar. Tuhan tidak mau hidup manusia seperti ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 (Minggu Siang)
    ... bukan ' sama dengan kebimbangan terhadap pengajaran yang benar sampai satu waktu gugur dari iman firman pengajaran yang benar. Selama ini Hawa bahagia di taman Eden karena mendengar suara Tuhan tetapi mendadak ular berbicara dengan dia sehingga ia mulai bimbang terhadap pengajaran yang benar. Oleh sebab itu Tuhan berkata perhatikanlah cara kamu ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 10 Juni 2010 (Kamis Malam)
    ... Korban domba jantan pertama korban penyerahan diri sepenuh. Jika dosa sudah diperdamaikan akan dengan mudah menyerahkan diri sepenuh kepada Tuhan. Praktiknya adalah tunduk taat dengar-dengaran. Korban domba jantan kedua korban tahbisan. Korban domba jantan pertama korban penyerahan diri sepenuh. Kegunaan korban ini adalah untuk menghasilkan bau harum di hadapan Tuhan. Keluaran - Kemudian ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017 (Minggu Siang)
    ... Kata Kain kepada Habel adiknya Marilah kita pergi ke padang. Ketika mereka ada di padang tiba-tiba Kain memukul Habel adiknya itu lalu membunuh dia. Awalnya hati panas dan muka muram--tidak puas-- akhirnya berlanjut sampai pada perbuatan yaitu Kain memukul dan membunuh Habel. Lukas . Akan tetapi jikalau hamba itu jahat dan berkata ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2018 (Minggu Siang)
    ... berdoa tidak lagi menikmati ibadah tidak mau mendengar firman. Inilah kematian rohani yang akan membawa pada kematian kedua kebinasaan di neraka selama-lamanya. Ini pentingnya penggembalaan sampai di takhtapun tetap ada penggembalaan. Di sini pentingnya gembala--Tuhan sampai bertanya kepada Petrus Adakah engkau mengasihi Aku Gembalakanlah domba-Ku. --beri makan domba-domba-Ku. Gembala tidak bisa main-main. Tugas ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.