English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 27 November 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk tentang...

Ibadah Doa Malang, 10 April 2018 (Selasa Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Doa di Medan

Markus 14:37
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Juli 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".
Lukas 9:57
9:57...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Juni 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya...

Ibadah Raya Malang, 31 Maret 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang sangkakala yang kelima,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Mei 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 28 Februari 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Raya Malang, 02 Juni 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ........

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 April 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Raya Malang, 17 Maret 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 2:12
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Desember 2009 (Rabu Sore)
Matius 23: 43-44
Kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk dalam api penghukuman Tuhan. Disini, yang...

Ibadah Raya Malang, 14 Oktober 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalah kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8 dan 9 menunjuk pada dua loh...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Januari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29BINTANG BERJATUHAN
= Roh Kudus tidak bekerja lagi.
Roma 8: 26
= pekerjaan Roh Kudus yaitu...

Ibadah Raya Malang, 02 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Desember 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 01 Juni 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada pada tema di dalam kitab Wahyu 1: 17-20 (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014), tetapi kita masih membahas Wahyu 1: 17-18.

Wahyu 1: 17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut

Rasul Yohanes tersungkur di bawah kaki Tuhan = menyembah dengan hancur hati, sehingga mengalami jamahan tangan kanan Tuhan dan rasul Yohanes menerima tiga hal:

  1. 'Jangan takut!' = tidak ada lagi ketakutan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014).
  2. 'Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir' (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Mei 2014).

    "Yang Awal" adalah kasih mula-mula.
    "Yang Akhir" adalah kasih mempelai (puncaknya kasih). Jadi, "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir" = menerima kasih Allah.


  3. [ayat 18] 'Aku Yang Mati dan Yang Hidup' = menerima kuasa kemenangan atas maut (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 25 Mei 2014).

Malam ini, kita masih mempelajari bagian ketiga 'AKU YANG MATI DAN YANG HIDUP'.

'Aku Yang Mati' menunjuk Yesus yang mati di kayu salib.
'Aku Yang Hidup' menunjuk Yesus yang sudah bangkit.

"Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup" = Yesus mati, hidup dan bangkit untuk:

  1. mengalahkan maut/menang atas maut = memegang segala kunci kerajaan maut untuk menutup pintu kerajaan maut bagi kita semuanya (sebenarnya kita tidak perlu binasa).


  2. sekaligus Yesus juga memegang kunci kerajaan surga untuk membuka pintu kerajaan surga kepada kita semuanya (memberikan kunci kerajaan surga bagi kita).

Matius 16: 18-19
16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

"alam maut tidak akan menguasainya" = pintu kerajaan maut sudah dikunci oleh Tuhan, sehingga kita tidak perlu binasa.

"Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga" = Tuhan sudah membuka pintu kerajaan surga dengan kunci kerajaan surga dan memberikannya kepada kita (dulu diberikan kepada Petrus), supaya kita juga bisa membuka pintu surga dan hidup kekal untuk bersama Dia selama-lamanya.

Apa itu kunci kerajaan surga?
Kisah Para rasul 14: 22
14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara

"untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah" = ini berarti memiliki kunci.

Kunci kerajaan surga adalah mengalami sengsara daging tanpa dosa = sengsara daging bersama Yesus = SALIB = percikan darah. Kita tidak salah/berdosa, tetapi harus sengsara karena Yesus, misalnya: dalam ibadah seperti ini, kita sudah bekerja/kuliah dari Senin sampai Sabtu. Minggu semestinya hari libur untuk beristirahat, tetapi kita datang beribadah. Ini salah satu bentuk percikan darah dan inilah kunci kerajaan Surga.

Jika kita tidak berani masuk pintu rumah ibadah (karena capek atau alasan lainnya), maka terlalu sulit bagi kita untuk masuk pintu kerajaan surga. Biarlah kita sungguh-sungguh. Hari-hari ini, kita pegang kunci kerajaan Surga ini, yaitu salib.

1 Petrus 4: 12-14
4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

"Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus" = ini memang tidak masuk akal.

Mengapa Tuhan ijinkan kita mengalami salib/percikan darah? Supaya kita menerima kuasa Roh Kemuliaan (Roh Kudus). Dibalik salib ada Roh Kemuliaan. Ini juga merupakan kunci kerajaan Surga.

"Tadi, di dalam kesaksian disebutkan, bagaimana bisa diterangkan: orang yang menderita, tetapi malah bahagia. Mengapa kita bisa bersukacita di tengah penderitaan? Sebab ada Roh Kemuliaan ditengah-tengah kita."

Roh Kudus memberikan kebahagiaan bukan hanya seperti kita mempunyai uang, tetapi Roh Kudus bisa memberikan kebahagiaan, bahkan sampai menderitapun kita akan tetap bahagia. Inilah kebahagian surga.

Jadi, kunci kerajaan surga adalah Roh Kemuliaan (ROH KUDUS).
Supaya bisa masuk surga, kita harus mengalami salib dan menerima kuasa Roh Kudus.
Kesimpulan: kunci kerajaan surga adalah SALIB dan ROH KUDUS.

Hari-hari ini kita masih memperingati kenaikan Tuhan Yesus dan masih dalam suasana kenaikan Tuhan (ini berkaitan dengan memperingati kenaikan Tuhan Yesus).

Yesus harus mati, bangkit dan naik ke surga, salah satunya untuk mencurahkan Roh Kudus/Roh Kemuliaan kepada kita (memberikan kunci kerajaan surga kepada kita semuanya).

Kisah Para Rasul 1: 8-9
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

Mengapa kita membutuhkan kuasa Roh Kudus?
Sebab sehebat apapun manusia di dunia ini (mempunyai kekayaan, kepandaian dan kedudukan), kalau tanpa Roh Kudus, ia hanyalah manusia darah daging (tanah liat) yang hidupnya hanya menuruti keinginan dan hawa nafsu daging yang membinasakan.
Ini seperti tanah liat yang sehebat apapun pasti akan hancur, saat terbentur akan hancur dan tidak bisa dipertahankan.

Manusia tanpa Roh Kudus ini hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging.
Contoh: Raja Herodes ingin mengambil istrinya orang lain (sekalipun Raja Herodes bisa mencari wanita yang belum punya suami untuk dijadikan istrinya) atau jika menginginkan uang, maka melakukan korupsi dan sebagainya.

Praktik sehari-hari manusia darah daging tanpa Roh Kudus, antara lain:

  1. Kejadian 6: 5-6
    6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu
    memilukan hati-Nya.

    "dan hal itu memilukan hati-Nya" = tanpa Roh Kudus, manusia hanya memilukan Tuhan.

    Praktik manusia darah daging yang pertama: HATINYA cenderung jahat dan najis (hatinya daging)= hanya menghasilkan perbuatan-perbuatan jahat dan najis yang memilukan hati Tuhan.

    Perbuatan jahat (dosa kejahatan):
    1 Timotius 6: 7-10
    6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
    6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
    6:9
    Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
    6:10
    Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    "Tetapi mereka yang ingin kaya" = bukan mereka yang kaya. Orang kaya boleh, tetepi kalau ingin kaya, itu yang tidak boleh. Jadi keinginannya inilah yang tidak boleh.

    "menyimpang dari iman" = mencari uang dengan tidak benar.

    Dosa kejahatan yaitu cinta akan uang. Uangnya tidak salah, banyak uang boleh, tetapi yang tidak boleh adalah mencintai uang.

    Cinta akan uang, artinya uang yang berakar di dalam hati kita, sehingga iman, pengharapan dan kasih tidak berakar di dalam hati dan pribadi Yesus tidak ada di dalam hati.

    Akibat cinta akan uang:


    • kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan (ini yang dituntut oleh Tuhan "ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan"). Kikir ini tidak bisa memberi pada sesama, mulai dari nikah rumah tangga (tidak peduli lagi).


    • serakah= merampas milik orang lain, terutama milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).

      Jika berani mencuri milik Tuhan, ini benar-benar manusia jahat/manusia darah daging tanpa Roh Kudus. Jika sudah berani mencuri milk Tuhan, biasanya juga berani mencuri milik orang lain. Misalnya: korupsi atau hutang tidak bayar.


    Perbuatan najis (dosa kenajisan):


    • dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
    • dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya (percabulan), penyimpangan seks (homoseks, lesbian dan lain-lain).


    Dulu pada zaman Nuh, manusia melakukan dosa makan minum dan kawin mengawinkan, sampai ditenggelamkan air bah. Sekarang ini, kita bagaikan dikepung oleh air bah, artinya dosa makan minum dan kawin mengawinkan ada di mana-mana (bagaikan air bah yang sedang mengepung). Jika kita melakukan dosa ini, kita akan tenggelam dalam air bah dan binasa.

    Hati yang menghasilkan perbuatan jahat dan najis akan dihukum/dibinasakan oleh Tuhan:


    • jaman Nuh: dihukum dengan air bah (sudah terjadi).
    • jaman Lot: dihukum dengan api dari langit (sudah terjadi).
    • jaman akhir: dihukum bersama dunia dengan api dari langit sampai api neraka untuk selama-lamanya (akan terjadi).


    Jika tanpa Roh Kudus, orang yang pandai malah banyak yang melakukan korupsi, berbuat najis (di kampus banyak kenajisan baik mahasiswa, mahasiswi dan dosen).
    Kita harus waspada!


  2. Kejadian 6: 1-2
    6:1. Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
    6:2 maka
    anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

    "anak-anak Allah melihat" = pandangannya daging.
    "siapa saja yang disukai mereka" = seleranya daging.

    Praktik manusia darah daging yang kedua: PANDANGAN dan SELERANYA daging (tidak ada pertimbangan yang rohani), terutama dalam dua hal:


    • dalam hal nikah.
      Dalam hal nikah pandangannya daging saja, tidak ada pertimbangan rohani dan tidak peduli memenuhi firman atau tidak! Bahkan sampai hamba Tuhan juga seperti ini. Kaum muda juga perhatikan ini!

      Kesaksian:
      "Bapak Gembala kami dulu, Bapak Pendeta In Juwono sering kali menceritakan: 'hamba Tuhan ingin yang tinggi dan putih'. Kata Bapak Pendeta In Juwono 'yah... tiang listrik itu saja'."

      Dalam hal nikah juga harus ada ukuran rohaninya. "maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik" = yang dilihat bukan lagi imannya, tetapi kecantikannya, gantengnya dan sebagainya.

      Jika pandangan dan seleranya daging dalam nikah, akibatnya:


      1. kawin campur ("siapa saja yang disukai mereka"). Inilah yang ditentang dan dibenci oleh Tuhan.
      2. kawin cerai.
      3. kawin mengawinkan = setelah kawin lalu bercerai lalu kawin lagi dengan yang lain. Jika seperti ini berarti sudah "kumpul kebo/free seks" (sudah tidak ada lagi ikatan).

        Contoh: seperti perempuan Samaria sudah lima kali kawin cerai, sampai yang terakhir sudah bukan suaminya lagi.
        Hati-hati Kaum muda!

        Kesaksian:
        "Dulu, saya masih menjadi guru pada tahun 1980an, waktu itu baru muncul istilah "kumpul kebo" di Yogjakarta (daerah pelajar). Ada murid saya, kelas 1 SMA (masih kecil dan masih bergaul), lalu saya tanya sambil bergurau "kalau kamu bagaimana? kamu setuju yang mana, menikah yang sungguh atau kumpul kebo". Jawabannya adalah "kalau saya mau kumpul kebo, lebih enak Pak, tidak sulit". Setelah mendengar jawaban itu saya mau pingsan jadi guru (dia sebagai murid saya anggap seperti anak juga)."


      Kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan = nikah yang salah = nikah hujatan, sebab Tuhan menciptakan nikah yang benar, suci dan mulia (Adam dan Hawa), tetapi ditelanjangi/dihancurkan oleh setan. Tetapi, Tuhan masih berusaha untuk merestorasi nikah sampai dalam Kitab Wahyu yaitu nikah yang sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat. Jika nikah kita salah, maka itu nikah hujatan yang mengarah kepada babel.

      Kita harus berdoa sungguh-sungguh untuk nikah kita. Yang sudah menikah harus bergumul berdoa supaya nikah kita benar dan suci. Yang belum menikah juga bergumul, jangan mengikuti pandangan, selera dan pikiran daging (tidak ada pandangan rohani sedikitpun).


    • dalam hal ibadah.
      Pandangan dan selera daging dalam ibadah kepada Tuhan= yang penting sesuai dengan keinginan hawa nafsu daging (tidak ada nilai rohaninya). Kalau dalam ibadah mengikuti pandangan dan selera daging, akan menghasilkan ibadah yang campur baur antara perkara jasmani dan rohani (tadi seperti nikah yang campur baur antara terang dan gelap). Ibadah itu sebenarnya perkara rohani, tetapi dicampur dengan perkara jasmani.

      Ibadah yang campur baur yaitu


      1. dalam tata cara ibadah.
        Cara menyanyi, main musik, menyampaikan firman dan sebagainya, banyak dicampur dengan cara-cara duniawi (cara, suasana, dan kesukaan dari dunia masuk dalam gereja), tidak peduli memenuhi firman atau tidak, yang penting senang.

        Kita jaga, jangan sampai suasana dunia yang masuk, tetapi suasana surga. Yang membedakan suasana dunia atau surga di dalam ibadah kepada Tuhan adalah urapan Roh Kudus.

        Jika ada urapan Roh Kudus, selalu ada suasana surga (kesukaan surga) yang tertib dan teratur. Kalau kesukaan daging itu tidak tertib, tidak teratur dan tidak bisa dikendalikan (emosi atau perasaan daging). Urapan Roh Kudus lawan katanya adalah "urakan" (dalam bahasa Jawa).

        Demikian juga pada penyampaian firman Tuhan. Manusia ini hanyalah alat dan Tuhanlah yang berfirman. Coba bayangkan saja, bagaimana kalau Tuhan kita "urakan"?

        Kita mohon kepada Tuhan supaya jangan ada pandangan dan selera daging dalam hal nikah dan ibadah, melainkan harus dalam urapan Roh Kudus.


      2. dalam hal pengajaran firman Allah (makanan rohani).
        Seringkali pengajaran Firman Allah dicampur dengan lawakan, pengetahuan, ajaran lain, bahkan dicampur dengan agama lain (tidak mau yang murni).

        Banyak hamba Tuhan dianjurkan mempelajari agama lain (ini sudah penyimpangan dan pengkhianatan).

        Pengajaran (Firman Allah) menunjuk pada pribadi Tuhan. Jika kita mempelajari ajaran agama lain, itu berarti pribadinya ada dua. Yang penting adalah iman kita (satu saja). Tuhan bilang "Aku mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki saja", itulah Tuhan Yesus (satu pengajaran yang benar/Alkitab).

        Kalau mencampur adukkan Firman pengajaran yang benar dengan yang lain = kawin campur.

        Contoh: seperti Salomo. Salomo akhirnya kawin campur dengan orang Mesir.
        Akibatnya: jatuh dalam penyembahan berhala yang dibenci oleh Tuhan.


    Nikah dan ibadah ini merupakan rahasia besar. Mulai kitab Kejadian sampai dengan Wahyu, banyak rahasia. Tetapi dari seluruh rahasia itu yang menjadi rahasia besar dan agung cuma dua: rahasia nikah (Efesus) dan rahasia ibadah (Timotius).

    Nikah dan ibadah ini tidak bisa dipisahkan. Inilah yang mau dihancurkan oleh setan lewat manusia darah daging tanpa Roh Kudus.


  3. 2 Petrus 3: 3-6
    3:3. Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
    3:4 Kata mereka: "
    Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
    3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
    3:6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.


    Ayat 3-4 = terutama mengejek tentang firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus ke dua kali ('Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Dari dulu sama saja'). Ini berarti juga mengejek tentang penghukuman ('mana ada hukuman?').
    Contoh: berkata bahwa berbuat dosa malah makmur, korupsi malah uang tambah banyak, mana penghukuman? inilah manusia daging.
    Jika orang Kristen sampai gegini, ini sudah gawat dan menjadi pengejek-pengejek.

    Praktik manusia darah daging yang ketiga: MULUTNYA hanya untuk mengejek firman Allah (mulutnya daging), terutama firman yang memberitakan kedatangan Yesus yang ke dua kali di awan yang permai =


    • Firman yang memberitakan kesucian dan kesempurnaan.
    • Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/firman pengajaran.
    • Firman yang memberitakan penghukuman Tuhan atas dunia yang akan datang sampai neraka selamanya.


    Contoh mengejek firman pengajaran: firmannya terlalu lama, terlalu keras dan sebagainya.

    Dulu, pada zaman Lot ada malaikat datang dan berkata kepada Lot "beritakan penghukuman Sodom dan Gomora pada sanak saudaramu dan calon menantumu". Saat Lot memberitakan hal ini kepada calon menantunya, Lot mendapat ejekan (dianggap berolok-olok).

    Ini yang sering terjadi. Kalau ada firman menunjuk dosa dan penghukuman Tuhan, sering diejek. Contoh: "aku yang berbuat dosa enak hidupnya, itu orang yang suci melarat hidupnya".

    Selain untuk mengejek firman (Tuhan), mulut juga untuk memecah belah sesama. Itulah manusia darah daging.

    Yudas 1: 17-19
    1:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
    1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan
    tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
    1:19
    Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

    Jadi, mulut manusia darah daging hanya untuk memecah belah tubuh Kristus lewat berdusta, memfitnah (yang benar jadi salah, yang salah jadi benar) dan gosip.

    Kesaksian:
    "Tadi pagi, saya terharu juga mendengar kesaksian di Malang. Seorang bersaksi tentang bergosip dan dia mengaku di depan jemaat. Ini betul-betul terjadi, gosip-gosip yang tidak baik."

    Sumbernya gosip adalah keinginan daging yang tidak sesuai dengan firman (ditolak oleh orang tua atau oleh gembala).
    Jika semuanya sesuai dengan firman, tidak akan ada gosip dan yang ada hanyalah kebenaran.

    Orang yang mempunyai keinginan tetapi tidak sesuai dengan firman, namun tetap memaksakan diri, itulah yang nantinya menjadi gosip, pertengkaran, firnah, dusta dan sebagainya.
    Kalau sudah memaksakan sesuatu yang tidak sesuai Firman, pasti akan berdusta. Setelah itu mulai gosip dan fitnah.

    Kaum muda hati-hati terutama soal jodoh! Jika orang tua (termasuk gembala) menolak/menentang karena tidak sesuai firman (pertimbangan rohani), itu yang baik.
    Jika orang tua tidak menolak yang tidak sesuai dengan firman, itu yang jahat (menjerumuskan kita).

    Jika semuanya kembali pada firman, maka tidak akan terjadi pertengkaran, gosip dan fitnah.

1 Korintus 15: 50

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Manusia darah daging tanpa Roh Kudus (hatinya daging, pandangan, seleranya, dan mulutnya daging) tidak mewarisi kerajaan Allah (tidak bisa masuk kerajaan surga = tidak punya kunci kerajaan surga). Oleh sebab itu, kita semuanya MUTLAK membutuhkan Roh Kudus.
Malam ini banyak kebutuhan kita, tetapi semuanya sudah teracakup di dalam Roh Kudus. Roh Kudus ini kunci kerajaan surga. Jika pintu surga saja bisa dibukakan, apalagi cuma pintu-pintu di dunia ini, pasti semuanya akan terbuka.

Tuhan naik ke surga dan berjanji "kamu nanti akan menerima Roh Kudus". Kita ikuti syarat dari Tuhan supaya bisa dipenuhi oleh Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 1: 4-5

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

"Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem" = waktu itu Roh Kudus dicurahkan di loteng Yerusalem (Yerusalem secara jasmani di Timur Tengah). Kalau meninggalkan Yerusalem, berarti tidak akan mendapatkan Roh Kudus.

Syarat untuk menerima curahan/baptisan Roh Kudus adalah kita harus tinggal di Yerusalem. Ini bukan berarti kita semuanya harus pergi ke Yerusalem, tetapi ini dalam arti yang rohani.

"Hal ini banyak yang salah diartikan. Saya pernah mendengar seorang hamba Tuhan "Om, tadi malam ada orang dari Yerusalem", katanya: "saya baru dari Yerusalem, ini ada urapan yang masih hangat, siapa yang mau minta?". Jika seperti ini, orang yang miskin yang tidak bisa ke Yerusalem, tidak ada urapan. Ini bukan seperti itu. Sekarang ini Yerusalem dalam arti yang rohani."

Pengertian rohani Yerusalem:

  1. Yerusalem adalah kota damai artinya kita harus menjaga dan memiliki hati yang damai sejahtera. Hati yang damai sejahtera ini tempatnya Roh Kudus.

    "Jika kita pergi ke Yerusalem bayar 20-30 juta, lalu mendapat urapan Roh Kudus, ini berarti Roh Kudus bisa dibeli dengan uang. Jika seperti ini akan celaka, seperti dalam Alkitab "ada tukang sihir mau beli karunia Roh Kudus dan celaka"."

    Hati damai sejahtera artinya
    tidak ada kepahitan, kebencian, kekuatiran, kejahatan dan kenajisan.


  2. Kota Yerusalem = kota terang (Yerusalem baru tidak ada lagi matahari dalam Wahyu 21-22), artinya harus memiliki hati yang jujur.

    Kejujuran itu dimulai dari:


    • jujur soal Tuhan (pengajaran) "jika benar katakan benar dan diterima, jika salah katakan salah dan ditolak".
      Benar dan salah jangan dicampur.
      Seperti makanan yang sudah diberi racun, pasti akan sulit untuk memisahkan antara makanan dengan racunnya. Makanan dan racun akan tertelan juga. Kita harus tegas!


    • jujur dalam hal nikah dan keuangan (Ibrani 13).

      Berkat Tuhan yang kita terima didalamnya ada:


      1. milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus) yang harus kita kembalikan. Jika tidak dikembalikan, akan menjadi serakah.
      2. milik sesama yang membutuhkan harus dikembalikan. Jika tidak dikembalikan, akan kikir.


      3. milik kita yang merupakan kepercayaan Tuhan. Ini juga dijaga supaya jangan boros. Jika kita boros, nanti tidak akan dipercaya lagi oleh Tuhan.

        "Tadi saya cerita juga di Malang. Kami hamba Tuhan seringkali salah. Kalau ada hamba Tuhan menabung (sudah diberkati, sudah dikembalikan dan diberikan, tetapi masih ada sisanya), dikatakan "tidak beriman karena menabung". Yang tidak menabung, saat membangun gereja, membeli gereja, hutang sana sini, lalu berkata "luar biasa, toko-toko memberi saya hutang untuk gereja". Kalau menabung dibilang salah, kalau berhutang dibilang luar biasa dan kemurahan Tuhan. Yang mana yang benar ini? Seringkali kita ini kebenaran sendiri.

        Kalau saya ada sisa uang, akan saya tabung. Kalau dipanggil ke Australia, kemana-mana, bayar sendiri. Kalau gereja membutuhkan sesuatu bisa membayar dan tidak usah hutang. Jemaat yang mau menyumbang bisa dilibatkan juga. Kalau ada tabungan bayar semua, selesai semuanya dan tidak ada hutang untuk rumah Tuhan.
        "


      Kalau kita kikir, serakah, boros, itu berarti tidak jujur. Mari kita belajar menggunakan kepercayaan Tuhan sebaik-baiknya.

      Kesaksian:
      "Saya mau bersaksi, anak saya Markus dari TK sampai sekarang (SMA), selalu bawa makanan sendiri dari rumah ke sekolah, tidak pernah jajan di kantin. Sampai ada orang melihat "kasihan dia ya". Ini tidak apa-apa, orang merasa kasihan, tetapi dia bahagia. Saya bilang 'jangan malu Markus, makan saja di kelas'. Teman-temannya juga tahu kalau Markus bawa makanan dari rumah sejak dari TK.


    • jujur dalam mengaku dosa.
      Kalau kita salah, harus mengaku dosa, itu ada Roh Kudus. Kita jujur mengaku tidak mampu dan hanya tanah liat (disitulah tempatnya Roh Kudus).


  3. Yerusalem adalah kota setia.
    Zakharia 8: 3
    8:3 Beginilah firman TUHAN: Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus.

    "Yerusalem akan disebut Kota Setia" artinya


    • kita harus setia/tekun dalam ibadah pelayanan.
      Jika tidak setia seperti Yudas, akan hilang pelayanan (tidak ada Roh Kudus), malah perutnya robek, dagingnya yang didalam kelihatan semuanya (busuk).


    • setia/tekun dalam berdoa menyembah Tuhan.
      Waktu Yesus naik ke surga, murid-murid bertekun di dalam doa selama 10 hari, lalu terjadi pencurahan Roh Kudus.
      Mari kita menunggu juga pencurahan Roh Kudus dari Tuhan dengan setia/tekun.

Kisah Para Rasul 2: 1-4
2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Praktik pencurahan Roh Kudus adalah
Roh Kudus dicurahkan seperti lidah-lidah api, untuk:

  • menyentuh dan membakar perut hati yang kotor.
    Dalam kebaktian kepenuhan Roh Kudus ada orang yang tidak kuat berdiri karena perutnya sakit. Ini sudah benar. Seharusnya harus ditahan sedikit, sebab perut hati yang kotor sedang dikocak/dibakar.
    Jika kita tahan dan menyerah, maka perut hati yang kotor akan terus dibakar. Jika perut hati sudah bersih, Roh Kudus akan naik ke atas sampai lidah.


  • menyentuh dan membakar lidah kita, sehingga kita bisa berbahasa Roh seperti yang diajarkan Roh Kudus (bukan diajarkan orang).

    Jika menirukan bahasa Roh, ini berarti palsu. Dalam kitab Keluaran 30, dulu membuat campuran rempah dan minyak, jika ditiru menjadi palsu.

    Kalau kita bisa berbahasa Roh dalam menyembah Tuhan, maka Roh Kudus tetap menyala-nyala di dalam kehidupan kita. Jadi, setiap penyembahan kita mohon kepada Tuhan agar diajarkan berbahasa Roh dan dilatih terus berbahasa Roh, tetapi tidak usah berteriak-teriak, melainkan sewajarnya saja.

    Kalau sampai ada yang terjengkang-jengkang (Saul sampai telanjang), itu karena dagingnya melawan (bukan bagus). Di loteng Yerusalem tidak ditulis Rasul Petrus sampai terjengkang.

    Kesaksian:
    "Saya juga pernah mengalaminya waktu mau perjamuan suci, dulu masih saya remaja SMP/SMU. Lidah ini tidak mau dikendalikan "saya mau bilang Haleluya", tetapi tidak bisa, akhirnya saya paksa "Haleluya, Haleluya" sampai saya mau terjengkang. Lalu Pendeta saya bilang "lain kali kalau lidah mau bicara sendiri, diikuti saja". Lalu tidak lama, saat saya doa pagi, duduk, lalu bisa berbahasa Roh."

    Jadi jika sampai terjengkang-jengkang, ini tidak bagus, sebab dagingnya masih kuat (jangan-jangan Roh Kudus yang masuk, tetapi malah roh daging yang masuk). Roh Kudus itu tertib dan teratur.

    Kalau dulu, memang pakai minyak urapan. Seperti Raja Saul, Raja Daud dan imam-imam diurapi dengan minyak (dalam perjanjian lama). Setelah loteng Yerusalem, sudah tidak memakai minyak lagi, sebab sudah digenapkan dengan pencurahan Roh Kudus dari surga. Kita jangan ditipu dan harus baca Alkitab!, karena ada yang menjual minyak urapan (Roh Kudus dijual).

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Roma 8: 13
    8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    "jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati" = jika melakukan perbuatan jahat dan najis, akan mati.

    Kegunaan pertama: Roh Kudus mematikan perbuatan-perbuatan daging = perbuatan jahat dan najis yang membinasakan dimatikan oleh Roh Kudus, sehingga kita bisa hidup benar, suci dan berkenan kepada Tuhan (bukan memilukan Tuhan).
    Kalau daging, sekalipun kaya dan pandai, tetap jahat dan najis. Sebab itu, kita perlu Roh Kudus.

    Mungkin kita didesak oleh pikiran jahat dan najis, perbuatan jahat dan najis (dosa percabulan lewat apa saja), malam ini kita mohon agar Roh Kudus mematikan semuanya.


  2. Ayub 32: 8
    32:8 Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.

    "nafas Yang Mahakuasa" = Roh Kudus.

    Kegunaan kedua: Roh Kudus memberikan kita akal budi ("pengertian").
    Inilah kelebihan kita dari ciptaan Tuhan lainnya (binatang).

    Binatang memiliki tubuh dan jiwa (daging dan darah), tetapi tidak punya roh. Manusia memiliki tubuh, jiwa dan roh (akal budi/pengertian). Inilah yang punya pandangan rohani.

    Pandangan dan selera binatang cuma daging (mengikuti naluri):


    • saat lapar, tidak peduli lagi, anaknya bisa dimakan (tidak ada nilai kekeluargaan, apalagi nilai rohani).
    • kalau binatang musim kawin, tidak peduli dengan siapa saja akan kawin (dengan induknya atau anaknya).


    Jika Roh Kudus menguasai kita, maka kita mempunyai akal budi, sehingga kita tidak mengikuti pandangan-selera daging, tetapi mengikuti pandangan yang rohani (yang berkenan kepada Tuhan).
    Mau beribadah atau menikah, pandangannya adalah yang rohani (sesuai dengan kehendak Tuhan).


  3. Titus 3: 5
    3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Kegunaan ketiga: Roh Kudus membaharui, mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Inilah mujizat rohani terbesar yang tidak bisa dilakukan oleh setan.

    Kalau setan, sekali najis tetap najis, dusta tetap dusta (tidak bisa bertobat). Kalau sakit menjadi sembuh, miskin menjadi kaya, setan bisa.

    Efesus 4: 24-25
    4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25 Karena itu
    buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

    Manusia baru dimulai dari mulut yang diubahkan yaitu mulut tidak ada dusta, fitnah, tidak mengejek firman (Tuhan), tetapi kita berkata benar (sesuai firman Allah) dan baik (menjadi berkat bagi orang lain).

    Jika kita berkata benar dan baik terus, maka akan terjadi mujizat jasmani. Dalam Surat Petrus "kalau kamu mau melihat hari-hari yang baik, jaga mulut yang baik".
    Jadi mulut ini menentukan, apakah kita mengalami mujizat atau semakin parah!

    Kalau mulut sudah benar dan baik, akan terjadi mujizat jasmani yaitu pertolongan Tuhan dari yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Sampai satu waktu jika Yesus datang kembali ke dua kali, terjadi mujizat yang terakhir yaitu kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, tidak salah lagi dalam berkata-kata dan kita hanya menyembah Dia "Haleluya" untuk menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai. Kita bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.

Biarlah Roh Kudus yang bekerja supaya terjadi mujizat dalam kehidupan kita.
Yang jahat dan najis harus dimatikan, sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Pandangan dan selera daging dimatikan, sehingga kita memakai akal budi (pandangan yang rohani/selera-Nya Tuhan).
Yang terakhir, mulut juga berubah. Tidak ada fitnah dan lain-lain, sehingga mujizat jasmani terjadi sampai satu waktu mujizat terakhir terjadi (kita diubahkan jadi sama dengan Tuhan).

Banyak kebutuhan kita, tetapi semua sudah tercakup di dalam ROH KUDUS. Biarlah malam hari ini Roh Kudus dicurahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top