Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 16:10-11
16:10 Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan,
16:11 dan mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.

Wahyu 16:10-11 adalah penumpahan cawan murka kelima ke atas takhta binatang sehingga menjadi gelap.
Kegelapan (gelap gulita) bisa terjadi secara jasmani, artinya tidak mendapatkan sinar matahari, bulan, dan bintang, ataupun sinar lampu.
Kegelapan juga bisa terjadi secara rohani, yaitu:
  1. Keluaran 10:22
    10:22 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.

    Kegelapan selama 3 hari di Mesir, menunjuk pada terang kasih Allah Bapa (kasih matahari) yang tidak bekerja lagi.
    Praktek manusia tanpa kasih Allah adalah hidup dalam kepahitan, yaitu iri hati, kebencian tanpa alasan, saling menyalahkan, dsb.

  2. Matius 27:45-46,50
    27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
    27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
    27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

    Kegelapan selama 3 jam saat Yesus mati di kayu salib, menunjuk pada terang Anak Allah (bulan) yang tidak bekerja lagi.
    Prakteknya adalah penebusan dosa-dosa sudah genap/ selesai. Jika sudah tidak ada penebusan lagi, maka mata menjadi gelap, manusia hidup membabi-buta = berjalan dalam kegelapan, berbuat dosa sampai puncak dosa (dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan).

    Matius 6:23
    6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

  3. Kegelapan selama 3,5 tahun saat antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun, menunjuk pada terang Allah Roh Kudus (bintang) yang tidak bekerja lagi.

    Wahyu 12:1
    12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Sementara itu, pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sudah selesai, yaitu mempelai wanita Sorga dengan terang matahari, bulan, dan bintang. Mereka akan disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

    Wahyu 12:14
    12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Manusia di bumi hidup dalam kegelapan yang paling gelap. Manusia tidak mau dan tidak bisa beribadah dan melayani Tuhan. Manusia tidak mau dan tidak bisa menyembah Tuhan, tetapi mereka menyembah antikris dan menjadi sama dengan setan.

  4. Kegelapan yang menunjuk pada hukuman Allah atas takhta binatang. Sebenarnya hukuman kegelapan ini hanya untuk binatang/ antikris/ setan, dan bukan untuk manusia. Namun, karena manusia mengikuti setan, hidup tanpa terang matahari (saling iri dan benci), tanpa terang bulan (hidup dalam dosa), dan tanpa terang bintang (hanya menyembah antikris), sehingga sama seperti setan, maka manusia harus menerima hukuman kegelapan dan kesakitan. Di mana ada kegelapan, di situ ada kesakitan. Manusia harus menerima hukuman bisul yang parah, tetapi mereka tetap tidak bisa bertobat, sehingga harus mengalami hukuman kegelapan yang paling gelap di neraka, penuh ratapan dan tangisan sampai kebinasaan selamanya.

    Wahyu 16:10-11
    16:10 Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan,
    16:11 dan mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.


Ada 3 hal penyebab manusia, termasuk hamba/ pelayan Tuhan, masuk dalam kegelapan/ takhta setan:
  1. Kedudukan dalam nikah yang salah.
    Amsal 20:20
    20:20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.

    Kolose 3:18
    3:18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

    Mulai dari istri harus tunduk pada suami, sebagaimana seharusnya dalam Tuhan. Jika istri tunduk, maka istri bisa menjadi penolong bagi suami. Istri menempatkan suami sebagai kepala. Waspada, jangan sampai istri menjadi kepala yang mau memerintah dan mengajar laki-laki, istri tidak boleh menanduk/ berontak pada suami. Kalau istri tunduk, maka nikah menjadi terang karena ada takhta Tuhan.

    Kolose 3:19
    3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

    Seorang suami harus menjadi kepala dari istri, artinya harus mengasihi istri seperti diri sendiri, hanya berbuat baik kepada istri, tidak kasar dalam perkataan ataupun perbuatan. Dengan demikian, suami bisa menjadi aliran jasmani dan rohani bagi istri dan anak-anak. Nikah akan menjadi terang karena ada takhta Allah. Kalau suami kasar pada istri, maka nikah menjadi gelap, suami tidak bisa menjadi aliran bagi istri dan anak-anak.

    Kolose 3:21
    3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

    Suami dan istri (orang tua) jangan membuat anak menjadi tawar hati, artinya tidak boleh memaksakan kehendak sendiri yang di luar kehendak Tuhan. Orang tua tidak boleh menyetujui/ menuruti keinginan anak yang salah. Orang tua harus mendidik anak sesuai Alkitab (firman pengajaran yang benar), yaitu kalau salah harus ditegor, kalau benar harus didukung.

    Kolose 3:20
    3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

    Anak-anak taat pada orang tua jasmani di rumah, pada orang tua rohani (gembala) yang benar, dan juga orang tua sorgawi (firman pengajaran yang benar). Ketaatan anak-anak membuat nikah menjadi terang dan indah. Sebaliknya, kalau anak tidak taat pada orang tua, pelitanya padam waktu gelap [Amsal 20:20] = tawar hati, kegelapan, dan kehancuran nikah.

    Mari kita kembali pada kedudukan/ susunan nikah yang benar, sehingga nikah kita menjadi terang. Kalau kedudukan dalam nikah sudah benar, nikah menjadi benar, suci, satu = terang dan indah, semakin terang dan indah, sampai kesempurnaan.

  2. Tidak mau masuk pintu yang sempit.
    Lukas 13:22-28
    13:22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
    13:23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
    13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
    13:25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
    13:26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
    13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
    13:28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.


    Firman pengajaran yang benar membawa kita masuk pintu sempit untuk menuju Yerusalem baru (Kerajaan Sorga yang kekal selamanya). Pedang dan salib tidak bisa dipisahkan. Pintu sempit = pintu kandang penggembalaan.

    Yohanes 10:1,9-10
    10:1 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
    10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
    10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

    Tidak mau masuk pintu sempit = tidak mau masuk kandang penggembalaan = tidak tergembala = mengalami kegelapan, menjadi takhta setan = menjadi pencuri, perampok, pembunuh = hidup dalam kegelapan. Kalau gembala tidak tergembala dan hidup dalam kegelapan, maka domba-domba akan tercerai-berai.

    Tugas pokok gembala adalah memberi makanan rohani yang sehat dan benar bagi domba-domba, sehingga mereka bisa bertumbuh ke arah kesempurnaan. Gembala juga bertugas menaikkan doa penyahutan demi keselamatan domba-domba. Waspada, ada orang upahan yang bukan gembala, yaitu mereka yang tidak menjalankan tugas untuk memberi makan domba-domba, tetapi mengambil keuntungan jasmani dari domba-domba (sistem manajemen untuk mendapatkan keuntungan, bukan tahbisan/ tanggung jawab pada Tuhan).

    Matius 9:35-36
    9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
    9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

    Yesus prihatin dan berbelas-kasih karena ada domba-domba yang tidak tergembala sehingga hidup dalam letih lesu, lelah, berbeban berat, suasana kutukan, dan terlantar (tidak ada yang bertanggung-jawab untuk keselamatan jiwanya).

    Firman pengajaran benar mendorong/ membawa kita untuk masuk pintu sempit, yaitu pintu kandang penggembalaan (Ruangan Suci, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok):
    • Ketekunan dalam Ibadah Raya (Pelita Emas), di mana kita menerima urapan Roh Kudus untuk melawan nabi palsu dengan roh kepalsuan. Orang upahan = gembala palsu, nabi palsu.
      Yohanes 10:12
      10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

      1 Yohanes 2:27
      2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

      1 Timotius 4:1
      4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

      Roh Kudus menolong kita untuk bisa peka dan tegas untuk membedakan pengajaran yang benar dan ajaran palsu. Dengan demikian, kita bisa tegas untuk berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan menolak ajaran palsu.

    • Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (Meja Roti Sajian), di mana kita menerima firman pengajaran dan perjamuan suci untuk mendarah daging dalam kehidupan kita. Firman dan perjamuan suci sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai seperti Yesus (Anak Allah). Antikris adalah setan yang mendarah daging. Lewat pendalaman Alkitab dan pejamuan suci, kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

      Kita tidak kikir, tidak serakah, tidak menyembah Antikris. Tidak kikir = suka memberi untuk pekerjaan Tuhan serta memberi untuk sesama yang membutuhkan. Kita tidak mencuri milik Tuhan, tetapi bisa selalu mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus. Dengan demikian, kita bisa melawan antikris/ setan yang mendarah daging dalam manusia.

    • Ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan (Mezbah Dupa Emas), di mana kita mengalami persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya. Kita mengalami kasih matahari yang menutupi banyak dosa/ kesalahan, kita terlepas dari dosa/ kejahatan/ kepahitan, sehingga kita bisa sempurna seperti Yesus. Dengan doa penyembahan, kita terlepas dari dosa = menang atas setan dengan roh jahat, najis, dan kepahitan.

      1 Petrus 4:8
      4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

    Yohanes 10:9-10
    10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
    10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

    Hasil jika kita sudah masuk dalam kandang penggembalaan adalah kita mengalami hidup dalam kelimpahan ("takkan kekurangan aku"), artinya Tuhan sanggup memelihara kita secara berkelimpahan di tengah dunia yang sulit. Kita bisa selalu mengucap syukur pada Tuhan, sampai kita bisa sempurna tak bercacat cela seperti Yesus.

  3. Sebab tidak berpakaian pesta.
    Matius 22:11-14
    22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
    22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
    22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
    22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

    Tidak berpakaian pesta = mengenakan pakaian yang lain, yaitu:
    • Pakaian kotor = perbuatan-perbuatan dosa sampai puncak dosa, pikiran kotor/ dosa, ketidaksetiaan dalam jabatan pelayanan.
      Zakharia 3:1
      3:1 Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.

    • Pakaian asing = pakaian orang helat, artinya banyak berdalih karena firman Allah mau dicocokkan dengan keinginan daging (padahal sudah jelas selalu bertentangan), termasuk banyak tipu muslihat, mengakali orang lain, dusta,
      Zefanya 1:8
      1:8 "Pada hari perjamuan korban TUHAN itu Aku akan menghukum para pemuka, para anak-anak raja dan semua orang yang memakai pakaian asing.

      Zefanya 1:8[terjemahan lama]
      1:8 Maka akan jadi pada hari korban sembelihan Tuhan, bahwa Aku akan membalas kepada segala penghulu dan kepada segala putera raja dan kepada mereka sekalian yang berpakaikan pakaian orang helat.

    • Pakaian kusta = kebenaran diri sendiri, yaitu kebenaran di luar Alkitab (firman Allah). Mereka menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, termasuk menyalahkan firman yang benar.
      Imamat 13:47
      13:47 Apabila pada pakaian ada tanda kusta, pada pakaian bulu domba atau pakaian lenan,

    Matius 22:12-13
    22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
    22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

    Yesus (Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga) masih bertanya dulu dan tidak langsung menghukum. Artinya setiap pemberitaan Kabar Mempelai adalah panjang sabar Tuhan untuk mengundang mereka yang dalam keadaan letih lesu karena dosa, masalah, dsb., untuk mengganti pakaian lain (kotor, asing, kusta) dengan pakaian pesta supaya cocok untuk masuk pesta.

    Menghadapi perpanjangan sabar Tuhan, bagaimana sikap kita?
    • Sikap negatif adalah diam saja = sombong, keras hati, tidak mau mengaku dosa, tetap mempertahankan hidup lama. Akibatnya adalah dihukum dengan kegelapan, kesakitan, bisul, tetapi tetap tidak bertobat, sampai dicampakkan dalam neraka selamanya. Mari kita mengaku, jangan diam saja.

    • Sikap positif adalah belajar pada Yesus. Saat firman diberitakan dan menunjuk dosa kita, kita belajar pada Yesus di kayu salib. Kita belajar rendah hati, yaitu mengakui segala dosa kita. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi, seperti Yesus di kayu salib mengakui segala dosa kita. Kita belajar lemah lembut, yaitu mengampuni dosa orang lain dan melupakannya, seperti Yesus mengampuni kita. Darah Yesus akan membasuh segala dosa kita dan memeluk kita. Hati kita akan menjadi damai, kita menjadi tahta Tuhan, tempat Roh Kudus, dan tangan Tuhan sedang memeluk dan beraktivitas/ bekerja dalam hidup kita tanpa batas.

    Matius 11:28-30
    11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

    Hasilnya adalah:
    • Roh Kudus sanggup menghidupkan tubuh kita yang fana.
      Roma 8:11
      8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

      Artinya Roh Kudus (tangan Tuhan) sanggup memelihara hidup kita secara jasmani di tengah kesulitan dunia sampai masa antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Roh Kudus mampu menyehatkan kita. Roh Kudus mampu mematikan dosa-dosa, sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Roh Kudus juga mampu membangkitkan apa yang sudah mati, menghapus kemustahilan, menyelesaikan masalah yang mustahil dalam hidup kita.

    • Roh Kudus sanggup mengubahkan kita menjadi hamba Tuhan yang berbau harum = menjadi saksi Tuhan di tengah-tengah kebusukan dan kegelapan dunia.
      2 Korintus 2:14-15
      2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
      2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

      Kita membawa bau harum Kristus lewat Kabar Baik supaya manusia berdosa bisa bertobat dan percaya Yesus. Kita juga membawa bau harum Kristus lewat Kabar Mempelai untuk membawa hamba Tuhan yang sudah selamat untuk lebih harum, menjadi lebih suci hingga sempurna.

    • Roh Kudus membarui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani = menghiasi, mengganti pakaian kotor dengan pakaian pesta. Titus 3:5
      3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Yesaya 61:10
      61:10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

      Dusta diubahkan menjadi jujur, mengaku apa adanya. Kebenaran diri sendiri menjadi kebenaran dalam Tuhan, yaitu kita bisa saling mengaku dosa dan saling mengampuni. Jika Yesus datang kedua kali, kita bisa disempurnakan. Kita bersorak-sorai untuk menyambut kedatanganNya di awan-awan permai, sampai kita masuk Yerusalem baru kekal selamanya. Tangan Roh Kudus mampu bekerja dalam kita dan tak terbatasi oleh apapun.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Agustus 2020 (Sabtu Sore)
    ... lima luka Yesus itulah kuasa penebusan. Jadi kehilangan dalam penggembalaan yang seringkali dikecilkan sama dengan kehilangan kuasa penebusan sehingga menjadi domba pelayan Tuhan yang tersesat dalam ajaran palsu kehilangan arah yang benar dalam mengikut Yesus dan mulai jatuh dalam dosa. Kalau sudah jatuh dalam dosa dan tersesat posisinya adalah di luar bahu ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 10 Juni 2010 (Kamis Malam)
    ... Korban domba jantan pertama korban penyerahan diri sepenuh. Jika dosa sudah diperdamaikan akan dengan mudah menyerahkan diri sepenuh kepada Tuhan. Praktiknya adalah tunduk taat dengar-dengaran. Korban domba jantan kedua korban tahbisan. Korban domba jantan pertama korban penyerahan diri sepenuh. Kegunaan korban ini adalah untuk menghasilkan bau harum di hadapan Tuhan. Keluaran - Kemudian ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Desember 2020 (Selasa Sore)
    ... yang dahsyat karena ia tahu bahwa waktunya sudah singkat. Dan ketika naga itu sadar bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun di mana ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Maret 2017 (Kamis Sore)
    ... menerima wahyu pembukaan firman Allah sehingga kita bisa mendengar mengerti percaya yakin dan praktik firman. Sehingga kita mengalami pembukaan pintu-pintu di dunia penyelesaian dari segala masalah sampai pintu Surga terbuka bagi kita. Kita tidak telanjang tetapi memakai pakaian putih berkilau-kilau. Waspada banyak kehidupan hebat yang sudah menerima wahyu pembukaan firman ...
  • Ibadah Doa Malang, 25 Januari 2011 (Selasa Sore)
    ... sering melihat kesalahan orang lain tetapi tidak bisa melihat kesalahan sendiri BUTA di hadapan Tuhan. Merasa berjasa karena telah berdoa beribadah melayani memberi perpuluhan dll merasa lebih dari orang lain sehingga bisa menghakimi sesama. Lukas - . Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain ...
  • Ibadah Raya Malang, 19 Mei 2013 (Minggu Pagi)
    ... tidak dapat menerima Dia sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Salah satu bentuk penyertaan Tuhan adalah Roh Kudus yang dicurahkan Tuhan untuk menyertai kita selama-lamanya. Roh Kudus membebaskan kita dari daya tarik dunia sehingga kita ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Mei 2021 (Sabtu Sore)
    ... apa yang sudah pernah terjadi di zaman Nuh dan Lot--yang akan terjadi lagi di akhir zaman. Kita sudah belajar apa yang terjadi pada ZAMAN NUH diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Mei terutama kehancuran nikah dan buah nikah. Malam ini kita belajar apa yang terjadi pada ZAMAN LOT. Ada tiga hal yang terjadi ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2009 (Rabu Sore)
    ... Surga yang kekal. Wahyu hal yang harus diperhatikan supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan Wahyu harus mengenakan pakaian putih. Artinya adalah pelayan-pelayan Tuhan imam-imam dan raja-raja yang hidup dalam kesucian lahir dan batin. Dengan apa kita mengalami kesucian lahir dan batin Maleakhi - yaitu dengan api pemurni logam dan sabun tukang penatu. Api pemurni ...
  • Ibadah Doa Malang, 28 Agustus 2012 (Selasa Sore)
    ... menunjuk Allah Tritunggal Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Surga. Peti perjanjianKeluaran - . Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga dua setengah hasta panjangnya satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya. Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Juni 2014 (Senin Sore)
    ... Petrus - Karena itu saudara-saudaraku berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal kunci Kerajaan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.