English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 19 April 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
Kita masih membahas ayat 31, dimana terdengar sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Juni 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat...

Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Februari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 21 Desember 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam susunan Tabernakel terkena pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juni 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Februari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Oktober 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan doa puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 April 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1
= penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai laki-laki Surga yang akan datang kedua...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Juni 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 20 September 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 26:26-29

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Maret 2020 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Malang, 14 Agustus 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 22 Oktober 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 6:17
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juli 2013 (Senin Sore)

Melanjutkan Tema Ibadah Kunjungan di Mangkutana

Matius 4: 19b
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Temanya adalah KAMU AKAN KUJADIKAN PENJALA MANUSIA.

Yang umumnya di dunia ini adalah penjala ikan. Penjala ikan adalah suatu profesi/pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di dunia ini. Yang dibutuhkan untuk berhasil adalah kepandaian, pengalaman dll.

Penjala manusia adalah bukan suatu profesi tetapi suatu tahbisan kepada Tuhan.
Yang utama dibutuhkan untuk berhasil dalam tahbisan adalah panggilan dan penyerahan hidup.

Jangan sampai kita beribadah melayani hanya untuk memenuhi kebutuhan daging/perkara daging (uang, kedudukan, jodoh). Sebab jika kita beribadah melayani hanya untuk memenuhi kebutuhan daging, maka akan menjadi pemakan manusia/pemangsa manusia/penjual manusia. Seperti ikan ditangkap, lalu dijual dan dimakan.
Contohnya adalah seperti Yudas yang menjual Yesus. Sebab Yudas melayani tetapi untuk mencari kebutuhan daging.

Matius 4 :18, 21-22
4:18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu
Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.


Tuhan memanggil 4 orang (Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes), padahal disana ada 5 orang. Yang ditinggal adalah Ayah Yohanes dan Yakobus itulah Zebedeus. Mengapa demikian?

Wahyu 4: 6-7
4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
4:7 Adapun
makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Jawabannya adalah sebab di surga ada 4 makhluk yang mengelilingi tahta surga.
Di bumi juga ada 4 murid yang mengelilingi Yesus. Ini merupakan pelayanan Yesus di bumi yang sesuai dengan pola tabernakel (pola kerajaan surga).

Jadi pelayanan di bumi harus sesuai dengan pola kerajaan surga (tabernakel), supaya kita bisa mencapai tahta kerajaan surga. Untuk itu jangan sampai kita asal melayani!

Kemarin kita sudah membahas Petrus, Yakobus, Yohanes, Andreas yang memiliki karunia-karunia khusus. Sudah dibahas dalam Ibadah Raya Surabaya 30 Juni 2013.

Salah satunya adalah seperti Andreas yang rindu untuk lebih dekat kepada Tuhan. Ingin mengetahui dimana Rumah Nya Tuhan (tabernakel).

Jangan ingin mengetahui rumahnya setan
! Hati-hati setiap pengajaran ada rohnya.
Kalau kita belajar tentang setan-setan, maka roh setan lah yang masuk. Jika belajar tentang Tuhan maka Roh Tuhan yang masuk.

Jadi 4 murid di bumi = 4 makhluk disurga = 4 karakter dari Yesus.

Wahyu 4: 7
4:7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

4 karakter dari Yesus, antara lain:

  1. Karakter yang pertama adalah singa.
    Singa ini menunjuk karakter Yesus sebagai Raja ("singa Yehuda" = keturunan Yehuda). Ini diwakili oleh Simon Petrus.

    Mazmur 20: 7, 10
    (20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
    (20-10) Ya TUHAN,
    berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

    Salah satu yang diurapi adalah raja. Dulu menjadi raja diurapi dengan tanduk yang berisi minyak.

    Tabiat raja adalah menang atas segala musuh, menang atas setan dengan kuasa dosa dan kuasa maut.

    Kalau kita menang atas dosa (hidup benar), maka doa dijawab oleh Tuhan "doa orang benar besar kuasanya".

    Dalam 1 Petrus 5: 8 Petrus menulis tentang singa yang negatif itulah setan.

    1 Petrus 5: 8
    5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

    Selembut-lembutnya suara setan itu membawa manusia kepada dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan). Tetapi sebaliknya, sekeras-kerasnya suara firman Allah itu membawa kita kepada kebenaran dan kesucian.

    "singa mengaum-aum" (suaranya) dan "menelan" = membinasakan anak-anak Tuhan/hamba Tuhan.

    Bagaimana caranya menghadapi singa (setan)?


    • 1 Petrus 5: 8
      5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

      "berjalan keliling sini sana" = beredar-edar.
      1 Petrus: 5 ini adalah pasal pengembalaan.
      Untuk itu jangan beredar-edar !

      Cara yang pertama adalah lewat penggembalaan yang benar.
      Penggembalaan yang benar itu seperti carang melekat kepada pokok anggur yang benar, artinya


      1. Kita tergembala kepada pengajaran yang benar.
      2. Ketekunan/kesetiaan dalam kandang penggembalaan (carang melekat) = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok :


        • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya.
        • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
        • Medzbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


      Jadi ada firman penggembalaan yang benar dan kandang penggembalaan yang benar disitu. ITU MUTLAK.

      Kalau domba semakin besar (domba gemuk semakin tidak bisa lari), maka semakin tidak mampu untuk melawan singa.

      Jadi dalam sistem penggembalaan, Gembala Agung (Yesus) bersama dengan gembala manusia yang dipercayakan oleh Tuhan (lewat doa penyahutan) akan berperang melawan singa.

    • 1 Petrus 5: 9
      5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

      Cara yang kedua adalah dilawan lewat iman yang teguh.
      Jika kita memiliki hati bimbang:


      1. Bimbang terhadap pengajaran yang benar (masih diperdebatkan, ditanya jawabkan).
      2. Bimbang terhadap kuasa Tuhan ("bisa atau tidak ya Tuhan").


      Maka akibatnya: kita akan ditelan oleh singa, gugur dari iman dan dikalahkan.

      Firman pengajaran yang benar hanya untuk didengar dan dengar-dengaran. Sekalipun ada konseling dalam penggembalaan, tapi ini hanya sedikit sekali. Sebab dalam sistem penggembalaan kita berharap semua bisa dijawab oleh firman.

      Penggembalaan adalah tempat untuk memantapkan iman sampai kita memliki iman yang teguh, bahkan iman yang sempurna. Itulah yang mengalahkan setan.


    • 1 Petrus 5: 6
      5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Cara yang ketiga adalah merendahkan diri (rendah hati).
      Jangan sombong dengan mempelajari setan!

      Setan itu berkuasa atas dosa (maut), untuk itu kita harus merendahkan diri/rendah hati supaya bisa mengalahkan setan.

      Rendah hati yaitu kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi = mengalahkan setan.

      Rendah hati pasangannya dengan lemah lembut. Lemah lembut adalah kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Jika dosa sudah diselesaikan, maka kita bisa hidup dalam kebenaran. Itu sudah mengalahkan setan.

      KEBENARAN
      (HIDUP BENAR) ITULAH YANG MENGALAHKAN SETAN. Sebab setan tidak benar dan benar itu Tuhan.

      Saat kita tidak benar maka setan masuk.


    Mazmur 5: 13
    (5-13) Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Jika kita hidup dalam kebenaran maka kita dipagari oleh berkat dan anugerah Tuhan. Sehingga setan tidak bisa mengalahkan kita.

    Dalam pencobaan kita harus tetap benar (pikiran benar, pandangan benar, hati benar). Jangan sampai pikiran kosong (melamun), sebab setan bisa masuk.

    Jika kita menang atas setan, maka kita menjadi seperti 4 makhluk yang salah satunya memiliki muka singa.

  1. Karakter yang kedua adalah lembu.
    Muka lembu ini diwakili oleh Andreas. Ini menunjuk tabiat Yesus sebagai hamba.
    "lembu" itu kerja membajak dll.

    Filipi 2: 7-8
    2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan
    taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    Tabiat Yesus sebagai hamba yaitu taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib. Bagi kita sekarang adalah taat sampai daging tidak bersuara lagi.

    Contohnya taat sampai daging tak bersuara adalah Abraham taat untuk menyembelih Ishak, Janda Sarfaat taat untuk memberikan roti kepada Elia terlebih dahulu (padahal tepungnya sudah sedikit).

    Taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara = melakukan kewajiban tanpa menuntut hak = DOLOS.

    Matius 4: 21-22
    4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
    4:22 dan
    mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

    Matius 4: 18-20 Andreas dipanggil oleh Tuhan.

    = Tuhan memanggil penjala ikan menjadi penjala manusia.

    Penjala ikan = ikan untuk dimakan, dijual dan dapat uang.
    Penjala manusia = diserahkan hanya untuk kerajaan surga (untuk Tuhan).

    Jadi hamba (Dolos) HARUS mengorbankan kepentingan diri sendiri, mengobankan haknya dan mengorbankan perasaan daging yang tidak sesuai firman ("meninggalkan Ayahnya").

    Perasaan daging yang tidak sesuai firman (yang harus dikorbankan): perasaan gengsi untuk melayani, perasaan kasihan yang salah, perasaan sungkan.

    Kalau kita mempertahankaan kepentingan sendiri, hak, perasaan daging maka kita tidak bisa taat dan pasti memberontak.
    Jika kita mengorbankan kepentingan diri, hak, perasaan daging maka pasti kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

    Yesaya 49: 1-4
    49:1. Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.
    49:2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.
    49:3 Ia berfirman kepadaku: "
    Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
    49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna;
    namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

    Dipakai sebagai pedang ("mulutku sebagai pedang") = dipakai oleh Tuhan dalam jarak dekat.
    Dipakai sebagai "anak panah" = dipakai oleh Tuhan dalam jarak jauh.

    TUHAN TIDAK PERNAH MENIPU KITA. Apapun yang kita korbankan untuk Tuhan (baik waktu, tenaga, uang, pikiran) tidak akan hilang.

    Seperti Abraham yang berani "biarpun Ishak disembelih tetapi Tuhan mampu membangkitkan dia".

    Pelayanan yang mengagungkan Tuhan adalah pelayanan yang taat dengar-dengaran lewat pengorbanan-pengorbanan.

    Dengan kemampuan kecilpun, jika kita taat dengar-dengaran maka kita bisa memuliakan dan mengagungkan Tuhan.

    Jika kita tidak taat maka akan memalukan dan memilukan Tuhan!

    Jadi hasilnya adalah segala pengorbanan tidak hilang, tidak sia-sia = hak dan upah kita ada ditangan Tuhan.
    Hak dan upah kita terjamin dalam tangan Tuhan, yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun (setanpun tidak bisa). Baik hak dan upah kita untuk hidup sekarang di dunia maupun hak dan upah sampai hidup kekal.


  2. Karakter yang ketiga adalah muka manusia.
    Di bumi ini menunjuk Yakobus. Ini juga menunjuk tabiat Yesus sebagai manusia.

    Tabiat Yesus sebagai manusia yaitu rela sengsara daging tanpa dosa, baik karena: pengajaran yang benar, pelayanan yang benar/tahbsian yang benar, karena kebenaran (hidup yang benar), karena Yesus.

    Jika kita hidup benar, mungkin kita akan seperti sendirian (Yesus di kayu salib sendiri).
    Manusia bisa meninggalkan kita, tetapi asalkan Tuhan tidak meninggalkan kita.

    2 Korintus 4: 16
    4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

    Hasilnya jika rela sengsara daging tanpa dosa adalah


    • Kita tidak tawar hati, tidak kecewa, tidak putus asa dalam menghadapi apapun juga. Tetapi tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kedua kali).


    • Mengalami pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus = dari penjala ikan menjadi penjala manusia.

      Tanda-tanda keubahan hidup adalah

      1. Yakobus 1: 26
        1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

        Mengekang lidah artinya membatasi perkataan kita dengan perkataan yang benar (sesuai firman, tidak dusta) dan baik (perkataan baik itu menjadi berkat bagi orang lain).

        Dalam Surat Petrus bila perkataan kita benar dan baik, maka hari-hari kita semua menjadi baik. Tetapi jika perkataan tidak baik maka semua menjadi tidak baik dan kacau.


      2. Yakobus 1: 27
        1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

        Mengingat orang lain yang dalam sengsara = mengingat orang lain yang membutuhkan baik secara jasmani dan rohani (kita tidak egois yang hanya ingat diri sendiri).

        = kita memberi dan mengunjungi. Memberi secara jasmani dan rohani. Baik lewat bersaksi, menelfon dll. Sebab orang yang tidak beribadah itu keadaannya sengsara (lapar, haus, dipenjara oleh dosa).

        Memberi dan mengunjungi dimulai dalam dalam rumah tangga, dalam penggembalaan, antar penggembalaan.

        Memberi dan mengunjungi itu untuk pembangunan Bait Allah yang rohani = masuk dalam kegiatan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

  1. Karakter yang keempat adalah mukanya seperti burung nasar.
    Di bumi ini diwakili oleh Yohanes. Ini menunjuk tabiat Yesus sebagai anak Allah.

    Tabiat Yesus sebagai anak Allah yaitu suci dan kasih.

    Suci dan kasih ini tidak bisa dipisahkan.

    Yohanes 15: 3
    15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Bagaimana supaya bisa disucikan ? lewat pekerjaan firman yang dikatakan oleh Yesus sendiri = firman yang dibukakan rahasianya (dikatakan = dibukakan rahasianya), diwahyukan/di ilhamkan oleh Tuhan yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Itulah firman pengajaran yang benar.

    Jika sudah suci maka pasti ada kasih.

    1 Petrus 1: 22
    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Jika kita mau disucikan maka kita bisa memiliki kasih Allah yang kekal. Sehingga kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri (mengasihi sesama dengan tulus hati), sampai bisa mengasihi musuh = kasih yang tulus ikhlas. Dan kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu = kita bisa menyembah Tuhan, hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan.

    Yohanes 13: 23
    13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Posisinya orang yang percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan adalah seperti Rasul Yohanes yang bersandar di dada Yesus dalam perjamuan suci.

    Jadi dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci kita bisa bersandar di dada Yesus.

    Firman Allah (firman pengajaran) dan korban Kristus (perjamuan suci) adalah sumbernya kasih.

    Jika tidak mau disucikan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, maka seperti Yudas yang justru kerasukan setan, menjadi sama dengan setan dan terpisah dari Tuhan.
    Bersandar di dada Yesus ini berarti kita berada dalam pelukan tangan kasih Tuhan. Ini adalah posisi yang paling tepat untuk menanti kedatangan Tuhan ke dua kali. Jangan diluar tangan Tuhan !

    "burung nasar" ini adalah gambaran orang yang menantikan kedatangan Yesus ke dua kali.

    Yohanes bersandar di dada Tuhan = berada dalam pelukan tangan kasih Tuhan, untuk mampu menantikan kedatangan Yesus kedua kali.
    Jangan seperti Yudas yang keluar dari pelukan tangan kasih Tuhan. Yudas berada dalam pengajaran lain dengan imam-imam, berdialog, berdebat dll. Akhirnya Yudas tersingkir.

    Pelukan tangan Tuhan juga ditulis di Yesaya 46.

    Yesaya 46: 3-4
    46:3 "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
    46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

    Yohanes bersandar didada Tuhan (dipeluk).
    = Kita berada dalam gendongan tangan kasih Tuhan.

    Jadi posisi yang tepat menanti kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali adalah dalam gendongan tangan Tuhan. Jangan terpisah dari Tuhan sedikitpun !

    Semakin kita disucikan, maka kasih akan semakin bertambah. Dan semakin erat pelukan tangan Tuhan, sampai tidak bisa dilepaskan lagi.

    Hasilnya jika berada dalam gendongan tangan Tuhan adalah


    • Tuhan menanggung kita terus artinya mati hidup kita berada dalam tangan kasih Tuhan=


      1. Tangan kasih Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita secara ajaib.
      2. Tangan kasih Tuhan sanggup memberikan masa depan yang indah dan berhasil.
      3. Tangan kasih Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dalam hidup kita = melakukan yang tidak bisa kita lakukan bahkan yang tidak bisa kita pikirkan.
      4. Tangan kasih Tuhan menyelesaikan segala masalah, sampai yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan.


    • Tuhan memikul kita artinya tangan kasih Tuhan sanggup memikul/menanggung segala letih lesu, beban berat. Sehingga semua menjadi tenang, damai sejahtera, enak dan ringan


    • Tuhan mau menyelematkan kita. Tangan kasih Tuhan bagaikan dua sayap burung nasar yang mampu menyelamatkan kita, artinya


      1. Menyelamatkan kita dari antikris. Kita disingkirkan ke padang gurun selama 3 tahun. Kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman pengajaran dan perjamuan suci setiap hari di padang gurun. Kita menjadi full timer semua (tidak bekerja lagi) dan kita hidup dari Tuhan.

        "burung nasar" itu makan bangkai = nanti kita makan firman pengajaran dan perjamuan suci setiap hari. Dulu Bangsa Israel makan manna 40 tahun.

        Sekalipun saat ini kita masih bekerja tetapi jangan terikat dan harus mengarah kepada fulltimer (berusaha untuk lepas). Sedangkan yang sudah fulltimer jangan cari-cara tambahan di dunia.


      2. Tangan kasih Tuhan sanggup memandikan kita = menyucikan dan menyempurnakan kita sampai sempurna, sama mulia seperti Dia. Dan kita akan terangkat di awan-awan bersama Dia, sampai kita duduk di tahta kerajaan surga seperti 4 makhluk yang duduk mengelilingi Dia di tahta surga.

        Semua akan dipakai dan ditingkatkan oleh Tuhan. Pelan-pelan kita ikuti pola dari Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top