English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Maret 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 02 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:3-6 adalah nubuat pertama tentang penyesatan.
Markus 13:7-8 adalah nubuat tentang...

Ibadah Raya Malang, 03 Juni 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian besar :
[Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Januari 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
= secara keseluruhan (ay. 1-75), dalam susunan Tabernakel, terkena pada buli-buli emas berisi manna, artinya:kehidupan...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Oktober 2013 (Rabu Sore)
Wahyu 1: 1-3
INI TENTANG JUDUL/KATA PENGANTAR KITAB WAHYU.

Wahyu 1: 2
1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 16 Oktober 2012 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 6:16-17
6:16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah...

Ibadah Doa Malang, 14 Januari 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Oktober 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Secara keseluruhan, Matius 26-26-29 terbagi menjadi 2...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Maret 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 05 April 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6 tentang kebenaran Allah, buktinya:
Ada pribadiNya...

Ibadah Kunjungan Mangkutana II, 26 Juni 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan penjala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juni 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 10 Juni 2010 (Kamis Malam)
Keluaran 29 adalah tentang tahbisan/pelayanan.
Ada 3 bagian dasar dari tahbisan :
Korban binatang...

Ibadah Raya Surabaya, 12 April 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan IV, 24 April 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Maret 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Manokwari: Wahyu 3: 21
3:21. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

'Aku' = Yesus.
'takhta-Ku'= takhta Yesus; takhta sorga.

Dari tema ini, ada dua hal yang harus diperhatikan dalam pengikutan dan pelayanan kita kepada Tuhan:

  1. Kita harus menang seperti Yesus menang atau menang bersama dengan Yesus.
    Yesus sudah menang atas maut--dosa--, maka kita juga harus menang atas maut--dosa--sehingga kita tidak binasa.


  2. Tujuan utama pengikutan dan pelayanan kepada Tuhan adalah sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya.
    Jadi segala perkara di dunia ini hanya bonus--tambahan--dari Tuhan.

    Jika kita sudah mendapatkan bonus dari Tuhan--berkat dan lain-lain--, jangan terikat, sombong, bangga atau menggembar-gemborkan itu semua--nanti akan menghalangi kita untuk duduk di takhta sorga--tetapi kita hanya mengucap syukur.
    Ingat pelajaran tentang pesawat. Kalau pesawat parkir, bandara terlihat luar biasa. Kalau pesawat sudah lepas landas, bandara hanya seperti rumah mainan, mobil seperti mobil mainan.

    Sebaliknya, kalau belum mendapat bonus, jangan putus asa, kecewa, dan meninggalkan Tuhan tetapi kita berjuang bersama Tuhan sampai Dia memberkati kita juga, dan kita juga bisa mengucap syukur kepada Dia.

Siapa
yang menang bersama Yesus dan bisa duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga?
Wahyu 17: 14
17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

Wahyu 3 adalah janji Tuhan kepada jemaat Laodikia--bangsa kafir.
Di sini, yang menang adalah mereka yang terpanggil, terpilih, dan setia.

Kalau digabung, yang bisa menang dan duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga adalah bangsa kafir--apapun keadaannya--yang dipanggil, dipilih, dan yang setia.
Jemaat Laodikia ini paling terpuruk di antara tujuh jemaat lainnya--seperti muntah; jijik, tak berguna, najis--, tetapi masih bisa ditolong. Tinggal kita mau atau tidak.

DIPANGGIL

Bangsa kafir harus menerima panggilan Tuhan.

1 Petrus 2: 9-10
2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10. kamu, yang dahulu
bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

'bukan umat Allah'= bangsa kafir.
Dipanggil artinya bangsa kafir yang berdosa DIBENARKAN oleh Tuhan untuk hidup dalam kebenaran; sama dengan dipindahkan dari kegelapan dosa kepada terang-Nya yang ajaib.

Prosesnya: percaya, bertobat, baptis air, dan baptis Roh Kudus--mendapatkan hidup baru yaitu hidup dalam kebenaran.
Hidup dalam kebenaran sama dengan selamat dan diberkati Tuhan. Ini sama dengan halaman Tabernakel.

DIPILIH
Bangsa kafir harus menerima pilihan Tuhan, artinya: dari sekian banyak kehidupan yang sudah selamat, diambil satu untuk DISUCIKAN terus menerus oleh Tuhan lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini menunjuk pada ruangan suci--kandang penggembalaan.

Disucikan sama dengan diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja; hamba/pelayan Tuhan.
Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12.
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Jika kita sudah disucikan, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--diangkat menjadi imam dan raja, yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan permai sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya.

SETIA
Ini menunjuk pada ruangan maha suci--kesempurnaan.
Banyak yang sudah jadi imam tetapi tidak setia seperti Yudas. Akhirnya binasa.

Ada tiga macam kesetiaan yang harus dijaga:

  1. 2 Korintus 11: 2-4
    11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari
    kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    Kesetiaan yang pertama: kesetiaan sejati kepada Kristus; KESETIAAN SEJATI KEPADA SATU FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR--tertulis dalam alkitab; diwahyukan oleh Tuhan; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

    Kesetiaan sejati kepada Kristus sama dengan kesetiaan pada satu laki-laki--satu firman pengajaran yang benar. Jangan berkhianat, karena Allah adalah Allah yang cemburu--cemburu-Nya seperti alam barzakh (seperti api neraka).
    Karena itu jangan berkata: Beda sedikit. Itu sudah dua orang. Tidak akan pernah ketemu!

    Karena itu dari pintu gerbang sampai tabut perjanjian harus satu (pelajaran tentang iman, pertobatan, baptisan, kepenuhan Roh Kudus, penggembalaan, nikah harus satu), kalau beda, berarti sudah dua laki-laki. Dia akan berhadapan dengan Allah yang cemburu. Kita harus hati-hati.

    Ini sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular di taman Eden.
    Praktiknya:


    • Kejadian 2: 16
      2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

      'perintah'= pengajaran.
      Kejadian 3: 1-2
      3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
      3:2. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

      Hawa salah mendengar sehingga perkataannya juga salah; mengikuti yang salah.

      Praktik pertama: Hawa mengurangi kata 'bebas', artinya: pemberitaan firman Allah tanpa urapan Roh Kudus sehingga terikat oleh waktu, isinya jangan keras-keras/menyinggung, sehingga sidang jemaat tetap terikat pada dosa-dosa dan lain-lain, sampai pada kebinasaan.


    • Kejadian 2: 17
      2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

      Kejadian 3: 5
      3:3. tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

      Praktik kedua: Hawa menambah kata 'raba', artinya: pemberitaan firman Allah ditambah dengan dongeng, lawakan, pengetahuan/ilustrasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya--yang merusak iman--, sehingga sidang jemaat diraba emosinya oleh pendeta, dan tidak pernah diraba hatinya oleh Tuhan.
      Akibatnya: kering rohani, tidak puas, dan hidupnya tidak berubah--tetap manusia darah daging yang binasa selamanya.

      Tadi tetap terikat oleh dosa, dunia dan lain-lain karena mengurangi kata 'bebas'.
      Kita harus hati-hati.

      Menambah firman berarti tidak pernah puas hidupnya, sehingga mencari kepuasan di dunia atau kepuasan dunia dibawa masuk dalam gereja.


    Dulu di taman Eden dalam bentuk ular, nanti di akhir zaman akan terjadi kembali.
    Wahyu 22: 18-21

    22:18. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
    22:19. Dan jikalau seorang
    mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
    22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Pada akhir zaman--menjelang kedatangan Tuhan kedua kali--banyak gereja Tuhan diperdaya oleh naga--diseret oleh ekor naga, dan ditelan oleh naga. Ular sudah menjadi naga, begitu cepat perkembangan ajaran-ajaran palsu.

    Akibatnya:


    • Terkutuk. Hawa kehilangan suasana taman Eden dan beralih pada letih lesu, beban berat dan air mata.
    • Kehilangan keperawanan--kesucian--; disinggahi oleh ajaran-ajaran palsu.
      2 Korintus 11: 2
      11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

      Wahyu 14: 4
      14:4. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

      Ayat 4 = mempelai wanita.
      Kalau sudah kehilangan keperawanan, berarti sudah disinggahi oleh perempuan-perempuan yaitu:


      1. Perempuan Babel= ajaran palsu yang mengajarkan kemakmuran dan hiburan jasmani, tetapi tanpa penyucian.
        Tidak tahu yang berkhotbah, yang menyanyi kawin cerai, yang penting uang datang.


      2. Perempuan Izebel= ajaran palsu yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki--wanita jadi kepala atas laki-laki sehingga Yesus tidak bisa jadi kepala tetapi ular, dan akan menuju pada kebinasaan. Ini sama dengan Hawa memberi buah terlarang kepada Adam.


    Akibatnya: tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan permai--tadi dikaitkan dengan: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!; kehilangan keselamatan, kesucian, kesempurnaan, dan kasih karunia Tuhan--Wahyu 22: 21 sebagai penutup: 'Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian'--, sehingga mengalami tiga kali tujuh penghukuman, kiamat, sampai kebinasaan di neraka selamanya.

    Dulu pada zaman Nuh; Nuh mendapatkan kasih karunia Tuhan, sedangkan yang lainnya di luar kasih karunia sehingga mendapatkan hukuman.

    Jaga kesetiaan yang sejati kepada satu laki-laki! Tuhan tolong kita semua. Semuanya tidak boleh berbeda--ajaran tentang iman, penyembahan, nikah. Hati-hati tentang keselamatan keluarga--seperti kasih karunia Tuhan kepada Nuh--, kita juga bertanggung jawab.

    Kesimpulan: kita harus menjaga kesetiaan yang sejati; kita harus tetap berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran sehingga kita disucikan terus menerus sampai sempurna, tidak salah dalam perkataan (Yakobus 3: 2), dan layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak sorai: Haleluya--suara mempelai.

    Hari-hari ini kita banyak menyembah supaya tidak salah dalam perkataan, sampai nanti di awan-awan yang permai.


  2. Maleakhi 2: 15-16
    2:15. Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
    2:16. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan
    janganlah berkhianat!

    Kesetiaan yang kedua: KESETIAAN DALAM NIKAH RUMAH TANGGA.

    Banyak hamba/pelayan Tuhan yang tidak setia dalam nikah; terjadi pengkhianatan dalam nikah karena keras hati.
    Praktiknya:


    • Kawin campur.
    • Kawin cerai. Perceraian terjadi karena keras hati, itulah kebenaran sendiri--kebenaran di luar firman pengajaran yang benar.

      "Orang muda datang: Om, sudah tidak kuat, boleh saya bercerai? Orang tua sudah punya cucu juga datang menangis: Om, saya tidak kuat, saya bercerai saja. Jangan! Saya doakan. Jangan ikuti emosi, tetapi bertahan. Ini sungguh-sungguh."

      Kebenaran sendiri= menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan.
      Kalau bercerai, nikah itu pasti sama-sama rusak--seperti kertas dilem lalu dibuka. Sama-sama salah; sama-sama rusak.

      Kebenaran dari Tuhan adalah saling mengaku dan mengampuni, sehingga darah Yesus membasuh dosa kita dan menyatukan kita kembali.
      Perceraian sama dengan memisahkan kepala--suami--dengan tubuh--isteri--, sehingga mati. Lebih celaka kalau menikah lagi dengan yang lain, akan busuk dan berulat.
      Jangan berkhianat dalam nikah!

      Jemaat Laodikia seperti muntah (jijik, najis, tak berguna) tetapi dipanggil pada terang-Nya yang ajaib: hidup benar--selamat dan diberkati--halaman Tabernakel. Belum cukup, masih harus dipilih untuk disucikan--ruangan suci. Ketekunan dalam tiga macam ibadah itu mutlak. Perhatikan penggembalaan kalau mau menang bersama Tuhan.

      Memang harus berjuang untuk duduk di takhta. Perjuangan Yesus luar biasa, Dia harus mati untuk mengalahkan maut. Kita berjuang juga.

      "Saya dari Manokwari, jauh juga, saya berpikir: Nanti di Surabaya, berkhotbah, tidur sebentar lalu ke Jakarta lagi, sudahlah kali ini saya mau berhenti ke Jakarta saja. Sebelumnya saya salah melihat peta (saya kira dari Manokwari ke Jakarta baru ke Surabaya), ternyata dari Manokwari melewati Surabaya dulu baru ke Jakarta. Jadi saya berhenti ke Surabaya saja. Ini perjuangan juga. Kita sama-sama berjuang; mungkin bapak ibu dari kantor juga. Yang kita perjuangkan tidak akan sia-sia, bukanlah perkara di bawah, tetapi sampai duduk di takhta sorga. Pengorbanan kita tidak akan sia-sia."

      Kita disucikan, lalu diangkat menjadi imam-imam. Kita diberikan perlengkapan jubah indah, sehingga bisa melayani pembangunan tubuh Kristus.

      Setelah itu, kesetiaan masih diuji--ruangan maha suci.
      Perhatikan kesetiaan dalam pengajaran; pegang teguh dan taat, sampai ada suara mempelai--tidak salah dalam perkataan. Kemudian kesetiaan dalam nikah.
      Banyak kesalahan kami gembala-gembala yang mempermanenkan dosa yaitu meneguhkan kawin cerai.


    • Kawin mengawinkan.


    Hati-hati! Mengurangi kata 'bebas', akhirnya masuk pada 'bebas' yang negatif, yaitu kawin mengawinkan. Hati-hati! Tuhan tolong kita semua.

    Kejadian 6: 4
    6:4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

    Pada zaman Nuh, pengkhianatan dalam nikah (kawin campur, kawin cerai) menghasilkan benih raksasa; sama dengan manusia dengan hawa nafsu dan keinginan daging yang tidak wajar lagi/tidak terbendung lagi, sehingga merusak benih ilahi.
    Tujuan pernikahan yang suci adalah menghasilkan benih ilahi--kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Karena itu jaga nikah! Benih raksasa hanya untuk dibinasakan, tetapi benih ilahi merupakan kehidupan yang berkenan sampai pada kesempurnaan.

    Efesus 5: 31
    5:31. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

    Kehendak Tuhan adalah harus setia dalam nikah yang diciptakan Tuhan bagi kita, sampai mengarah pada kesatuan nikah--satu daging; dua menjadi satu; 1 + 1= 1; seorang laki-laki ditambah satu isteri sama dengan satu daging. Di antara suami isteri hanya boleh ada salib (kasih Tuhan), tidak boleh yang lain.
    Kalau ada tanda salib, praktiknya:


    • Saling mengaku dan mengampuni; dosa diselesaikan oleh darah Yesus.
    • Saling melayani.
      Galatia 5: 13
      5:13. Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

      Kalau tidak bisa saling mengaku dan mengampuni, tidak akan bisa saling melayani.
      Saling melayani:


      1. Secara jasmani: saling tolong menolong dan seterusnya.
      2. Secara rohani:


        1. Pelayanan suami: mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar.
        2. Pelayanan isteri: tunduk kepada suami dalam segala hal.
        3. Pelayanan anak: taat pada orang tua.
        4. Pelayanan ibu janda: banyak berdoa (1 Timotius 5). Doa seorang janda luar biasa. Kalau suami isteri harus jadi satu dulu--sepakat; satu hati--baru menjadi rumah doa, tetapi janda/duda, langsung kepada Tuhan.
          Kalau suami isteri bertengkar, doanya tidak naik dan akan membuka air bah (Amsal).


    • Saling menghormati= jujur.
      Roma 12: 10
      12:10. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

      Jujur soal keuangan, tempat tidur, dan dalam segala hal.
      Kalau soal uang saja tidak jujur, mana mungkin hormat pada nikah?

      "Dalam penataran nikah, saya katakan: Suami atau isteri boleh menjadi bendahara, harus jujur. Kalau ada berkat lalu mau kasih orang tua, silakan, tetapi harus sepakat. Jangan sembunyi-sembunyi. Kalau tidak jujur, ular yang datang."


    Kalau nikah menjadi satu, hasilnya:


    • Matius 18: 19
      18:19. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

      'Jika dua orang dari padamu
      ' = terutama suami dan isteri.
      'sepakat'
      = satu hati.
      Kalau nikah menjadi satu--sepakat; satu daging, satu hati--, nikah akan menjadi rumah doa, sehingga selalu menang dan bahagia.

      Satu hati= satu firman pengajaran--pada meja roti sajian ada dua belas roti yang disusun menjadi dua susun, enam buah sesusun. Enam yang pertama menunjuk pada suami--manusia daging--dan enam kedua isteri--manusia daging. Tapi diisi pengajaran yang sama, sehingga bentuknya sudah roti--orang yang praktik firman--, dan di atasnya ada dupa.

      Hasil pertama: nikah menjadi rumah doa, sehingga selalu menang, bahagia, dari tidak ada menjadi ada.
      Kalau bertengkar, yang ada jadi tidak ada karena dihantam air bah.

      Maleakhi 2: 13-16
      2:13. Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
      2:14. Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya
      engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
      2:15. Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
      2:16. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

      Kalau nikah tidak menjadi satu, Tuhan tidak mendengar doanya. Kalau dikhianati, jangan ikut berkhianat, tetapi tinggal sendiri--tetap menjaga nikahnya. Kalau ditinggal suami/isteri, lalu menikah lagi, berarti ikut berkhianat juga.
      Kalau berkhianat dalam nikah, biar cucuran air mata darah, doanya tidak akan dijawab oleh Tuhan.


    • Efesus 5: 32
      5:32. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

      Sudah satu daging; satu hati (Efesus 5: 31), kita bisa mencapai kesatuan nikah yang sempurna.

      Hasil kedua: satu kesatuan nikah yang sempurna, antara Kristus dengan sidang jemaat di awan-awan yang permai--perjamuan kawin Anak Domba.

      Kesatuan nikah jasmani (satu daging; satu hati) akan meningkat pada kesatuan nikah yang rohani.


    Tadi yang pertama: kesetiaan pada firman pengajaran yang benar--satu laki-laki. Ini cikal bakalnya! Kalau tidak setia pada pengajaran, nikah akan hancur.
    Jadi kesetiaan dimulai dari pengajaran yang benar--kepala--terlebih dahulu. Kalau kepalanya berbeda, sudah lain semuanya.
    "Guru saya selalu mengatakan: Kalau benar itu bukan fanatik bodoh-bodoh. Kalau tidak benar, lalu kita bela mati-matian dengan seribu satu alasan, inilah yang fanatik bodoh-bodoh. Kalau sudah melayani tetapi tidak benar apa gunanya, seperti Ayat: 'aku bernubuat, aku melayani, Tuhan berkata: Enyahlah engkau'. Kalau pengajarannya tidak benar, pelayanan dan nikahnya tidak mungkin benar. Pegang pengajaran yang benar, dan nikah pasti benar."


  3. Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    'Ia' = Yesus.

    Kesetiaan yang ketiga: KESETIAAN DALAM IBADAH PELAYANAN KEPADA TUHAN.
    Praktiknya: menjadi imam-imam yang:


    • Setia dan benar, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.
      Setia saja tidak bisa, benar saja tidak bisa. Tidak ada gunanya--seperti separuh ikat pinggang. Harus setia dan benar.

      Setia= tidak mau dihalangi sampai tidak bisa dihalangi.
      Benar = sesuai letaknya. Contoh tidak benar: tangan kanan tetapi letaknya di kiri.


    • Setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

      Sudah setia dan benar, tetapi tidak berkobar-kobar (malas), tidak ada gunanya juga.


    • Setia dan bijaksana; setia dan taat dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Lukas 12: 41-42
      12:41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
      12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang
      setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?


    Jadi, yang dinilai dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan bukan besar kecilnya gereja atau besar kecilnya pelayanan, atau bentuk pelayanannya, tetapi kesetiaan.

    "Rumus Lempin-El: lebih baik/lebih berguna seorang pengerja yang setia dalam tugasnya dari pada gembala yang tidak setia."

    Kesimpulan: imam-imam harus beribadah melayani Tuhan dengan setia-benar, berkobar-kobar, dan taat. Setia dan benar dulu, baru bisa berkobar-kobar dan taat.
    Ini sama dengan memakai ikat pinggang, yang berkenan kepada Tuhan.

    Lukas 17: 7-8
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu:
    Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Imam-imam yang melayani dengan setia-benar, berkobar, dan taat sama dengan memakai ikat pinggang kesetiaan-kebenaran; memberi makan dan minum Yesus--berkenan dan memuaskan hati Tuhan.

    Hasilnya:


    • Tuhan mempersilakan kita makan dan minum, artinya kita mengalami kepuasan dan kebahagiaan sorga sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan, dan tidak perlu mencari kepuasan di dunia yang membuat jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa.
      Imam-imam jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa (kawin cerai, kawin mengawinkan) karena tidak mengalami kepuasan.

      Mengapa tidak puas? Karena tidak setia. Mungkin setia, tetapi hidupnya tidak benar atau tidak taat.


    • Urusan makan minum--kehidupan sehari-hari--adalah urusan Tuhan, artinya urusan sehari-hari adalah urusan Tuhan.
    • Lukas 12: 42-44
      12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
      12:43. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
      12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu
      akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

      Hasil ketiga: diangkat menjadi pengawas milik Tuhan--'kepala atas semua hambanya'--mulai dari gembala mengawasi persepuluhan--dipercaya mengawasi persepuluhan milik Tuhan. Sidang jemaat juga mengembalikan persepuluhan--milik Tuhan--sebagai pengakuan bahwa kita sudah diberkati dan kita hidup dari Tuhan.

      Milik Tuhan yang terkecil adalah persepuluhan.
      Milik Tuhan yang kedua adalah rumah Tuhan; ibadah pelayanan sampai penyembahan, artinya kita bisa menyembah Tuhan dengan benar.
      Milik Tuhan yang ketiga: mempelai wanita Tuhan, artinya kita menjadi mempelai wanita Tuhan; menjadi milik Tuhan selamanya.

      Yeremia 2: 32
      2:32. Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.

      Ikat pinggang juga merupakan perhiasan mempelai untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.
      Ikat pinggang merapikan kehidupan kita.


    Lukas 12: 41-42
    12:41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
    12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah
    yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

    Petrus dianggap setia oleh Tuhan.
    Petrus setia dalam pelayanan sekalipun menghadapi tantangan dan rintangan--badai gelombang di lautan dunia.
    Matius 14: 28-32
    14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi
    ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya,
    mengapa engkau bimbang?"
    14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Petrus dianggap setia--setia benar, setia berkobar, setia taat--dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sampai menghadapi badai gelombang lautan dunia. Bagaimana kita saat menghadapi tantangan dan rintangan?
    Sayang, Petrus kalah menghadapi angin--suara asing: gosip, ajaran lain, dan suara daging--karena hatinya bimbang.

    Mengapa Tuhan izinkan kita hampir tenggelam--merosot--dalam segala hal? Supaya kita--dulu Petrus--mengulurkan dua tangan kepada Tuhan.
    Artinya: mengaku tidak layak, banyak kekurangan, tidak menyalahkan orang lain, menyelesaikan dosa-dosa, mengaku tidak mampu apa-apa, merasa kosong, gagal, tidak ada apa-apanya, tidak berarti apa-apa.
    Kita mengulurkan tangan untuk memegang Yesus, artinya kembali untuk berpegang pada satu firman pengajaran yang benar--kembali pada satu laki-laki. Ditambah kita hanya berseru dan berserah kepada Dia, kita hanya bergantung pada kasih karunia-Nya. Dan Dia akan mengulurkan tangan untuk mengangkat kita. Kita mendapatkan pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.

    Merosot apapun malam ini, kembali pada Tuhan. Jangan ragu/bimbang pada firman pengajaran yang benar (pribadi Tuhan)! Kalau ragu, akan tambah tenggelam.
    Dia mengangkat tepat pada waktunya, artinya:


    • Dipulihkan bahkan ditingkatkan. Petrus diangkat naik kapal, ke darat, lalu diajak naik ke gunung, ini peningkatan-peningkatan.
    • Semua menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
    • Kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh sempurna.
    • Disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia untuk diangkat di awan-awan yang permai, dan duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya--ini tempat tertinggi.


    Petrus hampir tenggelam masih ditolong. Yunus sudah tenggelam di dasar lautan sekalipun masih ditolong kalau mau kembali pada Tuhan. Yunus tidak setia; ia berkhianat dalam panggilan--diperintahkan Tuhan ke Niniwe malah pergi ke Tarsis. Akhirnya tenggelam di dasar lautan.

Bangsa kafir masih diperhatikan oleh Tuhan. Jemaat Laodikia sudah terpuruk bagaikan Yunus tenggelam di dasar lautan, tetapi masih bisa ditolong oleh Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top