English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Januari 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding
Pertama-tama, kami sampaikan salam sejahtera. Biarlah damai sejahtera Tuhan menyertai kita sekalian.

Matius 10: 34-36
10:34. "Jangan kamu menyangka,...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Agustus 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 Februari 2011 (Sabtu Sore)
bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah

Markus 15 secara keseluruhan berbicara mengenai sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati,...

Ibadah Doa Surabaya, 02 November 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 24 Januari 2009 (Sabtu Pagi)
Keluaran 5 dalam Tabernakel adalah tentang Halaman, yaitu kebenaran oleh iman....

Ibadah Doa Malang, 20 April 2010 (Selasa Sore)
digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Pelajaran...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 27 Februari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Doa Malang, 27 Januari 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 14:1-12
14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Januari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:
26:2. "Kamu...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2012 (Senin Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada shekinah...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Oktober 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 25 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 18 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 secara keseluruhan menunjuk pada Shekinah Glory/sinar kemuliaan/terang kemuliaan.

Markus 16 dibagi menjadi 2 bagian:
Markus...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:31-37
4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Agustus 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:11-17
7:11 Kemudian Yesus pergi ke...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema ibadah persekutuan di Tondano, Manado: Lukas 1: 37
1:37. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Dari tema ini kita bisa menyimpulkan bahwa Allah sanggup menghapus segala kemustahilan; Allah sanggup mengadakan mujizat.

Lukas 1: tentang Maria, seorang perawan--tidak ada benih laki-laki--, tetapi harus mengandung dan melahirkan bayi Yesus. Ini suatu kemustahilan secara manusia.
Jalan keluarnya: mendengar firman--jalan dari sorga. Tidak ada jalan lainnya.

Lukas 1: 26-27, 30-32
1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27. kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:30.
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

Di dunia kalau seorang perawan disuruh mengandung dan melahirkan bayi, buntu, mau panggil siapapun tidak akan bisa. Jalannya adalah Maria harus mendengar suara malaikat/berita malaikat.
Berita= firman Allah.
Malaikat= gembala.
Berita malaikat= firman penggembalaan.

Menghadapi kemustahilan di dunia memanggil siapapun tidak bisa. Jalan keluarnya hanya mendengar firman penggembalaan, itulah firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, terus-menerus, berkesinambungan, berurutan, dan diulang-ulang sehingga menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat, untuk menumbuhkan dan mendewasakan kerohanian sidang jemaat sampai sempurna.

Jadi salah besar kalau kita tidak mau datang ibadah saat ada pencobaan besar dan di dunia tidak ada yang bisa menolong. Justru saat itu kita harus mendengar firman penggembalaan.
Dengan kata lain, kita harus tergembala.
Maria gambaran dari kaum muda dan gereja Tuhan. Kaum muda dan gereja Tuhan banyak menghadapi kemustahilan, karena itu kita semua harus tergembala dengan benar dan baik: mendengar suara gembala dan berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Ini mutlak untuk menghadapi kemustahilan.

Jadi, penggembalaan adalah tempat untuk menghapus kemustahilan--nanti Yesus lahir di kandang. Secara manusia, mana bisa seorang perawan mengandung dan melahirkan bayi, tetapi di kandang, bisa terjadi. Setelah mendengar berita malaikat/firman penggembalaan, Maria berada di kandang, lahirlah Yesus. Itu sebabnya tidak ada tempat penginapan atau rumah orang, karena itulah rencana Tuhan yaitu supaya mendengar suara gembala dan berada di kandang--tergembala dengan benar dan baik.

KEGIATAN DALAM PENGGEMBALAAN
Lukas 1: 38
1:38. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Penggembalaan itu suasana malaikat. Firman penggembalaan dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala, bukan orang lain. Kandang penggembalaan = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok = ruangan suci.
Kegiatan dalam penggembalaan adalah 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan'= menjadi hamba Tuhan. Dalam penggembalaan hati kita dibentuk.

Belajar dari Musa, di Mesir ia dibentuk otaknya--kepandaian--, sehingga bisa menjadi anak raja, tetapi untuk menjadi hamba Tuhan ia harus ke Midian--menunjuk pada penggembalaan--, yang dibentuk adalah hatinya sampai bisa berkata: 'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan'.

Hamba Tuhan adalah kehidupan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan kehendak Tuhan--bukan maunya sendiri--, dan sesuai dengan karunia jabatan dari Tuhan. Kalau tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, semua akan sia-sia.

"Karena itu dalam ibadah kunjungan kalau bapak/ibu tidak setuju, silahkan berdoa untuk dibatalkan. Mau berpuasa supaya batal, boleh, saya malah senang, supaya kalau saya berangkat, itu benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalau bukan kehendak Tuhan, tidak jadi."

Mari, kalau tidak tergembala, kita tetap akan menghadapi kemustahilan, sampai kemustahilan yang tertinggi, tidak bisa menjadi sama dengan Tuhan. Natal adalah Allah lahir menjadi sama dengan manusia, supaya manusia lahir baru menjadi sama dengan Allah. Itu mujizatnya. Kalau tidak tergembala, manusia berdosa tidak mungkin bisa jadi sama dengan Allah.

Mari tergembala, kegiatannya adalah menjadi hamba Tuhan.

Pelayanan Maria adalah mengandung dan melahirkan bayi Yesus--dari awal sampai akhir. Jangan berhenti di tengah jalan!
Artinya: kita harus melayani sampai garis akhir, kalau tidak, bayinya akan mati.

Keluaran 29: 9
29:9. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.

Ini pelajaran bagi kita. Tahbisan yang benar adalah melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, dan sesuai dengan karunia jabatan dari Tuhan, disertai dengan pengorbanan sampai garis akhir--Maria perawan tetapi harus mengandung; ia tidak bersalah/jatuh dalam dosa/najis, tetapi harus mengandung, inilah pengorbanan.
Garis akhir= sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kembali, dan sampai selama-lamanya.

Menghadapi kemustahilan hari-hari ini, mari tergembala; dengar firman penggembalaan dan berada di kandang. Di situ kita dibentuk menjadi hamba Tuhan. Layani Dia sesuai dengan kehendak-Nya, karunia dan jabatan dari Dia, dan disertai pengorbanan. Ini jalan keluar untuk menghadapi kemustahilan.

Lukas 1: 34
1:34. Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"

Sikap Maria: ragu-ragu; bimbang. Kalau mendengar firman dengan menggunakan pikiran, kita akan ragu-ragu. Seperti juga Abraham diperintahkan Tuhan untuk menyembelih anaknya, kalau Abraham menggunakan pikiran, tidak akan bisa.
Maria ragu, bimbang, tidak percaya pada firman penggembalaan karena menerima firman penggembalaan/firman pengajaran dengan logika.

"Satu kelas menyontek, kita jangan menyontek, kita ragu: Bagaimana bisa, nanti aku yang tidak lulus. Itu memakai logika. Begitu juga kalau menjual barang palsu, tetapi dibilang asli karena takut tidak laku. Inilah menerima firman lewat logika (selalu bertanya-tanya atau ragu)."

Yakobus 1: 6-8
1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
1:7. Orang yang demikian
janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
1:8. Sebab orang yang mendua hati
tidak akan tenang dalam hidupnya.

Orang bimbang seperti gelombang laut. Kalau bimbang pada firman penggembalaan, hidup kita tidak akan tenang--padahal di penggembalaan raja Daud mengatakan: dibaringkannya aku di padang rumput hijau; tenang--, banyak ketakutan, gelisah, stres, tidak mendapatkan apa-apa, bahkan kehilangan segala-galanya, sampai tenggelam di lautan api dan belerang. Tuhan tolong kita semua.

"Saya berbicara dengan seorang dosen di Manado yang ikut live streaming. Dia berkata: 'Kalau orang lain mengajarkan: batasi kerja dan sekolah ya untuk ibadah--sampai anaknya ragu-ragu--, tetapi pak Wi mengajarkan: kerja yang keras, sekolah yang keras, tetapi ibadah lebih keras.' Baru dia sadar. Paling sedikit timbangannya sama, tetapi di akhir zaman ibadah harus lebih ditingkatkan. Memang berkorban waktu."

Jika melayani Tuhan dengan logika--menerima firman dengan logika--, semua akan menjadi mustahil, bahkan tenggelam. Tetapi kalau melayani dengan iman--'aku tidak bisa, tetapi Tuhan bisa'--, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
Itulah pelayanan kita yaitu harus dengan iman.

"Dosen ini juga bertanya pada kami tentang pelayanan. Saya jawab: 'Kalau minggu ke sini...sini...sini.' Jawabannya: 'Kok bisa?' Minggu pagi di Malang, siang di Surabaya, malam di Medan. Kalau logika, saya juga tidak mampu; tidak bisa juga. Tetapi saya dengan iman, kalau dari Tuhan, Dia pasti buka jalan."

Kalau kita yakin Tuhan menolong kita, yang mustahil akan menjadi tidak mustahil. Sekolah, kerja yang keras, tetapi tetap perjuangkan ibadah!

"Saya dulu pekerja keras, jadi tidak mungkin saya suruh kurangi kerja. Kerja keras, belajar yang keras, tetapi ibadah harus lebih diperjuangkan lebih dari apapun."

Itu berarti suatu pengorbanan. Sungguh-sungguh hari-hari ini!

Saat Maria bimbang--sekarang kita yang seringkali bimbang dan pakai logika--, Tuhan menolong lewat dua hal:

  1. Lukas 1: 35
    1:35. Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

    'malaikat'= selalu disebutkan 'malaikat' (firman penggembalaan), itulah jawabannya.

    Yang pertama: Tuhan menolong lewat pemberitaan firman penggembalaan dalam urapan Roh Kudus, yang diulang-ulang.

    Firman diulang-ulang--tentang kehamilan Maria--, supaya lebih jelas lagi.
    Tadi firman Tuhan datang: Kamu menerima kasih karunia dan akan mengandung, tetapi Maria menjawab: Bagaimana mungkin? Firman menjawab lagi: Roh Kudus yang turun. Semakin jelas.

    Semakin firman penggembalaan diulang-ulang, rahasianya semakin dibukakan. Tadi firmannya: Kamu akan mengandung. Tetapi setelah dibukakan lagi: Kamu mengandung dari benih Roh Kudus. Lebih jelas lagi untuk meyakinkan kita. Jangan pakai logika, tetapi iman!
    Karena itu salah kalau kita tidak mau firman yang diulang-ulang.

    Jadi firman penggembalaan yang diulang-ulang merupakan pertolongan Tuhan, bukan sesuatu yang membosankan.


  2. Lukas 1: 36
    1:36. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

    Yang kedua: Tuhan menolong lewat kesaksian yang benar dan sudah menjadi kenyataan, sesuai dengan fiman pengajaran yang benar.

    Maria tahu kalau Elisabet mandul, tetapi sekarang malaikat bersaksi bahwa Elisabet sudah mengandung enam bulan--menjadi kenyataan.

    "Karena itu bersaksi itu penting. Sekalipun waktu kita terbatas kalau hari minggu, tetapi saya tetap buka ruang kesaksian. Jangan takut, yang penting ditulis point apa yang mau disaksikan. Kita bersaksi apa yang menjadi tekanan Tuhan dalam hidup kita--sama seperti kalau kita terkena firman, tiap orang beda-beda tekanannya. Bersaksi tentang sakit jadi sembuh, apa bebannya, dan di mana pertolongan Tuhan. Jelaskan, biar bagi kita kecil, mungkin kita malu, tidak apa-apa, kalau kita yakin itu dari Tuhan, saksikan. Jangan bersaksi: Nanti kalau gaji saya naik...... itu bukan bersaksi, tetapi masih bermimpi. Harus yang sudah menjadi kenyataan."

Lukas 1: 37

1:37. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Lewat pemberitaan firman dan kesaksian, ada keyakinan yang pasti bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil.

SIKAP KEHIDUPAN YANG TERGEMBALA
Lukas 1: 38
1:38. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Sekalipun berada di kandang dan mendengar suara gembala, kalau masih terus bertanya: Bagaimana bisa?, berarti belum tergembala, dan ia masih menghadapi kemustahilan. Tetapi kalau sudah berada di kandang dan kita sudah yakin pada firman penggembalaan, pasti Allah menghapus kemustahilan, karena penggembalaan adalah tempat untuk menghapus segala kemustahilan.

Sikap kita dalam penggembalaan adalah: 'jadilah padaku menurut perkataanmu itu.'
Tadi, kegiatan dalam penggembalaan, kita menjadi hamba Tuhan, melayani Tuhan mulai dari dalam nikah, dalam penggembalaan, fellowship--'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan.'

". Nanti sesudah baptisan air ada penataran calon imam-imam. Yang belum menjadi imam, mari mengikuti ('sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan'). Yang sudah melayani, mari tetap menjadi imam ('sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan'). Jangan seperti Yudas: 'Dahulu aku....'."

"Saya bertemu beberapa orang yang bahkan dibaptiskan oleh Pdt van Gessel, tidak sadar beliau berkata: Dahulu, om ini... Dalam hati saya bertanya: Sekarang bagaimana? Tetapi saya tidak boleh bicara begitu. Saya berkhotbah, dia bertanya: 'van Gessel ya?': 'Iya, kami belajar dari wahyu yang diterima oleh Pdt van Gessel.': 'Oh, dahulu om....' Dalam hati saya bertanya: Sekarang bagaimana? Yang penting adalah sekarang."

Yang belum melayani, mari mulai melayani. Yang sudah melayani, jangan hanya dahulu saja, tetapi juga sekarang, sampai selama-lamanya--sampai garis akhir. Nanti di takhta Tuhan kita juga melayani. Betapa indahnya; seperti sekeluarga Nuh yang melayani. Memang semua itu pengorbanan--sekolah, bekerja lalu melayani Tuhan--, tetapi tidak sebanding dengan kurban Kristus.
"Pelayanan kita ada tiga puluh enam. Tim Doa pun pelayanan. Mungkin tidak semuanya mau menyanyi, terserah beban dari Tuhan (panggilan dari Tuhan). Tuhan menolong kita "

'jadilah padaku menurut perkataanmu itu'= taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan sampai daging tidak bersuara, apapun resiko yang kita hadapi--'terserah Engkau, Tuhan'. Berkata seperti ini berat.
Pengorbanan pertama: kehilangan harga diri. Kalau melihat Maria mengandung tanpa suami, tentu dianggap aib--sok suci.
Pengorbanan kedua: bisa kehilangan nyawa, dirajam batu sampai mati.

Tadi berkata: 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan,' sudah merupakan pengorbanan, sekarang berkata: 'jadilah padaku menurut perkataanmu itu,' juga merupakan pengorbanan.
Tetapi Maria mengalami mujizat. Jangan takut! Allah sanggup menghapus kemustahilan. Begitu Maria taat, mujizat terjadi, ia bisa mengandung dan melahirkan bayi Yesus sebagai:

  1. Yesus sebagai Juruselamat.
    Matius 1: 21
    1:21. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

    Kalau kita sudah tergembala dan taat dengar-dengaran, kita akan menerima Yesus sebagai Juruselamat, yang menyelamatkan kita yang berdosa.

    Beban terberat manusia di dunia adalah dosa karena membebani sejak di dunia--suasana kutukan; letih lesu dan beban berat--sampai kebinasaan di neraka. Ini yang perlu ditolong oleh Tuhan. Kalau sudah tergembala dan taat dengar-dengaran, mujizat akan terjadi, yaitu kita bisa menerima Yesus sebagai Juruselamat. Ini merupakan mujizat karena banyak yang menghina Yesus.

    Proses menerima Yesus sebagai Juruselamat:


    • Percaya (iman) kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.


    • Bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa. Yang selalu ditekankan adalah tidak boleh lagi ada dusta dan kebencian tanpa alasan--setan merupakan bapa pembunuh dan pendusta--; kita terlepas dari tangan setan dan kembali dalam tangan Tuhan.


    • Baptisan air dan Roh Kudus; lahir baru dari air dan Roh Kudus.
      Baptisan air yang benar yaitu sesuai dengan alkitab dan kita dibaptis seperti Yesus dibaptis--sesudah dibaptis Yesus keluar dari dalam air (kuburan air), dan langit terbuka; Roh bagaikan burung merpati turun ke atas-Nya (Matius 3: 16).

      Dibaptis seperti Yesus dibaptis artinya: orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga langit terbuka, kita mengalami baptisan Roh Kudus; kita mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi.


    Untuk bisa masuk baptisan air yang benar, itu merupakan mujizat (menghapus kemustahilan), dan akan dikuti dengan baptisan Roh Kudus.

    1 Yohanes 3: 7-9
    3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
    3:8. barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
    3:9. Setiap orang yang
    lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

    Istilah 'sesat' di sini mengacu pada pengajaran.
    'lahir dari Allah' = lahir baru dari air dan Roh Kudus.
    'benih ilahi'= terutama benih Roh Kudus.

    Praktik hidup baru:


    • Tidak berbuat dosa lagi=


      1. Hidup dalam kebenaran.
      2. Ayat 7= tidak disesatkan= berpegang teguh pada pengajaran yang benar. Jangan memberi kesempatan satu kalipun untuk mendengar yang lain, itu yang membuat bimbang!
        Hawa mendengar satu kali dan hancur semua--telanjang dan panca inderanya rusak. Telinganya rusak, matanya rusak, hidungya rusak, mulutnya rusak, pipinya rusak (indera peraba)--mulai takut, stres.
        Tuhan bilang: Boleh kaumakan buahnya dengan bebas, ular bilang: Tidak boleh.

        Sekarang begitu, yang boleh jadi tidak boleh dan sebaliknya.

        Yang tidak boleh adalah mendengar ajaran lain, bukan tidak boleh beribadah. Itu peraturan alkitab.


      Kalau tidak berbuat dosa, kita akan dipakai menjadi senjata kebenaran/hamba kebenaran. Tadi hamba Tuhan itu melayani sesuai dengan kehendak Tuhan (sesuai jabatan), melakukan kehendak Tuhan, tapi juga hidupnya benar (hamba kebenaran). Kalau hidup benar, dan ajarannya benar, kita akan menjadi senjata kebenaran. Ini yang bisa membawa orang-orang berdosa datang kepada Tuhan untuk dibenarkan, hidup dalam kebenaran, bahkan menjadi senjata kebenaran. Ini tugas kita.

      " Kita juga dalam pelayanan (seperti peluru). Orang datang dalam keadaan jahat/najis, ditembak terus dengan kebenaran, lama-lama dia akan jadi benar."


    • Tidak dapat berbuat dosa (ayat 9 'Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi). Ini puncaknya; benar seperti Yesus benar (ayat 7: 'Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar'). Kita diselamatkan dari kutukan dosa menjadi damai sejahtera--enak dan ringan--, dan kita juga diselamatkan dari hukuman Tuhan; tidak binasa tetapi hidup kekal selamanya.
      Kutukan dosa= letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata.
      Tidak benar berarti tidak selamat.


    Inilah pengertian menerima Yesus sebagai Juruselamat.
    Malam ini, yang sudah baptisan air yang benar, mari mantapkan untuk hidup benar. Kalau baptisannya belum sesuai alkitab, berarti belum dibaptis. Yang sudah benar, mari hidup benar, pegang teguh pengajaran, dan menjadi senjata kebenaran, untuk dipakai Tuhan membawa orang-orang berdosa datang kepada Tuhan. Berkatnya besar.

    Memberi makan pada orang lain, Tuhan katakan itu sama dengan menjamu malaikat--'Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.'. Tidak sadar kalau menjamu malaikat. Apalagi kalau membawa jiwa sampai bisa bertobat dan hidup benar, berkatnya pasti luar biasa.

    Semua mau dipakai Tuhan sebagai senjata kebenaran. Mulai dari keluarga kita, bersaksi, membawa jiwa-jiwa, sampai tidak dapat berbuat dosa--benar seperti Yesus benar. Kita selamat dari kutukan dosa--di dalam dosa ada kutukannya, dan pasti letih lesu, berbeban berat, susah payah, dan air mata. Kita akan mengalami kedamaian, semua enak dan ringan, bahkan kita diselamatkan dari tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal, kiamat, dan neraka. Kita tidak binasa, bahkan hidup kekal.

    Inilah pengertian menerima Yesus sebagai Juruselamat.


  2. Yesus sebagai Raja diatas segala raja.
    Matius 2: 2
    2:2. dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

    Terima Yesus sebagai Juruselamat lebih dulu--kedatangan-Nya yang pertama--, setelah itu terima Dia sebagai Raja segala raja--kedatangan-Nya yang kedua. Ini hanya terjadi di dalam penggembalaan.

    Dalam penggembalaan, kalau sudah taat dan berserah penuh, kita bisa menerima Yesus sebagai Raja di atas segala raja. Untuk apa, terutama bagi bangsa kafir?
    Dalam perjalanan Yesus yang terakhir ke Yerusalem, Dia menunggangi keledai dan orang berseru: Lihatlah Rajamu!

    Matius 21: 1-5
    21:1. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
    21:2. dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.
    21:3. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."
    21:4. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi:
    21:5. "Katakanlah kepada puteri Sion:
    Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."

    Yesus sebagai Raja segala raja menunggangi keledai--menunjuk pada bangsa kafir--untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita mau dipakai, yang penting sungguh-sungguh.
    Terima Yesus sebagai Juruselamat. Mantapkan dulu dasar/pilar kekristenan kita yaitu percaya, bertobat, baptis air dan Roh Kudus. Hidup benar, pegang teguh ajaran yang benar! Jangan merasa mampu dan sembarangan mendengar ajaran yang lain, tidak akan mampu! Kalau secara tidak sengaja mendengar ajaran lain, harus lari menghindar. Jangan merasa kuat!

    Kalau sudah mantap, bangsa kafir akan ditunggangi Yesus; kita akan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Kaki keledai ada empat, menunjuk pada empat pilar: iman, bertobat, baptis air dan Roh Kudus. Kalau tidak kuat, tidak bisa ditunggangi.
    Kuatkan dasarnya, dan kita akan dipakai.

    'seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya' = orang tua dan orang muda.
    Keledai muda= muda secara usia (kaum muda), orang yang baru menerima kabar mempelai, atau usia tua tetapi selalu dibaharui oleh firman pengajaran--seperti rajawali mengganti bulunya.

    Yang sudah lama menerima kabar mempelai seringkali seperti ibu mertua Petrus--yang mempersiapkan mempelai wanita bagi Petrus--, itulah hamba Tuhan yang sudah lama dalam kabar mempelai, tetapi demam, artinya: menyalahkan pengajaran, dan mau memakai cara dunia. Jangan! Salahkan diri sendiri, pengajaran tidak pernah salah! Jangan demam! Kalau demam, melayani diri sendiri saja tidak bisa, apalagi melayani orang lain. Tidak akan bisa!

    Jadi kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam kabar mempelai/firman pengajaran yaitu:


    • Kegerakan penyucian--dulu Israel dipimpin tabut. Sekarang dipimpin kabar mempelai.
      Keledai disucikan dari:


      1. Keledai liar dan keledai jalang (dalam Kitab Ayub).
        Keledar liar= tidak mau digembalakan; dagingnya liar. Harus digembalakan pada pengajaran yang benar--harus tertambat. Keledai liar maunya bebas, daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya tidak mau dibendung. Tetapi dia harus tergembala, supaya disucikan.

        Keledai jalang= dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Harus disucikan dari dosa ini.


      2. Kekuatiran.
        Matius 6: 31-32
        6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
        6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

        Bangsa kafir kuatir terus soal perkara jasmani sampai mengabaikan perkara rohani dan Tuhan; tidak setia dan benar. Ini yang harus disucikan.
        Mari sungguh-sungguh!


      Matius 6:33
      6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

      Kalau disucikan kita bisa mengutamakan Tuhan/ibadah pelayanan lebih dari semua; beribadah melayani dengan setia dan benar. Ini yang dipakai dalam kegerakan hujan akhir.


    • Kegerakan iman.
      Matius 21: 8
      21:8. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.

      Tadi pakaian dicari-cari, tetapi sekarang dilempar-lempar. Ini berarti tidak bergantung lagi pada dunia ini tetapi pada Tuhan--kegerakan iman.
      'ranting-ranting'= makanan keledai.

      Kegerakan iman ini sampai lebih bahagia memberi dari pada menerima. Mari, berikan semua untuk Tuhan: waktu, tenaga, pikiran, keuangan--sampai menyerahkan seluruh hidup pada Tuhan; untuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kecuali pribadi Yesus/pengajaran yang benar jangan dikorbankan. Kalau pengajaran benar dikorbankan--kegerakan keledai tanpa pengajaran yang benar--, akan jadi keledai yang ditunggangi Bileam--ajaran palsu--, dan menuju kutukan dan kebinasaan.


    Setelah disucikan, ada penyerahan, baru bisa ditunggangi. Ditunggangi Yesus= menerima beban. Ini adalah panggilan Tuhan.

    Tuhan memberikan beban artinya:


    • Tuhan memberikan beban di dalam hati kita untuk dilakukan; sesuai dengan panggilan Tuhan: berkorban.

      "Ada yang telepon: 'Om, saya terbeban untuk ikut serta, tapi uangnya mau saya berikan untuk yang lain.': 'Kalau kamu digerakkan berangkat, berangkat, jangan dialih-alihkan uangnya.'"

      Semua harus sesuai dengan panggilan Tuhan. Kalau tidak sesuai panggilan Tuhan, akan hancur. Melayani apapun harus sesuai dengan beban dari Tuhan.
      Menikah adalah pembangunan tubuh Kristus; harus sesuai dengan panggilan Tuhan. Ada yang dipanggil tidak menikah, jangan menikah. Jangan paksakan, bisa hancur.

      Mau menjadi hamba Tuhan sepenuh (fulltimer) juga sesuai panggilan Tuhan. Tidak boleh dipaksakan. Melayani dalam bidang apa saja harus sesuai panggilan Tuhan.

      Kalau melayani sesuai dengan panggilan Tuhan, di situ ada pembelaan dari Tuhan karena Ia yang memanggil--Tuhan tidak menyesali panggilan dan pilihan-Nya.


    • Salib= penyaliban daging; percikan darah.
      Matius 21 ini terkena pada tujuh kali percikan darah--langkah-langkah keledai yang diberi beban merupakan langkah percikan darah.
      Kita mengalami penyaliban daging supaya menerima Roh kemuliaan yang mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani yang sama dengan Sang Raja.

      Matius 21: 5
      21:5. "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."

      Sang Raja itu lemah lembut, rendah hati, dan sabar:


      1. Rendah hati=


        1. Kemampuan untuk mengaku dosa dan segala kekurangan kita. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau tidak mau mengaku dosa, akan jadi beban terberat, dan tidak bisa jalan.


        2. Kemampuan untuk mengakui kelebihan orang lain/pemakaian Tuhan kepada orang lain. Kalau tidak, kita jadi orang sombong--orang yang meninggikan diri akan direndahkan.
          Kalau ada orang lain dipakai Tuhan dalam pengajaran, mari kita dukung.


      2. Lemah lembut=


        1. Kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
        2. Kemampuan untuk tidak menghakimi orang lain--jangan berprasangka buruk. Ini yang dipakai Tuhan.
          Berpikir yang positif!

          "Dalam fellowship, Pdt In Juwono dan Pdt Pong berkata: Kita mengurus yang datang. Kalau mengurus yang tidak datang, pusing: Ah dia tidak datang karena... Urus yang datang, supaya bisa memberi makan yang rohani. Kalau yang sekian tidak bisa diberi makan, untuk apa menuntut yang tidak datang. Berpikir saja dia tidak datang karena sibuk dan lain-lain. Beres."


      3. Sabar=


        1. Sabar dalam penderitaan; tidak mengomel, tidak bersungut tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Tidak kecewa dan putus asa, tetapi tetap percaya berharap Tuhan.


        2. Sabar menunggu waktu Tuhan. Kalau Tuhan belum menolong kita, kesempatan, waktu kita untuk selalu menyerah pada-Nya--'waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.' Kita koreksi diri--berdiam diri--, setelah itu berserah dan berseru kepada Tuhan.


      Efesus 4: 2
      4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

      Perikopnya tentang kesatuan jemaat; kesatuan tubuh Kristus dengan karunia-karunia yang berbeda. Kalau beda pengajaran--kepala--tidak mungkin menjadi satu. Sekalipun berbeda-beda--ada tangan, mata, hidung dan sebagainya--, kalau satu kepala, akan menjadi satu.

      Dalam pengajaran Tabernakel mulai pintu gerbang (iman) tidak boleh berbeda. Pertobatan tidak boleh beda. Tidak satu baptisan, tidak akan bisa menjadi satu. Inilah kesatuan dalam pengajaran.


      Kalau ada lemah lembut, rendah hati, dan sabar, kita akan saling membantu, dan menjadi satu.
      Efesus 4:4
      4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

      Mulai dari dalam nikah, penggembalaan, fellowship kita lemah lembut, rendah hati, dan sabar. Kalau saling membantu, akan tambah kuat sampai bisa jadi satu dan mencapai kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.


    Inilah mujizat secara rohani yang terbesar--menjadi lemah lembut, rendah hati, dan sabar. Dan mujizat jasmani juga akan terjadi:


    • Yesaya 43: 15-16
      43:15. Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
      43:16. Beginilah firman TUHAN,
      yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,

      Yang pertama: Sang Raja mampu membelah laut Kolsom.

      Menerima Yesus sebagai Juruselamat, menerima Yesus sebagai Sang Raja--ditunggangi--sudah merupakan mujizat, sampai lemah lembut, rendah hati, sabar, juga mujizat. Kita berdiam diri, berserah dan berseru, maka Sang Raja akan memberikan jalan keluar dari segala masalah yang mustahil--menghapus kemustahilan. Percayalah!

      Sang Raja juga memberikan masa depan yang berhasil dan indah.
      Ada masalah dan jalan buntu, mari tergembala dengan baik sampai menerima Yesus sebagai Juruselamat--hidup benar, pegang pengajaran yang benar.

      Kalau mendengar yang salah, hidup kita akan kacau--seperti Hawa dari taman Eden--menjadi kutukan. Kalau sudah terkutuk masih dengar suara lain, akan menuju kebinasaan. Bukan berarti di sini yang paling benar, tetapi harus sesuai alkitab. Kalau tidak sesuai dengan alkitab, jangan didengar! Kalau telinganya rusak, semua akan rusak.

      Kemudian terima Dia sebagai Raja, supaya kita ditunggangi--dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--, sampai sabar--berserah berseru kepada Tuhan.


    • Zakharia 14: 17
      14:17 Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.

      Yang kedua: kalau menyembah Sang Raja, pintu langit akan terbuka, Dia mencurahkan hujan berkat bagi kita.

      Kalau kering di bumi, cara dunia tidak bisa, minta air hujan kepada Tuhan. Kita berusaha, tetapi Dia yang menentukan; Dia mencurahkan hujan berkat jasmani yang berlimpah-limpah. Kita bisa mengucap syukur kepada Tuhan, menutupi semua kekurangan.
      Dan kita mengalami hujan kebahagiaan sorga.


    Lukas 23: 42-43
    23:42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
    23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam
    Firdaus."

    Yang terakhir, kita dibaharui sampai sempurna--pintu Firdaus terbuka. Malam ini, penjahatpun masih bisa diubahkan oleh Sang Raja.
    Mari berseru pada Sang Raja malam ini saat menghadapi apapun juga--menghadapi laut Kolsom, kekeringan di bumi--, sampai hujan berlimpah-limpah, meluap-luap menutupi kekeringan dan ada kebahagiaan sorga.

    Pembaharuan terakhir, siapapun kita dan apapun keadaan kita malam ini Tuhan bisa membaharui kita sampai sempurna seperti Dia, sehingga layak menyambut kedatangan Sang Raja yang kedua kali di awan-awan yang permai, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus, sampai Yerusalem baru.

Apa masalah kita, kita berserah dan berseru pada Sang Raja. Sabar dalam menunggu waktu Tuhan! Dia akan nyatakan waktu-Nya.
Yang penting kita tergembala. Dengar firman penggembalaan! Perhatikan kandang! Jangan ragu lagi sampai benar-benar taat dengar-dengaran dalam penggembalaan. Yesus akan lahir sebagai Juruselamat--kita selamat dan hidup benar--dan lahir sebagai Raja--kita dipakai Tuhan. Benar-benar mujizat rohani dan jasmani terjadi. Kita sungguh-sungguh menghadap Sang Raja.

Jangan gunakan logika, tetapi iman! Di saat Maria menggunakan iman, ia bisa sungguh-sungguh menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Sang Raja. Yesus bisa melakukan apa saja bagi kita.
Suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, tetapi Sang Raja tahu keadaan kita bangsa kafir.

Ada Sang Raja dan Juruselamat di tengah kita. Jangan putus asa dan kecewa! Dia tidak menipu kita. Secara rohani mungkin kita tidak lebih dari penjahat--jahat, najis dan lain-lain--, tetapi masih ada pertolongan dari Sang Raja. Mungkin kering ekonomi dan lain-lain hari-hari ini, tidak ada hujan, masih bisa ditolong. Mungkin seperti menghadapi laut Kolsom (jalan buntu), masih bisa ditolong. Percayalah kepada Dia! Sang Raja mampu menghapus segala kemustahilan. Sang Raja sangat memperhatikan bangsa kafir.

Serahkan semua kepada Dia! Kita pulang, dan segala beban sudah ditanggung Dia. Dia memberikan beban di hati untuk kita melayani, tetapi menanggung segala beban kita di kayu salib. Jangan ragu-ragu!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top