English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Doa Malang, 19 Mei 2020 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Agustus 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:66-72, menghadapi penderitaan dan kesulitan di akhir zaman, banyak anak Tuhan menyangkal...

Ibadah Doa Malang, 20 Desember 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 tentang kegiatan di tahta Surga:
Kegiatan penyucian.
Wahyu...

Ibadah Raya Surabaya, 18 September 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 6-12
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 26 Maret 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:3-4
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 31 Agustus 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:10-11
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes,...

Ibadah Doa Surabaya, 27 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Juni 2012 (Rabu Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...

Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 23 November 2010 (Selasa Sore)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Doa Malang, 11 Februari 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Wahyu 1:9
1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Juni 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 20 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di Filadelfia.
Wahyu...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 10 Mei 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:6
11:6. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

Ini adalah kuasa dari dua saksi:
  1. Kuasa untuk menutup langit, supaya jangan turun hujan = kuasa dari Elia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 26 April 2020 sampai Ibadah Doa Malang, 30 April 2020).

  2. Kuasa untuk mengubah air menjadi darah = kuasa dari Musa (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 03 Mei 2020).

ad. 2. Kuasa dari Musa.
Air menjadi darah merupakan tulah pertama dari Tuhan atas Firaun dan Mesir.

Keluaran 7:16-17
7:16. Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan.
7:17. Sebab itu beginilah firman TUHAN: Dari hal yang berikut akan kauketahui, bahwa Akulah TUHAN. Lihat, dengan tongkat yang di tanganku ini akan kupukul air yang di sungai Nil dan air itu akan berubah menjadi darah,

Tulah pertama terjadi karena dua hal:
  1. Firaun tidak mau mendengar dan dengar-dengaran pada firman Allah, tidak mau beribadah, sama dengan melawan kebenaran, tidak mengasihi Tuhan. Ini sama dengan tidak memiliki loh batu pertama.

  2. Firaun memperbudak Israel, sama dengan menyakiti dan menyiksa sesama, tidak mengasihi sesama. Ini sama dengan tidak memiliki loh batu kedua.
    Hati-hati, jangan sampai menyakiti sesama dalam iman, apalagi sesama imam. Kalau menyakiti, pasti ada tulahnya, tidak mungkin tidak.

Jadi tulah pertama terjadi karena Firaun dan Mesir tidak mengasihi Tuhan dan sesama, tanpa dua loh batu, sehingga menjadi batu keras/ batu sandungan/ batu kilangan.
Sekalipun kita imam, kalau tidak punya kasih, kita akan jadi batu sandungan bagi pekerjaan Tuhan dan sesama.

Akibatnya:
  1. Air menjadi darah, artinya:
    1. Kehausan, tidak ada kepuasan, tidak ada kebahagiaan seumur hidupnya.
    2. Penderitaan, sengsara, dan air mata. Akhirnya hidup dalam dosa dan puncaknya dosa, mencari kepuasan di dunia.

  2. Batu sandungan dilemparkan ke dalam laut, tenggelam dan gagal, sampai tenggelam di lautan api dan belerang, kematian kedua.
    Keluaran 15:4-5
    15:4. Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau.
    15:5. Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.


Jadi, untuk menghadapi kesulitan dan kegelapan akhir zaman sampai antikris berkuasa di bumi, kita harus menjadi saksi Tuhan. Ini yang penting, jangan menjadi batu sandungan, gelap harus dilawan dengan terang.

Di Perjanjian Baru, Petrus dipuji Tuhan sebagai batu karang, tetapi sebentar lagi ia juga menjadi batu sandungan.
Matius 16:13-19
16:13. Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14. Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15. Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16. Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17. Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Mesias artinya yang diurapi.
Petrus bersaksi Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, Imam Besar, sehingga ia diakui sebagai batu karang atau saksi Tuhan, yang kuat menghadapi apa pun sampai zaman antikris, tidak dikuasai maut, berarti hidup kekal selamanya.

Tetapi mendadak Petrus menjadi batu sandungan.
Matius 16:21-23
16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Waspada, jangan lengah! Petrus yang diakui sebagai batu karang atau saksi Tuhan yang hebat dan benar, tetapi begitu cepat menjadi batu sandungan.
Mengapa demikian? Karena Petrus menggunakan pikiran/ logika manusia, bukan pikiran Tuhan/ iman. --'bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia'.

Pikiran daging memang benar secara penalaran manusia, tetapi seringkali tidak sesuai dengan firman, sehingga kehilangan nilai rohani/ keselamatan. Mungkin mendapat yang jasmani, tetapi kehilangan yang rohani, dan membawa pada kebinasaan, dari batu karang menjadi batu sandungan.

Dalam bekerja, jangan sampai melawan Tuhan sekalipun masuk akal. Gunakan iman dalam bekerja, sekolah.
Secara pikiran daging mungkin hebat, tetapi sebentar lagi menjadi batu sandungan, mulai tenggelam dan hancur. Tuhan tolong kita semua.

Praktik sehari-hari pikiran daging dari Petrus sehingga menjadi batu sandungan:
  1. Menolak salib.
    Matius 16:22-23
    16:22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    Menolak salib sama dengan menolak sengsara daging bersama Yesus.
    Akibat menollak salib:
    • Tidak bisa bertobat.
      1 Petrus 4:1-2
      4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
      4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

      'Kristus telah menderita penderitaan badani'= Yesus rela sengsara sampai mati di kayu salib untuk membenarkan dan menyelamatkan manusia berdosa.
      Bagi kita sekarang, salib artinya rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan hidup menurut kehendak Allah, sama dengan bertobat, kembali pada firman Allah.

      Jadi, menolak salib sama dengan tidak mau bertobat, sampai suatu waktu tidak bisa bertobat seperti setan.
      Kita seringkali tidak bijaskana, hanya ikuti logika saja, padahal nanti membawa pada kebinasaan. Lebih baik bertobat, sengsara sesaat tetapi bahagia selamanya, daripada berbuat dosa tetapi sengsara selamanya.

      Petrus menolak salib sampai menyangkal Yesus. Petrus berdusta.
      Berdusta sama dengan tidak mau sampai tidak bisa bertobat.

      Yeremia 9:5
      9:5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

    • Tidak mau sampai tidak bisa berubah.
      2 Korintus 4:16-18
      4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
      4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
      4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

      Pikiran iman adalah tertuju pada perkara kekal.
      Salib adalah rela sengsara daging untuk mengalami keubahan hidup dari manusia daging dengan pandangan dan pikiran daging menjadi manusia rohani dengan pandangan dan pikiran iman seperti Yesus.

      Pembaharuan dimulai dengan baptisan air dan Roh Kudus, lahir baru dari air dan Roh Kudus.
      Jadi, sengsara daging yang paling ringan adalah masuk baptisan air yang benar.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, dan bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus, sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu mengalami baptisan/ urapan Roh Kudus.

      Permulaan manusia baru adalah tidak berdusta.
      Efesus 4:23-25
      4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
      4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
      4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

      'sesama anggota'= satu iman dan sesama imam, mulai dari dalam nikah. Harus berkata benar dalam bekerja dan sebagainya. Jangan berdusta! Itu manusia lama.

      Berkata benar sama dengan hidup dalam kebenaran. Kita selamat dan diberkati oleh Tuhan.
      Hati-hati, dalam sengsara adalah ujian apakah kita bertobat atau tidak.

      Jadi, menolak salib sama dengan berdusta, tidak bisa bertobat, tidak bisa berubah, berarti tidak selamat tetapi dihukum dengan air jadi darah. Batu ditenggelamkan, sampai tenggelam di lautan api dan belerang.

  1. Beribadah melayani tetapi tidak sesuai dengan kehendak Tuhan/ tabhisan yang benar; sama dengan tahbisan yang salah.
    Yohanes 21:3
    21:3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

    'Aku pergi menangkap ikan'= Tuhan menyuruh Petrus menjadi penjala manusia, tetapi di sini kembali menjadi penjala ikan.
    Saat itu Yesus sudah mati, secara manusia, masuk akal.

    Praktik tahbisan yang salah:
    • Beribadah melayani hanya untuk perkara daging, yaitu kemakmuran dan hiburan daging, bahkan sampai nyawa manusia dijual. Ini yang dicari oleh manusia akhir zaman, dan mengarah pada Babel.
      Kemakmuran dan hiburan adalah dua tiang yang kelihatan hebat tetapi pasti roboh oleh kekuatan Roh Kudus.

      Hakim-hakim 16:23-25,27,29-30
      16:23. Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh kita."
      16:24. Dan ketika orang banyak melihat Simson, mereka memuji allah mereka, sambil berseru: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita musuh kita, perusak tanah kita, dan yang membunuh banyak teman kita."
      16:25. Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
      16:27. Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
      16:29. Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya.
      16:30. Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.

      Tahbisan yang salah menggunakan tiang dari kuil Dagon, yaitu kemakmuran dan hiburan dunia.
      3000 orang mati = kalau menggunakan kemakmuran dan hiburan, matilah kerohanian sidang jemaat, tidak bisa mencapai kesucian dan kesempurnaan, tertinggal saat Yesus datang kembali, menjadi sama dengan antikris, dan binasa selamanya.
      3000 adalah ukuran volume dari ruangan suci (2000) dan ruangan maha suci (1000).

    • Tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan, dari penjala manusia menjadi penjala ikan.
      Akibatnya:
      1. Semalam-malaman tidak menangkap apa-apa = tidak bisa berbuat apa-apa, tidak berbuah apa-apa.
        Yohanes 15:5
        15:5. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

        Tidak ada buah pertobatan, kebenaran, apalagi kesucian dan kesempurnaan.

      2. Tidak mengenal Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung, sama dengan orang yang tidak pernah dijamah oleh Tuhan.
        Yohanes 21:4
        21:4. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

        Tidak pernah dijamah Tuhan sama dengan carang yang kering, kering jasmani dan rohani.
        Kering rohani dimulai dari perkataannya kering, memfitnah, bersungut, bertengkar dan lain-lain.
        Nikah, ibadah, sampai jasmaninya juga kering.

      3. Tidak berpakaian = telanjang.
        Yohanes 21:7
        21:7. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

        Telanjang artinya gagal total, berbuat dosa sampai puncaknya dosa, sampai hidup bahkan enjoy dalam dosa dan puncaknya dosa. Beribadah melayani tetapi berbuat dosa.

        Akibatnya adalah carang kering dibakar. Hati-hati dengan persekutuan mulai dari nikah, jangan menjadi carang kering!

  2. Tidak tergembala.
    Yohanes 21:15-17
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    'sedih hati Petrus' = penggembalaan adalah soal hati nurani, bukan pikiran daging. Petrus menggunakan logika, sehingga tidak tergembala.

    Jadi orang tidak tergembala adalah karena hatinya sombong, merasa mampu. Hatinya kosong, tanpa kasih Tuhan dan sesama, tanpa dua loh batu, sehingga menjadi batu sandungan, gampang menyandung dan tersandung.

    Tuhan bertanya tiga kali kepada Petrus, artinya lewat sistem penggembalaan atau ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, Yesus Gembala Agung sedang memberikan kasih-Nya ke dalam hati kita.

    Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
    • Pelita emas = ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
    • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

    Bukti tergembala sehingga memiliki kasih:
    • Bisa saling mengaku dan mengampuni, bukan memecah.
      Kalau tidak mau saling mengaku dan mengampuni, berarti berada di luar Tuhan.

    • Bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan.
      Yohanes 21:18-19
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Dua kali Petrus mengulurkan tangan kepada Tuhan:
      1. Ketika ia hampir tenggelam karena bimbang melihat angin dan gelombang.
        Bimbang sama dengan tidak ada kasih.
        Ia bisa mengulurkan tangan hanya karena kepentingan diri sendiri, terdesak, bukan karena kasih.

        Tetapi Tuhan baik, Ia tetap mengulurkan tangan untuk menolong. Petrus diangkat dari ketenggelaman.

        Tetapi bahaya kalau hanya berhenti sampai di sini karena belum tentu kita mengasihi Tuhan. Ujiannya adalah saat menghadapi salib, sengsara daging karena Yesus. Saat menghadapi salib, adakah kasih Tuhan? Petrus gagal saat ujian salib, ia menarik Yesus ke samping. Terlalu egois!

        Terhadap sesama Petrus juga menyakiti, memutus telinga sesama.

      2. Petrus mengulurkan tangan sampai rela mati untuk Tuhan. Ini yang ditunggu Tuhan.
        Kalau ada kebutuhan, tidak apa-apa kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, tetapi mari tingkatkan. Kalau tidak, kita nanti akan menyangkal Tuhan.

        Petrus mengulurkan tangan di sini artinya:
        1. Rela menerima kehendak Tuhan sekalipun sakit bagi daging, karena di baliknya ada rencana Tuhan yang indah, yaitu rencana damai sejahtera, keberhasilaan, dan kebahagiaan.
          Kalau tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, jangan.

        2. Rela berkorban apa saja untuk memuliakan Tuhan. Korbankan diri sendiri untuk memuliakan Tuhan, menjadi saksi dan berkat bagi sesama.

        3. 'Ikutlah Aku' = mengikut Tuhan ke mana saja Ia pergi = pengikutan mempelai, pengikutan tubuh terhadap Kepala.
          Artinya kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

          Dulu Petrus mengulurkan tangan untuk memutus telinga sesama, tetapi di Kisah Rasul, Petrus mengulurkan tangan untuk emngangkat orang lumpuh.
          Kita semua mau dipakai mulai dari dalam nikah.

          Kemudian kita menyerah sepenuh kepada Tuhan, seperti bayi menangis. Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kepada kita.

          Yesaya 54:5
          54:5. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

          Dia menciptakan dari tidak ada menjadi ada, sampai menjadikan kita mempelai-Nya. Kita bertemu Dia selama-lamanya.

          Wahyu 3:7-8,10
          3:7. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
          3:8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
          3:10. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

          Mari kita mengulurkan tangan karena kita mengasihi Tuhan. Kita hidup dalam tangan Tuhan sampai diangkat di awan-awan yang permai.



Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top