Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kidung Agung 6:4
6:4 Cantik engkau, manisku, seperti kota Tirza, juita seperti Yerusalem, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya.

Keadaan gereja Tuhan yang dipuji oleh Mempelai Pria Sorga:
  1. Cantik seperti kota Tirza.
  2. Juita seperti Yerusalem.
  3. Dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya.

ad. 2. Juita seperti Yerusalem.
Juita = anggun, molek.
Yerusalem = kota damai.
Jadi, gereja Tuhan menjadi juita, menjadi mempelai wanita, jika hatinya damai sejahtera. Jika hati tidak damai, maka tidak bisa menjadi mempelai, berarti kebinasaan selamanya.

Kita harus menjaga hati damai sejahtera, sampai menjadi mempelai wanita Sorga.

Kejadian 3:10
3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

Roma 3:23
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Wahyu 6:15-17
6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.”
6:17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?


Kenyataan yang ada adalah Adam dan Hawa berbuat dosa dan makan buah yang dilarang oleh Tuhan di taman Eden, sehingga kehilangan damai sejahtera, menjadi takut, stres, bersembunyi. Sampai Adam dan Hawa diusir ke dunia. Maka semua manusia di dunia juga sudah berbuat dosa, stres, sampai takut menghadapi kedatangan Tuhan kedua kali. Mereka bersembunyi di balik gunung dan gua, sampai ketinggalan saat kedatangan Tuhan kedua kali.

2 Korintus 5:18-19
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Jalan keluarnya adalah setiap manusia berdosa harus diperdamaikan oleh darah Yesus.

Dua hal yang penting tentang pendamaian:
  1. [2 Korintus 5:18] Pendamaian adalah inisiatif atau usaha dari Tuhan.
    Artinya Tuhan yang datang kepada manusia berdosa, untuk diperdamaikan oleh darah Yesus. Tidak ada alasan untuk tidak diperdamaikan, tinggal mau atau tidak mau, keras hati atau lembut hati.

  2. [2 Korintus 5:19] Dalam pendamaian, maka Tuhan tidak memperhitungkan pelanggaran/ dosa kita.
    Artinya jika kita mau berdamai, saling mengaku dan saling mengampuni, maka semua dosa sudah diampuni dan dihapus oleh darah Yesus. Sehingga hati kita damai sejahtera.
    Hati damai atau tidak, tergantung pada ada dosa yang disembunyikan atau tidak.
Jika hati damai sejahtera, maka kita akan dipercaya pelayanan pendamaian (ayat 18) dan berita pendamaian (ayat 19).
Artinya seorang hamba Tuhan/ pelayan Tuhan harus membawa berita pendamaian, berita tentang Kristus.

Rasul Paulus memberitakan Kristus dalam dua penampilan:
  1. Berita tentang Yesus yang disalibkan/ firman penginjilan/ Kabar Baik.
    1 Korintus 1:23
    1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

    Ini merupakan kebodohan bagi bangsa Kafir, dan batu sandungan bagi bangsa Israel. Sehingga mereka menolak berita tentang Yesus yang disalibkan, berarti binasa selamanya.

    1 Korintus 1:24
    1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

    Tetapi bagi kehidupan yang dipanggil Tuhan bisa menerima firman penginjilan, maka mereka menerima hikmat dan kuasa Allah untuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Jadi, setiap hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang sudah diselamatkan, harus memberitakan dan menyaksikan tentang Yesus yang tersalib.

    1 Petrus 4:1-2
    4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.


    Kita rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa, sama dengan bertobat, mati terhadap dosa, dan hidup dalam kebenaran dan pantas. Kita hidup menurut kehendak Tuhan.

    Waspada, sekalipun kita sudah banyak melayani Tuhan, bahkan sampai sudah berkotbah, tetapi jika tidak hidup dalam kebenaran, hidup dalam dosa, maka berarti tidak memberitakan berita tentang Yesus yang disalib. Malah justru menjadi sandungan bagi orang lain, makin keras hati, makin tidak indah hidupnya.

  2. Berita tentang Kristus dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja/ Mempelai Pria Sorga yang segera datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Ini sama dengan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sama dengan Kabar Mempelai.
    Kolose 1:27-28
    1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
    1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.


    Kabar Mempelai mengandung hikmat dan kuasa Allah untuk menyucikan kehidupan yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Sorga.
    Prakteknya adalah kita rela sengsara daging untuk hidup dalam kesucian.
    Syarat hidup dalam kesucian adalah kita harus menjadi ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar = kita harus tergembala pada firman pengajaran yang benar/ Kabar Mempelai. Kita mengalami penyucian terus-menerus sampai menghasilkan buah-buah yang manis, yaitu 9 buah roh.

    Galatia 5:22-23
    5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    1. Kasih. Jangan ada kebencian, iri hati.
    2. Sukacita.
    3. Damai sejahtera.
    4. Kesabaran.
    5. Kemurahan.
    6. Kebaikan. Jangan berbuat jahat, jangan menyakiti hati orang.
    7. Kesetiaan.
    8. Kelemahlembutan.
    9. Penguasaan diri, artinya jangan mengikuti kehendak daging tetapi mengikuti kehendak roh/ firman pengajaran yang benar.

    Jika hamba Tuhan/ pelayan Tuhan melayani dengan 9 buah Roh Kudus, maka hamba Tuhan/ pelayan Tuhan sudah menyaksikan dan memberitakan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, memberitakan Kabar Mempelai.

    Kolose 1:29
    1:29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

    Sikap dalam pelayanan kasih/ pelayanan dengan buah-buah Roh Kudus:
    1. Berjerih-payah/ berjuang/ bergumul dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan di mana pun, kapan pun, situasi apa pun.
      Kita memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari apa pun juga di dunia.

    2. Bekerja dengan iman, sehingga menghasilkan kuasa Allah yang bisa menghapus segala kemustahilan.
      Iman lebih dari kepandaian, logika, pengetahuan, kekayaan, kedudukan, lebih dari segala sesuatu di dunia.

    Hasil pelayanan dengan kasih/ pelayanan dengan buah-buah Roh Kudus:
    1. Kita menjadi tentara Sorga yang besar.
      Mazmur 68:12
      68:12 Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar:

      Artinya:
      • Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang dipakai dalam kegerakan yang besar, yaitu kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
        Membangun tubuh Kristus = menempatkan Yesus sebagai Kepala yang bertanggung-jawab atas hidup kita, sampai mati di Bukit Golgota. Tuhan yang memonitor hidup kita, memperhatikan dan mempedulikan, bergumul untuk kita semua. Kita hanya mengaku tidak layak, tidak mampu, hanya bergantung pada belas kasih dan kuasa Tuhan.

      • Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang selalu berperang, berjuang, bergumul menghadapi musuh-musuh, sehingga kita tekun dalam doa penyembahan, doa puasa, doa semalam suntuk. Maka Tuhan akan bergumul untuk kita:
        • Untuk melindungi dan memelihara hidup jasmani kita di tengah kesulitan dunia yang bertambah-tambah, sampai masa antikris 3.5 tahun.
        • Untuk mengalahkan nabi palsu dengan ajaran-ajaran palsu, terutama ajaran tentang ibadah yang palsu dan nikah yang palsu. Kita bisa tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.
        • Untuk menang atas setan. Kita tidak berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Kita tetap hidup benar dan suci.

    2. Tuhan memperhatikan, mempedulikan, bergumul, untuk bisa memberikan perjalanan hidup yang indah bagi kita semua.
      Roma 10:15
      10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

      Kaki indah = langkah-langkah keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu kuat dan teguh hati. Salah satunya adalah taat dengar-dengaran, tidak mundur sedikit pun, tidak bergeser sedikit pun. Kita bisa mengikut dan melayani Tuhan sampai garis akhir. Kita bisa menantikan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama sempurna seperti Dia.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 15 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
    ... kelabu sehingga maut dan kerajaan maut berkuasa atas seperempat bumi untuk membunuh manusia dengan berbagai cara dengan pedang kelaparan sampar binatang buas dll. Ada macam maut yang mengancam setiap langkah hidup manusia Maut kematian jasmani lewat meninggal dunia. Ada macam garis akhir manusia yaitu meninggal dunia atau hidup sampai Tuhan datang ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2014 (Rabu Sore)
    ... memfitnah Berpuasa yang tidak berkenan yang pertama yaitu berpuasa tapi daging tetap merajalela yaitu berbuat jahat mempertahankan dosa dan lain-lain. Puasa yang benar terjadi perobekan daging sehingga kita terlepas dari dosa-dosa kita. Yerima - Beginilah firman TUHAN tentang bangsa ini Mereka sangat senang mengembara dan tidak menahan kakinya. Sebab itu TUHAN ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Desember 2019 (Selasa Sore)
    ... telah berfirman siapakah yang tidak bernubuat Suara singa mengaum firman nubuat adalah firman Allah yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi terutama tentang dua hal yaitu Tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai. Sekaligus tentang ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2011 (Rabu Sore)
    ... pertengkaran yang menjurus pada perselingkuhan dan perceraian sampai kawin mengawinkan . Matius . Tetapi apabila engkau berpuasa minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu Doa puasa yang benar ditandai dengan membasuh muka dengan air penyucian hati oleh air Firman Allah. meminyaki kepala pikiran diurapi oleh Roh Kudus. Jadi LEWAT DOA PUASA YANG ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 17 Maret 2013 (Minggu Sore)
    ... diselamatkan lewat baptisan air. ay. 'ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu' kegerakan Roh Kudus hujan akhir Firman pengajaran membawa orang-orang yang sudah selamat masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna mempelai wanita Tuhan yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali . Kehidupan yang dipakai dalam kegerakan ...
  • Ibadah Doa Malang, 04 Juli 2023 (Selasa Sore)
    ... Contoh Esau. Kejadian Keluarlah yang pertama warnanya merah seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu sebab itu ia dinamai Esau. Esau gambaran kehidupan yang diberkati Tuhan secara jasmani dan rohani. Warna merah tanda darah penebusan oleh darah Yesus bertobat. Jubah berbulu hidup dalam urapan Roh Kudus. Anak sulung mempunyai hak kesulungan hak ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Juli 2017 (Sabtu Sore)
    ... yang memuncak pada penyembahan. Ada macam persekutuan atau ibadah pelayanan Ibadah pelayanan orang Farisi dan ahli taurat. Yaitu ibadah pelayanan sistem taurat ibadah pelayanan yang menonjolkan perkara-perkara lahiriah kebiasaan tidak mengutamakan firman tidak mau mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Tandanya Kemunafikan. Lukas Tetapi Tuhan berkata kepadanya Kamu orang-orang Farisi kamu ...
  • Ibadah Raya Malang, 04 Juli 2021 (Minggu Pagi)
    ... mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. Iman dan ketaatan pada firman pengajaran yang benar menghasilkan penyucian dan pengasingan diri dari kehidupan yang lama. Pergi dari negeri kita disucikan dari keduniawian dari pengaruh dunia. Yohanes Sebab semua yang ada di dalam dunia yaitu keinginan daging ...
  • Ibadah Doa Malang, 26 September 2019 (Kamis Sore)
    ... tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel. Tutup ditaruh di atas peti artinya Ada perlindungan Tuhan sehingga maut tidak bisa menjamah lewat dosa sampai puncaknya dosa ajaran palsu pencobaan celaka marabahaya antikris sampai kita terlepas dari hukuman Allah. Sehingga kita merasa aman damai sejahtera enak ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 30 Agustus 2019 (Jumat Sore)
    ... mendapatkan segala-galanya. Yakub tidak punya potensi apa-apa--bukan anak sulung-- tetapi ia berada dalam penggembalaan sehingga ia mendapat segala-galanya. Sebaliknya Esau punya potensi hebat--anak sulung badannya merah berbulu ada pertobatan ada urapan-- tetapi tidak tergembala akibatnya diterkam binatang buas dan kehilangan segala-galanya--hanya ada air mata. Kalau taat air mata akan dihapus kalau ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.