English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 31 Mei 2009 (Minggu Sore)
Efesus 4: 15
Tema ibadah di Manado 26-28 Mei 2009: "BERTUMBUH KE ARAH YESUS YANG ADALAH...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 10 September 2009 (Kamis Tengah Malam)
Markus 14:35-36
Doa semalam suntuk = doa penyembahan disertai perobekan daging, sehingga kita bisa...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Januari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. 

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Doa Malang, 08 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Doa Surabaya.

Kitab Wahyu yang terdiri dari 22 pasal adalah kitab...

Ibadah Kunjungan Ciawi IV, 29 Juli 2010 (Kamis Pagi)
Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"...

Ibadah Raya Malang, 21 Juni 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Mazmur 128:1-6, ada 3 oknum yang menentukan...

Ibadah Doa Malang, 17 Agustus 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:14-15
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau...

Ibadah Kaum Muda Malang, 02 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:3-6 adalah nubuat pertama tentang penyesatan.
Markus 13:7-8 adalah nubuat tentang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Juni 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Doa Malang, 16 Desember 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 29 -> "Keadaan Pada Masa Kedatangan Yesus Ke 2x"
tandanya: 2. Bulan tidak...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Januari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 43-44
Kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk hukuman bersama dunia,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Oktober 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 01 April 2012 (Minggu Sore)
Tema Ibadah di Teluk Bintuni, Papua Barat
"Yohanes 20: 19-29= kebangkitan Yesus membawa damai sejahtera"

Yesus yang sudah bangkit, menampilkan 3x damai...

Ibadah Doa Malang, 08 Desember 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS...

Ibadah Doa Malang, 25 Agustus 2009 (Selasa Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Mei 2019 (Jumat Sore)

Dari rekaman ibadah kunjungan di Malaka

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN.

Tema: Matius 14: 27
14:27. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Ketakutan, kekuatiran, dan stres merupakan pembunuh utama manusia baik secara jasmani--meninggal dunia dengan penyakit-penyakit yang langka--, dan secara rohani--mati rohani, yaitu tidak bergairah lagi dalam hal rohani; tidak aktif dalam ibadah pelayanan, membaca firman, bahkan tidak bisa berdoa lagi karena ketakutan/stres, bahkan bisa berbuat dosa dan puncaknya dosa; orang stres bisa membunuh, berbuat najis dan lain-lain, sampai kematian kedua, kebinasaan di neraka selamanya.
Kita mohon kemurahan Tuhan untuk menolong kita semua.

Ketakutan, kekuatiran, dan stres melanda manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan dari zaman ke zaman yaitu:

  1. Zaman Allah Bapa/zaman permulaan--dihitung dari Adam sampai Abraham, kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh Adam dan Hawa yang mengalami ketakutan di taman Eden karena berbuat dosa sehingga telanjang.
    Akibatnya: diusir ke dalam dunia, dan mengalami kutukan Tuhan di dunia. Ini sudah terjadi.


  2. Zaman Anak Allah/zaman pertengahan--dihitung dari Abraham mempersembahkan Ishak sampai kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib, kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh Petrus yang mengalami ketakutan di lautan dunia karena angin dan gelombang, sehingga ia menjadi bimbang terhadap pribadi Tuhan--pengajaran yang benar--, dan mulai tenggelam. Ini sudah terjadi.


  3. Zaman Allah Roh Kudus/zaman akhir--dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali, kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh kita semua. Ini belum terjadi, dan akan kita pelajari.
    Mungkin banyak yang bertanya: Sekarang sudah 2019, mengapa Yesus belum datang? Ada ayat mengatakan bahwa ini merupakan waktu perpanjangan sabar Tuhan (2 Petrus 3: 9). Sedikit waktu lagi, Yesus akan datang kembali kedua kali.

AD. 3
Wahyu 6: 15-17
6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Ayat 15= terjadi ketakutan.
Ini adalah ketakutan untuk memandang Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai.
Ini adalah ketakutan terakhir dan paling dahsyat.

Tetapi Yesus juga tampil sebagai Hakim yang adil untuk menyatakan murka Allah atas dunia; semua manusia lari bersembunyi di celah-celah gunung batu.

Jadi, semua yang ada di dunia akan menjadi sia-sia--rajapun sia-sia, orang pandai, kaya juga sia-sia--jika tidak bisa bahkan takut memandang Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga yang datang kembali di awan-awan yang permai--tertinggal saat Yesus datang kedua kali sehingga mengalami murka Allah di dunia ini, kiamat, sampai neraka selamanya.

Pelajaran bagi kita yang hidup di akhir zaman: jangan bangga kalau kita diberkati kaya, pandai dan lain-lain; jangan andalkan itu semua, tetapi berusaha untuk selalu memandang Yesus dalam kemuliaan. Sebaliknya, jika kita tidak kaya, pandai dan lain-lain, jangan kecewa tetapi kita berusaha keras secara jasmani, ditambah berusaha keras untuk memandang Yesus dalam kemuliaan, supaya semua tidak menjadi sia-sia.

Apapun keadaan kita di akhir zaman ini, kita harus menggunakan panjang sabar Tuhan untuk belajar memandang Dia dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--sedikit waktu lagi Dia akan datang kembali kedua kali.

Bagaimana kita belajar memandang Yesus dalam kemuliaan? Kita belajar pada Musa dan rasul Yohanes yang sudah pernah memandang kemuliaan Tuhan:

  1. Musa.
    Keluaran 33: 18-23

    33:18. Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku."
    33:19. Tetapi firman-Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."
    33:20. Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."
    33:21. Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu;
    33:22. apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.
    33:23. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."

    Musa melihat kemuliaan Tuhan dari belakang--punggungnya Tuhan--sehingga ia bisa menulis lima kitab permulaan: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan, terutama kitab Kejadian yang menceritakan masa lalu jauh sebelum ia lahir. Kemuliaan Tuhan yang menolong Musa.


  2. Rasul Yohanes.
    Wahyu 1: 13-14
    1:13. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
    1:14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Di pulau Patmos, rasul Yohanes melihat kemuliaan Yesus dari depan sampai melihat mata-Nya, sehingga ia bisa menulis lima kitab penutup: Yohanes, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, dan Wahyu, terutama kitab Wahyu yang menceritakan tentang masa depan; sesuatu yang akan terjadi dan pasti terjadi jauh setelah dia meninggal dunia.

Proses melihat wajah Yesus dalam kemuliaan--belajar dari rasul Yohanes--:

  1. Wahyu 1: 16b
    1:16b. dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua

    Proses pertama: kita melihat mulut Yesus yang mengeluarkan sebilah pedang tajam bermata dua.

    2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Matius 25: 6
    25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Sebilah pedang tajam bermata dua adalah firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua; sama dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/kabar mempelai.

    Jadi untuk bisa melihat wajah Yesus dalam kemuliaan kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada kabar mempelai, sehingga kita mengalami penyucian demi penyucian dari hati kita--akarnya dosa--sampai mulut/lidah kita--buahnya dosa, itulah buah maut yaitu kebinasaan. Kita harus mengalami penyucian dari hati sampai mulut/lidah.
    Jika lidah/mulut disucikan, seluruh hidup kita akan disucikan dan kita hidup dalam kesucian.

    Matius 12: 36-37
    12:36. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
    12:37. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

    Kita harus mengalami penyucian dari perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah--salah jadi benar dan sebaliknya--, sampai hujat--menghujat Tuhan; pengajaran benar dikatakan salah, Tuhan dibilang: hantu, ajaran salah dikatakan benar, hantu dibilang: Tuhan. Dan kita sudah mendengar, Petrus juga demikian, hamba Tuhan bisa menghujat Tuhan--Tuhan dibilang: hantu. Ini sangat berbahaya karena perkataan sia-sia akan membawa pada penghakiman dan kebinasaan selamanya.

    Kalau kita disucikan dari perkataan sia-sia, maka kita bisa berkata benar, baik--menjadi berkat bagi orang lain--, dan jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Kejujuran atau ketulusan merupakan kesucian dari dalam hati.

    1 Petrus 3: 10
    3:10. "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

    'melihat hari-hari baik'=> kalau bisa berkata benar, baik, dan jujur, Tuhan bisa menjadikan semua baik; yang hancur jadi baik, dan kita memiliki masa depan yang berhasil dan indah.

    Hidup kita bergantung pada lidah.
    Kalau lidah baik, semua akan menjadi baik bersama dengan Tuhan.


  2. Wahyu 1: 14
    1:14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Proses kedua: kita melihat mata Yesus yang bagaikan nyala api.
    Artinya: kita mengalami urapan Roh Kudus; nyala api Roh Kudus--di loteng Yerusalem Roh Kudus dicurahkan bagaikan lidah-lidah seperti nyala api--sehingga mendorong kita untuk setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

    Semua pekerjaan di dunia ada pensiun dan harus pensiun, karena menggunakan kekuatan daging, tetapi menjadi hamba Tuhan tidak ada pensiun.
    Mengapa demikian? Karena tidak menggunakan kekuatan daging tetapi nyala api Roh Kudus sehingga kita tetap menyala-nyala sampai garis akhir.
    Apapun jabatan pelayanan kita, kalau ada nyala api Roh Kudus kita akan tetap setia berkobar sampai Yesus datang kembali, bahkan sampai di sorga kita tetap beribadah melayani Dia selama-lamanya.

    Ibrani 1: 7
    1:7. Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Pelayan Tuhan yang suci--melihat mulut Yesus--dan setia berkobar--melihat mata Yesus--adalah pelayan Tuhan bagaikan nyala api.
    Tadi, mata Tuhan bagaikan nyala api.

    Jadi, pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar-kobar sama dengan menjadi biji mata Tuhan sendiri.
    Banyak kali kita menipu, kita tidak setia melayani bahkan tidak mau melayani, tetapi berteriak: Kita biji mata Tuhan. Bohong! Kalau tidak setia bahkan tidak melayani, mata justru tertutup; bukan menjadi biji mata, tetapi kotoran mata.

    Biarlah lewat fellowship ini kita melihat mulut Yesus--mengalami pekerjaan pedang untuk disucikan sampai berkata benar, baik, dan jujur--; kita hidup dalam kesucian.
    Kemudian melihat mata Tuhan yang bagaikan nyala api, sehingga kita bisa setia berkobar-kobar, dan kita menjadi biji mata Tuhan sendiri.

    Apapun tugas pelayanan kita, kita harus suci dan setia berkobar untuk menjadi biji mata Tuhan.
    Mazmur 17: 8
    17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Ulangan 32: 10
    32:10. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

    Mengapa kita harus menjadi biji mata Tuhan? Karena kita hidup dalam suasana dunia yang bagaikan padang pasir--tidak bisa menabur dan menuai; menghadapi binatang buas yaitu ancaman, aniaya, dan antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Kalau menjadi biji mata Tuhan, hasilnya:


    1. Tuhan sendiri yang akan menaungi kita dengan sayap-Nya, itulah kedua sayap dari burung nasar yang besar; pelukan tangan belas kasih Tuhan yang selalu memeluk kita semua.
      Naungan dari kedua sayap burung nasar menaungi anak-anak burung nasar yang keci di bawah kepak sayapnya; pelukan tangan belas kasih Tuhan yang besar memeluk bayi-bayi yang hidup di padang gurun. Kita tidak mampu apa-apa.


    2. Tuhan yang memelihara kita yang tidak berdaya di tengah padang gurun dunia yang tandus.
    3. Tuhan yang melindungi kita dari ancaman, masalah, dan dosa-dosa yang banyaknya bagaikan pasir yang selalu melanda hidup kita. Kalau ada angin di padang pasir, pasir akan melanda kita semua. Begitu banyaknya masalah, ancaman, dan dosa di padang pasir dunia. Tetapi kalau menjadi biji mata Tuhan, Dia akan melindungi kita--sebutir pasirpun tidak boleh masuk ke dalam mata.

      Dia melindungi kita sampai nanti saat antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, kita akan diberi kedua sayap dari burung nasar yang besar. Kita disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris, selama tiga setengah tahun.
      Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Dulu Israel dipelihara selama empat puluh tahun di padang gurun lewat manna, nanti kita tiga setengah tahun mengalami perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara langsung lewat firman pengajaran dan perjamuan suci.

      Karena itu perlu ada ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci di dalam jemaat Tuhan--merupakan latihan kita untuk menghadapi penyingkiran di padang gurun.


    Inilah proses melihat wajah kemuliaan Yesus.
    Yang pertama: kita melihat mulut-Nya, artinya hidup suci.
    Yang kedua: kita melihat mata-Nya, artinya Roh Kudus menolong kita untuk setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sehingga kita menjadi biji mata Tuhan sendiri.


  3. Wahyu 1: 16c
    1:16c. dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

    Proses ketiga: kita melihat wajah Yesus yang bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
    Kalau proses pertama dan kedua bisa kita lakukan, kita pasti bisa masuk proses ketiga untuk melihat wajah kemuliaan Yesus.

    Sinar matahari sama dengan sinar kemuliaan Tuhan--kemurahan dan kebaikan Tuhan bagi kita semua.
    Memandang wajah Tuhan yang bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik sama dengan menyembah Dia, dan sinar kemuliaan Tuhan akan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Waktu tiga murid naik ke atas gunung bersama Yesus, dalam doa penyembahan mereka melihat wajah Yesus tiba-tiba berubah menjadi bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
    Dalam doa penyembahan kita melihat wajah Yesus yang bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik, dan kita akan mengalami pembaharuan menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Apa yang diubahkan? Wajah sama dengan hati. Kita mengalami pembaharuan hati, yaitu kuat teguh hati. Ini adalah hati yang baru.
    Efesus 3: 16
    3:16. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,

    Kuat teguh hati sama dengan hati kita dipenuhi oleh Roh Kudus; dalam doa penyembahan kita menjadi kuat teguh hati, dan Roh Kudus akan dicurahkan di hati kita semua--kuat teguh hati menjadi tempat untuk menampung kuasa Roh Kudus.

    Biarlah kita mohon supaya Roh Kudus dicurahkan di tengah-tengah kita. Manusia daging butuh Roh Kudus karena manusia daging banyak kelemahan dan tidak mampu apa-apa. Roh Kudus yang menolong kita semua. Ini janji Tuhan kepada kita karena Dia tahu kelemahan manusia daging.

    Kegunaan Roh Kudus:


    1. Roh Kudus adalah Roh penghibur, artinya:
      Yohanes 15: 25-27
      15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
      15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
      15:27. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

      Yohanes 16: 1-2
      16:1. "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
      16:2. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.


      1. Roh Kudus memberikan kekuatan ekstra kepada kita, supaya kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang sedang kita hadapi: kebencian, kesulitan, kemustahilan di dunia, sampai antikris yang akan berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.


      2. Roh Kudus membuat kita tetap berperang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran apapun yang kita hadapi, sehingga kita tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian; tidak berbuat dosa.


      3. Roh Kudus membuat kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir apapun tantangan dan rintangannya. Kita tidak pernah meninggalkan Tuhan, tetapi tetap percaya dan berharap kepada Dia apapun yang kita hadapi; tidak pernah menyangkal Tuhan.


      Inilah Roh penghibur, seperti yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, apapun yang dihadapi tetap bersama Tuhan.


    2. Roh Kudus adalah Roh kemuliaan.
      1 Petrus 4: 14
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Roh Kudus mengadakan mujizat-mujizat di tengah kita terutama mujizat rohani yaitu pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia mulia seperti Yesus, yaitu kita hanya berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!'

      Roma 8: 15
      8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

      'Ya Abba, ya Bapa!'= jujur dan taat. Ini kehidupan yang mulia seperti Yesus; diubahkan seperti Yesus.

      Dan mujizat jasmani juga akan terjadi:


      1. Roh Kudus mampu menjadikan dari tidak ada menjadi ada.
        Contoh: Petrus dan kawan-kawan tidak menangkap ikan semalam-malaman. Siang hari Tuhan datang kepada mereka dan bertanya: Adakah lauk pauk?: Tidak ada--jujur.

        Kemudian Tuhan berkata: Tebarkanlah jalamu!, padahal hari sudah siang--kurang baik waktunya untuk menangkap ikan--, tetapi mereka taat.

        Biasanya orang akan marah kalau ditanya saat dia gagal.

        Kejujuran, penting saat gagal, berhasil atau situasi apapun, dan Roh Kudus akan beserta. Kalau tidak jujur, kita akan hancur.

        Petrus jujur dan taat--mengulurkan tangan kepada Tuhan--, dan Tuhan mengulurkan tangan Roh Kudus sehingga dari tidak ada ikan menjadi banyak ikan; dari tidak ada menjadi ada.

        Ikan menunjuk pada jiwa-jiwa. Asalkan kita menjadi hamba Tuhan yang jujur dan taat, bukan tangan kita yang menangkap jiwa-jiwa, tetapi tangan Tuhan/Roh Kudus.

        Dalam pekerjaan apapun di dunia kita berusaha yang baik, tetapi tambah dengan jujur dan taat. Tangan kita yang berusaha hanya sehasta, selebihnya tangan Roh Kudus yang menolong kita.


      2. Yang mustahil jadi tidak mustahil, semua masalah yang mustahil bisa diselesaikan oleh tangan Roh Kudus. Tidak perlu takut dan kuatir! Roh Kudus akan menolong kita malam ini.

        "Saya selalu bersaksi: Aku tidak bisa mendatangkan satu jiwa. Setiap jiwa datang saya menangis: Ini tangan Tuhan/Roh kudus."


      Mari jujur dan taat! Berikan kesempatan seluas-luasnya kepada tangan Roh Kudus untuk bekerja bagi kita secara jasmani, rohani, dalam nikah dan pelayanan. Biar tangan-Nya mengadakan mujizat di tengah kita sekalian.

      Dan Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai, mujizat terakhir kita alami yaitu Roh kemuliaan akan mengubahkan kita menjadi sempurna seperti Yesus. Kita tidak takut melihat Dia dalam kemuliaan; tidak takut dan malu untuk melihat Yesus dalam kemuliaan, tetapi kita memiliki keberanian percaya untuk melihat Dia muka dengan muka di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya. Ingatlah keluarga kita masing-masing! Di mana suami, isteri, anak, orang tua, kakak adik kita? Tangan kita tidak bisa menjangkau mereka, tetapi da tangan Roh Kudus yang menjangkau mereka saat ini, sampai bersama-sama di awan-awan yang permai. Tidak ada lagi air mata.

      1 Yohanes 2: 28
      2:28. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

      Kita bersukacita semuanya bersama keluarga kita, tidak ada setetespun air mata.

Kita butuh Roh Kudus. Pembaptis Roh adalah Tuhan. Hamba Tuhan hanya berdoa, supaya Pembaptis Roh ada di tengah kita untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita semua yang mengakui kekurangan dan kelemahannya. Manusia daging banyak kelemahan, tetapi Roh Kudus menolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top