English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 25 Juni 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 29 November 2009 (Minggu Sore)
Matius 24:36-39, 41-42
Nubuat ke 7.
Pada jaman Nuh hanya ada 8 keluarga yang selamat....

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 29 Mei 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 September 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juni 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 20-25
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21 Dan ketika mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Maret 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Lukas 5:29-32
5:29 Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Desember 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib ada kebangkitan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 November 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:36-40 adalah tentang ibu Hana.

Lukas...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Juni 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 Februari 2020 (Jumat Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Malang, 16 Maret 2010 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Yitro (bangsa Kafir)...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Juni 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 2-4
25:2. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 26 April 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Raya Malang, 18 Mei 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16 adalah 4 penampilan pribadi Yesus...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Maret 2020 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 3
11:3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Dua saksi di sini adalah Musa dan Elia.
Tuhan mengirimkan Musa dan Elia untuk bersaksi pada zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun untuk menguatkan hamba/pelayan/anak Tuhan yang tertinggal pada masa itu--tidak ikut penyingkiran ke padang gurun dan harus mengalami aniaya antikris karena daging masih bersuara--, supaya mereka tetap menyembah Yesus; tidak menyembah berhala/antikris; tidak menyangkal Yesus sekalipun harus disiksa dengan dahsyat sampai dipancung kepalanya untuk memenuhi ukuran penyembahan yaitu sampai daging tidak bersuara lagi, dan saat Yesus datang kembali mereka akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk layak bersama Tuhan selamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 09 Februari 2020) sampai Ibadah Doa Surabaya, 21 Februari 2020).

Kita lanjutkan di ayat 4 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 Februari 2020).
Wahyu 11: 4
11:4. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.

Ini dinubuatkan dalam Zakharia 4: 1-3, 6
4:1. Datanglah kembali malaikat yang berbicara dengan aku itu, lalu dibangunkannyalah aku seperti seorang yang dibangunkan dari tidurnya.
4:2. Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah
kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.
4:3 Dan
pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya."
4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan,
melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

'kandil'= kaki dian emas; menunjuk pada kehidupan yang diurapi dan dipenuhi Roh Kudus--bagaikan pelita emas yang menyala.
Ini adalah kehidupan yang bisa bersaksi.
Kekuatan untuk bersaksi adalah Roh Kudus.

Keluaran 25: 31-32
25:31. "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya--dengan tombolnya dan kembangnya--haruslah seiras dengan kandil itu.
25:32. Enam
cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

Kaki dian emas terdiri dari tiga bagian untuk bisa menyala--bercahaya--:

  1. Kaki.
  2. Batang.
  3. Cabang.

Jadi syarat kehidupan yang diurapi Roh Kudus--kaki dian emas bercahaya--adalah:

  1. Memiliki kaki; menunjuk pada dasar/pendirian dari gereja Tuhan.
    Efesus 2: 19-20
    2:19. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
    2:20. yang dibangun di atas
    dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

    'anggota-anggota keluarga Allah' = sidang jemaat = gereja Tuhan = hamba Tuhan, pelayan Tuhan.
    Ada dua dasar dari gereja Tuhan yang menjadi saksi Tuhan:


    • 'Kristus Yesus sebagai batu penjuru'. Sebenarnya Yesus adalah batu yang mahal, mulia, dan indah, tetapi dibuang oleh tukang-tukang bangunan, sehingga menjadi batu penjuru.
      1 Petrus 2: 6-7
      2:6. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
      2:7. Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

      Ini menunjuk pada Yesus Kristus yang disalibkan--kurban Kristus.
      Inilah dasar pertama.

      Kalau dasarnya kurban Kristus, kita tidak akan dipermalukan malah dipermuliakan karena Dia adalah batu hidup dan mulia.


    • 'dasar para rasul dan para nabi'= firman pengajaran yang benar dan murni, yang tertulis dalam alkitab--'para rasul'= perjanjian baru; 'para nabi'= perjanjian lama.
      Ini juga sama dengan batu--kuat, tidak goyah.

      2 Samuel 22: 31-32
      22:31. Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
      22:32. Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah
      gunung batu selain dari Allah kita?

      Allah adalah gunung batu. Firman Allah adalah pribadi Allah--"pada mulanya adalah firman, firman bersama dengan Allah."
      Jadi, firman pengajaran yang benar dan murni sama dengan gunung batu. Tadi kurban Kristus sama dengan batu penjuru.


    Jadi, dasar dari gereja Tuhan adalah firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus; batu karang; gunung batu; batu penjuru. Kita harus berdiri di atas firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.
    Lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab--firman pengajaran--dan perjamuan suci--kurban Kristus--kita sedang membangun dasar yang kuat, yaitu dasar gunung batu dan batu penjuru yang tidak akan roboh oleh apapun termasuk Setan tritunggal--dalam injil Matius 7: hujan (setan), angin (nabi palsu), air laut; banjir (antikris).

    Karena itu kalau gereja tidak ada ibadah pendalaman alkitab, tidak akan punya kekuatan, sehingga roboh dan tidak bercahaya--seperti pelita hanya batang dan cabang (tidak ada kakinya)--, malah menjadi batu sandungan.
    Kita juga, kalau tidak masuk ibadah pendalaman alkitab kita tidak akan mampu menghadapi setan tritunggal: roh najis, angin ajaran palsu termasuk gosip-dusta, dan mamon.

    Praktik berdiri di atas firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus: jujur.
    Matius 5: 37
    5:37. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

    Kita jujur terutama soal pengajaran, kemudian jujur mengaku dosa, dan jujur dalam segala hal--dalam nikah, keuangan harus jujur.

    Kalau kita jujur, kita bisa berseru: ya Abba, ya Bapa; sama dengan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--Yesus taat sampai mati di kayu salib.
    Tadi kalau tidak jujur, berasal dari si jahat. Demikian juga kalau tidak taat, juga berasal dari si jahat.

    Matius 7: 21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian
    pembuat kejahatan!"

    'melakukan kehendak Bapa-Ku' = taat.
    Yang membuka pintu sorga adalah kehidupan yang taat sampai daging tidak bersuara.
    'pembuat kejahatan'= sekalipun hebat, kalau tidak taat, ia berasal dari si jahat; pintu sorga tertutup dan menderita. Hati-hati!

    Dasar kita supaya pelita menyala adalah jujur dan taat sampai daging tidak bersuara lagi.

    Kalau punya dasar, hasilnya: pintu sorga terbuka, dan Tuhan mencurahkan berkat dari sorga baik berkat jasmani--keuangan dan sebagainya--, rohani--berkat firman, Roh Kudus dan kasih Allah--, maupun rumah tangga--kebahagiaan dalam rumah tangga--, sehingga kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.

    Hagai 2: 19-20
    2:19. Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah
    2:20. apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah?
    Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!"

    Mungkin kita dulu tidak mengerti firman, tetapi kalau jujur dan taat, kita akan semakin mengerti firman--berkat firman. Kita juga menerima berkat Roh Kudus dan kasih Allah (anggur yang manis).
    Inilah pelita yang bersinar--menjadi saksi.
    Perhatikan ibadah pendalaman alkitab sungguh-sungguh! Kalau pelayan Tuhan tidak ikut ibadah pendalaman alkitab, ia bisa jatuh dalam kenajisan, kejahatan, keuangan dan sebagainya.

    Jujur dan taat, itu yang membuka pintu sorga.
    Sama seperti keselamatan (saya sering terangkan dalam ibadah natal). Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan dibuang ke dunia, kekayaan, kepandaian, manusia (rohaniawan, nabi, guru) tidak bisa menyelamatkan manusia berdosa. Hanya dari sorga yang bisa menyelamatkan. Kalau pekerjaan mati, hanya dari sorga yang bisa. Bagaimana cara untuk membuka pintu sorga? Jujur dan taat--taat kepada Tuhan, taat pada orang tua yang benar, taat kepada gembala yang benar--, satu waktu pintu sorga terbuka dan berkat Tuhan dicurahkan. Kalau tidak taat, akan miring terus sampai roboh. Kalau sudah miring, lalu diberikan hujan, bisa roboh.


  2. Memiliki batang/pokok; menunjuk pada pribadi Yesus--'Akulah pokok anggur yang benar'.
    Pada cabang ada kelopak, tombol, bunga--satu rangkai.
    Enam cabang masing-masing terdiri dari tiga rangkai--menunjuk pada manusia--, tetapi pada batang ada empat rangkai--lebih dari manusia biasa, itulah pribadi Yesus--manusia yang sempurna.



    Jadi batang/pokok adalah pribadi Yesus yang menjadi teladan.
    Yohanes 13: 13-15
    13:13. Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
    13:14. Jadi jikalau
    Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
    13:15. sebab
    Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

    Salah satu teladan Yesus adalah teladan pembasuhan kaki; sama dengan teladan kesucian.
    Dari seluruh bagian manusia, kaki yang paling kotor. Ini yang pertama-tama perlu dibasuh.

    Teladan kesucian adalah proses penyucian dari perjalanan hidup yang paling kotor--tentang Yudas Iskariot.
    Yohanes 13: 10-11
    13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
    13:11. Sebab
    Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

    'Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia'= Yudas Iskariot.
    Ini ada kaitan dengan pokok: Yohanes 15: 1, 3
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:3.
    Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Ada dua kali pembasuhan:


    • 'mandi'= permandian air= baptisan air.
    • Pembasuhan oleh firman pengajaran; firman yang dikatakan oleh Yesus; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--firman pengajaran yang benar.

      "Kalau saya menerangkan dari alkitab, orang yang baru mendengar bisa sangat mengerti. Mereka bisa mengerti saat diterangkan, dia langsung bersaksi: Memang betul ayat diterangkan ayat, tidak bisa diterangkan dengan yang lainnya."


    Apa yang disucikan? Dosa Yudas Iskariot yaitu: keinginan akan uang; keinginan jahat, yang akan diikuti keinginan najis, sehingga menjadi 4 'TA' yang harus dibasuh:


    • harTA--keinginan jahat; sama dengan kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


    • waniTA--keinginan najis--yang mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    • takhTA= kesombongan, kebanggaan. Sesuatu yang dibanggakan harus disucikan.
      Ibadah yang benar adalah merendahkan diri dan takut akan Tuhan--dalam Ibrani.
      Kalau disertai kebanggaan, tidak akan ada nilai rohani lagi---yang ada kejahatan dan kenajisan.

      Takhta juga menunjuk pada kedudukan. Kedudukan dalam rumah tangga, hati-hati, harus sesuai dengan firman--kalau isteri mau jadi kepala atas suami, maka ular yang jadi kepala nikah rumah tangga. Begitu juga kedudukan dalam penggembalaan, organisasi.

      "Guru saya selalu mengatakan: Kita tidak boleh mencari dan meminta kedudukan sampai menghalalkan segala cara. Kalau diberi kedudukan, harus dikerjakan dengan benar sesuai kehendak Tuhan, itu amanah, kepercayaan Tuhan kepada kita."

      Kedudukan apa saja di sorga sebenarnya sama yaitu garam dunia dan terang dunia--kita semua menjadi saksi Tuhan, sehingga kita tidak perlu mendengar kesaksian Musa dan Elia pada zaman antikris.


    • dusTA. Kalau ada tiga 'TA' di atas, pasti ada dusta.


    Praktik sehari-hari kehidupan yang sudah mengalami pembasuhan kaki--penyucian dari 4 'TA'--: lebih bahagia memberi dari pada menerima.
    Kisah Rasul 20: 33, 35
    20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
    Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    Ini berarti tidak ada keinginan daging lagi--'tidak pernah aku ingini'--, dan tidak ada kekuatiran, sampai bisa memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan untuk ditunggangi Tuhan ke Yerusalem--sekarang gambaran dari pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Kalau kuatir tidak akan bisa benar.

    Matius 6: 27
    6:27. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

    Satu hasta= satu detak jantung; satu langkah.
    Kalau kita kuatir, justru mengurangi detak jantung--merugikan secara jasmani--, secara rohani lebih lagi, yaitu tidak bisa dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--hasta merupakan ukuran dari Tabernakel--; keledai tidak bisa ditunggangi Yesus berarti ditunggangi Bileam menuju pembangunan tubuh Babel menuju kutukan dan mempelai wanita Setan. Rugi dobel!

    Kalau kita disucikan, secara jasmani kita panjang umur, secara rohani dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna ke Yerusalem baru, seperti keledai ditunggangi Yesus menuju Yerusalem baru.

    Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari rumah tangga--saling melayani dan menasihati (tidak menutupi dosa, tidak menyetujui dosa); saling mengasihi--, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
    Saling mengasihi= jangan merugikan orang lain, malah melakukan kebaikan bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Tadi ada kaki; dasar, yaitu jujur dan taat. Kemudian batang: saling membasuh kaki; saling melayani.


  3. Memiliki cabang.
    Ada enam cabang.
    Angka 6 menunjuk pada manusia daging--manusia diciptakan pada hari keenam.

    Pengertian dari cabang: melekat pada pokok/batang; tidak bisa jatuh.
    Jadi, cabang adalah manusia daging yang memiliki persekutuan dengan Yesus di dalam kesetiaan--tidak mau sampai tidak bisa dihalangi oleh apapun.
    Tadi kita ada hubungan dengan Tuhan dalam kesucian, sekarang kesetiaan.

    Kalau tidak suci, carang akan mati; kering. Tidak setia, cabang juga mati; tidak bersinar; sama dengan tidak berbuah.
    Tetapi kalau suci dan setia, kita akan bercahaya dan berbuah.

    Buah apa? Di tiap cabang ada tiga rangkaian: kelompok, tombol, bunga. Jadi tiap cabang terdiri dari 9 unit. Inilah buahnya, yaitu 9 karunia Roh Kudus (1 Korintus 12); 9 jabatan pelayanan; 9 buah-buah Roh (Galatia); 9 perbuatan kasih Allah Bapa--4 x 9.



    Inilah terang pelita. Semua berfungsi, tidak jatuh dan gelap.

    Jika suci dan setia, kita mendapatkan 4 x 9 yang membawa gereja Tuhan masuk dalam kesempurnaan mempelai wanita sorga. Kita harus punya jabatan! Kalau tidak punya jabatan berarti tidak bisa jadi mempelai.
    Kalau ada jabatan, pasti ada karunia. Gembala karunianya menimbang roh, pemain musik karunianya bermain musik, penginjil karunianya mujizat dan sebagainya.
    Setelah itu ditutup 9 perbuatan kasih--kita melayani dengan dorongan kasih--, supaya berbuah banyak, tetap, kekal, sampai buah kesempurnaan (mempelai wanita sorga)--karena kasih adalah kekal.

    Berbuah sama dengan bercahaya; menjadi saksi Tuhan.

    Tetapi hati-hati, kalau pelita menyala--sumbu terbakar-, sumbu akan menjadi hitam, dan pelita mulai pudar.
    Sudah punya 4 x 9 tetapi harus hati-hati.
    Bangsa Israel sudah menghadapi laut Kolsom--terbelah--, Yerikho---runtuh--, tetapi kalah menghadapi Ai yang kecil.
    Yosua 7: 5

    7:5. Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.

    'tiga puluh enam'= 4 x 9
    Ai artinya reruntuhan; kecil.
    Setan memakai Ai--roh reruntuhan--untuk menghancurkan 4 x 9: menghancurkan jabatan--pensiun--, menghancurkan karunia Roh Kudus--melayani dengan kesombongan--, menghancurkan buah-buah Roh--busuk--, dan menghancurkan kasih--pelayanan jadi profesi. Petrus hebat, tetapi tidak ada kasih, apalagi kita, harus hati-hati.

    Petrus tiga kali ditanya: Adakah engkau mengasihi Aku? Perhatikan tiga macam ibadah sebagai sumbernya kasih.
    Perhatikan penggembalaan, karena penggembalaan adalah tempat untuk merawat kasih, mendapatkan kasih, sampai meningkatkan kasih. Kalau meninggalkan penggembalaan tahu-tahu sudah melayani Tuhan dengan kesombongan dan sebagainya.

    4 x 9 runtuh, sehingga menjadi tawar hati; kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan--bagaikan reruntuhan, dan hebatlah kerusakannya, artinya tidak bisa diperbaiki lagi.

    Apa yang seringkali membuat runtuh?


    • Akhan--mencuri milik Tuhan. Hati-hati, termasuk saya.
      "Karena itu om Pong selalu bertanya kepada saya soal persepuluhan. Jangan sampai salah!"


    • Perkataan sia-sia.
      Amsal 11: 11
      11:11. Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.


    • Dosa makan minum dan kawin mengawinkan--dosa kenajisan.
      Ulangan 3: 11

      3:11. Hanya Og, raja Basan, yang tinggal hidup dari sisa-sisa orang Refaim. Sesungguhnya, ranjangnya adalah ranjang dari besi; bukankah itu masih ada di kota Raba bani Amon? Sembilan hasta panjangnya dan empat hasta lebarnya, menurut hasta biasa."

      Jaga nikah, jangan dari besi, artinya jangan ada kekerasan di dalam rumah tangga. Ini yang membuat runtuh. Celakanya tidak bisa diperbaiki lagi.

      Matius 7: 26-27
      7:26. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan
      tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
      7:27. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga
      rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

      'hebatlah kerusakannya' = tinggal puing-puing, tidak bisa diperbaiki lagi.
      Tidak taat sama dengan tidak setia.


    • Kecewa, putus asa, dan bersungut.


    Jangan ada ini semua!
    Caranya adalah kita harus tetap kuat teguh hati apapun yang kita hadapi.

    Malam ini ada kekuatan dari firman dan perjamuan suci, kita menjadi kuat dan teguh hati.
    Kuat teguh hati artinya tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; tetap hidup benar dan suci--jangan berbuat dosa dan jangan mengambil jalan sendiri di luar firman--; sabar menunggu waktu Tuhan; tetap percaya dan berharap Tuhan--tetap menyembah Tuhan.
    Tunjukkan kesetiaan yang sungguh-sungguh! Kita setia bukan karena Tuhan berkati jasmani, tetapi karena mengasihi Dia.

    Kita hanya berseru dan berserah kepada Tuhan, percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan.
    hasilnya: Tuhan melakukan yang baik di mata-Nya.
    Artinya: semuanya jadi baik; yang hancur jadi baik.

    1 Tawarikh 19: 13
    19:13. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    "Tadi saya mengajar Lempin-El tentang Daud. Satu waktu Daud berperang, bagian belakang dijarah, anak istri mereka dibawa, barang habis semua, semua mau melempar batu, semuanya kecewa--4x9 runtuh--, tetapi Daud justru menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan (1 Samuel 30: 6). Ini yang penting."

    Tuhan memang izinkan semua habis, supaya kita menguatkan kepercayaan kepada Dia.
    Dia akan jadikan semua baik, yang hancur jadi baik, gagal jadi berhasil dan indah; busuk jadi harum. Tuhan tolong kita semua, dan memberikan kemenangan dalam peperangan. Semua masalah selesai, yang mustahil jadi tidak mustahil. Sampai saat Tuhan datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya. Kita bersama Dia selamanya.

Jangan goyah sedikitpun apapun yang kita hadapi! Tuhan melihat kesungguhan kita!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top