English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:41-52 berjudul "Yesus pada umur...

Ibadah Doa Malang, 02 April 2020 (Kamis Sore)

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-3
3:1 "Dan...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= keadaan pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Salah satunya adalah terdengar...

Ibadah Raya Malang, 02 Juni 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Manfaat kenaikan Yesus ke Sorga:
Yesus naik ke...

Ibadah Doa Malang, 27 November 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk tentang...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Juli 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:46-48
9:46 Maka timbullah pertengkaran di antara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juli 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1:9
1:9 Aku,...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Februari 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Malang, 06 September 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini dikaitkan...

Ibadah Persekutuan V Makassar, 06 September 2012 (Kamis Sore)
Disiarkan juga secara langsung untuk Ibadah Pendalaman Alkitab di Malang Salam sejahtera dalam kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Juni 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan III Makassar, 05 September 2012 (Rabu Sore)
Disiarkan juga secara langsung untuk Ibadah Doa di Surabaya Salam sejahtera dalam kasih sayang...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 23 Februari 2020 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

Tongkat pengukur mengingatkan kita pada tongkat gembala, itulah firman penggembalaan, yaitu firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, teratur, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat, supaya jemaat kuat dan bertumbuh ke arah kesempurnaan.
Tongkat gembala juga merupakan tongkat komando untuk menentukan apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan dalam setiap langkah hidup kita, supaya kita tidak terjatuh dan tersesat.

Tongkat gembala mengukur dua hal (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 24 Januari 2020):

  1. Bait Suci Allah= kehidupan kita, termasuk kesucian kita dan persekutuan kita--Bait Suci dulu terdiri dari papan-papan jenang; satu dengan yang lain harus bersekutu.
    Persekutuan dimulai dari dalam nikah--kesatuan nikah diukur oleh firman penggembalaan--, kalau belum memenuhi ukuran, harus ditingkatkan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2020).


  2. Mezbah dengan orang yang beribadah/menyembah di dalamnya= mezbah dupa emas; doa penyembahan kita diukur yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek--; sama dengan kesempurnaan (diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019, dilanjutkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020 sampai Ibadah Doa Surabaya, 24 Januari 2020).

Kalau memenuhi ukuran, saat antikris berkuasa, kita akan disingkirkan ke padang gurun dengan kedua sayap burung nasar yang besar, jauh dari mata ular yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
Sesudah itu kedua sayap burung nasar yang besar akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai, bertemu Yesus selama-lamanya.

Wahyu 11: 2
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Ayat 2= kalau tidak memenuhi ukuran--daging masih bersuara--, ia harus menghadapi masa aniaya antikris selama tiga setengah tahun (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 26 Januari 2020 sampai Ibadah Doa Surabaya, 07 Februari 2020).
Kalau tetap menyembah Yesus, dia akan disiksa sampai dipancung kepalanya--daging tidak bersuara lagi, berarti memenuhi ukuran--, dan saat Tuhan datang kembali dia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan.

Biarlah kita memenuhi ukuran lewat firman penggembalaan dari pada sekarang enak-enak--tidak sungguh-sungguh beribadah--tetapi nanti harus berjuang sendiri di zaman antikris.

Wahyu 11: 3
11:3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

'seribu dua ratus enam puluh hari lamanya' = empat puluh dua bulan = tiga setengah tahun.
Yang tertinggal di bumi pada zaman antikris, Tuhan masih memberikan kekuatan lewat dua saksi. Inilah kebaikan Tuhan. Kalau tidak mau sungguh-sungguh mulai sekarang, masih diberi kesempatan untuk sungguh-sungguh pada zaman antikris.

Wahyu 11: 6
11:6. Mereka
mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

'mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan'= Elia.
'mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah'= Musa.

Jadi, dua saksi di sini adalah Musa dan Elia.
Tuhan mengirimkan Musa dan Elia untuk bersaksi pada zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun untuk menguatkan hamba/pelayan/anak Tuhan yang tertinggal pada masa itu--tidak ikut penyingkiran ke padang gurun dan harus mengalami aniaya antikris karena daging masih bersuara--, supaya mereka tetap menyembah Yesus; tidak menyembah berhala/antikris; tidak menyangkal Yesus sekalipun harus disiksa dengan dahsyat sampai dipancung kepalanya untuk memenuhi ukuran penyembahan yaitu sampai daging tidak bersuara lagi, dan saat Yesus datang kembali mereka akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk layak bersama Tuhan selamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 09 Februari 2020) sampai Ibadah Doa Surabaya, 21 Februari 2020).

Siang ini kita lanjutkan di ayat 4.
Wahyu 11: 4
11:4. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.

Musa dan Elia memiliki tugas berat, tentu butuh kekuatan.
Musa dan Elia disebut sebagai kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian (pelita emas).
Bersaksi sama dengan pelita yang menyala, dan butuh minyak supaya bisa menyala.
Sekarang menunjuk pada kuasa Roh Kudus. Inilah kekuatan untuk bersaksi.

Kisah Rasul 1: 8
1:8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Musa dan Elia juga ditopang oleh kuasa Roh Kudus.
Roh Kudus sama dengan minyak urapan yang membuat pelita tetap bercahaya; tetap ada kesaksian hidup.
Mulai dari sekarang kalau di kantor kita harus hidup benar sendirian, berat, tentu dikucilkan dan digosipkan, tetapi kita harus tetap bercahaya. Kalau daging, akan mundur.

Begitu juga dalam ibadah pelayanan. Kalau melayani dengan daging, satu waktu akan berhenti. Banyak hamba Tuhan pensiun. Tetapi kalau ditopang Roh Kudus, tidak akan pernah berhenti sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
Karena itu bersaksi dan beribadah melayani harus menggunakan kekuatan Roh Kudus.

Tentang pohon zaitun dan pelita emas ini sudah dinubuatkan oleh kitab Zakharia.
Inilah rahasia kitab wahyu, benar-benar luar biasa, semua sudah ditata rapi. Mulai dari ayat 1 tadi merupakan kuncinya: kalau gembala tidak sungguh-sungguh, jangan harap jemaat sungguh-sungguh--gembala sudah setia saja, jemaat masih perlu didoakan--, karena sistem penggembalaan adalah sistem keteladanan, bukan kerajaan.

Zakharia 4: 2-6
4:2. Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.
4:3. Dan pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya."
4:4. Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?"
4:5. Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!"
4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Di sini jelas, pohon zaitun dan pelita emas menunjuk pada kuasa Roh Kudus.
Di sini ada pelita, tempat minyak,, dan corot untuk mengisi minyak.

Jadi ada dua hal yang harus diperhatikan supaya minyak urapan tetap ada di dalam pelita emas, sehingga pelita emas tetap bercahaya sampai menjadi terang dunia:

  1. Tempat minyak yang terukir pohon zaitun--berada di bagian atas pelita emas.
    Tempat minyak merupakan sumbernya minyak. Kita ingat yang dibutuhkan dari pohon zaitun adalah buah zaitun untuk dibuat menjadi minyak untuk pelita.

    Kalau ingat minyak zaitun kita ingat bukit Zaitun di mana Yesus bergumul sampai keringat-Nya bagaikan titik-titik darah--seperti buah zaitun yang diperas.

    Jadi tempat minyak/sumber minyak adalah KURBAN KRISTUS di kayu salib--buah zaitun yang diperas untuk menghasilkan minyak urapan Roh Kudus.

    Dulu minyak urapan memang dibuat dari minyak zaitun ditambah dengan rempah-rempah yang lain untuk mengurapi imam dan raja. Tetapi sekarang sudah tidak perlu lagi karena sudah digenapkan dalam kurban Kristus.
    Karena itu kita harus memperhatikan kurban Kristus.

    Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'Aku pergi'= Yesus mati di kayu salib--seperti buah zaitun yang diperas--, bangkit, dan naik ke sorga.
    Yesus harus mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke sorga untuk mencurahkan minyak urapan Roh Kudus mulai dari loteng Yerusalem sampai sekarang.
    Jadi pembaptis Roh adalah Yesus--langsung dari sorga.

    'tempat minyaknya di bagian atasnya'= tempat/sumber minyak harus berada di atas kaki dian emas--di dalam kitab wahyu pelita emas juga gambaran dari gereja Tuhan (tujuh sidang jemaat bangsa kafir).
    Artinya: kita harus menghargai kurban Kristus sampai kurban Kristus terukir di hati kita; tidak bisa dihapus dan dilupakan--tadi pohon zaitun terukir pada pelita emas ('Dan pohon zaitun ada terukir padanya').

    Hasilnya: kita akan mengalami minyak urapan Roh Kudus.

    Praktik menghargai kurban Kristus:


    • Kurban kristus berguna untuk menyelesaikan dosa.
      Praktik pertama: kita rela sengsara daging untuk menyelesaikan dosa; oleh dorongan pedang firman yang menunjukkan dosa-dosa kita, kita menjadi sadar akan dosa, menyesal, dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama--berdamai. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kalau kita benar, kita mengampuni dan melupakan dosa orang lain.

      Karena itu di dalam ibadah kita harus mendengarkan pedang firman, karena firman pengajaran ini yang menunjukkan dosa-dosa. Kita menangis dalam dosa--hati terharu.

      Hasilnya: darah Yesus membasuh segala dosa-dosa kita.
      Hati kita damai, bagaikan kita ada di loteng Yerusalem, kota damai.

      Kisah Rasul 1: 4-5
      1:4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
      1:5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

      Yang membuat tidak damai bukan karena tidak ada uang dan lain-lain, tetapi ada tidaknya dosa, baik dosa sendiri maupun dosa orang lain.

      Perhatikan kurban Kristus kalau mau menerima urapan Roh Kudus! Basuh dosa-dosa dengan darah Yesus; berdamai sampai hati mengalami damai sejahtera.


    • 1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Praktik kedua: sengsara daging tanpa dosa--mempercepat proses menerima minyak urapan.
      Contoh: berdoa puasa, doa semalam suntuk, setia dalam ibadah, dihina, tidak salah disalahkan dan sebagainya.

      Hasilnya: Roh kemuliaan dicurahkan di tengah-tengah kita semua.


  2. Corot= hubungan antara pelita--kita--dengan tempat minyak--Yesus. Begitu longgar sedikit, minyak tidak akan bisa masuk.
    Jadi, hubungan kita dengan Yesus harus tepat, mantap, dan permanen.

    Hubungan apa ini?


    • Dimulai dari perjanjian lama.
      Dulu, Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, lalu Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga--bumi ada hubungan dengan sorga.

      Tabernakel terdiri dari tiga ruangan: halaman--keselamatan; percaya Yesus, bertobat, baptis air dan Roh Kudus--, ruangan suci, dan ruangan maha suci--kesempurnaan.

      Kita sudah selamat tetapi belum sempurna, berarti kita harus berada di ruangan suci. Inilah corotnya.
      Di dalam ruangan suci ada tiga macam alat: pelita emas, meja roti sajian, mezbah dupa emas.


    • Di zaman gereja hujan awal tiga alat di ruangan suci sudah dalam bentuk rohani yaitu tiga macam ketekunan:


      1. Ketekunan dalam persekutuan.
      2. Ketekunan dalam pengajaran rasul dan pemecahan roti.
      3. Ketekunan dalam berdoa.


      Kisah Rasul 2: 41-42
      2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
      2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

      Banyak gereja yang puas sampai pada jumlah secara jasmani--'bertambah kira-kira tiga ribu jiwa'. Tetapi kuantitas harus diikuti dengan kualitas.

      Jadi, angka 3000 menunjuk pada kuantitas dan juga kualitas, yaitu: menunjuk pada ruangan suci (volume: 2000 hasta) dan ruangan maha suci (1000 hasta).


    • Di zaman gereja hujan akhir menjadi ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Inilah kandang penggembalaan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kita sampai tubuh sempurna:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk ibadah persekutuan; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
        Kita diberi minum, supaya segar.


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
        Kita diberi makan, supaya kuat; tidak pernah jatuh.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
        Kita bernafas dengan kasih Allah sampai hidup kekal karena kasih adalah kekal.




    Jadi, hubungan kita dengan Tuhan sekarang adalah di dalam kandang penggembalaan; KETEKUNAN DALAM TIGA MACAM IBADAH POKOK.
    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal--seperti corot melekat permanen pada tempat minyak--, sehingga Setan tritunggal tidak bisa menjamah kita. Ini yang penting, hubungan kita dengan Tuhan tidak terganggu.

    Tidak bisa dijamah Setan= tidak bisa dijatuhkan, disesatkan, dan dihancurkan. Lalu apa yang kita alami di dalam kandang penggembalaan?
    Imamat 21: 12=> kudusnya para imam
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.


    • 'jangan dilanggarnya kekudusan'= kita mengalami penyucian tubuh, jiwa, dan roh kita terutama terhadap dosa-dosa yang melekat, supaya kita bisa melekat pada Tuhan.
      Wahyu 9: 20-21
      9:20. Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
      9:21. dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

      'tidak bertobat'= kalau dosa sudah melekat, tidak akan bisa bertobat.
      Ini adalah dosa-dosa yang melekat, yang harus disucikan.
      'pembunuhan'= kebencian.
      'pencurian'= terutama mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Ini adalah dosa Yudas Iskariot. Dosa ini melekat pada Yudas, seorang hamba Tuhan sepenuh.

      Ini yang harus diperangi hari-hari ini supaya kita bisa melekat pada Tuhan, bukan dosa.
      Kita harus digembalakan; kita disucikan secara terus menerus supaya kita melekat kepada Tuhan.

      Dosa-dosa ini melawan urapan Roh Kudus--saat ada wanita mengurapi kaki Yesus, Yudas marah karena ia seorang pencuri, bukan untuk diberikan kepada orang miskin. Hamba Tuhan bisa mengajarkan persepuluhan tetapi dia sendiri tidak mengembalikan persepuluhan. Saya nomor satu diperiksa, tidak sembarangan melayani Tuhan.

      Kalau melekat pada Tuhan kita akan hidup dalam kesucian.
      Sehebat dan sesuci apapun kalau keluar dari ruangan suci, pasti tidak suci. Sebaliknya, sejahat dan senajis apapun kalau masuk ruangan suci, satu waktu pasti suci.


    • 'minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya'= kita menerima minyak urapan Roh Kudus. Pelita tidak akan pernah mati.
      Semakin suci, minyak urapan akan semakin mengalir.

Kalau kita sudah memperhatikan tempat minyak--menghargai kurban Kristus: selesaikan dosa, hati damai, dan sengsara daging tanpa dosa--dan corot--tergembala dengan benar dan baik: hidup suci dan minyak urapan mengalir--, hasilnya:

  1. Zakharia 4: 6-9
    4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
    4:7. Siapakah engkau,
    gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"
    4:8. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, demikian:
    4:9. "Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Rumah ini, dan tangannya juga akan menyelesaikannya. Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

    'Bagus! Bagus sekali batu itu!'= batu indah.

    Hasil pertama: Roh Kudus sanggup untuk membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat terbesar--, yaitu gunung batu yang keras menjadi batu yang indah, artinya:


    1. Hati yang keras menjadi hati yang lembut.
      Hati lembut= taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.


    2. Batu indah sama dengan batu hidup, artinya kita menjadi imam dan raja.


    Mari, jadi hamba/pelayan Tuhan yang taat dengar-dengaran!
    Maleakhi 2: 7
    2:7. Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam.

    Seorang imam juga harus jujur/tulus.

    Taat dan jujur/tulus sama dengan menjadi sama seperti bayi yang baru lahir. Kita hanya menangis kepada Tuhan; menyembah Dia.
    Itulah kehidupan seorang imam.

    Dan kita juga mengalami mujizat jasmani, yaitu gunung besar menjadi rata.
    Artinya: Roh Kudus mampu menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
    Kalau sudah jujur dan taat, Roh Kudus akan menyelesaikan semua masalah yang mustahil tepat pada waktunya, ada masa depan berhasil dan indah.

    Kerja yang baik, sekolah yang baik, tetapi lebih dari pada itu, perhatikan tempat minyak--kurban Kristus; jaga hati damai, jangan berbuat dosa--dan corot--hubungan dengan Yesus; tergembala yang baik supaya disucikan dan diurapi. Roh Kudus akan bekerja dalam hidup kita.


  2. Roma 5: 5
    5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Hasil kedua: Roh Kudus memberikan kasih Allah--kekuatan ekstra--kepada kita, sehingga kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan saat menghadapi apapun juga tetapi tetap bersaksi.
    Mari menjadi saksi Tuhan, supaya tidak perlu menunggu kesaksian Musa dan Elia.

    Kita juga dipakai oleh Tuhan--dikhususkan.
    Kisah Rasul 13: 2, 5, 7, 12
    13:2. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    13:5. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.
    13:7. Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah.
    13:12. Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan.

    Roh Kudus memberikan tugas khusus kepada kita yaitu memberitakan firman pengajaran/kabar mempelai untuk masuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


  3. Keluaran 15: 23, 25
    15:23. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
    15:25. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi
    manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

    Hasil ketiga: Roh Kudus sanggup untuk memulihkan kita. Yang pahit menjadi manis; hancur menjadi baik; busuk menjadi harum; gagal menjadi berhasil dan indah, sampai kalau Tuhan datang kembali semua sempurna seperti Dia. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai.

Biarlah sekarang kita menjadi saksi Tuhan, tidak perlu kesaksian Musa dan Elia.
Perhatikan tempat minyak--kurban kristus; hati damai--dan corot--hubungan dengan Tuhan; kesucian. Minyak urapan akan dicurahkan di tengah-tengah kita.
Kita hanya bayi yang menangis apapun keadaan kita, biar tangan Roh Kudus yang bekerja di tengah kita.

Kita bayi-bayi yang tidak berdaya, berseru kepada Dia, Roh Kudus akan dicurahkan, dan Dia yang bekerja untuk mengadakan mujizat di tengah kita sekalian.

Mungkin suami, istri, anak, orang tua tidak tahu, tetapi Tuhan tahu sedalam-dalamnya. Tangan Roh Kudus ada di tengah kita, Dia bisa menolong dan melakukan apa saja.
Kalau suami, istri, anak, orang tua baik, puji Tuhan, tetapi jangan bergantung pada mereka, kita akan kecewa. Tetap bergantung pada Tuhan. Ada masalah, pahit getir, kebusukan, kemustahilan dan sebagainya yang tidak sesuai harapan kita, serahkan semua , tangan Roh Kudus mampu.

Dia sudah menyerahkan hidup-Nya untuk bisa mencurahkan Roh Kudus. Sekarang kita serahkan semua, jangan kecewa, putus asa, atau bangga. Roh Kudus adalah tangan Tuhan, biar kita tetap dipegang oleh tangan Roh Kudus.
Roh Kudus adalah segala-galanya dari Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top