Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyatdan matahari menjadi hitambagaikan karung rambut dan bulan menjadi merahseluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhanke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
6:14.Maka menyusutlahlangit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
6:15.Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16.Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17.Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017), yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan:

  1. Ayat 12-13: kegelapan(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017) sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 Oktober 2017).
  2. Ayat 14: kegoncangan(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2017).
  3. Ayat 15-17: ketakutan.

Akibatnya: banyak manusia yang mati terbunuh.

AD. 2 KEGONCANGAN
Gempa bumi yang dahsyat mengakibatkan gunung-gunung dan pulau-pulau bergeser dari tempatnya, bahkan tenggelam, yang mengakibatkan kegoncangan di bumi dan menewaskan banyak orang. Ini secara jasmani.

Gempa bumi yang dahsyat secara rohani adalah pengaruh dosa Babelyang membinasakan manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan yang tidak sungguh-sungguh, bersama dengan dunia ini.

Wahyu 18: 2
18:2.Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahatdan tempat bersembunyi semua roh najisdan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Roh jahat= serigala.
Roh najis= burung.
Pemicu dosa Babeladalah:

  • Roh jahat, yang mengarah pada cinta akan uang sehingga hamba/pelayan Tuhan menjadi kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
    Serakah= mencuri milik orang lain (korupsi, hutang tidak bayar), terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

  • Roh najis, yang mengarah pada dosa makan minum (merokok, mabuk dan narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan sampai nikah yang salah).

Ini gempa bumi yang dahsyat secara rohani yaitu pengaruh Babel di dalam dunia; pemicunya adalah roh jahat dan najis.

Praktik dosa Babel dalam kehidupan sehari-hari:
Wahyu 21: 8
21:8.Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Ini yang nanti benar-benar menenggelamkan manusia, termasuk hamba/pelayan Tuhan dalam lautan api dan belerang.

Praktik dosa Babeldalam hidup sehari-hari; ada delapan dosa yang dibagi menjadi tiga kelompok--melawan Tabernakel/kerajaan sorga--:

  1. Kelompok penakut dan bimbang.
    Penakut= takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan/firman.
    Kadang-kadang kita sungkan pada manusia, tetapi tidak pada Tuhan. Terlalu!

    Dosa ini melawan kebenaran Tuhan (tidak punya iman; BERGESER DARI IMAN--DI LUAR HALAMAN TABERNAKEL.
    Kalau bimbang, tidak akan bisa benar--bimbang satu level dengan kekuatiran.

    Petrus bisa berjalan di atas air, tetapi begitu bimbang terhadap pengajaran, ia tenggelam; bergeser dari iman/kebenaran.

  2. Kelompok keji (jahat), pembunuh (kebencian tanpa alasan), sundal (termasuk dosa makan minum dan kawin mengawinkan), tukang sihir, penyembah berhala (sampai menyembah antikris/uang, itulah kikir dan serakah).
    Ini melawan kesucian Tuhan (tidak punya pengharapan/kesucian; BERGESER DARI PENGHARAPAN--DI LUAR RUANGAN SUCI TABERNAKEL.

    Hati-hati! Banyak yang gugur dari penggembalaan; sudah tidak tekun dalam penggembalaan--ruangan suci--! Itu berarti sudah digeser karena kena tumbuk oleh gempa.

  3. Kelompok pendusta. Ini adalah dosa penutup. Kalau sudah takut, pasti dusta, tidak bisa tegas.
    Kalau masih ada dusta, berarti tujuh dosa lainnya juga ada.

    Dosa ini melawan kemahasucian/kesempurnaan Tuhan (tidak punya kasih; BERGESER DARI KASIH, sebab kasih itu yang menghasilkan kesempurnaan--DI LUAR RUANGAN MAHA SUCI TABERNAKEL; hidup itu tidak pernah sempurna.

Wahyu 18: 21
18:21.Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

Kalau bergeser dari iman, pengharapan dan kasih, satu waktu akan tenggelam dalam kematian kedua--'dilemparkan dengan keras ke bawah'.
Jadi, dosa Babel membuat hamba/pelayan Tuhan bergeser dari iman, pengharapan dan kasih; keluar dari halaman, ruangan suci, dan ruangan maha suci, dan akhirnya tenggelam; binasa di lautan api dan belerang/neraka selamanya.

Inilah gempa bumi yang dahsyat secara rohani yaitu pengaruh dosa Babel di dalam dunia, yang menggeser iman, pengharapan dan kasih, sampai menenggelamkan hamba/pelayan Tuhan. Jangan mau digeser dari iman, pengharapan dan kasih!

Wahyu 17: 1-2, 5, 15=> tentang Babel
17:1.Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:2.Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."
17:5.Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacurdan dari kekejianbumi."
17:15.Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsadan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

'tempat yang banyak airnya'= air laut.
'pelacur dan kekejian'= najis dan jahat.
'bangsa-bangsa'= bangsa kafir.
Perempuan Babel duduk di tempat yang banyak airnya (bangsa-bangsa), berarti Babel menguasai bangsa kafir.

Yesaya 17: 12-13
17:12. Wahai! Ributnya banyak bangsa-bangsa, mereka ribut seperti ombak laut menderu! Gaduhnya suku-suku bangsa, mereka gaduh seperti gaduhnya air yang hebat!
17:13. Suku-suku bangsa gaduh seperti gaduhnya air yang besar; tetapi TUHAN menghardiknya, sehingga mereka lari jauh-jauh, terburu-buru seperti sekam di tempat penumbukan dihembus angin, dan seperti dedak ditiup puting beliung.

'ombak laut'= tempat yang banyak airnya.
'bangsa-bangsa'= bangsa kafir yang sama seperti air laut yang ditiup angin. Ini yang dikuasai oleh Babel.

Bangsa kafir adalah lautan yang bebasdan berombak. Bangsa kafir ini maunya bebas. Kalau kita mau yang bebas-bebas, bahaya, pasti diduduki oleh Babel. Kalau sudah bilang 'kita harus bebas'--dalam bidang apa saja--, sebentar lagi pasti ada Babel. Hati-hati dengan cara berpakaian! Mengikuti mode boleh saja, tetapi jangan sampai karena mode itu kita dikuasai oleh Babel. Kebebasan daging itulah yang diduduki oleh Babel.

Bagaimana supaya bangsa kafir tidak dikuasai Babel?

  1. Yohanes 2: 6-7
    2:6.Di situ ada enam tempayanyang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
    2:7.Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

    Yang pertama: kebebasan daging harus dibendung, supaya kita tidak dikuasai Babel.

    Dibendung= air harus dimasukkan dalam tempayan; tidak bebas lagi.
    Artinya: bangsa kafir harus tergembala dengan benar dan baik. Tidak ada jalan lain!

    Kalau mau bebas, Babel juga bebas untuk menduduki dan menggagahi kita. Tetapi di dalam penggembalaan, di sana ada Gembala Agung, dan Babel tidak bisa bebas menduduki kita.

    Dari air yang banyak, hanya ada enamtempayan yang diisi air, artinya:

    • Angka 6 menunjuk pada daging.
      Jadi penggembalaan adalah tempat untuk membendung daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannyasehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, percaya dan berharap Tuhan.

      Daging dengan hawa nafsunya tidak akan bisa mengasihi Tuhan; tidak bisa percaya Tuhan dan hidup suci. Yang ada hanya kebencian, persaingan yang tidak sehat dan lain-lain. Ini yang harus dibendung.

    • Dari banyak air, hanya enam tempayan yang diisi= hanya sedikit yang bisa masuk dalam penggembalaan. Seperti pada bahtera Nuh, dari satu dunia hanya delapan orang yang masuk.
      Artinya: hanya sedikit bangsa kafir yang mau tergembala, yaitu kehidupan yang dipilih oleh Tuhan, dan mendapat kemurahan Tuhan yang besar. Hanya sedikit yang mau membendung dagingnya.

      Sekarang, gembala yang mau tergembala juga sedikit; maunya bebas.

    Syarattergembala dengan benar dan baik:

    • Syarat pertama: harus berada di kandang penggembalaan--ruangan suci. Jangan bergeser! Kalua sudah ada di ruangan suci, berarti kita sudah melampaui halaman, dan nanti akan sampai ke ruangan maha suci--bukan bergeser ke luar, tetapi semakin masuk.

      Di ruangan suci ada tiga macam alat, sekarang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; ada PENGHARAPAN/KESUCIANoleh Roh Kudus--seperti pelita tetap menyala.
        Kalau bergeser dari pengharapan, itu seperti kapal yang sudah oleng.

      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus; firman yang mendarah-daging mampu meneguhkan IMAN/KEBENARAN.
        Sekalipun dihantam, tetap kuat bertahan.

        Kalau iman dihantam, pengharapan dihantam, kapal akan semakin oleng, dan terakhir kasih dihantam sampai tenggelam--gempa/Babel bekerja menghantam iman, pengharapan dan kasih sampai tenggelam.

      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; KASIHbertumbuh sampai pada kasih yang sempurna.

      Mulai dari gembala harus tekun tergembala, kalau tidak, bisa dikuasai Babel juga dan entah bagaimana nasib jemaat.

    • Syarat kedua: harus bisa menikmati firman penggembalaan yang dobel, yaitu penginjilan dan pengajaran.
      Mazmur 23: 2, 5 => tentang penggembalaan
      23:2.Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
      23:5. Engkau menyediakan
      hidanganbagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

      Firman penginjilanitu bagaikan kita dibaringkan di padang rumput yang hijau dan dibimbing ke tepi air yang tenang. Benar-benar damai sejahtera, ada penghiburan dan ketenangan.
      Tetapi tidak cukup!
      Ada juga hidangan; makanan keras, itulah firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus.

      'menyediakan hidanganbagiku, di hadapan lawanku'= makanan keras/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menghadapi musuh-musuh.
      Makanan keras juga berguna untuk menumbuhkan kerohanianke arah kesempurnaan.

    Hasil penggembalaan:

    • Tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga kita mengalami penyucian seluruh hidup dari dosa-dosasampai puncaknya dosa. Kita hidup dalam kesucian--TIDAK BERGESER DARI PENGHARAPAN; berarti TIDAK BERGESER DARI IMAN DAN KASIH ALLAHbiarpun terjadi gempa dan sebagainya. Kita tidak bergeser dari Allah Tritunggal.

      Hidup kita juga tidak bisa diduduki Babel. Kalau air sudah di dalam tempayan, tidak bisa lagi diduduki oleh Babel. Kita sangat terpelihara di dalam penggembalaan.

    • Raja Daud mengatakan: 'Tuhan adalah gembalaku,takkan kekurangan aku'=

      1. Kita mengalami pemeliharaanTuhan secara ajaib. Kalau kita sudah ada di kandang, yang sibuk adalah gembalanya. Tuhan yang sibuk; kita dipelihara secara berkelimpahan--sampai mengucap syukur pada Tuhan.

      2. Secara rohani, kita tidak bercacat cela; sempurna seperti Tuhan.

    Inilah hasil dari tergembala dengan benar dan baik. Ditumbuk terus oleh gempa, tetapi kalau tergembala, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal; iman, pengharapan dan kasih tidak bisa bergeser.

    Jangan pikir gempanya, yang penting adalah jalan keluarnya yaitu tergembala. Mau menghadapi gempa jasmani atau rohani kita tetap tergembala, biar Allah Tritunggal yang melindungi tubuh, jiwa dan roh kita. Gempa rohani saja, yang bisa mematikan bukan hanya tubuh tetapi jiwa dan roh juga, sampai ke neraka, bisa Tuhan tolong, apalagi hanya gempa jasmani yang hanya membunuh tubuh, Dia pasti tolong.

  2. Yohanes 2: 8-10
    2:8.Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.
    2:9.Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi angguritu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,
    2:10. dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

    Yang kedua: air harus menjadi air anggur supaya bisa masuk pesta nikah; tidak dikuasai oleh Babel.
    Artinya: harus mengalami keubahan hidupdari air menjadi air anggur. Kita benar-benar masuk pesta kawin Anak Domba di awan-awan yang permai; benar-benar keluar dari dunia ini yang nanti akan musnah.
    Kalau hanya air saja, saat Tuhan datang tidak masuk juga ke dalam pesta kawin Anak Domba. Percuma!

    Di mana bisa berubah?Di tempayan! Hanya bangsa kafir yang tergembala dengan benar dan baik, yang dipilih Tuhan, dan yang dapat anugerah Tuhan yang bisa mengalami keubahan hidup.

    Kalau tidak tergembala, hidupnya akan letih lesu dan berbeban berat; bersuasana kutukan dan dikuasai Babel. Sepertinya hebat, mengejar sesuatu, tetapi sampai di pantai hanya ada sampah. Kalau sudah jadi sampah masyarakat, gawat; hanya menghasilkan sampah dan lumpur dosa, kehancuran dan kebinasaan selamanya. Bahaya kalau tidak tergembala!

    Mari, saling menasihati! Sudah beribadah, bagus, tetapi ibadah sistem apa? Harus bersaksi! Kalau belajar dari kitab Mazmur: lebih banyak pohon ara yang ditanam di pinggir jalan dari pada di kebun anggur; banyak yang tidak berbuah--hanya berdaun lebat. Kelihatan hebat, tetapi sampai di pantai hanya sampah dan lumpur. Yang dikejar dari jauh hanya sampah dan lumpur, sehingga hidupnya berletih lesu, berbeban berat dan air mata. Hancur binasa!

    Cerita Esau, dia dapat ini itu, Yakub hanya diam di kemah, tetapi akhrinya Yakub yang dapat semuanya, sedangkan Esau kehilangan segalanya. Harus tergembala hari-hari ini, tidak bisa tidak.

    Tetapi masih ada satu kewaspadaan. Seringkali bangsa kafir sudah tergembala tetapi tidak berubah. Ini yang bahaya!

    Mengapa?Karena ibadah pelayanannya hanya kebiasaan, apalagi ada daftar hadir; sama seperti enam tempayan untuk tempat cuci tangan dan kaki sebelum masuk rumah--adat istiadat, tetapi tidak sampai di dalam hati.
    Artinya:

    • Ibadah pelayanan hanya mengutamakan dan menonjolkan perkara jasmani. Waktu itu Yesus selesai mengajar dan diundang makan. Seharusnya waktu makan bicara soal firman, tetapi orang Farisi dan ahli Taurat berkata: Mengapa Yesus tidak cuci tangan?--hanya melihat yang luar. Ibadahnya tidak sampai di dalam hati; tidak mengasihi Tuhan.

      Akibatnya: tidak mengutamakan firman Allah. Firman Allah sangat dibatasi, tidak boleh bebas--waktunya terbatas, isinya juga dibatasi. Kalau firman dibatasi, dagingnya yang akan bebas. Hanya kelihatannya saja di penggembalaan, padahal sebenarnya hidupnya berada di lautan bebas.

      Kalau mengasihi Tuhan, kita akan selalu rindu untuk mendengar suara Tuhan. Kalau bosan akan firman, berarti ibadahnya hanya rutinitas; bukan berdasarkan mengasihi Tuhan tetapi hanya mengejar perkara luar.
      Kalau daging bebas, ia akan dikuasai Babeldan hidupnya tidak berubah.

    • Ibadah pelayanan yang kelihatan segar--kesegaran daging--, bukan urapan Roh Kudus/kebahagiaan sorga.
      Akibatnya: mencari kepuasan di dunia. Tidak berubah juga hidupnya, dagingnya bebas.

    Inilah kehidupan yang sudah ada di dalam penggembalaan tetapi hidupnya tidak berubah; sama seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun di Bait Allah.
    'Delapan belas'= 666= enam pertama: tubuhnya daging, enam kedua: jiwanya daging, enam ketiga: rohnya daging; dicap dengan 666.
    Perempuan ini ada di dalamBait Allah. Bahaya! Sudah tergembala tetapi tidak berubah menjadi sama dengan Yesus, malah menjadi sama dengan antikris.

    Mari, sungguh-sungguh dalam ibadah! Kita beribadah harus sampai dalam hati; kita datang beribadah karena mengasihi Tuhan, bukan karena yang lain. Kalau ini ada, kita akan menghargai firman Tuhan; bukti beribadah sampai kedalaman hati. Ini ukurannya.

    Kalau ada firman dan Roh Kudus kita pasti diubahkan.
    Apa yang harus diubahkan?


    • Yohanes 2: 3
      2:3.Ketika mereka kekurangananggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisananggur."

      Yang pertama: kekuatiran--baru kurang tetapi sudah merasa habis.

      Kalau air tidak menjadi anggur, akan resah; pesta tanpa air anggur akan resah; memalukan. Kalau yang lainnya habis tidak apa-apa, karena dalam pesta nikah yang penting ada air anggur. Begitu juga kalau hidup kita tidak diubahkan, hidup itu hanya meresahkan dan memalukan.

      Jangan sampai ibadah kita seperti itu, yaitu ada air tetapi hanya air biasa, bukan air anggur, tidak mengarah pada perjamuan kawin Anak Domba, sia-sia semuanya.
      Sungguh-sungguh! Mohon pada Tuhan, harus ada firman dan Roh Kudus--air anggur yang manis--!

      Kekuatiran diubahkan menjadi PERCAYAdan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan--KELOMPOK DOSA PERTAMA(penakut dan bimbang) SUDAH DIKALAHKAN; kita sudah masuk halaman Tabernakel.

      1 Petrus 5: 7 => pasal penggembalaan
      5:7.Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Kita harus tergembala karena di dalam penggembalaanlah kekuatiran bisa hilang.

      "Kalau berada di penggembalaan kita tinggal menunggu. Sebentar lagi pasti gembalanya datang dan memberi makan. Kita mau apa, gembala akan datang, dia yang tahu. Sama seperti anjing, kalau dikurung, tuannya yang tanggung jawab memberi makan dan minum.
      Kalau ditelantarkan apalagi di Amerika, gawat. Saya mendengar sampai tertawa. Di sana kalau ada kebakaran, yang ditolong pertama: anak-anak, kemudian: wanita, yang ketiga: anjing, dan yang terakhir: baru laki-laki. Kita bangsa kafir ini sama seperti anjing dan babi. Kalau sampai ditelantarkan, di Amerika saja dihukum, apalagi di sorga. Tuhan tidak berani menelantarkan kalau kita tergembala.
      "

      Di dalam penggembalaan kita bisa menyerahkan segala kekuatiran bahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.
      Buktinya: mengutamakan Tuhan lebih dari semua. Dan Tuhan juga akan mengutamakan kita, Dia memelihara kita di dunia yang sulit sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, bahkan sampai hidup kekal. Tidak usah takut!

      Kita tetap bekerja dan belajar yang keras, tetapi tetap utamakan Tuhan lebih dari semua!
      Kita hanya bisa berusaha, tetapi Tuhan yang menentukan. Seperti Ester, sudah berpuasa, tetapi kalau raja tidak mengulurkan tongkat, dia akan mati. Sebaliknya, dia sudah menyerah: Kalau aku harus mati, biarlah aku mati, tetapi dia tidak mati, malah jadi ratu.

      Silahkan berusaha, jangan malas-malas! Kerja keras, sekolah yang keras, tetapi tetap utamakan Tuhan, Dia yang menentukan semua dan bertanggung jawab sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal.

    • Yohanes 2: 5
      2:5.Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

      Yang kedua: durhakamenjadi TAATdengar-dengaran.

      Disuruh isi tempayan dengan air, mudah. Disuruh cedok, mudah. Tapi disuruh bawa pada pemimpin pesta untuk dicicipi, padahal isinya air, bukan hal yang mudah. Tetapi harus taat sampai daging tidak bersuara. Itulah penggembalaan.

      "Dianggap orang bodoh, egois, karena khotbah terus. Ketaatan itu dianggap bodoh. Tiga macam ibadah, besok ujian, dianggap bodoh. Jangan ragu-ragu!"

      Kalau taat pada firman, memang negatif bagi orang yang tidak tahu firman.

      "Ada satu kaum muda pintar, sampai sakit hati: Kenapa semua harus taat, kok tidak ada yang berontak? Aneh sekali. Akhirnya dialah yang memberontak. Bahaya! Bukan taat pada saya, tetapi pada firman Tuhan yang disampaikan."

      Kalau tidak taat, akan masuk dalam dosa kelompok kedua. Kalau taat, KITA MENANG ATAS DOSA KELOMPOK KEDUA(keji, pembunuh, sundal, tukang sihir, penyembah berhala). Dosa Babel tidak bisa menguasai kita. Kita mengalami kuasa kemenangan atas musuh--karena Yesus taat, Ia memperoleh nama di atas segala nama, dan menang atas musuh.

      Salah satu kemenangan ada di dalam rumah tangga: isteri yang tunduk memenangkan suaminya yang tidak taat. Anak yang taat bisa memenangkan orang tua; orang tua yang taat bisa memenangkan anak-anak. Kita berjuang bersama-sama. Rumah tangga benar-benar diselamatkan, terjadi pemulihan nikah dan buah nikah. Tuhan tolong kita semua.

      1 Petrus 3: 1
      3:1.Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taatkepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkanoleh kelakuan isterinya,

      "Hari-hari ini saya ditekankan Tuhan tentang 'sekeluarga'."

    • Yohanes 2: 9
      2:9.Setelah pemimpin pesta itu mengecapair, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,

      'mengecap'= dengan lidah.

      Yang ketiga: lidahdiubahkan.

      Lidah bangsa kafir sama seperti lidah anjing menjilat muntah--berdusta, fitnah, gosip dan lain-lain. Ini yang harus diubahkan. Kalau salah, cepat tarik--dibersihkan--! Kalau tidak dibersihkan, nanti lidah akan menghujat Tuhan; menyalahkan ajaran yang benar dan menghalangi, dan membenarkan ajaran yang salah dan mendukung.

      Lidah diubahkan menjadi lidah yang menjilat remah-remah roti; menjilat air anggur--'mengecapair, yang telah menjadi anggur itu', itulah kabar mempelai--roti menunjuk pada fimran, dan air anggur untuk pesta nikah.
      Kabar mempelai= firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      "Kabar mempelai bukan hanya milik GPT, tetapi seluruh gereja. Alkitab menuliskan: Lihat mempelai datang, songsonglah dia!"

      Ini yang harus dijilat, yaitu kabar mempelai.

      Tuhan berkata perempuan yang anaknya kerasukan roh jahat: Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing, dan perempuan itu menjawab: Benar, Tuhan--JUJUR.
      Markus 7: 28
      7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remahyang dijatuhkan anak-anak."

      Hari-hari ini kita harus jujur.

      Tadi, kekuatiran menjadi percaya, tidak taat (durhaka) menjadi taat, dan sekarang dusta menjadi jujur--DOSA KELOMPOK KETIGA(pendusta) SUDAH DIKALAHKAN. Babel tidak bisa menguasai kita lagi.

    Kalau digabung, percaya, taat, dan jujursama dengan mengangkat tangan pada Tuhan, dan menyeru nama-Nya--seperti bayi menangis kepada Tuhan.
    Seperti ibu ini, jujur: Tolonglah aku, Tuhan, bukan: Tolonglah anakku.Dia jujur mengakui anaknya jadi begitu gara-gara dia. Dia jujur mengakui dosanya; jujur mengaku pengajaran yang benar.
    Kalau sudah jujur mengakui pengajaran yang benar, dia bisa jujur mengakui segala dosa, kekurangan dan kesalahannya. Bayi menangis karena lapar, sakit; menangis karena kekurangan-kekurangannya.

    Kalau tidak jujur tentang pengajaran, tidak mungkin bisa mengaku salah, karena dia tidak tahu yang benar; dia merasa benar terus.

    Malam ini, kita mengangkat tangan dan berserah pada Tuhan--taat--, dan menyeru nama Yesus--jujur dan percaya--; kita sama seperti bayi yang menangis kepada Tuhan, dan Ia mengulurkan tangan-Nya untuk menggendong bayi-bayi malam ini; Babel tidak bisa merebut.

    Hasilnya:
    Yesaya 46: 3-4
    46:3. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukungsejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjungsejak dari rahim.
    46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu
    Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikulkamu dan menyelamatkan kamu.

    'Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu'= dari kandungan sampai masa tua, Tuhan menggendong kita.


    • 'Aku mau menanggung kamu terus'= Tangan anugerah Tuhan yang besar bertanggung jawab menentukan hidup mati kita.
      Artinya:

      1. Dia sanggup memelihara kita yang tidak berdaya di zaman yang sulit, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, bahkan hidup kekal.
        Di zaman antikris, kita tidak bisa lagi hidup dari bumi kecuali menyembah antikris. Sampai kita di padang gurun juga tidak bisa makan apa-apa. Harus dari Tuhan; kita dipelihara dengan firman dan perjamuan suci, seperti bangsa Israel dipelihara dengan manna dari sorga.

      2. Dia juga bertanggung jawab memberikan masa depan yang berhasil dan indah--'sampai masa putih rambutmu'.

      Dia bertanggung jawab sampai mati di kayu salib. Kita kenyangkarena dipelihara oleh Tuhan.

    • 'Aku mau memikul kamu'= tangan anugerah Tuhan yang besar menanggung semua letih lesu, susah payah, dan beban berat kita, sehingga menjadi damai, semua enak, ringan, dan bahagia.
      Serahkan segala beban berat kita kepada Tuhan malam ini! Dia yang memikul semua. Kita menjadi tenang, ada air anggur yang manis--kebahagiaan sorga.

    • 'Orang-orang yang Kujunjung'= tangan anugerah Tuhan yang besar menjunjung kita, supaya kita tidak tersandung dan terjatuh, tetapi tetap mengikut dan melayani Tuhansampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang.
      Tidak akan pernah terjatuh dan tersandung!

    • 'Aku mau menyelamatkanmu'= tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup menyucikan dan mengubahkankita sedikit demi sedikit sampai sempurna seperti Dia. Ukurannya adalah tidak salah dalam perkataan(Yakobus 3: 2). Kita hanya menyeru: Haleluya,untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--air anggur yang paling manis kita nikmati--, Firdaus (kerajaan Seribu Tahun Damai), sampai Yerusalem baru selamanya.

Kita menghadapi gempa. Gempa jasmani sudah hebat, apalagi yang rohani. Hamba/pelayan Tuhan digeser dari iman--halaman--, kesucian--ruangan suci--, dan kasih--ruangan maha suci--, sampai tenggelam.
Tetapi Tuhan mau menggendong kita malam ini. Serahkan semua apapun keadaan kita malam ini!

Kalau sudah tergeser, sudah mau tenggelam, angkat tangan pada Tuhan! Petrus hampir tenggelam, Yunus sudah di dasar laut, masih bisa ditolong. Jujur, taat dan percaya pada Tuhan!
Malam ini, kita berserah dan berseru pada Tuhan.

Apa keadaan kita? Sedang didesak oleh Babel, digeser dari kebenaran/iman, kesucian, dan kasih? Sudah mau tenggelam atau sudah gagal dan hancur? Mari berseru. Yang masih utuh, berseru juga, jangan sampai kalah oleh gempa/Babel, tetapi tetap digendong oleh Tuhan. Masa depan sulit dan lain-lain, serahkan kepada Dia! Menyerah sepenuh pada Tuhan. Mungkin tidak ada yang tahu keadaan kita, tetapi Dia yang tahu dengan persis keadaan kita; mungkin sudah miring atau sudah tenggelam dihantam gempa hari-hari ini; mungkin gagal secara jasmani dan rohani, dan juga rumah tangga. Mari berseru kepada Tuhan! Tuhan mau mendekap dan menggendong, apapun keadaan kita.

Jangan ragukan tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung! Ia selalu memeluk kita. Apapun keadaan kita malam ini, kembali dalam tangan Gembala; kembali tergembala sungguh-sungguh! Gempa sudah mau datang secara jasmani dan rohani untuk memporakporandakan dunia ini. Siapa yang bertahan? Kehidupan yang ada di dalam gendongan tangan Gembala Agung. Kita aman secara jasmani dan rohani bersama Dia selamanya. Dia tetap mengasihi kita apapun keadaan kita; kita masih tertolong karena Dia sudah berkorban untuk mengasihi kita lebih dari semua. Biarlah kita tergugah juga untuk mengasihi Dia lebih dari semua. Ingat Yesus selalu!

Perjamuan suci adalah uluran tangan anugerah Tuhan yang besar, bukan hanya menyembuhkan kita, tetapi juga memulihkan, membasuh hati yang luka dan lain-lain. Tuhan sanggup menghapus semua termasuk bekas pukulan setan, itulah dosa-dosa.
Bukan hanya sampai di dunia, bebas dari kiamat, tetapi sampai di awan-awan yang permai bersama Yesus dan keluarga kita--mungkin ada yang menyakiti kita, kita tetap doakan--; Ia sanggup menyempurnakan kita semua. Tuhan tolong semuanya; semua minum air anggur yang manis.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 11 April 2020 (Sabtu Sore)
    ... tanggung jawab dan kasih dari Yesus. Bagaimana caranya Yesus menunaikan tanggung jawab dan kasih-Nya kepada umat Israel Satu-satunya cara adalah Dia harus menjadi Anak Domba Paskah yang mati di kayu salib untuk mencari dan menemukan domba Israel yang terhilang sama dengan menyelamatkan domba Israel yang terhilang. Yohanes - . Karena hari itu ...
  • Ibadah Doa Malang, 09 Juni 2015 (Selasa Sore)
    ... dalam pakaian putih. Wahyu Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih karena mereka adalah layak untuk itu. Ini sama dengan pengikutan murid-murid. Matius - tentang hal mengikut Yesus. Ada golongan pengikutan kepada Yesus Golongan ahli Taurat Matius - sama ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 12 Oktober 2016 (Rabu Sore)
    ... jatuh ke dalam pencobaan roh memang penurut tetapi daging lemah. Inilah perintah TUHAN kepada Petrus dan murid lainnya yaitu berjaga-jagalah dan berdoalah. Kita juga di mananpun kita berada dan siapapun kita kita akan menghadapi percikan darah dan harus dihadapi dengan berjaga-jaga dan berdoa. Di sini ada tiga tingkatan berjaga-jaga dan berdoa ...
  • Ibadah Persekutuan V Makassar, 06 September 2012 (Kamis Sore)
    ... mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar nanti mereka pingsan di jalan. Kata murid-murid-Nya kepada-Nya Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya Matius Kata Yesus kepada mereka Berapa roti ada padamu Tujuh jawab mereka dan ada ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Mei 2019 (Sabtu Sore)
    ... mengizinkan wanita memerintah dan mengajar laki-laki dalam ibadah dan rumah tangga. Timotius - . Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. . Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki hendaklah ia berdiam diri. . Karena Adam yang pertama dijadikan kemudian barulah Hawa. . Lagipula ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 12 Juni 2016 (Minggu Sore)
    ... tidak pergi Penghibur itu tidak akan datang kepadamu tetapi jikalau Aku pergi Aku akan mengutus Dia kepadamu. Yesus pergi artinya Yesus mati di kayu salib bangkit dan naik ke sorga untuk Menyediakan tempat bagi kita di sorga. Mencurahkan Roh Kudus kepada kita semua yang masih hidup di dunia supaya kita ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Februari 2020 (Selasa Sore)
    ... membunuh bait Allah lewat merokok mabuk narkoba juga makanan yang membahayakan nyawa. Juga lewat tindakan yang membahayakan nyawa termasuk bunuh diri. Secara rohani ada tiga hal yang membinasakan bait Allah Menjauhkan diri dari Tuhan meninggalkan Tuhan. Mazmur . Sebab sesungguhnya siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa Kaubinasakan semua orang ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juni 2020 (Selasa Sore)
    ... itu tidak pernah enak tetapi berbeban berat. Kita menyembah berhala sehingga membuat Tuhan cemburu. Keluaran - . Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau yang ada di bumi di bawah atau yang ada di dalam air di bawah bumi. . Jangan sujud menyembah kepadanya ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Maret 2016 (Sabtu Sore)
    ... adalah pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja Mempelai Pria Surga. Yesus sebagai Raja. Korintus - Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir yang dibinasakan ialah maut. Penampilan Yesus sebagai Raja memiliki kuasa untuk mengalahkan musuh. Musuh terakhir yang dikalahkan adalah maut. ...
  • Ibadah Raya Malang, 11 September 2011 (Minggu Pagi)
    ... mengincar hamba-hamba Tuhan. Kehidupan yang dipermainkan api hawa nafsu daging dan air kesegaran dunia kehidupan yang gila babi ayan secara rohani . Lukas - Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot mereka makan dan minum mereka membeli dan menjual mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.