English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Oktober 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.

Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa menerima talenta,...

Ibadah Doa Malang, 15 September 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Malang, 29 Maret 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Doa Surabaya, 14 November 2012 (Rabu Sore)
Masih dalam rangkaian penataran imam dan calon imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Juni 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pembukaan Lempinel Angkatan XXXII, 15 Oktober 2009 (Kamis Sore)
Lukas 6:12-16, tema fellowship kali ini adalah tentang PANGGILAN DAN PILIHAN...

Ibadah Raya Surabaya, 20 November 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Juli 2019 (Minggu Siang)
Penyerahan Anak

Kisah Rasul 10: 1-4
10:1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2. Ia saleh, ia serta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Februari 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Roma 10:
10:21. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Januari 2015 (Kamis Sore)
Dari siaran langsung Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal...

Ibadah Doa Surabaya, 08 April 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Maret 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda ibadah di Malang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2011 (Selasa Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 29 Mei 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 November 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Tentena, Poso: Mazmur 17: 8
17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Ini adalah doa dari raja Daud.
'sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu'= doa dan kerinduan dari Daud sebagai raja bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, untuk mendapatkan naungan sayap Tuhan, karena dengan segala kekayaan, kedudukan, dan kepandaiannya ia merasa tidak berdaya menghadapi musuh-musuh--masalah-masalah terutama maut--yang hanya satu langkah jaraknya dengan dia; sekarang hanya satu detak jantung jaraknya dengan kita.

Apa jawaban Tuhan atas doa ini?
Matius 23: 37
23:37. "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

'Yerusalem, Yerusalem'= mewakili Israel.
'Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya'= ini adalah jawaban Tuhan sekaligus kerinduan-Nya untuk memberikan naungan sayap-Nya kepada bangsa Israel, umat pilihan-Nya yang dalam keadaan tidak berdaya--seperti anak ayam. Raja Daud saja tidak mampu, apalagi rakyatnya.

Sebenarnya naungan sayap Tuhan hanya untuk bangsa Israel asli, umat pilihan-Nya, tetapi karena sebagian dari bangsa Israel menolak naungan sayap Tuhan; keras hati --'tetapi kamu tidak mau'--, maka terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir untuk menerima naungan sayap-Nya.

Jadi, baik Israel maupun kafir bisa mendapatkan naungan sayap Tuhan.

Di mana kita bisa mendapatkan naungan sayap Tuhan? Tadi ada istilah 'mengumpulkan', artinya persekutuan.
Jadi kita bisa menerima naungan sayap Tuhan lewat persekutuan tubuh Kristus yang benar atau pembangunan tubuh Kristus yang benar.

Pembangunan tubuh Kristus yang benar digambarkan seperti anak ayam di bawah kepak sayap induknya.
Di dalam injil Yohanes 15 pembangunan tubuh Kristus yang benar digambarkan seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar.

Jadi, persekutuan yang benar harus berdasarkan pokok anggur yang benar--induk yang benar--, itulah firman pengajaran yang benar--pribadi Yesus.
Yohanes 1: 1, 14
1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yesus sebagai induk/kepala/pokok adalah firman pengajaran yang benar.
Pembangunan Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Mulai dari nikah, yang dilihat adalah pokoknya/pengajaran yang benar.

Kalau ada pokok/induk yang benar kita akan mengalami naungan sayap Tuhan, mulai dari dalam nikah, dalam penggembalaan naungan sayap Tuhan lebih besar lagi, antar penggembalaan lebih besar lagi, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, kita benar-benar mengalami naungan sayap Tuhan yang kekal selama-lamanya.

Mari, kita harus berada dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna!
Tanpa pengajaran yang benar, berarti persekutuan itu berdasarkan yang lain: keuangan, kedudukan, dan sebagainya; itu bukan persekutuan tetapi persekongkolan untuk menghantam yang benar.
Contoh: orang Herodian--orang dari Herodes; pro penjajah--dan Farisi--orang Israel; pro nasionalis--berbeda pendapat (terus bertentangan), tetapi ketika menghadapi Yesus mereka bersekongkol untuk menghantam Yesus. Hati-hati!

Benar dengan benar akan masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--Yerusalem baru. Tetapi salah dengan salah akan masuk persekutuan carang kering--terlepas dari pokok. Ini bisa dilihat dari kata-kata yang kering: berdusta, memfitnah; di dalam nikah, penggembalaan, fellowship masih ada dusta, gosip, fitnah dan lain-lain.
Carang kering hanya akan dibakar selama-lamanya.
Benar dengan salah--terang dengan gelap--tidak mungkin bersatu, sampai dua orang di tempat tidur terpisah--satu terangkat dan satunya lagi tertinggal.

Kalau suami isteri, gembala dengan domba-domba tidak bisa menyatu, itu artinya ada yang benar dan ada yang salah. Harus koreksi diri lewat ketajaman pedang firman, kalau ditemukan dosa kita mengaku, dan yang benar mengampuni.

Siapa yang boleh masuk pembangunan tubuh Kristus yang benar dan sempurna? Imam-imam dan raja-raja.
1 Petrus 2: 5
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

'pembangunan suatu rumah rohani' = pembangunan tubuh Kristus.
'imamat kudus' = imamat rajani.

Sebenarnya yang boleh menjadi imam dan raja hanya bangsa Israel dan keturunannya--suku Lewi. Bangsa kafir tidak dapat kesempatan.
Keluaran 19: 6
19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

Lewat jalur keturunan bangsa kafir tidak boleh menjadi imam dan raja. Tetapi Tuhan membuka kesempatan lewat jalur kemurahan--korban Kristus--sehingga bangsa kafir bisa menjadi imam dan raja.
1 Petrus 2: 9-10
2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10.
kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

'kamu, yang dahulu bukan umat Allah' = bangsa kafir.

Imam adalah:

  1. Seorang yang suci.
  2. Seorang yang memangku jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang dipercayakan oleh Tuhan.
  3. Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan dengan setia dan benar. Yang penting adalah kesetiaan dan kebenaran, bukan kehebatan.

Raja menunjuk pada kehidupan yang diurapi Roh Kudus, sehingga selalu berkemenangan atas halangan dan rintangan--tetap setia; bisa melayani sampai garis akhir--, bahkan menang atas maut; tetap melayani sampai selama-lamanya; di sorga tetap melayani. Kalau imam dan raja meninggal, dia akan dibangkitkan dan tetap melayani dalam kerajaan sorga.

Mazmur 20: 10, 7
20:10. Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!
20:7. Sekarang aku tahu, bahwa
TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.

Kita harus menjadi imam dan raja karena Tuhan menghendaki hamba/pelayan-Nya beribadah melayani dengan setia-benar, selalu berkemenangan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kembali, bahkan sampai selama-lamanya.

Jadi, kalau mau mengalami naungan sayap Tuhan kita HARUS MENJADI IMAM DAN RAJA untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang benar dan sempurna. Mulai dari sekarang kita menerima naungan sayap Tuhan, sampai naungan sayap Tuhan selama-lamanya.
Harus jadi imam dan raja; harus suci; harus diurapi; harus selalu berkemenangan.

Kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang benar dan sempurna disebut juga dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kegerakan kuda putih dengan anak panah--yaitu kegerakan dalam firman pengajaran yang benar. Karena itu pokoknya adalah firman pengajaran yang benar.
Dalam perjanjian lama, sama dengan kegerakan mengangkat tabut perjanjian.
Tabut perjanjian menunjuk pada kabar mempelai untuk menyucikan dan menyempurnakan sidang jemaat sampai menjadi mempelai wanita Tuhan).

Kisah Rasul 20: 22-27
20:22. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
20:23. selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku
dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
20:25. Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.
20:26. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa.
20:27. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.

Kehidupan yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--imam dan raja--adalah tawanan Roh Kudus, bukan lagi manusia daging.

Praktik tawanan Roh Kudus:

  1. Ayat 22-23= beribadah melayani Tuhan hanya untuk melakukan kehendak-Nya; taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan apapun resiko yang dihadapi.
    Kegerakan pembangunan tubuh Kristus; kegerakan dalam firman pengajaran, dalam perjanjian lama digambarkan dengan kegerakan mengangkat tabut perjanjian.
    Pengajaran yang benar = tabut perjanjian.

    2 Samuel 6: 1-7
    6:1. Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya.
    6:2. Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim.
    6:3. Mereka
    menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu.
    6:4. Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu.
    6:5. Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
    6:6. Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka
    Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.
    6:7. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena
    keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.

    'menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru'= seharusnya tabut dipikul (dalam kitab Keluaran), tidak dinaikkan kereta.

    Kita sudah masuk kegerakan pembangunan tubuh Kristus; beribadah melayani sesuai dengan jabatan pelayanan, bagus, tetapi hati-hati, jangan teledor--jangan sampai tidak melakukan kehendak Tuhan karena mau melakukan kehendak sendiri.

    Di sini kita harus taat dengar-dengaran terutama dalam memberitakan kabar mempelai--mengangkut tabut perjanjian.
    Kalau tidak taat, akan mati rohani dan mati pelayanannya--Uza memegang tabut perjanjian akhirnya mati--, tidak mencapai garis akhir. Hati-hati! Kalau sudah mati pelayanan berarti melayani setan lagi, hidup dalam dosa dan enjoy dalam dosa-puncak dosa.

    Karena itu kita harus berhati-hati, jangan teledor--taat. Doakan saya sebagai gembala jangan sampai teledor sedikitpun. Inilah kabar mempelai, kalau teledor sedikit saja, akan mati rohani dan mati pelayanan.

    Tidak taat adalah tanda pelayanan daging; tidak mengikuti pengajaran yang benar, yaitu:


    • 'menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru'=


      1. Tidak mau memikul tabut perjanjian, artinya tidak mau berkorban dan bertanggung jawab untuk memberitakan--menyaksikan--dan melakukan kabar mempelai.
        Kita seringkali memilih yang enak bagi daging; tidak mau sengsara.


      2. Mencontoh cara dunia yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Waktu tabut perjanjian dirampas oleh orang Filistin--bangsa Israel kalah--, kuil Dagon hancur, kemudian tabut dikembalikan dengan dinaikkan pedati. Ini yang dicontoh oleh bangsa Israel.


    • 'Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya'= tabut dengan tutup sudah ada bingkainya, sehingga tutup tidak bisa terlepas, tetapi Uza memegang tabut perjanjian, artinya campur tangan manusia dengan menggunakan logika.

      "Saya sudah bersaksi, ada kesempatan ke luar negeri, boleh khotbah di gereja yang besar. Pendeta Indonesia hanya dua orang yang khotbah di sana. Pendeta besar di TV sudah ditolak, tetapi orang heran kok saya tidak mau: Nanti bertemu Pendeta hebat di dunia, kok tidak mau. Mereka heran. Saya berpikir: Kalau saya mau dan harus mengikuti cara mereka, ini sama dengan mengangkat tabut dengan pedati. Pulang bukannya tambah hebat, tetapi tergelincir. Inilah campur tangan manusia. Kalau tidak sesuai dengan pengajaran, lalu kita terobos, akibatnya tergelincir, salah arah, tersesat selamanya."

      Kalau tergelincir, parah, karena geraknya sudah tidak bisa diatur.
      Kita juga, dalam nikah jangan ada campur tangan manusia, supaya jangan tergelincir, tersesat, dan binasa.
      Sungguh-sungguh dalam segala hal--dalam ibadah pelayanan, nikah, pekerjaan--, jangan sampai tergelincir!


    Ini kesalahan Daud, dan akhirnya ia sadar untuk kembali pada firman Tuhan.
    2 Samuel 6: 12-17, 23
    6:12. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
    6:13. Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.
    6:14. Dan
    Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
    6:15. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
    6:16. Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.
    6:17. Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
    6:23. Mikhal binti Saul
    tidak mendapat anak sampai hari matinya.

    Karena Uza mati, akhirnya tabut Allah diletakkan di rumah Obed-Edom--tidak berani membawa sampai Yerusalem--, ternyata Obed-Edom diberkati. Ada tabut Allah, ada berkat. Jangan ragu, kalau ada pengajaran yang benar, kita akan diberkati.

    Daud saja berdoa: 'naungi aku Tuhan.' Pada tabut perjanjian ada kerub (pada kerub ada sayap). Jadi naungan sayap Tuhan menunjuk pada tabut perjanjian.

    Daud membawa tabut perjanjian ke Yerusalem dengan cara dipikul, sesuai dengan kehendak Tuhan, tetapi masih ada kekurangan yaitu ia menari-nari.
    Artinya: daging masih bersuara/berkuasa. Ini awasan bagi kita.

    "Saya bersyukur Tuhan tolong, biarpun nantinya batal ke luar negeri yang mau mengundang saya. Jangan sampai daging yang berkuasa; nanti setelah pulang merasa hebat, dahsyat, biar tidak sesuai firman terobos saja. Ini daging masih bersuara. Ada seseorang yang terus mengajak saya: Nanti kita ke Amerika. Lalu saya tanya: 'Cara ibadahnya?': 'Memakai cara mereka.' Saya tidak mau. Jangan sampai tidak sesuai dengan firman (tidak benar dan ada kekurangan-kekurangan)."

    Demikian juga kita, di kantor hebat, tetapi ada yang tidak benar. Jangan, itu pancingan setan supaya kita teledor dan tergelincir. Karena itu Tuhan berkata: Berhati-hatilah soal pengajaran dan dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Kita saling mendoakan.

    Suara daging Daud masih berkuasa--bukan hanya daging yang bersuara--, akibatnya:


    • Tidak ada kemuliaan--ketika tabut sampai di kemah Daud tidak ada awan kemuliaan turun, sedangkan pada zaman Musa dan Salomo ada awan kemuliaan yang turun.
      Kalau ada kemuliaan Tuhan, kita akan diubahkan dan ditolong Tuhan. Jangan salah! Kemuliaan orang atau kemuliaan Tuhan yang dibawa? Kalau tidak sesuai dengan firman, berarti kemuliaan orang--tidak ada pertolongan Tuhan, tidak ada keubahan.

      Tidak ada kemuliaan Tuhan (shekinah glory), berarti ikabod--kembali seperti Uza dan kembali seperti Hofni dan Pinehas.


    • Mikhal menjadi mandul--menjadi sandungan.
      Istilah mandul berarti tidak mencapai Wahyu 12: 1
      12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
      12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

      Mempelai wanita digambarkan sebagai perempuan dengan matahari, bulan, dan bintang yang sedang mengandung--tidak mandul.

      Jadi Mikhal mandul artinya kegerakan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan--teledor, tergelincir--, tidak pernah mencapai kesempurnaan.


    Tadi ikabod, tidak ada kemuliaan Tuhan, malah semakin merosot. Kalau ada kemuliaan, kita semakin meningkat sampai kesempurnaan.

    Tugas kita adalah banyak berdoa, supaya tidak tergelincir dalam pengajaran dan tidak tergelincir dalam dosa sampai puncaknya dosa. Semakin dipakai, kita akan semakin dihantam. Hati-hati kaum muda! Kalau ada yang bersaksi (ada kemuliaan Tuhan), naga langsung muncul. Hawa kalah dengan ular di taman Eden, bangsa Israel kalah dengan ular tedung di padang gurun, nanti kita akan menghadapi naga. Mari, tim doa rantai, berdoa terus. Kita saling mendoakan, supaya ada pembukaan firman, ada kemuliaan, tetapi harus hati-hati sebab naga sudah di depan.

    Tidak ada yang kuat. Raja Daud saja berdoa: Naungi aku dengan sayapmu--hanya ingin melihat tabut perjanjian yang ada sayap kerubnya. Hanya ini kekuatan kita.

    "Pdt Pong selalu berkata: 'lihat tabut!' (lihat alkitab; pengajaran yang benar), baru bisa berhasil. Jangan lihat orang dan sebagainya. Kalau lihat yang lain bisa tergelincir, mandul, tidak mencapai kesempurnaan."

    Pada zaman Salomo, ia memperbaiki cara mengangkut tabut.
    1 Raja-raja 8: 1-6, 10-11

    8:1. Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.
    8:2. Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel.
    8:3. Setelah semua tua-tua Israel datang, maka
    imam-imam mengangkat tabut itu.
    8:4. Mereka mengangkut tabut TUHAN dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.
    8:5. Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya,
    berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya.
    8:6. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub;
    8:10. Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus,
    datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
    8:11. sehingga
    imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

    'imam-imam mengangkat tabut itu' = memikul.
    'berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu'= ada rasa hormat; tidak menari-nari; daging tidak bersuara.
    'tepat di bawah sayap kerub-kerub' = ada naungan sayap. Di mana ada tabut, ada naungan sayap.

    Perhatikan pengajaran yang benar (tabut)! Mau menikah atau tergembala, lihat tabut--cara-caranya, orangnya--, karena di situlah ada naungan sayap Tuhan. Kalau tidak ada tabut, tidak akan ada naungan, berarti mati.

    'datanglah awan memenuhi rumah TUHAN' = tadi raja Daud menari-nari, tetapi tidak ada kemuliaan. Tetapi di sini berdiri (hormat, daging tidak berkuasa), dan awan kemuliaan turun.
    'imam-imam tidak tahan berdiri'= tersungkur.

    Jangan main-main kalau kita dipercaya tabut! Jangan dicampur-campur dengan yang lain! Daud mau mencampur dengan cara dunia--tabut dinaikkan pedati--, tidak bisa. Harus sungguh-sungguh mengikuti kehendak Tuhan!

    Salomo memindahkan tabut perjanjian dengan cara dipikul, dan ia berdiri menghormati tabut perjanjian--daging tidak berkuasa--, sehingga Roh Kudus yang berkuasa. Inilah tawanan Roh.

    Di mana ada tabut perjanjian--pemberitaan firman pengajaran yang benar--suasana ibadah pelayanan ada dalam suasana urapan Roh Kudus, penuh penghormatan kepada Yesus sebagai Imam Besar, Raja, dan Mempelai Pria Sorga. Ini sama dengan ibadah dengan tertib dan teratur, sehingga awan kemuliaan--shekinah glory--turun di tengah-tengah sidang jemaat, sampai sidang jemaat tidak dapat berdiri lagi--daging tidak bersuara lagi.

    Tadi berdiri, artinya daging tidak berkuasa lagi (penuh hormat; tidak bergerak)--ruangan suci. Kemudian tidak tahan berdiri lagi, artinya tersungkur menyembah Tuhan. Penyembahan adalah perobekan daging sampai tirai terobek; daging tidak bersuara lagi.

    Tirai terobek berarti kelihatan tabut perjanjian dan mempelai wanita.
    Wahyu 11: 19
    11:19. Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Kalau ibadah tetap tertib dan teratur--daging tidak berkuasa lagi--dan terjadi penyembahan, kita akan diubahkan sampai daging tidak bersuara lagi, dan satu waktu kita akan menjadi mempelai wanita yang sempurna.

    Mau apapun lihat tabut! Begitu tidak cocok, kalau kita paksa--teledor--, kita akan tergelincir dan mati. Tuhan tolong.


  2. Kisah Rasul 20: 24
    20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Praktik kedua tawanan Roh Kudus: beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali--dengan setia, berkobar-kobar, dan tanggung jawab. Oleh sebab itu kita harus melayani Tuhan dalam kesucian dan urapan Roh Kudus.

    Usia semakin tua tidak masalah, kalau kesucian bertambah, urapan akan semakin bertambah dan kekuatan akan bertambah.

    Mengapa harus melayani sampai garis akhir? Karena ibadah pelayanan sama dengan perlombaan, harus sampai garis akhir. Kalau tidak sampai garis akhir, akan didiskualifikasi. Harus sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan selamanya. Untuk menuju ke sana, rahasianya adalah suci ditambah dengan urapan Roh Kudus.
    Ingat ruangan suci!

    Contoh kehidupan yang tidak setia: Yudas.
    Kisah Rasul 1: 16-20
    1:16. "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
    1:17.
    Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
    1:18. --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
    1:19. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--.
    1:20. "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan:
    Biarlah jabatannya diambil orang lain.

    Yudas Iskariot beribadah melayani Tuhan dengan tidak setia dan tanggung jawab, berarti tidak suci dan tidak dalam urapan Roh Kudus, sehingga ia meninggalkan jabatan pelayanan karena keinginan akan uang.
    Akibatnya: namanya dicoret dari kitab kehidupan, dan digantikan Matias, berarti binasa selamanya.

    Yudas tidak suci dan tidak dalam urapan, buktinya terlalu banyak perhitungan pada Tuhan. Hati-hati! Ada perempuan meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu seharga tiga ratus dinar, dibilang pemborosan.

    Jangan terlalu perhitungan untuk pekerjaan Tuhan; perhitungan waktu, uang, kesehatan.
    Kita beribadah melayani dengan setia dab tanggung jawab sampai garis akhir sama dengan tetap dihitung Tuhan. Rasul Paulus bukan hanya berkorban waktu, tenaga, tetapi sampai tidak menghiraukan nyawanya. Apapun harus kita korbankan, kecuali firman pengajaran. Kalau firman pengajaran dikorbankan, akan tergelincir.

    Kalau kita tidak perhitungan dengan Tuhan, kita akan dihitung oleh Tuhan sampai nama tertulis dalam kitab kehidupan.
    Dihitung, berarti sehelai rambut juga dihitung--sehelai rambut tidak akan jatuh.
    Artinya: sekalipun kita tidak berdaya, Tuhan yang memelihara kita; Dia selalu mengingat kita selamanya.

    Inilah kehidupan yang menjadi tawanan Roh, yaitu tidak mengikuti daging/dunia, tetapi tabut: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, setia tanggung jawab sampai garis akhir.


  3. Kisah Rasul 20: 28
    20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

    Praktik ketiga tawanan Roh Kudus: beribadah melayani Tuhan dalam sistem penggembalaan.

    "Fellowship itu hanya bonus. Bukan tugas utama saya sebagai gembala. Fellowship harus ada. Kita tidak boleh egois hanya melayani dalam penggembalaan saja, tetapi tidak melayani di kandang lain. Sebab Tuhan ajarkan: "masih ada kandang yang lain" Tetapi saya juga tidak boleh egois untuk melayani di kandang lain, sedangkan kandang sendiri tidak diberi makan. Setelah dari kandang lain, harus cepat kembali, tidak ada alasan. Saya sudah bertekat: lebih baik tidak khotbah di luar dari pada tidak khotbah dalam penggembalaan. Senin kemarin saya berangkat jam empat pagi dari hotel, sampai di Poso (di hotel) sekaligus makan jam sebelas malam. Lalu khotbah terus, tadi malam berangkat lagi, pagi sampai di Palu, siang sampai di sini. Kalau menggunakan alasan saya capek, bapak ibu pasti terima. Tetapi kalau seperti itu, lebih baik jangan ke Poso, di sini saja. Maksudnya tugas utama saya adalah penggembalaan."

    Dua hal yang diperhatikan dalam penggembalaan:


    • Kandang penggembalaan yang benar; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--gembala memberi makan, dan jemaat makan firman penggembalaan.
    • Firman kasih karunia.
      Kisah Rasul 20: 32
      20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

      Firman kasih karunia artinya firman dari Tuhan.
      Jadi, firman penggembalaan sama dengan firman kasih karunia yang hanya didapatkan dari Tuhan--dulu manna turun dari langit.


    Apa gunanya penggembalaan diulang-ulang? Untuk membangun kerohanian kita; menyucikan kita secara intensif--terus menerus.

    Apa yang disucikan? Mulai dari penyucian hati.
    Kisah Rasul 20: 33
    20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.

    'ingini' = keinginan di dalam hati.

    Hati disucikan dari:


    • Kepahitan: iri, benci, dendam.
      Kalau ada kepahitan apalagi sampai kebencian tanpa alasan, rohaninya tidak akan bisa dibangun. Di dalam rumah tangga, tidak boleh ada kebencian. Kalau ada benci, tidak akan mengalami pertumbuhan rohani atau kedewasaan rohani.


    • Keinginan najis: dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan-percabulan).
    • Keinginan jahat--'emas dan perak'--: keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah; cinta akan uang; melekat pada uang.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Kalau kita melekat pada sesuatu, kita tidak akan bisa melekat pada pokok anggur/firman pengajaran yang benar.


    • Keinginan telinga yang ingin mendengar ajaran lain; merasa lebih hebat dari Hawa dan Salomo.
      Kisah Rasul 20: 30-31

      20:30. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
      20:31. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

      Hawa dan Salomo tidak kuat menghadapi ajaran asing, apalagi kita, tidak mungkin kuat.


    Kisah Rasul 20: 35
    20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    Hasil penyucian dalam penggembalaan: lebih bahagia memberi dari pada menerima sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan; sama dengan daging tidak bersuara. Kita sepenuhnya menjadi tawanan Roh Kudus.

    Memberi mulai dari uang yang terkecil. Kalau bisa mengembalikan milik Tuhan dan memberi kepada sesama yang membutuhkan, maka kita bisa menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan; taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara; kita mengasihi Tuhan lebih dari semua, seperti Yohanes bersandar di dada Yesus; melekat pada pokok anggur.

    Yohanes 13: 23
    13:23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Yohanes 21: 20-22
    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22. Jawab Yesus: "
    Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

    (terjemahan lama)
    21:20. Maka berpalinglah Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka ialah yang tatkala perjamuan malam
    bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"

    Ayat 20 = kalau sudah bersandar di dada Yesus, satu waktu bisa tahu siapa antikris--dulu Yudas. Tuhan yang memberi tahu--urapan sudah penuh; daging tidak bersuara lagi.
    Ayat 21 = apa jadinya kalau melekat pada Tuhan?
    Ayat 22 = jawaban Yesus: mati hidup di tangan Tuhan--bayi dalam gendongan tangan Tuhan.
    Posisi Yohanes bersandar di dada Yesus adalah sama seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan.

    Kepada siapa kita mau melekat? Mari melekat di dada Yesus; kita mengasihi Dia lebih semua. Mati hidup kita dalam tangan Tuhan--seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan.
    Mari bergantung pada firman pengajaran yang benar dan detak jantung Yesus yang tidak pernah berubah dan berhenti selama-lamanya.

    Yesaya 46: 3-4
    46:3. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
    46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan
    mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

    Kita bersandar di dada Tuhan; bergantung pada firman dan kasih Tuhan--perjamuan suci--, inilah uluran dua tangan Tuhan; naungan sayap Tuhan yang memeluk kita.
    Hasilnya:


    • 'Aku mau menanggung kamu'= Yesus bertanggung jawab atas hidup mati kita. Dia bertanggung jawab untuk memelihara kehidupan kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia yang besar sampai zaman antikris berkuasa, bahkan sampai hidup kekal.

      Tuhan juga menyembuhkan penyakit kita, dan memberi masa depan yang berhasil dan indah.


    • 'Aku mau memikul kamu'= Tuhan memikul segala letih lesu, beban berat, susah payah, air mata kita, sehingga kita merasa damai, semua enak dan ringan. Masalah yang mustahil semuanya selesai.


    • 'Aku mau menyelamatkan kamu'= Tuhan menyempurnakan kita sampai layak untuk menyambut kedatangan-Nya ke dua kali di awan-awan yang permai.
      1 Korintus 2: 9
      2:9. Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

      Kita bersorak-sorak di awan-awan yang permai--apa yang tidak pernah kita dengar akan kita dengar dan lihat bersama Tuhan selama-lamanya; dalam naungan-Nya selamanya.

Mari bersandar saja seperti bayi, kita hanya menangis kepada Tuhan, kita mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita kepada Dia. Biar tangan Tuhan yang memeluk kita. Mungkin menghadapi penyakit, ekonomi, masa depan, dosa, kejatuhan-kejatuhan dan sebagainya, serahkan kepada Dia. Tuhan akan menolong kita semua.

Jangan berharap pada apapun dan siapapun di dunia, satu waktu kita akan kecewa karena semua itu bisa berubah bahkan berhenti. Hanya di dada Yesus ada jaminan. Mari, melekat pada Pokok/dada Tuhan. Biar kita dicaci maki, biar kita menghadapi apapun, tangan Tuhan yang menolong. Serahkan kepada Tuhan!
Apa yang tidak pernah kita lihat, tidak pernah kita dengar secara jasmani dan rohani, Tuhan akan tolong. Apa yang sudah membuat kita putus asa, tidak bahagia, serahkan kepada Dia, percaya Dia sanggup menolong kita.

Yesus sudah menyerahkan semuanya untuk memeluk kita. Biar kita menyerahkan hidup untuk bersandar kepada Dia. Kita hanya seperti bayi yang menangis, berseru kepada Dia.
Perjamuan suci adalah uluran tangan kasih Tuhan yang mampu melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita. Biarlah kita mau melekat pada Tuhan, mengasihi Dia lebih dari semua; tidak mau terganggu oleh apapun: dosa-dosa, kebimbangan dan sebagainya. Kita tetap bersandar di dada-Nya sampai selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top