English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Mei 2017 (Rabu Malam)
Keluaran 12: 41-42
12:41. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Desember 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 23 Juli 2013 (Selasa Sore)
(bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30 dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 07 Desember 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam sistem Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Doa Malang, 07 September 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Raya Malang, 13 Juni 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1-13
Yesus akan datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Mempelai...

Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:5
1:5 dan dari Yesus Kristus,...

Ibadah Doa Malang, 12 Juni 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 secara keseluruhan tentang 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 08 September 2009 (Selasa Siang)
Musa berpuasa di atas Gunung Sinai untuk menerima 2 hal, yaitu perintah untuk membangun Tabernekel...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Oktober 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 22:20
22:20 Ia yang memberi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Agustus 2011 (Kamis Sore)
Bersamaan Penataran Imam-Imam & Calon Imam II

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Oktober 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:36-50 menunjuk pada Pintu Kemah,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Agustus 2019 (Jumat Sore)

Dari rekaman ibadah kunjungan di India

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Lukas 5: 32
5:32. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."
'supaya mereka bertobat' = supaya mereka selamat.
Yesus datang untuk memanggil orang berdosa, supaya orang berdosa diselamatkan, dan tidak binasa di neraka selama-lamanya.

Bagaimana cara Yesus menyelamatkan orang berdosa? Yesus harus mencucurkan darah dan mati di kayu salib untuk menanggung segala dosa; kutukan dosa, dan hukuman dosa, yang seharusnya kita terima.
Roma 5: 8-9
5:8. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
5:9. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya,
kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

Yesus harus mencucurkan darah dan mati di kayu salib untuk membenarkan kita, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran. Hidup benar sama dengan selamat; tidak dihukum, malah diberkati oleh Tuhan.
Jadi, semua aspek hidup kita harus benar: dalam nikah rumah tangga, ibadah pelayanan, keuangan, dan segala sesuatu, supaya kita selamat dan diberkati Tuhan, bahkan bisa dipakai Tuhan.

Orang berdosa (tidak benar) bagaikan mobil yang rusak, sehingga tidak bisa dipakai. Harus dibenarkan dulu--hidup dalam kebenaran, selamat, diberkati Tuhan--baru bisa dipakai oleh Tuhan.

Sesudah kita dipanggil Tuhan untuk diselamatkan dan diberkati Tuhan, lalu kita mau ke mana? Banyak hamba Tuhan yang sudah puas kalau selamat dan diberkati. Sebenarnya ada kelanjutannya.
Filipi 2: 12-15
2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15.
supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Sesudah selamat, diberkati, dan dipanggil Tuhan, kita harus mengerjakan keselamatan sampai tiada beraib dan bernoda--tidak bercacat cela--; sama mulia dan sempurna seperti Yesus. Kita menjadi kehidupan yang dipilih oleh Tuhan.
Sesudah dipanggil--selamat--harus dipilih sampai sempurna untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dan kita masuk kerajaan sorga yang kekal.

Matius 22: 14
22:14. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Hati-hati! Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih.
Artinya:

  1. Banyak kehidupan Kristen yang gugur di tengah jalan; sudah selamat dan diberkati, tetapi tidak mencapai kesempurnaan, sehingga ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali, dan binasa selamanya.
    Salah satu contoh: isteri Lot. Ia sudah keluar dari Sodom dan Gomora--sudah selamat--, tetapi di tengah jalan ia menoleh ke belakang sehingga menjadi tiang garam, tidak mencapai pegunungan dan binasa.

    Kalau belajar dari bangsa Israel, yang keluar dari Mesir begitu banyak orang--selamat, tidak diperbudak, tetapi dipelihara dan diberkati Tuhan, mengalami mujizat Tuhan--, tetapi yang masuk Kanaan hanya dua orang--banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Kita harus hati-hati!


  2. Sedikit saja kehidupan Kristen yang mengerjakan keselamatan, sehingga sedikit saja yang dipilih Tuhan untuk menjadi bintang bercahaya sampai sempurna.
    1 Petrus 2: 9
    2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

    Bintang bercahaya adalah imamat yang rajani; sama dengan imam-imam/hamba Tuhan/pelayan Tuhan, yaitu kehidupan yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan--bukan hanya dipanggil (selamat) tetapi juga dipilih.
    Kehidupan yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan artinya kehidupan yang disucikan oleh Tuhan; sama dengan kehidupan yang memangku jabatan pelayanan dari Tuhan.

    Kalau suci--bukan pandai, bodoh, kaya atau miskin--, kita akan diberi jabatan pelayanan oleh Tuhan sebagai gembala, nabi, rasul, pemain musik, pembersih gereja, tim doa dan sebagainya.

    Imam adalah seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali ke dua kali--, bahkan sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Tidak ada kata pensiun bagi hamba/pelayan Tuhan.

    Jadi beribadah dan melayani; dwifungsi. Banyak yang salah. Seorang yang berkhotbah, kalau tidak berkhotbah dia tidak beribadah; pemain musik, kalau tidak main musik dia tidak beribadah atau setelah main musik, tetapi saat pemberitaan firman ia bermain-main di luar. Salah! Harus beribadah melayani Tuhan sampai sempurna.

Sekali lagi, banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih.
Oleh sebab itu kita harus sungguh-sungguh dalam panggilan dan pilihan Tuhan sampai kesempurnaan; beribadah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh sampai pada kesempurnaan.

Panggilan dan pilihan Tuhan berlangsung dari zaman ke zaman--dalam Alkitab ada tiga zaman--:

  1. Zaman Allah Bapa; zaman permulaan--dihitung dari Adam sampai Abraham; kurang lebih dua ribu tahun--, diwakili oleh Abraham.
    Kejadian 12: 1-2
    12:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
    12:2. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

    Bukti Abraham mendapat panggilan dan pilihan dari Tuhan:


    • Rela meninggalkan negerinya.
      Bagi kita sekarang artinya kita harus terlepas dari pengaruh dunia.
      Untuk mendapat panggilan dan pilihan kita harus terlepas dari pengaruh dunia, yaitu kesibukan, kesukaan, kesusahan dan sebagainya.

      Contoh pengaruh kesibukan: karena sibuk, tidak bisa beribadah melayani. Hamba Tuhan fulltimer, harus sibuk untuk Tuhan (tidak boleh terhalang).

      Contoh pengaruh kesukaan dunia: dulu saat tidak punya mobil, jalan kaki beribadah melayani Tuhan. Setelah punya mobil, pariwisata terus, sehingga jarang beribadah melayani Tuhan.

      Contoh pengaruh kesusahan dunia: tidak mau beribadah melayani karena dalam kesusahan (banyak masalah).
      Yakobus 4: 4
      4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

      Pengaruh dunia membuat kita tidak setia kepada Tuhan, berarti menjadi musuh Tuhan. Sekalipun kita hamba/pelayan Tuhan, tetapi kalau tidak setia dalam ibadah pelayanan, kita akan menjadi musuh Tuhan.
      Tuhan tidak melihat kehebatan atau kekurangan kita, tetapi kesetiaan kita.

      Inilah bukti kita dipanggil dan dipilih, yaitu harus menjadi hamba Tuhan yang setia.


    • Abraham meninggalkan sanak saudaranya--saudara daging.
      Bagi kita sekarang artinya: kita harus terlepas dari pengaruh daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.

      Roma 8: 7
      8:7. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

      'ia tidak takluk kepada hukum Allah' = tidak taat.
      Keinginan daging membuat kita tidak taat, berarti menjadi musuh Allah.
      Kalau hamba Tuhan tidak taat, ia menjadi musuh Allah.

      Oleh sebab itu kita harus menjadi hamba Tuhan yang taat dengar-dengaran kepada Tuhan. Itulah bukti menerima panggilan dan pilihan dari Tuhan.


    • Abraham rela meninggalkan rumah bapanya--bapa yang lama.
      Sebelum ikut Bapa di sorga, ada bapa lama di dunia, itulah setan.
      Bagi kita sekarang artinya: kita harus terlepas dari setan; dosa-dosa sehingga hidup dalam kebenaran.

      Hidup dalam kebenaran sama dengan menjadi hamba kebenaran.

      Setan adalah bapa pendusta, kalau terlepas berarti kita tidak boleh berdusta lagi.


    Kesimpulan: jika kita menerima panggilan dan pilihan Tuhan kita akan menjadi hamba Tuhan yang SETIA, BENAR, DAN TAAT DENGAR-DENGARAN.
    Kita memang harus membayar harga yang mahal--pengorbanan seperti Abraham--tetapi kita akan menerima hasil yang besar dari Tuhan. Tuhan tidak pernah menipu kita. Kita meninggalkan semua untuk menjadi hamba Tuhan yang setia, benar, dan taat, tidak ada yang hilang.

    Kejadian 12: 2
    12:2. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

    Ini adalah hasil yang besar, yaitu Abraham diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain--menerima berkat berkelimpahan.
    Jangan takut! Suasana panggilan dan pilihan Tuhan; suasana ibadah pelayanan kepada Tuhan adalah SUASANA BERKAT--segala kutukan menjadi berkat.

    Jadi, kita melayani Tuhan bukan mencari berkat tetapi membawa berkat. Inilah hamba Tuhan yang dipanggil dan dipilih Tuhan.

    "Mohon maaf kalau dianggap sombong. Saya memberitakan firman ke mana-mana dan saya berusaha membayar sendiri karena saya bukan mencari berkat jasmani, tetapi saya rindu membawa berkat seperti Abraham."

    Kejadian 24: 1
    24:1. Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal.

    Belum cukup, Abraham diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain sampai lanjut usia; sampai ke anak cucu, bahkan hidup kekal selamanya--mewarisi negeri Kanaan, sekarang kerajaan sorga yang kekal untuk selamanya.

    Asal setia, benar, dan taat, berkat Tuhan akan dicurahkan sampai ke anak cucu--menjadi berkat bagi semua orang--sampai masuk kerajaan sorga selamanya.


  2. Zaman Anak Allah; zaman pertengahan--dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali; kurang lebih dua ribu tahun--diwakili oleh: murid-murid Yesus.
    Markus 1: 16-20
    1:16. Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
    1:17. Yesus berkata kepada mereka: "
    Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
    1:18. Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
    1:19. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya
    Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
    1:20. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

    Dari pembacaan ini ada lima orang yang bertemu Yesus, tetapi yang dipanggil dan dipilih hanya empat orang.
    Mengapa demikian? Karena ada empat makhluk mengelilingi takhta sorga; empat murid mengelilingi Yesus di bumi.

    Wahyu 4: 6
    4:6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

    Jadi, ibadah pelayanan di bumi harus sama dengan di sorga, bukan yang lainnya. Inilah tahbisan yang benar.

    Seringkali ada perasaan sungkan (perasaan daging) yang merusak ibadah pelayanan kita. Pelayanan kita harus mencontoh kerajaan sorga. Jangan memakai cara-cara dunia. Seringkali gereja menjadi perusahaan untuk mencari keuntungan, sehingga salah arah, tidak mengarah ke sorga tetapi kebinasaan.
    Harus sesuai dengan sorga!

    Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes menerima panggilan dan pilihan Tuhan dengan cara meninggalkan jala.
    Artinya: meninggalkan pekerjaan, kepandaian, dan segala sesuatu di dunia, supaya bisa berserah sepenuh kepada Tuhan.
    Jangan bergantung lagi kepada dunia!

    Jadi, suasana panggilan dan pilihan adalah SUASANA TAKHTA SORGA. Kita sebagai hamba/pelayan Tuhan beribadah melayani Tuhan harus membawa suasana takhta sorga di tengah-tengah sidang jemaat.

    Sebelum ada Yesus murid-murid tidak menangkap apa-apa. Itulah suasana dunia; menggunakan kepandaian dan sebagainya tetapi hanya membuat kegagalan, letih lesu, beban berat, susah payah. Harus membawa suasana takhta sorga di tengah-tengah keadaan dunia yang tidak menentu.

    Bukti menerima panggilan dan pilihan Tuhan:


    • Matius 11: 28-30
      11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
      11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku
      lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
      11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

      Bukti pertama: RENDAH HATI=


      1. Kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      2. Kemampuan untuk mengakui kegagalan-kegagalan.
        Kalau hamba Tuhan gagal dalam pelayanan, jangan menuduh jemaat sebagai pemberontak. Memang mudah, tetapi pelayanan akan semakin merosot.
        Tetapi kalau mau mengakui dosa dan kegagalan, Tuhan akan menolong.


      3. Kemampuan untuk mengakui kelebihan orang lain. Kita tidak iri hati dan benci pada orang yang dipakai Tuhan, tetapi justru belajar dari mereka; bersekutu dengan mereka supaya kita juga dipakai oleh Tuhan.

        Kalau kaki kiri maju, satu waktu kaki kanan juga akan di depan. Sekarang kita di belakang, lalu ada orang lain dipakai, tidak ada masalah. Mari kita belajar dari dia (kita ikuti dia), satu waktu kita akan di depan juga.

        Contoh iri hati terhadap pemakaian Tuhan: Kain terhadap Habel, kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf.


    • Bukti kedua: LEMAH LEMBUT=


      1. Kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
      2. Kemampuan untuk menerima sesama yang dalam kekurangan.
        Mari, kalau ada jemaat dalam kekurangan jangan diusir tetapi diterima dan didoakan.


      Kalau kita rendah hati dan lemah lembut--saling mengaku dan mengampuni--, segala dosa akan dihapus akan darah Yesus, sehingga kita mengalami damai sejahtera; kelegaan/perhentian, dan kita bisa beribadah melayani Tuhan dengan enak dan ringan.
      Matius 11: 30
      11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

      Kita tidak akan pernah meninggalkan ibadah pelayanan sampai garis akhir.


    • Bukti ketiga: meninggalkan jala.
      Artinya:


      1. Meninggalkan kepentingan sendiri--tidak boleh egois--tetapi lebih mementingkan Tuhan dan sesama.
      2. Meninggalkan semua kebanggaan dan apa yang kita andalkan di dunia, dan HANYA MENGANDALKAN TUHAN. Tuhan bisa bekerja dengan tidak terbatas.

        Apa yang kita andalkan? Jala--kepandaian, keuangan dan lain-lain--, semuanya terbatas. Satu waktu murid-murid tidak bisa menangkap seekor ikan kecil--yang dari dunia sangat terbatas.

        Tetapi kalau kita mengandalkan Tuhan, di dunia tidak terbatas, sampai hidup kekal selamanya.


    Hasilnya: 'membereskan jala'= Tuhan sedang membereskan semua masalah kita yang belum beres.
    Markus 1: 19
    1:19. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

    Dia menyelesaikan semua masalah yang belum selesai dan mustahil bagi kita.
    Jaminannya adalah Dia berteriak: Sudah selesai, di kayu salib.

    Semua pasti selesai asalkan kita rendah hati, lemah lembut, dan meninggalkan jala--mengandalkan Tuhan.

    "Kami sedang membangun gereja. Saya tidak ada sponsor, tetapi semua dari Tuhan. Sorga tidak bisa disponsori oleh dunia, justru sorga mensponsori kita semuanya. Kita pelayanan ke mana-mana (setiap dua minggu, termasuk ke India) membayar sendiri-sendiri, semuanya dari Tuhan."

    Pada zaman permulaan, panggilan dan pilihan kita belajar dari Abraham: menjadi hamba Tuhan yang setia, benar, dan taat dengar-dengaran. Tuhan akan memberkati sampai anak cucu, bahkan hidup kekal selamanya. Kita melayani Tuhan untuk membawa berkat.
    Selanjutnya, belajar dari empat murid: kita harus membawa takhta sorga, bukan bergantung pada dunia. Buktinya: rendah hati, lemah lembut, dan meninggalkan jala. Kita bergantung Tuhan, dan Dia akan menjawab: Sudah selesai!


  3. Zaman Allah Roh Kudus; zaman akhir--dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali; kurang lebih dua ribu tahun--diwakili oleh: keledai muda yang ditunggangi Yesus ke Yerusalem.

    Dulu, perjalanan terakhir Yesus ke Yerusalem, sekarang perjalanan terakhir kita menuju Yerusalem baru, kerajaan sorga yang kekal. Kita harus menjadi keledai yang ditunggangi Yesus.
    Keledai menunjuk pada bangsa kafir.
    Hakim-hakim 15: 16
    15:16. Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."

    Bangsa keledai di sini adalah bangsa Filistin--bangsa kafir.
    Di dunia ini hanya ada dua bangsa: bangsa Israel (keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub secara jasmani di Timur Tengah), dan bangsa kafir (termasuk kita semuanya).

    Bukti panggilan dan pilihan bagi bangsa kafir:


    • Kejadian 49: 11
      49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

      Bukti pertama: keledai harus tertambat pada pokok anggur pilihan--pokok anggur yang benar (Yesus)--= bangsa kafir harus TERGEMBALA pada firman pengajaran yang benar (pribadi Yesus)--Yesus berkata: 'Akulah pokok anggur yang benar'.

      Firman pengajaran yang benar artinya tertulis dalam alkitab, diwahyukan oleh Tuhan, dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.
      Kita harus tergembala hari-hari ini. Tidak boleh menjadi Kristen jalanan.
      Kalau tidak tergembala, akan menjadi keledai liar dan keledai jalang.

      Kita harus tergembala pada firman pengajaran yang benar--pada mulanya adalah firman (logos), dan firman itu menjadi manusia dalam pribadi Yesus.


    • Bukti kedua: 'mencuci pakaiannya dengan buah anggur'= kita harus MENGALAMI PENYUCIAN oleh firman pengajaran yang benar; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Kita sudah menerima penginjilan; percaya Yesus, bertobat, selamat, dan diberkati. Ini untuk jiwa-jiwa yang belum percaya Yesus (jiwa-jiwa baru)--perlu susu. Kalau sudah lama mengikut Yesus tetap hanya makan susu, nanti abnormal (tidak bisa tumbuh). Oleh sebab itu harus meningkat pada makanan keras/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan kita semua--mendewasakan rohani kita--, supaya menjadi sempurna seperti Yesus. Dia adalah Kepala, Raja di atas segala raja, dan Mempelai Pria Sorga. Kita adalah tubuh, mempelai wanita sorga. Seorang anak kecil tidak bisa menjadi mempelai, harus dewasa.
      Kita mendengar pengajaran sama dengan menggunakan waktu bersama Yesus--bukan membuang waktu--sampai satu waktu lebih baik satu hari di rumah Tuhan dari pada seribu hari ditempat lain. Daud punya istana yang bagus, tetapi ia lebih senang di rumah Tuhan.

      Apa yang disucikan? Noda-noda pada pakaian pelayanan kita:
      Yudas 1: 11-12
      1:11 Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
      1:12
      Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.


      1. Noda Kain = iri hati, kebencian.
      2. Noda Korah= menuntut pangkat/kedudukan. Di dalam gereja berebut kedudukan, begitu juga dalam organisasi.
      3. Noda Bileam= suka upah jasmani; melayani hanya untuk mencari uang. Sangat bahaya, sangat kotor.
      4. Noda kekafiran.
        Bangsa kafir di Alkitab hanya seperti binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan--seperti anjing dan babi.

        Anjing= menjilat muntah= perkataan sia-sia: dusta, fitnah dan sebagainya.
        Babi= dimandikan kembali lagi ke kubangan= berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan). Banyak pelayan Tuhan yang demikian, di rumah mabuk, lalu berkhotbah. Merokok, mabuk lalu main musik. Ini harus disucikan!


      Kita harus tertambat pada pokok anggur, kemudian disucikan.


    • Bukti ketiga: rela ditunggangi oleh Yesus, artinya:


      1. Rela menanggung beban dari Tuhan/firman Allah.
        Jadi kita tidak sembarangan dalam melayani tetapi harus sesuai dengan beban dari Tuhan.


      2. Rela menanggung sengsara karena Yesus; rela sengsara daging (memikul salib; menderita) bersama Yesus.
        2 Korintus 4: 16-17
        4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
        4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini,
        mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

        Mengapa melayani harus memikul salib bersama Yesus? Di balik salib ada kemuliaan, itulah keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

        Banyak yang salah! Kemuliaan bukanlah gereja besar atau mobil hebat.
        Kita harus mengalami keubahan!

        Apa yang harus diubahkan untuk menuju Yerusalem baru? Laut tidak ada lagi.
        Wahyu 21: 1
        21:1. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

        Laut tidak ada lagi di Yerusalem baru. Seringkali laut ada di dalam kita, itulah hati yang bimbang.
        Yakobus 1: 6
        1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

        Ini yang tidak boleh lagi ada pada hamba Tuhan yaitu tidak boleh ada lagi hati bimbang: bimbang jika diperhadapkan pada pengajaran palsu.
        Kita sering bimbang saat diperhadapkan pada kawin cerai. Kalau tidak dilayani nanti keluar dari gereja, jadi melayani yang salah, akhirnya menuju kebinasaan.

        Kemudian bimbang terhadap kuasa Tuhan: Bisakah Tuhan tolong saya? Akhirnya mencari pertolongan dari dunia.

        Orang bimbang tidak boleh masuk Yerusalem baru.
        Kebimbangan harus diubahkan menjadi KUAT TEGUH HATI--tidak tawar hati.
        2 Korintus 4: 16
        4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

        Kuat teguh hati artinya hanya percaya dan berharap Tuhan seratus persen apapun yang terjadi.

        Contoh: Daniel.
        Daniel 6: 8, 11
        6:8. Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
        6:11. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

        Daniel menghadapi pengajaran dan penyembahan palsu, ditambah pencobaan yang mustahil--masuk gua singa.
        Ayat 11= Daniel tidak lari pada siapapun tetapi menyembah kepada Tuhan. Bagaimana kita saat menghadapi sesuatu yang mustahil? Ke mana kita pergi? Siapa yang kita cari? Seringkali kita cari sidang jemaat atau saudara. Salah!
        Mari lari kepada Tuhan seperti Daniel.

        Kita hanya menyembah Tuhan; mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.

        Hasilnya:


        1. Daniel 6: 23
          6:23. Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."

          Malaikat Tuhan= tangan Tuhan yang mengatupkan mulut singa.

          Hasil pertama: tangan Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia ini, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

          Saat antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun, gereja ditutup, deposito ditutup, ijazah tidak laku, semua tidak berlaku kecuali menyembah antikris. Kalau tidak mau menyembah, akan disiksa sampai dibunuh. Lebih baik sekarang banyak percaya dan berharap Tuhan. Harus kuat dan teguh hati hari-hari ini!


        2. Daniel 6: 24-25
          6:24. Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
          6:25. Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.

          Hasil kedua: tangan Tuhan diulurkan untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil--Daniel keluar dari gua singa.

          Bagi orang yang memusuhi Daniel, tangan Tuhan teracung untuk menghukum mereka.
          Hati-hati terhadap hamba/pelayan Tuhan benar dan kuat teguh hati. Jangan mengusik dia, karena kita berhadapan dengan tangan Tuhan yang teracung.


        3. Daniel 6: 27-29
          6:27. Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
          6:28. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."

          Hasil ketiga: Daniel dipakai menjadi saksi Tuhan; sekarang artinya dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

          Daniel 6:29
          6:29. Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

          Daniel diangkat oleh Tuhan--'mempunyai kedudukan tinggi'--, sekarang artinya tangan Tuhan sanggup membuat semua berhasil dan indah pada waktunya, sampai mengangkat kita ke awan-awan yang permai. Kita disempurnakan untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai. Kita masuk Yerusalem baru, kerajaan sorga kekal selamanya.

Inilah hamba/pelayan Tuhan yang harus menerima panggilan dan pilihan Tuhan:

  1. Seperti Abraham: setia, benar, dan taat.
    Hasilnya: berkat Tuhan dicurahkan.


  2. Seperti empat murid: rendah hati, lemah lembut, dan meninggalkan jala. Tidak bergantung pada dunia, tetapi bergantung pada Tuhan.
    Hasilnya: semuanya selesai.


  3. Seperti keledai muda: bangsa kafir memang jahat dan najis, tetapi Tuhan mau memilih kita asalkan kita digembalakan--tertambat--pada pengajaran yang benar, disucikan dari kekafiran, dan mau ditunggangi oleh Tuhan--memikul salib bersama Tuhan.

    Jika mau memikul salib, akan ada kemuliaan. Kita diubahkan oleh Tuhan, tidak ada lagi kebimbangan tetapi kuat teguh hati. Kita hanya percaya berharap Tuhan, hanya menyembah Dia, seperti bayi yang hanya menangis kepada ibunya--tidak berharap lainnya--, sebelum ibunya datang dia tetap menangis.

    Kita juga, sebelum Tuhan menolong kita tetap menyembah Dia. Jangan beranjak dan jangan cari yang lain! Tuhan pasti mengulurkan tangan kepada kita; seperti Daniel ditolong Tuhan, kita juga akan ditolong oleh Tuhan, sampai pada kesempurnaan (Yerusalem baru).

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top