Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Jayapura: Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

'Ya, Aku datang segera!'= ditulis tiga kali dalam Wahyu 22 (ayat 7, 12, 20) .
22:7. "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"
22:12. "Sesungguhnya
Aku datang segeradan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya,
Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

Dituliskan tiga kali artinya kesiapan dari Allah Tritunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus dalam pribadi Yesus untuk segera datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

'Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'= kesiapan dari gereja Tuhan yang sempurna--mempelai wanita sorga--untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sehingga terjadi pertemuan di udara antara Yesus Mempelai Pria Sorga dengan kita mempelai wanita sorga, untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9), kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) (Wahyu 20), Yerusalem baru (Wahyu 21-22).

Yesus sudah siap dan segera datang kembali. Kita harus siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali.
Apa persiapan kita? Tadi tiga kali disebutkan: 'Aku datang segera'.

Ada tiga macam persiapan dari gereja Tuhan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan yang permai:

  1. Wahyu 22: 7
    22:7. "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

    Persiapan pertama: kita harus memperhatikan firman nubuat--'Aku datang segera' dikaitkan dengan firman.

    Firman nubuat adalah firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang akan terjadi tetapi pasti terjadi, terutama tentang:

    • Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai.
    • Penghukuman atas dunia: tiga kali tujuh penghukuman, kiamat, dan neraka.
    • Dosa-dosa yang tersembunyi dalam sidang jemaat untuk disucikan--supaya tidak dihukum.

    Firman nubuat sama dengan kabar mempelai--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--yang menyucikan kehidupan kita sampai sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita sorga.
    Ada kabar baik; penginjilan--percaya Yesus, bertobat--, sekarang ditingkatkan menjadi kabar mempelai.

    Sikap kita terhadap firman nubuat/kabar mempelai--sama dengan kesiapan gereja Tuhan untuk menyambut kedatangan Yesus--: berbahagia saat kita mendengarkan firman nubuat; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sehingga bisa mendengar dengan sungguh-sungguh, sampai mengerti, percaya/yakin, dan mempraktikkannya.

    Wahyu 1: 3
    1:3. Berbahagialah ia yang membacakandan mereka yang mendengarkankata-kata nubuat ini, dan yang menurutiapa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

    Wahyu 22: 7
    22:7. "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menurutiperkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

    Ayat 7 = hanya tinggal menuruti, tidak ada lagi mendengar dan membaca.

    Ukuran kebahagiaan dalam ibadahbukan saat menyanyi. Orang di alun-alun juga bahagia saat menyanyi. Tetapi kalau bahagia saat mendengar firmansampai mengerti, menjadi iman di dalam hati, itu benar-benar kebahagiaan sorga.
    Inilah persiapan kita yang sama dengan sikap kita terhadap firman, terutama firman nubuat.

    Kita harus waspada, waktunya sudah dekat!
    Di dalam Wahyu 1: 3 dituliskan: 'membacakan, mendengarkan, dan menuruti', tetapi di dalam Wahyu 22: 7 hanya dituliskan 'menuruti', artinya satu waktu tidak ada kesempatan lagi untuk membaca dan mendengarkan kabar mempelai, berarti kabar mempelai sudah harus menjadi praktik dalam hidup sehari-hari--mendarah daging dalam hidup kita.

    "Salah satu contoh: Pdt van Gessel saat dimasukkan penjara di Ngawi, beliau bisa mengajarkan injil Matius tanpa alkitab--saat itu tidak boleh bawa alkitab. Bukan karena hafal tetapi karena firman sudah menjadi praktik; mendarah daging."

    Jika sudah mendengarkan firman dengan sungguh-sungguh--bahagia saat mendengar firman--, sampai mengerti, percaya/yakin, menuruti/praktik firman, kita akan mengalami penyucian.
    Apa yang disucikan? Terutama hati dan pikiran--pusat kehidupan kita.

    Ibrani 4: 12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Kalau hati dan pikiran disucikan, seluruh hidup akan disucikan.
    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hatitimbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6)dan hujat(7).

    'pikiran jahat'= prasangka buruk.
    'pembunuhan' = kebencian.
    'sumpah palsu' = dusta.

    Hati dan pikiran disucikan dari tujuh dosa, sehingga hati kita diisi oleh Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya, sampai takut akan Tuhan.
    Yesaya 11: 1-3=> Raja damai yang akan datang--tentang Yesus.
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2. Roh TUHAN(1)akan ada padanya, roh hikmat(2)dan pengertian(3), roh nasihat(4)dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6)dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya,
    kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    Taruk= tunas kecil tetapi bisa berbuah, karena ada Roh Kudus.

    Takut akan Tuhan artinya:

    • Amsal 8: 13
      8:13. Takut akan TUHANialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      Yang pertama: membenci dosa sampai membenci dusta--hidup suci. Mulai dari rumah tangga jangan berbuat dosa. Rumah tangga adalah tempat untuk mengasihi.

    • Pengkhotbah 12: 13
      12:13. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

      'Akhir kata dari segala yang didengar' = firman yang terakhir.

      Yang kedua: berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.

      Kita taat dengar-dengaran pada orang tua yang benar--halaman--, gembala--ruangan suci--, dan Tuhan--ruangan maha suci.

    Kalau sudah suci dan taatdengar-dengaran, maka tunggul--tunas kecil; tidak berguna, tidak bisa apa-apa--bisa bertunas, berbunga indah, sampai berbuah kesempurnaan, itulah mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

    Inilah persiapan pertama; berkaitan dengan firman nubuat. Firman penginjilan harus ditingkatkan kepada firman pengajaran.

  2. Wahyu 22: 12
    22:12. "Sesungguhnya Aku datang segeradan Aku membawa upah-Kuuntuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

    Persiapan kedua: 'Aku datang segera' dikaitkan dengan pelayanan dalam urapan Roh Kudus.

    Roma 12: 11
    12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyaladan layanilah Tuhan.

    Roh Kudus mendorong kita untuk selalu setia berkobar-kobardalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali kedua kali.
    Kalau daging, hebat, tetapi lama-lama turun. Kalau melayani dengan Roh Kudus akan terus meningkat sampai di awan-awan permai, tidak pernah turun.

    "Kita ingat pendahulu-pendahulu kita, melayani naik terus (tidak pernah turun). Inilah bukti dalam Roh Kudus."

    Kalau sudah tidak berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, bahaya, karena akan berkobar dalam perkara lain--'menyala-nyala dalam berahi'. Karena itu kita harus takut akan Tuhan--hidup suci dan taat dengar-dengaran.
    Roma 1: 27
    1:27. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahimereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

    'sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki' = terjadi penyimpangan.

    Hati-hati, kalau ada suami yang mulai malas beribadah, nasihati. Demikian juga terhadap istri dan anak-anak. Harus saling menasihati, kalau tidak, sebentar lagi akan jatuh.
    Yohanes 4: 35-36
    4:35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagitibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
    4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal,
    sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

    Ada dua macam pelayanan di ladang Tuhan:

    • Menabur= kegerakan Roh Kudus hujan awal; kegerakan dalam firman penginjilan/kabar baik/Injil keselamatan untuk menumbuhkan; sama dengan menambah kuantitas anggota tubuh Kristus. Kuantitas juga penting. Kalau jumlah tidak bertambah, tidak akan sempurna.

    • Menuai--dengan sabit/pedang--= kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan dalam firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai untuk menyucikan kita sampai sempurna; sama dengan menambah kualitas tubuh Kristus sampai sempurna seperti Yesus--berbuah matang--; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali; masuk ke lumbung kerajaan sorga yang kekal.

    Kita harus memberitakan kabar baik mulai di rumah tangga--untuk jiwa-jiwa yang belum percaya Yesus; jiwa baru--, setelah itu kita melayani dalam kabar mempelai.

    Kapanwaktu menabur dan menuai; kapan kita harus aktif? Sekarang ini.
    Mengapa? Karena waktunya sudah singkat--tadi dituliskan: 'empat bulan lagi'. Empat bulan sama dengan 120 hari (4 kali 30 hari). 1 tahun sama dengan 1 hari (di dalam Kitab Bilangan). 120 hari sama dengan 120 tahun yobel (1 tahun yobel = 50 tahun); 6000 tahun masehi (120 tahun yobel kali 50). 6000 tahun adalah akhir zaman, yaitu sekarang ini.

    Kalau kita lihat peta zaman: zaman Allah Bapa sudah berlalu--2000 tahun--, zaman Anak Allah (zaman Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali) juga sudah berlalu--2000 tahun. Zaman Allah Roh Kudus (kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali) juga 2000 tahun, sekarang sudah tahun 2020, berarti ini adalah masa perpanjangan sabar Tuhan.
    Perpanjangan sabar Tuhan yaitu Tuhan Yesus belum datang kembali dan kita masih diberi perpanjangan umur. Karena itu sekarang jugakita harus bertobat (penyucian) dan melayani terutama untuk menabur dan menuai. Jangan menunda-nunda waktu lagi!
    Kalau terus tidak mau, satu waktu sudah tidak bisa lagi melayani.

    "Nanti yang paling dekat di Square Ballroom Surabaya, kalau terus tidak mau, tidak mau, satu waktu tidak bisa lagi. Saya baru melayani juga di Jayapura. Mungkin jauh, tidak ada ongkos ke sana bagi sidang jemaat. Di Square Ballroom, sudah tidak ada alasan, kalau tidak ada ongkos, bisa dicapai dengan kaki. Dulu saya melayani sekolah minggu, saat pulangnya pernah jalan kaki (dari Lemah Putro ke daerah kenjeran). Perginya saya naik sepeda motor, saat pulangnya jalan kaki sambil menuntun sepeda motor (karena bensin habis, saya tidak punya uang). Tidak apa-apa, karena masih bisa dicapai dengan jalan kaki."

    Menabur dan menuai memang harus mencucurkan air mata--ada pengorbanan.
    Mazmur 126: 5-6
    126:5. Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
    126:6. Orang yang berjalan maju dengan
    menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

    Jadi untuk bisa bekerja di ladang Tuhan--menabur dan menuai--dibutuhkan cucuran air mata. Artinya: sungguh-sungguh, tanggung jawab--kalau sampai tidak bisa melayani kita menangis--, dan ditandai dengan pengorbanan.
    Segala sesuatu harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna kecuali pengajaran yang benar. Yesus sebagai kepala jangan dikorbankan. Kalau pengajaran yang benar dikorbankan berarti tubuh tanpa kepala, sehingga serigala dan burung yang menjadi kepala--roh jahat, najis, dan kepahitan yang menjadi kepala.

    Hati-hati, mulai dari nikah, jangan sampai menikah tanpa pengajaran! Bahaya, nikah itu akan menuju Babel. Tuhan tolong kita semua.
    Jangan mengorbankan pengajaran yang benar; jangan mengorbankan perkara rohani untuk dapat yang jasmani seperti Esau.
    Akibatnya: mencucurkan air mata untuk selama-lamanya.

    Yang benar adalah kita harus mengorbankan yang jasmani untuk mendapatkan yang rohani. Memang ada cucuran air mata, tetapi hasilnya:

    • Matius 6: 26
      6:26. Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuaidan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamuyang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

      Hasil pertama: Tuhan sanggup memelihara kehidupan kitamulai sekarang sampai zaman antikris.

    • Yohanes 4: 36
      4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penaburdan penuaisama-sama bersukacita.

      Hasil kedua: kita mengalami sukacita sorga; kita selalu mengucap syukur sampai hidup kekal selamanya.

    Inilah persiapan kita: yang pertama dikaitkan dengan firman pengajaran--takut akan Tuhan; hidup suci dan taat, dan semuanya urusan Tuhan.
    Yang kedua: dikaitkan dengan pelayanan. Mari menabur dan menuai.

  3. Wahyu 22: 20-21
    22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21.
    Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Persiapan ketiga: 'Aku datang segera' dikaitkan dengan kasih karunia Tuhan.
    Artinya: kita harus menerima kasih karunia Tuhan dan hidup di dalam kasih karunia Tuhan.

    1 Petrus 2: 19
    2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Menerima kasih karunia Tuhan artinya rela menderita karena kehendak Tuhan; rela menderita bersama Yesus; rela menderita tanpa dosa--memikul salib.
    Tidak ada kemuliaan, kalau tidak ada salib. Contoh: malam ini kita beribadah--semestinya pulang kerja, beristirahat--, dikucilkan karena kebenaran, karena kebenaran diancam.

    "Seorang hamba Tuhan dilarang organisasinya untuk datang ke pengajaran. Dia tidak mau. Dia akan didatangi polisi, saya suruh berdoa, saya suruh hadapi dengan kasih, jangan sampai bertengkar. Ngeri sekali. Padahal dia yang membangun sampai menjadi gereja yang besar. Ini terjadi, justru yang benar yang disikat. Kita berdoa juga untuk organisasi kita karena hak otonom mau diganti. Dulu om Pong berpesan: Pertahankan hak otonom!"

    Sebenarnya kita tidak layak untuk menderita karena nama Yesus, apalagi masuk sorga.
    Kisah Rasul 5: 41
    5:41. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

    Rasul-rasul sebagai orang Israel asli merasa tidak layak untuk memikul salib, apalagi kita sebagai bangsa kafir.
    Jadi kalau kita bisa menderita karena nama Yesus--karena kebenaran, tanpa dosa--, itu adalah kasih karunia Yesus yang besar. Tetapi jangan bangga juga.
    Kalau sudah bisa menikmati salib, kita sudah lulus.

    Untuk apa salib?Mengapa kita harus menderita karena Yesus?

    • Supaya kita mengalami keubahan.
      2 Korintus 4: 16-17
      4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharuidari sehari ke sehari.
      4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

      Kita dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat terbesar.
      Awal pembaharuan adalah tidak boleh ada dusta.

      Efesus 4: 21-25
      4:21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajarandi dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
      4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
      4:23.
      supaya kamu dibaharuidi dalam roh dan pikiranmu,
      4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
      4:25. Karena itu
      buanglah dustadan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

      'menerima pengajaran di dalam Dia' = Kalau menerima pedang firman pasti menerima salib--pedang dan salib tidak bisa dipisahkan.

      Tidak berdusta= jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
      Kalau sudah jujur/tulus, maka:

      1. Kita bisa berkata benar dan baik; bersaksi.
        Inilah gunanya salib.
        Jangan berkata yang jahat--perkataan yang menyakiti istri, suami, anak, orang tua.

      2. Kita jujur mengakui dosa dan segala kekurangan dan kelemahan kita.

    • Supaya kita banyak menyembah Tuhan--menyerah sepenuh kepada Tuhan.
      Menyembah Tuhan artinya mata memandang wajah Tuhan yang bersinar bagaikan matahari; mulut hanya berseru kepada Dia, dan tangan diangkat kepada Dia. Ini adalah pandangan rohani.

      Kita akan merasakan sinar matahari dari wajah Yesus; kemurahan dan kebajikan Tuhan--kasih karunia. Selama masih memandang matahari berarti masih ada harapan. Kalau gagal, jangan putus asa! Yang sudah berhasil jangan bangga. Biar mulut diubahkan sampai bisa menyembah Tuhan. Kita akan mengalami kemurahan dan kebajikan dari wajah Yesus.

      Mari ada kaitan dengan firman; kita bahagia saat mendengarkan firman. Biar kita disucikan sampai takut akan Tuhan--benci dosa sampai dusta.
      Kemudian pelayanan ditingkatkan, ditambah doa puasa, doa semalam suntuk.
      Terakhir, harus pikul salib; menderita sampai bisa menyembah Tuhan; menyerah sepenuh kepada Tuhan. Biar sinar dari wajah Yesus menyinari kita.

      Hasilnya:

      1. Kejadian 19: 23-24
        19:23. Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
        19:24. Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;

        Ayat 24 = tidak ada sinar matahari, yang ada hanyalah hujan api belerang--menjadi laut mati, bahkan bakteri tidak bisa hidup.

        Hasil pertama: secara jasmani: kemurahan dan kebajikan Tuhan mampu untuk melindungi dan memelihara kitayang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dan kemustahilan dunia, sampai zaman antikris berkuasa di bumi, penghukuman Tuhan, kiamat, neraka.

        Mungkin kita tidak dianggap, tidak apa-apa, yang penting ada matahari. Banyak menyembah Tuhan!

        Secara rohani: kemurahan dan kebajikan Tuhan memelihara kita sehingga kita bisa hidup damai sejahtera; kita hidup benar dan suci. Semua menjadi enak dan ringan sekalipun dunia tunggang balik.

      2. Hasil kedua: kemurahan dan kebajikan Tuhan sanggup menembusi lembah-lembah: lembah kelam/lembah maut--Daud jatuh dengan Batsyeba; puncaknya dosa--, artinya kita diangkat dari kejatuhan; kita diampuni dan dipulihkan untuk hidup benar.
        Dari gagal bisa menjadi berhasil dan indah; yang hancur jadi baik; busuk jadi harum; mustahil jadi tidak mustahil; mati menjadi hidup.

      3. Matius 13: 43
        13:43. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti mataharidalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

        Hasil ketiga: pada saat Yesus datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurnaseperti Dia--bercahaya seperti matahari--; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai. Kita memandang Dia muka dengan muka, kita bersama Dia selama-lamanya.

Wajah yang mulia jadi buruk di kayu salib, karena Ia menyinarkan kemuliaan-Nya kepada kita.
Masih ada harapan dan pertolongan dari Tuhan. Jangan ragu/bimbang; jangan mendengar suara Setan!

Kalau kita merasa ditinggal seorang diri, tidak ada yang mau tahu, kesempatan bagi kita, Yesus juga seorang diri di kayu salib. Kita bisa memandang Dia sampai sinar matahari menyinari kita. Kita berserah dan berseru kepada Dia.
Kalau suami, istri, anak, orang tua baik, jangan bergantung pada mereka, karena kita akan kecewa tetapi tetap kita hanya bergantung pada Yesus. Serahkan semua kepada Dia! Tidak ada yang mustahil selama matahari masih bersinar. Setiap detak jantung kita hanya kemurahan dan kebajikan Tuhan, bukan yang lain.

Apapun keadaan kita biar Tuhan yang memulihkan. Kita pulang dengan berbahagia, sukacita, dan damai sejahtera. Semua sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib. Serahkan semua kegoncangan, kegagalan, kehancuran, kemustahilan dan sebagainya kepada Dia, termasuk keberhasilan. Jangan bangga dengan sesuatu; jangan kecewa dengan sesuatu. Masih ada matahari dari wajah Yesus.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 09 Oktober 2012 (Selasa Sore)
    ... miskin di dunia. Yesus lahir di kandang milik orang lain. Yesus melayani memakai perahu keledai milik orang lain. Yesus dikuburkan di kuburan milik orang. Harta Yesus satu-satunya adalah salib dan menjadi satu-satunya warisan dari Yesus kepada kita. Yusuf Arimatea memberanikan diri untuk meminta mayat Yesus. Sekarang artinya rela menanggung salib ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 September 2011 (Senin Sore)
    ... Petrus mau mendahului berkorban diri sebelum Yesus mengorbankan DiriNya sudah dijelaskan pada Ibadah Raya Surabaya September . Malam ini kita masih membahas kesombongan Petrus yang kedua Petrus mau mendahului berkorban diri sebelum Yesus berkorban diri . Kita sudah pelajari Yesus mengorbankan DiriNya sebagai korban pendamaian sebagai wujud dari kasih Allah. Jadi kesombongan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Juli 2014 (Senin Sore)
    ... segan-segan mencela. Tujuannya adalah untuk menyucikan dan memperbaiki kita. Memang sakit bagi daging karena sudah kerja tapi dicela padahal itulah penyucian. Seringkali kita tidak mengerti bahwa itu merupakan penyucian dari dosa-dosa yang tersembunyi dan pembentukan karakter kita. Mungkin orangnya terlihat baik tetapi di dalamnya ada getah. Dalam pengajaran Tabernakel ada istilah getah. Kalau disentuh ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Maret 2016 (Sabtu Sore)
    ... berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu Bawa anakmu itu kemari Dan ketika anak itu mendekati Yesus setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu lalu mengembalikannya kepada ayahnya. Maka takjublah semua orang ...
  • Ibadah Raya Malang, 12 Juni 2016 (Minggu Pagi)
    ... roh harus disucikan. Seluruh hidup juga artinya masa lalu masa sekarang masa depan harus disucikan. Ini supaya kita bisa duduk bersanding dengan Yesus di tahta Sorga selamanya. Mempelai Pria menyatu dengan mempelai wanita. Kepala dengan tubuh menyatu selamanya. Dengan apa kita bisa disucikan sampai sempurna seperti Yesus Ibrani - Dengan ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 September 2017 (Sabtu Sore)
    ... dengan tidak mengasihi Tuhan. Beban jasmani yaitu menyengsarakan sesama termasuk kaum muda menyengsarakan orang tua. Ini sama dengan tidak mengasihi sesama. Jadi ibadah pelayanan ahli Taurat dan orang Farisi adalah tanpa kasih tanpa dua loh batu tidak ada kasih pada Tuhan dan sesama. Kehidupan ahli Taurat dan orang Farisi juga tanpa ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Januari 2010 (Sabtu
    ... Roh Kudus yang kekal supaya kehidupan kita tahan banting tidak hancur tetapi hidup kekal selama-lamanya yaitu menjadi buli-buli emas berisi manna. Kehidupan yang diisi diurapi dan dipenuhi oleh Roh Kudus kehidupan yang meminyaki tubuh Yesus yang akan dikuburkan yaitu pelayanan yang terakhir pelayanan pada akhir zaman sampai Tubuh Kristus sempurna ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juli 2015 (Senin Sore)
    ... Tabernakel. Roma . Jadi iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus. Iman yang benar berasal dari mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus. Pintu gerbang terletak pada lebar Tabernakel-- hasta. Angka menunjuk angka Pentakosta--kepenuhan Roh Kudus. Angka Pentakosta ini memegang peranan penting Jadi untuk masuk pintu gerbang harus ditolong Roh Kudus--bergantung ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 07 Maret 2012 (Rabu Sore)
    ... Kita sudah membahas tentang mengutuk dalam ibadah-ibadah sebelumnya. Malam ini kita pelajari tentang bersumpah Matius janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. Bersumpah dalam arti rohani adalah menyangkal Yesus sebagai kepala menolak Yesus sebagai kepala. Matius - Lalu datanglah seorang ahli Taurat ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 30 Agustus 2009 (Minggu Sore)
    ... berlalu perkara kekal yaitu Perkataan Tuhan sendiri ay. ayat menerangkan ayat -- firman pengajaran yang benar. Mazmur kemurahan Tuhan terjemahan lama . Kerajaan Sorga. Bagian dan sudah dibahas pada ibadah sebelumnya. Dan masih dibahas pada malam ini. Tapi malam ini diambil dari contoh bangsa kafir. Matius - - contoh pembaharuan perhatian pada bangsa Kafir. Hari-hari ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.