English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 22 Mei 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 07 Juni 2014 (Sabtu sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Desember 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:36-46 tentang GETSEMANI.

Getsemani = tempat pemerasan.

Di Taman Getsemani, Yesus mengalami...

Ibadah Doa Surabaya, 23 November 2011 (Rabu Sore)
Matius 26 : 57-68
TENTANG SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan kesaksian yaitu
Saksi yang palsu (Matius 26 : 59-61).
Saksi yang...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Maret 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Manokwari, Papua

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Di manapun kita...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Februari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah...

Ibadah Persekutuan III Tana Toraja, 12 Februari 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Maret 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Matius 5 : 8
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Hati suci bisa melihat Tuhan = bisa...

Ibadah Raya Surabaya, 12 November 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 23 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat di...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 12 Mei 2014 (Senin Malam)
Puji Tuhan, kita menggunakan waktu malam ini untuk bertelut dibawah kaki Tuhan, baik untuk keperluan pribadi...

Ibadah Raya Malang, 19 April 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 -> "Keadaan pada waktu kedatangan Yesus ke 2x"
Ada 3...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Januari 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Doa Malang, 25 Januari 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7:1-6
7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Januari 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 13

8:13. Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya."

Ini adalah keadaan sesudah peniupan keempat sangkakala yang pertama, yaitu burung nasar membawa berita tentang penghukuman tiga sangkakala yang lain (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Januari 2019).

Ada dua kemungkinan tentang burung nasar:

  1. Yang pertama: kehidupan hamba/pelayan/anak Tuhan yang menolak bunyi sangkakala sekarang ini; sama dengan menolak firman penggembalaan/firman pengajaran yang diulang-ulang untuk menyucikan sidang jemaat sampai sempurna; tetap mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa.

    Akibat menolak bunyi sangkakala: akan menghadapi burung nasar yang membawa berita penghukuman: sangkakala kelima, keenam, dan ketujuh; mengalami penghukuman yang kelima, keenam, dan ketujuh dari Anak Allah.


  2. Yang kedua: kehidupan hamba/pelayan/anak Tuhan yang mau mendengar dan dengar-dengaran pada bunyi sangkakala sekarang ini, sehingga mengalami penyucian dan pembaharuan secara terus menerus sampai sempurna seperti Yesus--menjadi sama dengan burung nasar yang naik ke atas gunung sampai gunung Yerusalem baru.

Ayub 39: 30-33
39:30. Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?
39:31.
Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.
39:32.
Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;
39:33. anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas, di situlah dia."

(terjemahan lama)
39:33. Maka anak-anaknya mencaruk darah! dan
di tempat ada bangkai di sana juga tempatnya.

Praktik menjadi burung nasar (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Januari 2019):

  1. Ayat 32: 'dari jauh matanya mengamat-amati'= memiliki pandangan jauh ke depan, artinya: memiliki pandangan rohani; lebih mengutamakan perkara sorga dari pada perkara di bumi (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 13 Januari 2019).


  2. Ayat 33: 'di tempat ada bangkai di sana juga tempatnya'= burung nasar mengerumuni bangkai.

AD. 2

Matius 24: 28
24:28. Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

Apa itu bangkai? Kematian orang-orang yang memberontak/durhaka kepada Tuhan.
Yesaya 66: 24
66:24. Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

Markus 15: 28
15:28. (Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.")

'Ia'= Yesus.
Waktu disalib, Yesus juga terhitung di antara orang durhaka; berarti Yesus mati sama seperti orang durhaka--bangkai.

Yesaya 53: 12
53:12. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

'karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut'= Yesus.
Yesus mati di kayu salib untuk menanggung dosa pemberontak-pemberontak.
Jadi, bangkai sama dengan kurban Kristus; malam ini sama dengan perjamuan suci.

Tadi, burung nasar menunjuk pada gereja Tuhan yang mau disucikan untuk menantikan kedatangan Tuhan kedua kali.
Burung nasar mengerumuni bangkai, artinya gereja Tuhan harus menghargai kurban Kristus/perjamuan suci, karena Yesus rela mati di kayu salib--menjadi sama seperti pemberontak; menjadi bangkai--untuk mengangkat bangsa kafir, supaya tidak menjadi bangkai yang dibinasakan.

Yesaya 34: 1-3
34:1. Marilah mendekat, hai bangsa-bangsa, dengarlah, dan perhatikanlah, hai suku-suku bangsa! Baiklah bumi serta segala isinya mendengar, dunia dan segala yang terpancar dari padanya.
34:2.
Sebab TUHAN murka atas segala bangsa, dan hati-Nya panas atas segenap tentara mereka. Ia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk dibantai.
34:3. Orang-orangnya yang mati terbunuh akan dilemparkan, dan dari
bangkai-bangkai mereka akan naik bau busuk; gunung-gunung akan kebanjiran darah mereka.

'bangsa-bangsa'= bangsa kafir.
Kalau mati, bangsa kafir juga menjadi bangkai. Yesus rela menjadi bangkai, sehingga kita tidak perlu jadi bangkai yang dibinasakan. Karena itu kita harus menghargai kurban Kristus/perjamuan suci.

Proses pengangkatan bangsa kafir lewat kurban Kristus:

  1. Proses pertama pengangkatan bangsa kafir lewat kurban Kristus: kurban Kristus mengangkat atau menyelamatkan bangsa kafir yang hidupnya tidak berharga--hanya seperti anjing dan babi--; matinya tidak berharga--hanya seperti bangkai--, supaya menjadi berharga di mata Tuhan--hidup mati kita berharga di mata Tuhan.

    Yohanes 19: 31-34
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32.
    Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33.
    tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34.
    tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Sebenarnya Yesus sudah mati di kayu salib dengan empat luka utama: dua di tangan dan dua di kaki, sebagai tanda kasih Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel--umat pilihan; bangsa yang berharga di mata Tuhan, tetapi juga menjadi pemberontak (bangkai), sehingga perlu diselamatkan.
    Tetapi setelah Ia mati, lambung-Nya ditikam dengan tombak sehingga terjadi luka kelima; yang terdalam dan terbesar, yang mengeluarkan darah dan air.
    Ini adalah kemurahan Tuhan yang besar untuk menyelamatkan bangsa kafir.

    Tanda bangsa kafir diselamatkan--dari bangkai menjadi berharga di mata Tuhan--:


    • Tanda darah--mezbah korban bakaran--= percaya Yesus dan bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan--mati terhadap dosa.

    • Tanda air--kolam pembasuhan--= baptisan air.
      Roma 6: 4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Kolose 2: 12
      2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran. Kalau belum dikubur berarti belum dibaptis.

      Hidup benar sama dengan selamat, sehingga hidup dan mati kita berharga di mata Tuhan--tadi hidup dan matinya bangsa kafir tidak berharga sama sekali (hidup seperti anjing dan babi, matinya seperti bangkai).

      Mazmur 146: 8
      146:8. TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.

      Kalau hidup benar, Tuhan akan mengasihi kita.
      Mazmur 116: 15
      116:15. Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

      Kalau dua ayat ini digabung: orang benar dikasihi Tuhan, berarti hidup mati orang benar berharga di mata Tuhan.


    Mari, biarpun hebat sebenarnya kita tidak berharga, hidupnya berkubang dalam perkataan dan perbuatan dosa--seperti anjing dan babi--, matinya menjadi bangkai, dan binasa selamanya. Tetapi lewat luka kelima, bangsa kafir bisa diangkat, sehingga hidup matinya berharga di mata Tuhan, dan selalu diberkati--selamat dan diberkati oleh Tuhan. Yesus yang rela menjadi bangkai, tidak berharga sama sekali; Dia disalib di luar kota Yerusalem karena dianggap pemberontak.

    Mazmur 5: 13
    5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Orang benar dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan, sehingga kembali bersuasana Firdaus.
    Saat manusia diciptakan, manusia berharga di mata Tuhan, dan ditempatkan di Firdaus. Tetapi karena berbuat dosa, manusia diusir ke dunia, bahkan menjadi bangkai--binasa.

    Sekarang, kalau sudah ditebus lewat darah dan air yang keluar dari lambung Yesus, kita bisa kembali berharga di mata Tuhan, dan ditempatkan lagi di Firdaus.
    Dunia ini sudah dikutuk, tetapi kalau dipagari berkat, kita akan bersuasana Firdaus; kembali pada suasana berkat, bukan kutukan, sekalipun hidup di dunia yang penuh kutukan.

    Harus benar! Kalau tidak, pagarnya akan lepas, kita bercampur baur dengan kutukan dan menuju kebinasaan--tidak berharga lagi; kembali menjadi bangkai.

    Pasang pagar! Tetap pandang lambung-Nya--percaya, bertobat, baptisan air, dan hidup benar--apapun yang kita hadapi, supaya kita berharga di mata-Nya dan mengalami suasana Firdaus; tidak letih lesu, susah payah, dan berbeban berat.

    Kita menghargai kurban Kristus; menjadi berharga di mata Tuhan, maka Dia juga menghargai kita lewat memberikan suasana Firdaus.

    Biarlah kita menjadi burung nasar yang mengerumuni bangkai. Hargai kurban Kristus dalam bentuk perjamuan suci! Bentuknya: menjadi orang benar; tinggalkan dosa. Kalau tidak benar, berarti tidak menghargai kurban Kristus sekalipun perjamuan suci terus.


  2. Proses kedua pengangkatan bangsa kafir lewat kurban Kristus: kurban Kristus mengangkat bangsa kafir untuk menjadi imam dan raja--orang-orang pilihan Tuhan; batu hidup; senjata kebenaran.
    Tadinya sangat tidak berharga, tetapi dijadikan benar lebih dulu--berharga--, setelah itu diangkat lagi menjadi umat pilihan Tuhan. Luar biasa!

    Wahyu 1: 4-6
    1:4. Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
    1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
    1:6.
    dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

    'ketujuh jemaat'= jemaat bangsa kafir.
    Ayat 5= kita dilepaskan dari dosa.
    Ayat 6= kita diangkat menjadi imam dan raja.

    Imam dan raja adalah orang yang suci, yang memangku jabatan pelayanan dari Tuhan.
    Harus punya jabatan! Setelah bangsa kafir menerima luka kelima dari lambung Yesus--hidup benar; menjadi berharga--, jangan jadi bangkai lagi, tetapi menjadi senjata kebenaran--hamba/pelayan Tuhan yang dipakai Tuhan--, supaya kita tidak dipakai oleh setan kembali. Jangan melayani setan/dosa lagi!

    Kalau bangsa kafir bisa melayani Tuhan, itu adalah kemurahan Tuhan, karena yang berhak jadi imam dan raja hanya bangsa Israel asli--keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub secara jasmani.
    Keluaran 19: 6
    19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

    Secara keturunan, bangsa kafir tidak boleh dan tidak bisa menjadi imam dan raja.
    1 Petrus 2: 9-10
    2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    2:10.
    kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    'bukan umat Allah'= bangsa kafir.
    Tuhan membuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk menjadi batu hidup lewat jalur kemurahan-Nya yang seharga dengan kurban Kristus di kayu salib.
    Jadi, harga panggilan dan pilihan Tuhan bagi bangsa kafir adalah seharga kurban Kristus.
    Mari kita hargai kurban Kristus, sehingga kita rela untuk diangkat menjadi imam dan raja--batu hidup; hamba/pelayan Tuhan yang dipakai Tuhan.

    Bangsa kafir yang tadinya batu keras yang ada di kubangan dosa, tetapi diangkat menjadi batu hidup, itu adalah penghargaan dari Tuhan.
    Hargai kurban Kristus, maka kita akan dihargai oleh Tuhan.

    Tugas imam dan raja:


    • Tugas pertama: bersaksi tentang perbuatan ajaib Tuhan.
      1 Petrus 2: 9
      2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

      Perbuatan ajaib Tuhan adalah memindahkan kita dari gelap kepada terang; mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Terang keubahan hidup inilah yang kita saksikan. Berkhotbah, main musik harus disertai dengan terang keubahan hidup, baru dipakai Tuhan. Orang yang dalam gelap jadi terang, yang dalam terang jadi lebih terang lagi.

      Kalau berkhotbah tetapi kita sendiri tidak ada keubahan, tidak ada artinya--tetap gelap--; tidak ada kuasanya. Orang yang dalam gelap bertambah gelap, malah orang dalam terang jadi gelap.

      Begitu juga bermain musik, kalau tidak disertai keubahan hidup, ia sama seperti di alun-alun. Tidak ada gunanya. Begitu juga dengan menyanyi. Orang yang datang dalam terang, pulang jadi gelap karena imam-imamnya gelap. Tanggung jawab, mulai dari gembala, pemain musik, koor, penerima tamu dan sebagainya. Harus memancarkan terang keubahan hidup! Ini yang membuat pelayanan kita berkenan dan berharga di mata Tuhan, bukan hebatnya.


    • 1 Petrus 2: 5
      2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

      Tugas kedua: kita harus aktif dalam pembangunan rumah rohani; sama dengan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
      Di dalam nikah kita melayani sesuai dengan kedudukan masing-masing: suami mengasihi isteri, isteri tunduk pada suami, dan anak-anak taat pada orang tua.


    Syarat supaya pelayanan pembangunan Kristus kita berkenan kepada Tuhan:


    • Syarat pertama: 'bangsa yang kudus'= kesucian, bukan kepandaian atau kebodohan.
      Oleh sebab itu imam-imam harus berada di ruangan suci, tidak bisa tidak.
      Ruangan suci menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
      Imamat 21: 12 => perikop: kudusnya imam
      21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Kita harus berada di dalam ruangan suci--kandang penggembalaan--sehingga kita tidak melanggar kesucian, dan kita mengalami urapan Roh Kudus.
      Kalau sudah keluar pasti melanggar kesucian.

      Kesucian dan urapan, itulah pelayanan pembangunan tubuh Kristus--mulai dari nikah. Di dalam nikah, suami suci dan dalam urapan, pasti bisa melayani isteri dan anak bagaimanapun keadaan isteri dan anak. Sebaliknya, isteri yang tunduk--suci dan dalam urapan--bisa melayani suami yang bengis. Yang penting ada kesucian dan urapan. Itu yang membedakan pelayanan sorga dengan pelayanan dunia.


    • 1 Timotius 1: 12
      1:12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--

      Syarat kedua: setia dan dapat dipercaya oleh Tuhan. Ini kuncinya.

      Tadi, kekuatan sorga adalah kesucian dan urapan--tidak bisa dilawan oleh siapapun.
      Sekarang, setia dan dapat dipercaya.

      Setia dan dapat dipercaya= tanggung jawab.
      Kalau sampai tidak dipercaya oleh Tuhan, ia tidak akan bisa dipercaya di mana-mana dan oleh siapapun, lalu mau ke mana? Hanya menuju kebinasaan.


    Tadi, tugas imam adalah bersaksi dan melayani pembangunan tubuh Kristus sesuai dengan jabatan yang Tuhan berikan. Kita melayani dengan kesucian, dalam urapan, setia, dan dapat dipercaya.

    Inilah kehidupan yang berkenan dan berharga di mata Tuhan karena kita menghargai kurban Kristus, yaitu rela menjadi imam.
    Tadi kita rela untuk bertobat, baptis air, dan hidup benar, sehingga kita dihargai oleh Tuhan--diberi pagar.
    Sekarang kita jadi imam dan raja, kita juga dihargai oleh Tuhan.

    Hasilnya:


    • 1 Petrus 2: 5
      2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

      Hasil pertama: kita menjadi batu hidup, artinya kita hidup dari kemurahan Tuhan yang besar, yang tidak bisa dihalangi dan dibatasi oleh apapun, bahkan tidak bisa ditiru oleh siapapun. Tidak usah takut!

      "Orang lain hanya bisa berkata: Kok bisa? Jangankan orang lain, kita sendiri juga hanya berkata: Kok bisa? Kami hamba Tuhan juga begitu. Saya menyampaikan firman seperti guru saya: 1...2...3. ada hamba Tuhan datang kepada saya: 'Om, saya belajar seperti om, pakai 1..2..3, tetapi isinya apa aku tidak bisa. Om kok bisa?': 'Kalau aku tahu caranya, aku kasih tahu, aku juga tidak tahu.' Ada lagi yang tanya: Lima kali ibadah persekutuan kok bisa berupa rangkaian? Saya juga tidak tahu, kalau saya tahu, saya kasih rumusnya. Salah satu om saya yang sudah meninggal, lain lagi: Dari awal ayat, menutupnya kok pas, oh ada bukunya itu. Buku yang mana? Tidak ada bukunya. Semua hanya kemurahan Tuhan. Saya sendiri juga berkata: Kok bisa? Saudara nanti juga akan mengalami. Orang lain bilang: Tidak bisa, tetapi jadi: Kok bisa? Itulah kemurahan Tuhan yang tidak bisa dibatasi oleh logika dan dihalangi apapun. Tidak usah takut! Yang penting kita sungguh-sungguh hidup benar, menjadi imam yang suci dan dalam urapan, ditambah dengan setia dan dapat dipercaya. Tuhan yang menghargai kita, bukan manusia; tidak ada yang bisa menghalangi, bahkan tidak bisa ditiru. Tidak usah takut nanti disaingi. Tidak akan bisa ditiru!"

      Sebelum kenal Yesus, Petrus hanya tidak bisa menangkap apa-apa, lalu ia ditolong Yesus, dan dipakai Tuhan menjadi penjala manusia. Tetapi setelah itu ia kembali menjadi penjala ikan. Akibatnya ia bukan hanya gagal, tapi gagal ditambah dengan telanjang. Tetapi masih ada kemurahan Tuhan.


    • Hasil kedua: menjadi batu indah, artinya hidup kita indah di hadapan Tuhan.
      Hati-hati! Kalau tidak suci, akan jadi bangkai lagi, mulai dari mulutnya kering. Kalau tidak suci, tidak akan ada urapan--mulutnya kering; perkataan sia-sia, dan akhirnya tidak setia dan tidak dapat dipercaya. Habis, hanya menjadi bangkai.

      Sudah indah, pertahankan, jangan kembali jadi bangkai!
      Yudas Iskariot sudah indah dan berharga hidupnya--ia seorang rasul, salah satu batu dasar Yerusalem baru--, tetapi diganti Matias. Ia sudah berharga, tetapi kembali menjadi bangkai.

      Kisah Rasul 1: 16-20
      1:16. "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
      1:17.
      Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
      1:18.
      --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
      1:19.
      Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--.
      1:20.
      "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.

      'Dahulu ia termasuk bilangan kami'=> saya selalu doakan untuk apa yang Tuhan percayakan. Om Pong berpesan: Kalau masih ada Lempin-El, kamu sungguh-sungguh. Jadi saya berdoa selalu untuk lulusan Lempin-El. Dulu begitu semangat sampai diangkat Tuhan, tetapi jangan sampai terjadi 'Dahulu ia termasuk bilangan kami', sekarang sudah tidak lagi.

      Yudas terikat oleh perkara kecil yaitu uang, sehingga ia kehilangan kesucian, berarti kehilangan urapan, kesetiaan, dan tidak dapat dipercaya.
      Akibatnya: jabatannya dialihkan kepada orang lain; Yudas telanjang, perutnya terbelah, dan isi perutnya terburai--sama seperti bangkai yang tidak berharga sama sekali.


    Tadi, hati-hati dengan kebenaran! Kalau tidak benar lagi, akan jadi bangkai lagi; campur baur dengan kutukan; menjadi tidak berharga lagi--hidup dan matinya tidak berharga.
    Kemudian, sudah jadi imam, jangan sampai dilepas. Jangan tidak melayani lagi! Jangan pikir-pikir untuk menjadi imam dan raja sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan!
    Mari melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan. Jangan sampai dilepas dan dialihkan kepada orang lain! Kalau dialihkan pada orang lain, ia pasti telanjang, perutnya pecah, dan isi perutnya terburai--menjadi bangkai yang tidak berharga, dan hanya dibinasakan selamanya. Tuhan tolong kita semua.

    Inilah burung nasar. Kalau hari-hari ini kita mendengar bunyi sangkakala yang terus menyucikan, kita akan menjadi burung nasar, yaitu kehidupan yang menantikan kedatangan Tuhan. Sekarang terbang ke gunung yang tinggi, sampai gunung Yerusalem baru; mempelai wanita sorga. Tuhan mengangkat kita terutama bangsa kafir.

    Ciri burung nasar adalah mengerumuni bangkai. Bangkai menunjuk pada bangsa Israel yang memberontak, bangsa kafir, bahkan Yesus--saat Ia mati di kayu salib. Yesus menjadi bangkai untuk menolong bangkai-bangkai supaya berharga, yaitu selamat--hidup benar; hasilnya: berharga dan dipagari--, kemudian menjadi imam dan raja--berharga dan hidup menjadi indah.


  3. Proses ketiga pengangkatan bangsa kafir lewat kurban Kristus: kurban Kristus mengangkat kita menjadi mempelai wanita sorga.
    Matius 15: 21-28
    15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
    15:22.
    Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
    15:23.
    Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
    15:24.
    Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
    15:25.
    Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
    15:26.
    Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    15:27.
    Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
    15:28.
    Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

    Tirus dan Sidon= daerah kafir.
    'domba-domba yang hilang dari umat Israel'= ada umat Israel yang memberontak--jadi bangkai.
    'melemparkannya kepada anjing'= bangsa kafir sama seperti anjing dan babi--perkataan dan perbuatan dosa--; kalau mati hanya menjadi bangkai.
    'remah-remah roti'= pembukaan firman dan kurban Kristus.

    Tanpa remah-remah/kurban Kristus/firman, nasib bangsa kafir hanya kerasukan setan.
    Tandanya:


    • Nikah dan buah nikah hancur--perempuan ini tidak disebutkan janda, tetapi tidak tahu di mana suaminya padahal anaknya sakit parah.
    • Sangat menderita; letih lesu, susah payah, berbeban berat, dan pahit getir hidupnya.
    • Hidupnya seperti anjing dan babi--hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      Hati-hati dengan perkataan sia-sia--seperti anjing--, dan perbuatan dosa sampai puncaknya dosa--seperti babi.

    • Kemustahilan.
    • Sampai menjadi sama dengan antikris--anak setan--yang akan dibinasakan selamanya.


    Itulah keadaan bangsa kafir tanpa kurban Kristus dan pengajaran.
    Oleh sebab itu bangsa kafir harus menerima remah-remah roti--pembukaan firman dan perjamuan suci; tidak bisa hidup oleh apapun di akhir zaman.

    Hati-hati! Di mana ada pembukaan firman dan perjamuan suci, ada dua kemungkinan yang terjadi:


    • Seperti Yudas Iskariot.
      Yohanes 13: 26-27
      13:26. Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
      13:27.
      Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

      Yudas tidak menghargai pembukaan firman dan perjamuan suci.
      Akibatnya: kerasukan setan--nasibnya sama seperti bangsa kafir sekalipun ia rasul, umat pilihan Tuhan yang berharga di hadapan Tuhan; menjadi anjing/bangkai yang tidak berharga. Ini bisa terjadi pada bangsa Israel kalau tidak menghargai pembukaan firman dan perjamuan suci, apalagi bangsa kafir.

      Jangan sembarangan menerima perjamuan suci! Harus dengar dulu firman pengajaran, kemudian mengoreksi diri sesuai dengan pengajaran, baru menerima perjamuan suci.

      "Ada orang bertanya pada opa van Gessel: Anak kecil boleh makan perjamuan suci?: Boleh, asalkan selama firman ditertibkan yang baik, baru dia bisa menerima perjamuan suci. Kalau waktu firman kita mengantuk dan lain-lain, bahaya. Harus sungguh-sungguh sampai bisa mengoreksi diri, setelah itu baru menerima perjamuan suci."


    • Seperti Yohanes.
      Yohanes 13: 23
      13:23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

      Yohanes menghargai pembukaan firman dan perjamuan suci, sehingga ia bisa bersandar di dada Yesus--(Yohanes 21: 20; terjemahan lama: 'Maka berpalinglah Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka ialah yang tatkala perjamuan malam bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"')--; tidak terpisah dari Tuhan.


    Tadi, Yudas tidak menghargai, akibatnya ia menjadi sama dengan perempuan Kanaan sebelum menerima remah-remah roti; sama dengan bangsa kafir yang menjadi anjing dan babi--bangkai.
    Sebaliknya, bangsa kafir yang menghargai firman dan perjamuan suci, akan menjadi sama dengan Yohanes--mengalami pengangkatan dari anjing jadi domba yang dikasihi Tuhan; umat pilihan Tuhan yang dikasihi Tuhan, yang juga bisa bersandar di dada Tuhan.

    Matius 15: 27
    15:27. Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

    Apapun keadaan kita malam ini--gagal, hancur dan lain-lain--, asalkan ada sikap menghargai pembukaan firman, menguji diri, dan menghargai perjamuan suci, kita bisa menjadi domba yang dikasihi Tuhan, dan bersandar di dada Yesus; berada dalam pelukan tangan kasih kemurahan Tuhan yang besar; kita menjadi seperti bayi dalam pelukan tangan Tuhan.

    Bagaimana bisa semudah itu? Karena semua kenajisan, kegagalan dan sebagainya sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib.
    Itulah keuntungan kita memiliki Yesus.

    Mempelai wanita Tuhan adalah sama seperti bayi yang jujur/tulus mengaku apa adanya; kita hanya berserah dan berseru kepada Tuhan menghadapi badai lautan dunia dan sebagainya di dunia.
    Hasilnya:


    • Yohanes 21: 20-23
      21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
      21:21.
      Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
      21:22.
      Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
      21:23.
      Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

      Hasil pertama: hidup mati kita ada di dalam tangan kasih dan kemurahan Tuhan.
      Artinya: tangan kasih dan kemurahan Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita di tengah ketidakberdayaan kita, kesulitan dunia, sampai nanti antikris berkuasa, bahkan sampai hidup kekal.

      Kita hanya berusaha, tetapi di balik itu semua harus ada tangisan bayi; berseru dan berserah kepada Tuhan. Usaha kita hanya satu hasta, selanjutnya tangan Tuhan yang bekerja untuk menjangkau ke depan.
      Tidak usah takut! Yang penting kita percaya, bertobat, dan hidup benar--kita sudah dipagari--, kemudian menjadi imam dan raja--batu hidup dan batu indah--, dan selanjutnya menjadi bayi-bayi--kita dipeluk, hanya menangis kepada Tuhan.


    • Hasil kedua: tangan kasih kemurahan Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu yang kita perlukan sekalipun mustahil, dan menyelesaikan masalah kita tepat pada waktunya.


    • Hasil ketiga: tangan Tuhan memberi masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya.

    • Hasil keempat: tangan kasih Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia--mempelai wanita yang tidak bisa diganggu gugat. Kita menjadi hak sepenuh dari Mempelai Pria Sorga--milik Tuhan selamanya. Kita duduk bersanding dengan Dia di takhta Yerusalem baru selamanya.

Hargai kurban Kristus! Tuhan akan memberi kemenangan; semua selesai; yang mustahil menjadi tidak mustahil bagi kita.
Semua Dia lakukan untuk kita lewat kurban-Nya di kayu salib. Jangan ragu-ragu, serahkan semua kepada Dia malam ini!
Masa depan, pelayanan, nikah, kesehatan dan lain-lain, Dia yang bekerja dan berperang untuk kita.

Sehancur dan segagal apapun bangsa kafir--hanya seperti anjing dan babi, bahkan bangkai--; tak berharga, semua sudah ditanggung di atas kayu salib. Kita hanya berseru kepada Dia, dan Dia yang berperang ganti kita. Sebaliknya, yang sudah berhasil, tetap hargai kurban-Nya, tetap serahkan hidup dalam tangan-Nya.
Tahbisan, nikah, pekerjaan, masa depan, kesehatan dan lain-lain alaskan di atas kurban-Nya. Yang buruk sudah Dia tanggung, yang baik dan indah Dia berikan kepada kita. Yakinlah, tidak ada yang mustahil bagi Dia. Biar sudah gagal dan hancur, masih ada kurban-Nya, masih ada kasih dan kemurahan-Nya untuk melakukan yang terbaik dan terindah bagi kita.

Kalau suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, jangan kecewa dan putus asa. Di kayu salib Dia ditinggal sendiri. Kalau kita seorang diri, sudah tepat, kita hanya percaya dan berharap kepada-Nya; kita berada dalam tangan kasih kemurahan-Nya. Tuhan yang berperang ganti kita, sampai kita menjadi mempelai-Nya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top