English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 06 April 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil...

Ibadah Kunjungan Semarang II, 15 September 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 5:17
5:17 Tetapi Ia berkata kepada...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 12 Februari 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 4:18-31 adalah tentang Musa harus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 November 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 merupakan judul atau kata pengantar.
Wahyu...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Agustus 2017 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda ibadah doa di...

Ibadah Raya Malang, 26 Agustus 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-17
7:15 Karena itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Mei 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 5:38-48, adalah tentang

Ibadah Raya Malang, 27 Oktober 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 adalah Judul/ Kata Pengantar.

Wahyu...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 20 November 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15 menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Markus 15:1-20a adalah permulaan penderitaan...

Ibadah Raya Surabaya, 23 November 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 28 -> sikap gereja Tuhan untuk menantikan kedatangan Yesus kedua kali,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 2 Februari 2012 (Kamis Sore)
PENATARAN IMAM DAN CALON IMAM III

Matius 26:57-68 adalah tentang "SAKSI dan...

Ibadah Doa Surabaya, 16 November 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 01 Maret 2011 (Selasa Pagi)
Kebenaran hanya di dalam Firman dan di dalam Tuhan. Siapapun yang berbicara tetapi tidak sesuai Firman, bukanlah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:26-28
14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Januari 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4-5; menunjuk pada peti dari tabut perjanjian (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 17 Januari 2016).
Tabut perjanjian terdiri dari 2 bagian:

  1. Keluaran 25: 17-18
    25:17. Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
    25:18. Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.

    Bagian pertama: tutup pendamaian; terbuat dari emas murni dengan 2 kerub dari emas murni.

    Kerub I: Allah Bapa/Tuhan.
    Tutup pendamaian dengan percikan darah: Allah Anak/Yesus yang disalibkan.
    Kerub II: Allah Roh Kudus/Kristus.

    Jadi, tutup pendamaian adalah TUHAN Yesus Kristus dalam kemuliaan (sekhinah glory) sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.


  2. Keluaran 25: 10-11
    25:10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
    25:11. Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

    Bagian kedua: peti dari tabut perjanjian; terbuat dari kayu penaga, yang disalut dengan emas murni luar dan dalam

    Kayu= manusia daging yang rapuh; hancur; binasa.
    Kayu penaga berwarna hitam= hitam menunjuk pada dosa sampai puncaknya dosa.
    Kayu penaga juga keras, artinya keras hati.

    Jadi, kayu penaga adalah manusia daging yang berdosa dan keras hati, yang menuju kehancuran dan kebinasan selama-lamanya.
    Kayu penaga ini disalut dengan emas murni--zat ilahi--, yaitu firman, Roh Kudus, dan kasih Allah pada bagian luar dan dalam sehingga tidak kelihatan lagi kayunya.
    Artinya: manusia darah daging yang berdosa, yang disalut dengan emas murni--zat ilahi; TUHAN Yesus Kristus--sampai menjadi sempurna seperti Dia; kita menjadi mempelai wanita sorga atau peti perjanjian adalah manusia darah daging yang berdosa dan keras hati, yang mengalami PEMBAHARUAN sampai menjadi sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga.

    Yang menjadi mempelai wanita bukan malaikat, melainkan manusia darah daging yang berdosa, tetapi yang mau disalut dengan emas murni.

Jadi, mempelai wanita sorga--manusia darah daging yang mau diubahkan menjadi sempurna seperti Yesus--adalah takhta TUHAN di bumi.
Tabut perjanjian terdiri dari dua bagian: tutup dan peti. Tutup letaknya di atas peti.
Tutup--Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja--berada di atas peti, sehingga peti ini merupakan takhta-Nya. Dalam Wahyu 4, bicara tentang takhta sorga, tetapi kita terlebih dahulu bicara tentang takhta TUHAN di bumi--kita semuanya.

Jika Yesus datang kembali kedua kali, maka terjadi pertemuan antara Mempelai Pria dengan mempelai wanita--tutup pendamaian dengan peti perjanjian--di awan-awan yang permai. Sesudah itu, kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selama-lamanya.

Jadi, kita lebih dulu menjadi takhta TUHAN di bumi--menampung pribadi TUHAN di bumi--, setelah itu saat TUHAN datang kembali, tutup dengan peti bertemu dan tidak terpisah lagi.

Sekarang, mari kita menjadi takhta TUHAN di bumi, baru bisa sampai di takhta sorga. Caranya: harus mengalami pembaharuan.

Proses pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia sempurna seperti Yesus:

  1. 1 Petrus 1: 23-25
    1:23. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
    1:24. Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
    1:25. tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

    Proses pertama: pembaharuan oleh firman Allah yang kekal--makanan rohani yang kekal.

    Kalau manusia di bumi hanya makan rumput--padi, gandum (suku rumput-rumputan)--maka hidupnya seperti rumput yang kering dan terbakar selamanya, sekalipun ia kaya, pandai, hebat dan sebagainya.

    Oleh sebab itu, manusia di dunia selain makan rumput untuk kebutuhan jasmani, juga harus makan firman Allah, supaya mengalami pembaharuan hidup sampai hidup kekal--sama seperti firman yang adalah kekal.
    Kita bersekolah, bekerja, semuanya tujuannya untuk membeli atau makan rumput--dapat ijazah, uang untuk membeli rumput (padi). Tetapi kalau hanya makan rumput dan tidak makan firman, tidak ada artinya--hanya binasa dan dibakar.

    Sebab itu, gunakan kesempatan untuk makan firman, supaya mengalami pembaharuan sampai mendapatkan hidup kekal selamanya!

    Di dalam rumah TUHAN, gunakan untuk makan firman sebanyak-banyaknya--jangan dibatasi waktu.
    Karena itu, TUHAN berkata: 'Semua buah pohon di taman ini boleh kau makan dengan bebas.' Kalau firman bebas, itulah urapan Roh Kudus. Kalau saat menyanyi bebas, tetapi mendengar firman tidak bebas, itu daging. Mari, menikmati firman dengan bebas pada malam hari ini--tidak terbatas oleh apapun.

    Itu sebabnya setan mempengaruhi Hawa sampai menghilangkan kata 'bebas' ('semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya.'). Ini yang dipakai oleh hamba TUHAN--hamba TUHAN terkena suara ular juga--: 'Jangan banyak-banyak; jangan keras-keras; jangan lama-lama.'

    Rasul Paulus mengajarkan 2 macam pemberitaan firman:


    • Efesus 1: 13
      1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

      Yang pertama: injil keselamatan; firman penginjilan; susu; kabar baik, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali di dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa; injil keselamatan memanggil orang-orang berdosa, supaya percaya Yesus dan diselamatkan.

      Bukti selamat--tidak dihukum--:


      1. Percaya ('ketika kamu percaya'): iman kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat lewat mendengar firman Allah.
        Seperti Abraham mendengar firman--bukan melihat--, sekalipun tidak tahu tempat yang dituju.

        Jadi, saat-saat mendengar firman seperti sekarang ini, bisa dipastikan orang ini selamat atau tidak. Kalau tidak mau mendengarkan firman, berarti tidak ada iman. Kalau saat mendengarkan firman bosan/mengantuk, maka keselamatannya diragukan.


      2. Bertobat: berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dosa.
      3. Baptisan air.
        Baptisan air yang benar: orang yang sudah mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga keluar (bangkit) dari dalam air bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru--hidup sorgawi; langit terbuka--, yaitu HIDUP DALAM KEBENARAN. Tidak mau lagi yang tidak benar.

        Kalau kita sudah makan firman, maka akan bertumbuh; cepat atau lambat akan percaya, bertobat, baptisan air--tidak usah disuruh-suruh lagi.

        Kalau mempertahankan yang daging (contohnya, berdebat soal memakai helm), berarti tidak makan firman. Kalau masih berani menyetir kendaraan tanpa SIM, berarti tidak makan firman. Kalau makan firman, pasti mau benar.
        Hidup benar= selamat.


      4. Baptisan Roh Kudus ('dimeteraikan dengan Roh Kudus')--diurapi sampai dipenuhi Roh Kudus: kita menjadi senjata kebenaran.

        Kalau sudah makan--kenyang--, kita melayani; kita beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar. Kalau makan firman, pasti setia dan benar.
        Senjata kebenaran adalah hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang melayani TUHAN dengan setia dan benar.

        Kalau seorang gembala tidak setia dan benar, berarti ia tidak makan. Gembala yang seharusnya memberi makan, tetapi dia sendiri tidak makan, bagaimana? Harus setia! Tidak usah terlalu berdebat, tetapi kita lihat praktiknya--makan firman atau makan rumput.
        Kalau hanya makan rumput saja, tidak mengurus lagi soal kebenaran, tetapi yang diutamakan hanya hal-hal jasmani.
        Contoh: menipu untuk mendapatkan uang; menyontek supaya nilainya bagus.

        Tetapi kalau makan firman, pikirannya yang rohani--ingin hidup benar dan ingin berguna bagi TUHAN (menjadi hamba kebenaran). Hasil makan firman, yaitu bertumbuh terus.

        Banyak orang mengatakan: Kita bertumbuh, padahal belum hidup benar. Hidup benar dulu, baru bertumbuh.

        Amsal 10: 2-3
        10:2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
        10:3.
        TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

        Segala sesuatu yang kita peroleh dari dunia--harta, ijazah dan sebagainya--, tidak ada gunanya jika tidak benar, bahkan membuat sengsara.
        Tetapi kalau hidup benar, hasilnya:


        1. Semua selamat ('kebenaran menyelamatkan orang dari maut').
        2. kita tidak menderita kelaparan--diberkati TUHAN pada waktu-Nya. Kalau sudah hidup benar, tetapi belum diberkati, tunggu waktunya TUHAN; lanjutkan dan jangan berputus asa.

          Sudah percaya lanjutkan dengan bertobat; sudah bertobat lanjutkan dengan baptisan air; sudah baptisan air lanjutkan dengan baptisan Roh Kudus; sudah hidup benar lanjutkan dengan melayani TUHAN. Baru, setelah itu ada jaminan dari TUHAN. TUHAN tidak pernah menipu kita.


      Sudah selamat dan diberkati, kita masih dipanggil. Tetapi banyak yang dipanggil, sedikit dipilih. Kita harus berjuang dari dipanggil menuju dipilih, sebab banyak yang gugur.
      Contoh: Israel keluar dari Mesir 603.550 orang--sudah selamat; keluar dari perbudakan--, tetapi yang masuk Kanaan hanya 2--Yusak dan Kaleb--, yang lain gugur di padang gurun. Oleh sebab itu, ada makanan kedua.


    • 2 Korintus 4: 3-4
      4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
      cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Kabar baik harus dilanjutkan kepada kabar mempelai ('banyak dipanggil, sedikit yang dipilih').

      Yang kedua: cahaya injil tentang kemuliaan Kristus; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; makanan keras; kabar mempelai, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan dan mengubahkan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Dia--menjadi mempelai wanita sorga.

      Injil kemuliaan memilih orang-orang yang sudah selamat untuk disucikan dan diubahkan sempai sempurna, sama mulia seperti Yesus; kita menjadi mempelai wanita sorga.

      Kita harus makan makanan keras, terutama dalam ibadah pendalaman Alkitab. Kalau sudah lama ikut Yesus, harus makan makanan keras, jangan susu terus (bisa abnormal).

      Ibrani 4: 12-13
      4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
      4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

      Inilah pedang firman; tajam pertama untuk menyucikan/memotong dosa-dosa dan tajam kedua untuk mengubahkan, mulai dari hati.

      Sasaran pedang firman adalah hati pikiran kita--pusat kehidupan rohani kita.
      Hati pikiran = meja hati; meja kehidupan kita.

      Markus 7: 21-23
      7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
      7:22.
      perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
      7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

      'pembunuhan' = kebencian.

      Pada meja roti sajian ada 12 roti, tetapi kalau hati pikiran tidak disucikan, maka di atasnya ada 12 dosa.
      Hati pikiran jahat berisi 12 keinginan jahat dan najis yang membuat hamba TUHAN/pelayan TUHAN tampil seperti anjing dan babi--hidupnya membabi buta--bahkan seperti setan.
      Petrus pernah seperti setan. Ini harus disucikan.

      Jika firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua menyucikan hati pikiran kita dari 12 keinginan jahat dan najis, maka hati pikiran diisi dengan 12 roti--dibagi menjadi dua masing-masing 6 roti sesusun; 66 buku dalam alkitab; firman pengajaran yang benar--, sehingga kita tampil sebagai hamba TUHAN/pelayan TUHAN (domba-domba) yang TAAT dengar-dengaran. Ini yang dicari oleh TUHAN.

      Kalau SUCI pasti taat; kalau taat pasti suci. Tidak bisa dipisahkan.
      Kalau tidak taat, akan telanjang seperti Adam dan Hawa--begitu mereka makan buah yang dilarang, mereka telanjang.

      'Siapa yang mendengarkan firman-Ku dan melakukannya, dialah orang bijaksana yang mendirikan rumah di atas batu karang' artinya: kalau taat dengar-dengaran dan suci, kita menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang tahan uji; seperti rumah dibangun di atas batu karang--tidak rubuh oleh angin, banjir, dan hujan--sehingga bisa beribadah melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita, sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali kedua kali.
      Kalau tidak taat, akan berhenti ditengah jalan.

      "Saya sudah menyaksikan bagaimana sesepuh-sesepuh kita dalam kabar mempelai. Mereka melayani TUHAN sampai garis akhir--meninggal dunia. Ini yang benar, yaitu taat dan suci. Semoga garis akhir kita, sampai TUHAN Yesus datang kembali kedua kali, sebab kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi. Mari kita berdoa. TUHAN akan tolong kita semuanya. "

      Yang penting adalah taat dan suci, dan kita tidak akan rubuh sampai TUHAN datang kembali.
      Tadi pembangunan rumah di atas batu karang--pembangunan tubuh Kristus--mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir jadi satu.

      Jadi, ketaatan dimulai dari yang kecil dulu, yaitu dari dalam nikah:
      Kolose 3: 18-20
      3:18. Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.
      3:19. Hai
      suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
      3:20. Hai
      anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.


      1. Mulai dari isteri--karena dulu Hawa yang tergoda terlebih dahulu. Ini penentunya.
        Isteri tunduk kepada suami dalam segala hal.
      2. Suami mengasihi isteri seperti diri sendiri dan jangan berlaku kasar.
      3. Anak-anak taat kepada orang tua.


      Kalau dalam nikah ada ketaatan, maka semua akan indah pada waktu-Nya.


    Inilah pembaharuan oleh firman. Tadi, kalau kita menerima firman penginjilan--hidup benar; menjadi senjata kebenaran; melayani dengan setia dan benar--, maka semua SELAMAT DAN DIBERKATI PADA WAKTU-NYA. Ini masih harus ditingkatkan lagi.

    Kalau sekarang menerima kabar mempelai, maka kita disucikan dan bisa taat dengar-dengaran, sehingga SEMUA INDAH PADA WAKTU-NYA. Mulai dari rumah tangga. Kalau rumah tangga belum, mana bisa dalam pengggembalaan.

    "Kalau Lempin-El Kristus Ajaib dipercaya TUHAN menjadi seorang gembala, harus mulai dari rumah tangga dahulu. Kalau bertengkar terus dalam nikah rumah tangga, bagaimana bisa menjadi seorang gembala? Jadi, mulai dari ketaatan dalam nikah rumah tangga. Anak-anak gembala perhatikan, harus taat supaya menjadi indah."

    Sampai yang terindah, kita menjadi mempelai wanita TUHAN, saat Yesus datang kembali ke dua kali.

    Jangan hanya makan rumput saja. Kuliah, bekerja dengan keras, silahkan, tetapi lanjutkan makan firman, supaya semuanya selamat dan diberkati pada waktunya. Tunggu waktunya TUHAN. Yang penting kita hidup benar; menjadi hamba TUHAN yang benar.

    "Saya mulai belajar menjadi hamba TUHAN dan diizinkan tidak makan. Tetapi terus saja hidup benar, nanti semuanya diberkati dan bisa makan. Setelah itu disucikan pedang firman dan taat, semua mulai manis, indah pada waktunya. Rumah tangga dan pelayanan menjadi indah; hidup menjadi indah; semuanya indah pada waktunya. Rasakan sungguh-sungguh. TUHAN menolong kita."


  2. Matius 17: 1-2
    17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
    17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka;
    wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    Proses kedua: pembaharuan lewat doa penyembahan.

    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging atau penyaliban daging--seperti naik ke gunung: susah, capek dan sebagainya--, sehingga kita mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Dagingnya disalib atau dirobek, Yesusnya muncul.

    Ini berbeda dengan doa permohonan, yang fokusnya adalah sesuatu yang kita butuhkan. Contohnya: doa untuk makan, ujian, pekerjaan dan sebagainya. Tetapi kalau doa penyembahan, fokusnya adalah pribadi TUHAN; kita memberikan--bukan meminta--segala pujian, kehormatan, dan kemuliaan kepada Dia apapun keadaan kita. Biarpun dalam keadaan sakit; tidak punya uang, kita tetap bisa menyembah TUHAN, karena fokusnya adalah pribadi TUHAN.

    Kalau daging dibakar, asap yang berbau harum yang muncul.

    Pembaharuan di sini dimulai dari wajah.
    Sekarang kita belum sempurna, tetapi sudah ke arah pembaharuan menjadi mempelai wanita--takhta TUHAN di bumi. Takhta TUHAN artinya kita hidup benar dan menjadi senjata kebenaran. Kalau sudah menjadi takhta, semuanya selamat dan diberkati.
    Lalu meningkat, pembaharuan oleh pedang menjadi taat dan suci, maka semuanya indah pada waktunya--takhta itu indah.

    Sekarang, takhta adalah pembaharuan yang dimulai dari wajah, yaitu wajah menjadi berseri-seri; di atas takhta wajahnya berseri-seri:


    • Kejadian 4: 4-5
      4:4. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
      4:5. tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan
      mukanya muram.

      Wajah muram harus diubahkan. Kain berwajah muram karena hatinya panas--iri dan benci tanpa alasan--, karena pelayanan Habel diterima oleh TUHAN, tetapi pelayanan Kain ditolak.
      Kain membunuh Habel= sekarang berupa membunuh karakter lewat fitnah, menjelek-jelekkan, menggosipkan dan sebagainya.
      Kalau benci dan iri hati, pasti mukanya muram. Banyak kata sia-sia; gosip, fitnah dan sebagainya.

      Mari, biarlah wajah muram diubahkan jadi wajah berseri-seri. Kita hati-hati dalam nikah rumah tangga dan pelayanan!

      Wajah berseri-seri= selalu mengucap syukur kepada TUHAN (kalau belum diberkati dan sudah diberkati, selalu mengucap syukur) dan berfellowship dengan yang berhasil.

      "Kalau keluarga kita diberkati, dekati untuk belajar (bukan meminta). Jangan dimusuhi. Begitu juga dalam pelayanan. Saya beruntung ikut fellowship yang benar. Dulu, saya berellowship dengan Pdt Pong Dongalemba. Senang sekali. Kalau menemukan pokok yang benar, kita tinggal menempel dan nikmat sekali melayani TUHAN. Kita mendapat bagian berkatnya juga.
      Dulu pertama kali di Malang, susah juga. Minggu, selasa dan kamis tidak imbang jemaatnya. Sebelum saya menjadi gembala saya pernah disuruh khotbah pada ibadah doa penyembahan. Saya datang hari Minggu, lumayan (100 orang lebih). Doa penyembahan kira-kira 40 orang. Saya bilang: 'Sedikit ya' (karena saya bandingkan dengan Pdt Pong). Yang mengantar saya, marah: 'Ini sudah banyak.' (biasanya 10 orang). Saya pikir, kalau saya dipilih di sini, ini bukan kehendak TUHAN (buktinya hanya sedikit). Akhirnya dengan fellowship, bisa semakin naik. Jangan iri, tetapi berfellowship sampai TUHAN memberkati kita juga. Kaki kiri maju, ikuti, pasti satu waktu kaki kanan juga maju.
      "

      Buang iri, benci tanpa alasan dan perkataan sia-sia (membunuh karakter). Itu seperti Kain yang membunuh, wajahnya pasti muram. Kalau wajahnya muram tidak mungkin berada di takhta.


    • 1 Samuel 1: 15-18
      1:15. Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.
      1:16. Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama."
      1:17. Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya."
      1:18. Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan
      mukanya tidak muram lagi.

      Wajah ibu Hana selama ini muram, karena Penina--madunya--yang sudah mengandung, melahirkan anak, tetapi Hana mandul. Artinya: dalam keadaan stress, depresi karena masalah nikah dan buah nikah.

      Masalah nikah dan buah nikah ini berat sekali, sampai wajahnya muram terus.
      Tadi Kain muram karena masalah berkat-berkat TUHAN dan pelayanan (pemakaian TUHAN). Jangan iri hati dan benci.
      Wajah muram harus berubah menjadi berseri, yaitu kalau kita banyak menyembah TUHAN; mencurahkan isi hati kepada TUHAN; kita mengaku apa adanya kepada TUHAN dan mohon belas kasih TUHAN, karena kita tidak mampu berbuat apa-apa. Di situ wajah kita akan berseri. Kalau sudah diserahkan, semua menjadi urusan TUHAN dan wajah kita menjadi berseri-seri.


    • Lukas 24: 17-21
      24:17. Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
      24:18. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"
      24:19. Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
      24:20. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
      24:21. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.


      '
      Yesus berkata kepada mereka' = dua orang murid ke Emaus.
      'Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi' = Yesus sudah mati, tidak ada harapan lagi.

      2 murid Yesus berwajah muram karena kecewa/putus asa saat menghadapi masalah-masalah yang mustahil.
      Kita juga banyak masalah (keuangan, penyakit dan sebagainya). Mari malam ini diubah jadi wajah berseri. Ini adalah pembaharuan.

      Kita kecewa/putus asa karena kita berharap kepada manusia atau yang lain--bukan berharap TUHAN. Malam ini diubahkan, kita percaya dan berharap sepenuh hanya kepada Yesus, sehingga wajah kita bisa berseri. Serahkan semua kepada TUHAN!


    Jadi, lewat DOA PENYEMBAHAN, kita mengalami WAJAH BERSERI-SERI PADA WAKTUNYA. Inilah pembaharuan menjadi takhta--di atas takhta wajah kita berseri-seri.

    Inilah pembaharuan, dari manusia daging menjadi manusia rohani--yang jelek menjadi baik semua. Tadinya dihukum, lalu diselamatkan, diberkati, hidup benar, dan menjadi senjata kebenaran. Tadinya tidak indah--kacau, lalu ditusuk pedang, mulai taat dan suci--mulai dari rumah tangga--, sehingga semua menjadi indah pada waktunya.

    "Nasihat guru dan gembala saya, kalau ada orang yang tidak indah hidupnya, dan hancur-hancuran adalah bawa untuk mendengar firman. Kalau mau ditusuk pedang--disucikan, diubahkan dan taat dengar-dengaran--semua menjadi indah pada waktunya."

    Kalau tidak ada pedang, tidak indah, tetapi kacau. Seperti Salomo saat menghadapi 2 perempuan sundal, sudah kacau dan bertengkar. 2 perempuan sundal masing-masing memiliki anak, tetapi salah satu anaknya mati, sedangkan anak yang masih hidup diperebutkan. Ini masalah buah nikah. Tetapi begitu Salomo keluarkan pedang, semua selesai dan indah pada waktunya.

    Hari-hari ini, kita banyak menyembah TUHAN dan wajah akan berseri-seri pada waktunya. Di Kitab Ayub: seperti burung rajawali, sarangnya ada di atas bukit. Kalau ia bertelur, ia juga mengganti bulunya--bulunya baru. Sudah punya telur--anak, tetapi masih kelihatan baru--kelihatan muda lagi. Orang yang menyembah TUHAN juga begitu, wajahnya berseri-seri terus, lebih hari lebih muda wajahnya.


  3. Proses ketiga: pembaharuan lewat percikan darah--sengsara daging karena Yesus; sengsara daging bersama Yesus; sengsara daging tanpa dosa; salib.

    Bentuknya macam-macam: karena ibadah; karena pengajaran benar; karena berkorban (waktu, tenaga dan sebagainya); karena berpuasa; karena doa semalam suntuk; karena doa malam, difitnah dan sebagainya. Termasuk sengsara dalam perasaan, seperti Yesus diludahi dan dihina di kayu salib.

    1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kita diizinkan mengalami percikan darah, supaya Roh kemuliaan ada di dalam kita--Roh Kudus dicurahkan atas hidup kita.

    Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    Yesus rela mengalami percikan darah, yaitu sengsara sampai mati di kayu salib, bangkit dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita (bangsa Israel dan kafir). Kalau Ia tidak mati--tidak mengalami percikan darah--, Ia tidak bangkit dan naik ke sorga, sehingga tidak ada Roh Kudus. Kalau Yesus tidak mengalami percikan darah, bangsa kafir tidak mendapat Roh Kudus--kalau bangsa Israel masih ada minyak urapan (zaman Taurat) dari minyak zaitun dan rempah-rempah.

    Untuk menerima Roh Kudus, syaratnya adalah kita juga harus mengalami percikan darah--sengsara daging bersama Yesus. Inilah timbal baik. Harus ada sengsara daging. Jangan salah! Minyak urapan hanya untuk bangsa Israel dan sudah digenapkan di loteng Yerusalem--Yesus naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada siapapun; untuk semua bangsa--bangsa Israel, termasuk kita bangsa kafir.

    Kalau minyak urapan hanya untuk orang Israel asli. Seperti hukum Taurat, hanya untuk bangsa Israel. Kalau Israel, bekerja dulu (6 hari kerja), baru sabat (hari ke-7). Sabat bagi kita adalah sabat dalam Roh Kudus (setiap saat sabat). Kalau bagi kita, sabat dulu, baru bekerja. Sudah berbeda, karena sudah digenapkan oleh TUHAN. Ini bedanya. Kalau memberitakan firman tidak dalam pengajaran, hanya mengambil sebagian-sebagian. Kalau pengajaran, mengambil utuh semuanya, bukan hanya mengambil sebagian saja.

    Kalau hanya mengambil sebagian, misalnya mengatakan: 'Ibadah harus hari sabat, itu Taurat.' Tetapi kalau soal minyak urapan, dipakai. Padahal itu Taurat juga.
    Sebab itu, firman harus diterangkan dengan ayat-ayat--harus diterangkan secara utuh.

    Kita harus rela mengalami percikan darah, supaya Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Kita rela mengalami nyala api siksaan. Tetapi, jangan khawatir! Semakin besar nyala api siksaan yang kita terima, maka semakin kuat urapan Roh Kudus yang kita terima; semakin nyata pemakaian TUHAN; semakin limpah berkat TUHAN yang kita terima; semakin besar kemuliaan TUHAN yang kita terima. Ini rumusnya. Jangan iri lagi seperti Kain. Kalau tidak mau percikan darah, ada orang lain lebih dipakai, nanti iri lagi seperti Kain terhadap Habel.

    Jangan takut salib hari-hari ini! Kita tidak mati sekalipun berpuasa; kita tidak tidur juga tidak mati--doa malam untuk TUHAN.

    "Kalau kita tidak makan karena sibuk, malah kena sakit maag. Tetapi kalau tidak makan tidak minum karena berpuasa, malah sakit maagnya sembuh. Saya tidak tahu caranya. Ada Lempin-El sakit beri-beri (kakinya bengkak). Dikasih obat apapun tidak bisa. Saya suruh puasa saja. Sembuh. Ada juga yang sakit maag. Puasa, jangan takut, TUHAN tolong dan sembuh."

    Kisah Rasul 2: 1-4
    2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
    2:3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4. Maka
    penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    'tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api' = kalau kita terkena nyala api siksaan, maka ada lidah-lidah nyala api.

    Berbahasa Roh= menyembah TUHAN dengan keluhan yang tak terucapkan, bukan lagi bergosip. Kita mohon kepada TUHAN ,supaya kita mengalami peningkatan dalam pemyembahan: 'Haleluya Yesus', sampai Roh Kudus menguasai kita--lidah kita bisa berbahasa Roh seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus--bukan diajarkan oleh manusia.

    Roh Kudus membaharui kita--mujizat terbesar--dari manusia daging menjadi manusia rohani, mulai dari lidah kita. Lidah dibaharui menjadi:


    • jujur--berkata benar, terutama soal TUHAN/pengajaran yang benar; jujur dalam mengaku dosa; jujur dalam tahbisan yang benar; jujur dalam nikah yang benar.


    • kemudian, lidah bisa bersaksi---bukan bergosip. Kalau kita bertemu orang tidak mau bersaksi, pasti bergosip. Tidak mungkin tidak. Dari bergosip bisa jadi fitnah dan lainnya.


    • lidah sampai menyembah TUHAN--percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN.


    Kita JUJUR DAN PERCAYA kepada TUHAN. Inilah pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita. Kalau kita mau mengalami nyala api siksaan, maka lidah kita dibaharui. Jika sudah jujur dan percaya kepada TUHAN, maka mujizat jasmani juga terjadi, SEMUA AKAN SELESAI PADA WAKTUNYA.

    Semoga ini menjadi pengalaman. Jujur--buka semuanya, terang-terangan--, dan percaya, pasti kemuliaan TUHAN (Roh kemuliaan) datang.

    Contohnya:


    • Yohanes 11: 39-40
      11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu:
      Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      'Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati' = mau disimpan-simpan busuknya = tidak jujur.

      Lazarus yang mati 4 hari, dibangkitkan--mujizat jasmani terjadi. Artinya: semua selesai pada waktunya. Yang mustahil menjadi tidak mustahil.

      Marta dan Maria gambaran dari kaum muda. Mari, jujur dan percaya, maka yang busuk dipulihkan kembali.


    • Markus 9: 23-24
      9:23. Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
      9:24. Segera ayah anak itu berteriak: "
      Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

      "
      Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" = jujur.

      Seorang ayah menghadapi anaknya yang sakit ayan atau gila babi--narkoba, sakit jasmani-rohani dan sebagainya. Belum tentu anaknya saja yang salah. Tetapi ayahnya juga belum percaya.

      Sekarang, ayah dari anak ini jujur--mengaku apa adanya--, dan percaya--dulu tidak percaya; lebih percaya orang, tetapi sekarang percaya dan hanya berharap TUHAN. Akhirnya, anaknya sembuh seketika itu juga. Nikah buah nikah mengalami mujizat juga.


    • Janda Sarfat punya sedikit tepung dan minyak. Lalu nabi datang. Ia jujur--'mau membuat roti, dimakan, setelah itu kami mati.' Tetapi nabi berkata: 'Buatlah untuk TUHAN dulu.' Lalu Ia percaya--membuat roti untuk TUHAN terlebih dahulu. Akhirnya, tidak habis-habis sampai 3,5 tahun.


    Jujur dan percaya, maka kemuliaan TUHAN juga berlaku untuk jasmani kita; mujizat jasmani juga terjadi, yaitu semua selesai pada waktunya. Ini pembaharuan.

    Kalau manusia daging dibaharui oleh firman penginjilan, maka kita bisa hidup benar dan menjadi senjata kebenaran--semuanya selamat dan diberkati. Kemudian, ditusuk pedang sehingga menjadi suci dan taat--semua indah pada waktunya.

    Kalau mau dibaharui, semua akan mengarah pada yang lebih baik--bukan ke arah yang jelek. Kembali pada kebenaran, ketaatan dan kesucian!

    Kemudian naik ke gunung--banyak menyembah--, maka wajah berseri. Lalu jangan ragu-ragu mengalami percikan darah, sehingga lidah dibaharui menjadi jujur dan percaya--semua selesai pada waktunya.

    1 Korintus 15: 50-51
    15:50. Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
    15:51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia:
    kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

    Tanpa pembaharuan, kita tidak akan bisa masuk surga.


    '
    kita tidak akan mati semuanya'= ada hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang meninggal dunia, tetapi ada yang hidup sampai TUHAN datang kedua kali. Keduanya sama--ada dalam kemurahan TUHAN. Mati atau hidup tidak penting, yang penting adalah selama hidup mengalami pembaharuan. Setiap langkah-langkah hidup kita adalah langkah-langkah pembaharuan; langkah mujizat sampai garis akhir; sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali.

    Mulai malam ini, biarlah setiap langkah-langkah kita adalah langkah pembaharuan, yaitu kita hidup benar--langkah hidup kita harus benar. Contoh: langkah ke sekolah benar--tidak menyontek, ke kantor harus benar--tidak korupsi. Ini langkah mujizat. Mujizat jasmani juga terjadi sampai garis akhir.

    Hidup benar--semua selamat dan diberkati--, hidup taat dan suci--semua indah pada waktunya--, menyembah TUHAN--semua wajah berseri--, dan masuk dalam percikan darah, kita jujur dan percaya--semua selesai pada waktunya. Inilah langkah-langkah mujizat.

    Dan jika Yesus
    datang kembali kedua kali, terjadi mujizat terakhir: kalau meninggal akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan; kalau hidup sampai TUHAN datang, akan diubahkan dalam tubuh kemuliaan seperti Yesus--diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia. Keduanya menjadi satu tubuh yang sempurna; menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai. Kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga untuk selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top