English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan Penataran IV Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Juni 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Doa Malang, 17 Juli 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Matius 27 dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Oktober 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 November 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Februari 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 September 2014 (Senin Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Jumat Agung Malang, 22 April 2011 (Jumat Sore)
Matius 26:6-13 adalah tentang PERSIAPAN PASKAH.

Matius 26:7,12
26:7...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 20 September 2015 (Minggu Malam)
Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan...

Ibadah Raya Malang, 06 Desember 2009 (Minggu Pagi)
Markus 10:45, Yesus memberikan 2 teladan dalam pelayanan yang benar: Anak Manusia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Juni 2013 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Mangkutana

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 November 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 25 November 2012 (Minggu Sore)
Tema Ibadah di Ambon

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Raya Malang, 19 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Agustus 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Meja Roti Sajian menunjuk pada kehidupan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Februari 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 2-3
9:2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
9:3. Dan dari asap itu berkeluaranlah
belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

Kita belajar tentang lobang jurang maut; sama dengan lobang yang tak terduga dalamnya.
Wahyu 20: 1-3
20:1. Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;
20:2. ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,
20:3. lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

Lobang jurang maut adalah tempatnya setan dengan roh jahat dan najis yang bagaikan belalang dan kalajengking.

Sikap kita terhadap bunyi sangkakala--firman pengajaran yang benar--menentukan arah hidup kita, apakah ke awan-awan permai (terang kemuliaan) atau lobang jurang maut (kegelapan yang paling gelap).

Yohanes 12: 46-48
12:46. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.
12:47. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
12:48. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

'firman yang telah Kukatakan'= firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; sama dengan firman pengajaran yang benar--bunyi sangkakala.

Ada tiga sikap terhadap firman pengajaran yang benar:

  1. Ayat 47= mendengar firman pengajaran yang benar tetapi tidak melakukannya= 10 x 0= 0, artinya hidup itu kosong/hampa dan hancur, bagaikan rumah yang rubuh.
    Mendengar= 10--firman adalah sepuluh hukum--; tidak melakukan= 0.


  2. Ayat 48= mendengar firman pengajaran yang benar tetapi menolaknya= 10 x -1= -10, artinya turun sampai menolak sepuluh kali sama dengan -100, itulah lobang jurang maut (kegelapan, tempatnya setan dengan roh jahat dan najis).
    Mendengar= 10; menolak= -1.

    Jadi kehidupan hamba/pelayan Tuhan yang menolak bunyi sangkakala--firman pengajaran yang benar--sedang masuk ke lobang jurang maut; sedang bergaul dengan setan bersama roh jahat dan najis, sampai binasa di neraka selamanya.


  3. Ayat 46: 'percaya kepada-Ku'= mendengar dan melakukannya--10 x 1= 10, terus melakukan firman sampai 10 x 10= 100, itulah tempat yang terang benderang; tempatnya Tuhan--sorga yang kekal.
    Inilah sikap yang benar hari-hari ini. Kita semakin naik sampai tiba di kota Terang, Yerusalem baru.

    Matius 7: 24
    7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

    Mendengar dan melakukan firman sama dengan membangun rumah di atas batu--selain naik ke tempat terang, juga membangun rumah rohani di atas batu.
    Artinya: dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk terangkat ke awan-awan permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba--terang kemuliaan--, bahkan sampai di Yerusalem baru, kota Terang, kita bersama Tuhan selamanya.

Dari sini bisa disimpulkan, kita harus taat dengar-dengaran; sama dengan kita harus dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, supaya tidak masuk lobang jurang maut bersama setan.
Tinggal pilih! Kalau taat, kita sedang dipakai, kalau tidak taat, kita sedang turun ke lobang jurang maut.

Karena itu perhatikan apa yang kita dengar! Harus mendengar yang benar dulu. Doakan saya, jangan sampai mengajarkan yang tidak benar--mulai dari pintu gerbang sampai tabut perjanjian harus benar; tidak boleh menyimpang sedikitpun. Kalau yang didengar salah--sekalipun hanya selisih satu--, berarti ia sudah menyimpang jauh dan jatuh. Di titik mana ia salah, ia sudah menyimpang, apalagi kalau marah saat ditegor, tidak akan pernah ketemu, ia berada di pihak yang salah.

Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah--sebagai suami, isteri, dan anak--, kemudian penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai; kita sampai di kota Terang, Yerusalem baru, tidak ada kegelapan sedikitpun.
Perhatikan mulai dari nikah!

Kegerakan Roh Kudus hujan akhir dituliskan dalam Kidung Agung 3: 9-11
3:9. Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon.
3:10.
Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,
3:11. puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya
pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

Tandu pengantin berguna untuk membawa mempelai ke pelaminan/pernikahan. Secara rohani: orang yang ditandu bergerak maju, artinya: kehidupan yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, yang siap untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai.
Mari, kita mau dipakai menjadi tandu.

Tandu terbuat dari kayu Libanon.
Hakim-hakim 3: 3
3:3. Yang tinggal ialah kelima raja kota orang Filistin dan semua orang Kanaan, orang Sidon dan orang Hewi, yang mendiami pegunungan Libanon, dari gunung Baal-Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat.

Libanon dihuni oleh orang Filistin, Kanaan, Sidon, dan Hewi, itulah tempat bangsa kafir.
Tandu dari kayu Libanon:

  • Kayu menunjuk pada manusia darah daging yang berdosa.
  • Libanon menunjuk pada bangsa kafir.

Jadi, tandu dari kayu Libanon artinya bangsa kafir yang berdosa--seperti anjing dan babi--bisa dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Tinggal mau atau tidak.
Mari, tandu semua menuju perjamuan kawin Anak Domba.

Tetapi jangan hanya berhenti sampai di sini, nanti orang berdosa tetapi boleh melayani. Salah! Masih ada syaratnya, bukan hanya tandu dari kayu Libanon. Kalau berdosa tetapi melayani, itu sama dengan menandu orang ke neraka. Tanggung jawab!

Syarat melayani: ayat 10:

  • 'Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak'= perak menunjuk pada bangsa kafir yang sudah mengalami penebusan oleh darah Yesus; dilepaskan dari dosa dan kita hidup benar.
    Prosesnya: percaya Yesus, bertobat, baptisan air. Ingat luka kelima Yesus yang mengeluarkan darah dan air--darah menunjuk pada bertobat, air baptisan air.


  • 'Sandarannya dari emas'= salah satu pengertian emas adalah kesucian oleh Roh Kudus lewat baptisan Roh Kudus. Kayu-kayu harus disalut dengan emas.

Di loteng Yerusalem pada hari Pentakosta, baptisan Roh Kudus hanya untuk bangsa Israel asli.
Kisah Rasul 2: 1-4
2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Lalu, bagaimana dengan bangsa kafir?
Kisah Rasul 10: 44-45
10:44. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
10:45. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

Bangsa kafir bisa menerima baptisan Roh Kudus lewat kemurahan Tuhan.

Salah satu tanda kepenuhan Roh Kudus adalah berkata-kata dalam bahasa lain yang diajarkan oleh Roh Kudus, bukan manusia atau siapapun--'mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya'. Tetapi bukan berhenti sampai di sana.

Kita lihat praktik sehari-hari bangsa kafir yang mengalami baptisan Roh Kudus--memiliki sandaran dari emas; memang kayu Libanon tetapi sudah disalut emas, tidak kelihatan lagi kayunya--:

  1. Galatia 5: 16-17
    5:16. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
    5:17. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

    (terjemahan lama)
    5:16. Tetapi demikian inilah kataku:
    Berjalanlah kamu dengan Roh, niscaya kehendak tabiat duniawi tiada akan kamu genapkan.

    Praktik pertama mengalami baptisan Roh Kudus: BERJALAN dengan Roh Kudus.
    Artinya: tidak mengikuti lagi keinginan dan kehendak daging yang menuju lobang jurang maut, tetapi kehendak Roh Kudus yang menuju perjamuan kawin Anak Domba.

    Kehendak Roh Kudus adalah TAAT DENGAR-DENGARAN pada firman pengajaran yang benar.
    Jangan sampai salah! Roh Kudus dan firman tidak akan bertentangan.
    Pilih keinginan Roh, itulah kehendak firman--di dalam Tabernakel, ditunjukkan dengan alat meja roti sajian; ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.

    Kalau kita berjalan dengan Roh Kudus--taat dengar-dengaran pada firman pengajaran--, tidak sulit bagi kita, malah SELALU MERINDU UNTUK BERTEKUN DALAM IBADAH PENDALAMAN ALKITAB DAN PERJAMUAN SUCI.
    Itu buktinya ada Roh Kudus. Ada bahasa roh tetapi tidak mau ibadah, salah.

    Bisa berbahasa roh, silakan, asal benar-benar dari Tuhan dan tidak mengganggu yang lain, tetapi harus dilanjutkan dengan taat pada firman pengajaran yang mendorong kita untuk bertekun dalam ibadah pendalaman alkitab--kita melekat pada Yesus, Anak Allah, sehingga kita terus MENGALAMI PENYUCIAN secara dobel: lahir dan batin sampai satu waktu sempurna seperti Dia.

    Itulah kehidupan yang berjalan dengan Roh Kudus.


  2. Galatia 5: 18-21
    5:18. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
    5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    Praktik kedua mengalami baptisan Roh Kudus: DIPIMPIN oleh Roh.
    Artinya: tidak melakukan perbuatan daging/dosa, tetapi PERBUATAN YANG BENAR DAN BAIK, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Roma 6: 12-14
    6:12. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
    6:13. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
    6:14. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

    'hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana'= sesudah kita terlepas dari dosa, kita menjadi senjata kebenaran, yaitu hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan SETIA DAN BENAR.
    Tadi perbuatannya benar dan baik, setelah itu baru ibadah pelayanannya bisa setia dan benar. kalau ia beribadah melayani dengan setia dan benar, tetapi perbuatannya tidak benar, berarti ia salah.

    Layani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita dengan setia, benar, dan sungguh-sungguh, bukan kebiasaan--ibadah Taurat adalah ibadah kebiasaan. Itu tugas kita, dan kita akan hidup di bawah kasih karunia.
    Hidup di bawah kasih karunia artinya kita bisa hidup di manapun, kapanpun, dan situasi apapun, sampai hidup kekal selamanya.

    Persiapkan ibadah pelayanan kita dengan sungguh-sungguh: mau berkhotbah, menyanyi, main musik sungguh-sungguh persiapannya, terutama dalam menyembah! Kalau tidak,akan jadi sama dengan antikris--'.... seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus.... Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita....'

    Di dalam Tabernakel, ini ditunjukkan dengan alat pelita emas; ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karunia-Nya.

    Jadi, ciri hamba Tuhan yang setia dan benar adalah SELALU MERINDU UNTUK BERIBADAH MELAYANI TUHAN; tidak mau terhalang oleh apapun sampai satu waktu tidak bisa terhalangi. Kita melekat pada Allah Roh Kudus sehingga kita selalu BERKOBAR-KOBAR, DITAMBAH DENGAN TERTIB DAN TERATUR.
    Daging itu lemah, tetapi kalau melekat pada Roh Kudus, akan selalu ada api yang membuat kita berkobar-kobar--tidak kering.
    Kalau terlepas dari Allah Roh Kudus akan malas dan kering.


  3. Galatia 5: 22-26
    5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
    5:24. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
    5:25. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
    5:26. dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

    Praktik ketiga mengalami baptisan Roh Kudus: HIDUP oleh Roh Kudus.
    Artinya: MENYALIBKAN DAGING dengan segala hawa nafsu, keinginan, emosi, ambisi, dan tabiatnya, sehingga Roh Kudus menolong kita.

    Tadi berjalan dengan Roh--kita taat; mendorong kita untuk bertekun dalam ibadah pendalaman alkitab, supaya kita terus disucikan--, kemudian dipimpin oleh Roh--tidak berbuat dosa lagi, tetapi berbuat benar dan baik, dan menjadi senjata kebenaran (setia berkobar, tertib, dan teratur).

    Kalau daging disalibkan, Roh Kudus akan dicurahkan untuk mendorong kita selalu menyembah Tuhan--di dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat mezbah dupa emas; ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

    Bukti kita mau dan suka memikul salib--menyalibkan daging--adalah SELALU MERINDU UNTUK MENYEMBAH TUHAN; tekun dalam doa penyembahan. Kita bersekutu erat dengan Allah Bapa sehingga kita MENGALAMI KASIH ALLAH--bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai mengasihi orang yang memusuhi kita.

    Tadi, kalau bergaul erat dengan Anak Allah kita akan disucikan sampai tak bercacat cela; bergaul erat dengan Allah Roh Kudus kita akan selalu setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, ditambah dengan tertib dan teratur; terakhir, bergaul erat dengan Allah Bapa kita akan mengalami kasih, tidak ada kebencian.
    Inilah bukti kita mengikut Tuhan.

    Galatia 5: 26
    5:26. dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

    Mengasihi sesama seperti diri sendiri, buktinya:


    • Tidak gila hormat= tidak merasa diri lebih tinggi dari pada yang lain, bahkan bisa menghormati orang yang lebih rendah. Menghormati orang yang lebih tinggi, gampang, tetapi kita belajar menghormati orang yang lebih rendah.


    • Tidak saling menantang/menyakiti= tidak merasa kuat/hebat tetapi merasa banyak kekurangan dan kelemahan.
    • Tidak saling mendengki= tidak ada iri hati, kebencian.

Kesimpulan: jika kita berjalan dengan Roh, dipimpin oleh Roh, dan hidup oleh Roh, kita akan selalu berada dalam KANDANG PENGGEMBALAAN--Roh Kudus terus menuntun kita ke kandang penggembalaan. Mulai dari halaman Roh Kudus bekerja--lebar halaman Tabernakel adalah lima puluh hasta; angka 50 menunjuk pada Roh Kudus.

Roh Kudus mendorong kita untuk percaya Yesus, bertobat, baptisan air, sampai kepenuhan Roh kudus, kita masuk ruangan suci--selalu berada dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Itulah sandaran dari emas. Memang kita kayu Libanon--bangsa kafir yang berdosa--, tetapi sudah disalut dengan emas murni.

Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal--tidak bisa dijatuhkan dan disesatkan.

Posisi kita dalam penggembalaan adalah seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar; bagi bangsa kafir: seperti keledai tertambat pada pokok anggur yang benar. Ini yang akan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Kejadian 49: 11-12
49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
49:12. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

Bangsa kafir harus tertambat pada pokok anggur yang benar, kalau tidak, akan jadi keledai liar dan keledai jalang.
Kalau tertambat kita akan mengalami penyucian:

  • 'Pakaian'= penyucian perbuatan.
  • 'Mata'= penyucian pandangan.
  • 'Giginya putih seperti susu'= penyucian mulut sampai tidak ada dusta tetapi berkata benar dan baik--jujur: jujur mengakui kesalahan.
    Kalau berbuat dosa kita akan sengsara. Tetapi kalau disucikan kita memang sengsara daging, tetapi bahagia sampai gigi putih.

Kalau disucikan, hasilnya:

  1. Keledai akan dipakai oleh Tuhan menuju Yerusalem= dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--bukan turun ke jurang maut, tetapi naik dan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, sampai Yerusalem baru.


  2. Kalau carang melekat pada pokok anggur yang benar, cepat atau lambat akan berbuah manis, itulah buah-buah Roh Kudus.
    Galatia 5: 22-23
    5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.


    1. Gambar Allah Bapa: kasih, sukacita, damai sejahtera--terang matahari.
    2. Gambar Anak Allah: kesabaran, kemurahan, kebaikan--terang bulan.
    3. Gambar Allah Roh Kudus: kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri--terang bintang.


    Ada terang matahari, bulan, dan bintang, itulah Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Kita ditampilkan seperti perempuan dengan matahari, bulan, dan bintang. Inilah buah kesempurnaan yaitu kita menjadi mempelai wanita sorga.

Mari, sikap kita terhadap firman menentukan kita ke atas atau bawah.
Kita menjadi tandu, banyak yang butuh ditandu untuk menuju perjamuan kawin Anak Domba.
Tandu terbuat dari kayu Libanon, artinya bangsa kafir diikutsertakan, tetapi ada syaratnya yaitu mengalami penebusan dan kesucian dalam Roh Kudus, sehingga kita berjalan dengan Roh Kudus, dipimpin oleh Roh Kudus, dan hidup oleh Roh Kudus. Ini yang membawa kita masuk dalam kandang penggembalaan--keledai melekat pada pokok anggur yang benar untuk disucikan dan ditunggangi Yesus ke Yerusalem, bukan ditunggangi Bileam untuk menuju kutukan dan lobang jurang maut. Kita dipakai dalam kegerakan gempar--kesaksian. Semua bisa kita lalui bersama Tuhan. Kalau Tuhan menunggangi kita, Dia yang bertanggung jawab, dan kita hanya berkata: Kok bisa?

Ini pelajaran juga, kita melayani Tuhan harus sesuai dengan kehendak dan waktu-Nya.
Kalau ranting melekat pasti berbuah manis--buah mempelai.

Tetapi posisi sebagai mempelaipun masih harus hati-hati.
Wahyu 12: 2-3
12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah,
seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Posisi kita yang sudah dipakai Tuhan, disucikan, sampai sempurna--mempelai--justru semakin lemah di dunia--seperti perempuan yang mengandung dah hendak melahirkan (posisi paling lemah dan tak berdaya)--, dan masih menghadapi naga merah padam--sumber pencobaan, dosa dan sebagainya yang negatif.
Jadi semakin disucikan kita akan semakin merasa tidak berdaya, bukan semakin merasa hebat.

Apa yang bisa kita lakukan? Banyak mengeluh dan mengerang kepada Tuhan hari-hari ini. Serahkan kekurangan dan kelemahan kita kepada Tuhan, itu saja.

Hasilnya:

  1. Bangsa kafir sama seperti anjing dan babi--kelemahan terhadap dosa.
    Roma 15: 16
    15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    Hasil pertama: Roh Kudus menolong kita dari kelemahan daging bangsa kafir dalam menghadapi dosa dan puncaknya dosa, sehingga Ia membakar--menyucikan--kita, supaya menjadi harum--kita hidup benar dan suci.

    Kita tidak mampu menghadapi dosa-dosa, biar Roh Kudus yang membakar, supaya kita mati terhadap dosa.


  2. Hasil kedua: Roh Kudus menolong kelemahan bangsa kafir dalam menghadapi pencobaan dan masalah yang mustahil, sehingga tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan.

    Contoh: janda Sarfat. Ia putus asa menghadapi krisis kelaparan--krisis ekonomi. Ia hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak, dia mau buat roti, setelah itu makan, kemudian ia dan anaknya mati. Sudah putus asa.
    Tetapi Roh Kudus membuat bangsa kafir menjadi kuat teguh hati, artinya: tidak kecewa, putus asa apapun yang kita hadapi, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan--jujur dan taat.

    Janda Sarfat ini jujur saat ditanya nabi, ditambah taat untuk membuat roti bagi nabi.
    Jujur dan taat, maka tangan Roh Kudus sanggup menjadikan dari tidak ada menjadi ada untuk memelihara kita secara ajaib.

    Yang penting kita sungguh-sungguh menjadi tandu, bukan menuju lobang jurang maut, tetapi perkawinan. Kita dipakai. Jangan menganggur! Tetapi ada syaratnya: mengalami penebusan dan kesucian oleh Roh Kudus--kita berjalan dengan Roh, dipimpin oleh Roh, dan hidup oleh Roh. Kita dibawa ke dalam kandang penggembalaan, sehingga setan tidak bisa menjamah kita, malah kita disucikan dan dipakai Tuhan, bahkan berbuah manis sampai buah mempelai. Terang semakin naik, bukan gelap.

    Tetapi ingat, posisinya masih sangat lemah--paling tidak berdaya di dunia. Justru semakin disucikan kita akan merasa semakin lemah dan tak berdaya, bukan malah tambah sombong--kalau tambah sombong berarti tidak suci. Jadi pengajaran mempelai bukan membuat kita sombong, tetapi semakin merasa tidak berdaya. Kita hanya mengeluh dan mengerang kepada Tuhan. Dia akan menyelesaikan semuanya.

    Kemudian, anak janda Sarfat ini mati tetapi dibangkitkan, artinya yang mustahil jadi tidak mustahil; semua masalah diselesaikan oleh Tuhan.


  3. Roma 8: 26-28
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Kelemahan kita paling hakiki adalah tidak bisa menyembah. Mungkin ada yang kering malam ini; sudah merasa lemah tetapi tidak bisa menyembah, biar Roh Kudus yang menolong.

    Bangsa kafir hanya seperti kayu Libanon, tetapi Tuhan mau menolong, menebus, dan memakai kita sebagai tandu. Ingat teman, keluarga untuk dibawa datang kepada Tuhan. Jangan ditandu ke lobang jurang maut lewat kebencian, gosip, iri.

    Kegerakan pembangunan tubuh Kristus adalah kegerakan gempar yang positif. Jangan gempar yang negatif seperti ahli Taurat--bergosip--, tetapi serahkan kepada Tuhan.

    Hasil ketiga: Roh Kudus menolong kelemahan bangsa kafir dalam berdoa, sehingga bisa berdoa dengan hancur hati--'dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan'--sampai berbahasa roh.
    Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan Roh kudus untuk mendatangkan kebaikan--'Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan'.

    Jangan ragu! Kalau tangan Roh Kudus bekerja mendatangkan kebaikan, pasti bisa. Semua jadi baik, yang hancur dan buruk jadi baik pada waktunya, semua berhasil dan indah pada waktunya. Sampai kalau Tuhan datang kembali semua sempurna, tidak salah dalam perkataan. Kita naik ke awan-awan dengan sorak sorai: Haleluya, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali--bukan masuk lobang jurang maut, tetapi ada di tempat terang sampai masuk kota Terang, Yerusalem baru bersama Tuhan selamanya.

Ada kelemahan apa hari-hari ini? Ikuti proses untuk dilapisi emas. Roh Kudus mau menolong kita sampai kelemahan terakhir yaitu tidak bisa berdoa.
Kelemahan, kegagalan, kemustahilan, kehancuran, kebusukan, dan kekurangan apapun serahkan kepada Tuhan, biar Roh Kudus yang menolong. Apapun keperluan kita, Tuhan ada.
Bangsa kafir harus melekat pada Tuhan; mengasihi Dia lebih dari semua.

Suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, jangan marah. Tuhan yang tahu. Bangsa kafir mendapat perhatian Tuhan malam ini.
Yang sudah baik, jangan sombong, tetapi tetap dalam tangan Roh Kudus; mengucap syukur, semua karena tangan Roh Kudus. Yang belum berhasil bahkan hancur, masih ada kesempatan. Jangan ragu! Tangan Roh Kudus bisa mendatangkan kebaikan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top