English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 02 Desember 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Natal Kunjungan di Jatipasar, 20 Desember 2013 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 19 Agustus 2015 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 07 Maret 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 14:13
14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu...

Ibadah Raya Malang, 30 Juli 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Raya Malang, 15 Juni 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 12 Mei 2009 (Selasa Siang)
Keluaran 19-24 dalam susunan Tabernakel terkena pada Medzbah Dupa Emas, yaitu persekutuan dalam penyembahan.

Ibadah Doa Surabaya, 05 Juni 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Oktober 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan IV di Tentena-Poso, 25 September 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Natal GPT seJatim, 21 Januari 2010 (Kamis Sore)
Tema: Yohanes 10:10b.

Mengapa Yesus harus datang ke dunia untuk memberi hidup dalam kelimpahan?

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Juni 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang jemaat di Sardis.
Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Raya Malang, 12 Desember 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Februari 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari
suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).

Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah dan menjadi mempelai wanita sorga? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel; masing-masing suku dua belas ribu orang.
Ini yang disebut dengan INTI dari mempelai wanita sorga/tubuh Kristus yang sempurna; nanti di ayat selanjutnya, bangsa kafir merupakan kelengkapan dari mempelai wanita sorga.

Kalau kita baca, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan, tetapi digantikan oleh suku Manasye (anaknya Yusuf).
Mengapa suku Dan tidak masuk? Karena suku Dan berubah dari keturunan Abraham menjadi keturunan ular beludak.
Kejadian 49: 17
49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Kita sudah mendengar bagaimana sifatnya ular dan lain-lain.
Malam ini kita belajar SIKAP HIDUP DARI ULAR.

Kejadian 3: 14
3:14. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

Yesaya 65: 25
65:25. Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.

Sikap hidup ular adalah ular hidup dari debu tanah, artinya hidup duniawi--debu berasal dari dunia.

Praktik hidup duniawi:

  1. Praktik pertama hidup duniawi: pikirannya semata-mata hanya tertuju kepada perkara dunia.
    Hati-hati! Keturunan Abraham menjadi keturunan ular beludak, sekarang adalah gereja Tuhan tetapi hidupnya duniawi--manusia rohani tetapi sikap hidupnya salah.

    Filipi 3: 18-19
    3:18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    3:19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    Ayat 18: 'kerap kali kukatakan kepadamu'= karena itu firman perlu diulang-ulang untuk mengingatkan kita.

    Praktik pikiran tertuju pada perkara dunia:


    • Menolak salib; menjadi seteru salib= tidak mau sengsara daging, terutama dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tetapi selalu mencari yang enak bagi daging. Di dalam ibadah pelayanan mencari hiburan jasmani, sehingga gereja dibentuk menjadi seperti tempat hiburan di dunia, supaya orang senang. Karena itu banyak menggunakan artis-artis yang kita tidak tahu bagaimana hidupnya; tahu-tahu sudah bercerai dan lain-lain.

      Ini adalah hamba/pelayan Tuhan ular; sebenarnya rohani tetapi yang dicari perkara jasmani.

      Yang benar adalah ibadah pelayanan harus ditandai dengan salib, baru mengarah pada sorga.
      2 Timotius 3: 12
      3:12. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

      Kisah Rasul 14: 22
      14:22. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

      Kalau hanya mencari hiburan/kesukaan dunia, akan bersifat duniawi juga.
      Tetapi untuk ibadah pelayanan yang benar kita harus berani membayar harga; sengsara bagi daging, sehingga arahnya jelas--salib adalah jalan sempit tetapi mengarah pada kerajaan sorga, sedangkan hiburan itu jalan lebar. Suasana ibadah bukan suasana dunia, tetapi kerajaan sorga, sampai nanti masuk kerajaan sorga yang kekal.


    • Tuhan mereka ialah perut mereka= ibadah pelayanan hanya untuk mencari kepentingan perut= mencari kemakmuran/berkat jasmani.
      Filipi 3: 19
      3:19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.


    • 'kemuliaan mereka ialah aib mereka'= hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa= tidak ada penyucian--kemuliaan dimulai dari penyucian dan pembaharuan, karena itu harus ada pedang firman.
      Bebas saja, mau berkhotbah sekalipun nikahnya tidak benar, dibiarkan; mau main musik tetapi berbuat dosa, tidak apa-apa, yang penting hebat.

      Termasuk dosa tidak setia. Sekarang sekalipun tidak setia masih diperbolehkan main musik atau berkhotbah.

      Puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan) adalah dosa Babel. Babel adalah pelacur, berarti tidak setia. Mulai dari gembala, tidak setia tidak apa-apa, mau berkhotbah kapan saja boleh--semata-mata hanya dianggap tugas.

      Inilah pengertian kemuliaan mereka ialah aib mereka. Kita harus hati-hati!

      "Dulu saya pernah mendengar kesaksian di satu gereja, saya tidak mengerti juga. Setelah koor, selesai menyanyi, saat firman dia pergi ke luar karena merasa pelayan Tuhan. Sekarang juga begitu, setelah main musik, tidak tahu ke mana."

      Tidak bisa mengalami penyucian karena tidak mengutamakan pedang firman yang menyucikan. Salib dengan pedang adalah satu, tidak mungkin dipisah-pisahkan. Kalau berani pegang pedang, akan berani pikul salib. Kalau tidak mau salib, pasti tidak mau pedang.


  2. Praktik kedua hidup duniawi: mempunyai nafsu yang rendah/nafsu cabul seperti Esau.
    Ibrani 12: 16-17
    12:16. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
    12:17. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

    Mempunyai nafsu yang rendah artinya mengorbankan perkara rohani hanya untuk mendapatkan yang jasmani. Ini sama dengan menjual hak kesulungan--hak untuk menikah (menjadi mempelai wanita dan masuk perjamuan kawin Anak Domba), dan hak untuk mewarisi kerajaan sorga--hanya untuk mendapatkan perkara jasmani.

    Misalnya berdagang. Hanya karena uang seratus rupiah sudah bilang: rugi, padahal sudah untung. Bahaya! Tuhan katakan: apa gunanya kamu memperoleh seluruh harta dunia kalau kamu tidak selamat? Keselamatan/masuk sorga lebih dari semua harta. Gara-gara uang seratus atau berapapun juga, mengapa kita harus korbankan yang rohani?

    Hati-hati, ada cabul jasmani--dosa makan minum, kawin mengawinkan, dan ketidaksetiaan--, tetapi ada juga cabul secara rohani seperti Esau.
    Menjual hak kesulungan= menjual keselamatan dan kerajaan sorga.

    Akibatnya: hidup dalam cucuran air mata, suasana kutukan, letih lesu, berbeban berat sampai di neraka selamanya; tidak bisa diperbaiki lagi.

    Di perjanjian baru, contohnya: Yudas Iskariot.
    Kisah Rasul 1: 18
    1:18. --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

    'tertelungkup'= seperti ular; memeluk bumi; tidak mau melihat sorga, tidak peduli tidak masuk sorga--seluruh hidupnya memeluk bumi. Hanya karena keinginan akan uang, ia menjadi pencuri milik Tuhan--sekarang persepuluhan dan persembahan khusus.
    Akibatnya: perutnya terbelah sehingga seluruh isi perutnya keluar= dipermalukan, tidak ada keindahan, sampai kebinasaan selamanya.

    Jangan mencuri milik Tuhan! Kalau mencuri milik Tuhan, hidup itu tidak akan indah.

    Sikap yang benar adalah seperti rasul Paulus, yaitu ia mau ditelentangkan karena Yesus.
    Kisah Rasul 22: 25
    22:25. Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: "Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?"

    Telentang= melihat ke atas terus. Paulus ini pintar, punya kedudukan, tetapi semua itu ditinggalkan untuk melihat ke sorga; yang di bumi dia tinggalkan, dan dia melihat sorga.
    Ini adalah sikap hidup yang benar dari hamba/pelayan Tuhan yaitu telentang, artinya: membelakangi bumi/debu, dan menghadap langit/Tuhan; hidupnya bergantung kepada Tuhan/sorga.

    Silakan bekerja, tetapi sikap kita adalah tidak mau menjadi ular. Utamakan Tuhan, bergantung sepenuh kepada Tuhan. Pekerjaan, kuliah, gaji, dan semuanya hanya sarana, tetapi Tuhan yang menentukan.

    Praktik telentang:


    • Kolose 3: 3
      3:3. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

      Praktik telentang yang pertama: mengalami kematian bersama Yesus; tidak terpengaruh dunia lagi; tidak ada hubungan lagi dengan dunia; tidak mau bergantung pada dunia.

      Galatia 6: 14
      6:14. Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

      'dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia'= tidak bergantung pada dunia.
      1 Petrus 2: 21-24a
      2:21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
      2:22. Ia
      tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
      2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi
      Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
      2:24a. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
      mati terhadap dosa

      Bukti tidak bergantung pada dunia:


      1. Bertobat; mati terhadap dosa, sampai tidak ada dusta--'tipu tidak ada dalam mulut-Nya'.
        Kalau pandangan kita tertuju pada Tuhan, mari ikuti pengalaman kematian Tuhan.


      2. Ayat 23= tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan.


      Inilah rasul Paulus yang telentang, memandang Yesus yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa; hanya bergantung pada Tuhan, Imam Besar, Gembala Agung, Mempelai Pria Sorga, dan Raja segala raja.

      Orang semacam ini--mengalami kematian bersama Yesus--, ia tersembunyi di dalam darah Yesus, sangat kuat, sehingga tidak bisa dijamah/didakwa/dijatuhkan oleh siapapun. Jangankan dijamah, ditunjuk oleh orang lainpun tidak bisa; bahkan tidak bisa ditunjuk oleh setan.

      Kolose 3: 3
      3:3. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

      Mari, pada kesempatan ini kita mati bersama Yesus: bertobat dan membalas kejahatan dengan kebaikan. Kita tersembunyi di dalam darah Yesus. Jangan takut kalau ada pengalaman kematian bersama Yesus! Kita tidak perlu membela diri saat difitnah dan lain-lain.

      Kalau membela diri/melawan, kita justru keluar dari persembunyian/perlindungan darah Yesus--paling rawan. Saat itulah kita bisa dijatuhkan, dihancurkan, bahkan dibinasakan oleh setan. Hati-hati! Sungguh-sungguh! Jangan membela diri hari-hari ini! Kalau kita benar tetapi difitnah, diam saja, biar Yesus yang membela kita.

      "Satu waktu orang berkata: Gereja di Malang sebentar lagi ambruk--karena katanya saya begini begitu. Saya takut juga, tetapi saya diam, periksa diri apakah salah atau benar. Kalau salah, cepat mengaku, kalau benar, diam saja. Jemaat menelpon saya sampai menangis. Saya katakan: 'Tidak usah menangis, kalau saya salah, tidak usah diapa-apakan akan hancur sendiri, kalau benar, Tuhan yang bela.' Dan puji Tuhan sampai sekarang Tuhan masih membela; bisa membangun lantai tiga dan sebentar lagi mau diperluas."

      Rasul Paulus telentang, menengadah ke atas, dan melihat Yesus yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja, dan Mempelai Pria Sorga. Itu sebabnya ia mau mengalami kematian--tidak ragu--, karena ia tahu ada kemuliaan lewat proses kematian--Yesus mati dulu baru dimuliakan.


    • Kolose 3: 1-2
      3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
      3:2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

      Praktik telentang yang kedua: mengalami kebangkitan--mati dulu bersama Yesus baru bangkit.
      Dalam pengalaman kematian kita sudah dilindungi Tuhan, sesudah itu tinggal menunggu kebangkitan.

      'Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi' => kalau ular, melihat yang di bumi, malah sekarang di dalam ibadah pikiran diarahkan pada perkara dunia--diakui orang dunia kalau manajemennya paling bagus dan lain-lain--, bukan memandang ke atas; tidak lagi memikirkan untuk sama dengan sorga. Yang digembar-gemborkan hanya perkara dunia. Hati-hati!

      Bukti pengalaman kebangkitan bersama Yesus:


      1. 1 Petrus 2: 24b
        2:24b. hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

        Yang pertama: hidup untuk kebenaran dalam segala aspek kehidupan kita; pribadi, nikah, pekerjaan, studi, ibadah benar semua.

        Banyak kali kita salah, mengukur kebangkitan dari perkara jasmani. Belum tentu! Apapun keadaannya, kalau dia hidup benar, itulah kebangkitan.
        Miskin, tidak bisa makan tetapi hidup benar--tidak mau mencuri dan menipu--, itulah kebangkitan. Sebaliknya, mungkin hebat luar biasa, kalau hidupnya tidak benar, itu bukan kebangkitan.

        "Saya selalu ingat karena saat itu saya sampai tidak bisa menutup mulut--karena kagum. Tahun 1991, ada seorang bersaksi menyumbang ratusan juta untuk sebuah gereja--saat itu saya memimpin pujian. Dalam hati: Orang ini hebat, luar biasa. Tetapi waktu lihat dia ditangkap di bandara Halim, saya hanya berkata: ya Tuhan. Itulah, seringkali kita salah, kebangkitan dinilai secara jasmani."


      2. Kolose 3: 1-2
        3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
        3:2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

        Praktik kedua: memikirkan dan mencari perkara di atas di mana Yesus ada, lebih dari perkara di bumi. Ini sama dengan mengutamakan ibadah lebih dari segala perkara di bumi..

        kalau pikiran dan kegiatan kita sudah fokus ke atas pada perkara sorga, kita tidak akan ada lagi kekuatiran akan hidup sehari-hari sampai masa depan. Semua kita serahkan kepada Tuhan; kita bergantung pada Tuhan.

        Matius 6: 31-33
        6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
        6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
        6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

        Kalau hamba Tuhan terus mengarahkan jemaat datang ibadah supaya diberkati secara jasmani, itu berarti sangat kuatir. Tetapi kalau dalam ibadah fokus pada yang di atas, berarti tidak ada kekuatiran lagi, semua jadi tanggung jawab Tuhan.

        'carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya'= utamakan ibadah dan kebenarannya= kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar--berdasarkan firman pengajaran yang benar. Itu urusan kita sekarang, dan yang lain menjadi urusan Tuhan--'semuanya itu akan ditambahkan kepadamu'. Istilah 'ditambahkan' menunjuk pada salib.

        Roma 8: 32
        8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

        Seringkali kita mau kelihatan luar biasa, tetapi tidak sesuai dengan firman--tidak benar--sehingga ditolak. Benar tetapi tidak setia, tidak boleh juga.

        Setia dan benar sama dengan ikat pinggang (kitab Yesaya). Benar tetapi tidak setia atau setia tetapi tidak benar, sama seperti memakai ikat pinggang setengah.

        Salib itu tanda tambah, tidak mungkin minus. Artinya: berkelimpahan; selalu mengucap syukur, bukan dilihat dari jumlahnya. Kalau mengomel, itu minus.
        Biar dia kaya, kalau mengomel terus, minus.

        Hidup berkelimpahan, artinya di saat kita butuh, Tuhan berikan kepada kita, sekalipun mungkin kita tidak punya tabungan. Itu surplus!

        "Waktu saya mau beli tanah di belakang gereja, sungguh-sungguh saya mau jual rumah. Tetapi saat saya membutuhkan, Tuhan kirimkan tepat pada waktunya, sudah beres, tidak usah bingung. Itu namanya surplus--kelimpahan. Untuk bangunan mungkin biayanya lebih besar lagi, saya tenang saja. Pegang ayat ini! Kalau Anak-Nya saja diberikan, masakan yang lain tidak Dia berikan? Yang penting kita telentang, bukan telungkup; setia dan benar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai dengan firman pengajaran yang benar. Yang lain jadi urusan Tuhan."

        Saat kita butuh, Tuhan selalu sediakan bagi kita. Cara Tuhan di luar akal pikiran kita; Dia bisa berbuat apa saja. Seperti menyelamatkan kita, di luar pikiran kita, Dia harus mati terkutuk di kayu salib. Karena itu cara Tuhan menolong seringkali di luar akal pikiran kita. Jangan coba-coba pikir! Serahkan kepada Tuhan, yang penting kita beribadah melayani dengan setia dan benar!


      Inilah pengalaman kebangkitan.
      Kalau dulu, salib digambarkan dengan tongkat; bagaimana Tuhan bekerja dengan tongkat Musa dan tongkat Yakub. Yakub berkata: Dulu aku hanya membawa tongkat, sekarang dombanya banyak.

      Kejadian 32: 10

      32:10. sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan.

      Musa memegang tongkat, dan laut terbelah, kalau dilepaskan, ular yang datang. Kalau kita tidak mau salib lagi; tidak mau sengsara--tidak mau mati, berarti tidak mau bangkit--, kita akan menjadi manusia ular.

      Pengalaman kematian dan kebangkitan dimulai dari baptisan air yang benar. Ini dasarnya!
      Kita mati terhadap dosa, dikuburkan dalam air, dan bangkit dalam hidup baru--Yesus mati juga dikubur, baru bangkit.

      Mengapa kita harus mati dan bangkit dimulai dalam baptisan air bersama Yesus? Supaya mulia bersama Tuhan. Kalau tidak mati dan bangkit, tidak mungkin mulia. Karena itu baptisan air penting!
      Roma 6: 4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air ini dasar/landasannya, untuk mengorbitkan kita pada kemuliaan.
      Harus mati dan bangkit dulu, baru mulia--lewat baptisan air yang benar. Tidak boleh langsung mulia!
      Karena itu ibadah harus ditandai dengan pengalaman kematian lebih dulu; sengsara dulu.

      "Ada kesaksian, bagaimana dulu dari Madura ke Surabaya naik bis, pulangnya sampai jam tiga pagi. Akhirnya diberi mobil. Belum cukup, masih diberi jembatan. Itu di luar pikiran. Yang membuat perjalanan lama adalah penyeberangannya karena masih menunggu kapal. Tuhan memberikan sehingga lumayan enak sekarang."


    • Kolose 3: 4
      3:4. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

      Praktik telentang yang ketiga: mengalami kemuliaan bersama Yesus, yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali.

      Banyak kali kita salah juga, kemuliaan diukur dari yang jasmani. Kalau diukur dari yang jasmani, kita kalah dengan orang di luar Yesus.
      Yang benar adalah kemuliaan Yesus terutama dikaitkan dengan kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

      Bukti pengalaman kemuliaan: mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia roahni--tadi lewat baptisan kita mendapatkan hidup baru; berarti baptisan juga merupakan pembaharuan.
      Jadi kedatangan Yesus identik dengan pembaharuan hidup.

      Kolose 3: 9
      3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

      Permulaan pembaharuan adalah tidak berdusta lagi. Selama masih ada dusta, berarti masih manusia ular.

      Praktik manusia baru:
      Kolose 3: 10-14
      3:10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
      3:11. dalam hal ini tiada lagi orang Yunani(bangsa kafir) atau orang Yahudi(bangsa Israel), orang bersunat(bangsa Israel) atau orang tak bersunat(bangsa kafir), orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
      3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan(1), kemurahan(2), kerendahan hati(3), kelemahlembutan(4) dan kesabaran(5).
      3:13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian(6-- mengampuni dan melupakan).
      3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih(7), sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.


      1. Belas kasihan= tidak menghakimi orang berdosa. Berdosa itu sudah beban, kalau ia terus dihakimi, dia tidak akan kuat.
        Tetapi juga tidak membiarkan dosa.

        Yang benar adalah membawa orang berdosa datang kepada Tuhan, supaya letih lesu dan beban beratnya ditanggung Tuhan. Kalau tidak mau, dibawa dalam doa dulu, kemudian bawa dalam ibadah.

        Ini tugas kita yaitu bersaksi dan mengundang; punya belas kasih kepada orang lain yang menderita karena dosa.


      2. Kemurahan= dermawan= memberi pada sesama yang membutuhkan.
      3. Kerendahan hati= kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau berdosa tetapi tidak mau mengaku, itu sombong. Kalau menghakimi orang lain--menyalahkan orang--, paling sombong, sama seperti setan.
        Kalau Yesus, Ia paling rendah hati karena Ia mengakui dosa-dosa kita.


      4. Kelemahlembutan= bisa menerima firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      5. Kesabaran=


        1. Sabar dalam penderitaan; tidak mengomel, bersungut, dan menyalahkan orang lain, tetapi selalu mengucap syukur. Kalau tidak kuat, pandang kurban Yesus!


        2. Sabar dalam menunggu waktu Tuhan. Kalau belum ditolong, berarti Tuhan masih sibuk dengan kita. Kita harus memeriksa diri lewat ketajaman pedang firman, dan menyerahkan diri kepada Tuhan.


      6. Ayat 13= mengampuni dan melupakan dosa orang lain.
      7. Kasih.


      Inilah manusia baru yaitu sampai memiliki kasih Allah sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan; bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh.


    Hari-hari ini biarlah kita mohon pada Tuhan untuk ikut telentang--pengalaman kematian, kebangkitan, sampai kemuliaan.

    Penampilan manusia baru--seperti pelita menyala--:
    Kolose 3: 15-17
    3:15. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
    3:16. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
    3:17. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.


    • Hidup dalam damai sejahtera--kalau tidak ada terang, akan takut/tidak damai.
      Damai sejahtera= tidak ada ketakutan, kepahitan, kejahatan, kenajisan dan lain-lain--tidak merasakan lagi yang daging rasakan--, tetapi hanya merasakan kasih Allah yang besar.

      Damai sejahtera ini yang sekarang dicari.


    • Perbuatan dan perkataan yang suci, yang bisa dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.
    • Selalu mengucap syukur dalam segala hal, sampai menyembah Tuhan.


    Kita koreksi diri sendiri, apakah sudah ada tanda manusia baru dalam diri kita atau tidak.

    Bagaimana
    kita bisa selalu mengucap syukur kepada Tuhan? Kalau kita ingat kemurahan dan kebajikan Tuhan.
    Mazmur 136: 1-2
    136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    136:2. Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

    Kasih setia= kemurahan.
    Kalau ada sesuatu, tarik nafas dan hembuskan: masih ada kemurahan Tuhan, kita selalu mengucap syukur pada Tuhan.

    Sebaliknya, kalau bersungut-sungut, akan jadi bangkai.
    Bilangan 14: 29
    14:29. Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

    Dari sekian banyak orang Israel, hanya dua orang yang masuk Kanaan gara-gara sepuluh pengintai.
    Bangkai= pemberontak/penjahat; imannya tidak tahan uji, akalnya bobrok.

    Yesaya 66: 24
    66:24. Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

    Bersungut berarti hatinya tidak damai, perbuatan dan perkataannya tidak suci.
    Hati-hati! Di perjanjian lama, bangsa Israel jadi bangkai semua, kecuali dua orang yang masuk ke Kanaan--dari 603.550 orang laki-laki berusia dua puluh tahun ke atas yang keluar dari Mesir, hanya dua orang yang masuk ke Kanaan.

    Bagaimana dengan akhir zaman, dan terutama kita bangsa kafir? Tentu bangkai semua.
    Oleh sebab itu Yesus rela jadi bangkai, supaya kita tertolong oleh Tuhan. Inilah kemurahan dan kebaikan Tuhan.

    Markus 15: 27-28
    15:27. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya.
    15:28. (Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "
    Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.")

    'Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka'= tadi, bangkai adalah kehidupan yang durhaka/memberontak.
    Di atas kayu salib Yesus menjadi bangkai--dianggap orang yang durhaka--, supaya kita yang berbuat dosa tidak menjadi bangkai, asalkan kita mau menghargai kurban Kristus.

    Hari-hari ini biarlah kita menghargai kurban Kristus; kita bisa makan perjamuan suci malam ini. Sungguh-sungguh!

    Matius 24: 27-28
    24:27. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
    24:28. Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

    'seperti kilat memancar'= kedatangan Yesus kedua kali.
    'burung nazar'= kehidupan yang menantikan Tuhan.

    Tuhan mau datang, dan kita seperti burung nazar mengerumuni bangkai hari-hari ini. Ini tugas kita dalam menantikan kedatangan Tuhan kedua kali yaitu kita harus mengerumuni bangkai, sekarang ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Kita disucikan secara dobel: lahir dan batin, sehingga kita selalu mengucap syukur dan menyembah Tuhan; mengulurkan tangan kepada Tuhan; menyerahkan segala kelemahan dan kekurangan kita--bukan kehebatan kita--kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya kepada kita.

    Jangan jadi bangkai! Dia sudah menjadi bangkai! Sejahat apapun kita, kita bagaikan burung nazar mengerumuni bangkai.
    Tuhan segera datang, serahkan kelemahan dan kekurangan secara rohani, dalam nikah rumah tangga, dan jasmani kepada Tuhan!

    Dia sudah hancur menjadi bangkai untuk menolong kita yang lemah. Serahkan semua kepada Dia! Dia akan datang untuk mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya kepada kita semua.

    Hasilnya:
    Mazmur 136: 4
    136:4. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

    Di atas kayu salib Dia rela ditinggalkan seorang diri, supaya:


    • Kita tidak berharap orang lain, tetapi hanya berharap Yesus.
    • Kita tidak pernah ditinggalkan seorang diri apapun keadaan kita, tetapi Yesus selalu bersama kita. Yesus selalu mengulurkan tangan belas kasih kemurahan-Nya untuk:


      1. Menggendong kita yang seperti bayi-bayi.
        Yesaya 49: 14-15
        49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
        49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya,
        Aku tidak akan melupakan engkau.

        Tuhan tidak pernah melupakan kita. Dia menggendong kita, bayi-bayi yang tidak berdaya, untuk memelihara dan melindungi kita yang kecil dan tak berdaya di tengah kesulitan dunia yang besar, sampai zaman antikris berkuasa di bumi. Dia yang bertanggung jawab

        Yang penting kita menjadi manusia baru: selalu mengucap syukur dan menyembah Tuhan.
        Jangan takut! Ingat perjamuan suci, kalau tubuh dan darah-Nya diberikan pada kita, masakan yang lain tidak bisa Dia berikan. Pasti ada jalan keluar, asal kita menjadi manusia baru: ikut pengalaman kematian (bertobat), kebangkitan, dan kemuliaan (pembaharuan sampai selalu mengucap syukur dan menyembah).


      2. Melakukan keajaiban besar bagi kita.
        Apa yang tidak bisa kita pikirkan, Dia bisa melakukan. Dia mengadakan mujizat dari yang mustahil menjadi tidak mustahil.

        Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--kemustahilan tertinggi--, tidak bercacat cela, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Jangan telungkup--seperti ular--, tetapi telentang seperti rasul Paulus.
Ikut pengalaman kematian dan kebangkitan, mulai dari baptisan air yang benar. Ini adalah dasarnya. Sungguh-sungguh menghadap Tuhan.

Kemudian kemuliaan--keubahan hidup--, sehingga kita selalu damai, suci, mengucap syukur dan menyembah Dia; menyerahkan segala hal kepada Dia. Dia seorang diri di kayu salib sudah cukup. Kita tidak akan menjadi bangkai tetapi sempurna seperti Dia, karena Dia sudah menjadi bangkai.

Dia sanggup mengulurkan tangan-Nya untuk memeluk kita; memelihara, menghangatkan, membahagiakan, dan melakukan keajaiban besar bagi kita. Apa saja yang sudah tidak bisa dipikir, serahkan kepada Dia!
Seperti bayi, jangankan menanggung, berpikirpun tidak bisa. Ini ujian bagi kita, mau lihat siapa. Rasul Paulus melihat Tuhan seorang diri, kita juga melihat Dia seorang diri.

Yang sudah berhasil jangan sombong, tetapi tetap mengucap syukur; semua bukan karena diri sendiri, tetapi karena Dia sudah menjadi bangkai. Kita tidak menjadi bangkai, malah ditolong dan dipermuliakan bersama Tuhan.
Kalau tidak ada yang memperhatikan kita, tidak ada yang bisa menolong kita, jangan marah. Dia seorang diri bisa melakukan apa saja bagi kita.

Sembah Dia! Mata hanya memandang kepada Dia, mulut hanya berseru kepada Dia seorang diri, dan tangan hanya diulurkan kepada Dia. Masalah apa saja malam ini, serahkan kepada Tuhan! Mungkin tidak ada yang tahu, kesempatan kita dengan Dia yang seorang diri.

Tuhan tidak membiarkan kita jadi bangkai--kehidupan yang binasa di neraka--, Dia tidak membiarkan kita seorang diri, Dia tidak membiarkan kita menderita dalam kemustahilan. Tuhan akan mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya; ada keajaiban besar di tengah kita. Dia sudah menyerahkan hidup-Nya, kita juga menyerahkan hidup kita kepada Dia.

Jangan ragu! Serahkan semua kepada Dia sampai kita pulang dengan hati damai. Semua sudah dipeluk Tuhan, tinggal Dia yang melakukan keajaiban besar bagi kita. Bukan hanya sampai di dunia, tetapi sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga; sekarang pandangan ke sorga, dan nanti kita duduk bersama Dia selamanya. Jangan melepaskan Tuhan, dan jangan dilepaskan Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top