English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 13 Januari 2016 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus

Supaya tidak menjadi batu sandungan, tetapi menjadi batu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Agustus 2017 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Toraja III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:...

Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:9
7:9 Kemudian dari pada...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Agustus 2012 (Sabtu Sore)
bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah

Lukas 2:1-20 adalah tentang kelahiran Yesus.
Lukas 2:8-20 berjudul "Gembala-gembala". Jadi,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Oktober 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kitab Wahyu terdiri dari 22 pasal dan 405 ayat,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Agustus 2019 (Sabtu Sore)
Dari rekaman ibadah kaum muda remaja

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 10: 1-16 => menunjuk...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 06 September 2011 (Selasa Siang)
Keluaran 31:12-17 mengenai HARI SABAT.

Bersamaan dengan pembangunan Tabernakel dan pemilihan Bezaleel...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Oktober 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session 3 (Doa Penyembahan) Malang, 21 Oktober 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 28 'SIKAP DALAM MENANTI KEDATANGAN YESUS KE DUA KALI'

...

Ibadah Raya Malang, 04 November 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 adalah tentang 7 percikan darah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Oktober 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32-35 menunjuk nubuat yang ke-6 yaitu nubuat tentang pohon ara/ Israel.

Matius 24:32-33, pohon ara...

Ibadah Raya Malang, 12 Juni 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:14-16   Pengkhianatan terhadap Anak Domba Paskah.

Yudas Iskariot mengkhianati Yesus sebagai...

Ibadah Doa Malang, 05 Maret 2020 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 November 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:5-25 adalah berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis

Lukas 1:13-17
1:13...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Maret 2014 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Sorong.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Februari 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 13-16

1: 13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
1: 14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
1: 15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
1: 16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Penampilan pribadi Yesus dalam 4 keadaan yang sebenarnya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014):

  1. Wahyu 1: 13 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Imam Besar (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014).
  2. Wahyu 1: 14 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja segala Raja (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 23 Februari 2014).
  3. Wahyu 1: 15 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil.
  4. Wahyu 1: 16 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga.
    Suami/mempelai pria itu kepala, istri tubuh, Kepala dan tubuh tidak terpisah selamanya. Ini puncak penampilan Yesus. Kita bersatu dengan Dia selamanya.

Kita masih berada pada bagian kedua (ayat 14)
YESUS TAMPIL DALAM KEMULIAAN SEBAGAI RAJA SEGALA RAJA

Wahyu 1: 14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

Tanda penampilan Yesus sebagai Raja segala raja:

  1. 'Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah',
  2. 'mata-Nya bagaikan nyala api'.

Malam ini, kita masih mempelajari tanda pertama ('Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah') (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 23 Februari 2014).
Penglihatan Rasul Yohanes di Pulau Patmos (melihat penampilan Yesus) sama dengan yang dilihat oleh nabi Daniel.

Daniel 7: 9
7: 9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

'Yang Lanjut Usianya'= pribadi Yesus sebagai Raja segala raja yang duduk di takhta Kerajaan Surga.

Pengertian 'rambut putih':
Amsal 16: 31
16: 31 Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.

Secara jasmani: orang yang sudah tua (mendapat panjang umur) jika hidup dalam kebenaran, akan sangat dihormati dan sangat indah hidupnya.
Sebaliknya, sekalipun berambut putih/sudah tua tetapi berbuat dosa (mencerai-beraikan), maka tidak berharga dan binasa = diturunkan ke dunia orang mati.

1 Raja-raja 2: 5-6
2:5 Dan lagi engkau pun mengetahui apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya, apa yang dilakukannya kepada kedua panglima Israel, yakni Abner bin Ner dan Amasa bin Yeter. Ia membunuh mereka dan menumpahkan darah dalam zaman damai seakan-akan ada perang, sehingga sabuk pinggangnya dan kasut kakinya berlumuran darah.
2:6 Maka bertindaklah dengan bijaksana dan janganlah biarkan yang ubanan itu turun dengan selamat ke dalam dunia orang mati.

Tetapi sebaliknya, jika seperti Yoab = diberi panjang umur tetapi untuk berbuat dosa (membunuh) dan mencerai-beraikan (zaman damai ada pembunuhan), maka akan diturunkan ke dunia orang mati = tidak dihormati, tidak dihargai, hanya untuk binasa selamanya.

Roma 16: 17
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka.

Mencerai-beraikan= sekalipun sudah tua, tetapi kalau mengajarkan ajaran lain, kita harus menghindari (tidak ber-fellowship/tidak bergaul), bukan memusuhi. Sebab dia sedang turun ke dalam kebinasaan.

Secara rohani: makhota yang indah/makhota kebenaran yang didapat pada jalan kebenaran, seperti yang dimiliki oleh Yesus, supaya kita bisa duduk di takhta Kerajaan Surga.

Jadi, kita harus berjuang mulai dari masa kandungan, masa putih rambut kita (tua) sampai garis akhir (meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kedua kali) untuk mendapatkan makhota yang indah/makhota kemuliaan/makhota kebenaran supaya kita bisa duduk di Takhta Kerajaan Surga bersama Yesus selama-lamanya. Inilah perjuangan tertinggi dalam hidup kita.

Roma 3: 9-12, 18
3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Kita harus mendapatkan mahkota kebenaran, tetapi Kenyataan yang ada, semua manusia (baik bangsa Israel maupun bangsa kafir) sudah berbuat dosa mulai dari ujung rambut (pikiran), ujung kaki, sampai perasaan yang paling dalam.

Bagaimana kita bisa mendapatkan makhota kebenaran?

Ada 3 tingkatan kebenaran:

  1. kebenaran karena pengampunan dosa oleh Darah Yesus.
    Prosesnya:
    Roma 10: 10
    10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.


    • Proses pertama: hati percaya/iman kepada Yesus.
      Roma 10: 17
      10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Iman yang benar berasal dari mendengar Firman Kristus/Firman yang diurapi Roh Kudus. Jadi, jika kita mendengar Firman Allah dalam urapan Roh Kudus, maka Roh Kudus membuat kita bisa mendengar Firman sungguh-sungguh, sehingga mengerti Firman, sesudah itu percaya dan yakin pada Firman Allah= Firman Allah menjadi iman dalam hati.


    • Proses kedua: mulut mengaku Yesus = mulut mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan sesama (horisontal) => kayu salib.
      1 Yohanes 1: 7, 9
      1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
      1:9 Jika
      kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

      Jika mulut sudah mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya, maka Darah Yesus aktif untuk mengampuni (menutupi dosa-d) dan menyucikan dosa kita sehingga kita BERHENTI BERBUAT DOSA dan kembali pada Tuhan = BERTOBAT = dibenarkan oleh Tuhan.


    Roma 2: 4-5
    2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
    2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

    Orang berdosa = menimbun murka Allah.

    Ada 3 sarana untuk bertobat (keadilan Tuhan. Tuhan sudah sediakan sarananya, tinggal kita mau atau tidak):


    • kemurahan Tuhan, yaitu memberikan tubuh daging, jiwa dan roh kepada kita.
      Yesus menebus dosa manusia di kayu salib dalam keadaan tubuh daging.
      Jadi, manusia siapapun bisa bertobat dan perlu bertobat (supaya jiwa dan rohnya bisa kembali pada Tuhan), dan harus bertobat selama masih memiliki tubuh daging (belum meninggal dunia). Tinggal kita mau atau tidak memanfaatkan kemurahan Tuhan.

      Kalau hewan, punya tubuh daging dan jiwa tetapi tidak punya roh, sehingga tidak perlu bertobat.

      Kalau malaikat, hanya memiliki roh, berarti malaikat tidak bisa bertobat. Saat Lucifer berbuat dosa, ia menjadi setan selamanya. Sebab itu, ia mempengaruhi manusia supaya tidak bisa bertobat dan masuk ke dalam neraka.

      Permulaan bertobat adalah tidak berdusta.
      Yeremia 9: 5-6
      9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
      9:6 Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

      Kalau sudah berdusta, maka malas untuk bertobat dan tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat.

      Roma 2: 5
      2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

      Orang yang tidak mau bertobat = dosa ditimbun dosa, dusta ditimbun dusta = menimbun murka atas dirinya sampai murka Allah turun/kebinasaan untuk selamanya.


    • kesabaran Tuhan /panjang sabar Tuhan, artinya:


      1. memberi kita panjang umur.
      2. Yesus belum datang kedua kali.
      3. Tuhan masih selalu memberikan Firman Allah yang menunjuk dosa kita (Firman pengajaran yang keras), menegor dan menasehati kita.
        Kalau ditolak, maka Tuhan memberi kita hajaran, supaya kita bertobat.


      2 Petrus 3: 9
      3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

      Kalau masih ada perpanjangan umur bagi kita dan Tuhan masih belum datang kedua kali,
      maksud utama dari Tuhan adalah supaya kita bertobat. Sebab tanpa pertobatan semuanya sia-sia.

      Jadi, tujuan utama kita hidup di dunia adalah untuk bertobat.


    • kelapangan hati Tuhan (keluasan hati Tuhan), yaitu Tuhan mengampuni dan melupakan segala dosa-dosa kita.
      Hati manusia seringkali sempit, sesuai kondisi, seringkali tidak bisa mengampuni dan melupakan. Kalau kita tidak mau mengampuni dosa orang lain, maka kita yang rugi besar karena kita yang menanggung dosanya dan sama artinya dengan tidak bertobat. Sebab itu, kita harus belajar untuk mengampuni dan melupakan dosa orang lain.


  2. kebenaran karena mengalami kelepasan dari dosa.
    Artinya: sekalipun ada kesempatan, keuntungan, ancaman, aniaya, kita tetap TIDAK MAU BERBUAT DOSA LAGI.

    Prosesnya:
    1 Yohanes 3: 9a
    3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

    Kita harus lahir dari Allah yaitu lewat baptisan air.
    1 Petrus 3: 19-21
    3:19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
    baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Baptisan air yang benar = bahtera Nuh. Jadi, baptisan air yang benar menghasilkan pembaharuan hati yaitu hati nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik.

    Hati nurani yang cenderung jahat yaitu cenderung berbuat dosa (dosa kejahatan dan kenajisan), cenderung mempertahankan dosa = hidup dalam dosa. Pada zaman Nuh, manusia dibinasakan oleh air bah dan pada akhir zaman akan dihukum dengan api dari langit.

    Hati nurani yang baik, yaitu tidak berbuat dosa lagi apapun resiko yang kita hadapi = mengalami kelepasan dari dosa.

    Wahyu 21: 8
    21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Kita harus mengalami kelepasan dari dosa, terutama dari 8 dosa yang menenggelamkan kita dalam lautan api dan belerang/neraka selamanya:


    • penakut = takut pada sesuatu di dunia sampai tidak takut pada Tuhan/melawan Tuhan.
    • tidak percaya/bimbang,
    • keji = jahat,
    • pembunuh = benci,
    • sundal = kenajisan,
    • tukang-tukang sihir = ramalan-ramalan dan dukun-dukun,
    • penyembahan berhala,
    • dusta.


    Praktek sehari-hari mengalami kelepasan dari dosa (seperti 8 orang yang selamat dan masuk bahtera Nuh):
    Kejadian 6: 9
    6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.


    • hidup dalam kebenaran.
      Kalau tidak benar, pasti mengolok yang benar. Seperti Nuh diolok-olok saat membuat bahtera.
    • tidak bercela/jujur = ya katakan ya, tidak katakan tidak.
    • hidup bergaul dengan Allah = SETIA DAN BENAR dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, setia dan benar dalam menyembah Tuhan.


  3. Puncak kebenaran: benar seperti Yesus benar.
    1 Yohanes 3: 7
    3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

    Prosesnya:
    1 Yohanes 3: 9b => kita harus lahir dari Allah lewat baptisan Roh Kudus.
    3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

    Roma 8: 15
    8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Bagaimana sikap orang yang dibaptis Roh Kudus?
    => "Ya Abba, ya Bapa" = Roh Kudus menolong kita untuk TAAT DENGAR-DENGARAN pada kehendak Bapa/Firman pengajaran yang benar sampai daging tidak bersuara lagi apapun resiko yang kita hadapi, seperti Yesus yang taat sampai mati di kayu salib.

    Jika kita taat pada pengajaran benar, maka kita TIDAK DAPAT BERBUAT DOSA LAGI.

    Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah = tidak taat pada Firman.

    1 Yohanes 3: 7
    3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

    Kalau taat pada pengajaran benar sampai daging tidak bersuara lagi, maka kita tidak dapat disesatkan.

Oleh sebab itu, sejak masa kandungan, sampai masa putih rambut/masa tua, sampai garis akhir, kita harus berjuang untuk mendapatkan makhota indah yang didapat dari jalan kebenaran.

Posisi kalau kita hidup benar sampai benar seperti Yesus benar:
Yesaya 46: 3-4
46:3 "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Yaitu berada dalam gendongan tangan kemurahan anugerah dan belas kasih Tuhan.
Kalau kita sudah berada dalam gendongan tangan Tuhan, tetapi mau mendengar ajaran yang tidak benar, kita seperti bayi yang meronta dan bisa jatuh.
Jangan coba-coba tertarik pada sesuatu yang tidak benar, baik dalam bentuk dosa, ajaran tidak benar, ibadah pelayanan yang tidak benar, dll.

Hasilnya:
Yesaya 46: 4
46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

  1. Tangan anugerah Tuhan menanggung kita semua= bertanggung jawab atas mati-hidup kita:


    • mati-hidup kita berada dalam tangan anugerah Tuhan.
    • Tuhan sanggup memelihara dan memberkati kita sampai masa tua kita/sampai anak -cucu dan menjadi berkat bagi orang lain.

      Mazmur 37: 25-26
      37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
      37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.


  2. 'Aku mau memikul kamu', artinya tangan anugerah Tuhan memikul segala letih-lesu beban berat kita, sehingga semua menjadi enak dan ringan. Semua menjadi indah pada waktu-Nya.


  3. 'Aku mendukung, menjunjung kamu sejak dari kandungan', artinya Tuhan meninggikan kita tepat pada waktu-Nya, kita tidak jatuh, tidak gagal, tetapi berhasil dan dipakai oleh Tuhan untuk kegerakan hujan akhir/pembangunan Tubuh Kristus.


  4. 'Aku akan menyelamatkan kamu' artinya tangan anugerah Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sama sempurna seperti Dia (kita benar seperti Yesus benar, suci seperti Yesus suci dan sempurna seperti Yesus sempurna). Kita layak mendapat makhota kebenaran dan layak untuk duduk di takhta Kerajaan Surga selamanya bersama Dia.

Perjamuan Suci adalah sumber kekuatan dan anugerah Tuhan. Jangan hidup di luar tangan anugerah Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top