English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 26 April 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
1 Korintus 7:12-14, kebijaksanaan Rasul Paulus tentang...

Ibadah Doa Malang, 27 Oktober 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Adri Tuju (Gending) Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN...

Ibadah Doa Malang, 11 Januari 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Keluaran 4: Seorang hamba Tuhan/pelayan...

Ibadah Raya Malang, 08 Juni 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16, ada 4 penampilan pribadi...

Ibadah Raya Malang, 29 Maret 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk tujuh kali percikan...

Ibadah Doa Malang, 21 Juni 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15a
7:13. Dan seorang dari...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 23 Desember 2008 (Selasa Pagi)
Seorang hamba Tuhan atau pelayan Tuhan harus berada dalam sistem penggembalaan. Di dalam sistem penggembalaan,...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Agustus 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Meja Roti Sajian menunjuk pada kehidupan...

Ibadah Doa Malang, 22 Maret 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 12-14
7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat...

Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 29 April 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alitab Surabaya, 27 September 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah di...

Ibadah Doa Malang, 25 Agustus 2015 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Markus 9:38-41
9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Juli 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan
keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Kita sudah pelajari tentang 'bersayap enam' (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 17 Juli 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 24 Jul i2016).
Malam ini kita pelajari istilah empat makhluk 'penuh dengan mata'--banyak mata.
Empat makhluk adalah empat pribadi yang pernah hidup di dunia, tetapi sudah terangkat ke sorga.

Supaya bisa terangkat ke sorga, kita juga harus punya banyak mata (dalam pengertian yang rohani).
Keluaran 28: 39a
28:39a. Haruslah engkau menenun kemeja dengan ada raginya,

'ragi'= lubang-lubang.
Salah satu pakaian dari imam besar adalah pakaian putih yang ada raginya.
Jadi, banyak mata mengingatkan kita pada pakaian putih berjala-jala; pakaian putih yang bermata-mata--banyak mata atau lubangnya. Lenan halus itu putih.

Kita sebagai pelayan TUHAN harus punya pakaian putih yang banyak matanya, untuk bisa terangkat ke takhta sorga seperti yang dialami oleh empat makhluk. Empat makhluk terangkat ke sorga karena banyak matanya.

Pakaian putih= pakaian kesucian.
Jubah imam besar sebenarnya berlapis tiga:

  1. Baju efod--kelihatan di luar dan berwarna-warni.
  2. Gamis baju efod--di tengah dan berwarna biru laut.
  3. Pakaian putih yang ada raginya--baju yang berlubang-lubang--; paling dalam.

Pakaian bermata-mata--berlubang-lubang--= pakaian dalam pengaruh urapan Roh Kudus. Roh Kudus itu terang--bagaikan mata yang selalu melihat.

Jadi, pakaian putih bermata-mata sama dengan pakaian kesucian dalam pengaruh urapan Roh Kudus; sama dengan pakaian kemuliaan/putih berkilau-kilau--seperti yang dipakai Yesus di atas gunung. Ini yang harus kita miliki, supaya bisa membawa kita terangkat ke sorga!

Proses menerima pakaian putih bermata-mata--pakaian kesucian dalam pengaruh urapan Roh Kudus--:

  1. Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    'ia' = imam-imam.
    'supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya' = ada kesucian dan ada minyak. Ini seperti pakaian kesucian dalam urapan Roh Kudus.
    Perikop: kudusnya para imam.

    Proses pertama menerima pakaian putih bermata-mata: seorang imam--hamba TUHAN/pelayan TUHAN--harus selalu berada di tempat kudus--ruangan suci--yaitu selalu berada di kandang penggembalaan; sama dengan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Kalau keluar, mati. Jangan keluar dari tempat kudus!


    1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus.
    2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah.
    3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, seorang imam mengalami penyucian secara terus menerus oleh Allah Tritunggal--seperti pakaian yang terus dicuci--, sehingga selalu mengalami urapan Roh Kudus. Ini sama dengan memiliki pakaian putih yang bermata-mata.

    Di luar kandang, telanjang dan mati. Di luar kandang penggembalaan berarti melanggar kesucian (tidak suci), dan tidak ada dalam urapan--kering, telanjang dan mati; binasa selamanya. Sungguh-sungguh serius! Harus berada di kandang supaya memiliki pakaian putih bermata-mata.


  2. Wahyu 7: 13-14
    7:13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
    7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah
    mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

    Proses kedua menerima pakaian putih bermata-mata: jubah putih dicelup dalam darah Anak Domba.
    Artinya: jubah pelayanan harus dicelup dalam darah Yesus.

    Sesudah menjadi imam dan punya jubah pelayanan, harus dicelup dalam darah Yesus.

    Di dalam Tabernakel, ini menunjuk pada percikan darah di dalam ruangan maha suci. Ini juga merupakan kemuliaan atau kesempurnaan. Percikan darah= mengalami sengsara daging bersama Yesus--penyucian terakhir. Contohnya: harus datang ibadah, besok masih ada tugas atau sekolah.

    Sebagai contoh: Yusuf--menunjuk pada gereja mempelai; gereja akhir zaman. Yusuf dilahirkan pada masa tua Yakub--gambaran dari Roh Kudus hujan akhir. Ini adalah kita semua--seperti Yusuf--, sesudah ini tidak ada zaman lainnya lagi

    Kejadian 37: 3
    37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

    Gereja hujan akhir--Yusuf--dilahirkan pada masa tua Yakub--Roh Kudus hujan akhir--mutlak memiliki jubah indah atau jubah pelayanan.
    Artinya: harus menjadi imam-imam dan raja-raja--hamba TUHAN, pelayan TUHAN--harus punya jabatan pelayanan.

    Yakub mengasihi Yusuf bukan diberi uang dan sebagainya, tetapi jubah; bukti Yesus mengasihi kita adalah kita diberi jubah pelayanan. Kita harus menjadi imam dan raja sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita. Inilah bukti TUHAN mengasihi kita.

    "Nanti sesudah baptisan air, mungkin Minggu depannya ada penataran calon imam. Mendapat kesempatan untuk dikasihi TUHAN dan mendapatkan jubah indah."

    Sekali lagi, melayani TUHAN bukan disiksa tetapi dijadikan indah. Mungkin orang mencemooh, tidak apa-apa, tetapi kita dihiasi oleh TUHAN; semua indah pada waktunya. Kalau kaum muda, bagaikan bunga yang sedang mekar pada saat-saat melayani; tetapi kalau tidak mau melayani sampai telanjang, akan layu sebelum berkembang, hidup tidak ada aritnya lagi. Sebab itu kaum muda harus didoakan dan didorong supaya menjadi indah seperti bunga yang berkembang dan satu waktu akan berbuah manis, bahkan sampai buah mempelai.

    Kalau ada bunga, bisa diharapkan. Tetapi kalau sudah tidak mau beribadah melayani, sudah tidak bisa diharapkan--sudah layu sebelum berkembang. Serius! Perlu didoakan sungguh-sungguh kaum muda ini. Kalau tidak mau bersekolah, masih bisa dicarikan jalan (dengan bekerja dan sebagainya). Tetapi kalau sudah tidak mau beribadah melayani TUHAN, sudah tidak ada harapan lagi.

    Sudah punya jubah pelayanan yang indah, belum cukup, masih harus dicelup dalam darah supaya menjadi pakaian putih yang punya banyak mata--seperti empat makhluk yang memiliki banyak mata. Kalau tidak punya banyak mata, tidak bisa sampai ke takhta sorga. Empat makhluk ini sudah menjadi contoh bagi kita semuanya.

    Jadi, terima kasih pada TUHAN, bahwa ke-Kristenan kita tidak abstrak; kerajaan sorga tidak abstrak. Semua sudah ada teladan-teladannya, tinggal baca ayatnya dan ikuti saja.

    Kejadian 37: 31
    37:31. Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

    Jubah yang indah dicelup dalam darah artinya mengalami sengsara daging dalam ibadah pelayanan--itu ujian, sudah benar dan sudah naik tingkat. Kalau naik tingkat, semuanya naik. Kalau merasa sengsara dalam ibadah, teruskan. Kalau berhenti, darahnya akan kececeran. Biarkan saja, nikmati saat jubah dicelup dalam darah.
    Mungkin harus korbankan waktu, tenaga dan lain-lain, belum lagi dihina--seperti Yusuf--, digosipkan, dibenci tanpa alasan, dijual, sampai dipenjara--semua dibatasi dan tidak berdaya lagi. Ini yang kita hadapi.

    Tetapi yang penting adalah Yusuf tidak melawan--berdiam diri. Kalau melawan, ujiannya gagal.
    Karena berdiam diri, pada akhirnya Yusuf dimuliakan--dia menjadi perdana menteri di Mesir; orang nomor dua di Mesir. Bagi kita sekarang, kita memiliki pakaian putih bermata-mata--pakaian kesucian dalam pengaruh urapan Roh Kudus. Dan yang jasmani juga ikut dimuliakan.

Inilah proses menerima pakaian putih bermata-mata.
Yang pertama: masuk penggembalaan untuk disucikan terus menerus dan yang kedua: penyucian terakhir sampai benar-benar putih--percikan darah.
Sebagai gembala atau apa saja, harus ada di kandang penggembalaan dan jubah harus dicelup dalam darah.

Apa yang harus disucikan supaya kita bisa menerima pakaian putih bermata-mata?

  1. Matius 25: 26
    25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

    Yang pertama: noda pada pakaian harus disucikan, yaitu


    • Noda jahat dan malas.
      Noda malas= tidak setia dalam ibadah pelayanan/jabatan pelayanan.
      Amsal 18: 9
      18:9. Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

      'saudara dari si perusak'= saudaranya setan; merusak tubuh Kristus. Sekalipun ia hebat, tetapi kalau tidak setia, ia justru merusak tubuh Kristus--bukan membangun tubuh Kristus. Biar tangan ini kuat, tetapi tidak mau angkat gelas, susah--merusak dan menyusahkan tubuh Kristus.
      Biarpun hebat--khotbahnya, nyanyinya--, kalau tidak setia, tidak ada gunanya.

      Menjadi temannya setan, berarti menjadi musuhnya TUHAN. Hamba TUHAN yang tidak setia adalah musuhnya TUHAN. Luar biasa! Ini harus dicamkan baik-baik. Yang belum melayani, berdoa supaya bisa melayani apapun jabatan yang TUHAN berikan. Yang sudah melayani, harus benar-benar setia.

      Lukas 19: 27
      19:27. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

      'seteru dari raja'= seteru TUHAN.
      Ini tentang perumpaan uang mina. Ada orang yang menyimpan minanya di sapu tangan--tidak setia. Akhirnya minanya diambil dan diberikan pada yang lain.
      Orang yang tidak setia adalah orang yang tidak suka jika Yesus datang kedua kali--menghambat kedatangan Yesus kedua kali; menjadi seteru dari raja/Yesus.

      Yudas 1: 11-12
      1:11. Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
      1:12. Mereka inilah
      noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.

      'Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu' = noda dalam pelayanan.

      Noda jahat= noda Kain, Korah dan Bileam.


      • Noda Kain, yaitu hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang membunuh--membenci tanpa alasan.
        Kejadian 4: 5, 8
        4:5. tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
        4:8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu,
        lalu membunuh dia.

        Pelayanan adiknya diterima TUHAN, tetapi Kain belum diterima--masih diberi kesempatan, masih bisa memperbaiki pelayanan--, tetapi ia membenci tanpa alasan. Ini sama dengan membunuh tubuh Kristus.
        Kalau melayani dengan kebencian tanpa alasan, itu sama dengan membunuh tubuh kristus.


      • Noda Korah, yaitu hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang durhaka.
        Yudas 1: 11
        1:11. Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

        Durhaka= tidak taat dengar-dengaran; melawan kepada TUHAN atau firman TUHAN--TUHAN sebagai orang tua sorgawi--, gembala--orang tua rohani--, dan orang tua jasmani. Bahaya! Kita ingat cerita Korah: bumi membuka mulutnya dan menelan Korah--turun ke bawah.

        Kaum muda, perhatikan! Biarpun hebat tetapi kalau tidak taat, akan turun, bukan naik. Sementara TUHAN punya rencana supaya kita memakai jubah indah sampai terjadi pengangkatan--jangan ragu tergembala dan dicelup dalam darah--, tetapi Korah justru turun--dipermalukan sampai binasa apapun kehebatannya.


      • Noda Bileam, yaitu hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang beribadah melayani hanya untuk mencari upah jasmani--perkara jasmani--sampai mengorbankan perkara yang rohani ('...oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam').

        Banyak contohnya: Esau menjual hak kesulungan; Yudas kehilangan jabatan karena tidak peduli, yang penting dapat yang jasmani.

        Ajaran Bileam sekarang menjadi ajaran palsu, yaitu mengajarkan supaya imam-imam mengejar yang jasmani. Semua diukur dengan uang; bukan dinar lagi. Sebenarnya upah di ladang TUHAN adalah satu dinar--kemurahan TUHAN yang lebih dari apapun dan bisa menembusi apapun, bahkan menembusi kelaparan.

        Dalam Wahyu 6, salah satu hukuman atas dunia adalah terjadi kelaparan. Tetapi sekarang diubah, dinar dijadikan dolar. Hati-hati dengan ajaran Bileam--ajaran yang mendorong pelayan TUHAN beribadah melayani hanya untuk mengejar perkara jamsani--, sehingga kehilangan perkara rohani, sampai kehilangan upah hidup kekal--binasa selamanya.


    • Noda najis--noda yang terjadi di Gibea. Ini dilakukan jemaat, tetapi juga dilakukan oleh hamba TUHAN, imam-imam.
      Hakim-hakim 19: 22-25 => perbuatan noda di Gibea.
      19:22. Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia."
      19:23. Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku,
      janganlah kamu berbuat noda.
      19:24. Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."
      19:25. Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu
      fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu.

      Ayat 22= ini adalah laki-laki dengan laki-laki--dosa Sodom.
      'fajar menyingsing'= kedatangan TUHAN.

      Noda Gibea sama dengan noda kenajisan, yaitu


      • Dosa makan minum--'mereka mengggembirakan hati'--: merokok, mabuk, narkoba.
      • Dosa kawin mengawinkan: dosa percabulan, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pad diri sendiri), nikah yang salah.


      Dosa ini sampai 'fajar menyingsing', artinya mencapai kesempurnaan pada saat TUHAN datang dan akan dibinasakan selamanya--babel. Hati-hati ini benar-benar mengikat! Sidang jemaat hati-hati, imam-imam juga hati-hati! Noda kenajisan ini melanda siapa saja.

      1 Samuel 2: 22
      2:22. Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan,

      Hofni dan Pinehas--imam-imam--, pakaian pelayanannya bernoda kenajisan. Kita harus hati-hati! Pergaulan kaum muda, sesama anak TUHAN, sesama pelayan TUHAN, hati-hati. Di sini jelas, 'dengan perempuan yang melayani TUHAN.' TUHAN tolong kita semua.


    Matius 25: 30
    25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Kalau seorang imam beribadah melayani dengan pakaian yang bernoda--noda jahat, malas, dan najis--, ia tidak berguna sama sekali; ia hanya merusak, membunuh, dan mencemarkan tubuh Kristus.
    Akibatnya: dicampakkan dalam kegelapan yang paling gelap; di sana terdapat ratap dan kertak gigi. Hidupnya benar-benar gelap, tidak ada harapan--layu sebelum berkembang--, tidak ada masa depan yang indah, tetapi yang ada hanya ratap tangis, penderitaan, siksaan, sengsara, sampai binasa selamanya. Ini sudah menjadi imam. Tetapi kalau melayani dengan pakaian yang bernoda, tidak akan berguna dan dicampakkan dalam kegelapan. Serius!

    Yang belum melayani, harus melayani. Tidak ada zaman lain lagi, sekarang adalah zaman akhir--zamannya Yusuf. Bukti Yesus mengasihi kita adalah kita diberi jubah indah. Jubah harus dipertahankan. Di dalam penggembalaan, disucikan terus menerus, tetapi masih harus dicelup dalam darah--penyucian terakhir--supaya tidak ada noda.

    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Kalau mau disucikan dari segala noda lewat penggembalaan dan jubah dicelup dalam darah, maka kita bisa menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang melayani TUHAN dengan SETIA DAN BAIK--perbuatan-perbuatan baik. Ini sama dengan memiliki pakaian putih bermata-mata. Lawan katanya jahat adalah baik; dan lawan katanya malas adalah setia.

    Hasilnya: mengalami kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun--saat miskin, sehat, sakit tetap bahagia--, dan dipakai dalam perkara besar--kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--, bukan membunuh atau menciderai.


  2. Matius 20: 11, 15 => pelayanan di kebun anggur
    20:11. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
    20:15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau
    iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

    Yang kedua: penyucian dari tabiat dosa--ada di dalam.

    Hati-hati! Kebun anggur adalah ibadah pelayanan dalam sistem penggembalaan yang dibina oleh kabar mempelai. Justru banyak tabiat dosa yang tidak baik di sini dan harus disucikan, yaitu:


    • Iri hati.
      Persoalannya sama, yaitu menolak upah satu dinar. Mau dijadikan dolar terus. Kerja pagi-pagi--jam 5-6 pagi--sudah diberi janji oleh TUHAN upahnya satu dinar, sampai yang jam lima sore--kita bangsa kafir yang mendapat kesempatan terakhir dan hanya bekerja 1 jam. Setelah selesai, diberi upah mulai dari yang terakhir--bangsa kafir. Yang masuk pagi-pagi, mulai menghitung-hitung, ternyata juga diberi satu dinar. Ini sebenarnya kemurahan TUHAN. Kalau diberi beda-beda, itu adalah roh jual beli.

      Satu dinar merupakan kemurahan TUHAN yang bisa menembusi zaman akhir; kelaparan dan lain-lain. Ini mau dijadikan dolar, padahal sejuta dolarpun tidak bisa menembusi kelaparan di akhir zaman. Yang dibutuhkan hanya satu dinar (Wahyu 6: 'secupak gandum sedinar, tiga cupak jelai sedinar'). Satu dinar inilah yang bisa menghidupi kita pada zaman kelaparan, bukan 1000 dolar.

      Jadi, kalau dinar mau dijadikan dolar, akan ada iri hati.
      Iri hati=


      • Tidak menghargai berkat TUHAN kepada kita. Semua dibekati, tetapi dia iri.
      • Tidak menghargai pemakaian TUHAN--seperti kakak-kakak Yusuf pada Yusuf. Yang sudah lebih dulu bekerja di kebun anggur iri pada yang baru; kakak-kakak iri pada adik; yang lebih tua iri kepada yang lebih muda. Hati-hati! Ini yang terjadi. Jangan sampai yang muda iri hati pada yang tua. Kita semua sama-sama dipakai TUHAN, jangan iri hati.


      • Tidak menghargai kemurahan TUHAN. Ini yang celaka dan matilah dia! Mau ditukar dengan perkara jasmani, matilah dia. Kemurahan TUHAN mau ditukar dengan perkara dunia, celaka dan mati.


      Kalau sudah iri hati, praktiknya: bersungut-sungut, mulai menghasut--menimbulkan amarah--, memfitnah--benar jadi salah dan sebaliknya--sampai menghujat--mulutnya antikris.
      Wahyu 13: 5-6
      13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
      13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk
      menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

      42 bulan= 3,5 tahun.
      'kemah kediaman-Nya' = Tabernakel.

      Menghujat TUHAN artinya menyalahkan pengajaran yang benar dan membenarkan ajaran palsu. Sebenarnya tahu mana yang benar, tetapi kalau sudah menghujat, hati-hati!
      Ayat 6= orang benar dan suci juga sering dihujat. Hati-hati! Inilah mulut antikris.

      Kalau disucikan dari tabiat iri hati lewat penggembalaan dan jubah dicelup dalam darah, kita bisa memiliki pakaian putih bermata-mata, yaitu: menghasilkan perkataan BENAR DAN BAIK; menjadi berkat, selalu mengucap syukur pada TUHAN dan menjadi saksi TUHAN--bersaksi.


    • Penyucian terakhir bagi bangsa kafir (Wahyu 2-3)--tujuh sidang jemaat hujan akhir--, yang disucikan adalah tabiat kuatir.
      Matius 6: 25-26, 31-34
      6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
      6:26. Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
      6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami
      makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
      6:32. Semua itu dicari
      bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
      6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
      6:34. Sebab itu janganlah kamu
      kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

      'Bangsa yang tidak mengenal Allah'= bangsa kafir.
      Ada dua macam kekuatiran:


      • Kuatir akan hidup sehari-hari: apa yang dimakan, diminum dan dipakai; menyangkut pekerjaan, sekolah.
      • Ayat 34= kuatir akan masa depan: jodoh dan lain-lain.


      Kalau punya tabiat kuatir, maka bangsa kafir berlawanan dengan ayat 33.
      Akibatnya:


      • Tidak bisa setia--tidak bisa mengutamakan kerajaan Allah--; tidak bisa mengutamakan ibadah pelayanan, bahkan tinggalkan ibadah pelayanan.
        Kuatir yang sekarang, besok ujian, dan sebagainya, akan membuat kita tidak bisa setia dalam ibadah pelayanan. Tetap kerja dan sekolah yang keras, tetapi tetap utamakan kerajaan sorga.


      • Kalau kuatir, juga membuat tidak bisa benar hidupnya. Takut nilai jelek, kemudian menyontek. Kerja tidak benar, sekolah tidak benar, nikah tidak benar, semua tidak benar.

        Inilah bangsa kafir. Sebab itu perlu dicelup dalam darah--penyucian yang terakhir.


      • Kuatir sama dengan bungkuk rohaninya. Artinya: banyak pertanyaan dan banyak masalah.
        Amsal 12: 25
        12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.


      • Seperti perempuan bungkuk 18 tahun di Bait Allah; banyak hamba TUHAN yang bungkuk, sehingga dicap 666 dan ia menyembah antikris--binasa selama-lamanya.


      Inilah noda-noda, tabiat-tabiat yang harus disucikan untuk dapat pakaian putih bermata-mata seperti dialami oleh empat makhluk.

      Kalau disucikan dari tabiat kekuatiran lewat penggembalaan, jubah dicelup darah--termasuk doa puasa--, maka kita bisa mengutamakan kerajaan sorga dengan kebenarannya--kita bisa beribadah melayani TUHAN dengan SETIA DAN BENAR; kita memakai pakaian putih bermata-mata.

      Hasilnya: semua akan ditambahkan kepada kita.
      Tanda tambah sama dengan salib; artinya kita hidup dari salib TUHAN/kemurahan TUHAN, sehingga:


      • Kita tidak kekurangan, bahkan berlimpah-limpah--sampai mengucap syukur. Mulai dari dalam:


        1. Rumah tangga. Kalau dalam rumah tangga--suami, isteri, anak-- disucikan dari kekuatiran, akan bisa mengutamakan ibadah pelayanan, bisa beribadah melayani dengan setia dan benar; semua akan ditambahkan.


        2. Kemudian dalam penggembalaan dan antar penggembalaan--setia dan benar dalam fellowship. Semuanya akan ditambahkan; tidak ada minus, tetapi surplus.

          "Didoakan, sampai bulan Desember, kita dua minggu sekali ada ibadah kunjungan. Orang tanya: Dari mana biayanya? Saya tidak tahu juga. TUHAN tolong kita."


      • Di manapun, kapanpun, situasi apapun kita tetap hidup sampai hidup kekal.


      Di Matius 6: 26, kita belajar kepada burung. Sekarang dibalik: kalau kita sudah tidak kekurangan--dipelihara oleh TUHAN--tetapi tidak mau menabur--penginjilan--dan menuai--pengajaran--; tidak mau aktif dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus, maka nasib kita sama seperti burung yang satu waktu akan mati.
      Secara rohani, pada penaburan benih firman, ada burung yang memakannya--burung gambaran dari iblis. Artinya: menjadi egois seperti setan.
      Kalau sudah mengaku hidup dari salib TUHAN dan mengucap syukur--sudah diberkat sampai melimpah--, tetapi tidak mau menabur dan menuai sesuai dengan gerakan TUHAN; tidak aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus sesuai gerakan dari TUHAN--mungkin digerakkan doa, dana, ikut serta tetapi tetap tidak mau--, ia akan jadi seperti iblis yang binasa selamanya.

      Mari, semua berkat yang kita terima dari TUHAN, kita gunakan terutama untuk aktif dalam pembangunan tubuh Kristus.

Kesimpulan
: jika kita memakai pakaian putih bermata-mata--dalam kesucian dan urapan Roh Kudus--, dengan praktik sebagai berikut:

  1. Melayani dengan setia dan baik;
  2. Melayani dengan setia dan benar;
  3. Melayani dengan perkataan benar dan baik: selalu mengucap syukur, bersaksi dan menyembah TUHAN,

maka, mata kita bisa terbuka--ada lubang-lubang--untuk memandang Yesus sebagai imam besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa. Ada timbal balik, yaitu mata Yesus Imam Besar juga tertuju pada kita dengan pandangan belas kasihan.

Ini gunanya pakaian putih bermata-mata. Jangan telanjang! Kalau ada noda, kita bagaikan telanjang dan tidak berguna.
Mari, rela untuk masuk dalam penggembalaan dan jubah dicelup dalam darah--penyucian terakhir; penyucian noda dan tabiat dosa.

Yesus memandang kita= Yesus memperhatikan, mempedulikan dan bergumul untuk kita.
Hasilnya:

  1. Matius 14: 13-14, 16
    14:13. Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
    14:14. Ketika Yesus mendarat, Ia
    melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
    14:16. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi,
    kamu harus memberi mereka makan."

    Tempatnya di gunung (jauh dari kota), sunyi (tidak ada yang bisa dilakukan), murid-murid malah menyuruh mereka pergi, tetapi TUHAN berkata: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." Inilah pandangan belas kasih TUHAN.

    Hasil pertama: pandangan belas kasih Imam Besar tertuju pada orang yang tidak berdaya: lapar, sulit dalam ekonomi, sakit, ada masalah dan lain-lain. Dia mau mengulurkan tangan belas kasih-Nya dengan:


    1. Kuasa pemeliharaan--'memberi makan' --untuk memelihara kita secara ajaib. Lima roti dua ikan untuk 5000 orang. Ini ajaib! Mungkin gaji tidak cukup, tetapi kalau kita punya pakaian putih bermata-mata--itu yang penting--, sungguh-sungguh ada tangan belas kasih TUAHn dengan kuasa pemeliharaan yang ajaib.


    2. Tangan TUHAN juga diulurkan dengan kuasa pertolongan; kuasa kesembuhan: sakit jadi sembuh; yang mustahil jadi tidak mustahil.


  2. 2 Tawarikh 16: 7-9
    16:7. Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: "Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.
    16:8. Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena
    engkau bersandar kepada-Nya.
    16:9. Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."

    Raja Asa melawan musuh tetapi dengan bersandar pada raja Aram. Padahal dulu ia sudah menang bersama dengan TUHAN, tetapi sekarang ia bersandar pada raja Aram. Akibatnya: ditinggalkan oleh TUHAN.

    Hasil kedua: pandangan belas kasih Imam Besar tertuju pada orang yang bersunguh-sungguh hati kepada-Nya; bersandar kepada-Nya saat menghadapi kesesakan, peperangan dan lain-lain, sehingga:


    1. Imam Besar memberikan kekuatan ekstra untuk kita bisa tetap bertahan; setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.
    2. Juga kekuatan ekstra untuk menghancurkan musuh--tantangan, rintangan, masalah--sehingga kita tidak terhalang dalam melayani TUHAN sampai garis akhir--sampai meninggal atau sampai TUHAN datang--dan kita mengalami damai sejahtera--semua enak dan ringan.


    Jangan bodoh! Bodoh ('Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh') artinya bersandar pada yang lain--berharap kepada yang lain. Akibatnya: hanya menambah masalah dan air mata yang tidak pernah selesai. Terus ada peperangan, berarti tidak ada damai sejahtera, tetapi letih lesu dan beban berat.

    Kita ada kesesakan, letih lesu dan beban berat seperti menghadapi peperangan, mari sungguh-sungguh bersandar hanya kepada TUHAN. Biar Dia yang memberikan kekuatan ekstra, sehingga kita tetap setia berkobar sampai TUHAN menghancurkan segala halangan; kita bisa mengikut melayani TUHAN sampai garis akhir dan mengalami damai sejahtera--semuanya enak dan ringan.

    Kalau bodoh, akan menambah masalah, letih lesu, tambah berbeban berat sampai binasa.
    Jangan mundur dalam ibadah pelayanan, sekalipun banyak tantangan, rintangan, masalah.


  3. Lukas 22: 60-62
    22:60. Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
    22:61. Lalu
    berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
    22:62. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

    Hasil ketiga: pandangan Imam Besar tertuju pada hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang jatuh dalam dosa. Petrus hebat tetapi bisa jatuh dalam dosa--menyangkal TUHAN.

    Inilah mata TUHAN yang memandang pada yang lapar--tak berdaya, sakit--, letih lesu, beban berat tetapi sungguh-sungguh bersandar pada Dia, sehingga TUHAN jadikan enak dan ringan.
    Mata TUHAN juga memandang kepada hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang jatuh dalam dosa. Masih diberikan kesempatan.

    Yang jatuh dan gagal, selama masih ada ayam berkokok--masih dalam penggembalaan; mendengar firman yang diulang-ulang--masih bisa ditolong. Kalau di luar penggembalaan, tidak ada firman yang diulang--Petrus tidak ingat lagi. Ini kekuatan firman penggembalaan. Sekalipun lelihatan sederhana bagaikan suara kokok ayam, tetapi kalau kita sungguh-sungguh memperhatikan, saat ada kejatuhan, kegagalan, kita bisa diangkat oleh TUHAN--ada kuasa pengangkatan.

    Saat kita jatuh dalam dosa, Yesus melihat ke arah lain, tetapi begitu ada suara kokok ayam, mata TUHAN melihat kita kembali.
    Tiga kali Petrus menyangkal TUHAN= tubuh, jiwa dan rohnya mati. Kalau tubuh, jiwa, roh menyangkal TUHAN berarti sudah binasa--'siapa menyangkal Aku, Aku menyangkal dia' Tiga kali Petrus menyangkal TUHAN, sebab itu perlu tiga macam ibadah. Tetapi kalau masih berada dalam kandang penggembalaan-- suara kokok ayam yang diulang-ulang--, masih mampu menarik pandangan Imam Besar untuk tertuju pada kehidupan yang jatuh dalam dosa, sehingga hati Petrus tersentuh (hatinya dijamah oleh TUHAN) dan Petrus menangis. Ia mengaku dosa. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi--terjadi pembaharuan hati.

    Begitu pandangan Imam Besar tertuju pada kehidupan yang jatuh dalam dosa, maka terjadi pembaharuan hati--hati Petrus melembut. Hati yang lembut, artinya:


    1. Bisa mengaku dosa dan kekurangan pada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    2. Bisa mengulurkan tangan--taat dengar-dengaran.
      Tiga kali Yesus bertanya: 'Simon adakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku.' TUHAN mengulang-ulang firman-Nya, sehingga Petrus teringat lagi akan firman TUHAN.

      Petrus yang tadinya menyangkal TUHAN, sekarang bisa menyerahkan tubuh, jiwa, dan rohnya kepada TUHAN--sampai Petrus rela mati karena Yesus. Petrus tidak pernah menyangkal lagi, tetapi mengasihi TUHAN; tangannya diulurkan kepada TUHAN.

      Yohanes 21: 18-19
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
      Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Tiga kali Yesus bertanya pada Petrus menujuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
      Mengulurkan tangan= taat dengar-dengaran dan mengasihi TUHAN--mau berkorban apapun sampai berkorban nyawa. Dan tangan Imam Besar diulurkan untuk mengangkat dari kejatuhan--dipulihkan--, dari kegagalan menjadi berhasil dan indah, sampai mengangkat ke awan-awan yang permai--menyempurnakan--dan duduk di takhta bersama Dia seperti empat makhluk yang punya banyak mata.

      Kita punya pakaian putih bermata-mata, sehingga mata kita bisa memandang Imam Besar dan mata Imam Besar tertuju kepada kita; Dia memperhatikan, memperdulikan dan bergumul untuk kita.

Apapaun keadaan kita: dalam keadaan lapar--sakit, tidak berdaya--, dalam keadaan letih lesu, beban berat--kesesakan, peperangan, tidak damai--, dalam keadaan jatuh--gagal, binasa--mari, kita hanya memandang Imam Besar. TUHAN jadikan berhasil dan indah, sampai sempurna--kita duduk di takhta bersama dengan Dia.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top