English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 04 November 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
Supaya kita luput dari malapetaka dibumi ini, kita harus banyak mendengar sangkakala, itulah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 September 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27 tentang pengikutan kepada Yesus.
Lukas...

Ibadah Raya Malang, 24 Maret 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang peniupan sangkakala yang kelima/...

Ibadah Raya Surabaya, 01 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 16 Desember 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang shekinah glory atau...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Januari 2011 (Sabtu Sore)
Ada 7 hal yang kena-mengena dengan sengsara Yesus di kayu salib:
Markus 15:22-23 = sengsara...

Ibadah Doa Malang, 03 Februari 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 2:12-13
2:12. "Dan tuliskanlah kepada...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:46-56 berjudul 'Nyanyian Pujian Maria'.

Isi dari nyanyian pujian Maria:
Ayat 46-50...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 20 Juli 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 29:1
29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk

Ibadah Raya Surabaya, 25 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Juli 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang tujuh kali percikan...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 05 April 2015 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 5 tentang kebenaran dalam firman Allah.
Keluaran...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 13 Juli 2018 (Jumat Malam)
Ulangan 4: 41-49
--kota-kota perlindungan di seberang sungai Yordan--
4:41. Lalu Musa mengkhususkan tiga kota di seberang sungai Yordan, di sebelah...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Desember 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 17 Juli 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing
bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Keempat mahkluk adalah empat pribadi yang pernah hidup di dunia, tetapi sudah terangkat ke sorga. Ini yang perlu kita contoh, supaya kita hidup di dunia, tidak selamanya, tetapi juga bisa terangkat ke takhta sorga seperti keempat makhluk.

Keempat makhluk masing-masing bersayap enam. Sayap menunjuk pada NAUNGAN TUHAN.
Mazmur 17: 8
17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Kita sudah mempelajari tentang Tabernakel. Tabernakel adalah pribadi kita--ayu-kayu yang sudah ditebus oleh TUHAN, dibentuk menjadi ruangan suci dan ruangan maha suci, itu ditudungi dengan empat lapis tudung.

Kemarin, kita mendengar ada empat macam tudung (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juli 2016), yaitu paling atas: Allah Bapa, kemudian Anak Allah, Allah Roh Kudus, dan tudung yang paling bawah adalah:

  • Seorang gembala manusia yang bisa dilihat oleh mata jasmani. Kita harus tergembala sungguh-sungguh dan gembala harus melayani dengan sungguh-sungguh, sebab ini menentukan apakah ada tiga tudung yang lain atau tidak.


  • Yang dilihat oleh mata rohani yaitu Yesus Gembala Agung.

Sekarang kita mempelajari tentang sayap.
Bersayap enam sama dengan tiga pasang sayap.
Artinya: tiga macam naungan sayap TUHAN.

Keempat makhluk mengalami tiga macam naungan sayap TUHAN sampai bisa terangkat ke sorga. Begitu juga dengan kita. Kita hidup di padang gurun dunia yang tandus, tiada tetaburan, bahkan penuh dengan binatang buas, sebab itu kita memerlukan tiga macam naungan sayap TUHAN, supaya bisa terangkat ke sorga. Kalau tidak, kita akan diterkam oleh binatang buas.

Tiga macam naungan sayap TUHAN yaitu:

  1. Lukas 13: 34-35 => naungan sayap induk ayam.
  2. Mazmur 55: 7-9 => naungan sayap merpati.
  3. Wahyu 12: 14 => naungan sayap burung nasar.

AD 1. NAUNGAN SAYAP INDUK AYAM
Lukas 13: 34
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Naungan sayap induk ayam, artinya anak-anak ayam dikumpulkan di bawah sayap induknya.
Sehebat apapun manusia di dunia ini, ia hanya seperti anak ayam yang tidak berdaya untuk mencari kebutuhan hidup sehari-hari dan menghadapi musuh-musuh--ular, burung elang. Karena itu, kebutuhan pokok kita sebagai anak ayam adalah naungan sayap induk ayam--naungan sayap TUHAN.

"Kalau ada induknya, makanan tersedia; anak-anaknya tinggal makan. Juga ada perlindungan; kalau ada ular, induknya yang maju. Inilah kebutuhan pokok kita. Setan pandai, supaya jauh dari induk, anak ayam diberi beras yang jauh dari induknya. Seringkali kita lebih memilih beras sehingga jauh dari induk ayam. Ada beras tetapi juga ada ular, habislah kita. Kita seringkali dipancing, bisa dapat ini itu, tetapi jauh dari induk, celakalah kita. Kebutuhan pokok itu mutlak, tidak bisa tidak. Sekalipun tidak ada yang lainnya--beras dan lain-lain--, tetapi kalau ada induknya yang menyediakan makanan, kita bisa makan. Jangan ditukar dengan kebutuhan lain!"

Lukas 13: 34
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Di mana kita mendapatkan naungan sayap induk ayam--naungan sayap TUHAN?
'Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu' => istilah 'mengumpulkan' artinya:

  • Yang pertama: tidak tercerai-berai; tidak beredar-edar--ini sama dengan penggembalaan.
    Anak ayam jangan beredar-edar! Kalau beredar-edar, tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatannya. Ular dan burung elang datang, habis; tidak bisa makan dan mati kelaparan.


  • Yang kedua: 'mengumpulkan' artinya menjadi satu, sama dengan persekutuan/kesatuan tubuh Kristus yang benar--mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai satu tubuh Kristus yang sempurna.

Jadi, kita mendapat naungan sayap induk ayam--naungan sayap TUHAN--di dalam penggembalaan yang benar atau persekutuan tubuh Kristus yang benar.

Kita harus tergembala sampai masuk kesatuan/persekutuan tubuh Kristus yang benar. Di situlah kita mendapat naungan sayap induk ayam--naungan sayap TUHAN.
Persekutuan tubuh Kristus yang benar/penggembalaan yang benar digambarkan dalam dua hal:

  • Anak-anak ayam di bawah naungan sayap induknya.
  • Carang/ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar.

Kita hanya anak ayam; kita hanya ranting.
Jadi, yang harus kita perhatikan adalah INDUK ATAU POKOKNYA.

"Sebagai anak ayam, yang harus kita perhatikan adalah induk. Sebagai ranting, yang harus kita perhatikan adalah pokok. Ranting tidak bisa mencari makan sendiri, tetapi harus melekat pada pokoknya. Yang kita pikirkan adalah hanya melekat pada pokok. Itu saja. Kalau kita mengerti posisi kita sebagai anak ayam dan sebagai ranting, sangat mudah mengikut TUHAN; yang harus diperhatikan adalah induk/pokok, yaitu Yesus."

Induk atau pokok sama dengan pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar (induk atau pokok anggur yang benar).
Ini yang harus kita perhatikan.

Yohanes 1: 1, 14
1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

'Pada mulanya adalah Firman' => dalam bahasa aslinya: logos.
'Firman itu adalah Allah'= firman adalah pribadi Allah.
'Anak Tunggal Bapa' = Yesus. Jadi, Yesus adalah firman.

Jadi, kalau kita mengerti posisi kita di dalam dunia sebagai anak ayam dan ranting, maka yang menjadi pusat perhatian kita adalah induk atau pokok anggur yang benar yaitu pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar--, bukan manusia atau lainnya.

"Ini yang harus kita perhatikan hari-hari ini, bukan yang lain. Anak ayam yang baru menetas, sekalipun ada beras atau jagung satu ton, dia tidak bisa makan. Butuh induknya, baru bisa makan. Kita boleh mencari uang, ijazah dan sebagainya, tetapi kalau tidak ada Yesus--firman pengajaran yang benar--, tidak ada artinya; seperti anak ayam yang tidak bisa makan sekalipun ada banyak jagung."

Mari, utamakan pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar.
Firman pengajaran benar yaitu:

  • Firman yang tertulis dalam alkitab. Jangan sembarangan!
  • Diwahyukan/diilhamkan oleh TUHAN--firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.
  • Firman yang disampaikan dengan murni, tanpa pamrih--bukan untuk mencari kepentingan jasmani.
    2 Korintus 2: 17

    2:17. Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

    "Kesaksian tadi pagi: ada seseorang didatangi temannya. Mau menikah seharusnya bahagia--temannya orang Kristen juga--tapi dia berkata: 'Mau habis imanku.' Kenapa imannya mau habis? Sebab untuk menikah, dia harus membayar pendetanya sekian juta, dekorasi di gereja sekian, kebersihan sekian. Lalu saya ingat, beberapa waktu yang lalu juga ada kaum muda yang mau menikah, tapi pasangannya dari luar. Dia selalu bertanya pada saya: 'Om, biaya listriknya berapa? Biaya ini berapa?' Saya bilang: 'Di sini tidak ada hal-hal seperti itu. Kalau sudah tergembala, rumah TUHAN adalah rumahmu.' Saya bingung ditanya berapa biaya ini itu, seperti orang jualan saja. Tersinggung saya. Ini yang disebut jual Yesus. Orang mati juga demikian. Saya pernah melayani seseorang dari gereja lain. Ketika dia keluar dari gereja itu lalu mencari-cari gereja lain, dia meninggal. Mungkin di sana tidak ada yang mau melayani. Om Pong pernah berpesan pada saya: 'Kalau tidak ada yang mau melayani, kamu yang melayani.' Bingung juga saya, orang sudah kesusahan masih dimintai amplop, seharusnya saya yang memberi amplop. Mereka juga bingung."

    Jangan sampai memberitakan firman untuk mencari pamrih!

    "Doakan kami yang membawa firman ke mana-mana, jangan sampai mencari keuntungan jasmani. Oleh sebab itu, kami diajar oleh guru kami untuk membayar ongkos sendiri, supaya tidak ada pamrih. Ini pengajaran yang benar."


  • Firman pengajaran yang benar berani mengungkapkan nikah yang benar--pengajaran mempelai--, dan otomatis nikah yang tidak benar juga diungkapkan apapun resikonya. Tidak peduli siapapun.
    Seperti Herodes yang ditegor oleh Yohanes Pembaptis: 'Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu'; juga seperti raja Daud yang ditegor oleh nabi Natan ketika jatuh dengan Betsyeba.

    Kalau gara-gara melihat raja, lalu merubah-ubah firman, itu berarti memperjualbelikan firman. Sementara TUHAN mau berbicara soal 'isteri orang lain', tetapi karena ada raja di situ yang mengambil isteri orang lain, lalu takut menyampaikan firman. Jangan, harus berani!


  • Firman pengajaran yang benar adalah firman yang dipraktikkan.

Ini yang harus kita perhatikan hari-hari ini dalam kehidupan kita.

"Kaum muda, tidak usah putus asa dan kecewa. Kita memang hanya anak ayam, bagaimana mau melihat masa depan? Jangan lihat yang lain! Tetapi lihat induk yang benar, lihat pokok anggur yang benar, yaitu pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar."

Doakan para gembala, supaya bisa mempersiapkan firman yang benar; untuk:

  • Menampilkan pribadi Yesus sebagai pokok. Dia yang bertanggung jawab--ranting hanya melekat dan pokok yang mencari semuanya.
  • Menampilkan pribadi Yesus sebagai induk ayam--anak yang hanya di bawah sayapnya. Dia yang bekerja atas hidup kita.

Jika kita menemukan induk yang benar atau pokok yang benar--pribadi Yesus sebagai firman pengajaran benar--, cepat atau lambat penggembalaan atau persekutuan tubuh Kristus--termasuk nikah kita dan lain-lain--akan berbuah manis.

Buah manis artinya:

  • Buah bibir yang manis= perkataan yang benar dan baik--tidak berdusta--, menjadi berkat, bersaksi--saling menguatkan--, dan menyembah TUHAN--kita menjadi rumah doa. Ini yang mampu mengalahkan setan.
    Buah manis dimulai dari buah bibir.

    Apa yang TUHAN kerjakan dalam hidup kita langsung keluar dari hati--bisa dilihat dari buah bibir yang manis.


  • Terjadi pertumbuhan/kemajuan secara kuantitas--berkat-berkat TUHAN secara jasmani--, terutama secara kualitas--rohani--, yaitu hidup benar dan suci sampai kesempurnaan.

Hasilnya: 'Bapa-Kulah pengusahanya.'--Bapa di sorga menjadi pemelihara dan pembela kita.
Artinya: kita mengalami naungan dari TUHAN, dan ada pemeliharaan di dalamnya.

Inilah tugas kita, yaitu menemukan firman pengajaran yang benar--mantap dalam firman pengajaran yang benar.

"Kalau ranting melekat pada pokok anggur, lalu sebentar ke sana, sebentar ke sini; jangankan berbuah, tumbuhpun susah. Harus betul-betul mantap. Seperti anak-anak ayam, kalau ada anak ayam yang pergi kepada induk ayam yang lain, tentu induknya sendiri akan marah. Begitu juga nikah, harus mantap dalam penggembalaan."

Waspada! Ada persekutuan atau penggembalaan yang tidak benar.
Yesaya 30: 1-3
30:1. Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
30:2. yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk
berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
30:3. Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan
menodai kamu.

'dosa mereka bertambah-tambah' = kalau persekutuan yang benar, hidup kita akan makin benar dan suci, tetapi kalau masuk persekutuan yang tidak benar, dosa akan bertambah-tambah.

Tanda persekutuan atau penggembalaan yang tidak benar:

  1. Yang pertama: tanpa pokok atau induk.
    Artinya: tanpa firman pengajaran benar/pribadi Yesus, hanya menonjolkan perkara jasmani--kekayaan, kepandaian, dan kehebatannya.

    Hati-hati! Mau menikah, tergembala, dan bersekutu, yang dilihat adalah harus ada pokok yang benar. Jangan tanpa pokok/pengajaran yang benar! Percuma! Kalau hanya menonjolkan perkara jasmani, nanti akan dipermalukan, dinodai dan sebagainya.


  2. Yang kedua: hanya melihat manusia, bukan TUHAN.
    'berlindung pada Firaun' = naungan manusia.
    Jangan sampai dalam ibadah kita hanya melihat manusia! Kalau melihat manusia, juga akan dipermalukan.


  3. Yang ketiga: memakai cara-cara dunia.
    Artinya: menghalalkan segala cara; bisa dengan cara dibujuk, kalau tidak mau dibujuk, akan dipaksa, kalau tidak mau dipaksa, akan diancam. Seperti Yusuf yang setiap hari dibujuk oleh isteri Potifar, tetapi ia tidak mau, dipaksa juga tidak mau, sampai dimasukkan penjara.

    "Saya bersyukur mendapat didikan dari guru saya: om Yo dan om Pong. Kalau om Yo selalu menekankan--beliau waktu itu ketua umum dan pendiri GPT--: 'Pokok persekutuan itu bukan saya, bukan siapa-siapa, tetapi TUHAN Yesus. Siapa berani menjadi pokok? Kita semua hanya cabang, ranting.' Kalau om Pong menekankan kepada persekutuannya: 'Persekutuan itu wajar, tidak boleh dipaksa atau diancam. Ranting melekat untuk makan.' Di mana ada makanan, kalau kita butuh makanan, di situ kita pasti melekat. Kebutuhan nomor satu dari anak ayam adalah makan, kalau anak ayam sudah lapar pasti mencari induknya. Itu sesuatu yang wajar. Tidak boleh dibujuk, dipaksa apalagi diancam."

Dalam Yohanes 15, persekutuan yang tidak benar sama dengan persekutuan ranting yang kering. Kalau tanpa pokok, berarti ranting terlepas dan kering. Ranting kering ada di tempat sampah, terlihat rukun satu sama lain dan bahagia, tetapi sebenarnya tercerai-berai--kering--dan hanya untuk dibakar selama-lamanya--tidak ada buahnya dan berada di luar naungan TUHAN.

Persekutuan carang kering bisa dilihat dari perkataan-perkataan yang kering yaitu berdusta, gosip, fitnah--benar jadi salah, salah jadi benar--sampai menghujat TUHAN--menyalahkan pengajaran yang benar dan mendukung yang salah.

Akibatnya: dikumpulkan untuk dibakar selamanya.
Lukas 13: 34
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

'Berkali-kali', artinya:

  1. Kerinduan yang besar dari TUHAN dan kehendak TUHAN adalah supaya kita masuk dalam penggembalaan atau persekutuan yang benar--mulai dari dalam nikah--, sehingga kita mendapat naungan sayap dari TUHAN, sebab TUHAN tahu, kita tidak mampu tanpa naungan TUHAN.

    Sekalipun hebat, kita hanya seperti anak ayam atau ranting yang tidak bisa apa-apa. Kalau terlepas dari pokok, ranting akan kering dan mati; begitu juga kalau anak ayak terlepas dari induknya, satu dua hari akan mati.

    Mari, malam ini TUHAN ketuk hati kita.


  2. Pelajaran dari Yesus bagi kita. Istilah 'berkali-kali' artinya diulang-ulang.
    Artinya: diperlukan firman yang diulang-ulang sebagai makanan pokok--bukan camilan--, supaya


    1. Kita bisa mantap dalam penggembalaan.

      "Ada satu anak pendeta yang berulang kali keluar masuk rumah sakit dalam satu tahun; lalu ada lagi satu anak sidang jemaat yang terus menerus sakit maag. Kok bisa? Ternyata karena tidak mau makan nasi. Yang dimakan hanya snack. Lalu saya katakan: 'Pak, harus tegas. Kalau tidak, dia bisa mati muda.' Akhirnya, selama saya kunjungan di sana, anaknya sehat. Baru-baru ini juga, ada cucu dari sidang jemaat yang terus menerus sakit maag. Kenapa? Karena sulit makan nasi; makanan pokok tidak mau. Yang dimakan hanya snack. Memang enak tetapi sakit. Firman yang diulang-ulang adalah makanan pokok. Jangan ditipu oleh setan! 'Ganti-ganti, om, biar tidak bosan,'--makan camilan. Kalau camilan terus, lama-lama sakit maag. Makanan pokok ini yang sulut."


    2. Ada kerinduan atau gairah dalam ibadah pelayanan--ada kekuatan baru.

Biarlah kita masuk dalam persekutuan yang benar.
Tetapi, hati-hati! Untuk masuk persekutuan yang benar ada halangannya.

"Yesus sebagai gembala agung yang sempurna, tetapi masih ada halangannya yaitu Yudas Iskariot; apalagi gembala-gembala manusia. Penggembalaan kita dan persekutuan tubuh Kristus harus siap menghadapi halangan."

Ada tiga macam halangan dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar--mulai dari dalam nikah--:
Lukas 13: 31-34
13:31. Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau."
13:32. Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada
si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.
13:33. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di
Yerusalem.
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang
membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

  1. Orang Farisi menghalangi Yesus supaya jangan ke Yerusalem, sebab Herodes hendak membunuh Yesus. Kalau dibaca sekilas, terlihat baik, tetapi kalau Yesus tidak ke Yerusalem untuk disalibkan, kita semua binasa. Dibalik kebaikan, ada sesuatu yang tidak benar, ini maksud setan.

    Hati-hati! Jangan hanya baik, tetapi benar dulu baru baik. Kalau benar, pasti baik. Kalau baik, belum tentu benar.

    Halangan yang pertama: orang Farisi, yaitu manusia daging yang egois--hanya mementingkan diri sendiri--sehingga tidak mau berkorban untuk pekerjaan TUHAN (perkara rohani)--menghalangi Yesus ke Yerusalem untuk disalib-, malah selalu mencari keuntungan bagi diri sendiri dan munafik.

    Munafik = pura-pura baik, padahal isinya menghancurkan.
    Kalau Yesus tidak ke Yerusalem untuk disalib, berarti Dia melawan kehendak TUHAN, dan akibatnya Dia hancur, kita juga hancur.

    Hati-hati dengan kemunafikan! Kalau egois, pasti munafik.


  2. Halangan yang kedua: Herodes--si serigala--, yaitu manusia daging dengan keinginan jahat dan najis.

    Herodes adalah raja, seorang yang terhormat, tetapi Yesus menyebut dia: serigala. Kita sebagai pelayan TUHAN dan hamba TUHAN, jangan sampai dipanggil: serigala juga!

    "Terutama saya. Lebih celaka lagi kalau gembala yang seharusnya melindungi domba, malah dipanggil: serigala--makan domba."

    Keinginan jahat= terikat akan uang yang membuat kikir dan serakah. Ini penghalang pembangunan tubuh Kristus.
    Dalam nikah juga; seperti Ananias dan Safira yang nikahnya hancur karena serakah. Ananias dan Safira menjual tanahnya, kemudian bernazar akan memberikan seluruh hasilnya kepada TUHAN, tetapi mereka sembunyikan sebagian. Mereka berdusta karena serakah. Akhirnya Ananias mati, isterinya ketika ditanya juga berdusta, akhirnya mati juga.
    Bagi kita sekarang, artinya mati rohani. Hati-hati!
    Nikah--suami-isteri--mengalami kematian rohani. Penggembalaan juga akan mati rohani kalau gembalanya kikir dan serakah. Ini bagaikan diterkam serigala.

    Keinginan najis= mengarah pada dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.
    Dosa makan-minum= merokok, mabuk, narkoba.
    Dosa kawin-mengawinkan= dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, sampai nikah yang salah.

    Imam-imam dan raja-raja yang mempertahankan keinginan jahat dan najis, TUHAN panggil: serigala, bukan lagi imam dan raja--kehidupan yang menghancurkan penggembalaan dan nikah rumah tangga. Suami atau isteri, kalau menjadi serigala--ikuti keinginan jahat dan najis--, nikahnya akan hancur. Sungguh-sungguh! Begitu juga anak-anak; berapa banyak anak muda yang menghancurkan nikah rumah tangga. Dia imam dan raja, tetapi mengikuti keinginan jahat dan najis, sehingga ia mulai mencuri uang dan lain-lain. Inilah serigala. Benar-benar ganas dan menghancurkan nikah rumah tangga--berapa banyak orang tua berkeluh kesah.

    Keinginan jahat dan najis mengarah pada pembangunan Babel, bukan tubuh Kristus.
    Wahyu 18: 2
    18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Roh jahat =serigala.
    Roh jahat dan najis adalah rohnya Babel, mempelai wanita setan--gereja palsu--, puncak dari kejahatan dan kenajisan yang akan dibinasakan oleh TUHAN dalam waktu satu jam.

    Inilah halangan persekutuan tubuh Kristus yang benar--mulai dari dalam nikah. Yang pertama adalah egois dan munafik, lalu yang kedua adalah keinginan jahat dan najis--serigala.


  3. Halangan yang ketiga: Yerusalem.
    Lukas 13: 34
    13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

    'nabi'= menyampaikan firman nubuat/firman pengjaaran.
    Yesaya 2: 3 => tentang Yerusalem
    2:3. dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

    Yerusalem adalah gambaran dari hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang memiliki dan menerima firman pengajaran benar ('dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem'), tetapi sayang, ia mempertahankan kekerasan hati ('melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu'). Ini yang bahaya!

    Kekerasan hati, yaitu:


    1. Hati yang jahat= keinginan akan uang.
    2. Hati yang najis.
    3. Hati yang pahit: iri, dendam, dan kebencian tanpa alasan.


    Seperti pekerja di kebun anggur. TUHAN sudah mengatakan kepada yang bekerja pagi-pagi, bahwa upahnya satu dinar. Tetapi yang bekerja mulai pukul lima sore--bekerja hanya satu jam--, juga mendapatkan satu dinar. Yang bekerja dari pagi, sudah lupa pada janji TUHAN--begitu diberi upah satu dinar, langsung marah. Sama-sama kerja di kebun anggur; sama-sama di kabar mempelai, tetapi hati ini yang memisahkan.

    Kalau hatinya keras--mempertahankan jahat najis, terutama kepahitan: iri, dendam, kebencian tanpa alasan--, ia tidak bisa mempraktikkan firman.
    Akibatnya: arahnya melenceng dari firman pengajaran yang benar.

    Contoh: Musa pernah melenceng. Dia punya pengajaran yang benar. Terakhir, ketika bangsa Israel butuh air dan mereka berteriak-teriak, TUHAN memerintahkan Musa untuk berkata kepada gunung batu, supaya keluar air. Tetapi karena hati Musa pahit/marah kepada orang Israel, ia memukul gunung batu--melenceng dari firman pengajaran yang benar. Sama-sama keluar air, tetapi arahnya melenceng--Musa tidak diperbolehkan ke Kanaan tetapi ke kuburan.

    "Ini yang bahaya. Doakan saya supaya bisa menjaga hati. Ini yang paling bahaya. Kita semua juga, sama-sama punya firman pengajaran yang benar, tetapi kalau ada hati iri, benci dan najis, arahnya akan melenceng. Tidak disadari dan tidak merasa bersalah, sebab sama-sama keluar air, tetapi yang jasmani bukan ukuran."

    Sekalipun secara jasmani terlihat berhasil--keluar air--, tetapi arah pelayanan dan kehidupannya tidak lagi menuju Kanaan tetapi menuju kuburan--mati rohani dan binasa. Ini yang ngeri hari-hari ini!

    "Doakan saya supaya jangan sampai ada hati iri, hati pahit, hati najis, benci, dendam. Kita butuh puasa untuk merobek daging ini, sebab dengan tidak disadari arah kita sudah melenceng. Bukan ke Kanaan lagi, dan yang lebih celaka lagi adalah jemaat. Kalau hamba TUHAN yang berbuat zinah, hanya dia sendiri yang masuk neraka; tetapi kalau hamba TUHAN mengajarkan ajaran yang melenceng dari yang benar, semuanya--termasuk jemaat--akan binasa, dan sekarang banyak yang tidak percaya hal ini. Om Pong selalu menyampaikan: 'Hati-hati kalau gembala arahnya melenceng.' Justru sekarang ini banyak yang menentang: 'Masa satu gereja sampai begitu?' Tetapi saya yakin, sebab ini makanan, kalau salah berarti diracun semua dan arahnya melenceng."

    Istilah 'kuburan' artinya tidak pernah puas--bersungut-sungut, kering, sampai mati rohani. Orang yang tidak puas tidak akan pernah koreksi diri, tetapi selalu menyalahkan orang dan TUHAN, sampai kering dan mati rohani--binasa selamanya.

Inilah tiga halangan yang selalu menghalangi kita, yaitu:

  1. Orang Farisi: egois/kepentingan diri sendiri dan munafik. Tidak mau berkorban, malah mengorbankan yang rohani untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri.
    Munafik = pura-pura baik, pura-pura setia.

    Ini sama seperti Yudas Iskariot; dia digembalakan tetapi tidak sungguh-sungguh dalam penggembalaan.


  2. Herodes (serigala): keinginan jahat dan najis.
  3. Yerusalem: punya firman pengajaran benar, tetapi hatinya tidak baik. Akibatnya, arahnya melenceng.

Bagaimana kita bisa masuk dalam penggembalaan/persekutuan tubuh Kristus yang benar?
Bergantung hatinya.

Masuk persekutuan yang benar seperti dulu Nuh memilih untuk masuk dalam bahtera yang benar. Yang lain mungkin punya bahtera sendiri, tetapi mati semua.
Persekutuan yang benar mulai dari nikah yang benar--Nuh dengan isterinya, kemudian Sem, Ham dan Yafet dengan isteri mereka masing-masing--, lalu ada binatang yang tidak haram--gambaran dari bangsa Israel--, sampai binatang haram--gambaran dari bangsa kafir.

Jadi, persekutuan yang benar ini mulai dari nikah sampai Israel dan kafir menjadi satu di dalam bahtera Nuh. Ini adalah tubuh Kristus yang sempurna. Pilih bahtera yang benar--persekutuan yang benar!

Perekutuan yang benar mulai dari nikah yang benar, penggembalaan yang benar, fellowship yang benar, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

Dari mana Nuh bisa memilih? Dari hatinya.
Sementara semua tidak taat dan tulus--hatinya tidak baik--, tetapi Nuh mempunyai hati yang tulus dan taat.
Bagi kita sekarang, bahtera Nuh adalah baptisan air yang benar. Ini yang menentukan kita ada di persekutuan yang mana--nikah yang mana, penggembalaan yang mana--, dan apakah sampai kesempurnaan atau tidak. HATI yang menentukan.

1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Untuk bisa masuk dalam penggembalaan/persekutuan tubuh Kristus yang benar, kita harus masuk dalam baptisan air yang benar.
Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, lalu bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru.

Matius 3: 16
3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

'Yesus segera keluar dari air' = baptisan air yang benar sesuai dengan alkitab. Dalam Roma 6, disebut 'keluar dari kuburan air.' Jelas sekali.

Hidup baru/hidup sorgawi yaitu hati nurani yang baik.
Pada zaman Nuh, hati nurani manusia tidak baik--tidak taat, tetapi jahat dan najis, melawan, dan menghujat. Nuh diolok-olok karena membuat bahtera, berarti mereka juga menghujat TUHAN, karena Nuh melaksanakan perintah TUHAN.

Mari, lewat baptisan air kita mengalami pembaharuan, yaitu dari hati nurani yang cenderung jahat dan najis menjadi hati nurani yang baik.
Hati nurani yang baik adalah hati nurani yang tulus ikhlas dan taat dengar-dengaran--hati seperti merpati. Ini bisa memilih yang benar.

"Kaum muda, kalau mau masuk dalam nikah yang benar seperti Nuh--dijamin oleh TUHAN, sampai kiamat bahkan nerakapun tidak bisa menghancurkan nikah kita--, kita harus memiliki hati yang tulus dan taat. Itu saja. Masuk penggembalaan yang benar, tidak ragu tetapi mantap; hatinya tulus dan taat. Mau masuk fellowship yang benar, harus mantap; hati tulus dan taat. Sampai nanti masuk tubuh Kristus yang sempurna."

Mohon kepada TUHAN malam ini. Yang belum baptisan, berdoa, supaya bisa masuk baptisan yang benar dan punya hati yang tulus dan taat. Ini yang menentukan supaya kita bisa masuk persekutuan/penggembalaan yang benar, nikah yang benar sampai kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.
Yang sudah dibaptis, periksa hasilnya, yaitu hati yang tulus dan taat, supaya bisa membedakan dengan tegas dan tepat, antara yang benar dengan yang tidak benar.

Jika kita masuk penggembalaan atau persekutuan yang benar, maka kita mengalami naungan sayap TUHAN--kasih setia TUHAN yang ajaib dan besar, lebih besar dari apapun.

Hasilnya:

  1. Mazmur 17: 7-8
    17:7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
    17:8.
    Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Hasil yang pertama: kasih setia TUHAN yang ajaib dan besar sanggup melindungi dan memelihara kita bagaikan biji mata-Nya sendiri.
    Artinya:


    1. Kita dipelihara secara berkelimpahan di tengah dunia yang sulit, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun, sehingga kita bisa selalu mengucap syukur kepada TUHAN.

      Kalau tidak mengucap syukur, nanti akan menyembah antikris, sebab saat antikris berkuasa di bumi, semua ijazah, deposito sudah nol.
      Tetapi kalau sekarang selalu mengucap syukur, kita tidak akan pernah menyembah antikris.


    2. Sebutir pasirpun tidak boleh masuk, artinya kita hidup dalam ketenangan--damai sejahtera--, sehingga semua enak dan ringan.

      "Kalau mata kita kemasukan benda asing, kita tidak akan tenang."


    Inilah sayap kasih setia TUHAN yang ajaib dan besar.Tidak usah takut! Dunia ini memang makin tandus sampai nanti saat antikris berkuasa 100%. Tidak ada masalah, karena kita dipelihara dan dilindungi seperti biji mata TUHAN.

    Sekarang kita dipelihara secara berkelimpahan--sampai mengucap syukur. Pada zaman antikris, kita dipelihara lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Sudah beres, TUHAN yang siapkan semua.


  2. Mazmur 69: 14-15
    69:14. Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!
    69:15. Lepaskanlah aku dari dalam lumpur,
    supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku dilepaskan dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam!

    Hasil yang kedua: kasih setia TUHAN yang ajaib dan besar, sanggup menolong kita untuk menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil tepat pada waktunya dan Ia sanggup mengangkat kita dari ketenggelaman.

    "Sudah beberapa orang datang dengan kondisi hancur/tenggelam, nasihat saya: 'Tergembala yang baik, tekun dalam tiga macam ibadah.' Sudah, serahkan semuanya kepada TUHAN, kita tidak bisa apa-apa. Mau apa lagi? Biar kita dibentuk, digarap, dan disucikan, dan biar tangan TUHAN yang mengangkat kita dari ketenggelaman."

    Mengangkat dari ketenggelaman artinya:


    1. Dari kegagalan menjadi berhasil dan indah;
    2. kejatuhan dalam bidang apa saja bisa dipulihkan, sehingga kita bisa hidup benar dan hidup suci.


    Masih ada harapan!
    Raja Daud berada dalam kesesakan. Ketika dia jatuh dengan Batsyeba, itu adalah saat-saat yang paling sesak, rasanya sudah tidak ada harapan. Tetapi karena ada kasih setia yang besar dan ajaib, raja Daud masih bisa diangkat dan dipulihkan oleh TUHAN.


  3. Hosea 2: 18
    2:18. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

    Hasil yang ketiga: kasih setia TUHAN yang ajaib dan besar sanggup menyucikan dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, sampai sempurna seperti TUHAN. Kita menjadi mempelai wanita TUHAN yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dan siap untuk duduk bersanding dengan TUHAN di takhta sorga selamanya.

Seperti keempat makhluk yang sudah terangkat ke sorga, kita juga.
Mari, dinaungi dulu dengan sayap induk ayam.
Perhatikan pokok dan induk yang benar dengan hati yang tulus dan taat--mantap dalam penggembalaan.
Hati-hati! Banyak persekutuan dan nikah yang tidak benar. Jangan ke sana!

Hati-hati! Sudah benar, tetapi masih ada tiga halangan:

  1. Egois dan munafik.
  2. Serigala= keinginan jahat dan najis.
  3. Yerusalem= hati yang keras; selalu menyalahkan orang.
    Hati yang keras bagaikan melempar batu. Lebih bahaya lagi jika melempar batu sembunyi tangan--terlihat baik, padahal dia sendiri yang melempar batu.

Kita mohon kelembutan dari TUHAN.
Hati yang tulus dan taat adalah landasan yang kuat untuk masuk dalam persekutuan yang benar dan mengalami naungan sayap induk ayam--kasih setia TUHAN yang besar dan ajaib.

Mari, serahkan semua kepada TUHAN. Di padang gurun, serahkan, kita dilindungi; saat di lembah/tenggelam di lembah, serahkan, kita akan ditolong dan diangkat oleh TUHAN. Menghadapi lembah apa saja: lembah air mata, lembah kesulitan, lembah kejatuhan dan kegagalan, kita akan ditolong oleh TUHAN.
Juga persiapan untuk menyambut kedatangan TUHAN kedua kali di awan-awan yang permai, sampai di takhta TUHAN.

Kaum muda, jangan mengandalkan manusia siapapun! Andalkan kasih setia TUHAN yang besar dan ajaib.
Yang mampu dan lain-lain, tetap merasa hanya seperti anak ayam dan ranting yang kecil. Anak ayam tidak bisa apa-apa dengan segala keberhasilan, kekayaan; hanya membutuhkan kasih setia TUHAN.
Yang gagal, merupakan kesempatan malam ini untuk ditolong TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top